SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    PENGARUH LATIHAN RUNNING WITH THE BALL TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN LARI PEMAIN PERSATUAN SEPAKBOLA DJAGUNG KOTA MALANG

    No full text
    Abstract: Football Association Djagung Malang have problem in speed running players, this research aims to improve speed running players. The  method used in this research is experiment with a population and a sample of 24 players. Test results show that the hypothesis gained 4,33 F count > F table 4,30 for running with the ball, exercises command to obtain the results of 0,11 F table 4,30. So there is a significant relationship between exercise running with the ball with the exercises of command. Key words:  running with the ball, speed running players.   Abstrak: Persatuan Sepakbola Djagung Kota Malang memiliki masalah dalam kecepatan lari pemain, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecepatan lari pemain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan jumlah populasi dan sampel 24 pemain. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa F hitung 4,33 > F tabel 4,30 untuk latihan running with the ball, latihan komando memperoleh hasil 0,11 F tabel 4,30. Sehingga ada pengaruh yang signifikan antara latihan running with the ball dengan latihan komando. Kata kunci: latihan running with the ball, kecepatan lari pemain

    Pengembangan Metode Latihan Teknik Asli Burung Garuda Tingkat Keluarga Strip Hijau Perguruan Perisai Diri Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK AchmadSofi’i. 2016. Pengembangan Metode Latihan Teknik Asli Burung Garuda Tingkat Keluarga Strip Hijau Perguruan Perisai Diri Cabang KabupatenMalang. Skripsi,Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd (2) Kurniati Rahayuni, S.Psi, M.Psi. Kata kunci:metode latihan, teknik asli Burung Garuda, siswa tingkat keluarga strip Hijau, Perisai Diri Cabang Kabupaten Malang Teknik asli Burung Garudamateriwajib dikuasaidalamUjianKenaikantingkat keluarga strip hijau. Hasil ujian kenaikan tingkat siswa Perisai Diri tingkat keluarga strip hijau menunjukkan bahwa persentase terbesar ketidak lulusan siswa pada teknik asli Burung Garuda. Hasil analisis kebutuhan melalui angket, 100% siswa perisai Diri menyatakan penting dilakukan pengembangan teknik asli Burung Garuda. Peneliti melakukan penelitian “Pengembangan Metode Latihan Teknik Asli Burung Garuda Tingkat Keluarga Strip Hijau Perguruan Perisai Diri Kabupaten Malang.” Tujuan penelitian dan pengembangan untuk menemukan solusi dari permasalahan yang ada, yaitu mengembangkanmetodelatihan teknik asliBurung Garuda yang menarik, mudah dipelajari dan mudah dipahamisebagaisumberbelajar. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan berupa model prosedural. Subjek penelitian evaluasi ahli terdiri dari 3 ahli dan subjek uji coba kelompok sebanyak 38 siswa. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Jenis data yang digunakan berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Teknik analisis data  menggunakan teknik data deskriptif kualitatif untuk analisis evaluasi ahli dan kuantitatif untuk analisis data dari analisis kebutuhan, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Hasil evaluasi ahli diperoleh persentase 90% dan uji coba kelompok besar diperoleh persentase 89%. Kesimpulan penelitian dan pengembangan dikaji dari evaluasi ahli bahwa produk pengembangan metode latihan teknik asliBurung Garuda tingkat keluarga strip hijau perguruan Perisai DiriKabupaten Malangdalambentukbukupanduandinyatakanbaikdan dapat digunakan. Dikaji dari uji coba kelompok metode latihan teknik asli Burung Garuda tingkat keluarga strip hijau perguruan Perisai Diri Kabupaten Malang sudah cukup mudah, menarik dan dapat digunakan sebagai penunjang latihan teknik asli Burung Garuda untuk siswa Perisai Diri tingkat keluarga strip hijau

    Pengaruh Latihan Plyometric Terhadap Kemampuan Explosive Power Otot Tungkai Untuk Peserta Ekstrakurikuler Bolavoli SMK Nasional Malang

    No full text
    ABSTRACT Tanjung, Ahmad Shufi. 2016. Pengaruh Latihan Plyometric Terhadap Kemampuan Explosive Power Otot Tungkai Untuk Peserta Ekstrakurikuler Bolavoli SMK Nasional Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Program Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E. Winarno, M.Pd dan (II) dr. Agung Kurniawan, M.Kes.Kata Kunci: Bolavoli, latihan plyometric, kemampuan explosive power (daya ledak).Permainan bolavoli merupakan salah satu permainan beregu yang menyenangkan bagi beberapa kalangan yang gemar bermain bolavoli. Dalam suatu permainan bolavoli daya ledak  merupakan salah satu teknik yang benar-benar harus diperhatikan. Sebab daya ledak merupakan bagian komponen fisik terpenting dalam permainan bolavoli. Pelaksanaan proses latihan bermain bolavoli siswa ekstrakurikuler bolavoli SMK Nasional Malang, menunjukan adanya masalah yaitu, rendahnya kemampuan explosive power dibandingkan dengan kemampuan pada fisik bolavoli yang lain. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan explosive power adalah dengan menggunakan latihan plyometric.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh latihan plyometric dan latihan konvensional terhadap kemampuan explosive power  siswa pada permainan bolavoli.Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan sampel 15 kelompok eksperimen dan 15 kelompok kontrol peserta ekstrakurikuler bolavoli SMK Nasinal Malang. Sampel dibagi dalam dua kelompok dengan cara matching. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes vertical jump.Hasil Analisis sebagai berikut: (1) Latihan plyometric kelompok eksperimen diperoleh rata-rata pretest 32,66 dan posttest 34,4, (sig=0,473). Berdasarkan temuan tersebut diperoleh sig >0,05, maka (Ho) diterima. (2) Kelompok latihan konvensional kelompok kontrol mempunyai rata-rata pretest 32,33 dan posttest 32,73, (sig=0,082). Berdasarkan temuan tersebut diperoleh sig>0,05 maka (Ho) diterima. (3) Kelompok latihan plyometric mempunyai pengaruh lebih baik dan lebih besar dengan nilai rata-rata tes akhir 34,4 dibandingkan dengan kelompok latihan konvensional dengan nilai rata-rata 32,7. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa latihan plyometric dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan explosive power pemain bolavoli, karena latihan tersebut merupakan latihan yang mengandung unsur kecepatan dan kekuatan sehingga kemampuan explosive power  siswa dapat meningkat, hal itu dapat dilihat pada bab v bahwa latihan plyometric memberikan pengaruh lebih besar dari pada latihan konvensional dalam upaya peningkatan kemampuan explosive power bolavoli

    PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR BULUTANGKIS BERBASISE-LEARNING MENGGUNAKAN MEDIA ADOBEFLASH PADA EKSTRAKURIKULER DI SMA NEGERI 2 BLITAR

    No full text
    ABSTRAK   Dewi, Rosaprilla. S. 2015. Pengembangan Pembelajaran Teknik Dasar Bulutangkis Berbasis E-learning Menggunakan Media Adobe Flash padaEkstrakurikuler di SMA Negeri 2 Blitar. Skripsi, Jurusan PendidikanJasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas NegeriMalang. Pembimbing: (I) Drs. Oni Bagus Januarto, M. Kes, (II) Dra. SriPurnami, M. Pd   Kata Kunci: multimedia interaktif, e-learning Pembelajaran interaktif biasanya digunakan dalam suatu pembelajaran di dalam jam sekolah. Namun selain dapat digunakan pada jam sekolah multimedia interaktif ini juga dapat digunakan di luar jam sekolah seperti ekstrakurikuler. Selain itu pembelajaran multimedia interaktif dapat diakses di rumah. Menurut observasi dan analisis kebutuhan yang telah dilakukan peneliti kepada 12 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bulutangkisdan pelatih ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Blitar diperoleh data sebanyak 66,66% pelatih dalam memberikan penjelasan kurang jelas, sebanyak 100% siswa memilih media pembelajaran e-learning untuk membantu berlatih atau belajar tentang bulutangkis, dan sebanyak 58,33% siswa memilih pembelajaran e-learning dikembangkan dengan menggunakan adobe flash. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengembangkan pembelajaran teknik dasar bulutangkis berbasis e-learningmenggunakan media adobe flashpada ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Blitar yang dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis. Metode penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan milik Borg and Gall yang disederhanakan karena adanya keterbatasan-keterbatasan yang ada. Instrumen pengumpulan data penelitian dan pengembangan ini berupa angket kuesioner. Angket kuesioner tersebut diberikan kepada ahli bulutangkis, ahli kepelatihan bulutangkis dan ahli media. Uji coba kelompok kecil dilakukan terhadap siswa di SMA Negeri 2 Blitar sebanyak 7 siswa putra dan putri yang dipilih secara acak, sedangkan uji kelompok besar dilakukan terhadap produk yang dikembangkan dengan menggunakan subjek uji coba 30 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis SMA Negeri 2 Blitar yang juga dipilih secara acak. Hasil dari uji coba kelompok kecil adalahsangat valid dengan persentase 75,41%, maka produk ini dapat digunakan tanpa revisi. Sedangkan dari uji coba kelompok besar diperoleh hasil sangat valid dengan persentase 83,91% jadi produk ini dapat digunakan tanpa revisi.Sehingga media pembelajaran ekstrakurikuler bulutangkis berbasis e-learningmenggunakan media adobe flash ini layak dan dapat digunakan untuk pengembangan pembelajaran teknik dasar bulutangkis berbasis e-learning menggunakan media adobe flash pada ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Blitar. Pada penelitian dan pengembangan ini hanya terbatas pada pengembangan produk. Maka peneliti menyarankan agar dilakukan penelitian selanjutnya yang menguji keefektifan produk yang dikembangkan

    MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN VARIASI GERAK DASAR KE DALAM MODIFIKASI ATLETIK MENGGUNAKAN METODE BERMAIN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 3 NGADISUKO KECAMATAN DURENAN KABUPATEN TRENGGALEK

    No full text
    ABSTRAK   Herlambang, Joka. 2015. Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran  Variasi Gerak Dasar Ke Dalam Modifikasi Atletik Menggunakan Metode Bermain Pada Kelas V SD Negeri 3 Ngadisuko Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Supriyadi, M.Kes., (II) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd.   Kata Kunci: keaktifan, pembelajaran, gerak dasar atletik, bermain. Pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan variasi gerak dasar merupakan salah satu materi yang diajarkan di Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa keaktifan siswa kelas V SD Negeri 3 Ngadisuko Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek dalam pembelajaran variasi gerak dasar tergolong rendah karena dari ketiga indikator keaktifan yang diamati, seperti: a) Keaktifan dalam Pembelajaran 50%, b) Enjoy/senang 45%, c) Motivasi 47,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran variasi gerak dasar menggunakan metode bermain, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. Metode bermain yang digunakan yaitu permainan piring terbang, pemburu hantu, kotak misteri, cumi bakar, pasang cincin, dan ambil cumi. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran variasi gerak dasar kelas V SD Negeri 3 Ngadisuko Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek dengan menggunakan Metode bermain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa mengalami peningkatan pada pembelajaran gerak dasar atletik selama siklus I dan siklus II. Dari indikator a) keaktifan dalam pembelajaran 53,9% pada siklus I meningkat menjadi 78,5% siklus II, indikator b) enjoy/senang 55,5% pada siklus I meningkat menjadi 80,6% siklus II, dan indikator c) motivasi 49,1% pada siklus I meningkat menjadi 80,1% siklus II. Berdasarkan hasil temuan pada penelitian dapat disimpulkan bahwa Metode bermain yang diberikan oleh guru dalam penelitian dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran gerak dasar atletik pada siswa kelas V SD Negeri 3 Ngadisuko Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. Sedangkan saran berdasarkan penelitian ini: a) pemahaman guru akan keaktifan siswa perlu ditingkatkan yang bertujuan agar kualitas pembelajaran semakin baik, b)  guru diharapkan lebih kreatif dan variatif dalam penyampaian materi pembelajaran.   ABSTRACT   Herlambang, Joka. 2015. Increasing student’s active in learning basic motion variation into athletic modification by using play method at fifth grade of SDN 3 Ngadisuko, Durenan, Trenggalek. Thesis, The Education of Body and Health Department, Science of Sport Faculty, University of Malang. Advisor: (I) Dr. Supriyadi, M.Kes., (II) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd.   Key Words: active, learning, athletic basic motion, play On physical education lesson, basic motion variation is one of the material which is taught in the elementary school, based on the first observation, the result is that the student’s active of fifth grade SDN 3 Ngadisuko, Durenan, Trenggalek on the learning of basic variation motion is in low classified because from three active indicators which is watched, for example : a) the active of learning is 50 %, b) enjoy 45 %, c) motivation 47,5 %. The purpose of this research is for increasing the active of student on the learning basic motion variation by using a play method, so that the purpose of learning can be achieved maximally. The playing method that is used is piring terbang, pemburu hantu, kotak misteri, cumi bakar, pasang cincin, dan ambil cumi. The program of this research uses Class action research (Penelitian Tindakan Kelas). The goalof this research is for knowing the increase of student’s active on the learning basic motion variation on fifth grade SDN 3 Ngadisuko, Durenan, Trenggalek. By using a play method. The result of research shows that the active student gets an increase on the learning basic motion variation during 1st siklus and 2nd siklus. From indicators a) the active of learning 53,9% on 1st siklus increases being 78,5% 2nd siklus, indicator b) enjoy 55,5 % on 1st siklus increases being 80,6 % 2nd siklus, and indicator c) motivation 49,1 % on 1st siklus increases being 80,1 % 2nd siklus. Based the finding result on research can conclude that a play method which is given by teacher on research can increase the active student on the learning basic motion learning on the fifth grade SDN 3 Ngadisuko, Durenan, Trenggalek. Meanwhile sugest based tis research. a) teacher understanding cause of student’s active needs to get an increase which has purpose in order to the quality of learning is going to better. B) teacher is hoped being more creative and variative on giving a learning material

    Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Atletik Gerak Dasar Lari Menggunakan Metode Bermain Untuk Siswa Kelas III Sekolah Dasar Brawijaya Smart School Malang.

    No full text
    ABSTRAK    Pradana, Muhamad Rangga Putra. 2014. Meningkatkan Keaktifan BelajarSiswa dalam Pembelajaran Atletik Gerak Dasar Lari  Menggunakan MetodeBermain Untuk Siswa Kelas III Sekolah Dasar Brawijaya Smart School Malang.Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E Winarno, M.Pd. (II)Dra. Sulistyorini, M.Pd.   Kata Kunci: Keaktifan siswa, pembelajaran atletik gerak dasar lari, metodebermain Keaktifan siswa adalah aktivitas belajar siswa dalam mengembangkanpengetahuan secara optimal. Dalam pembelajaran sangat diperlukan adanyaaktivitas untuk menunjang materi pembelajaran itu sendiri dengan baik. Untuk ituguru diharapkan mampu memberikan variasi pembelajaran untuk merangsangsiswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran. Maka dari itu metode bermainmerupakan salah satu pembelajaran dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmaniyang harus diterapkan pada siswa Sekolah Dasar Brawijaya Smart School Malangagar pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalampembelajaran atletik gerak dasar lari menggunakan metode bermain pada siswakelas III Sekolah Dasar Brawijaya Smart School Malang. Metode penelitian yangdigunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan datayang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan. Metode penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas denganmemakai 2 siklus dan dalam setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan denganjumlah keseluruhan pertemuan yang ada dalam penelitian terdapat 6 kalipertemuan. Dari hasil penelitian ini terbukti mampu meningkatkan keaktifansiswa kelas III Sekolah Dasar Brawijaya Smart School Malang dengan hasilpeningkatan rata-rata penilaian keaktifan siswa dalam pembelajaran atletik gerakdasar lari pada siklus 1 dan siklus 2 dapat dilihat diantaranya melakukan kegiatanpembelajaran gerak dasar atletik dengan sungguh-sungguh dari 65% menjadi82%, mengikuti proses pembelajaran dari awal sampai akhir dan tepat waktu dari73% menjadi 87%, ketertarikan siswa pada materi pembelajaran atletik gerakdasar lari yang diberikan oleh guru dari 56% menjadi 82%, ketertarikan terhadapbermain pada saat pembelajaran dari 74% menjadi 93%, berusaha memahamimateri pembelajaran atletik gerak dasar lari yang diberikan oleh guru dari 61%menjadi 81%, melaksanakan apa yang diperintahkan oleh guru dari 60% menjadi80%. Kesimpulan penelitian ini adalah pembelajaran atletik gerak dasar larimelalui metode bermain dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas III SekolahDasar Brawijaya Smart School Malang

    Pengembangan Pola Latihan Menggunakan Karet Ban Untuk Meningkatkan KeterampilanTendangan TPada Olahraga Pencak Silat Setia Hati Terate Rayon Hadiwarno, Pacitan

    No full text
    ABSTRAK   Yosniar, Efi.2015. Pengembangan Pola Latihan Menggunakan Karet Ban Untuk Meningkatkan KeterampilanTendangan TPada Olahraga Pencak Silat Setia Hati Terate Rayon Hadiwarno, Pacitan.Skripsi, JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. EkoHariyanto, M.Pd, (II) KurniatiRahayuni, S.Psi, M.Psi.   Kata Kunci: pengembangan, polalatihan,karet ban,keterampilan, tendangan T, SetiaHatiTerate   Pencaksilatmerupakansalahsatuhasilbudayabangsa Indonesia yang bersifatturuntemurun, yang terdiridariberbagaiperguruanataualiranpencaksilat.Salah satunyayaituPersaudaraanSetiaHatiTerate.Tendangan T merupakanserangan yang dilakukan dengan posisi berdiri, mengangkat lutut setinggi sasarandenganposisimenyamping.Di tempatlatihanPencak Silat Setia Hati Terate Rayon Hadiwarnotendangan T diajarkankepadapesertalatihan.Berdasarkanobservasidananalisiskebutuhan yang dilakukanolehpeneliti, makadidapatkan data sebanyak66,67%siswasangatmemerlukan latihan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan tendangan, dan 26,66% memerlukanlatihan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan tendangan. 86,67%siswakurangbaikdalam melakukan tendangan T kaki kanan.73,34%siswakurangbaikdalam melakukan tendangan T kaki kiri, dan 13,33% siswatidakbaikdalammelakukantendangan T kaki kiri. 66,66% siswasangat membutuhkan adanya pola-pola latihan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan tendangan T, dan 20% siswamembutuhkanadanya pola-pola latihan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan tendangan T.Disini terlihat siswa yang mengikutilatihan banyak yang merasa kesulitanpada saat latihan, terutama pada saat latihan menendang khususnya tendangan T, dan siswa menyatakan membutuhkan pola latihan untuk meningkatkan keterampilan tendangan T.Penelitianinibertujuanuntukmembuatpola latihan menggunakan karet ban untuk meningkatkan keterampilantendangan Tpada olahraga Pencak Silat Setia Hati Terate rayon Hadiwarno, Pacitan agar lebihefektifdanefisienDalampenelitianini, penelitimenggunakantahap-tahappenelitiandanpengembangandari model Borg and Gall (1983:775) yang sudahdisederhanakanmenjadi 7 langkaholehdariArdhana (2002:9), tahap-tahapdalampengembangantersebut adalah: 1) Melakukan analisiskebutuhan 2) Membuat produk awal 3) Evaluasi ahli 4) Uji coba kelompok kecil 5) Revisi produk awal6) Uji coba kelompok besar 7) Revisi produk akhir.Instrumen yang digunakanadalahberupaangketberisitentangrancanganproduk yang telahdibuat.Teknikanalisis data yang digunakanadalahanalisiskualitatifdankuantitatifberupapersentase. Polalatihaninidirancangdandikembangkanmelalui saran danevaluasidariparaahli, ahlipencaksilat, ahli media, ahlikepelatihanpencaksilat.Secarakeseluruhanparaahlimenyetujuiproduk yang dikembangkanlayakdigunakanuntukpesertalatihanPencak Silat Setia Hati Terate Rayon Hadiwarno, Pacitan. Data yang diperolehpadaujicobakelompokkecilsebesar86,16%, sedangkanuntukujicobakelompokbesar85,59%. Berdasarkanhasil yang diperoleh di atas, produkpengembanganberupabukupanduanpola latihan menggunakan karet ban untuk meningkatkan keterampilantendangan Tpada olahraga pencak silat Setia Hati Terate rayon Hadiwarno, Pacitanlayakdigunakandalamlatihandandiharapkanmenjadisalahsatualternatif model latihanpadapencaksilatSetiaHatiTeratedalamhalmelatihketerampilantendangan

    Pengaruh Kombinasi Latihan Power Tungkai Terhadap Peningkatan Keterampilan Passing Bagi Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler Sepakbola SMPN 21 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Dany, Mahatma, Megha. 2015. Pengaruh Kombinasi Latihan Power Tungkai terhadap Peningkatan Keterampilan Passing Bagi Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler Sepakbola SMPN 21 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Dr. Hariyoko, M.Pd.   Kata Kunci: kombinasi latihan power tungkai, keterampilan passing sepakbola. Sepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan oleh dua tim di lapangan, ada beberapa teknik yang harus dikuasai dalam permainan sepakbola, teknik mengoper bola (passing), dari keterampilan passing peserta ekstrakurikules sepakbola SMPN 21 Malang memiliki permasalahan ketika peserta melakukan teknik passing, saat melakukan passing peserta terbilang kurang maksimal dan pesetra belum menguasai saat mengumpan kepada teman satu tim. Hal ini disebabkan karena pelatih terdahulu kurang memberikan porsi latihan yang bervariasi pada  passing dengan mengunakan cone dan monoton. Salah satu latihan untuk meningkatkan prestasi passing yaitu dengan menggunakan kombinasi latihan power tungkai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi latihan power terhadap peningkatan keterampilan passing bagi peserta kegiatan ekstrakurikuler sepakbola SMPN 21 Malang. Rancangan penelitian yang dipakai adalah eksperimen yang dilakukan kepada peserta ekstrakurikuler SMPN 21 Malang dengan rentang usia 13-15 tahun. Jumlah sampel 24 peserta dan dibagi dalam dua kelompok dengan teknik ordinal pairing matching. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes passing kontrol sepakbola. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Varian (ANAVA) satu jalur. Berdasarkan hasil analis data, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, kombinasi latihan power memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan passing peserta ekstrakurikuler sepakbola (Fhitung = 13,74 > Ftabel 4,30). Kedua, latihan komando tidak pengaruh  terhadap peningkatan keterampilan passing bagi peserta ekstrakurikuler sepakbola (Fhitung = 1,49 Ftabel 4,30). Saran yang diberikan kepada pelatih ekstrakurikuler sepakbola SMPN 21 Malang, sebaiknya menggunakan kombinasi latihan power tungkai sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan keterampilan passing, karena perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan kombinasi latihan power tungkai memberikan pengaruh yang baik dari pada latihan komando terhadap peningkatan keterampilan passing bagi peserta kegiatan ekstrakurikuler sepakboa SMPN 21 Malang

    Pengaruh Latihan Kombinasi Tricks and Turns terhadap Prestasi Dribbling Sepakbola Siswa SSB Maha Putra Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Pujo, Hasto Pratowo. 2015. Pengaruh Latihan KombinasiTricks and TurnsterhadapPrestasi Dribbling SepakbolaSiswa SSB Maha Putra Kota Malang. Skripsi, JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. EkoHariyanto, M.Pd, (II) Dr. Hariyoko, M.Pd. Kata Kunci: latihan kombinasi tricks and turns, dribbling sepakbola, siswa SSBSepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan oleh dua tim di lapangan.Ada beberapa teknik yang harus dikuasai dalam permainan sepakbola, terutama teknik menggiring bola (dribbling).Siswa SSB Maha Putra Kota Malang memiliki permasalahan dalammenggiring bola yaituketika dihadang lawan siswa tidak mengembangkan teknik dribbling dengan cara melewati lawan melainkan lebih memberikan umpan atau operan kepada teman. Hal ini disebabkan karena pelatih kurang memberikan porsi latihan yang bervariasi. Salah satu latihan untuk meningkatkan prestasi dribbling yaitu dengan menggunakan latihan kombinasi tricks and turns. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihankombinasi tricks and turns terhadapprestasidribbling sepakbolasiswa SSB Maha Putra Kota Malang. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen. Sampel penelitian ini adalah 24 siswa Sekolah Sepakbola (SSB) Maha Putra Kota Malang. Kemudian Sampel penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen latihan kombinasi tricks and turns berjumlah 12 siswa dan kelompok komando berjumlah 12 siswa. Analisis data dari penelitian ini yaitu berupa teknik analisis varians satu jalur. Dari hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian. Pertama latihan kombinasi tricks and turns memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi dribbling siswa SSB Maha Putra Kota Malang (F hitung = 16,91 > F tabel 4,30). Kedua, latihan komando tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi dribbling siswa SSB Maha Putra Kota Malang (F hitung = 0,20 F tabel 4,30). Saran yang dapat diberikan kepada pelatih SSB Maha Putra Kota Malang, sebaiknya menggunakan latihan kombinasi tricks and turns sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan prestasi dribbling, karena perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan ternyata latihan kombinasi tricks and turns memberikan pengaruh yang lebih baik daripada latihan komando terhadap prestasi dribbling siswa SSB Maha Putra Kota Malang

    Pengembangan MetodeLatihan Teknik Meliwis Tingkat Keluarga Strip Putih Perguruan Silat Perisai Diri Cabang Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan

    No full text
    ABSTRAK   Herwansyah. 2015. Pengembangan MetodeLatihan Teknik Meliwis Tingkat Keluarga Strip Putih Perguruan Silat Perisai Diri Cabang Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd (2) Kurniati Rahayuni, S.Psi., M.Psi.  Kata kunci: metodelatihan, teknik meliwis, siswa tingkat keluarga strip putih, Perisai Diri Cabang Kabupaten MalangPencak silat merupakan salah satu olahraga beladiri yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Pencak silat dijadikan sarana dalam membela diri dari hal-hal yang dapat mengancam keselamatan diri. Dari berbagai cara usaha membela diri di setiap daerah memiliki teknik yang berbeda, maka munculah berbagai perguruan silat di Indonesia salahsatunya adalah perguruan silat Perisai Diri. Teknik meliwis sebagai salah satu teknik asli perguruan silat Perisai Diri yang harus dikuasai siswa pada tingkatan keluarga strip putih. Siswa diharuskan hafal dan mampu melaksanakan rangkaian meliwis dengan benar sebagai salah satu materi wajib dalam ujian kenaikan tingkat. Berdasarkan penelitian awal melalui penyebaran angket analisis kebutuhan pada 10 siswatingkat keluarga strip putih yang menyatakan bahwa70% rangkaian teknik meliwis yang diberikan oleh pelatih kurang mudah dan sulit dilakukan.Dapat dibuktikan dalam data ujian kenaikan tingkat periode 2012 hingga 2014 jumlah persentase ketidaklulusan teknik meliwis selalu paling tinggi diantara teknik yang lain.Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan solusi dari permasalahan, yaitu dengan mengembangkan metodelatihan teknik meliwis yang menarik, mudah dipelajari dan mudah dipahamijuga sebagai sumber belajar. Metode yang digunakan penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan Borg dan Gall (1983:774)yang diadaptasi menjadi lebihsederhana yaitu: 1)Mengumpulkan informasi: (a) mengkaji bahan pustaka, (b) analisis kebutuhan. 2) Mendesain produk. 3) Validasi ahli. 4) Revisi I. 5) Uji coba tahap I (8 siswa). 6)Revisi II. 7) Uji coba tahap II (30 siswa). Produk yang dikembangkan adalah metodelatihan teknik meliwis tingkat  keluarga strip putih menggunakan buku panduanberisi tentang materi meliwis,intruksi cara melakukan, serta gambar-gambar yang bertujuan memberikan kemudahan kepada siswa untuk mempelajari dan memahami 29 rangkaian teknik meliwis.Dari hasil evaluasi ahli Perisai Diri diperoleh persentase 85,71%, ahli kepelatihan pencak silat diperoleh persentase 85,18%, dan ahli media diperoleh persentase82% dan uji tahap I(8 siswa) diperoleh persentase 90,54% , dan pada uji tahap II (30 siswa) diperoleh persentase 89,01% sehingga produkpengembangan metode latihan teknik meliwis tingkat keluarga strip putih perguruan silat Perisai Diri cabang Kabupaten Malang dalam bentuk buku panduan dinyatakan baik dan dapat digunakan. Pengembangan metode latihan teknik meliwisdiharapkan mampu meningkatkan minat sekaligus sebagai sumber belajar dan latihan siswa dalam menguasai rangkaian teknik meliwis secara benar. Selain itu, dalam penyebarluasan produk diharapkan subyek penelitian lebih luas lagi, tidak hanya di cabang Malang, tapi juga di cabang-cabang Perisai Diri yang lain

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇