SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
Profil Kemampuan Kondisi Fisik Peserta Ekstrakurikuler Bulutangkis SMA Negeri 2 Kota Malang
ABSTRAK Kuncoro, Galih Tri. 2017. KemenarikanPembelajaranTolakPeluru Gaya MembelakangidenganMenggunakanPendekatanBermaindanBerlombaSiswaKelas VIII B SMP Negeri 16 Malang. Skripsi, JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: Dr.SitiNurrochmah, M,Kes. Kata Kunci:kemenarikanpembelajaran, gayamembelakangi, bermain, berlomba Olahragaatletikdiajarkanmulaijenjang SD/MI hinggajenjang SMA/MA.Tolakpelurugayamembelakangiadalahsalahsatunomerlempardaricabangatletik. Melaluipembelajarantolakpelurugayamembelakangi, diharapkansiswalebihsenang, aktif, pahamterhadapmateridanterampildalampenguasaan. Berdasarkanobservasiawal, diketahuibahwakemenarikanpembelajarantolakpelurugayamembelakangi di SMP Negeri 16 Malangmasihkurang optimal. Siswamasihbanyak yang tidaksenang, tidakmemperhatikandantidakaktif di dalampembelajaran. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipeningkatanefektivitaspembelajarantolakpelurusetelahmelakukanbermaindanberlomba.Instrumen yang digunakandalampenelitianiniadalahtes, lembarobservasi, wawancara, dokumentasidancatatanlapangan. Rancanganpenelitian yang digunakandalampenelitianiniadalahpenelitiantindakankelas (PTK).Melalui PTK inidilaksanakanpembelajarantolakpelurugayamembelakangidenganpendekatanbermaindanberlomba. Melaluibermaindanberlombaini, siswamelakukantolakpelurusambilbermaindalammelaksanakanpembelajaran.Hal inipentingmengingattidaksemuasiswamenyenangiolahragatolakpeluru.Dalampenelitianini, penelitiberkolaborasidengan guru merencanakantindakanpembelajaran yang berlangsungselama 2siklus. Hasilpenelitianmenunjukanbahwaketerampilanmelakukantekniktolakpelurugayamembelakangisiswakelas VIII B SMP Negeri 16 Malangmengalamipeningkatan. Hasiltindakansiklus 1 padateknikpegangantingkatkeberhasilansiswadari 48.78% (20 siswa) menjadi 56.09% (23 siswa), sikapbadan 46.34% (19 siswa) menjadi 56.09% (23 siswa), tahapmenolak 46.34% (19 siswa) menjadi 58.53% (24 siswa), akhiran 43.90% (18 siswa) menjadi 58.53% (24 siswa). Hasiltindakansiklus 2 pertemuan 3 padasiklus 2 jikadilihatdarinilaipersentasediantaranyatingkatkeberhasilanpadateknikmemegangsebanyak 90.24% (37 siswa), padatekniksikapbadan 92.68% (38 siswa), padatekniktahapmenolak 92.68% (38 siswa), danpadateknikakhiran 95.12% (39 siswa Berdasarkanhasilpenelitiandapatdisimpulkanbahwapembelajarantolakpelurugayamembelakangidenganpendekatanbermaindanberlombadapatmeningkatkankemenarikanpembelajaransiswakelas VIII B SMP Negeri 16 Malang. ABSTRAK Hayati, Dewi Nur. 2017. Profil Kemampuan Kondisi Fisik Peserta Ekstrakurikuler Bulutangkis SMA Negeri 2 Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Nurrochmah, M. Kes., (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes. Kata Kunci: profil, kondisi fisik, siswa ekstrakurikuler bulutangkis Kondisi fisik kebugaran seseorang atlet merupakan hal paling mendasar yang wajib untuk dilakukan latihan pada para atlet, baik untuk peningkatannya maupun pemeliharaannya. Berdasarkan kenyataan di lapangan, khusunya di ekstrakurikuler bulutangkis SMA Negeri 2 Kota Malang, kondisi fisik terutama unsur kelincahan siswa peserta ekstrakurikuler yang mengikuti ekstrakurikuler bulutangkis kurang. Selain itu siswa peserta ekstrakurikuler bulutangkis belum dilakukan pengukuran kelincahan. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui dan memperoleh informasi kelincahan bentuk tes Illinois pada siswa peserta ekstrakurikuler bulutangkis SMA Negeri 2 Kota Malang, (2) untuk mengetahui dan memperoleh informasi kelincahan bentuk tes lari shuttle run pada siswa peserta ekstrakurikuler bulutangkis SMA Negeri 2 Kota Malang. Penlitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah subjek penelitian 27 orang siswa ekstrakurikuler bulutangkis dengan teknik pengambilan data menggunakan tes dan pengukuran, instrumen penelitian dalam tes adalah Illinois, dan shuttle run. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kalkulator casio FX-300 MS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tes illinois kelompok putra terdapat 9 siswa (100%) tergolong dalam klasifikasi kurang sekali, kelompok putri 18 siswa (100%) tergolong dalam klasifikasi kurang sekali. Sedangkan tes shuttle run kelompok putra terdapat 9 siswa (100%) tergolong dalam klasifikasi baik sekali, kelompok putri 18 siswa (100%) tergolong dalam klasifikasi baik sekali. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat ditarik kesimpulan pada tes shuttle run (1) siswa peserta kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis di SMA Negeri 2 Kota Malang kelompok putra termasuk dalam kategori baik sekali, (2) siswa peserta kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis di SMA Negeri 2 Kota Malang kelompok putri termasuk dalam kategori baik sekali. Sedangkan pada tes illinois (1) siswa peserta kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis di SMA Negeri 2 Kota Malang kelompok putra termasuk dalam kategori kurang sekali, (2) siswa peserta kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis di SMA Negeri 2 Kota Malang kelompok putri termasuk dalam kategori kurang sekali. Diharapkan pada pelatih ekstrakurikuler agar memberikan pola pembelajaran dan pelatihan shadow badminton dan dengan metode permainan yang memiliki aktivitas merubah arah lari yang lebih banyak sehingga dapat meningkatkan kondisi fisik unsur kelincahan siswa ektrakurikuler bulutangkis
MENINGKATKAN PEMBELAJARAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 3 SRENGAT KABUPATEN BLITAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE BERMAIN
ABSTRAK: Pembelajaran cabang olahraga atletik mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA/MA menjadi kebutuhan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), terutama nomor lompat jauh gaya jongkok. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan hasil belajar lompat jauh setelah menggunakan metode bermain. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Dengan metode bermain diharapkan siswa menyenangi olahraga khususnya lompat jauh gaya jongkok pada nomor lompat. Hasil Penelitian belajar lompat jauh gaya jongkok siswa kelas VIII C SMP Negeri 03 Srengat mengalami peningkatan. Hasil tindakan siklus 1 sampai siklus 2 peningkatan pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dalam bentuk bermain. Pada siklus 1 dalam teknik lompat jauh gaya jongkok, awalan 73.07%, tumpuan 55.7%, melayang 65,3%, Mendarat 59,6. Pada siklus 2 mengalami peningkatan yang cukup baik dalam teknik lompat jauh gaya jongkok, awalan 98,7%, tumpuan 84,6%, melayang 87,1%, mendarat 86,5%. Berdasarkan hasil penelitian bisa disimpulkan bahwa pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan metode bermain dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 3 Srengat Kabupaten Blitar. Kata kunci: Hasil Belajar Lompat Jauh Gaya Jongkok Melalui Metode Bermai
PENGARUH LATIHAN BOX JUMP DAN SQUAT JUMP TERHADAP KETEPATAN SHOOTING KE GAWANG SISWA SSB SATRIA USIA 15 TAHUN BLIMBING KOTA MALANG
Abstrak Kata kunci: Latihan Box Jump dan Squat Jump, Ketepatan Shooting Sepakbola. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara latihan box jump dengan latihan squat jump terhadap ketepatan shooting ke gawang siswa SSB Satria usia 15 tahun Blimbing Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan rancangan kelompok pembanding prates-pascates dengan perlakuan yang berbeda dalam rumpun yang sejenis (the static group pre test- post test). Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa SSB Satria Blimbing Kota Malang sebanyak 20 orang. Analisis data dari penelitian ini menggunakan teknik analisis varians satu jalur. Dari analisis data, diperoleh tiga kesimpulan yaitu: (1) kelompok perlakuan box jump memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ketepatan shooting ke gawang siswa SSB satria usia 15 tahun Blimbing Kota Malang (Fhitung 35,55 > Ftabel 4,41), (2) kelompok perlakuan squat jump memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ketepatan shooting ke gawang siswa SSB satria usia 15 tahun Blimbing Kota Malang (Fhitung 19,98 > Ftabel 4,41), (3) tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan box jump dengan kelompok perlakuan squat jump terhadap ketepatan shooting ke gawang siswa SSB satria usia 15 tahun Blimbing Kota Malang (Fhitung 3,95 Ftabel 4,41), 2) squat jump treatment group gave significant effect to the accuracy of shooting on goal of SSB students satria age 15 years Blimbing Malang City (Fhitung 19,98 > Ftabel 4,41), (3) there was no significant difference between the treatment group of box jump and the squat jump group to the precision of shooting to the goal of SSB students satria age 15 years Blimbing Malang City (Fhitung 3,95 < Ftabel 4,41)
Pengaruh Kombinasi Latihan Plyometric dan Latihan Ketepatan Dengan Latihan Ketepatan terhadap Hasil Keterampilan Long Pass Pada Siswa Ekstrakurikuler Sepakbola Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan
ABSTRAK Sepakbola adalah cabang olahraga yang dimainkan oleh 2 tim yang saling merebut bola di dalam lapangan dan berusaha untuk menciptakan gol. Dalam permainan sepakbola, passing merupakan teknik dasar yang cukup penting perannya. Passing ada 2 macam yaitu passing pendek dan passing jauh atau disebut long pass. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di lapangan Areta pada ekstrakurikuler sepakbola SMPN 1 Gondang Wetan, diketahui bahwa teknik dasar long pass memiliki tingkat kesalahan paling banyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh kombinasi latihan plyometric dan latihan ketepatan terhadap hasil keterampilan long pass pada permainan sepakbola. Rancangan pada penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen matching pre-test post-test comparison group design dengan jumlah sampel penelitian 22 siswa. Sampel dibagi dalam dua kelompok dengan menggunakan cara ordinal pairing matching. Kelompok eksperimen berjumlah 11 siswa dan kelompok kontrol berjumlah 11 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes long pass sepakbola dengan validitas 0,845 dan reabilitas 0,910. Analisis data dari penelitian ini menggunakan teknik analisis varian satu jalur. Dari hasil analisis data, diperoleh tiga kesimpulan: (1) kelompok latihan plyometric dan latihan ketepatan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil keterampilan long pass ( 5,7580 > 0,05 = 4,35), (2) latihan ketepatan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil keterampilan long pass ( 0,1425 0,05 = 4,35). Kombinasi latihan plyometric dan latihan ketepatan, memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil keterampilan long pass siswa ekstrakurikuler sepakbola SMPN 1 Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan. Saran kepada pelatih ekstrakurikuler sepakbola agar menggunakan metode kombinasi latihan plyometric dan latihan ketepatan untuk meningkatkan hasil keterampilan long pass siswa dengan baik
STUDI KOMPARATIF PERKEMBANGAN MELOMPAT ANAK USIA 10 TAHUN BERDASARKAN PERBEDAAN KETINGGIAN TEMPAT TINGGAL DI WILAYAH MALANG RAYA
ABSTRAK Bramantyo, Kumala. 2017. Studi Komparatif Perkembangan Melompat Anak Usia 10 Tahun Berdasarkan Perbedaan Ketinggian Tempat Tinggal Di Wilayah Malang Raya. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Asim, M.Pd Kata Kunci: Keterampilan, melompat, anak usia 10 tahun, dataran rendah, dataran sedang, dataran tinggi. Perkembangan gerak melompat pada seluruh jenjang usia akan mengalami peningkatan, setiap orang memiliki tingkat kemampuan berbeda dalam keterampilan aktivitas gerak dasarnya, hal ini berkaitan dengan berbedanya keadaan fisik seseorang. Manusia merupakan makhluk hidup yang selalu mengalami perkembangan dan pertumbuhan dari waktu ke waktu. Perkembangan anak merupakan suatu kelanjutan dari perkembangan yang sejalan dengan pertumbuhan manusia seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan perkembangan melompat anak usia 10 tahun, yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi di wilayah Malang Raya. Penelitian ini merupakan metode survei. Variabel yang diteliti berupa variabel terikat berupa tingkat perkembangan jauh lompatan anak putra usia 10 tahun dan variabel bebas berupa tempat tinggal. Penelitian ini menggunakan analisis data yang diolah secara kuantitatif dengan menggunakan anava satu arah dengan α=0,05. Berdasarkan hasil uji anava satu arah menunjukkan probabilitas 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak, yang berarti terdapat perbedaan perkembangan melompat pada anak usia 10 tahun, yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi. Berdasarkan hasil tes tingkat perkembangan melompat anak putra usia 10 tahun, diperoleh rata-rata hasil tes di dataran rendah sebesar 139.28, dataran sedang sebesar 129.56 dan dataran tinggi sebesar 151.58, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa dataran tinggi berpengaruh lebih baik terhadap perkembangan melompat anak usia 10 tahun dibandingkan dataran rendah dan dataran sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan tingkat keterampilan melompat anak usia 10 tahun yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi, diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru pendidikan jasmani di setiap sekolah dengan cara memberikan pengarahan dan pengetahuan pada saat proses pembelajaran yang dapat mendukung perkembangan anak dan meningkatkan kemampuan melompat pada siswa
MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMBINASI PASSING ATAS DAN PASSING BAWAH PERMAINAN BOLAVOLI MELALUI METODE DISTRIBUTED PRACTICE PADA PESERTA PUTRA EKSTRAKURIKULER SMK NEGERI 5 MALANG
ABSTRAK Wardoyo, Tanto. 2017. Meningkatkan Keterampilan Kombinasi Passing Atas dan Passing Bawah Permainan Bolavoli Melalui Metode Distributed Practice Pada Peserta Ekstrakurikuler SMK Negeri 5 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Agus Tomi, M.Pd, (II) Febrita Paulina, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: peningkatan, distributed practice, passing atas, passing bawah permainan bolavoli Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti, bahwa keterampilan bermain bolavoli di ekstrakurikuler SMK Negeri 5 Malang, kesalahan yang paling banyak dilakukan adalah pada teknik passing atas dengan persentase (58,3%) dan passing bawah dengan persentase (50%), dari 12 peserta. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan teknik dasar passing atas dan passing bawah bolavoli. Penelitian ini menggunakan metode distributed practice. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan olahraga (PTO) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 12 peserta putra ektrakurikuler bolavoli SMK Negeri 5 Malang. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan keterampilan peserta dalam melakukan keterampilan teknik dasar passing atas dan passing bawah bolavoli. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus, yaitu siklus 1 selama 5 minggu dengan 9 kali pertemuan, sedangkan pada siklus 2 selama 3 minggu dengan 6 kali pertemuan. Pada teknik dasar passing atas mendapat hasil yaitu: keberhasilan peserta pada minggu kedua pertemuan ketiga dengan persentase 50%, minggu ketiga pertemuan keenam dengan persentase 58,3% dan 75% pada minggu kelima pertemuan kesembilan, sedangkan pada teknik dasar passing bawah mendapat hasil yaitu: keberhasilan peserta pada minggu kedua pertemuan ketiga dengan persentase 58,3%, minggu ketiga pertemuan keenam dengan persentase 66,6% dan 83,3% pada minggu kelima pertemuan kesembilan. Pada siklus 2, pada teknik dasar passing atas mendapat hasil yaitu: pada minggu kedua pertemuan ketiga dengan persentase 83,3% dan 100% pada minggu ketiga pertemuan keenam, sedangkan pada teknik dasar passing bawah mendapat hasil yaitu: pada minggu kedua pertemuan ketiga dengan persentase 91,6%, dan 100% pada minggu ketiga pertemuan keenam. Kesimpulan dari hasil data diatas adalah dengan menggunakan metode distributed practice dalam latihan dapat meningkatkan keterampilan teknik dasar passing atas dan passing bawah permainan bolavoli pada ekstrakurikuler putra SMK Negeri 5 Malang. Saran yang dapat diberikan yaitu: penelitian tindakan olahraga ini bisa dijadikan referensi bagi peneliti yang lain untuk meningkatkan teknik dasar passing atas dan passing bawah permainan bolavoli melalui distributed practice yang lebih baik dan bervariasi sehingga hasil dari penelitiannya dapat menyempurnakan hasil penelitian ini
pengaruh latihan knee tuck jump dan split jump terhadap daya ledak otot tungkai pada atlet karate INKANAS Kabupaten Malang
ABSTRAK Anggi Nindia Pratiwi, Dwi. 2017. Pengaruh Latihan Knee Tuck Jump dan Split Jump Terhadap Daya Ledak Otot Tungkai Pada Atlet Karate INKANAS Kabupaten Malang.Skripsi.JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeriMalang.Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd., (II)Usman Wahyudi, S.Pd M.Pd. Kata Kunci: karate, latihanknee tuck jump, latihan split jump, daya ledak otot tungkai. Berdasarkan observasi awal pada daya ledak otot tungkai atlet karate Kabupaten Malang menunjukkan kurang optimal sehingga dibutuhkan pelatihan daya ledak otot tungkai berupa latihan knee tuck jump dan split jump. Berdasarkan masalah tersebut peneliti melakukan penelitian berjudul pengaruh latihan knee tuck jump dan split jump terhadap daya ledak otot tungkai pada atlet karate INKANAS Kabupaten Malang. Tujuan penelelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan knee tuck jumpdan split jumpterhadap daya ledak otot tungkai pada atlet karate INKANAS Kabupaten Malang. Rancangan penelitian ini berupaeksperimental, dan jumlah sampel 30 atlet diambil menggunakan teknikpurposive proportional random sampling. Instrumen penelitianmenggunakan instrumen tes dan non tes, dan pengumpulan data menggunakan teknik pengukuran bentuk tes fisik, teknik eksperimen, dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji lanjut berupa uji t. Dari hasil analisis data, diperoleh simpulan yaitu:(1)hasil analisis data diperoleh pada kelompok split jumpthitung 21,770> ttabel 1,761,(2) Pada kelompok knee tuck jumpthitung 64,614> ttabel 1,761. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkanbahwa: (1)terdapat perbedaan pengaruh kemampuan daya ledak otot tungkai sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok knee tuck jump(2)terdapat perbedaanpengaruh kemampuan daya ledak otot tungkai sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok split jump
Pengaruh Pembelajaran Metode Drill dan Penugasan terhadap Peningkatan Hasil Belajar Kemampuan Gerak Lokomotor Lari Siswa Kelas V SD Negeri Lesanpuro 4 Malang.
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh pembelajaran metode drill dan penugasan terhadap peningkatan hasil belajar kemampuan gerak lokomotor lari. Hasil data analisis varian satu jalur dan LSD α 0,05 (Fhitung18,449>4,18 dan vs 0,86>LSD 0,02) berarti terdapat perbedaan pengaruh akibat pembelajaran metode drill dan penugasan terhadap peningkatan hasil belajar kemampuan gerak lokomotor lari. Pembelajaran metode drill lebih baikdaripada metode penugasan terhadap peningkatan hasil belajar kemampuan gerak lokomotor lari siswa kelas V SD Negeri Lesanpuro 4 Malang
Pengaruh Variasi Latihan Ladder Drills terhadap Peningkatan Kelincahan Pemain Futsal Putra Rodali Futsalic Malang
ABSTRAK Bagus Jonathan, Alan. 2017. Pengaruh Variasi Latihan Ladder Drills terhadap Peningkatan Kelincahan Pemain Futsal Putra Rodali Futsalic Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: latihan variasi ladder drills, kelincahan, futsal. Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang untuk meningkatkan kebugaran jasmani pada setiap individu. Terdapat banyak jenis olahraga untuk meningkatkan kebugaran jasmani ataupun untuk tujuan tertentu salah satunya adalah futsal. Sesuai dengan tes shuttle run lari bolak-balik yang dilakukan peneliti di klub futsal Rodali Futsalic Kota Malang terdapat masalah dalam hal kelincahan yang membuat klub ini kurang maksimal setiap turnamen ataupun kompetisi. Latihan secara berulang ulang adalah bentuk usaha atau bentuk olahraga untuk memperoleh kebugaran jasmani dan mencapai tujuan tertentu seperti latihan menggunakan ladder drills atau biasa disebut latihan tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi latihan ladder drills terhadap peningkatan kelincahan pemain futsal putra Rodali Futsalic Malang setelah mendapat perlakuan selama 18 kali pertemuan secara rutin dan disiplin. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian quasi eksperimental design dan rancangan penelitian yang dipakai adalah one group pretest-posttest design. Subyek penelitian ini adalah 20 pemain Klub futsal putra Rodali Futsalic Malang dan semua pemain dijadikan satu kelompok. Data hasil penelitian, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian. Pertama, hasil akhir uji normalitas adalah 0,693 dengan nilai signifikansi 0,772 dinyatakan lebih besar dari 0,05 dan dinyatakan data normal. Kedua, hasil akhir uji homogenitas adalah 0,755 lebih besar dari 0,05 dan dinyatakan data homogen. Ketiga, hasil dari uji t test diketahui t-hitung 11,020 dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan nilai rata-rata peningkatan kelincahan pemain futsal putra Rodali Futsalic Malang antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih klub futsal putra Rodali Futsalic Malang, hendaknya menggunakan latihan tiga variasi ladder drills sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan kelincahan bagi klub futsal putra Rodali Futsalic Malang.
PENGEMBANGAN VARIASI LATIHAN TEKNIK SIKU LENGAN(TEE SOK) DANLUTUT(TEE KAO)PADA ATLET PEMUSATAN LATIHAN CABANG OLAHRAGA MUAYTHAI DI KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Nakhoir, Nadya. 2017. Pengembangan Variasi Latihan Teknik Siku Lengan (Tee Sok) dan Lutut (Tee Kao) Pada Atlet Pemusatan Latihan Cabang Olahraga Muaythai di Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (2) Drs. Tatok Sugiarto., S.Pd.,M.Pd Kata Kunci: Pengembangan, Teknik Siku (Tee Sok) dan Lutut (Tee Kao), Muaythai, Audio Visual. Pengembangan variasi latihan teknik siku lengan (tee sok) dan lutut (tee kao) pada atlet pemusatan latihan di Kabupaten Malang menggunakan media audio visual dapat digunakan untuk pelatih dan atlet. Berdasarkan hasil analisis melalui wawancara terhadap pelatih dan penyebaran angket terhadap 30 atlet Muaythai di Kabupaten Malang, diketahui bahwa rata-rata atlet belum menguasai teknik siku lengan dan lutut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan variasi latihan teknik siku lengan dan lutut melalui media audio visual pada atlet pemusatan latihan cabang olahraga Muaythay di Kabupaten Malang, sehingga dapat membantu penguasaan teknik dalam latihan pada pemusatan maupun di rumah secara benar dan praktis. Penelitian dan pengembangan latihan ini menggunakan 7 langkah dari 10 langkah yang dikemukakan oleh Borg & Gall yaitu: 1) pengumpulan informasi melalu analisis kebutuhan dengan menyebarkan angket kepada 30 atlet pemusatan latihan di Kabupaten Malang, 2) Perencanaan pengembangan produk dan pengembangan rancangan produk, 3) Evaluasi ahli yang terdiri dari 1 ahli media dan 2 ahli Muaythai, 4) Persiapan uji coba kelompok kecil, menggunakan 10 subjek, 5) Revisi produk pertama berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil, 6) Uji coba lapangan (kelompok besar) menggunakan 30 subjek, 7) Revisi produk sesuai hasil uji coba kelompok besar. Berdasarkan analisis kebutuhan yang diberikan kepada 30 atlet Muaythai di Kabupaten Malang pada tanggal 19 Desember 2016, diperoleh data sebagai berikut: 1) sebanyak 27 (90%) atlet menyukai olahraga Muaythai, 2) sebanyak 26 (86,6 %) atlet Muaythai menyukai teknik siku lengan dan lutut, 3) sebanyak 20 (66.6%) atlet Muaythai belum pernah mendapatkan teknik siku lengan dan lutut, 4) sebanyak 26 (86,6%) atlet masih sulit melakukan teknik siku lengan dan lutut dengan benar, 5) sebanyak 26 (86,6%) atlet memerlukan variasi latihan teknik siku lengan dan lutut, 6) Sebanyak 29 (96,6 %) atlet belum pernah berlatih variasi latihan menggunakan media audio visual. Kesimpulan hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, pengembangan variasi latihan teknik siku lengan (tee sok) dan lutut (tee kao) pada atlet pemusatan latihan cabang olahraga Muaythai di Kabupaten Malang dapat di jadikan referensi dalam berlatih untuk atlet pemusatan latihan cabang olahraga Muaythai di Kabupaten Malang ABSTRACT Nakhoir, Nadya. 2017. Development of Variation of Training of Elbow Technique (tee sok) and knee (tee kao) at athlete of training camp of Muaythai sport in Malang regency. Undergraduate thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sports Studies, Universitas Negeri Malang. Supervisor: (1) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (2) Drs. Tatok Sugiarto., S.Pd., M.Pd. Keywords: Development, Elbow Technique (Tee Sok) and Knee Technique (Tee Kao), Muaythai, Audio Visual. The development of a variation of the elbow (tee sok) and knee (tee kao) training exercises in training athletes at Malang Regency using audiovisual media can be used for trainers and athletes. Based on the results of the analysis through interviews of trainers and questionnaires of 30 Muaythai athletes in Malang regency, it is known that the average athlete has not mastered elbow and knee technique. This study aims to develop variations of elbow technique (tee sok) and knee technique (tee kao) exercises through audiovisual media at athletes at the training camp on Muaythai in Malang regency, so that it can be used in the technique of training in centralization and in practical and practical homes. The research and development of this exercise uses 7 steps from 10 steps as proposed by Borg & Gall, namely: 1) gathering information on needs analysis by spreading the questionnaire to the training camp in Malang, 2) Product development planning and product design development, 3) Expert evaluation from 1 media expert and 2 Muaythai experts, 4) Small group trial preparation, using 10 subjects, 5) First product revision based on small group trial results, 6) Field trials (large groups) using 30 subjects, 7) Product revisions as a result of large group trials. Based on the analysis of the needs given to 30 Muaythai athletes in Malang Regency on December 19, 2016, the data were obtained as follows: 1) 27 (90%) of athletes liked the Muaythai sport, 2) 26 (86.6%) Muaythai athletes liked elbow and knee technique 3) as many as 20 (66.6%) Muaythai athletes have never received elbow and knee techniques, 4) as many as 26 (86.6%) athletes are still difficult to perform the technique of elbows and knees with bena, 5) as many as 26 (86.6%) athletes require variations of elbow technique (tee sok) and knee technique (tee kao) exercises, 6) as many as 29 (96.6%) athletes Muaythai in Malang regency have never practiced variations exercise with audio visual media. The conclusion of the result of research and development that has been done, the development of variation of elbow and tee kao (tee kao) training exercises at athletes training camp of Muaythai sport in Malang Regency can be used as a reference in practice for athletes concentration training of Muaythai sport in regency Poor