SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    Yasik H, Al Aziz. 2015. Upaya Meningkatkan Keterampilan Shooting Sepakbola Menggunakan Bentuk Latihan Shooting Yang Bervariasi Untuk Siswa Ekstrakurikuler Sepakbola di SMA Negeri 1 Kesamben.

    No full text
    ABSTRAK   Hardiyono, Al Aziz Yasik. 2015. Upaya Meningkatkan Keterampilan Shooting Sepakbola Menggunakan Bentuk Latihan Shooting Yang Bervariasi Untuk Siswa Ekstrakurikuler Sepakbola di SMA Negeri 1 Kesamben.  Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd. (II) Dr. Asim, M.Pd.   Kata Kunci:  Keterampilan Shooting, Bentuk Latihan yang Bervariasi, Ekstrakurikuler   Keterampilan shooting merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh pemain dalam permainan sepakbola. Dengan keterampilan shooting yang baik, maka seorang pemain dapat melakukan tendangan ke gawang  yang baik. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilaksanakan di siswa ekstrakurikuler sepakboloa SMA Negeri 1 Kesamben, keterampilan shooting siswa masih kurang maksimal hal ini dikarenakan beberapa faktor terutama pembelajarannya yang hanya berorientasi pada latihan fisik tanpa bola yang membuat siswa mengalami kejenuhan. Penelitian tindakan olahraga ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan shooting melalui bentuk program latihan yang bervasiasi. Dengan diberikan variasi-variasi dalam latihan shooting diharapkan mampu mengurangi kejenuhan siswa dalam latihan dan meningkatkan keinginan siswa untuk menjalni semua materi latihan yang diberikan pelatih. Sehingga siswa dapat memperoleh hasil latihan yang maksimal. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan diskriptif kualitatif. Pelaksanaan tindakan olahraga ini dilakukan melalui dua siklus, satu siklus tiga kali pertemuan dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah 28 siswa ekstrakurikuler sepakbola SMA Negeri 1 Kesamben. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi (pengamatan) dan tes keterampilan. Hasil dari 2 siklus yang diterapkan dapat dilihat dari persentase gerakan shooting yang benar pada siklus I dan siklus II hasilnya sebagai berikut, pada siklus I pertemuan ke-1, ke-2, dan ke-3 secara berurutan adalah pada tahap persiapan sebesar 77%, 83,93%, 90,18%. tahap pelaksanaan sebesar 52%, 58,04%, 61,61% sedangkan tahap follow-through sebesar 44%, 50%, 53,57%. Pada siklus II mengalami peningkatan yaitu pertemuan ke-1, ke-2, dan ke-3 secara berurutan adalah pada tahap persiapan sebesar 98,21%, 100%, 100%. Tahap pelaksanaan sebesar 65,18%, 71,43%, 85,71% sedangkan tahap follow-through sebesar 61,9%, 69,95%, 80,95%. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan diberikan bentuk latihan yang bervariasi dapat meningkatkan keterampilan shooting siswa dalam pembelajaran shooting sepakbola. Adapun saran yang diberikan Dari hasil penelitian ini, pelatih dapat memberikan bentuk-bentuk latihan yang bervariasi untuk mengasah keterampilan shooting siswa di ekstrakurikuler dan siswa dapat mengasah kemampuannya sendiri dirumah sesuai dengan latihan yang diberikan

    Pengembangan Model Latihan Kecepatan Fastbreak Pada Peserta Ekstrakurikuler Bolabasket SMP Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Yasworo, Tri. 2015. Pengembangan Model Latihan Kecepatan Fastbreak Pada Peserta Ekstrakurikuler Bolabasket SMP Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang: (1) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes (2) Usman Wahyudi, S.Pd., M.Pd   Kata Kunci: penelitian dan pengembangan, fastbreak, latihan kecepatan, ekstrakurikuler bolabasket   Data yang diperoleh dari analisis kebutuhan sebagai dasar penelitian ini  adalah 89% siswa perlu model latihan fastbreak guna meningkatkan keterampilan dalam bermain bolabasket, 87% siswa sulit melakukan model latihan fastbreak, 89% siswa setuju jika model latihan fastbreak  lebih bervariasi, 100% siswa setuju jika latihan fastbreak menggunakan metode latihan kecepatan. Keterampilan fastbreak diperlukan bagi siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 1 Srengat untuk meningkatkan variasi serangan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan suatu bentuk model latihan kecepatan fastbreak pada peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar yang dikemas dalam sebuah buku. Pemilihan buku sebagai media memiliki tujuan untuk memudahkan peserta ekstrakurikuler bolabasket dalam memahami materi yang akan dipakai dalam berlatih dan meningkatkan kecepatan dalam melakukan fastbreak. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model pengembangan dari Borg and Gall (1983:775) yang dimodifikasi, langkah-langkah tersebut adalah: (1) riset dan pengumpulan data informasi, (2) mengembangkan produk awal, (3) evaluasi ahli, (4) revisi produk, (5) uji coba kelompok kecil, (6) revisi produk, (7) uji coba kelompok besar, (8) revisi produk, (9) hasil akhir produk pengembangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Produk pengembangan yang dihasilkan adalah model latihan yang dikemas dalam bentuk buku model latihan kecepatan fastbreak pada peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar. Buku ini berisi 6 model latihan yang terdiri dari Model latihan fastbreak running without ball, Model latihan fastbreak running with ball half court, Model latihan fastbreak running with ball full court, Model latihan fastbreak complete finishing, Model latihan fastbreak take the ball dan Model latihan fastbreak triangle pass. Berdasarkan hasil analisis data uji coba kelompok kecil sejumlah 10 peserta, diperoleh persentase dengan rata-rata 88%. Dari uji coba kelompok besar sejumlah 30 peserta diperoleh persentase dengan rata-rata 91%. Sehingga, pengembangan model latihan fastbreak pada peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar ini memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan pada latihan fastbreak bolabasket di ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 1 Srengat Kabupaten Blitar. Hasil pengembangan ini diharapkan dapat diuji cobakan pada kelompok yang lebih luas dan disosialisasikan sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya

    MENINGKATKAN EFEKTIVITAS VARIASI DAN KOMBINASI GERAK DASAR ATLETIK PADA SISWA KELAS VIII SMPK MARSUDISIWI KOTA MALANG DENGAN METODE BERMAIN DAN BERLOMBA

    No full text
    ABSTRAK Mesak Endob, Godlife. 2014. Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Lari Jarak Pendek pada Siswa Kelas VIII SMPK Marsudisiwi Kota Malang dengan Metode Bermain dan Berlomba. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mu’arifin, M.Pd (II) Dr. Saichudin, M.Kes   Kata kunci: efektivitas pembelajaran, lari jarak pendek, metode bermain dan berlomba Tingkat efektivitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru merupakan salah satu faktor utama kesuksesan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Efektivitas suatu kegiatan belajar dapat terlihat dari proses pembelajaran itu sendiri. Guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan harus kreatif dalam merancang pembelajaran, salah satunya adalah dalam pembelajaran lari jarak pendek. Pembelajaran lari jarak pendek dapat dilakukan dengan metode bermain dan berlomba. Metode bermain dan berlomba merupakan salah satu pendekatan pembelajaran dalam pendidikan jasmani yang berpusat pada permainan dan siswa, untuk membelajarkan tentang permainan yang berhubungan erat dengan olahraga dengan sifat pembelajaran yang konstruktif. Penelitian ini adalah tentang “Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Lari Jarak Pendek pada Siswa Kelas VIII SMPK Marsudisiwi Kota Malang dengan Metode Bermain dan Berlomba”. Permasalahannya yaitu bagaimana meningkatkan efektivitas pembelajaran lari jarak pendek di kelas VIII SMPK Marsudisiwi Kota Malang dengan metode bermain dan berlomba. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPK Marsudisiwi Kota Malang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas terdiri dari siklus-siklus yang saling berhubungan di mana pada tiap-tiap siklus terdiri dari tahap-tahapan; (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan (observasi), dan (4) Refleksi. Dalam penelitian ini menggunakan dua siklus. Pada siklus pertama terdiri dari dua pertemuan dan pada siklus kedua terdiri dari satu kali pertemuan. Dari hasil pembelajaran lari jarak pendek dengan metode bermain dan berlomba Pada siklus I dilakukan dengan benar oleh siswa adalah sebanyak 18 siswa atau 62,1%. Pada berjalan dilanjutkan melompat teknik yang benar adalah sebanyak 12 siswa atau 41,4%. Pada berjalan dilanjutkan meloncat teknik yang benar yang dilakukan oleh siswa adalah sebanyak 13 siswa atau 44,8%. Pada teknik berjalan, melompat dilanjutkan sprin gerakan benar adalah 48,3%. Sedangkan permainan melempar siswa yang melakukan gerakan benar sebesar 37,9%. Pada siklus II Berjalan di lanjutkan sprin meningkat menjadi 86,2%, berjalan di lanjutkan melompat meningkat menjadi 82,8%, berjalan di lanjutkan meloncat meningkat menjadi 79,3%. Berjalan, melompat di lanjutkan sprin mengalami peningkatan menjadi 89,7%, dan permainan melempar bola menjadi 75,9%.   ABSTRACT Mesak Endob, Godlife. 2014. Improving  the Effectiveness of Learning Sprints Running on Students In Grades VIII State Junior High School Marsudisiwi Malang city with Play and game Methods. Thesis, Department of Health Physical Education and Sport Science Faculty, States University of Malang. Supervisor : (I) Drs.Mu’arifin,M. Pd  (II) Dr. Saichudin,M.Kes   Key words: learning effectiveness, sprints running, playing and game methods Level of effectiveness of  learning undertaken by teachers is one of the main factors of success in implementing the teacher learning process. The effectiveness of a learning activity can be seen from the learning process it self. Teacher of physical education, sport and health to be creative in designing learning, one of which is in learning sprints running. Learning sprints can be done by the method of playing and games. Methods of playing and games is one approach to learning in physical education with centered to students and game, to learning about the game which related to the sport with the construtive nature of learning. This study is about “Improving the Effectiveness of Learning Sprints Running on Students in Grades VIII State Junior High School Marsudisiwi Malang City with Play and Game Methods”. The problem is how to improve the effectiveness of Learning Sprints Running on Students in Grades VIII State Junior High School Marsudisiwi Malang City with Play and Games Methods. The population in this research are student in grade VIII State Junior High School Marsudisiwi Malang City. These research include the type of classroom action research. Consists of classroom action research cycles are interconnected where in each cycle consisting  of stages : 1. Planning, 2. Implementation, 3. Observations and 4. Refleciton. In this research using two cycles. In the first cycle consisted of two meetings and the second cycle consisted of one meeting. Of  learning outcomes sprint race with the method of play and the first cycle is done properly by the students are as many as 18 students or 62.1 % . On the walk followed the correct technique is to jump by 12 students , or 41.4 % . On the walk continued to jump right techniques performed by students are as many as 13 students or 44.8 % . In engineering runs , jumps followed sprin correct movement is 48.3 % . While the game throwing students who perform correct movement by 37.9 % . In the second cycle Walking in sprin continue to increase to 86.2 % , goes in continue jumping increased to 82.8 % , goes in the bolt continue to increase to 79.3 % . Running , jumping in sprin continue to increase to 89.7 % , and the game throws the ball to 75.9 %

    Pengembangan Variasi Formasi Latihan Teknik Shooting Bolabasket pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMPN 22 Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Yulidasari, Rizka. 2015. Pengembangan Variasi Formasi Latihan Teknik Shooting Bolabasket pada Kegiatan Ekstrakurikuler  di SMPN 22 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M. E. Winarno, M.Pd. (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes.   Kata Kunci: pengembangan, variasi formasi latihan, shooting, bolabasket Shooting merupakan salah satu teknik dasar dalam bolabasket. Dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di SMPN 22 Malang, shooting merupakan salah satu materi yang diberikan oleh pelatih. Berdasarkan analisis kebutuhan (need assessment) yang dilakukan pada tanggal 20-22 November 2014 melalui observasi dan penyebaran angket terhadap 1 orang pelatih bolabasket diperoleh hasil materi yang paling sulit dikuasai oleh siswa adalah shooting. Kemudian penyebaran angket terhadap 40 peserta ekstrakurikuler bolabasket diperoleh hasil materi yang paling sulit dikuasai oleh siswa adalah shooting Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan variasi formasi latihan shooting bolabasket untuk peserta kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 22 Malang agar lebih bervariasi. Penelitian ini menggunakan model pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), langkah-langkah tersebut adalah: (1) analisis kebutuhan, (2) membuat produk awal yaitu, pembuatan variasi formasi latihan teknik shooting  bolabasket dengan 5 variasi formasi latihan yang akan diberikan, (3) evaluasi ahli, (4) revisi produk, (5) uji coba produk, (6) uji lapangan, dan (7) hasil akhir. Instrumen yang digunakan adalah berupa angket berisi tentang rancangan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Produk pengembangan yang dihasilkan adalah buku panduan variasi formasi latihan shooting bolabasket yang terdiri dari: (1) finished shooting, (2) wing shooting, (3) rotation shooting, (4) arround shooting dan (5) run and shot. Variasi latihan yang dikembangkan merujuk pada metode latihan bolabasket yang sudah ada, akan tetapi dibuat lagi untuk menyesuaikan subjek (anak SMP) agar mudah dimengerti dan dilaksanakan. Produk pengembangan ini melalui beberapa tahap yaitu analisis kebutuhan, produk awal, justifikasi ahli dan uji coba kelompok. Dari beberapa tahap tersebut, buku panduan variasi formasi latihan shooting bolabasket dapat disimpulkan bahwa diperoleh hasil 84,375% (digunakan dengan revisi kecil) dari ahli bolabasket, diperoleh hasil 80% (digunakan dengan revisi kecil) dari ahli kepelatihan bolabasket, diperoleh hasil 85% (digunakan dengan revisi kecil) dari ahli media, uji kelompok kecil diperoleh hasil 83,7% (digunakan dengan revisi kecil) terhadap 9 siswa dan dari uji kelompok besar diperoleh hasil 81,1% (digunakan dengan revisi kecil) terhadap 30 siswa sehingga produk pengembangan layak untuk digunakan. Dalam menggunakan produk ini sebaiknya dilaksanakan seperti apa yang direncanakan. Hasil pengembangan ini hanya sampai tersusun sebuah produk, belum sampai pada tingkat efektivitas produk yang dikembangkan jadi sebaiknya dilanjutkanpada penelitian mengenai efektivitas produk yang dikembangkan

    Pengembangan Pembelajaran Teknik Dasar Dribbling, Passing, Shooting Sepakbola Kelas VII Berbasis Multimedia Di SMP Negeri 18 Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Firmanda, Faris, Rama 2015.PengembanganPembelajaranTeknikDasarDribbling, Passing, ShootingSepakbolaKelas VIIBerbasis Multimedia di SMP Negeri 18 Kota Malang.Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)I NengahSudjana,S.Pd., M.Pd(II) FahrialAmiq, S.Or.,M.Pd   Kata Kunci: Pengembanganpembelajaran,teknik dasar sepakbola, multimedia Pendidikan jasmani merupakan sarana bagi peserta didik untuk memperoleh pengetahuan mengenai permainan dan olahraga, tanpa adanya sebuah paksaan dan membuat peserta didik merasa gembira. Pemberian materi pendidikan jasmani dibagi dua, yaitu secara praktik dan teori. Pemberian teori dalam kegiatan pendidikan jasmani sudah harus dikembangkan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan ketertarikan dari peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar dan mengajar, khususnya dalam permainan sepakbola. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan pembelajaran teknik dasar sepakbola dengan menggunakan multimedia sebagai media pembelajaran di SMP, sehingga peserta didik tertarik dan senang dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu metode penelitian dan pengembangan yang merujuk pada langkah-langkah dari Borg and Gall. Langkah pengembangan dalam penelitian ini menggunakan 7 langkah.Subjek uji coba meliputi tiga orang ahli, pendidik, dan peserta didik. Jenis data yang diperolehberbentuk datakualitatifdan data kuantitatif, instrumen yang digunakan berupa angket dan kuesioner.Teknik analisis data yang digunakan berupa analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.   Berdasarkan hasilanalisis data yang diperolehdarihasil analisis kebutuhan, 97,5% peserta didik membutuhkan pemberian materi berupa teori yang menarik dalam materi pendidikan jasmani khususnya sepakbola. Dengan itu peneliti melakukan penelitian dan pengembangan dengan menggunakan multimedia flash. Tiga orang ahli menyatakan bahwa produk dapat digunakan dengan indikator kejelasan materi, kemenarikan materi, kesesuaian materi, dan kemudahanmateri untuk dipahami. Hasil uji coba kelompok kecil 81,924%dengan indikator kejelasanmateri, kemenarikanmateri, kesesuaianmateri, dan kemudahanmateri untuk dipahami, hasilnya sangat baik dan dapat digunakan, sedangkan dari uji coba kelompok besar diperoleh hasil 77,27%dengan indikator kejelasan materi, kemenarikan materi, kesesuaian materi, dan kemudahan materi untuk dipahami artinya baik dan dapat digunakan. Kesimpulan hasil penelitian bahwa multimedia flash dapat digunakan dalam pembelajaran teknik dasar dribbling, passing, dan shooting. Adapun saran dari penelitian ini bahwa pembelajaran dengan menggunakan multimedia flash diharapkan dapat diuji cobakan pada kelompok yang lebih luas dan disosialisasikan sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya

    Pengaruh Latihan Variasi Lateral Cone Hops Terhadap Peningkatan Kemampuan Kelincahan Pada Siswa Ekstrakurikuler Sepakbola SMA Negeri 2 Nganjuk

    No full text
    ABSTRAK   Nugroho, Ade, Yudha. 2015. Pengaruh Latihan Variasi Lateral Cone Hops Terhadap Peningkatan Kemampuan Kelincahan Pada Siswa Ekstrakurikuler Sepakbola SMA Negeri 2 Nganjuk. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd   Kata kunci: latihan lateral cone hops, kelincahan. Latihan pliometrik merupakan salah satu bentuk latihan untuk meningkatkan daya ledak, kekuatan, kecepatan dan kelincahan. Berdasarkan observasi dan pengamatan di ekstrakurikuler sepakbola SMAN 2 Nganjuk pada saat bertanding maupun pada latihan, peneliti menemukan bahwa kelincahan siswa masih terlihat kurang dan harus ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan kelincahan adalah dengan latihan lateral cone hops, yaitu salah satu jenis latihan pliometrik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kelincahan, kecepatan, dan kekuatan otot tungkai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pengaruh latihan lateral cone hops terhadap kelincahan siswa ekstrakurikuler sepakbola. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan sampel penelitian sebanyak 24 siswa ekstrakurikuler sepakbola SMAN 2 Nganjuk. Sampel dibagi dalam dua kelompok dengan cara ordinal pairing matching. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian adalah tes kelincahan Illinois atau Illinois agility test. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian adalah Analisis Varian (ANAVA) satu jalur. Dari pengujian hipotesis hasil tes kenlicahan masing-masing kelompok telah dihitung  melalui uji anava menggunakan uji F, skor keterampilan tes awal dengan tes akhir kelompok latihan lateral cone hops diperoleh hasil yang signifikan yaitu, (Fh = 4,72 > Ft 0,05 = 4,30) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap perlakuan yang diberikan, kemudian kelompok konvensional diperoleh hasil yaitu, (Fh = 0,071 > Ft 0,05 = 4,30)  menunjukkan tidak adanya pengaruh terhadap latihan yang diberikan dari pelatih, dan selisih skor keterampilan tes akhir masing-masing kelompok diperoleh hasil yang signifikan yaitu, (Fh = 17,38 > Ft 0,05 = 4,30), disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kelompok latihan lateral cone hops dengan kelompok konvensional. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih ekstrakurikuler sepakbola SMAN 2 Nganjuk, sebaiknya menggunakan latihan lateral cone hops sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan kelincahan, karena perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan ternyata latihan lateral cone hops  memberikan pengaruh yang lebih baik daripada latihan konvensional terhadap peningkatan kelincahan siswa ekstrakurikuler sepakbola SMAN 2 Nganjuk

    Pengembangan Media Pembelajaran Softball menggunakan Mobile Learning untuk Peserta Matakuliah Softball Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Cahyani, Tri Wulan. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Softball menggunakan Mobile Learning untuk Peserta Matakuliah Softball Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) I Nengah Sudjana, S.Pd., M.Pd. (2) Dra. Sulistyorini, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran Mobile Learning, Permainan Softball. Matakuliah Softball merupakan Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) pilihan di Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Untuk dapat memahami materi permainan softball diperlukan media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami. Media yang digunakan dapat berupa media audio, audio visual, dan media cetak, termasuk juga handphone. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, maka peneliti mengembangkan media pembelajaran berbasis handphone. Menurut hasil penyebaran angket analisis kebutuhan, diperoleh presentase 100% mahasiswa setuju bila dikembangkan media pembelajaran mobile learning yang berisi materi permainan softball sebagai alternatif sumber belajar.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Softball menggunakan mobile learning untuk peserta matakuliah Softball jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan yang diharapkan dapat membantu dalam pembelajaran.Dalam pengembangan produk ini, peneliti mengacu metode pengembangan (Research and Development) dari Borg and Gall (1983:775) yang terdiri dari 10 langkah yang kemudian disederhanakan sesuai teori Ardhana (2002:9) yang mengatakan bahwa prosedur pelaksanaan penelitian dan pengembangan bukan merupaka langkah yang baku, sehingga peneliti hanya menggunakan langkah 1 sampai langkah 7 saja.Hasil akhir dari kegiatan penelitian pengembangan ini adalah berupa produk pengembangan media pembelajaran softball menggunakan mobile learning untuk mahasiswa peserta matakuliah softball jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang yang berisi materi permainan softball dengan spesifikasi produk: 1) produk berupa softfile yang dapat di aplikasikan pada smartphone android yang memiiki aplikasi pembaca epub. 2) produk memiliki halaman yang terdiri dari halaman pembuka, halaman kata pengantar, halaman inti yang berisi materi softball, contoh video pertandingan, halaman riwayat hidup, dan daftar rujukan. Dari hasil analisis data uji coba kelompok kecil diperoleh persentase rata-rata 83,44% dan pada uji coba kelompok besar diperoleh persentase rata-rata 84,15% sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran softball dalam bentuk mobile learning untuk mahasiswa peserta matakuliah softball jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang sudah jelas dan menarik sehingga dapat digunakan sebagai alternatif sumber belajar. Media pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan saran dan evaluasi dari beberapa ahli, yaitu 1 orang ahli media pembelajaran, 1 orang ahli pembelajaran, dan 1 orang ahli pembelajaran softball. Media pembelajaran yang dikembangkan tidak hanya dapat digunakan oleh peserta matakuliah softball namun dapat juga digunakan untuk wasit, pelatih, maupun mahasiswa yang ingin mengkaji lebih dalam tentang penelitian sejenis. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat membantu pembaca agar lebih mudah dalam  memahami materi permainan softball

    PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN THREE POINT SHOOTING PADA EKSTRAKURIKULER BOLABASKET PUTRA SMK CENDIKA BANGSA KEPANJEN KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Prasetyo, BagusAngger. 2015. Pengembangan Model Latihan Three Point Shooting Pada Ekstrakurikuler Bolabasket Putra SMK Cendika Bangsa Kepanjen Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Oni BagusJanuarto, M. Kes, (II) Dra. Sulistyorini, M. Pd.   Kata Kunci: pengembangan, bentuklatihanthree point shooting. Bolabasket adalah olahraga yang dimainkan oleh dua regu yang saling berusaha mencetak point sebanyak-banyaknya. Dalam bolabasket sendiri cara atau usaha memasukkan bola kedalam keranjang disebut shooting, salah satu teknik shooting yang bernilai paling tinggi dalam permainan bola basket adalah three point shooting. Three point shooting adalah salah satu cara memasukkan bola ke dalam keranjang yang dilakukan dari luar garis setengah lingkaran defense. Banyak siswa yang bosan dan malas melakukan three point shooting. Oleh karena itu agar siswa dapat melakukan teknik dasar three point shooting, siswa membutuhkan suatu model latihan yang mudah dimengerti dan menyenangkan untuk siswa lakukan, maka diharapkan siswa dapat lebih cepat dan bisa melakukan teknik three point shooting dengan baik dan benar. Tujuan dari penelitian dini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dan menambah daya tarik siswa dalam melakukan gerakan three point shooting yang baik dan mudah dilakukan siswa. Prosedur pengembangan model latihan three point shooting melalui tahap-tahap sebagai berikut : 1). Analisis Kebutuhan, 2).Pembuatan Produk Awal, 3). Revisi Produk Awal, 4).Uji Coba Kelompok Kecil, 5). Revisi Produk Uji Coba, 6). Uji coba Kelompok Besar, 7). Revisi Produk Akhir, 8). Hasil Akhir. Lokasi penelitian dilaksanakan di lapangan bolabasket Stadion Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang di karenakan SMK Cendika Bangsa Kepanjen Kabupaten Malang tidak memiliki  standart lapangan bolabasket. Sasaran pembelajaran adalah siswa ekstrakulikuler bolabasket putra SMK Cendika Bangsa Kepanjen Kabupaten Malang. Subjek uji cob terdiri dari 1. Tinjauan ahli, yang terdiridari 3 orang ahli yaitu 1 ahli bidang pembelajaran, 1 ahli bidang kepelatihan bolabasket, dan 1 ahlibidang media. 2. Uji coba kelompo kecil menggunakan 10 siswa ekstrakurikuler bolabasket SMK Cendika Bangsa Kepanjen Kabupaten Malang. 3. Uji coba kelompok besar yang terdiri dari 30 siswa ekstrakulikuler bolabasket SMK Cendika Bangsa Kepanjen Kabupaten Malang. Dari pengembangan dan prosedur yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil akhir pengembangan model latihan three point shooting pada ekstrakurikuler bolabas ketputra SMK Cendika Bangsa Kepanjen Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankanu ntuk lebi hmempunyai model latihan yang lebih bervariasi dan tingkat kesulitannya berbeda, jadi lebih baiknya apabila ada pembanding antara model latihan tersebut dengan model latihan pada tingkat luar negeri agar lebih banyak diketahui keefektivitasan produk

    Pengaruh Latihan Target Radian terhadap Peningkatan Keterampilan Shooting Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola SMPN 1 Sanankulon Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Handrian, Dony. 2015. Pengaruh LatihanTarget Radian terhadap Peningkatan Keterampilan Shooting Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola SMPN 1 Sanankulon Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyoko, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd.   Kata Kunci: latihan target radian, keterampilan shooting sepakbola.   Sepakbola dimainkan oleh dua tim di lapangan, yang bertujuan memasukkan bola ke gawang lawan. Ada beberapa teknik dasar untuk bermain sepakbola, salah satu teknik dasar tersebut adalah shooting atau menendang bola. Keterampilan shooting peserta ekstrakurikuler sepakbola SMPN 1 Sanankulon Blitar dinilai kurang maksimal, hal tersebut disebabkan latihan yang diberikan pelatih kurang dan monoton. Salah satu latihan untuk meningkatkan prestasi shooting bola adalah dengan menggunakan latihan target radian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan target radian terhadap peningkatan keterampilan shooting peserta ekstrakurikuler sepakbola SMPN 1 Sanankulon Blitar. Rancangan penelitian yang dipakai adalah eksperimen kuasi yang dilakukan kepada peserta ekstrakurikuler sepakbola SMPN 1 Sanankulon Blitar dengan rentang usia 13-15 tahun. Jumlah sampel 24 peserta dan dibagi dalam dua kelompok dengan teknik ordinal pairing matching. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes shooting sepakbola. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Varian satu jalur (One Way Anova). Berdasarkan hasil analis data, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, latihan target radian memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan shooting peserta ekstrakurikuler sepakbola (Fhitung= 5,97>Ftabel4,30). Kedua, latihan komando tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan shooting peserta ekstrakurikuler sepakbola (Fhitung= 1,09 Ftabel4,30). Saran yang dapat diberikan kepada pelatih ekstrakurikuler sepakbola SMPN 1 Sanankulon Blitar, sebaiknya menggunakan latihan target radiansebagai bentuk latihan untuk meningkatkan keterampilan shooting, karena perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan ternyata latihan target radian memberikan pengaruh yang lebih baik daripada latihan komando terhadap keterampilan shooting peserta ekstrakurikuler sepakbola SMPN 1 Sanankulon Blitar

    PENGARUH SISTEM BERTAHAN ZONE DEFENSE TERHADAP TINGKAT KEBERHASILAN MENCEGAH SERANGAN LAWAN PADA SISWA KELAS X DAN XI PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMA NEGERI 1 BATU

    No full text
    ABSTRAK   Firmansyah, Akhmad. 2015. Pengaruh Sistem Bertahan Zone Defense Terhadap Tingkat Keberhasilan Mencegah Serangan Lawan pada Siswa Kelas X dan XI Peserta Ekstrakurikuler Futsal di SMA Negeri 1 Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd (II) Drs. Heru Widijoto, M.S   Kata kunci: futsal, sistem bertahan, tingkat keberhasilan mencegah serangan lawan.   Futsal dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari lima pemain. Tujuan dari setiap tim adalah mencetak gol sebanyak-banyaknya ke dalam gawang lawan dan berusaha mencegah tim lawan mencetak gol. Di dalam permainan futsal bertahan merupakan aspek yang terpenting dalam usaha meraih kemenangan. Salah satu sistem bertahan yang umum digunakan bagi pemula adalah sistem bertahan zone defense, dimana setiap pemain melakukan penjagaan pada daerah jaganya masing-masing. Secara teori sistem bertahan zone defense sesuai bila diterapkan pada usia pemula. Berdasarkan hal tersebut diperlukan penelitian mengenai pengaruh sistem bertahan zone defense terhadap tingkat keberhasilan mencegah serangan lawan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sistem bertahan zone defense terhadap tingkat keberhasilan mencegah serangan lawan pada siswa kelas X dan XI peserta ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 1 Batu. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan rancangan desain 2 kelompok (between subjek) Nonrandomized Pretest-Posttest Control Group Design, dimana pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat diketahui dari perbedaan skor variabel terikat antara kelompok-kelompok subjek yang diberikan perlakuan berbeda, pengukuran variabel terikat dilakukan di awal penelitian (pre-test) dan diakhir penelitian (post-test) baik dalam kelompok eksperimen maupun dalam kelompok kontrol. Selanjutnya data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis varian satu jalur (one way anova). Teknik analisis varian satu jalur digunakan untuk menguji perbedaan dua rata-rata (mean) distribusi atau lebih. Berdasarkan hasil penelitian kelompok eksperimen (menggunakan sistem bertahan zone defense) mengalami peningkatan mean sebesar 3,08, sedangkan kelompok tanpa menggunakan sistem bertahan mengalami peningkatan mean sebesar 1,41. Sesuai dengan hasil yang didapat dapat disimpulkan bahwa penggunaan sistem bertahan zone defense memiliki pengaruh yang lebih baik jika dibandingkan dengan tanpa sistem bertahan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan pada kelompok yang lebih luas dan disosialisasikan sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Selain itu, diharapkan pada penelitian selanjutnya, untuk melakukan uji pada sistem bertahan yang lain dan pada tim yang lain

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇