SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    The Effect of the Combination of Peer and Self-directed Feedback on Writing Ability of Students across English Proficiency Levels

    No full text
    ABSTRAK   Amelia, Rizky. 2016. The Effect of the Combination of Peer and Self-directed Feedback on Writing Ability of Students across English Proficiency Levels. Thesis, English Language Teaching, Graduate Program, State University of Malang. Advisors: (I) Prof. Mohammad Adnan Latief, M.A., Ph.D., (II) Dr. Enny Irawati, M.Pd.   Keywords: peer and self-directed feedback, writing ability, English proficiency The gaps in feedback implementation bring this study to report the use of the combination of peer and self-directed feedback on students’ writing ability. As the results of the previous studies on the subjects are non-comparable, this study investigated the effect of the combination of peer and self-directed feedback across the students’ English proficiency levels. The purpose of this study is to verify the three-fold research questions namely whether the students who are given combination of peer and self-directed feedback have better writing ability than those who are not given combination of peer and self-directed feedback as well as whether high and low English proficiency levels of the students’ make difference in the results of the feedback effect. Employing a quasi-experimental research with posttest only, this study involved a control and an experimental group. The subjects of this study were 57 sixth semester students enrolled in Writing IV course. The overall ten meetings including six meetings for treatment were carried out. At the end, the subjects were given a writing test to write an argumentative essay and the data were used to answer the research questions. After that, the collected data were statistically computed by using independent sample t-test to find if there was any significant difference on the scores between the control and the experimental groups, high proficient students in the control and the experimental groups, and low proficient students in the control and the experimental groups. The results pointed out that the students who were given the combination of peer and self-directed feedback had better writing ability than the students who were not given the combination of peer and self-directed feedback as shown by p-value .000 was smaller than the .05 level of significance. Then, the high proficient students in the experimental group had better writing ability than the control group as well with p-value .008 was smaller than the .05 level of significance, while the p-value on the low proficient students was .217 which was greater than the .05 level of significance showing that the there was no significant different. It was established empirically that the combination of peer and self-directed feedback affected the students’ writing ability positively, and that English proficiency levels influenced the effect of the combination of peer and self-directed feedback. These findings implied that the combination of peer and self-directed feedback is recommended for the high proficient students, while teacher feedback is given to low proficient students. Future researchers in this field are suggested to probe more concern on why the low proficient students did not benefit from the peer and self-directed feedback and to investigate the effect across other students’ differences factors

    pengaruh latihan ladder drill terhadap peningkatan kecepatan lari peserta ekstrakurikuler sepakbola SMA Negeri 1 Pagak Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRACT pengaruh latihan ladder drill terhadap peningkatan kecepatan lari peserta ekstrakurikuler sepakbola SMA Negeri 1 Pagak Kabupaten MalangIpung, Tri Cahyono. 2015. Pengaruh Latihan Ladder Drill terhadap Peningkatan Kecepatan Lari Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola SMA Negeri 1 Pagak Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tatok Sugiarto, S. Pd, M. Pd, (II) Fahrial Amiq, S. Or, M. PdKata Kunci: latihan ladder drill, peningkatan kecepatan lari.Dalam permainan sepakbola, ada situasi tertentu dimana pemain berada dalam situasi yang menguntungkan di belakang pertahanan lawan. Dalam situasi tersebut, pemain harus berlari dengan kecepatan penuh. Berdasarkan observasi dan pengamatan pada saat latihan dan bertanding, peneliti menemukan bahwa peserta ekstrakurikuler sepakbola SMA Negeri 1 Pagak Kabupaten Malang menunjukkan adanya masalah yaitu kecepatan lari yang kurang, hal tersebut disebabkan kurang memberikan variasi latihan dalam meningkatakan kecepatan lari seperti komponen fisik. Salah satu latihan untuk meningkatkan kecepatan lari adalah dengan menggunakan latihan ladder drill.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan ladder driil terhadap peningkatan kecepatan lari peserta ekstrakurikuler sepakbola SMA Negeri 1 Pagak Kabupaten Malang.Rancangan penelitian yang dipakai adalah eksperimen yang dilakukan kepada peserta ekstrakurikuler sepakbola SMA Negeri 1 Pagak Kabupaten Malang dengan rentang usia 16-18 tahun. Jumlah sampel 24 peserta dan dibagi dalam dua kelompok dengan teknik ordinal pairing matching. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah Linier Sprint Test. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Varian (ANAVA) satu jalur.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, latihan ladder drill memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kecepatan lari peserta ekstrakurikuler sepakbola(Fhitung = 8,24 > Ftabel 4,30). Kedua, latihan konvensional tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan kecepatan lari peserta ekstrakurikuler sepakbola (Fhitung = 0,00024714 > Ftabel 4,30). Ketiga, ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan ladder drill dengan latihan konvensional terhadap peningkatan kecepatan lari peserta ekstrakurikuler sepakbola (Fhitung = 36,439 > Ftabel 4,30). Latihan ladder drill (mean = 4,31 dan SD = 0,10) memberikan pengaruh lebih baik terhadap peningkatan kecepatan lari peserta ekstrakurikuler sepakbola daripada latihan konvensional (mean = 4,44 dan SD = 0,10). Dari hasil analisis data yang telah dihitung bahwa latihan ladder drill sangat berpengaruh dibandingkan latihan konvensional. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih ekstrakurikuler sepakbola SMA Negeri 1 Pagak Kabupaten Malang, sebaiknya menggunakan latihan ladder drill sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan kemampuan kecepatan lari, karena perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan ternyata latihan ladder drill memberikan pengaruh yang lebih baik

    Pengaruh Permainan Target Terhadap Ketepatan Shooting Menggunakan Punggung Kaki Bagi Peserta Ekstrakurikuler Futsal Di SMA Negeri 2 Lumajang

    No full text
    Futsal adalah sebuah permainan beregu yang dimainkan masing-masing lima pemain termasuk seorang penjaga gawang. Dalam permainan futsal, shooting merupakan gerakan yang perlu dikuasai oleh setiap pemain. Kemampuan shooting  harus dikembangkan pada setiap pemain futsal guna meningkatkan kemampuan saat bermain futsal dengan tujuan dapat menciptakan gol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan target terhadap ketepatan shooting menggunakan punggung kaki bagi peserta ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 2 Lumajang. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen macthing pretest-posttest control group design. Subyek penelitian ini adalah 24 pemain Futsal di SMA Negeri 2 Lumajang. Subyek penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen latihan permainan target berjumlah 12 pemain dan kelompok program pelatih berjumlah 12 pemain. Analisis data dari penelitian ini yaitu berupa teknik analisis varians satu jalur. Dari hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian. Pertama, latihan permainan target memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ketepatan shooting menggunakan punggung kaki bagi peserta ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 2 Lumajang (P = 0,000 α = 0,05). Ketiga, ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan permainan target dengan latihan program pelatih terhadap ketepatan shooting menggunakan punggung kaki bagi peserta ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 2 Lumajang (P = 0,000 < α = 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan latihan permainan target ini dapat digunakan dalam latihan untuk meningkatkan ketepatan shooting menggunakan punggung kaki bagi peserta ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 2 Lumajang. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 2 Lumajang, hendaknya menggunakan latihan permainan target  sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan ketepatan shooting menggunakan punggung kaki bagi peserta ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 2 Lumajang.

    Pengembangan Model Latihan Pukulan Backhand Smash Untuk Peserta Ekstrakurikuler Tenis Meja di SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRACT Wijaya, Rama Candra. 2016. “Pengembangan Model Latihan Pukulan Backhand Smash untuk Peserta Ekstrakurikuler Tenis Meja Di SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sapto Adi, M.Kes., (II) Dr. Supriyadi, M.Kes.Kata Kunci: latihan pukulan, backhand smash, pukulan tenis mejaBerdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti pada siswa ekstrakurikuler tenis meja di SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar, siswa menyatakan bahwa latihan pukulan backhand smash kurang bervariasi. Observasi dilakukan untuk memperoleh informasi tentang kebutuhan siswa dengan menyebarkan angket kepada 32 siswa ekstrakurikuler tenis meja di SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar, dengan hasil sebagai berikut: siswa membutuhkan variasi latihan pukulan backhand smash tenis meja, membutuhkan sebuah panduan latihan pukulan backhand smash tenis meja berupa buku Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan yang ada yaitu dengan mengembangkan model latihan pukulan backhand smash tenis meja. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat menjadi solusi dalam latihan, agar siswa tidak bosan dengan latihan pukulan backhand smash tenis meja yang nantinya bisa meningkatkan kemampuan melakukan gerakan dasar pukulan backhand smash tenis meja.Metode penelitian ini mengacu pada model pengembangan research and development dari Borg dan Gall tahun 1983. Sedangkan analisis yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari penelitian awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil, dan kelompok besar.Hasil pengembangan model latihan pukulan backhand smash untuk peserta ekstrakurikuler tenis meja di SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar diperoleh data sebagai berikut: (1) uji coba tahap I (uji coba kelompok kecil) dilakukan dengan 8 peserta ekstrakurikuler tenis meja hasilnya sebesar 83,2% (sangat baik), (2) uji coba tahap II (uji coba kelompok besar) dilakukan dengan 30 peserta ekstrakurikuler tenis meja hasilnya sebesar 84,7% (sangat baik). Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa model latihan pukulan backhand smash untuk peserta ekstrakurikuler tenis meja di SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar menarik untuk dilakukan, mudah untuk dilakukan, jelas untuk dilakukan, serta bermanfaat untuk siswa ekstrakurikuler tenis meja di SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar. Dengan model sebagai berikut: (1) produk pengembangan model latihan backhand smash tenis meja dikemas dalam bentuk buku panduan, (2) produk pengembangan model latihan backhand smash tenis meja ini memaparkan penjelasan tentang pukulan backhand smash, tahap-tahap pelaksanaan pukulan backhand smash, tujuan, materi, sarana dan prasarana, langkah-langkah kegiatan, metode, dan gambar-gambar yang menggambarkan kegiatan dan menarik minat peserta ekstrakurikuler untuk mempelajari buku panduan tersebut, (3) produk pengembangan model latihan backhand smash tenis meja ini terdiri dari beberapa model latihan yaitu latihan shadow, footwork, kombinasi shadow dan footwork, mandiri, dan multiball.Saran penelitian: (1) agar bentuk latihan backhand smash dapat digunakan oleh club atau peserta ekstrakurikuler tenis meja yang lebih banyak, (2) dalam penyajian modelnya lebih divariasi lagi guna dalam kegiatannya peserta dapat lebih termotivasi dan lebih aktif, (3) untuk lebih memperjelas dan mempermudah dalam pelaksanaanya sebaiknya membuat buku model latihan yang lebih detail agar dapat dimengerti dengan menjelaskan pelakasaan dalam tiap-tiap tahapan.ABSTRACT Wijaya, Rama Candra. 2016. “Developing Backhand Smash Exercises Model for the Students of  Table Tennis Extra Curricular at SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar. Thesis, Departement of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. Sapto Adi, M.Kes., (II) Dr. Supriyadi, M.Kes.Keywords: smash exercises, backhand smash, table tennis smashBased on the observation done by the researcher on the students of table tennis extra curricular at SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar, the students stated that the backhand smash exercises is less varied. The observation is done to obtain the information about the students’ needs by giving questionnaires to the 32 students of table tennis extra curricular at SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar. The result shows that: the students need the variations of the table tennis backhand smash exercises, the students need the guidance of table tennis backhand smash exercises, and the guidance used is book.This study is aimed to solve the problem by developing model of table tennis backhand smash exercises. The result of the study is expected to be the solution to overcome the students’ bore of the common backhand smash exercises and later can improve the students’ ability in doing the basic motion of table tennis backhand smash.The method of this study is the research and development model from Borg and Gall 1983. The quantitative and qualitative techniques are used to analyze the data of the needs analysis, expert validation, and small and large scale product try-out. The results of developing the backhand smash exercises model for the students of table tennis extra curricular at SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar are:(1) the product try-out I (small scale try-out), the result is 83,2% (very good), (2) the product try-out II (large scale try-out), the result is 84,7% (very good). It can be concluded from the result of the study that the exercises model of backhand smash for students of table tennis extra curricular at SMP Negeri 2 Sutojayan Kabupaten Blitar is interesting, easy, understandable, and useful. The suggestions from the researcher are: (1) this backhand smash exercises can be used by the club or the larger amount of table tennis extra curricular  students, (2) the presentation can be more varied to motivate the students to be more active, (3) to make the application clearer and easier, it is better to produce exercises model book which is more detail by explaining every step clearly

    PENGEMBANGAN VARIASI LATIHAN TEKNIK SERANGAN MENGGUNAKAN PACING PAD BERBASIS VCD UNTUK SISWA PSHT TINGKAT SABUK HIJAU RANTING SUKOREJO CABANG BLITAR

    No full text
    ABSTRAK Saputra, Redix Wahyu Tiyan. 2016. Pengembangan Variasi Latihan Teknik Serangan Menggunakan Pacing Pad Berbasis VCD untuk Siswa PSHT Tingkat Sabuk Hijau Ranting Sukorejo Cabang Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Video, Teknik Serangan, Tingkat Sabuk Hijau, PSHT Berdasarkan observasi yang dilakukan pada siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)tingkat sabuk hijau di Ranting Sukorejo Cabang Blitar, melalui penyebaran angket pada 30 siswa Tingkat Sabuk hijau, diketahui siswa PSHT mengalami kesulitan pada teknik serangan dan membutuhkan latihan tambahan dengan menggunakan alat bantuan pacing pad yang berbasis VCD sebagai sarana untuk membantu siswa dalam memperdalam teknik serangan. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh peneliti terdorong untuk mengembangkan variasi latihan teknik serangan menggunakan pacing pad berbasis VCD. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan variasi latihan teknik seranganmenggunakanpacing padmelalui VCD untuksiswa PSHT tingkatsabukhijau Ranting Sukorejo. Dengan adanya pengembanganini, siswa diharapkan dapat aktif dalam proses latihan dan cepat menguasai teknik serangan dengan sasaran dan lintasan yang benar. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan Research and Development (R&D) dari Borg dan Gall.Teknik analisis data yang digunakan yaitu kuantitatifdan kualitatif untuk menganalisis data dari analisis kebutuhan, evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar Berdasarkan hasil justifikasi beberapa ahli, produk pengembangan variasi latihan teknik serangan untuk siswa PSHT tingkat sabuk hijau Ranting Sukorejo Cabang Blitar diperoleh data sebagai berikut: (1)ahli kepelatihan, mendapat 95,63% dengan kriteria sangat valid, (2)ahli pelatih, mendapat 94,38% dengan kriteria sangat valid, (3)ahli media, mendapat 78,85% dengan kriteria cukup valid, (4) ujicobakelompokkecil, mendapat 93,13% dengankriteriasangat valid, (5) ujicobakelompokbesar, mendapat 93,41% dengankriteriasangat valid. Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa variasi latihan teknik serangan menggunakan pacing pad berbasis VCD untuk siswa PSHT Tingkat sabuk hijau Ranting Sukorejo Cabang Blitar sudah cukup mudah, menarik dandapat digunakan sebagi penunjang latihan bagi siswa PSHT Tingkat sabuk hijau Ranting Sukorejo cabang Blitar

    Upaya Meningkatkan Kompetensi Mengajar Guru Melalui Supervisi Pendidikan yang Dilakukan Kepala Sekolah Dalam Mata Pelajaran Kelompok Produktif Administrasi Perkantoran: Studi kasus Di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen

    No full text
    ABSTRACT Upaya Meningkatkan Kompetensi Mengajar Guru Melalui Supervisi Pendidikan yang Dilakukan Kepala Sekolah Dalam Mata Pelajaran Kelompok Produktif Administrasi Perkantoran: Studi kasus Di SMK Muhammadiyah 5 KepanjenKepala Sekolah memiliki kewajiban dalam mengelola dan mengendalikan kinerja guru, terutama kompetensinya dalam mengajar. Apabila terdapat guru yang kurang Profesional dalam menjalankan tugasnya, maka sudah merupakan kewajiban kepala sekolah untuk membimbing guru tersebut melalui supervisi pendidikan. Supervisi pendidikan bertujuan untuk membantu guru dalam membina moral kerja guru dalam rangka pertumbuhan pribadi dan jabatan serta membantu guru-guru baru di sekolah sehingga merasa nyaman dan senang dengan tugas-tugasnya. Supervisi pendidikan ini dilakukan melalui teknik yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui supervisi kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi mengajar guru di SMK.Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk menelaah lebih dalam mengenai supervisi kepala sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi mengajar guru dengan fokus perencanaan program supervisi pendidikan oleh kepala sekolah dan pelaksanaan supervisi pendidikan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi mengajar guru di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Penelitian ini dilakukan di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, tanggal 26 Januari hingga 28 Februari 2015. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif dan peneliti sebagai instumen kunci. Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah kepala sekolah dan empat orang guru. Untuk melengkapi informasi yang diperoleh, maka peneliti juga mengambil informasi dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi.Temuan peneliti ini menunjukan bahwa perencanaan program supervisi pendidikan oleh kepala sekolah di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen diawali dengan menyusun dan mensosialisasi program supervisi pendidikan melalui rapat awal semester, melaksanakan program supervisi pendidikan sesuai sasaran, dan melakukan evaluasi program supervisi pendidikan dengan melibatkan seluruh personil sekolah pada akhir semester. Pelaksanaan supervisi oleh Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen dilakukan dengan menggunakan teknik kunjungan kelas dan pertemuan pribadi. Teknik kunjungan kelas dilakukan setiap tiga bulan sekali dimana semua guru kecuali guru ekstrakulikuler secara bergilir dalam waktu satu bulan, baik langsung maupun tidak langsung. Untuk teknik rapat guru dilakukan satu bulan sekali dengan membahas berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan pendidikan di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Melalui teknik ini semua personil sekolah berkumpul dan dapat digunakan sebagai sarana sosialisasi serta evaluasi dari program supervisi pendidikan yang dilakukan. Sedangkan pertemuan pribadi dilakukan setiap saat pada waktu luang dan dalam suasana yang nyaman. Dengan teknik ini, guru berkonsultasi kepada kepala SMK atas masalah yang dihadapi. Melalui teknik ini, kepala SMK juga menunjukan dan menyampaikan kepada guru tentang hasil pelaksanaan supervisi pendidikan, khusunya teknik kunjungan kelas, untuk dicari solusinya bersama sehingga ditemukan penyelesaian yang tepat. Seluruh teknik tersebut dilakukan dengan tujuan membantu serta membina guru agar sehingga tercapai situasi belajar mengajar yang lebih baik. Untuk mengatasi kurangnya dana dan waktu yang dimiliki sekolah, maka kepala SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen menyesuaikan pelaksanaan supervisi pendidikan dengan dana dan waktu yang ada. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diajukan yaitu: (1) kepala SMK hendakanya lebih meningkatakan aktivitas-aktivitas pembinaan dan pengembangan profesi secara rutin untuk guru dan kepala sekolah sendiri agar lebih peka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan sehingga dapat menyusun perencanaan program supervisi pendidikan yang lebih baik yang dapat mengatasi dan mengurangi adanya kendala keuangan dan pengaturan waktu; (2) Guru SMK diharapkan memiliki motivasi yang tinggi untuk meningkatkan wawasan dan keterampilannya serta mengisi kekurangan diri dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar, kesempatan, dan peluang untuk maju sehingga dapat menyampaikan pendapat mengenai supervisi pendidikan yang lebih baik dalam penyusunan program supervisi pendidikan yang dapat menciptakan situasi belajar mengajar yang kreatif dan tidak monoton; (3) Dosen Jurusan Adminstrasi Pendidikan pun hendaknya dapat menyumbangkan program supervisi pendidikan yang lebih baik dan memberikan pelatihan baik bagi kepala sekolah maupun guru SMK agar bertambah pengetahuan, wawasan, serta motivasinya dalam menyusun dan melaksanakan penelitian lebih lanjut mengenai program supervisi pendidikan yang ditujukan untuk peningkatan kompetensi yang berbeda

    Perbedaan Pengaruh Gaya Mengajar Reciprocal dengan Gaya Mengajar Self Check terhadap Motivasi Peserta Didik pada Pembelajaran Pendidikan Jasmani di Kelas XI MAN Kota Batu

    No full text
    ABSTRAK Hardiantomy, Alwin. 2016. Perbedaan Pengaruh Gaya Mengajar Reciprocal dengan Gaya Mengajar Self Check terhadap Motivasi Peserta Didik pada Pembelajaran Pendidikan Jasmani di Kelas XI MAN Kota Batu. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan FIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Asim, M.Pd Pembimbing, (II) Fahrial Amiq, S.Or  M.Pd Kata Kunci: gaya mengajar reciprocal, gaya mengajar self check, motivasi, pembelajaran. Pembelajaran yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pengajar yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Pembelajaran pendidikan jasmani adalah memberi kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat dalam memberi peran lebih dalam pembelajaran secara optimal, dengan mengurangi perilaku yang menyimpang oleh guru dan peserta didik. Kegiatan pembelajaran bervariasi yang tidak akan membuat peserta didik jenuh dalam menerima pembelajaran dari guru dan akan membuat peserta didik menjadi termotivasi dalam kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengkaji perbedaan pengaruh gaya mengajar reciprocal dan gaya mengajar self check terhadap motivasi peserta didik pada pembelajaran pendidikan jasmani di kelas XI MAN Kota Batu. Metode penelitian ini yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu dengan variabel bebas yang dimanipulasikan adalah gaya mengajar reciprocal dan gaya mengajar self check, sedangkan untuk variabel terikatnya adalah motivasi peserta didik. Model penelitian ini didesain dengan rancangan pretest dan posttest dengan uji persyaratan analisis uji normalitas yang dikenal dengan uji one sample kolmogrov-smirnov dengan uji homogenitas menggunakan uji levene’s  signifikansi α = 0.05, dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan uji analisis satu jalur (one way anova). Dari hasil data yang diperoleh gaya mengajar reciprocal berdasarkan hasil signifikasi (α) > dari 0,05 (0,990 > 0,05), sedangkan hasil data yang diperoleh gaya mengajar self check mempunyai hasil signifikasi (α) > dari 0,05 (0,418 > 0,05). Jadi dapat disimpulkan tidak ada perbedaan terhadap motivasi awal dan akhir pada kelompok pembelajaran reciprocal dan self check. Hasil uji hipotesis menggunakan one way anova menunjukkan bahwa motivasi akhir pada kelompok pembelajaran reciprocal dan self check mempunyai Sig 0.354. Berdasarkan hasil signifikasi  (α) > dari 0,05 (0,354 > 0,05). Jadi dapat disimpulkan tidak ada perbedaan terhadap motivasi akhir pada kelompok pembelajaran reciprocal dan self check terhadap pembelajaran pendidikan jasmani. Dengan melihat hasil dari data yang diperoleh gaya mengajar reciprocal  dan self check tidak ada perbedaan pengaruh terhadap motivasi peserta didik, maka dapat disarankan guru untuk lebih memaksimalkan perannya dalam meningkatkan motivasi peserta didik terhadap pembelajaran pendidikan jasmani

    PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN TEKNIK DASAR SMASH PERMAINAN BOLAVOLI DENGAN MENGGUNAKAN ALAT BANTU BOLA GANTUNG UNTUK PESERTA EKSTRAKURIKULER DI SMK NEGERI 12 KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRACT PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN TEKNIK DASAR SMASH PERMAINAN BOLAVOLI DENGAN MENGGUNAKAN ALAT BANTU BOLA GANTUNG UNTUK PESERTA EKSTRAKURIKULER DI SMK NEGERI 12 KOTA MALANGErgyan SubagioDrs. Agus Tomi, M.PdDra. Sri Purnami, M.PdUniversitas Negeri MalangE-mail: [email protected] purpose ofthis research is to developing exercise model of basic technic smash using hanging ball that packaged inpocket book. The data were collected from quistionnaire form and students form. The justification from coach obtained 77,3% (enough valid) and justification from media adepter 83,3% (enough valid). From small group test were collected 76,7% (enough valid) and from large group test collected 78,8% (enough valid). The conclussion is the pocket book were enough valid to use in exercise at Vocation High School of 12 Malang’s extracurricular.Keyword: Development,booklets,training models, tools hanging ball,volley smash. AABSTRACT Penelitian ini bertujuan mengembangkan model latihan teknik dasar smash menggunakan alat bantu bola gantung yang dikemas dalam buku saku. Data dikumpulkan dari angket justifikasi dan angket siswa. Justifikasi kepelatihan didapatkan 77,3% (Cukup Vaid) dan justifikasi ahli media didapatkan 83,3% (Cukup Valid). Ujicoba kelompok kecil didapatkan 76,7% (Cukup Valid) dan uji coba kelompok besar didapatkan 78,8% (Cukup Valid). Sehingga di-simpulkan media buku saku cukup valid digunakan latihan di-ekstrakurikuler di SMK Negeri 12 Kota Malang.  aKata Kunci: Pengembangan, buku saku, model latihan, alat bantu bola gantung, smash bolavol

    Pengembangan Model Latihan Lay Up Kiri untuk Ekstrakurikuler Bolabasket SMK Negeri 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Wijaya, Misrandi. 2015. Pengembangan Model Latihan Lay Up Kiri untuk Ekstrakurikuler Bolabasket SMK Negeri 2 Malang . Skripsi Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs.Oni Bagus Januarto, M.Kes, (2) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd, M.Pd   Kata kunci: pengembangan, latihan, lay up, bolabasket Berdasarkan observasi pada saat kegiatan ekstrakurikuler bolabasket pada bulan November 2014 ditemukan berbagai macam kekurangan dalam latihan antara lain: (1) pelatih hanya menggunakan satu model latihan lay up kiri atau masih menggunakan model biasa yang menurut peneliti kurang afektif, yaitu peserta berbaris di pinggir lapangan dan langsung dribbling  menuju ring kemudian melakukan lau up kiri (2) pelatih belum mempunyai model latihan lay up yang menarik dan bervariasi, (3) semua peserta ekstrakurikuler yang belum menguasai teknik lay up kiri letak kesalahannya pada langkah kaki dan pelepasan bola. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model latihan lay up kiri bolabasket di ekstrakurikuler SMK N 2 Malang yang juga dilengkapi dengan buku panduan.Penelitian yang dilaksanakan di SMK N 2 Malang ini termasuk penelitian dan pengembangan (research and development) yang merujuk pada pendapat dari Borg & Gall (1983:775) yang hanya menggunakan sampai langkah ke-7. Dalam penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. Dari hasil analisis kebutuhan untuk siswa diperoleh hasil antara lain 80% siswa sangat suka permainan bolabasket, sebanyak 83,33% siswa latihan dengan intensitas 2 jam, sebanyak 90% siswa latihan 3 kali dalam seminggu, sebanyak 90% siswa menyatakan sangat perlu belajar teknik dasar bolabasket, 90% siswa setuju dikembangkan model latihan lay up kiri bolabasket, 86,66% siswa kurang menguasai lay up kiri, 90% siswa sangat kesulitan melakukan lay up kiri, dan 90% siswa menyatakan sangat memerlukan pengembangan model latihan lay up kiri, 93,33% siswa menyatakan buku sebagai media pengembangan model latihan lay up kiri. Dari hasil analisis validasi bolabasket diperoleh hasil 82,81%, ahli kepelatihan bolabasket 82,81%, ahli media 72,22%  maka produk pengembangan model latihan lay up kiri bolabasket di ekstrakurikuler SMK N 2 Malang layak digunakan pada kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di SMK N 2 Malang. Dari hasil uji coba (kelompok kecil) dengan menggunakan 12 siswa diperoleh persentase 89,70%, dan pada uji lapangan (kelompok besar) dengan menggunakan 30 subjek diperoleh persentase sebesar 90,71%. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pengembangan model latihan lay up kiri bolabasket di ekstrakurikuler SMK N 2 Malang dapat digunakan. Saran-saran peneliti dalam pengembangan penelitian ini menuju ke arah lebih lanjut, sebagai berikut: (1) sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui tingkat efektivitas produk yang dikembangkan ini, karena hasil pengembangan ini masih terbatas sampai tersusunnya sebuah produk saja, (2) untuk subjek penelitian diharapkan lebih luas, tidak hanya di SMK N 2 Malang saja, tetapi di sekolah-sekolah lain yang menyelenggarakan ektrakurikuler bolabasket

    Hubungan Kekuatan Otot Tungkai dengan Kemampuan Lompat Jauh Siswa Kelas Olahraga SMAN 1 Turen Malang

    No full text
    ABSTRAK   Meriyanto, Dwi. 2016. Hubungan Kekuatan Otot Tungkai dengan Kemampuan Lompat Jauh Gaya Jongkok Siswa Kelas Olahraga SMAN 1 Turen Malang. Skripsi, Program Studi S-1 Pendidikan Jasmani, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, FIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Siti Nurrochmah, M. Kes (2) Febrita Paulina H, S.Pd, M.Pd   Kata kunci : Hubungan, kekuatan otot tungkai, lompat jauh, gaya jongkok. Untuk mencapai suatu prestasi dalam cabang olahraga diharapkan pelatih memiliki pengetahuan tentang faktor yang mempengaruhi prestasi olahraga tersebut. Dalam cabang olahraga atletik khususnya lompat jauh, kondisi fisik sangat berpengaruh terhadap hasil lompatan yang diraih. Lompat jauh dibedakan menjadi beberapa komponen mulai dari awalan, tolakan, melayang di udara, dan mendarat. Kondisi fisik tersebut dipergunakan dalam setiap komponen mulai dari awalan sampai pendaratan yang diperoleh dari daya ledak otot, kekuatan otot, kecepatan lari, dan kondisi fisik lainnya. Dari beberapa kondisi fisik tersebut kekuatan otot tungkai merupakan salah satu faktor yang penting dalam kemampuan lompat jauh. Dikarenakan kekuatan otot tungkai dipergunakan untuk menolak pada saat pelompat melakukan tolakan, yang menentukan jauhnya lompatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dengan kemampuan lompat jauh gaya jongkok (2) untuk mengetahui besarnya sumbangan variabel kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan lompat jauh gaya jongkok siswa kelas olahraga SMAN 1 Turen Malang Rancangan penelitian yang dipakai adalah rancangan survei berbentuk korelasional. Dari populasi sebanyak 70 siswa diambil sampel 50% sebanyak 34 siswa diambil dengan teknik porposional purposive sistematic random sampling. Instrumen yang digunakan menggunakan tes fisik. Tes terdiri dari tes kekuatan otot tungkai menggunakan alat leg dynamometer dan kemampuan lompat jauh dengan tes lompat jauh. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistika inferensial berupa uji r, dan dilanjutkan dengan uji lanjut berupa uji t. Hasil analisis menunjukkan nilai r hitung sebesar 0,621 dan dibandingkan dengan r tabel (α 0,05) sebesar 0,339. Nilai rhitung > rtabel berarti ada hubungan antara variabel bebas dan terikat. Hasil analisis uji lanjut uji t diperoleh hasil t hitung  4,48 dan t tabel ttabel (α 0,05) sebesar 1,69 sehingga ada hubungan yang signifikan antara variabel kekuatan otot denan kemampuan lompat jauh. Besarnya sumbangan efektifitas sebesar 38,5% Hasil penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dengan kemampuan lompat jauh sebesar 38,5%. Saran bagi guru di SMAN 1 Turen khususnya kelas olaharaga untuk lebih menekankan latihan kekuatan otot tungkai untuk memperoleh lompatan yang maksimal

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇