SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
Profil Kesamaptaan Jasmani Militer Prajurit Batalyon Infanteri 1 Marinir, gedangan, Sidoarjo
ABSTRAK Alfariz, Mukhammad . 2018. Profil Kesamaptaan Jasmani Militer Prajurit Batalyon Infanteri 1 Marinir, Gedangan, Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M. E. Winarno, M.Pd., (II) Drs. Mulyani Surendra, M. S. Kata kunci: survei, kesamaptaan jasmani militer. Berdasarkan hasil observasi dapat disimpulkan bahwa anggota Batalyon Infanteri 1 Marinir mendapatkan nilai memenuhi standar kelulusan minimal hanya dari materi tes kesamaptaan jasmani militer sesuai kemampuan, bukan dari kemampuan dan keadaan fisik standar pada semua materi tes kesamaptaan jasmani militer. Dengan demikian peneliti tertarik untuk mengkaji lebih jauh tentang kesamaptaan jasmani dan melakukan penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian survei berjudul Profil Kesamaptaan Jasmani Militer Prajurit Batalyon Infanteri 1 Marinir, Gedangan, Sidoarjo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesamaptaan jasmani setiap prajurit peserta tes kesamaptaan jasmani militer prajurit Batalyon Infanteri 1 Marinir, Gedangan, Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian berupa rancangan penelitian survei. Ditinjau dari tujuan penelitian, maka penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif, karena penelitian ini hanya bertujuan untuk mengetahui profil kesamaptaan jasmani militer anggota Batalyon Infanteri 1 Marinir. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi kesamaptaan jasmani militer prajurit Batalyon Infanteri 1 Marinir strata Perwira memiliki kondisi kesamaptaan dalam kategori baik, pada strata Bintara memiliki kondisi kesamaptaan dalam kategori baik dan pada strata Tamtama memiliki kondisi kesamaptaan dalam kategori cukup. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa rata-rata tingkat kesamaptaan jasmani militer prajurit Batalyon Infanteri 1 Marinir dalam kondisi baik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat disarankan Untuk strata Perwira untuk menjaga dan mempertahankan kondisi kesamaptaan, karena Perwira memegang jabatan diperlukan meluangkan waktu untuk meningkatkan dan menjaga kondisi tubuh, pada strata Bintara untuk tetap menjaga kondisi fisik untuk mendukung kinerja seorang Bintara sebagai motor penggerak satuan, dan pada strata tamtama perlu diperhatikan anggota agar menjaga pola hidup sehat seperti mengurangi rokok dan menjaga pola makan
PENGEMBANGAN SOAL EVALUASI HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI KELAS X BERBASIS GOOGLE FORMULIR
ABSTRAK Evaluasi hasil belajar berfungsi sebagai alat ukur keberhasilan dalam pembelajaran. Oleh sebab itu, evaluasi hasil belajar peserta didik wajib dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Berdasarkan hasil observasi di 4 lembaga SMA di Kota Malang, pelaksanaan evaluasi hasil belajar pendidikan jasmani dan kesehatan berupa tes tulis sebanyak 52,3%, tes lisan sebanyak 33%, dan tes praktikum sebanyak 48,6%. Berkaitan dengan pengembangan soal evaluasi hasil belajar pendidikan jasmani kelas X berbasis google formulir ditemukan bahwa guru belum pernah melakukan test/ujian hasil belajar menggunakan Google Formulir. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan soal evaluasi hasil belajar pendidikan jasmani kelas X berbasis Google Formulir yang dapat dijadikan sebagai sarana pendukung guru dalam memudahkan mengevaluasi hasil belajar mata pelajaran pendidikan jasmani kelas X. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian dan pengembangan research & development (R&D) yang dikemukakan oleh Djaali (2004) dengan mengarah pengembangan tes sebagai alat evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Penelitian ini menghasilkan alat evaluasi hasil belajar berbasis Google Formulir yang berisikan soal-soal evaluasi hasil belajar pendidikan jasmani kelas X semester 2 yaitu: 15 soal atletik, 15 soal bola basket, 15 soal bolavoli, dan 15 soal senam. Diperoleh 3 simpulan hasil penelitian, yaitu Pertama, persentase sebanyak 82% dari validasi ahli evaluasi pendidikan jasmani. Kedua, persentase sebanyak 95% dari validasi ahli media. Ketiga, persentase sebanyak 87% dari validasi uji coba produk lapangan. Saran dari penelitian pengembangan soal evaluasi hasil belajar pendidikan jasmani kelas X berbasis google formulir ini adalah sebelum disebarluaskan sebaiknya produk ini divalidasikan kembali dan disesuaikan dengan kondisi sasaran yang ingin dituju. Saran peneliti dalam pengembangan penelitian ini dalam menuju kearah lebih lanjut. Sebaiknya dapat dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui tingkat efektivitas dari produk yang dikembangkan ini, karena hasil dari pengembangan ini masih terbatas sampai tersusunnya sebuah produk saja
EVALUASI PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 MATAPELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMAN I KEPANJEN KAB. MALANG DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT
ABSTRAK Salman, Rafi. 2017. Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan di SMA Negeri 1 Kepanjen Menggunakan Analisis SWOT. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M. E Winarno, M.Pd, (II) Drs. Oni BagusJanuarto, M.Kes Kata kunci: Evaluasi Kurikulum, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Kurikulum 2013. Salah satu program yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan melakukan pembaruan di bidang kurikulum yang sebelumnya adalah KTSP dilakukan pembaruan menjadi Kurikulum 2013 untuk mengurangi kelemahan-kelemahan yang terdapat di program KTSP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan kurikulum pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di SMA Negeri 1Kepanjen Kab. Malang di tinjau melalui analisis SWOT. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian non eksperimental berupa Deskriptif Kualitatif. Subjek yang digunakan adalah 3 guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di SMA Negeri 1 Kepanjen Kab. Malang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proposional sampling. Instumen yang digunakan untuk pengumpulan data dengan teknik observasi, lembar angket/kuisioner dan dokumentasi, teknik analisis data yang dipergunakanya itu teknik deskriptif kualitatif. Dari hasil analisis data diperoleh bahwa evaluasi kurikulum pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan sesuai dengan standar kurikulum 2013 yang di atur oleh permendikbud No 81A tahun 2013. Dari perolehan angket diperoleh hasil evaluasi kurikulum pendidikan jasmani,olahraga dan kesehatan dari faktor kekuatan 100% dilaksanakan, faktor kelemahan 62% dilaksankan, faktor peluang 83% dilaksanakan dan faktor kelemahan 44% dilaksanakan. Serta banyak indikator kurikulum 2013 pendidikan jasmani olaharaga dan kesehatan yang hampir semua terlaksana. Dari total persentase mendapatkan hasil 72,25%, yang mendapatkan kriteria evaluasi baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah evaluasi kurikulum 2013 pendidikanjasmaniolahraga,dan kesehatan sesuai dengan kurikulum 2013 yang diatur oleh permendikbud, saran yang dapat diberikan kepada guru adalah indikator yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam Permendikbud pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan harus dilaksanakan secara keseluruhan dengan baik,dan memaksimalkan peserta didik serta seluruh perangkat pembelajaran agar mendapatkan hasil yang maksimal untuk kurikulum 2013
Pengembangan Model Pembelajaran Servis Backhand Untuk Peserta Ekstrakurikuler Tenis Meja di SD Negeri 01 Lumutan Kabupaten Bondowoso
ABSTRAK Yudianto, Muchammad, Ifan. 2018. Pengembangan Model Pembelajaran Servis Backhand Untuk Peserta Ekstrakurikuler Tenis Meja di SD Negeri 01Lumutan Kabupaten Bondowoso. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. M. E. Winarno, M.Pd. (II) Drs. H. SugiyantoS.Pd., M.Pd. Kata kunci: pengembangan, model pembelajaran, servisbackhand, tenis meja Servisbackhandmerupakan salah satu teknik dasar dalam tenis meja. Dalam pelaksanaan ekstrakurikuler tenis meja di SDNegeri01Lumutan Kabupaten Bondowoso, Servisbackhandmerupakan salah satu materi yang diberikan oleh pelatih.Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan peneliti yang dilakukan pada tanggal 17 Desember 2016 melalui observasi dan penyebaran angket terhadap 1 orang pelatih diperoleh hasil materi yang paling sulit dikuasai oleh siswa adalah pukulan Servisbackhanddan respon siswa kurang senang terhadap materi pelatihan Servisbackhand. Kemudian penyebaran angket terhadap 34peserta ekstrakurikuler tenis meja diperoleh hasil 2 siswa menjawab sangat menarik, 4 siswa menjawab menarik, 25 siswa menjawab kurang menarik, dan 3 siswa menjawab tidak menarik untuk materi pukulan Servisbackhand. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan model pembelajaranServisbackhandberupa buku panduan untuk peserta ekstrakurikuler tenis meja di SDNegeri01Lumutan Kabupaten Bondowosoagar lebih bervariasi. Dalam penelitian ini, peneliti mengadopsi model pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), langkah-langkah tersebut adalah: (1) melakukan analisis kebutuhan, (2) mengembangkan produk awal, (3) evaluasi ahli, (4) uji coba kelompok kecil, (5) revisi produk, (6) uji coba kelompok besar, (7) revisi produk berdasarkan uji coba lapangan. Instrumen yang digunakan adalah berupa angket berisi tentang rancangan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan persentase. Produk pengembangan yang dihasilkan adalah buku panduan model pembelajaranServisbackhandyang terdiri dari model pembelajarantimang-timang bolapadasisi bet backhand, model pembelajaranmandiriservisbackhand, model pembelajaranservis backhand backspin, model pembelajaranservis backhand sidespin left, model pembelajaranservisbackhandsidespin right,model pembelajaranservisbackhand topspin. Produk pengembangan ini melalui beberapa tahap yaitu validasi ahli dan uji coba kelompok. Dari beberapa tahap tersebut, buku panduan model pembelajaranServisbackhanddapat disimpulkan bahwa diperoleh hasil 84,84% dari validasi ahli tenis meja, diperoleh hasil 96,92% dari validasi ahli kepelatihan tenis meja, diperoleh hasil 76,51% dari validasi ahli media, diperoleh hasil 86,27% dari uji coba kelompok kecil, dan diperoleh hasil 87,13% dari uji coba kelompok besar, sehingga produk pengembangan model pembelajaran Servisbackhandlayak untuk digunakan. Dari hasil tersebut diharapkan dalam pengembangan penelitian ini menuju ke arah lebih lanjut yaitu untuk subjek penelitian diharapkan lebih luas, tidak hanya pada kegiatan ekstrakurikuler tenis meja di SDNegeri01Lumutansaja, tetapi juga pada kegiatan ekstrakurikuler tenis meja di sekolah atau PTM (persatuan tenis meja) lain
Pengembangan Bahan Ajar Pertolongan Pertama Cedera Olahraga Patah Tulang (Fracture) Berbasis Android Untuk Mahasiswa Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang
RINGKASAN Mahardi, Muhammad Setya Agung. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Pertolongan Pertama Cedera Olahraga Patah Tulang (Fracture) Berbasis Android Untuk Mahasiswa Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Wasis Djoko Dwiyogo, M.Pd Kata kunci: pengembangan, bahan ajar, pertolongan pertama, patah tulang, fracture, android Pertolongan pertama cedera olahraga patah tulang merupakan salah satu materi yang diajarkan di prodi S1 Pendidikan Jasmani dan Kesetan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Hasil analisis kebutuhan wawancara dengan dosen pengampu mata kuliah PPCO pada bulan November 2017 diperoleh hasil yaitu (1) kurangnya minat mahasiswa dalam mempelajari materi tentang pertolongan pertama cedera olahraga patah tulang, (2) media pembelajaran yang digunakan dosen belum dilengkapi dengan video-video pertolongan pertama patah tulang. Dari hasil angket analisis kebutuhan mahasiswa diperoleh (1) mahasiswa kurang memahami tata cara pertolongan pertama cedera olahraga patah tulang, (2) semua mahasiswa memiliki smartphone android, (3) mahasiswa berminat belajar menggunakan smartphone android, (4) di FIK menyediakan prasarana wifi gratis untuk menunjang proses pembelajaran. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar pertolongan pertama cedera olahraga patah tulang (fracture) dengan menggunakan media aplikasi berbasis android pada mahasiswa Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang, dimaksudkan agar media yang dikembangkan menjadi media yang valid, efektif dan menarik sehingga mahasiswa paham tata cara pertolongan patah tulang dan lebih menarik minat untuk memperhatikan materi pertolongan pertama patah tulang. Penelitian dan pengembangan ini mengacu pada model pengembangan ADDIE dari Aldoobie (2015:68) yaitu Analyze, Design, Development, Implementation dan Evaluation dengan menggunakan prosedur sampai langkah implementasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket penilaian untuk para ahli, data hasil tes belajar, dan angket untuk mahasiswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif (persentase). Subjek uji coba lapangan pada penelitian dan pengembangan ini berjumlah 63 mahasiswa. Hasil dari pengembangan ini adalah menghasilkan produk aplikasi online bahan ajar pertolongan pertama cedera olahraga patah tulang berbasis android. Hasil dari penelitian validasi ahli materi PPCO diperoleh hasil 94.35% (sangat layak), validasi ahli media diperoleh 97,72% (sangat layak), validasi ahli bahasa diperoleh 88,63% (sangat layak), dan praktisi pembelajaran PPCO diperoleh hasil 95,19% (sangat layak). Dari hasil uji lapangan dengan menggunakan 63 mahasiswa didapatkan hasil uji keefektifan produk diperoleh hasil 86,74% (sangat efektif) dan hasil uji daya tarik diperoleh hasil 90,84% (sangat menarik). Saran pengembangan lebih lanjut dari peneliti, sebaiknya bahan ajar pertolongan pertama cedera olahraga patah tulang berbasis android ini perlu dikembangkan lebih lanjut dari segi smartphone, sehingga dapat di-instal pada sistem operasi lain seperti Iphone, Windows Phone atau Blackberry dan juga untuk penelitian selanjutnya sebaiknya subjek penelitian diharapkan lebih luas
Studi tentang Kelincahan, Kelentukan, Kekuatan, dan Daya Ledak Peserta Ekstrakurikuler Olahraga dan Non Olahraga di SMAN 5 Malang
RINGKASAN Basofi, Mohammad. 2018.Studi tentang Kelincahan, Kelentukan, Kekuatan, dan Daya Ledak Peserta Ekstrakurikuler Olahraga dan Non Olahraga di SMAN 5 Malang.Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E. Winarno, M.Pd Kata Kunci: profil, kebugaran jasmani, esktrakurikuler, cabang olahraga. Berdasarkan hasil observasi pada ekstrakurikuler cabang olaharaga dan non olahraga di SMAN 5 Malang tidak mengetahui tingkat kebugaran jasmani karena belum dilakukan tes kebugaran jasmani dan para pelatih juga tidak memiliki data kebugaran jasmani setiap individu siswa-siswanya. Berdasarkan masalah tersebut penulis melakukan penelitian berjudul Studi tentang Kelincahan, Kelentukan, Kekuatan, dan Daya Ledak Peserta Ekstrakurikuler Olahraga dan Non Olahraga di SMAN 5 Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan kebugaran jasmani dan perbedaan kebugaran jasmani antara ekstrakurikuler olahraga dan peserta ekstrakurikuler non olahraga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik survei dan pengumpulan data menggunakan tes. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 200 siswa dengan rentang usia 15-19 tahun. Instrumen tes yang digunakan untuk mengetahui kondisi fisik subjek adalah tes kelincahan, tes kelentukan, tes kekuatan, dan tes daya ledak otot tungkai.Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif dilakukan secara manual. Berdasarkan hasil perhitungan dan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa peserta ekstrakurikuler olahraga memiliki kelincahan, kelentukan, kekuatan, dan daya ledak otot tungkai lebih baik daripada ekstrakurikuler non olahraga.Hal ini dikarenakan aktivitas fisik peserta ekstrakurikuler olahraga lebih banyak dan berkala daripada ekstrakurikuler non olahraga yang hanya melakukan aktivitas fisik hanya dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di sekolah. Berdasarkan pada hasil kesimpulan dapat dituliskan saran dari penelitian ini yaitu perlunya diadakannya tes kelincahan, kelentukan, kekuatan, dan daya ledak otot tungkai secara teratur dan terjadwal agar peserta ekstrakurikuler mengetahui perkembangan kebugaran jasmaninya dan beberapa aktivitas fisik tambahan untuk peserta ekstrakurikuler non olahraga menjaga kondisi fisiknya
PENERAPAN METODE DRILLUNTUK MENINGKATKAN AKURASI SHOOTINGPADA SISWA SEKOLAH SEPAKBOLA (SSB) KAKI MAS DAMPIT USIA 14-15 TAHUN KABUPATEN MALANG
RINGKASANSaifullah. 2018. PenerapanMetode Drill untuk Meningkatkan Akurasi Shooting padaSiswaSekolahSepakbola (SSB) Kaki Mas DampitUsia 14-15 tahunKabupaten Malang. Skripsi.JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan,FakultasIlmuKeolahragaan,UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) UsmanWahyudiS.Pd, M.Pd, (II) FahrialAmiq S.Or, M.PdKata kunci: akurasi shooting, sepakbola, metode drill.Sepakbolamerupakanolahragamenggunakan bola yang dimainkanolehduatim yang masing-masingtimmempertahankansebuahgawangdanmencobamencetakgolkegawanglawan. Berdasarkan observasi permainan sepakbola siswa Sekolah Sepakbola (SSB) Kaki Mas usia 14-15 tahun Dampit Kabupaten Malang menunjukkan kurangnya kemampuan shooting sepakbola. Ditunjukkan dengan hasil tes akurasi shooting dari total 20 hanya 1 siswa (5%) yang akurasinyabaiksekali, 3 siswa (15%) akurasinyabaik, 2 siswa (10%) akurasinyacukup, 12 siswa (60%) akurasinyakurang, dan 2 siswa (10%) sangat kurang. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan shooting dengan menggunakan metode drill.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untukmeningkatkanakurasishooting permainansepakbolapadaSiswaSekolahSepakbola (SSB) Kaki Mas DampitUsia 14-15 tahunKabupaten Malang.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan olahraga dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskripstif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 20 siswa Sekolah Sepakbola (SSB) Kaki Mas usia 14-15 tahun Dampit Kabupaten Malang. Penelitian tindakan ini dilakukan dengan menggunakan 2 siklus, dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Dalam penelitian ini masing-masing siklus dilakukan selama 4 minggu dengan 12 kali pertemuan.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan siswa dalam melakukan akurasishooting permainan sepakbola setelah dilakukan latihan dengan menggunakan metode drill. Tingkat keberhasilan siswa pada siklus siklus 1, persentase rata-rata peningkatansebesar 3,94%, karenapeningkatanmasihsedikitmakapenelitiandilanjutkankesiklus 2.Siklus 2, persentase rata-rata peningkatansebesar 44,54%,makapenelitianinitelahmencapaitingkatkeberhasilan. Kesimpulannya adalah dengan menggunakan metode drill dalam latihan dapatmeningkatkanakurasishooting permainansepakbolapadaSiswaSekolahSepakbola (SSB) Kaki Mas DampitUsia 14-15 tahunKabupaten Malang. Saran yang dapatdiberikanyaitupenelitianinidapatdijadikanreferensibagipeneliti yang lainuntukmeningkatkanakurasi shooting permainan sepakbola
SURVEI KONDISI SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN TINGKAT SMP NEGERI DI KABUPATEN BLITAR
RINGKASAN Candra,Galih. 2019.SurveiKondisiSaranadanPrasaranaPembelajaranPendidikanJasmanidanKesehatan Tingkat SMP Negeri Di KabupatenBlitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs.TatokSugiarto, S.Pd.,M.Pd.,(2) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: survei,sarana dan prasarana, SMP Negeri,Blitar. Peningkatanmutupendidikanmerupakansalahsatuwacanapentingdalampenyelenggaraansistempendidikannasional. Untukdapatmencapaitujuantersebutpemerintahtelahmenyusunkurikulum danmenentukanmatapelajaransalahsatunyaPendidikanJasmanidanKesehatan. Pendidikanjasmanimempunyaiperananpentingdalamkegiatanpembelajarandisekolahyaitumemberikankesempatankepadasiswauntukterlibatlangsungdalamberbagaipengalamanbelajarmelaluiaktifitasjasmani. Agar pembelajaranpendidikanjasmanidapatberjalandenganbaik,diperlukansaranadanprasarana yang baikdansesuaidenganstandar. Belumadanya data yang akuratmengenaikondisisaranadanprasaranamendorongpenelitiuntukmenelitihaltersebut. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuikeadaan, kondisidanjumlahsaranadanprasaranapendidikanjasmanidankesehatantingkatSekolahMenengahPertama di KabupatenBlitar. Diharapkandenganpenelitianinidapatmemberimasukanpadapihaktertentu, sepertisekolahdanDinasPendidikansetempat. Penelitianinimerupakanjenispenelitiansurveidenganmenggunakanteknikanalisisdeskriptifkuantitatif. Penelitianinimenggunakanteknik sampling wilayah (area sampling), membagiwilayahKabupatenBlitarmenjadi 4bagian. Adapun proses pengumpulan data padapenelitianiniterdapatduatahap, yaitu 1) persiapandan 2) pelaksanaan. Berdasarkanhasilpenelitian yang telahdilakukandiperolehhasilbahwaketersediaansaranadanprasarana di SMPNegeri 2 Wlingimemperolehhasil 48,5%, ketersediaansaranadanprasarana di SMPNegeri 1 Talunmemperolehhasil 64,8%, ketersediaansaranadanprasarana di SMP Negeri 1 Kesambenmemperolehhasil 62%, ketersediaansaranadanprasarana di SMP Negeri 1 Binangunmemperolehhasil30,7%, ketersediaansaranadanprasarana di SMP Negeri 1 Sutojayanmemperolehhasil50,9%, ketersediaansaranadanprasarana di SMP Negeri 2 Sutojayanmemperolehhasil45,6%, ketersediaansaranadanprasarana di SMP Negeri 1 Sanankulonmemperolehhasil31,6%, ketersediaansaranadanprasarana di SMP Negeri 1 Ponggokmemperolehhasil52,5%. Dari hasilanalisistersebutberdasarkanskorsertakategorikelayakandiketahuibahwasebanyak 62,5% sekolah di KabupatenBlitartermasukdalamkategoriKurangLayak, dansebanyak 37,5% masukdalamkategoriCukupLayak, untukkategoriTidakLayaksebanyak 0% begitu juga untukKategoriLayaksebanyak 0%. Jadidapatdisimpulkanbahwasaranadanprasarana yang tersediapada SMP Negeri di KabupatenBlitarmendapatkanskor 48,35% dantermasukdalamkategoriKurangLayak
pengembangan pembelajaran teknik dasar passing dan control sepakbola usia 9-12 tahun di sekolah sepakbola unibraw 82 kota malang
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengembangkan pembelajaran teknik dasarpassing dan control sepakbola berupa buku panduan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan.Menggunakan metode prosedural dari Borg dan Gall.Berdasarkan data analisis dari seluruh ahli bahwa pembelajaran teknik dasar passing dan control dapat digunakan. kesimpulan penelitian pengembangan ini dapat digunakan di Sekolah Sepakbola Unibraw82 Kota Malang.Disarankan untuk pelatih dan siswa untuk mempelajari dahulu sebelum melakukan latihan pembelajaran teknik dasar passing dan control, agar tidak terjadi kesalahan ketika melakukan pembelajaran passing dan control
SURVEI MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI SISWA KELAS VIII SMPN 1 DANDER KABUPATENBOJONEGORO
ABSTRAK Wahyu, Dimas. 2017. Survei Motivasi Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Dander Kabupaten Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes, (II) Usman Wahyudi, S.Pd, M.Pd Kata Kunci:survei, motivasi, pembelajaran pendidikan jasmani Dengan memahami motivasi para siswanya yang sangat mungkin beragam, seorang guru justru sangat terbantu tugasnya dalam menyampaikan materi. Pembelajaran pendidikan jasmani akan lebih bisa diterima dengan senang oleh para siswa karena guru telah memahami motivasi dasar para siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Guru akan lebih mengetahui pembelajaran seperti apa yang tepat dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran yang dipimpinnya, sehingga diharapkan tujuan pendidikan nasional maupun Pendidikan Jasmani secara khusus bisa tercapai baik sesuai apa yang telah dicita-citakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi motivasi partisipasi siswa dalam pelaksanaaan pembelajaran pendidikan jasmani pada siswa kelas VIII di SMPN 1 Dander Kabupaten Bojonegoro Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini termasuk jenis penelitian non-eksperimental berupa deskriptif kuantitatif yang mendeskripsikan apa yang menjadi motivasi pertisipasi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani kelas VIII. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang motivasi partisipasis siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilaksanakan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa motivasi intrinsik siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Dander Kabupaten Bojonegoro termasuk dalam kategori baik, sedangkan motivasi ekstrinsik siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Dander Kabupaten Bojonegoro termasuk dalam cukup. Setelah mengetahui hasil penelitain,motivasi intrinsik maupun ekstrinsik siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Dander, diharapkan guru mata pelajaran pendidikan jasmani bisa lebih meningkatkan lagi upayanya untuk memotivasi siswa, terlebih jika guru mata pelajaran pendidikan jasmani berkenan untuk menjadikan hasil penelitian ini sebagai pijakan menentukan strategi pembelajaran untuk ke depan. Bagi Siswa, diharapkan para siswa bisa mengambil pelajaran dan pengalaman bahwa motivasi sangatlah penting dalam melaksanakan kewajiban belajar di sekolah.Bagi Sekolah, sekolah dapat menggunakan acuan untuk melihat kondisi dan situasi pembelajaran pendidikan jasmani di sekolahnya. ABSTRACT Wahyu, Dimas. 2017. The survey of motivation in physical education Learning Grade VIII SMP Negeri 1 Dander Kabupaten Bojonegoro. Skripsi, Departement Of Sports and Health Education, The Faculity Of Sport Science, State University Of Malang. Advisor: (1) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes, (II) Usman Wahyudi, S.Pd, M.Pd Key words: survey, motivation, physical education By understanding the motivation of students may vary, a teacher thus greatly helped his job in conveying the material. Learning of physical education will be more easily accepted by the students because the teacher has to understand the motivation of the students in the following basic teaching and learning activities. The teacher will know what kind of learning more appropriate and effective for use in learning that his flock. So expect the purpose of national education or physical education in particular can be achieved according to what have aspired. This research aims to find out what motivates the participation of students in physical education at learning grade VIII in SMP 1 Dander Bojonegoro school year 2016/2017 This research included this type of research is non-experimental quantitative descriptive self-describing form what motivates pertisipasi students in the implementation of the learning of physical education class VIII. This research aims to gain the gambara about partisipasis students motivation in following the learning of physical education. Based on the results of the research and the discussion that has been conducted in this study, it can be inferred that the intrinsic motivation of students of class VIII SMP Negeri 1 Bojonegoro Regency Dander is included in both categories, while the extrinsic motivation grade VIII SMP Negeri 1 included in Bojonegoro Regency Dander enough After knowing the result of research, intrinsic and extrinsic motivation of VIII students of SMP Negeri 1 Dander, it is expected that physical education subject teachers can further improve their efforts to motivate students, especially if the subject of physical education teachers is pleased to make this research as a step to determine learning strategy for next. For Students, it is expected that students can take lessons and experience that motivation is very important in carrying out the obligation to learn in school. For Schools, schools can use a reference to see the conditions and learning situations of physical education in their schools