SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
Penerapan Model Latihan Untuk Meningkatkan Forehand Smash Bulutangkis Atlet PB Semeru Puger Kabupaten Jember Usia 12-15 tAHUN
Abstract: Skills forehand smash athletes Semeru Puger PB Jember age 12-15 years is still not good. One of exercise to improve the forehand smash is using a model of exercise. The aim of this research was to improve the skills of athletes forehand smash Semeru Puger PB Jember aged 12-15 years. The study design used is Sports Action Research that leads to a research experiment. Based on the results of data analysts, models forehand smash badminton exercise can boost the skills forehand smash badminton athletes PB Semeru. So, using the model of exercise forehand smash badminton, athlete skill Semeru Puger PB Jember age 12-15 years in doing forehand smash can be increased. Key words: forehand smash, model exercise, badminton. Abstrak: Keterampilan pukulan forehand smash atlet PB Semeru Puger Kabupaten Jember usia 12-15 tahun masih kurang baik. Salah satu latihan untuk meningkatkan pukulan forehand smash adalah menggunakan model latihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan forehand smash atlet PB Semeru Puger Kabupaten Jember usia 12-15 tahun. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian tindakan olahraga yang menjurus ke penelitian eksperimen. Berdasarkan hasil analis data, model latihan forehand smash bulutangkis dapat meingkatkan keterampilan forehand smash bulutangkis atlet PB Semeru. Jadi, dengan menggunakan model latihan forehand smash bulutangkis, keterampilan atlet PB Semeru Puger Kabupaten Jember usia 12-15 tahun dalam melakukan pukulan forehand smash dapat meningkat. Kata kunci: forehand smash, model latihan, bulutangki
Pengaruh Circuit Training terhadap Peningkatan VO2 max Wasit Asosiasi PSSI Kabupaten Jombang
ABSTRAK Ba’tradiansar, Muhammad. 2016. Pengaruh Circuit Training terhadap Peningkatan VO2 max Wasit Asosiasi PSSI Kabupaten Jombang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sri Purnami, S. Pd, M. Pd, (II) Drs. Sugiyanto, M.Pd. Kata kunci: Circuit training, VO2 max,wasit sepakbola. Dalam perwasitan sepakbola, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan antara lain kemampuan pemahaman peraturan permainan dan kemampuan daya tahan. Fitness test sebagaimana syarat utama untuk menentukan kelulusan pada saat kursus atau penyegaran sebelum digulirnya kompetisi resmi. Dalam situasi tersebut, wasit dituntut harus memiliki VO2 max yang baik. Standar VO2 max wasit sepakbola adalah 43,00 ml/kgBB/mnt. Berdasarkan observasi, pengamatan dan tes pada saat latihan dan fitness test, peneliti menemukan bahwa wasit Asosiasi PSSI Kabupaten Jombang membutuhkan VO2 max yang baik. Salah satu latihan untuk meningkatkan VO2 max adalah dengan menggunakan circuit training. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh circuit training terhadap peningkatan VO2 max wasit Asosiasi PSSI Kabupaten Jombang. Rancangan penelitian yang dipakai adalah matching pretest-posttest control group design. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen. Populasi penelitian sebanyak 20 wasit Asosiasi PSSI Kabupaten Jombang. Kemudian sampel dibagi dalam dua kelompok dengan cara ordinal pairing matching. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian adalah Multi Stage Fitness Test / Bleep Test. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis varians satu jalur. Dari hasil analisis data, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian. Pertama circuit training (daya tahan, kecepatan, kelincahan, kekuatan) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan VO2 max wasit Asosiasi PSSI Kabupaten Jombang dari rata-rata VO2 max awal sebesar 33,13 ml/kgBB/mnt meningkat 20,68% menjadi 44,81 ml/kgBB/mnt. Kedua, latihan konvensional (latihan teknik, latihan fisik, pemahaman peraturan permainan) memberikan pengaruh terhadap peningkatan VO2 max wasit Asosiasi PSSI kabupaten Jombang dari rata-rata VO2 max awal sebesar 33,17 ml/kgBB/mnt meningkat 10,95% menjadi 41,23 ml/kgBB/mnt. Ketiga, tidak ada perbedaan pengaruh secara signifikan antara circuit training dengan latihan konvensional terhadap peningkatan VO2 max wasit Asosiasi PSSI kabupaten Jombang (Fhitung = 3,17 ˂ Ftabel 0,05 = 4,38). Saran yang dapat diberikan kepada komisi wasit Asosiasi PSSI kabupaten Jombang, sebaiknya menggunakan circuit training sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan VO2 max wasit, karena perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan, ternyata circuit training memberikan pengaruh yang lebih baik dari pada latihan konvensional terhadap peningkatan VO2 max wasit Asosiasi PSSI kabupaten Jombang
Pengembangan Variasi Permainan Bola Botol Pelangi Pada Pembelajaran Bola Kecil Untuk Siswa Kelas IV SDN Saptorenggo 1 Pakis Kabupaten Malang.
ABSTRAK Ichsan, Rachmat Nur. 2016. Pengembangan Variasi Permainan Bola Botol Pelangi Pada Pembelajaran Bola Kecil Untuk Siswa Kelas IV SDN Saptorenggo 1 Pakis Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Nengah Sudjana, S.Pd., M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or., M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Permainan Bola Kecil dan Bola Botol Pelangi. Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar yang paling tepat adalah menggunakan metode bermain dalam penyampaian materi, hal ini dikarenakan bermain adalah dunia anak. Salah satu kompetensi dasar pendidikan jasmani yang diajarkan pada siswa kelas IV Sekolah Dasar adalah mengenai materi permainan bola kecil. Berdasarkan data analisis kebutuhan yang diperoleh dari penyebaran kuesioner yang diberikan kepada 40 siswa kelas IV SDN Saptorenggo 1 Pakis Kabupaten Malang menunjukkan bahwa 40 siswa (100%) menyukai mata pelajaran Pendidikan Jasmani, 33 siswa (82,5%) pernah diajarkan materi bola kecil, 36 siswa (90%) kurang bersemangat terhadap permainan yang diberikan guru, 40 siswa (100%) membutuhkan pengembangan permainan bola kecil, 39 siswa (97,5%) bersemangat dengan variasi permainan bola botol pelangi, dan 40 siswa (100%) setuju dengan pengembangan variasi permainan bola botol pelangi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan variasi permainan bola botol pelangi yang terdiri dari permainan tembak botol pelangi, boy botol pelangi, smart bottle dan estafet bola, yang diharapkan dapat digunakan guru sebagai alternatif dalam memberikan materi bola kecil, agar siswa lebih mudah dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Prosedur penelitian yang digunakan adalah merujuk pada buku Borg & Gall yang telah dimodifikasi peneliti sesuai dengan pendapat Ardhana dari 10 langkah menjadi 7 langkah, yaitu (1) Analisis kebutuhan, (2) Pembuatan produk awal, (3) Uji coba kelompok kecil, (4) Revisi produk, (5) Uji coba kelompok besar, (6) Revisi produk dan (7) Hasil akhir produk, sehingga penelitian ini hanya pada tahap pembuatan produk akhir belum sampai pada tahap uji keefektivan produk. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif berupa persentase. Berdasarkan hasil analisis data uji coba kelompok kecil dengan subjek 10 siswa diperoleh persentase 87,97% dan persentase tersebut termasuk dalam kriteria layak serta hasil analisis data dari uji coba kelompok besar dengan subjek 30 siswa diperoleh persentase 88,70% dan persentase tersebut masuk dalam kriteria layak, sehingga dapat dikatakan produk variasi permainan bola botol pelangi ini layak digunakan dalam proses pembelajaran. Pengembangan variasi bola botol pelangi ini dikembangkan sesuai dengan Kurikulum 2013 kelas IV SD/MI dan dikemas dalam bentuk buku panduan. Keunggulan produk pengembangan ini adalah menggunakan sarana yang aman dan mudah didapatkan, tidak membutuhkan lapangan bermain yang luas, banyak melibatkan siswa untuk bermain serta tujuan dari permainan ini adalah melatih kerja sama, membuat strategi, sportifitas, percaya diri, kognitif dan motorik siswa
Pengembangan Variasi Latihan Teknik-Teknik DasarSepakbola Dengan Multimedia Interaktif Berupa Adobe Flash
ABSTRACT Munir, Misbahul Mochamad. 2016. Pengembangan Variasi Latihan Teknik-Teknik Dasar Sepakbola Dengan Multimedia Interaktif Berupa Adobe Flash. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Wasis D. Dwiyoga, M.Pd (II) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.PdKata Kunci: pengembangan, video, sepakbola, passing, dribbling, shooting, controlling, heading, adobe flash.Berdasarkan hasil observasi tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatih dan peserta PS Red Devil Junior Jatisari membutuhkan alat bantu penyampaian materi latihan berupa multimedia interaktif yang dapat mempermudah proses penyampaian materi dari pelatih. Dapat disimpulkan latihan di PS Red Devil Junior Jatisari belum memiliki sebuah media penyampaian materi latihan baru, yaitu berupa multimedia interaktif, sehingga PS Red Devil Junior Jatisari penting memiliki dan membutuhkan media alat bantu tersebut. Dalam pengembangan media interaktif ini peneliti ingin mengembangan variasi latihan sepakbola. Variasi tersebut diantaranya adalah: dribbling, passing, shooting, controlling dan heading. Di dalam variasi latihan tersebut peneliti ingin mempermudah pembelajaran saat berlatih dengan tayangan video yang telah dirangkai dalam sebuah multimedia interaktif. Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti tertarik mengembangkan sebuah produk variasi latihan teknik dasar sepakbola melalui penelitian pengembangan variasi latihan teknik-teknik dasar sepakbola dengan multimedia interaktif berupa adobe flash. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model prosedural dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Analisis, (2) Desain, (3), Pengembangan Produk, (4) Implementasi, (5) Evaluasi. Instrumen yang digunakan yaitu berupa angket berisi tentang rancangan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif berupa persentase. Variasi latihan ini dikembangkan melalui saran dan evaluasi para ahli, yaitu ahli kepelatihan, permainan sepakbola dan media. Hasil penelitian yang diperoleh variasi latihan teknik-teknik dasar sepakbola dengan multimedia interaktif berupa adobe flash layak dan bisa digunakan oleh peserta PS Red Devil Junior Jatisari. Dari hasil uji coba kelompok kecil adalah 81,38% menyatakan bahwa produk sesuai dengan kebutuhan peserta dan mudah dipahami dalam latihan dan hasil uji coba kelompok besar adalah 87,24% menyatakan bahwa produk sangat sesuai dengan kebutuhan dan mudah dipahami dalam proses latihan para peserta PS Red Devil Junior Jatisari. Dari hasil tersebut dapat diharapkan pengembangan variasi latihan teknik-teknik dasar sepakbola dengan multimedia interaktif berupa adobe flash ini bisa menjadi salah satu alternatif sarana alat bantu dalam proses latihan. ABSTRACT Munir, Misbahul Mochamad. 2016. The Development of Basic Techniques Exercise Variations in Football with Multimedia Interactive by Adobe Flash. Thesis. Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Sciences, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Wasis D. Dwiyoga, M.Pd (II) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.PdKeywords: development, video, football, passing, dribbling, shooting,controlling, heading, adobe flash.Based on the research done can be concluded, the coach and members of PS Red Devil Junior Jatisari need a support equipment for delivery exercise material by multimedia interactive, that can ease delivery material from the coach. It can be concluded exercise in PS Red Devil Junior Jatisari has not yet a media for delivery new exercise material, it’s a multimedia interactive, so PS Red Devil Junior important have and need that media support equipment. In this media interactive development, researcher wants to develop variation exercise in football. That variation are: dribbling, passing, shooting, controlling and heading. In this variation exercise, researcher want to ease learning when practice with video that has been strung together in the multimedia interactive.Based on problems above, researcher interest to develop a product of variation exercise basic technique football through research development of basic techniques exercise variations in football with multimedia interactive by adobe flash.In this research, researcher use procedural model with steps like this: (1) analysis, (2) design, (3) develop product, (4) implementation, (5) evaluation. Instruments used even in the survey about product design have been made. Technique analysis data used are qualitative and quantitative analysis by percentage. This variation exercise develop by suggestion and evaluation from experts, there are: expert of coaching, expert of football and expert of media. The research results obtained that variation exercise basic techniques in football with multimedia interactive by adobe flash worthy and it can used by member of PS Red Devil Junior Jatisari. The result from trial small group is 81,38% that product compatible with member of PS Red Devil Junior Jatisari needed and easy to understand when practice, and the result from trial big group is 87,24% that product very compatible with member of PS Red Devil Junior Jatisari needed and easy to understand when practice. Based on this research, the development of basic techniques exercise variations in football with multimedia interactive by adobe flash can be expected to be one of alternative support equipment during training process
Upaya Meningkatkan Footwork (Langkah Kaki) Bulutangkis Menggunakan Bentuk Latihan Sistem Shadow Untuk Siswa Ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Blitar
ABSTRACT Herman, Firisia Intan Wijaya. 2016. Upaya Meningkatkan Footwork (Langkah Kaki) Bulutangkis Menggunakan Bentuk Latihan Sistem Shadow Untuk Siswa Ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Nengah Sudjana, S.Pd., M.Pd, (II) Febrita P. Heynoek S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Bulutangkis, Peningkatan Footwork, Sistem Shadow.Bulutangkis adalah suatu permainan bola kecil yang memiliki teknik pemukulan yang bervariasi dengan gerakan yang cepat dapat dilakukan dengan cara single ataupun double. Berdasarkan hasil observasi awal diperoleh hasil bahwa tingkat keberhasilan penguasaan keterampilan footwork siswa ekstrakurikuler bulutangkis SMA Negeri 1 Blitar masih belum baik, masih ditemukan beberapa kesalahan dalam melakukan footwork tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap follow-through. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan keterampilan footwork bulutangkis dengan menggunakan bentuk latihan sistem shadow. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan olahraga. Pelaksanaan tindakan olahraga ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler bulutangkis SMA Negeri 1 Blitar yang berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan hasil pengamatan keterampilan footwork. Pemberian bentuk latihan sistem shadow ini, terbukti mampu meningkatkan keterampilan footwork siswa dari siklus ke siklus. Hal ini bisa dilihat dari hasil persentase keberhasilan siswa dalam melakukan gerakan footwork bulutangkis setelah diberikan tindakan dari siklus 1 dan siklus 2, hasilnya pada tiap-tiap tahap sudah terjadi peningkatan dari tahap persiapan 100% tahap pelaksanaan 85,11%, dan tahap follow-through 83,33%. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah dengan pemberian bentuk latihan sistem shadow dapat meningkatkan keterampilan footwork siswa ekstrakurikuler bulutangkis SMA Negeri 1 Blitar. Saran berdasarkan penelitian ini: (1) pelatih dapat menggunakan bentuk latihan sistem shadow sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan keterampilan footwork, (2) dengan adanya penelitian tentang peningkatan keterampilan footwork, siswa memperoleh pengetahuan tentang bentuk-bentuk latihan keterampilan footwork dan diharapkan dalam melakukan latihan selanjutnya para siswa dapat melakukan latihan ini agar keterampilan footwork dapat meningkat, (3) bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian yang sama, diharapkan dapat mengembangkan latihan keterampilan footwork dengan variasi lain untuk diterapkan pada ekstrakurikuler bulutangkis.ABSTRACT Herman, Firisia Intan Wijaya. 2016. Improvement of Badminton Footwork By Using Shadow Exercise System For Extracurricular Student in State Senior High School 1 Blitar. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Sciences, State University of Malang. Advisors: (I) I Nengah Sudjana, S.Pd., M.Pd, (II) Febrita P. HeynoekS.Pd., M.Pd.Keywords: Badminton, Improvement Footwork, Shadow SystemBadminton is a game of small spheres that have the varying beating techniques with rapid movements and can be done by means of single or double. Based on preliminary observation done by researcher, there some error in doing footwork, from preparation, action, follow through by badminton extracurricular student in State Senior High School 1 Blitar.The purpose of this research was to developing footwork skill in badminton using shadow training system.This research was using sport act research. sport act research was done by two cycle, each cycle consist of 4 step, (1) planning, (2) action, (3) observation, (4) reflection. the subject of this research were 24 badminton extracurricular student in State Senior High School 1 Blitar. This research use observation, interview, and observation skills to collect the data. The provision of this shadow system practice, it has been proven to increase the skills of footwork students from the cycle to cycle.This can be seen from the results of the percentage the success of students in do badminton footwork movement having given action from cycle 1 and cycle 2, the result in every stage have been increase from planning stage 100%, action stage 85,11%, and follow-through stage 83,33%. The conclusion obtained in this research was using shadow training system can increase footwork skill in badminton extracurricular student State Senior High School 1 Blitar. Advice based on this research: (1) coach can use shadow system training for increase footwork skill, (2) with this research, students getting the knowledge of forms exercise footwork skill and it’s expected when the student do this exercise again, their footwork skill can increase, (3) For another researcher will do research same , it’s expected to develop exercise footwork skill with another variation to be applied to extracurricular badminto
Upaya meningkatkan pembelajaran pukulan forehand lob bulutangkis dengan menggunakan part and whole method pada peserta didik kelas VIII E SMPN 1 Winongan, Kabupaten Pasuruan
ABSTRACT Hasan, Ahmad. 2015. Upaya meningkatkan pembelajaran pukulan forehand lob bulutangkis dengan menggunakan part and whole method pada peserta didik kelas VIII E SMPN 1 Winongan, Kabupaten Pasuruan, Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd.Kata Kunci : bulutangkis, forehand lob, part and whole method.Sehubungan dengan hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 14 Agustus 2014 di kelas VIII E SMP Negeri 1 Winongan, Kabupaten Pasuruan, peneliti menemukan bahwa tingkat keterampilan pukulan forehand lob peserta didik masih cukup rendah. Hal ini dikarenakan penerapan metode pembelajaran yang digunakan pendidik kurang efektif sehingga diperoleh hasil yang kurang maksimal. Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan pembelajaran bulutangkis pada pukulan forehand lob. Setelah mempelajari beberapa referensi, peneliti memutuskan untuk menggunakan metode part and whole. sehingga, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan pukulan forehand lob bulutangkis pada peserta didik kelas VIII E SMP Negeri 1 Winongan Kabupaten Pasuruan dengan menggunakan part and whole method.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan selama 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Terdapat 4 tahapan pada masing-masing siklus, diantaranya adalah: 1) perencanaan, 2) penerapan, 3) pengamatan dan 4) refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII E SMPN 1 Winongan, Kabupaten Pasuruan tahun ajaran 2014/2015. Terdapat 37 peerta didik yang terdiri dari 30 peserta didik laki-laki dan 7 peserta didik perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah catatan lapangan dan lembar pengamatan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada keterampilan peserta didik dalam melakukan pukulan forehand lob bulutangkis, terlihat pada persentase keberhasilan peserta didik melakukan pukulan forehand lob bulutangkis adalah sebagai berikut: terdapat 34 (91,8%) peserta didik mampu mempraktikkan dengan benar pada aspek pegangan raket, 32 (86,4%) peserta didik mampu mempraktikkan dengan benar pada aspek sikap siap, 33 (89,1%) peserta didik mampu mempraktikkan dengan benar pada aspek sikap lengan, 32 (86,4%) peserta didik mampu mempraktikkan dengan benar pada aspek sikap kaki, dan 31 (83,7%) peserta didik mampu mempraktikkan dengan benar pada aspek arah shuttlecock. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan kepada pendidik untuk menggunakan metode part and whole sebagai metode pembelajaran alternatif guna meningkatkan pukulan forehand lob bulutangkis. Hasil penelitian ini juga dapat dijadikan rujukan dalam penelitian dengan topik yang sama yang akan dilakukan di kemudian hari
PENGEMBANGAN VARIASI LATIHAN PASSING ATAS PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI DI SMKN 2 LUMAJANG
ABSTRAK Puspasari, FriskaRiri. 2016. Pengembangan Variasi Latihan Passing Atas Pada Peserta Ekstrakurikuler Bola voli Di SMKN 2 Lumajang .Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E Winarno, M.Pd, (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, VariasiLatihan, PermainanBolavoli, PassingAtas Teknikdasarpassing atas dalam permainan bola voli memiliki peranan penting untuk meningkatkan keterampilan.Dalam meningkatkan teknik dasar passing atas pada peserta ekstrakurikuler diperlukan variasi latihan.Berdasarkan hasi lobservasi, latihan passing atas yang diberikan menoton dan kurang bervariasi.Peserta ekstrakurikuler merasa jenuh serta kurang tertarik untuk menguasai teknik dasar passing atas secara maksimal sehingga peserta ekstrakurikuler membutuhkan variasi latihan passingatas. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan variasi latihan passing atas pada peserta ekstrakurikuler bola voli di SMKN 2 Lumajang, sehingga dapat membantu meningkatkan kemampuan peserta ekstrakurikuler dalam mengusai teknik dasar passing atas permainan bola voli dengan benar. Metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan variasi latihan passing atas pada peserta ekstrakurikuler bola voli di SMKN 2 Lumajang menggunakan model penelitian dampen gembangan Research and Development dari Borg and Gall (1983:775) yang telahdimodifikasiyaituhanyamenggunakan 7 langkahdari 10 langkah. Teknikanalisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskiptif dengan persentase.Teknik ini digunakan untuk menganilisis data yang diperoleh dari analisis kebutuhan, evaluasi ahli, dan uji coba kelompok (uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar). Hasil akhir dari penelitian dan pengembangan ini adalah variasi latihan passing atas permainan bola voli yang dikemas dalambentuk media buku.Hasil analisis data dari produk variasi latihan passing atas permainan bola vol iyaitu data dari evaluasi ahli permainan bola voli diperoleh hasil 79,37%, ahli kepelatihan bola voli 81,25%, dan ahli media 79,78%.Pada uji coba (kelompok kecil) menggunakan subjek penelitian sebanyak 10 peserta ekstrakurikuler diperoleh hasil sebanyak 81,25%dan pada uji coba lapangan (kelompok besar) menggunakan subjek penelitian sebanyak 20 peserta ekstrakurikuler diperoleh hasil sebanyak 84,11%. Dari hasil penelitian tersebut maka produk pengembangan layak untuk digunakan sebagai media ketika latihan untuk peserta ekstrakurikuler bola voli di SMKN 2 Lumajang. Produk berupa buku panduan tentang variasi latihan passing atas permainan bola voli ini ditujukan untuk peserta ekstrakurikuler di SMKN 2 Lumajang, yang telah divalidasi oleh beberapa ahli sebelum diberikan kepada peserta ekstrakurikuler.Dalam penerapannya pelatih juga dapat memodifikasi variasi latihan ini agar lebih kreatif dan variatif sehingga peserta ekstrakurikuler juga lebih antusias dalam mengikuti proses latihan. ABSTRACT Puspasari, FriskaRiri. 2016. Developing Variations of Overhead Passing for Volleyball’s Participants in SMKN 2 Lumajang. Sarjana’s thesis, Department of Health and Physical Education, Faculty of Physical Education, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Dr. M.E Winarno, M.Pd, (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd. Keywords: developing, technique variations, volleyball, overhead passing. Practicing volleyball’s basic techniques of overhead Passing play a significant role in improving the participants’ skill. In improving basic techniques of overhead passing on the participants required a variations of exercises. It is discovered from earlier observation that the object was lack of forehand watch passing technique variations. the participants of the activities felt mostly bored and inattentive before being able to improve their of overhead passing technique skill so that the participants required a variations of exercises. This research aims to develop specific variations of overhead passing for volleyball’s participants in SMKN 2 Lumajang, in order to help them improve their skill during the practice passing as a basic technique in volleyball games. Moreover, this research adopts research and development model by Borg and Gall (1983:775) which is modified by only applying 7 steps out of 10 steps explained in the theory. Descriptive with percentage is employed as the data analysis technique.This technique is used to analysis data obtained from the needs analysis, expert evaluation, and test group(test group of small and large group trial). Furthermore, the results of this research which are in the form of materials explaining about the variations of overhead passing techniques are documented in a book. Result analysis data from the variations of overhead passing volleyball’s that data from evaluation volleyball expert result to 79.37% in total percentage, consisted assessment’s results from volleyball coaches with 81.25% and medium experts with 79.78%. During the small-group trial, involving 10 participants, the result is 81.25%; whilst during the field trial, involving a larger group consisted of 20 participants, the result is 84.11%. Those percentages indicates that the developmental product is applicable to the participants of volleyball activities in SMKN 2 Lumajang as a practice medium. Guide book product that contain of variation training in volleyball overhead passing is directed to volleyball participants in SMKN 2 Lumajang. During the implementation, coaches possibly modify the developed variations to be more creative and varied, in order to boost the participants’ enthusiasm while joining the practice
Pengembangan Model Latihan Passing Bawah Bolavoli untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Pamekasan
ABSTRACT Waluyo, Aditya. Andriawan. 2016. Pengembangan Model Latihan Passing Bawah Bolavoli untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Pamekasan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. M.E. Winarno, M.Pd, (II) dr. Agung Kurniawan, M.KesKata Kunci: Model, Latihan, Passing bawah, BolavoliBerdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti kepada guru Pendidikan Jasmani dan siswa kelas X MIPA I di SMA Negeri 4 Pamekasan. Model latihan passing bawah yang diberikan guru Pendidikan Jasmani hanya model latihan passing bawah terhadap tembok. Penyebaran angket terhadap 30 siswa kelas X MIPA I menyatakan bahwa 73,33% siswa menyatakan sulit mengerti dan 26,67% siswa menyatakan sangat sulit mengerti terhadap pembelajaran passing bawah bolavoli yang diberikan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model latihan passing bawah bolavoli untuk siswa kelas X MIPA I SMA Negeri 4 Pamekasan, sehingga dengan pengembangan model latihan passing bawah bolavoli diharapkan siswa akan lebih aktif dan antusias dalam proses pembelajaran.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) analisis kebutuhan, (2) mengembangkan produk awal, (3) tinjauan ahli atau evaluasi ahli, (4) uji coba kelompok kecil, (5) revisi awal produk pengembangan, (6) uji coba kelompok besar dan revisi akhir, (7) hasil akhir produk pengembangan dari hasil revisi produk akhir. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase dan analisis kualitatif. Teknik analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket dan teknik data analisis kualitatif diperoleh dari kritik dan saran para ahli pembelajaran dan ahli permainan bolavoli.Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah model latihan passing bawah untuk kegiatan pembelajaran bolavoli di SMA Negeri 4 Pamekasan. Pengembangan model latihan passing bawah ini terdiri dari 5 model latihan passing bawah, diantaranya adalah passing bawah lima kali sentuhan, passing bawah dengan gerakan melangkah kesamping, passing bawah berhadapan, passing bawah pola segitiga, dan passing bawah melewati net. Produk yang dikembangkan berdasarkan dari saran atau masukan para ahli, yang terdiri dari 2 ahli permainan bolavoli yaitu Dona Sandy Yudasmara, S.Pd., M.Pd dan Zainal Arifin diperoleh hasil 87,08%. Dari 2 ahli pembelajaran Pendidikan Jasmani yaitu Dr. Eko Hariyanto, M.Pd dan Rachmad Yuwono, S.Pd diperoleh hasil 78,75%, serta hasil uji coba kelompok kecil sebesar 79,13% dan hasil uji coba kelompok besar sebesar 83,7%. Dari hasil uji coba kelompok tersebut diperoleh bahwa produk model latihan passing bawah menarik, menyenangkan, mudah dilakukan, tepat dan bermanfaat. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan layak digunakan
Pengembangan Model-model Latihan Finishing dalam Permainan Futsal untuk Siswa Ekstrakurikuler di SMKN 5 Malang.
ABSTRACT Pengembangan Model-model Latihan Finishing dalam Permainan Futsal untuk Siswa Ekstrakurikuler di SMKN 5 Malang.Futsal adalah “jenis olahraga yang memiliki aturan tegas dalam hal kontak fisik. Sliding tackle (menjegal dari belakang), body charge (benturan badan), dan bentuk kekerasan lainnya seperti dalam permainan sepakbola, tidak diizinkan dalam futsal. Selain unsur-unsur di atas, sebuah tim harus memiliki pemain yang bertugas dalam mencetak gol atau finisher dan pemain yang lain mempunyai kemampuan untuk menciptakan peluang bagi temannya mencetak gol. Berdasarkan observasi kegiatan ekstrakurikuler futsal di SMKN 5 Malang didapatkan hasil aspek-aspek latihan yang dijelaskan sebelumnya masih kurang diperhatikan secara serius oleh pelatih dalam melatih finishing. Model-model latihan finishing yang diberikan pelatih kurang bervariasi dan kurang menarik sehingga menimbulkan kebosanan pada siswa, hal ini dapat menyulitkan dalam pembentukan program latihan yang baik dan benar. Dari data yang diperoleh serta masalah yang ada, maka peneliti ingin mencoba menemukan jalan keluar dari masalah tersebut yaitu dengan membuat model-model latihan finishing futsal di ektrakurikuler SMKN 5 Malang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model latihan finishing dalam permainan futsal pada siswa ekstrakurikuler di SMKN 5 Malang, sehingga dengan adanya model latihan ini dapat membantu dan mempermudah proses latihan.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan yangmengacu pada teori Research and Development dari Borg dan Gall yang terdiri dari 10 langkah model pengembangan, peneliti disini memodifikasi untuk menggunakan 7 langkah yang mengacu pada teori dari Ardhana. Jenis data berupa data kualitatif dan kuantitatif. Sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif baik kualitatif maupun kuantitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari observasi awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, dan uji coba produk.Berdasarkan uji coba kelompok besar diperoleh persentase rata-rata 89,86111 %, sehingga seluruh aspek dalam pengembangan model-model latihan finishing dalam permainan futsal ini telah memenuhi kriteria kualitas produk, yang bermakna “Digunakan (dapat digunakan tanpa revisi)”. Hasil penelitian ini diharapkan bisa membantu pelatih futsal agar menjadi lebih baik dalam melatih. Penelitian pengembangan ini hanya terbatas pada pengembangan produk saja, maka diharapkan ada penelitian selanjutnya yang menguji tingkat efektivitas produk dengan uji coba pada lingkup yang lebih luas
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PERMAINAN BOLA BESAR MELALUI MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK SISWA KELAS VIII SEMESTER I SMP NEGERI 20 MALANG
ABSTRAKMaslacha, Hanik. 2016. Multimedia Interaktif Permainan Bola Besar sebagai Media Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk Siswa Kelas VIII Semester I SMP Negeri 20 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M. E. Winarno, M.Pd, (II) Dra. Sri Purnami, M. PdKata Kunci: media pembelajaran, multimedia interaktif, permainan bola besarMedia pembelajaran merupakan perantara penyampaian pesan dari sumber belajar kepada siswa sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Multimedia merupakan gabungan dari beberapa komponen media seperti teks, gambar, animasi, suara, musik atau video. Permainan bola besar adalah olahraga permainan yang menggunakan bola dengan ukuran besar diantaranya adalah sepakbola, permainan bolavoli, dan bolabasket. Menurut hasil analisis kebutuhan 32 siswa kelas VIII di SMP 20 Malang diperoleh hasil minat baca siswa terhadap buku siswa pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sebuah produk yaitu media pembelajaran permainan bola besar yang disusun dalam bentuk multimedia interaktif menggunakan software microsoft office powerpoint 2010.Desain penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan. Desain uji coba menggunakan dua tahap yaitu tahap evaluasi ahli dan tahap uji coba kelompok, yakni ahli permainan bola besar, ahli pembelajaran pendidikan jasmani, ahli media, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Penelitian ini menggunakan instrumen pengumpulan data berupa angket.Hasil penelitian ditemukan saran dan masukan dari ahli permainan bola besar, ahli pembelajaran pendidikan jasmani, dan ahli media serta dari hasil uji coba kelompok kecil menggunakan 12 siswa, dengan variabel kemudahan diperoleh hasil (84,73%), variabel kemenarikan diperoleh hasil (91,84%), variabel kejelasan diperpleh hasil (82,08%). Hasil uji coba kelompok besar menggunakan 20 siswa, dengan variabel kemudahan diperoleh hasil (83,4%), variabel kemenarikan diperoleh hasil (89,37%), variabel kejelasan diperoleh hasil (80,25%). Hasil dari penelitian dan pengembangan yaitu dihasilkannya produk berupa multimedia interaktif permainan bola besar yang berisikan: 1) materi pembelajaran permainan sepakbola, permainan bolavoli, dan permainan bola basket kelas VIII semester I. 2) Multimedia interkatif permainan bola besar disertai dengan background, backsound, animasi, video, gambar, dan kuis dalam bentuk pilihan ganda. 3) Flip book yang berisi materi pembelajaran permainan bola besar . Saran-saran yang diajukan berdasarkan kajian produk ini meliputi saran pemanfaatan dan saran pengembangan lebih lanjut. Produk yang telah dikembangkan dapat digunakan untuk sasaran yang lebih luas dan lebih variatif