SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
Upaya Meningkatkan Keterampian Teknik Passing Bawah Dan Passing Atas Permainan Bolavoli Dengan Variasi Permainan Untuk Siswa Kelas VIII B Di Smp Taman Siswa Kota Malang
ABSTRAK Fauzi, Ahmad. 2016. “Upaya Meningkatkan Keterampian Teknik Passing Bawah Dan Passing Atas Permainan Bolavoli Dengan Variasi Permainan Untuk Siswa Kelas VIII B Di Smp Taman Siswa Kota Malang”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Tomi, M.Pd, (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd. Kata Kunci: Permainan Bolavoli, Passing bawah, Passing atas, Variasi Permainan Permainanbolavoli adalah permainan yang dimainkan oleh dua tim pada satu lapangan dan setiap tim terdiri dari enam orang, untuk memainkan bola di lambungkan melewati net sebelum menyentuh tanah dan dimainkan dengan penerapan teknik yang benar.Pada observasi awal yang dilakukan di kelas VIII B SMP Taman Siswa Kota Malang diketahui bahwa keterampilanpassingbawah dan passingatas siswa masih kurang. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan keterampilanteknikpassingbawah danpassing atas permainan bolavoli dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di kelas VIII B SMP Taman Siswa Kota Malang dengan menggunakan variasi permainan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan menggunakan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 tahapyaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Taman Siswa Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan keterampilan teknik passingbawah danpassing atas pada siswa setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan variasi permainan. Pembelajaran dengan variasi permainan dilakukan dalam dua siklus, yaitu tiga pertemuan disiklus pertama dan tiga pertemuan disiklus kedua. Tingkat keberhasilan siswa pada siklus pertamapassing atas sebanyak 66%, passing bawah 69%, pada siklus keduapassing atas sebanyak 83%, sedangkan passing bawah 86%. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa dalam penerapan pembelajaran keterampian teknik passingbawah dan passingatas permainan bolavoli dengan variasi permainan dapat meningkatkan keterampilan teknik passingbawah maupun passingatas pada siswa kelas VIII B SMP Taman Siswa Kota Malang
PengaruhPermainanTradisional Boy-BoyanTerhadapKerjasamaSiswaKelas V SD NegeriBugulKidul I Pasuruan.
ABSTRAK Imamah, Abriani Widya Karya. 2016. Pengaruh Permainan Tradisional Boy-Boyan Terhadap Kerjasama Siswa Kelas V SD Negeri Bugul Kidul I Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sugiyanto, M.Pd. (2) Febrita P. Heynoek, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: permainan tradisional, permainan boy-boyan, kerjasama Pembelajaran merupakan suatu proses belajar atau kegiatan mengajar yang terjadi di lingkungan pendidikan formal, nonformal, dan informal. Proses kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani di Sekolah Dasar harus sesuai dengan karakteristik dari anak sekolah dasar. Aktivitas yang dilakukan anak lebih mengarah pada aktivitas bermain dan bergerak. Dalam kurikulum 2013 terdapat 3 aspek yang harus tercapai sebagai tujuan pembelajaran yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pada pembelajaran sekolah dasar menekankan pada perubahan aspek sikapnya. Beberapa indikator dari aspek sikap diantaranya tanggungjawab, disiplin, dan kerjasama. Berdasarkan observasi awal diperoleh hasil aspek kerjasama siswa lebih rendah dibandingkan dengan nilai aspek lainnya. Berkurangnya kerjasama siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani berdampak negatif pada keberhasilan tujuan belajar seperti pendidikan karakter tidak tercapai, antar siswa tidak saling menghargai, dan siswa yang merasa kurang dalam hal psikomotor akan malu dan malas untuk melakukan aktifitas gerak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional boy-boyan terhadap kerjasama siswa kelas V sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan ialah pre-experimental design dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelas V SD Negeri Bugul Kidul I Pasuruan yang berjumlah 25 siswa, yang terdiri dari 12 kelompok eksperimen dan 13 kelompok kontrol dengan menggunakan teknik sample random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan angket kerjasama dan teknik analisis menggunakan independent sample t-test dengan bantuan SPSS 20.0 for windows. Uji independent t-test menghasilkan thitung 5,433 > ttabel 2,086 dan probabilitas p value 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat pengaruh permainan tradisional boy-boyan terhadap kerjasama siswa kelas V SDN Bugul Kidul I Pasuruan, sedangkan besar pengaruhnya sebesar 5,57%. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara permainan tradisional boy-boyan terhadap kerjasama siswa kelas V SDN Bugul-Kidul I Pasuruan. Namun dalam Penelitian ini hanya dapat digeneralisasikan secara terbatas pada populasi penelitian saja, sedangkan penerapan penelitian untuk populasi yang lebih luas dengan karakteristik yang berbeda perlu dilakukan peneliti selanjutnya dengan menambah variabel-variabel lain yang belum disertakan dalam penelitian ini. ABSTRACT Imamah, Abriani Widya Karya. 2016. Influence of boy-boyan traditional game towards teamwork at 5th grade Bugul Kidul I Pasuruan elementary school. Skripsi, Department of physical and health education, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Preceptor: (1) Drs. Sugiyanto, M.Pd. (2) Febrita P. Heynoek, S.Pd, M.Pd. Key words: traditional game, boy-boyan game, teamwork Learning is a process to learn or teach activities that happen in formal education, non-formal and informal. The learning activities in elementary school physical education should match the characteristics of elementary school children. Learning activities more directed at children playing and moving activity. In 2013 there were three aspects of the curriculum that must be achieved as a learning goal, that is the attitude, knowledge and skills. At the elementary school, learning emphasizes the aspect of attitude changes. Some indicators of aspects such attitude of responsibility, discipline, and cooperation. Based on preliminary observations obtained results of cooperation aspect of students is lower than the value of other aspects. Reduced cooperation of students in physical education have a negative impact on the success of the learning objectives such as character education is not achieved, no mutual respect among students, and students who felt less in terms of psychomotor be shy and lazy to perform activities of motion This study aims to determine the effect of boy-boyan traditional games against cooperation in 5th grade students of elementary school. This study uses pre-experimental method and for study design uses pretest-posttest Control Group Design. Subjects in this study is 5th grade students of Elementary School Bugul Kidul I Pasuruan with total of 25 students, consisting of 12 experimental group and 13 control group by using random sampling technique. This study uses a questionnaire instrument of cooperation and technical analysis using independent sample t-test with SPSS 20.0 for Windows. The result of independent t-test is 5,433 this means thitung is greater than ttable which is 2,086 and probability p value 0.000 < 0.05 then Ho is rejected and Ha accepted that means there is influence of boy-boyan traditional game against cooperation aspect in 5th grade students of Elementary School Bugul Kidul I Pasuruan, while the values of its influence is 5,57%. So we can conclude that there is a significant influence between boy-boyan traditional game against cooperation aspect in 5th grade students of Elementary School Bugul-Kidul I Pasuruan. But, this study can be generalized only on a limited basis in the study population only, while the study to a wider population with different characteristics needs to be done by the next researcher by adding other variables that have not been included in this study
Pengembangan Media Banner Untuk Latihan Gerak Langkah Kaki Saat Melakukan Teknik Bantingan Pada Olahraga Jujitsu di Dojo Iju-Kai Malang
ABSTRAK Prakasa, Gilar Triwira. 2014. Pengembangan Media Untuk Latihan Gerak Kaki Saat Melakukan Teknik Bantingan Pada Olahraga Jujitsu Di Dojo Iju-Kai Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. M.E Winarno, M.Pd, (2) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd Kata kunci: media, latihan gerak kaki, teknik bantingan jujitsu Jujitsu pada dasarnya adalah bentuk-bentuk pembelaan diri yang bersifat defensif dan memanfaatkan "Yawara-gi" atau teknik-teknik yang bersifat fleksibel, dimana serangan dari lawan tidak dihadapi dengan kekuatan, melainkan dengan cara "menipu" lawan agar daya serangan tersebut dapat digunakan untuk mengalahkan dirinya sendiri. Tekik-tenik jujitsu terdiri atas Atemi Waza (menyerang bagian yang lemah dari tubuh lawan), Kansetsu Waza (mengunci persendian lawan) dan NageWaza (menjatuhkan lawan). Pada penelitian ini, peneliti berfokus pada salah satu teknik beladiri jujitsu yaitu teknik bantingan atau Nage Waza. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti saat kegiatan latihan beladiri jujitsu di Dojo Iju-Kai Malang pada tanggal 11 Oktober 2013, pelatih beladiri Iju-Kai Malang yaitu Ronald Nicolas Novianto, beliau menyampaikan bahwa (1) jujutsuka sudah menguasai teknik menghilangkan keseimbangan lawan (kuzushi) dan teknik jatuhan (ukemi), (2) jujutsuka kyu 5 mulai mempelajari teknik bantingan osotogake, sotogake, tai-otoshi, seoinage, haraigoshi, (3) jujutsuka kurang menguasai latihan gerak kaki saat melakukan teknik bantingan, (4) pelatih belum pernah memberikan latihan menggunakan media untuk latihan gerak kaki, (5) pelatih menyatakan setuju dikembangkan media untuk latihan gerak kaki pada teknik bantingan. Berdasarkan angket hasil analisis kebutuhan jujutsuka di Dojo Iju-Kai Malang, 90% jujutsuka menyatakan sudah menguasai teknik menghilangkan kesimbangan lawan (kuzushi) dan teknik jatuhan (ukemi), 83,3% menyatakan ada kesulitan pada gerak kaki saat mempraktekkan teknik bantingan, 100% menyatakan tidak pernah melaksanakan latihan gerak kaki menggunakan media untuk latihan gerak kaki dan 93,3% menyatakan setuju apabila diberikan pengembangan media latihan untuk gerak kaki saat mempraktekkan teknik bantingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media untuk latihan gerak kaki dalam melakukan teknik bantingan yang dikemas dalam bentuk buku panduan dan video panduan yang diharapkan dapat mengoptimalkan kegiatan latihan beladiri jujitsu di Dojo Iju-Kai Malang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian dan pengembangan (research and development) yang menggunakan 7 langkah, karena penelitian dilakukan pada 1 Dojo Iju-Kai Malang. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil angket. Dari hasil evaluasi ahli jujitsu diperoleh persentase 90% media untuk latihan gerak kaki diharapkan dapat memberi pemahaman terhadap konsep gerak kaki saat melakukan teknik bantingan, 90,28% media untuk latihan gerak kaki diharapkan dapat memberi kemudahan dalam berlatih gerak kaki saat melakukan teknik bantingan, dan dari ahli media diperoleh persentase 85% media untuk latihan gerak kaki diharapkan dapat memberi kemudahan dalam berlatih gerak kaki saat melakukan teknik bantingan. Dari hasil uji coba tahap I (kelompok kecil) dengan menggunakan subyek 10 jujutsuka diperoleh persentase 88,3% menyatakan media untuk latihan gerak kaki membantu jujutsuka dalam berlatih gerak kaki saat melakukan teknik bantingan, sehingga tidak ada revisi. Pada tahap II (kelompok besar) dengan subyek 30 jujutsuka, hasilnya diperoleh persentase 91,89% menyatakan media untuk latihan gerak kaki membantu jujutsuka dalam berlatih gerak kaki saat melakukan teknik bantingan, dengan demikian maka produk pengembangan berupa media untuk latihan gerak kaki saat melakukan teknik bantingan layak untuk digunakan. Berdasarkan hasil data di atas dapat disimpulkan bahwa pengembangan media banner untuk latihan gerak kaki saat melakukan teknik bantingan dapat membantu jujutsuka dalam berlatih teknik bantingan dan dapat mempermudah jujutsuka dalam memahami konsep teknik bantingan, khususnya teknik bantingan tai-otoshi, seoinage dan haraigoshi
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN KECEPATAN BERLARI UNTUK WASIT SEPAKBOLA PSSI KOTA MALANG
ABSTRAK Cahyo, Johan Nur. 2015. Pengembangan Model Latihan Kecepatan Berlari untuk Wasit Sepakbola PSSI Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd (II) dr. Agung Kurniawan, M.Kes Kata Kunci: latihan kecepatan berlari, wasit sepakbola Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan peneliti kepada wasit sepakbola PSSI Kota Malang pada tanggal 19 September 2014, didapatkan hasil latihan kecepatan yang dilakukan tanpa panduan program latihan dan dilakukan secara otodidak, sehingga latihan yang dilakukan tidak efektif. Pada penyebaran angket analisis kebutuhan (need assessment) kepada 38 wasit sepakbola PSSI Kota Malang, didapat hasil sebagai berikut: wasit sepakbola PSSI Kota Malang sangat membutuhkan model latihan kecepatan berlari, wasit sepakbola PSSI Kota Malang juga membutuhkan panduan dalam melaksanakan latihan kecepatan berlari dan dikemas dalam bentuk buku panduan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengembangkan model latihan kecepatan berlari untuk wasit sepakbola PSSI Kota Malang. Dengan adanya pengembangan model latihan ini diharapkan dapat membuat wasit tidak merasa jenuh dan bosan saat berlatih karena model latihan yang dikembangkan memiliki banyak variasi. Dengan adanya model latihan tersebut dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kecepatan berlari wasit sepakbola PSSI Kota Malang. Metode penelitian dan pengembangan ini mengacu pada model pengembangan research and development (R&D) dari Borg dan Gall. Sesuai pernyataan Wayan Ardhana bahwa setiap pengembang berhak memilih langkah-langkah yang tepat untuk peneilitiannya sesuai dengan kondisi yang dihadapi maka peneliti menggunakan 7 langkah untuk penelitiannya. Sedangkan analisis yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari penelitian awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Hasil pengembangan model latihan kecepatan berlari untuk wasit sepakbola PSSI Kota Malang diperoleh data sebagai berikut: (1) justifikasi ahli latihan sebesar 75% (baik), (2) justifikasi ahli perwasitan sepakbola sebesar 81% (sangat baik), (3) justifikasi ahli media sebesar 83% (sangat baik), (4) uji coba kelompok kecil sebesar 82% (sangat baik), (5) uji coba kelompok besar 84% (sangat baik). Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa model latihan kecepatan berlari layak digunakan oleh wasit sepakbola PSSI Kota Malang. Produk akhir dari penelitian ini adalah 8 model latihan kecepatan yang menekankan pada latihan kecepatan berlari untuk wasit sepakbola PSSI Kota Malang. Model latihan ini berbentuk latihan yang bervariasi sehingga tidak menjenuhkan dan membosankan. Latihan ini dapat dilakukan dengan atau tanpa perintah dari instruktur/pelatih wasit, sehingga latihan tetap bisa berjalan walaupun tanpa kehadiran pelatih. Latihan ini dilakukan secara individu. Berdasarkan hasil penelitian disarankan dalam menggunakan produk ini sebaiknya dilaksanakan seperti apa yang sudah direncanakan sesuai dalam buku panduan, subjek penelitian diharapkan lebih luas tidak hanya wasit sepakbola PSSI Kota Malang tetapi juga wasit sepakbola di Kota/Kabupaten lain bahkan nasional, sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui tingkat efektivitas dari produk yang dikembangkan
PENGARUH LATIHAN BARRIER HOPS TERHADAP PRESTASI SHOOTING PESERTA SISWA EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA SMPN 10 MALANG
ABSTRAK Riadi, A’an. 2015. Pengaruh Latihan Barrier Hops terhadap Prestasi Shooting Peserta Siswa Ekstrakurikuler Sepakbola SMPN 10 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyoko, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd. Kata Kunci: latihan barrier hops, prestasi shooting sepakbola. Sepakbola dimainkan oleh dua tim di lapangan, yang bertujuan memasukkan bola ke gawang lawan. Ada beberapa teknik dasar untuk bermain sepakbola, salah satu teknik dasar tersebut adalah shooting atau menendang bola. Pelaksanaan proses latihan yang dilakukan oleh siswa ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 10 Malang menunjukkan adanya masalah yaitu prestasi shooting bola yang kurang baik, hal tersebut disebabkan kurangnya melatih kekuatan otot tungkai. Salah satu latihan untuk meningkatkan prestasi shooting bola dengan menggunakan latihan barrier hops. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan barrier hops terhadap prestasi shooting peserta siswa ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 10 Malang. Rancangan penelitian yang dipakai adalah eksperimen kuasi yang dilakukan kepada siswa ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 10 Malang dengan rentang usia 13-15 tahun. Jumlah sampel 24 siswa dan dibagi dalam dua kelompok dengan teknik ordinal pairing matching. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes shooting sepakbola. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Varian (ANAVA) satu jalur. Berdasarkan hasil analis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, latihan barrier hops memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi shooting siswa ekstrakurikuler sepakbola (Fhitung = 5,17 > Ftabel 4,30). Kedua, latihan konvensional tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi shooting siswa ekstrakurikuler sepakbola (Fhitung = 0,035 Ftabel 4,30). Latihan barrier hops (mean = 28,08 dan SD = 4,01) memberikan pengaruh lebih baik terhadap prestasi shooting siswa ekstrakurikuler sepakbola daripada latihan konvensional (mean = 25,5 dan SD = 3,87). Saran yang dapat diberikan kepada pelatih ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 10 Malang, sebaiknya menggunakan latihan barrier hops sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan prestasi shooting, karena perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan ternyata latihan barrier hops memberikan pengaruh yang lebih baik daripada latihan konvensional terhadap prestasi shooting siswa ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 10 Malang
Pengembangan Model Latihan Kelincahan Dalam Keterampilan Dribbling Bola Untuk Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola di SMK Negeri 6 Malang
ABSTRAK Rahman,Aulia. 2015. Pengembangan Model Latihan Kelincahan Dalam Keterampilan Dribbling Bola Untuk Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola di SMK Negeri 6 Malang.Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1)Dr.Hariyoko, M.Pd.(2)FahrialAmiq, S.Or, M.Pd. Kata Kunci: penelitian dan pengembangan,latihan sepakbola, kelincahan, Sepakbola merupakan suatu cabang olahraga beregu yang berangotakan 11 pemain termasuk 1 orang sebagai kiper. Teknik dasar sepakbola harus dikuasai oleh pemain sepakbola, selain teknik dasar sepakbola tersebut, banyak aspek atau unsur yang harus dikembangkan dalam permainan sepakbola,salah satu unsur yang harus dilatih adalah kelincahan.Akan tetapi, kelincahan ini kurang mendapatkan perhatian dalam latihan.Di ekstrakurikuler SMK Negeri 6, model latihan kelincahan dalam keterampilan dribbling belum ada, hal ini diketahui oleh peneliti pada saat melaksanakan observasi dan wawancara kepada pelatih ekstrakurikuler sepakbola SMK Negeri 6.Dengan melakukan penelitian awal yang menggunakan analisis kebutuhan peserta ekstrakurikuler dan pelatih, peneliti dapat menyimpulkan bahwa di ekstrakurikuler sepakbola SMK Negeri 6 perlu adanya pengembangan model latihan kelincahan dalam keterampilan dribbling . Dalam penelitian ini, peneliti hanya menggunakan 7 langkah dari 10 langkah yang dikemukakan oleh Borg & Gall untuk pengembangan model latihan kelincahan dalam keterampilan dribbling bola untuk peserta ekstrakurikuler sepakbola di SMK Negeri 6 Malang: 1) Riset dan pengumpulan informasi dalam melakukan penelitian awal atau analisis kebutuhan dengan menyebarkan kuesionerkepada40siswapeserta ekstrakurikuler sepakbola SMKN 6Malang,(2) Perencanaan pengembangan produk, (3) Pengembangan rancangan produk, (4) Persiapan uji coba kelompok kecil, menggunakan 10 subjek, (5) Revisi produk pertama berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil, (6) Uji coba lapangan (kelompok besar) menggunakan 30subjek, (7) Revisi produk sesuai hasil uji coba kelompok besar. Hasil penelitian pengembangan ini adalahpengembangan model latihan kelincahan dalam keterampilan dribbling bola untuk peserta ekstrakurikuler sepakbola di SMKN 6 Malang sebagai berikut: ahli kepelatihansepakbola memberikan hasil penilaian dengan hasil persentase makna cukup valid, dari ahli fisiksepakbola memberikan hasil penilaian dengan hasil persentase makna sangat valid, dari uji coba (kelompok kecil) siswa diperoleh persentase 78,8% (cukup valid), dan uji coba (kelompok besar) siswa diperoleh persentase 87% (sangat valid). Pengembangan model latihankelincahandalamketerampilandribbling ini mudah dilakukan siswa serta dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan dribbling bola. Penelitian lebih lanjut perlu dikembangkan guna mengetahui tingkat efektifitas produk pengembangan model latihankelincahandalamketerampilandribbling ini
Pengembangan Latihan Lari Menggunakan Rompi Penarik Badan pada Sekolah Sepakbola Persedapim Dadaprejo Kota Malang
ABSTRAK Raharjo, Ngudi. 2015. Pengembangan Latihan Lari Menggunakan Rompi Penarik Badan pada Sekolah Sepakbola Persedapim Dadaprejo Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1)Dr.Hariyoko, M.Pd.(2) FahrialAmiq, S.Or, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, latihan lari, rompi penarik badan Pada saat ini olahraga yang digemari dan diminati oleh banyak orang adalah cabang olahraga sepakbola. Banyak aspek atau unsur yang harus dikembangkan dalam permainan sepakbola, salah satu unsur yang harus dilatih adalah latihan kecepatan. Akan tetapi, kecepatan kurang mendapatkan perhatian dalam latihan sepakbola. Di sekolah sepakbola Persedapim Dadaprejo Kota Malang latihan lari menggunakan rompi penarik badan dengan disertai model latihannya belum ada, ini diketahui pada saat observasi awal dan wawancara dengan pelatih sekolah sepakbola persedapim.Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan latihan lari menggunakan rompi penarik badan dengan media buku panduan untuk mempermudah siswa sekolah sepakbola dalam mempelajari model-model latihan lari. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menambah variasi latihan lari dan juga meningkatkan kecepatan lari untuk siswa Sekolah Sepakbola Persedapim Dadaprejo Kota Malang.Dalam penelitian ini, peneliti hanya menggunakan 7 langkah dari 10 langkah yang dikemukakan oleh Borg & Gall untuk pengembangan latihan lari menggunakan rompi penarik badan pada sekolah sepakbola Persedapim Dadaprejo Kota Malang: (1) melakukan penelitian awal, pengumpulan data termasuk kajian pustaka, (2) mengembangkan produk awal, (3) tinjauan ahli atau evaluasi ahli, (4) uji coba produk awal (kelompok kecil), (5) revisi produk awal berdasarkan kegiatan uji coba kelompok kecil, (6) uji coba lapangan (kelompok besar), (7) revisi produk akhir berdasarkan uji coba kelompok besar. Hasil penelitian pengembangan ini adalah sebagai berikut: ahli sepakbola memberikan penilaian dengan hasil persentase cukup valid, dari ahli pelatih sepakbola memberikan penilaian dengan hasil persentase cukup valid, dari uji coba (kelompok kecil) siswa diperoleh persentase 75,04% (cukup valid), dan uji coba (kelompok besar) siswa diperoleh persentase 80,2% (cukup valid)
Pengembangan Permainan Tembak Bola Susun untuk Kelas V Sekolah Dasar Negeri Mentor 2 Kabupaten Probolinggo
ABSTRAK Esye, Mirrah ‘Azmi Nurhayati. 2015. Pengembangan Permainan Tembak Bola Susun untuk Kelas V Sekolah Dasar Negeri Mentor 2 Kabupaten Probolinggo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I). Dr. Eko Hariyanto, M.Pd. (II) Drs. Mulyani Surendra, M.S. Kata Kunci: Pengembangan, Permainan Tembak Bola Susun. Permainan tradisional sangat sesuai untuk anak-anak di sekolah dasar. Permainan tradisional ini dikembangkan menjadi permainan tradisional yang dimodifikasi yaitu berupa permainan tembak bola susun agar lebih menarik, mengembangkan kerjasama, saling berinteraksi, mengembangkan sikap empati terhadap teman, menaati peraturan, serta menghargai orang lain. Dari analisis kebutuhan diperoleh hasil 87% siswa setuju dengan dikembangkannya permainan tradisional dan 97% setuju dengan dikembangkannya permainan tembak bola susun.Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan permainan tembak bola susun untuk kelas V Sekolah Dasar Negeri Mentor 2 Kabupaten Probolinggo agar dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.Metode penelitian dalam penelitian dan pengembangan ini menggunakan model yang dikemukakan oleh Borg & Gall, akan tetapi menurut Ardhana dalam prosedur pelaksanaan penelitian pengembangan bukan merupakan langkah-langkah yang baku yang harus diikuti. Maka dari itu peneliti memodifikasi dari Ardhana tentang langkah-langkah tersebut, yaitu sebagai berikut: 1) analisis kebutuhan, (2) pengembangan produk awal, (3) tinjauan para ahli dan revisi berdasarkan evaluasi ahli , (4) uji coba kelompok kecil, (5) revisi produk awal berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil, (6) uji coba kelompok besar, dan (7) revisi produk sesuai hasil uji coba kelompok besar.Hasil akhir dari kegiatan penelitian dan pengembangan ini adalah berupa permainan tembak bola susun yang dikemas dalam bentuk buku panduan. Analisis data validasi ahli permainan diperoleh hasil 75% untuk semua aspek dengan kategori cukup valid, analisis data validasi ahli pendidikan jasmani diperoleh hasil 75-100% dengan kategori cukup valid, analisis data validasi ahli media diperoleh hasil 75-100% dengan kategori cukup valid, analisis data uji coba kelompok kecil terhadap siswa diperoleh hasil 87,34% dengan kategori sangat valid, analisis data uji coba kelompok kecil terhadap guru pendidikan jasmani, diperoleh hasil 84,38% dengan kategori cukup valid, analisis data uji coba kelompok besar terhadap siswa diperoleh hasil 86,51% dengan kategori sangat valid dan analisis data uji coba kelompok besar terhadap guru pendidikan jasmani diperoleh hasil 85,94% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil analisis data di atas, dapat disimpulkan bahwa permainan tembak bola susun untuk kelas V SD Negeri Mentor 2 Kabupaten Probolinggo dalam bentuk buku panduan bagi guru dapat digunakan sebagai alternatif meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui tingkat efektivitas produk yang dikembangkan ini, karena hasil pengembangan ini masih terbatas sampai tersusunnya sebuah produk saja
Pengembangan Teknik Bela Diri Praktis Tangan Kosong untuk Siswa Sabuk hijau Organisasi Pencak Silat Cempaka Putih Kabupaten Magetan.
ABSTRAK Prastowo, Iman. 2015. Pengembangan Teknik Bela Diri Praktis Tangan Kosong untuk Siswa Sabuk hijau Organisasi Pencak Silat Cempaka Putih Kabupaten Magetan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Kurniati rahayuni S.psi M.psi. Kata Kunci: Teknik bela diri praktis tangan kosong Berdasarkan observasi awal dilakukan pada tanggal 17-21 September 2014 di Organisasi Pencak Silat Cempaka Putih Kabupaten Magetan, menunjukan bahwa, pelatih jarang mengajarkan aspek pertahanan diri menggunakan teknik bela diri yang praktis untuk melindungi diri dari ancaman pihak luar yang berniat membahayakan diri sendiri maupun orang lain yang berhubungan dengan kekerasan fisik. Dari angket analisis kebutuhan yang diberikan pada 22 peserta latihan yang hadir dan satu orang pelatih PSCP maka didapat hasil yaitu: bahwa dari segi/aspek kemenarikan materi, latihan jurus diperoleh hasil; 28% siswa menjawab tidak menarik; 72% siswa menjawab kurang menarik; dari 22 responden dan dari pelatih diperoleh hasil dengan 1 butir instrumen salah satu menjawab tidak senang dan lainnya menjawab kurang senang. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan tersebut yaitu dengan mengembangkan materi baru berupa teknik bela diri praktis tangan kosong untuk siswa sabuk hijau PSCP yang diambil dari jurus-jurus yang sudah ada. Model yang digunakan dalam penelitian ini berupa model prosedural dengan langkah-langkah pengembangan merujuk pendapat Borg and Gall. Langkah pengembangan dalam penelitian ini menggunakan 9 langkah. Subjek uji coba meliputi empat orang ahli, pelatih ekstrakurikuler, dan peserta ekstrakurikuler. Jenis data berupa data kualitatif dan data kuantitatif dan instrumen yang digunakan berupa angket. Tehnik analisis data berupa analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Produk pengembangan yang dihasilkan berupa teknik bela diri praktis tangan kosong yang disajikan dalam bentuk video demonstrasi dan buku panduan yang di dalamnya terdapat gambar rangkaian gerak dan cara pelaksanaannya, Hasil saran empat orang ahli menyatakan media dapat digunakan. Berdasarkan hasil analisis uji coba kelompok kecil sejumlah 10 peserta diperoleh persentase 76,37%, hasilnya cukup valid dan dapat digunakan dengan revisi kecil, sedangkan dari uji coba kelompok besar sejumlah 30 peserta diperoleh hasil 82,41% artinya cukup valid dan dapat digunakan dengan revisi kecil. Sehingga penelitian dan pengembangan teknik bela diri praktis tangan kosong dapat digunakan untuk siswa sabuk hijau organisasi pencak silat cempaka putih Kabupaten Magetan. Kesimpulan hasil penelitian bahwa teknik bela diri praktis tangan kosong dapat digunakan untuk siswa sabuk hijau organisasi Pencak Silat Cempaka Putih Kabupaten Magetan. Saran untuk pelatih dapat dijadikan bahan materi dalam melatih bela diri pencak silat khususnya dalam latihan teknik bela diri praktis tangan kosong, selain itu diharapkan dengan pengembangan ini siswa dapat mengikuti latihan bela diri pencak silat dengan giat dan penuh semangat
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Mata Pelajaran PJOK pada Materi Budaya Hidup Sehat di Kelas VIII Mts Nurul Huda Banjarsari Selorejo Blitar
Kata kunci: Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), aktivitas, hasil belajar, PJOK Berdasarkan observasi awal dan wawancara singkat dengan guru kelas VIII yaitu Bapak Arif, menunjukkan bahwa hasil belajar mata pelajaran PJOK masih rendah. Hasil belajar dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar mata pelajaran PJOK yang dicapai hanya 65,50. Nilai tersebut masih di bawah KKM yang ditetapkan yaitu sebesar 70. Selain itu, rendahnya hasil belajar mata pelajaran PJOK dipicu oleh aktivitas siswa selama pembelajaran yang masih kurang. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mendeskripsikan penerapan model pembelajaran PBL pada pembelajaran PJOK kelas VIII MTs Nurul Huda Banjarsari Selorejo Blitar; (2) Mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa kelas VIII MTs Nurul Huda Banjarsari Selorejo Blitar dengan menggunakan model pembelajaran PBL; (3) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar mata pelajaran PJOK siswa kelas VIII MTs Nurul Huda Banjarsari Selorejo Blitar dengan menggunakan model pembelajaran PBL. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan rancangan penelitian ini mengacu kepada model Kemmis dan Taggart yang terdiri dari 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di MTs Nurul Huda Banjarsari Selorejo Blitar pada semester II tahun pelajaran 2014/2015 dengan subyek berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa penggunaan model PBL dapat terlaksana dengan baik, hal ini dapat dilihat dari semua langkah-langkah model PBL telah dilaksanakan oleh guru. Aktivitas belajar siswa pada siklus I mencapai persentase ketuntasan klasikal sebesar 60% meningkat menjadi 83,33% pada siklus II. Hasil belajar mata pelajaran PJOK meningkat ditunjukkan hasil belajar siswa pada pra tindakan nilai rata-rata siswa hanya 65,50 dengan persentase ketuntasan klasikal 36,67%. Pada siklus I hasil belajar siswa meningkat menjadi 69,73 dengan persentase ketuntasan klasikal 53,33% dan meningkat lagi pada siklus II, nilai rata-rata siswa mencapai 80,17 dengan persentase ketuntasan klasikal 86,67%. Kesimpulan penelitian ini yaitu secara keseluruhan penerapan model PBL telah berhasil dilaksanakan, aktivitas belajar dan hasil belajar mata pelajaran PJOK dapat meningkat melalui penggunaan model PBL. Disarankan agar guru dapat mencoba model PBL dalam pembelajaran pada materi lain untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa