SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    Pengaruh Latihan Kecepatan dan Kelincahan terhadap Peningkatan Keterampilan Dribbling Siswa Ekstrakurikuler Sepakbola SMA Negeri 8 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Hidayatulloh, Arif Rahmat. 2015. Pengaruh Latihan Kecepatan dan Kelincahan   terhadap Peningkatan Keterampilan Dribbling Siswa Ekstrakurikuler Sepakbola SMA Negeri 8 Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd   Kata kunci: Latihan kecepatan dan kelincahan, keterampilan dribbling.   Dribbling merupakan salah satu teknik dasar yang memiliki peranan penting dalam permainan sepakbola. Berdasarkan observasi dan pengamatan di ekstrakurikuler sepakbola SMA Negeri 8 Malang, pada saat bertanding maupun pada saat latihan, peneliti menemukan bahwa kurangnya kemampuan keterampilan dribbling sepakbola dibandingkan dengan kemampuan pada teknik dasar sepakbola yang lain. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan dribbling adalah dengan menggunakan latihan kecepatan dan kelincahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan kecepatan dan kelincahan terhadap peningkatan keterampilan dribbling siswa ekstrakurikuler sepakbola SMA Negeri 8 Malang. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan sampel penelitian sebanyak 24 siswa. Sampel dibagi dalam dua kelompok dengan cara ordinal pairing matching. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian adalah tes menggiring bola. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian adalah analisis varians satu jalur (one way anova). Dari pengujian hipotesis hasil tes keterampilan dribbling masing-masing kelompok telah dihitung melalui uji analisis varians satu jalur (one way anova) menggunakan uji F, skor keterampilan tes awal dengan tes akhir kelompok eksperimen diperoleh hasil yang signifikan yaitu (Fhitung = 40.08 >  Ftabel 0,05 = 4,30) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap perlakuan yang diberikan, kemudian kelompok kontrol diperoleh hasil yaitu (Fhitung = 1,58 Ftabel 0,05 =  4,30), dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih ekstrakurikuler sepakbola SMA Negeri 8 Malang, sebaiknya menggunakan latihan kecepatan dan kelincahan sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan keterampilan dribbling, karena hasil perolehan penelitian yang telah dilakukan, ternyata latihan kecepatan dan kelincahan memberikan pengaruh yang lebih baik daripada latihan konvensional terhadap peningkatan keterampilan dribbling siswa ekstrakurikuler sepakbola SMA Negeri 8 Malang

    Pengembangan bentuk latihan kombinasi Ball Handling dam Dribble melalui video pembelajaran instruksional pada ekstrakurikuler bolabasket di SMPN 1 Bandung Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK   Tembaga. Tanggul Bayu. 2015. Pengembangan bentuk latihan kombinasi Ball Handling dam Dribble melalui video pembelajaran instruksional pada ekstrakurikuler bolabasket di SMPN 1 Bandung Tulungagung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Saichudin, M. Kes, (II) Febrita Paulina H, S.Pd, M.Pd.   Kata kunci: Ball handling, Dribble, latihan, ekstrakurikuler Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan dengan jumlah instrument 16 pertanyaan terhadap 25 peserta ekstrakurikuler bolabasket SMPN 1 Bandung melalui pengisian angket, peneliti memperoleh data sebagai berikut, (1) 88  % siswa perlu bentuk latihan guna meningkatkan teknik dasar bolabasket, (2) 88 % siswa memerlukan bentuk latihan kombinasi ball handling dengan dribble di ekstrakulikuler bolabasket, (3) 58 %  siswa hanya melakukan dribble berlari, dan hanya 28 % siswa menguasai kombinasi ball handling dengan dribble. Prosedur pengembangan ini menggunakan model Borg & Gall yang diadaptasi menjadi model-model sederhana sebagai berikut: (1) melakukan pengumpulan data awal melalui analisis kebutuhan terhadap 25 peserta ekstrakurikuler bolabasket, (2) mengembangkan produk awal, (3) evaluasi dari 3 ahli, (4) revisi produk pertama hasil evaluasi dari 3 ahli, (5) kegiatan uji coba kelompok kecil, (6) revisi produk kedua apabila ada masukan atau saran dari uji coba kelompok kecil, (7) uji coba kelompok besar, (8) revisi produk akhir apabila ada saran dari uji coba kelompok besar, (9) hasil akhir berupa bentuk latihan kombinasi Ball Handling dengan Dribble untuk peserta ekstrakurikuler bolabasket SMPN 1 Bandung melalui video pembelajaran instruksional. Berdasarkan hasil peneltian tersebut diperoleh hasil 80% dari evaluasi ahli basket dengan kriteria baik, dari evaluasi ahli media diperoleh hasil 75% dengan kriteria cukup, dari evaluasi pelatih basket diperpoleh hasil 77% dengan kriteria baik. Berdasarkan evaluasi para ahli tersebut pengembangan bentuk latihan kombinasi Ball Handling dengan Dribble  dapat digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di SMPN 1 Bandung Tulungagung. Dari uji coba kelompok kecil sebanyak 6 peserta ekstrakurikuler diperoleh hasil 89,67% dengan kriteria baik dan uji coba kelompok besar sebanyak 30 peserata ekstrakurikuler diperoleh hasil 89,37% dengan kriteria baik. Sehingga pengembangan bentuk latihan kombinasi Ball Handling dengan Dribble ini dapat digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di SMPN 1 Bandung Tulungagung. Hasil pengembangan ini berupa video yang dikemas dalam bentuk VCD pengembangan bentuk latihan kombinasi Ball Handling dengan Dribble untuk peserta ekstrakurikuler bolabasket SMPN 1 Bandung Tulungagung

    PENGEMBANGAN ELECTRONIC BOOKTEKNIK DASAR TEMBAKAN (SHOOTING)SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN diEKSTRAKURIKULER BOLABASKET SMP NEGERI 4 MALANG

    No full text
    ABSTRAK Irfanafy, Carlees. 2015. Pengembangan Electronic Book Teknik Dasar Tembakan (Shooting) Sebagai Media Pembelajaran di Ekstrakurikuler Bolabasket SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Saichudin, M.Kes, (2) Febrita Paulina H, S.Pd., M.Pd.   Kata Kunci:ekstrakurikuler, teknik dasar tembakan (shooting), electronic book.             Pendidikan merupakan usaha untuk menyiapkan peserta didik untuk menghadapi lingkungan hidup yang mengalami perubahan semakin pesat. Pendidikan juga merupakan kiat dalam menerapkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan, teknologi dan seni bagi pembentukan manusia seutuhnya (Pedoman Pendidikan UM, 2009:22).Berdasarkan hasil analisis kebutuhan (need assessment) peserta didik dan pelatih/guru ekstrakurikuler bolabasket, peneliti dapat menyimpulkan bahwa diperlukan penelitian dengan mengembangkan electronic book teknik dasar tembakan (shooting) bolabasket yang menyenangkan dan mudah dilakukan pada saat latihan teknik dasar tembakan (shooting) bolabasket. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan electronic book teknik dasar tembakan (shooting) bolabasket SMP Negeri 4 Malang dan digunakan sebagai bahan acuan untuk membantu proses latihan teknik dasar tembakan (shooting) bolabasket agar dapat meningkatkan kemampuan melakukan tembakan (shooting) bolabasket pada kegiatan ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri4 Malang. Dalam penelitian dan pengembangan electronic book teknik dasar tembakan (shooting) sebagai media pembelajaran di ekstrakurikuler  SMP Negeri 4 Malang, model penelitian yang digunakan peneliti adalah model prosedural. Prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan(research and development) Borg dan Gall (1983:775)antara lain: (1) penelitian awal (analisis kebutuhan) terhadap peserta didik dan pelatih/guru ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri4 Malang, (2) perencanaan produk awal, (3) evaluasi ahli, (4) uji coba kelompok kecil menggunakan 12 subjek, (5) revisi produk berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil, (6) uji coba kelompok besar menggunakan 48 subjek, (7) merevisi hasil uji coba kelompok besar sekaligus menyempurnakan produk. Hasil penelitian : (1) analisis uji coba kelompok kecil diperoleh persentase sebesar 95,83%dengan klasifikasi persentase baik sekali, (2) dari hasil analisis uji coba kelompok besar diperoleh persentase sebesar 92,19% dengan klasifikasi persentase baik sekali sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan electronik bookteknik dasar tembakan (shooting) bolabasketdapat diterapkan pada kegiatan ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri4 Malang. Kesimpulan dalam menyebarluaskan pengembangan produk, sebaiknya produk electronic bookteknik dasar tembakan (shooting) bolabasketini dievaluasi kembali agar produk lebih sempurna dan bermanfaan untuk masyarakat luas, dan saran untuk pelatih/guru ekstrakurikuler bolabasket yakni pada saat latihan teknik dasar tembakan (shooting) bolabasket, seharusnya pelatih/guru memberikan materi teknik dasar tembakan (shooting) bolabasket secara bertahap dengan latihan yang menyenangkan dan mudah dilakukan agar dapat menarik minat peserta didik untuk melaksanakan latihan teknik dasar tembakan (shooting) bolabasket

    Pengembangan Variasi Formasi Latihan Teknik Shooting Bolabasket pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMPN 22 Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Yulidasari, Rizka. 2015. Pengembangan Variasi Formasi Latihan Teknik Shooting Bolabasket pada Kegiatan Ekstrakurikuler  di SMPN 22 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M. E. Winarno, M.Pd. (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes.   Kata Kunci: pengembangan, variasi formasi latihan, shooting, bolabasket Shooting merupakan salah satu teknik dasar dalam bolabasket. Dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di SMPN 22 Malang, shooting merupakan salah satu materi yang diberikan oleh pelatih. Berdasarkan analisis kebutuhan (need assessment) yang dilakukan pada tanggal 20-22 November 2014 melalui observasi dan penyebaran angket terhadap 1 orang pelatih bolabasket diperoleh hasil materi yang paling sulit dikuasai oleh siswa adalah shooting. Kemudian penyebaran angket terhadap 40 peserta ekstrakurikuler bolabasket diperoleh hasil materi yang paling sulit dikuasai oleh siswa adalah shooting Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan variasi formasi latihan shooting bolabasket untuk peserta kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 22 Malang agar lebih bervariasi. Penelitian ini menggunakan model pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), langkah-langkah tersebut adalah: (1) analisis kebutuhan, (2) membuat produk awal yaitu, pembuatan variasi formasi latihan teknik shooting  bolabasket dengan 5 variasi formasi latihan yang akan diberikan, (3) evaluasi ahli, (4) revisi produk, (5) uji coba produk, (6) uji lapangan, dan (7) hasil akhir. Instrumen yang digunakan adalah berupa angket berisi tentang rancangan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Produk pengembangan yang dihasilkan adalah buku panduan variasi formasi latihan shooting bolabasket yang terdiri dari: (1) finished shooting, (2) wing shooting, (3) rotation shooting, (4) arround shooting dan (5) run and shot. Variasi latihan yang dikembangkan merujuk pada metode latihan bolabasket yang sudah ada, akan tetapi dibuat lagi untuk menyesuaikan subjek (anak SMP) agar mudah dimengerti dan dilaksanakan. Produk pengembangan ini melalui beberapa tahap yaitu analisis kebutuhan, produk awal, justifikasi ahli dan uji coba kelompok. Dari beberapa tahap tersebut, buku panduan variasi formasi latihan shooting bolabasket dapat disimpulkan bahwa diperoleh hasil 84,375% (digunakan dengan revisi kecil) dari ahli bolabasket, diperoleh hasil 80% (digunakan dengan revisi kecil) dari ahli kepelatihan bolabasket, diperoleh hasil 85% (digunakan dengan revisi kecil) dari ahli media, uji kelompok kecil diperoleh hasil 83,7% (digunakan dengan revisi kecil) terhadap 9 siswa dan dari uji kelompok besar diperoleh hasil 81,1% (digunakan dengan revisi kecil) terhadap 30 siswa sehingga produk pengembangan layak untuk digunakan. Dalam menggunakan produk ini sebaiknya dilaksanakan seperti apa yang direncanakan. Hasil pengembangan ini hanya sampai tersusun sebuah produk, belum sampai pada tingkat efektivitas produk yang dikembangkan jadi sebaiknya dilanjutkanpada penelitian mengenai efektivitas produk yang dikembangkan

    Pengembangan Variasi Latihan Overhead Smash Tenis Lapangan melalui Video untuk Melatih Kemampuan Overhead Smash pada Atlet Pemula PELTI Kota Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Kusumardhana, Bagus. 2015.Pengembangan Variasi Latihan Overhead Smash Tenis Lapangan melalui Video untuk Melatih Kemampuan Overhead Smash pada Atlet Pemula PELTI Kota Blitar.Skripsi, JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mulyani Surendra, M.S. (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd.,M.Pd.   Kata Kunci: latihan overhead smash tenis lapangan, atlet pemula tenis lapangan. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti terhadap atlet di Persatuan Lawn Tenis Indonesia(PELTI) Kota Blitar pada tanggal 15 dan 16 November2014, latihan overhead smash pernah diberikan tapi kurang variasi, sehingga latihan yang diberikan monoton. Selain itu, juga diperkuat melalui penyebaran angket analisis kebutuhan kepada 10 atlet dan 1 pelatih di PELTI Kota Blitar,hasilnya adalah sebagai berikut: 1) 90 atlet(90%) menyatakan jenuh dengan latihan overhead smash yang telah dilakukan, 2) 9 atlet (90%) menyatakan sangat perlu dikembangkannya variasi latihan overhead smash, 3) 8 atlet (80%) setuju pengembangan latihan overhead smash menggunakan video karena menonton gambar bergerak yang hidup membantu perkembangan pukulan khususnya pada tingkat-tingkat permulaan. Dari permasalahan tersebut maka peneliti memecahkan masalah dengan mengembangkan variasi  latihan overhead smash melalui video untuk melatih kemampuan overhead smash pada atlet pemula PELTI Kota Blitar. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan variasi latihan overhead smash melalui video untuk melatih kemampuan overhead smash pada atlet pemula PELTI Kota Blitar. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan ini mengacu pada penelitian dan pengembangan Borg and Gall (1983:775) 10 langkah dan disederhanakan langkahnya menjadi 7 langkah sesuai dengan pendapat Ardhana (2002:9). Dalam penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif dan kuantitatif dengan persentase. Hasil data yang diperoleh dari pengembangan variasi latihan overhead smash untuk atlet pemulaPELTI Kota Blitar sebagai berikut: 1) Hasil evaluasi  ahli kepelatihan tenis lapangan 75-100% dengan rata-rata 81,12% (layak diuji cobakan), 2) Hasil evaluasi ahli tenis lapangan 75-100% dengan rata-rata 81,1% (layak diuji cobakan), 3) Hasil evaluasi ahli media yaitu 75% dengan rata-rata 75% (layak diuji cobakan setelah revisi), 3) Uji coba kelompok kecil yaitu 79,17-100% dengan rata-rata 88,89%(dapat digunakan untuk uji coba kelompok besar), 4) Uji coba kelompok besar 81,25-95,31% dengan rata-rata 90,03%. Sehingga variasi latihan overhead smash tenis lapangan untuk atlet pemula dalam bentuk video di PELTI Kota Blitar dapat digunakan. Berdasarkan hasil evaluasi para ahli dan hasil evaluasi uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar beberapa bagian produk ada yang harus direvisi. Hal ini dilakukan agar pengembangan variasi latihan overhead smash tenis lapangan melalui video akan lebih optimal untuk meningkatkan kemampuan overhead smash tenis lapangan atlet pemula PELTI Kota Blitar

    Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia dengan Menggunakan Swishmax 4 untuk Kelas V Materi Tema 5 Subtema 3 di SDN Purwantoro 8 Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kusuma, Anjar Surya. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia dengan Menggunakan Swishmax 4 untuk Kelas V Materi Tema 5 Subtema 3 di SDN Purwantoro 8 Kota Malang.Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sukamti, M.Pd (2) Drs. Dimyati, S.Pd, M.Pd.   Kata Kunci: Media Pembelajaran Berbasis Multimedia, Swishmax 4, Materi Bagian Tumbuhan dan Cara Pemanfaatannya Penerapan kurikulum 2013 di sekolah dasar menuntut siswa untuk menguasai kompetensi dalam 3 aspek, yaitu aspek kognitif, aspek psikomotor, dan aspek afektif. Pembelajaran yang dilakukan juga harus menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Media pembelajaran berbasis multimedia dapat membantu siswa dalam belajar. Salah satunya pada materi tema 5 subtema 3 khususnya bagian tumbuhan dan cara pemanfatannya.  Kurangnya variasi media yang digunakan membuat kondisi pembelajaran di kelas menjadi tidak kondusif sehingga hasil belajar siswa menjadi tidak maksimal. Untuk itu, perlu dikembangkan suatu media pembelajaran berbasis multimedia dengan menggunakan Swishmax 4 untuk kelas V tentang materi tema 5 subtema 3. Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan media yang layak menurut ahli media, ahli materi, guru kelas V, dan siswa. Model yang digunakan merupakan modifikasi dari model penelitian dan pengembangan Borg & Gall. Tahap pengembangan dibagi menjadi 3 langkah utama, yaitu studi pendahuluan, pengembangan produk, dan uji coba produk. Validasi media dilakukan oleh 1 orang dosen IPA PGSD, 1 orang dosen media  Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, 1 orang guru kelas V serta uji coba kelompok kecil pada 20 siswa kelas V SDN Purwantoro 8 Kota Malang. Instrumen pengumpulan datanya menggunakan angket dengan format skala Likert. Data yang diperoleh berupa data numerik dan verbal. Teknik analisis data yang digunakan adalah terknik persentase. Validasi oleh ahli materi mendapat hasil sebesar 83,8%, 85% oleh ahli media, dan 91,3% oleh guru kelas V. Uji coba kelompok kecil terhadap kelas V mendapatkan hasil sebesar 88,98%. Hasil kelayakan dari siswa ini juga didukung dengan hasil pretest dan posttest yang semuanya mengalami peningkatan. Total siswa yang mencapai nilai di atas rata-rata sebanyak 15 orang atau 75 % dari 20 siswa.Media pembelajaran berbasis multimedia dengan menggunakan Swishmax 4 materi bagian tumbuhan dan cara pemanfaatannya yang dikembangkan termasuk dalam kualifikasi layak dan dapat diimplementasikan. Media pembelajaran berbasis multimedia dengan menggunakan Swishmax 4 materi bagian tumbuhan dan cara pemanfaatannya yang dikembangkan dapat meningkatkan motivasi, kemandirian dan rasa ingin tahu tentang materi yang dipelajari. Maka dari itu disarankan kepada guru dan siswa untuk menggunakan media ini dengan tujuan untuk membantu dalam proses pembelajaran sehingga bisa memenuhi tuntutan dari Kurikulum 2013

    Pengembangan Variasi Passing Atas Permainan Bolavoli Menggunakan Media Audio Visual Pada Peserta UABV di Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kuntari, Andayu Widyani Puji. 2015. Pengembangan Variasi Passing Atas Permainan Bolavoli Menggunakan Media Audio Visual Pada Peserta UABV di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Tomi, M.Pd (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd. Kata kunci: pengembangan, variasi, passing atas Permainan bolavoli adalah olahraga beregu yang dimainkan oleh dua regu, masing-masing regu terdiri dari enam pemain. Permainan ini menggabungkan unsur dari kemampuan teknik pada setiap individu untuk menghasilkan kelancaran dalam bermain bolavoli. Berdasarkan hasil observasi selama latihan, materi passing atas permaian bolavoli kurang banyak bervariasi, sehingga minat peserta untuk melakukan latihan passing atas kurang maksimal dan tidak banyak dari peserta melakukan latihan passing atas permainan bolavoli. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengembangakan variasi latihan passing atas permainan bolavoli yang lebih bervariatif, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat, semangat berlatih untuk meningkatkan keterampilan passing atas permainan bolavoli pada peserta UABV Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan research and development Borg and Gall. Dari sepuluh langkah pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall, peneliti hanya menggunakan 7 langkah saja. (1) pengumpulan informasi, (2) rancangan produk awal, (3) evaluasi ahli, (4) revisi I, (5) uji coba tahap I, (6) revisi II dan uji coba tahap II, (7) revisi dan produk akhir. Analisi data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner, (8) produk dikemas dalam media audio visual. Berdasarkan dari hasil analisis validasi ahli permainan bolavoli diperoleh hasil 70,6%, ahli kepelatihan permainan bolavoli diperoleh hasil 89,3% dan ahli media diperoleh hasil 77% maka produk pengembangan layak digunakan sebagai media latihan pada peserta UABVUniversitas Negeri Malang. Dari hasil uji coba kelompok (kelompok kecil) diperoleh persentase sebesar 85,8% dan pada uji lapangan (kelompok besar) diperoleh persentase sebesar 81,5% sehingga produk pengembangan dapat digunakan. Hasil produk pengembangan variasi latihan passing atas permainan bolavoli pada peserta UABV di Universitas Negeri Malang antara lain: (1) variasi latihan dikemas dalam bentuk audio visual sesuai dengan peserta UABV Universitas Negeri Malang, (2) tampilan variasi latihan dalam audio visual disertai dengan petunjuk pelaksanaan latihan sehingga mempermudah peserta untuk memahami variasi latihan tersebut

    Pengembangan Variasi Model Latihan Kecepatan, Kelincahan, dan Kekuatan Dalam Bentuk Circuit Training Pada Atlet Pencak Silat Persinas ASAD Kab. Banyuwangi

    No full text
    ABSTRAK   Setiawan, Aris, Joko. 2015. Pengembangan Variasi Model Latihan Kecepatan, Kelincahan, dan Kekuatan Dalam Bentuk Circuit Training Pada Atlet Pencak Silat Persinas ASAD Kab. Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Gatot S, M.Kes, (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd. Kata Kunci : pengembangan, variasi model latihan, kecepatan, kelincahan, kekuatan, circuit training, pencak silat, Persinas ASAD. Kecepatan diartikan sebagai kemampuan organisme dalam melakukan gerakan-gerakan dengan waktu yang sesingkat-singkatnya untuk mencapai hasil yang sebaik-baiknya. Kecepatan dalam program latihan pencak silat adalah salah satu teknik utama untuk mempercepat suatu teknik dalam bermain silat diantaranya yaitu, teknik pukulan, teknik tendangan, teknik bantingan, dan teknik kuncian. Model latihan kecepatan tentunya lebih terprogram dengan variasi model latihan dalam bentuk circuit training. Program latihan kecepatan tentunya menjadi faktor utama untuk meningkatkan sebuah teknik. Kelincahan atau agility adalah suatu kemampuan seseorang untuk bergerak cepat dan dapat merubah posisi tubuh berulang-ulang. Program latihan yang tujuannya memberikan suatu bentuk yang berbeda dengan acuan circuit training. Kekuatan adalah suatu latihan tubuh yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan fisik. Program latihan yang dikembangkan melalui bentuk variasi model latihan circuit training ini guna meningkatkan kemampuan dalam berlatih secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan variasi model latihan kecepatan, kelincahan, dan kekuatan dalam bentuk circuit training pada atlet pencak silat Persinas ASAD Kab. Banyuwangi yang dapat digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan program latihan yang lebih optimal. Mengacu pada metode penelitian yang diterapkan oleh Borg dan Gall (1983:775) tentang pengembangan (research and  development) dan peneliti sedikit memodifikasi  dari Borg and Gall sehingga model pengembangan yang digunakan di rangkum menjadi tujuh langkah diantaranya yaitu, (1) analisis produk awal dengan mengumpulkan informasi dan kajian pustaka, (2) perencanaan dan pengembangan produk awal, (3) revisi produk awal berdasarkan evaluasi para ahli, (4) uji coba kelompok kecil, (5) revisi produk berdasarkan kelompok kecil, (6) uji coba kelompok besar, (7) produk akhir pengembangan variasi model latihan. Prosedur pengembangan variasi model latihan kecepatan, kelincahan, dan kekuatan dalam bentuk circuit training ini melalui beberapa tahap yaitu sebagai berikut. (1) melakukan penelitian, pengumpulan data, atau informasi dengan observasi secara langsung di lapangan dan kajian pustaka serta analisis kebutuhan, (2) pembuatan rancangan produk (berupa buku panduan yaitu variasi model latihan kecepatan, kelincahan, dan kekuatan dalam bentuk circuit training) rancangan produk yang telah disusun dan kemudian dievaluasi, (3) produk awal yang berupa (buku panduan yaitu variasi model latihan kecepatan, kelincahan, dan kekuatan dalam bentuk circuit training) kemudian dievaluasi oleh para ahli yaitu ahli media dan ahli pencak silat, (4) revisi produk awal, berdasarkan hasil dari evaluasi para ahli dan hasil uji coba kelompok kecil yang diadakan dengan menggunakan 10 subjek, (5) uji lapangan (kelompok besar) yang menggunakan 25 subjek uji coba, (6) revisi produk akhir ini berdasarkan hasil uji lapangan (kelompok besar), (7) hasil akhir produk pengembangan variasi model latihan kecepatan, kelincahan, dan kekuatan dalam bentuk circuit training pada atlet pencak silat Persinas ASAD Kab. Banyuwangi yang dihasilkan oleh uji coba lapangan (kelompok besar). Hasil penelitian ini dilakukan di perguruan pencak silat Persinas ASAD Kab. Banyuwangi yang berupa pengembangan variasi latihan kecepatan, kelincahan, dan kekuatan dalam bentuk circuit training pada atlet pencak silat Persinas ASAD Kab. Banyuwangi dan hasil dari pengembangan tersebut berupa latihan kecepatan yaitu lari speed di tempat, lari sprint 10 meter teknik tendangan speed samping 10 kali, lari shuttle run, teknik pukulan speed 15 kali, lari sprint 10 meter, melakukan teknik tendangan speed depan 10 kali, lari shuttle run berjangka, teknik tendangan T speed 10 kali. Variasi model latihan kelincahan yaitu loncat dengan ke dua kaki melintasi papan pipa, teknik kocakan kanan dan kemuian melanjutkan tendang depan kanan sebanyaak 6 kali, lari zig-zag melintasi cone, teknik kocakan kemudian melakukan tendang samping kanan sebanyak 6 kali, loncat zig-zag dengan tumpuan satu kaki, teknik kocakan kemudaian melakukan tendangan T kanan sebanyak 6 kali, loncat zig-zag dengan tumpuan dua kaki kearah depan, kanan, dan kiri. Variasi model latihan kekuatan yaitu latihan angkat beban 10 kali angkatan, lari dengan beban, push-up 10 kali power, jalan merangkak dengan telapak tangan jarak 6 meter, sit-up & back-up 10 kali, kemudian melakukan jalan jongkok dan setiap 3 melakukan squat jumps, teknik pukulan power kanan & kiri sebanyak10 kali, teknik tendangan bebas power kanan & kiri sebanyak 10 kali. Adapun subjek ujicoba terdiri dari (1) tinjauan ahli, terdiri 1 orang ahli media dan 1 orang ahli pencak silat, (2) uji coba kelompok kecil dan uji lapangan (kelompok besar) adalah menggunakan 10 atlet untuk kelompok kecil dan 25 atlet untuk kelompok besar di perguruan pencak silat Persinas ASAD Kab. Banyuwangi. Dari hasil uji coba kelompok kecil dan kelompok besar diperoleh hasil 85,83% dari kelompok kecil dan 81,16% dari kelompok besar. Dari pengembangan dan prosedur yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil pengembangan variasi model latihan kecepatan, kelincahan, dan kekuatan, dalam bentuk circuit training pada atlet pencak silat Persinas ASAD Kab. Banyuwangi. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan uji coba secara berulang-ulang pada subjek uji coba yang lebih besar dan diharapkan dapat disosialisasikan kepada perguruan pencak silat yang lainnya. Peneliti sendiri dan peneliti lainnya lebih optimis mengembangkan variasi model latihan yang lain

    Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Pada Ruas Jalan Ponorogo-Biting STA 208+000 s.d 213+500 Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur

    No full text
    ABSTRAK   Chablullah,Boy Hold. A. 2014 “Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Pada Ruas Ponorogo – Biting STA 208+000 s,d 213+500 Kabupaten Ponorogo”. Tugas Akhir, Program Studi D3 Teknik Sipil Dan Bangunan, Fakultas Teknik UM. Pembimbing (1) Drs. Boedi Rahardjo, M, Pd, M,T. dan Pembimbing (2) Ir. Titi Rahayuningsih, M.Si.   Kata-kata kunci: Perencanaan, Perkerasan Lentur, Metode Analisa Komponen, Ruas Ponorogo – Biting Ruas jalan Ponorogo – Biting terletak pada STA.208+000 s.d STA.213+500 merupakan jalan alternatif yang menghubungkan antara  Kabupaten Ponorogo Jawa Timur dari Kabupatean Wongiri Jawa Tengah. Perkembangan wilayah yang cukup pesat sebagai kawasan industri menyebabkan bertambahnya volume lalu lintas. Oleh sebab itu pembangunan fisik khususnya pembangunan jalan perlu ditingkatkan. Kondisi existing ruas jalan Ponorogo – Biting memiliki lebar perkerasan  kurang lebih 7 m panjang  4,2 km dan kelandaian 2 %, lebar bahu 0.5 m jalan antara 1 m sampai 1,5 m. Bahan perkerasan yang digunakan pada jalan existing adalah lapis pondasi bawah sirtu, pondasi atas batu pecah dan lapis permukaan Asphalt Concrete. Kepadatan lalu lintas cukup padat. menyebabkan jalan banyak yang berlubang. Agar kelancaran dan kenyamanan dalam berlalu lintas dapat terwujud maka direncanakan proyek pembangunan peningkatan dan pelebaran jalan  pada ruas Ponorogo – Biting Kabupaten ponorogo. Permasalahan yang ditinjau dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut: (1) Merencanakan tebal lapisan perkerasan lentur ruas jalan Ponorogo – Biting STA.208+000 s.d STA.213+500 (2) Mengetahui berapa anggaran biaya yang diperlukan untuk pekerjaaan ruas jalan Ponorogo-Biting . Hasil Perhitungan susunan perkerasan dengan menggunakan Petunjuk Tebal  Perkerasan Lentur Jalan Raya Metode Analisa Komponen tebal perkerasannya adalah Laston = 7,5 cm, Batu pecah (CBR 60%) = 20 cm, Sirtu (CBR 30%) = 17,7 cm. Total tebal keseluruhan adalah 45,2 cm. Nilai rencana anggaran biayanya adalah sebesar Rp. 27.374.115.300,00 (Terbilang : Dua Puluh Tujuh Milyar Tiga Ratus Tujuh Puluh Empat Juta Seratus Lima Belas Ribu Tiga Ratus Rupiah)

    PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN DRIBBLING KOMBINASI PASSING DAN SHOOTING PADA KLUB SEPAKBOLA MASTRA KECAMATAN GUMUKMAS KABUPATEN JEMBER

    No full text
    ABSTRAK   Mohammad, Hafidh. 2015. Pengembangan Model Latihan DribblingKombinasi Passing dan Shooting pada Klub Sepakbola Mastra Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyoko, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or., M.Pd.   Kata Kunci: pengembangan, model latihan, dribbling, passing, shooting. Dribbling, passing dan shooting merupakan teknik dasar dari sepakbola. Wawancara yang dilakukan peneliti kepada pelatih Mastra, pelatih mengatakan masih merasa kesulitan dalam memberikan model-model latihan yang dikombinasikan. Kemampuan bermain pemain Mastra sudah baik, namun pada saat melakukan penyerangan di daerah pertahanan lawan, serangan yang dilakukan oleh para pemain Mastra sangat monoton. Jarang sekali seorang pemain dari sepertiga lapangan melakukan akselerasi atau menggiring bola melewati lawan lalu melakukan passing kemudian shooting ke arah gawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model latihan dribbling kombinasi passing dan shooting pada permainan sepakbola yang dikemas dalam buku panduan. Dengan adanya buku panduan ini diharapkan dapat membantu atau mempermudah pemain Mastra dalam mempraktikkan model-model latihan dribbling kombinasi passing dan shooting. Metode penelitian dan pengembangan ini mengacu pada model pengembangan research and developmentdari Borg and Gall yang terdiri dari 10 langkah, namun peneliti tidak menggunakan keseluruhan hanya menggunakan 7 langkah yaitu: (1) analisis kebutuhan, (2) pembuatan produk awal, (3) uji coba kelompok kecil, (4) revisi produk 1, (5) uji coba kelompok besar, (6) revisi produk akhir, (7)hasil akhir produk. Pada analisis kebutuhan ini digunakan sebagai dasar untuk membantu dalam menentukan rancangan produk awal yang akan dibuat, agar produk yang dibuat sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh subjek dalam penelitian. Selanjutnya uji coba produk dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui tingkat keefektifan, efisiensi, dan daya tarik produk yang dihasilkan. Pada uji coba ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu justifikasi ahli, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Hasil akhir dari penelitian dan pengembangan ini berupa produk model latihan dribbling kombinasi passing dan shooting yang dikemas pada buku panduan. Kelebihan dari produk pengembangan model latihan dribbling kombinasi passing dan shootingini adalah untuk meningkatkan kemampuan dribbling kombinasi passing dan shooting dan melatih kerjasama tim dalam menyerang. Saran meliputi: (1) model latihan dribbling kombinasi passing dan shooting dapat dimanfaatkan untuk pemain yang sudah menguasai teknik dasar sepakbola dengan baik, (2) sebelum disebarluaskan, sebaiknya produk disosialisakan dulu kepada pihak-pihak terkait, (3) sebaiknya dalam penelitian pengembangan dilakukan pada subjek yang lebih luas

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇