SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    Pengembangan Model Latihan Koordinasi Menggunakan Variasi Tekanan Bola untuk Atlet Junior Tenis Lapangan di Kabupaten Jombang

    No full text
    ABSTRAK Dyah, Nurika. 2016.PengembanganModel LatihanKoordinasiMenggunakanVariasiTekanan Bola untukAtlet Junior TenisLapangan di KabupatenJombang.Skripsi, JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaanUniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Mulyani Surendra, M.S., (II) Drs. Supriatna, M.Pd.   Kata Kunci: latihan koordinasitenislapangan, macam tekanan bolatenis lapangan, atlet tenislapangan Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti kepada 13 atletdan 2 pelatih di PelatihanTenisLapangan PELTI KabupatenJombang, denganhasilsebagaiberikut: 1) 6 atlet (46,15%) menyatakansangatperlu , sisanya 7atlet (53,84%) menyatakanperluadanyapengembangan model latihan koordinasi menggunakan variasi tekanan bola, 2) 100% pelatihmenjawab model latihankoordinasimenggunakanvariasitekanan bola tidakpernahdiberikankepadaatlet, 3) 100% pelatihdan 92,3% atletmenjawab model latihankoordinasimenggunakanvariasitekanan bola lebihsetujumenggunakan video, pelatihjugamenambahkansetelahmemasuki 3 bulanlatihankebanyakandariatletberhentiberlatih. Penelitian ini bertujuan untukmengembangkan model latihankoordinasimenggunakanvariasitekanan bola yang dikemas dalam bentuk video. Penelitian yang dilaksanakan pada atlet junior di KabupatenJombang ini termasuk penelitian dan pengembangan (research and development) yang mengacu pada model pengembangan Borg and Gall (1983:775) dan disederhanakan langkah-langkahnya menjadi 7 langkah sesuai dengan pendapat Ardhana (2002:9). Hasil pengembangan model latihaninidiperoleh data sebagai berikut ini: 1) ahli kepelatihan tenis lapangan yaitu 87,5% (layak diuji cobakan), 2) ahli media yaitu 89,2% (layak diuji cobakan), 3) uji coba kelompok keciluntuk observer danatletusia di bawah 10 tahun yaitu 81,7% (dapat digunakan untuk uji coba kelompok besar), 4)uji coba kelompok keciluntukatletusia 10-16 tahunyaitu 86,6%(dapat digunakan untuk uji coba kelompok besar), 5) uji coba kelompok besar untuk observer danatletusia di bawah 10 tahunyaitu96,7%(dapat digunakan tanpa revisi), 6)uji coba kelompok besar untukatletusia 10-16 tahunyaitu 91,6% (dapat digunakan tanpa revisi). Sehingga model latihankoordinasimenggunakanvariasitekanan bola dalambentuk video dapat digunakan. Model latihaninimemilikidurasi video 18 menit 15 detik, format video MPG, ukuran 1,99 GB, danisi video yaituDynamic Stretching, Mini Square and Static Cone, Mini Square and Dinamic Cone, Square and Static Cone, Square and Dinamic Cone, Catch Ball Free Hand and Throw Back, Catch Right and Left Ball, Right Catch Right Up, Right Catch Left Up, Hit Ball Free Hand with Racket, Hit Ball to Zone with Racket, danCooling Down. Dari hasiltersebutdiharapkanpengembanganmodel latihankoordinasiinibisadipergunakansebagaipenyampaianinformasitentanglatihankoordinasimenggunakanvariasitekanan bola agar latihanlebihbervariasidanmenghindarkan rasa bosanpadaatlet junior di KabupatenJombang

    Upaya Meningkatkan Keterampilan Pukulan Forehand Smash Untuk Pemain Bulutangkis Menggunakan Teknik Latihan Bervariasi Pada Atlet PB. Pendowo Kepanjen Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Prasetyo, Taufan Bayu. 2016. “Upaya Meningkatkan Keterampilan Pukulan Forehand Smash Untuk Pemain Bulutangkis Menggunakan Teknik Latihan Bervariasi Pada Atlet PB. Pendowo Kepanjen Kabupaten Malang”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes. (II) Usman Wahyudi, S.Pd., M.Pd.   Kata Kunci: Pukulan forehand smash bulutangkis, bulutangkis, Keterampilan. Bulutangkis adalah olahraga yang dimainkan menggunakan raket sebagai alat pemukul dan shuttlecock sebagai objek yang dipukul. Salah satu teknik dasar yang sering digunakan dalam mendapatkan poin adalah pukulan smash. Pada observasi awal yang dilakukan di PB. Pendowo Kepanjen Kabupaten Malang diketahui bahwa teknik smash memiliki tingkat kebenaran sebesar 41,6%, tingkat kesalahan 58,4%, dari total intensitas 149 kali melakukan smash, dapat diketahui bahwa penguasaan keterampilan pukulan smash masih kurang dikuasai oleh atlet PB. Pendowo Kepanjen Kabupaten Malang dibandingkan dengan teknik pukulan yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar pukulan forehand smash dengan menggunakan teknik latihan bervariasi pada atlet bulutangkis di PB. Pendowo Kepanjen Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan olahraga dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan melalui dua siklus dengan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah atlet bulutangkis PB. Pendowo Kepanjen Kabupaten Malang dengan sebanyak 20 atlet. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan pelatih untuk menyusun program latihan selama 2 siklus dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi (pengamatan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan teknik pukulan forehand smash atlet PB. Pendowo mengalami peningkatan setelah dilakukan latihan smash dengan bebagai variasi. Latihan dilakukan dengan dua siklus masing-masing 3 pertemuan setiap siklus. Tingkat keberhasilan atlet PB. Pendowo pada siklus 1 dengan persentase ketuntasan keseluruhan teknik pukulan forehand smash  hasil dari observer 1 (peneliti) sebanyak 55,4% dari observer 2 (pelatih) sebanyak 57,9%. Sedangkan tingkat keberhasilan atlet PB. Pendowo pada siklus 2 dengan persentase ketuntasan keseluruhan teknik pukulan forehand smash hasil dari observer 1 (peneliti) sebanyak 78,5% dari observer 2 (pelatih) sebanyak 76,8%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan variasi latihan smash dapat meningkatkan keterampilan pukulan forehand smash atlet PB. Pendowo Kepanjen Kabupaten Malang. Disarankan bagi pelatih bulutangkis PB. Pendowo Kepanjen Kabupaten Malang dapat lebih kreatif dalam memberikan materi latihan agar atlet lebih aktif dan semangat dalam mengikuti latihan bulutangkis

    Pengembangan MetodeLatihan Teknik Meliwis Tingkat Keluarga Strip Putih Perguruan Silat Perisai Diri Cabang Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK   Herwansyah. 2015. Pengembangan MetodeLatihan Teknik Meliwis Tingkat Keluarga Strip Putih Perguruan Silat Perisai Diri Cabang Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd (2) Kurniati Rahayuni, S.Psi., M.Psi.  Kata kunci: metodelatihan, teknik meliwis, siswa tingkat keluarga strip putih, Perisai Diri Cabang Kabupaten MalangPencak silat merupakan salah satu olahraga beladiri yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Pencak silat dijadikan sarana dalam membela diri dari hal-hal yang dapat mengancam keselamatan diri. Dari berbagai cara usaha membela diri di setiap daerah memiliki teknik yang berbeda, maka munculah berbagai perguruan silat di Indonesia salahsatunya adalah perguruan silat Perisai Diri. Teknik meliwis sebagai salah satu teknik asli perguruan silat Perisai Diri yang harus dikuasai siswa pada tingkatan keluarga strip putih. Siswa diharuskan hafal dan mampu melaksanakan rangkaian meliwis dengan benar sebagai salah satu materi wajib dalam ujian kenaikan tingkat. Berdasarkan penelitian awal melalui penyebaran angket analisis kebutuhan pada 10 siswatingkat keluarga strip putih yang menyatakan bahwa70% rangkaian teknik meliwis yang diberikan oleh pelatih kurang mudah dan sulit dilakukan.Dapat dibuktikan dalam data ujian kenaikan tingkat periode 2012 hingga 2014 jumlah persentase ketidaklulusan teknik meliwis selalu paling tinggi diantara teknik yang lain.Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan solusi dari permasalahan, yaitu dengan mengembangkan metodelatihan teknik meliwis yang menarik, mudah dipelajari dan mudah dipahamijuga sebagai sumber belajar. Metode yang digunakan penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan Borg dan Gall (1983:774)yang diadaptasi menjadi lebihsederhana yaitu: 1)Mengumpulkan informasi: (a) mengkaji bahan pustaka, (b) analisis kebutuhan. 2) Mendesain produk. 3) Validasi ahli. 4) Revisi I. 5) Uji coba tahap I (8 siswa). 6)Revisi II. 7) Uji coba tahap II (30 siswa). Produk yang dikembangkan adalah metodelatihan teknik meliwis tingkat  keluarga strip putih menggunakan buku panduanberisi tentang materi meliwis,intruksi cara melakukan, serta gambar-gambar yang bertujuan memberikan kemudahan kepada siswa untuk mempelajari dan memahami 29 rangkaian teknik meliwis.Dari hasil evaluasi ahli Perisai Diri diperoleh persentase 85,71%, ahli kepelatihan pencak silat diperoleh persentase 85,18%, dan ahli media diperoleh persentase82% dan uji tahap I(8 siswa) diperoleh persentase 90,54% , dan pada uji tahap II (30 siswa) diperoleh persentase 89,01% sehingga produkpengembangan metode latihan teknik meliwis tingkat keluarga strip putih perguruan silat Perisai Diri cabang Kabupaten Malang dalam bentuk buku panduan dinyatakan baik dan dapat digunakan. Pengembangan metode latihan teknik meliwisdiharapkan mampu meningkatkan minat sekaligus sebagai sumber belajar dan latihan siswa dalam menguasai rangkaian teknik meliwis secara benar. Selain itu, dalam penyebarluasan produk diharapkan subyek penelitian lebih luas lagi, tidak hanya di cabang Malang, tapi juga di cabang-cabang Perisai Diri yang lain

    pengembangan model latihan block permainan bolavoli pada kegiatan ekstrakurikuler di SMK Negeri 6 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Wahyuda, Thedy A. 2015. Pengembangan Model Latihan Block Permainan Bolavoli Pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMK Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M. E. Winarno, M.Pd, (II) Drs. Agus Tomi, M.Pd.   Kata Kunci: pengembangan, model latihan, block, permainan bolavoli. Permainan bolavoli adalah olahraga beregu yang dimainkan oleh dua regu, setiap regu terdiri dari enam orang pemain. teknik dasar bermain bolavoli dibagi menjadi empat macam yaitu teknik service, passing, smash, dan block. Teknik block dalam permainan bolavoli digunakan untuk membendung/menahan serangan yang dilakukan oleh lawan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti pada peserta kegiatan ekstrakurikuler di SMK Negeri 6 Malang, latihan block merupakan kebutuhan sampingan bahkan tidak pernah diberikan dalam latihan. Pelatih hanya mengutamakan passing, service, dan smash. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan sebuah produk yaitu model latihan block permainan bolavoli pada kegiatan ekstrakurikuler di SMK Negeri 6 Malang. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan prosedural dengan langkah-langkah yang merujuk pada Borg and Gall (1983:775) yang terdiri dari 10 langkah, namun penelitian ini hanya menggunakan 7 langkah diantaranya adalah: (1) analisis kebutuhan, (2) membuat produk awal yaitu, pembuatan model latihan block permainan bolavoli dengan 7 model formasi latihan yang akan diberikan, (3) evaluasi ahli, (4) revisi produk, (5) uji coba produk, (6) uji lapangan, dan (7) hasil akhir. Instrumen yang digunakan adalah berupa angket berisi tentang rancangan produk yang telah dibuat. Desain uji coba menggunakan dua tahap yaitu tahap evaluasi ahli yakni ahli permainan bolavoli, ahli media dan uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Hasil penelitian dan pengembangan ditemukan 91,96% ahli permainan bolavoli dan 75% ahli media serta dari hasil uji coba kelompok kecil sebesar 85,47% dan uji coba kelompok besar sebesar 87,34%. Kesimpulan dari produk ini valid dan praktis digunakan untuk latihan block permainan bolavoli pada kegiatan ekstrakurikuler di SMK Negeri 6 Malang. Saran penelitian adalah produk model latihan block permainan bolavoli ini dapat dijadikan salah satu alternatif latihan permainan bolavoli, latihan lebih bervariasi dan latihan lebih menari

    Pengaruh Model Latihan Kelincahan terhadap Peningkatan Kelincahan di Sekolah Sepakbola (SSB) Tunas Muda Malang

    No full text
    ABSTRAK   Bahri, Saiful Shidiq. 2015. Pengaruh Model Latihan Kelincahan terhadap Peningkatan Kelincahan di Sekolah Sepakbola (SSB) Tunas Muda Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or., M.Pd.   Kata Kunci: Model latihan kelincahan, peningkatan kemampuan kelincahan, sepakbola Sepakbola merupakan cabang olahraga yang paling banyak diminati oleh seluruh kalangan masyarakat di seluruh dunia, karena olahraga ini merupakan olahraga yang melibatkan banyak orang yaitu masing-masing tim beranggotakan 11 pemain. Dalam permainan sepakbola kondisi fisik sangat penting salah satunya yaitu kelincahan. Kelincahan merupakan aspek kondisi fisik yang sangat penting untuk mengkoordinasikan gerakan-gerakan berganda, mempermudah penguasaan teknik-teknik tinggi, dan mempermudah orientasi terhadap lawan dan lingkungan (pertandingan). Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model latihan kelincahan terhadap peningkatan kelincahan diSekolah Sepakbola (SSB) Tunas Muda Malang. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen. Sampel penelitian ini adalah 24 orang siswa Sekolah Sepakbola (SSB) Tunas Muda Malang. Kemudian sampel penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen berjumlah 12 orang dan kelompok kontrol (konvensional) berjumlah 12 orang. Analisis data dari penelitian ini yaitu berupa teknik analisis varians satu jalur. Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji F pada taraf signifikasi 0,05, diperoleh F hitung sebesar 7,52 > F tabel 4,30 untuk model latihan kelincahan, untuk kelompok kontrol (latihan konvensional) diperoleh F hitung sebesar 0,03 F tabel 4,30, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara model latihan kelincahan dengan latihan konvensional. Saran yang dapat diberikan peneliti adalah metode model latihan kelincahan dapat direkomendasikan dan diterapkan dalam program latihan untuk meningkatkan kelincahan, karena perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan ternyata model latihan kelincahan memberikan pengaruh yang lebih baik daripada latihan konvensional terhadap peningkatan kelincahan siswa (SSB) Tunas Muda Malang

    Pengembangan Buku Saku Elektronik Berbasis Android Tentang Signal-signal Wasit Futsal Untuk Wasit Futsal Di Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Syahroni, M. 2016. Pengembangan Buku Saku Elektronik Berbasis AndroidTentang Signal-signal Wasit Futsal Untuk Wasit Futsal Di KabupatenPasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, FakultasIlmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. SitiNurrochmah, M.Kes dan (II) Fahrial Amiq, S.Or.,M.Pd.   Kata Kunci: wasit futsal, media, buku saku elektronik Kinerja wasit futsal sering terjadi kesalahan dalam pemberian signal-signalketika memimpin pertandingan, akibatnya, pertandingan menjadi tidak kondusif.Dibutuhkan media yang tepat untuk mengemas signal-signal perwasitan agar mempermudah mempelajari materi perwasitan. Olehkarena itu, dilakukan pengembangan buku saku elektronik berbasis androidtentang signal-signal wasit futsal. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan mengembangkan buku saku elektronik berbasis android tentang signal-signal perwasitan futsal. Pengembangan buku saku elektronik tentang signal-signal wasit futsal menggunakan model konseptual yaitu model yang operasionalisasi teori telah tervalidasi ke dalam prosedur pada suatu produk. Uji coba penelitian dilakukan melalui uji ahli dan uji coba keseluruhan produk. Ahli yang dilibatkan meliputi ahli media pembelajaran, desain grafis, wasit futsal, dan ahli olahraga futsal. Uji coba keseluruhan produk melibatkan 38 orang wasit futsal, menggunakan instrumen angket untuk ahli yang menilai produk dan instrumen wawancara untuk memperoleh data kebutuhan calon pengguna. Jenis data yang diperoleh berupa data kualitatif hasil saran dari ahli dan data kuantitatif diperoleh dari calon pengguna produk. Data dianalisis dengan teknik statistikadeskriptif kualitatitif dan kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian dan pengembangan berupa penilaian ahli media dan ahli desain grafis terhadap produk yang dikembangkan ditemukan94,81% dan penilaian ahli olahraga futsal dan ahli wasit futsal ditemukan 95,65%. Hasil tersebut menunjukkan produk termasuk dalam katagori baik sekali, berarti buku saku elektronik perwasitan futsal dinyatakan tepat dan layak sebagai produk yang teruji. Hasil penilaian calon pengguna produk menunjukkan 83,56% pada katagori baik sekali, jadi produk bukusaku elektronik signal-signalperwasitan futsal sebagai produk yang teruji tepat dan menarik untuk digunakan oleh wasit futsal. Kesimpulan hasil penelitian bahwa buku saku elektronik signal-signal wasit futsal berbasis android dapat digunakan sebagai media yang tepat dan layak untuk wasit futsal di Kabupaten Pasuruan. Saran yang diberikan adalah (1) wasit futsal dapat memanfaatkan produk sebagai alternatif media penunjang kegiatan latihan, (2) wasit futsal di daerah lain dapat menggunakan produk dengan mempertimbangkan karakteristik yang ada dalam produk

    Pengaruh Latihan Single Multiple Jump dan Knee Tuck Jump terhadap Keterampilan Long Pass Sepakbola Siswa Sekolah Sepakbola Nusantara Usia 15-17 tahun Kota Malang.

    No full text
    ABSTRACT Gusdiyanto, Hafidz. 2016. Pengaruh Latihan Single Multiple Jump dan Knee Tuck Jump  terhadap Keterampilan Long Pass Sepakbola Siswa Sekolah Sepakbola Nusantara Usia 15-17 tahun Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd.Kata Kunci: latihan single multiple jump, latihan knee tuck jump, keterampilan long pass.Sepakbola adalah sebuah permainan beregu yang tiap regu dimainkan masing-masing oleh sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. Dalam permainan sepakbola, long pass merupakan gerakan yang wajib dilakukan oleh setiap pemain. Kemampuan long pass harus dikembangkan pada setiap pemain sepakbola guna menunjang kemampuan saat bermain sepakbola. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan single multiple jump dan knee tuck jump terhadap keterampilan long pass sepakbola di Sekolah Sepakbola Nusantara Kota Malang. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen matching pretest-posttest comparison group design. Variabel bebas yang dimanipulasikan dalam penelitian ini adalah pemberian latihan single multiple jump dan knee tuck jump. Subjek penelitian ini adalah 22 siswa Sekolah Sepakbola Nusantara Kota Malang. Subjek penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen latihan single multiple jump berjumlah 11 siswa dan kelompok latihan knee tuck jump berjumlah 11 siswa. Analisis data dari penelitian ini yaitu menggunakan teknik analisis varians satu jalur. Dari hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan yaitu: (1) latihan single multiple jump memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan long pass siswa Sekolah Sepakbola Nusantara Kota Malang (F hitung = 4,70 > F tabel 4,35), (2) latihan knee tuck jump tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan long pass siswa Sekolah Sepakbola Nusantara Kota Malang (F hitung = 0,842 F tabel 4,35). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa latihan single multiple jump memberikan pengaruh yang signifikan daripada latihan knee tuck jump pada keterampilan long pass di Sekolah Sepakbola Nusantara Kota Malang. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih Sekolah Sepakbola Nusantara Malang, hendaknya menggunakan latihan single multiple jump karena terbukti memberikan pengaruh terhadap keterampilan long pass sepakbola.ABSTRACT Gusdiyanto, Hafidz. 2016. The Effect of Exercise Single Multiple Jump and Knee Tuck Jump on Soccer Long Pass Skill of  Nusantara Malang Soccer School 15-17 years old. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Sciences, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Asim, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd.Keywords: exercise of single multiple jump, exercise of knee tuck jump, soccer long pass skill.Soccer was a group game that played by a team consist of eleven players including a goalkeeper. In soccer, long pass is a movement that must be done by each player. Developing long pass skill is a must for every each of soccer players to improve their skill. The purpose of this research is to know the influence from single multiple jump and knee tuck jump training to develop long pass skill in Nusantara soccer school.This is a matching pretest-posttest comparison group design experimental research, using 22 soccer students from Nusantara soccer school as subjects. Variable free which manipulated in this research the exercise of single multiple jump and knee tuck jump. They are divided into 2 groups, which consist of 11 for single multiple jump training, and the other 11 for knee tuck jump training.  Researcher use one way ANOVA to analyze the data.There are three conclusions for this research: (1) single multiple jump training give significant influence in long pass skill for Nusantara soccer school’s student (F count = 4, 70 > F table 4,35), (2) knee tuck jump training give no significant influence in long pass skill for Nusantara soccer school’s student (Fcount= 0,842 F table 4,35). Based on the research done can be concluded exercise single multiple jump have an influence significant than exercise knee tuck jump for long pass skill in Nusantara soccer school. Advices to be given to Nusantara football school coach, should use the exercise of single multiple jump, because it proved that exercise give influence for long pass skill in soccer

    Pengembangan Model Latihan Teknik Dasar Renang Gaya Bebas Dalam Bentuk Media Audio Visual Bagi Peserta Usia Pemula Di Klub Renang Amarta Aquatic Kota Malang

    No full text
    ABSTRACT Basyiruddin, Muhammad. 2015. Pengembangan Model Latihan Teknik Dasar Renang Gaya Bebas Dalam Bentuk Media Audio Visual Bagi Peserta  Usia Pemula Di Klub Renang Amarta Aquatic Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan  Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri  Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd., (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.PdKata Kunci: Pengembangan, latihan, renang, gaya bebas, video. Renang merupakan olahraga yang dilakukan di air dan bisa dilakukan untuk berbagai usia, baik laki-laki maupun perempuan.  Renang dibagi menjadi beberapa gaya, salah satunya adalah renang gaya bebas.  Klub renang Amarta Aquatic adalah klub yang melatih atlet renang, proses  latihan yang diberikan dalam pelatihan renang meliputi latihan pengenalan air kemudian dilanjutkan latihan gaya bebas, gaya punggung, gaya dada dan gaya kupu-kupu. Sebelum atlet terjun langsung ke kolam renang pelatih terlebih dahulu memberikan materi, akan tetapi atlet mengalami keterlambatan pencapaian dalam menguasai renang terutama renang gaya bebas. Keterlambatan atlet tersebut dapat  diketahui  berdasarkan  hasil observasai awal yang peneliti lakukan pada hari Sabtu tanggal 25 September 2014 bertempat di kolam renang Gajayana Malang.  Permasalahan  tersebut terjadi karena pelatih dan atlet belum mempunyai  sumber  belajar renang gaya bebas yang lebih luas. Metode latihan yang digunakan yaitu dengan memberikan teori secara singkat berbekal buku panduan saja dan belum memiliki video  atau  media  lain seperti  materi  renang  yang  dapat dipelajari sendiri di luar jam latihan, sehingga materi yang dikuasai  terbatas.  Berdasakan  hal  tersebut,  maka  diperlukan  sumber  dan  media  pembelajaran mengenai model latihan teknik dasar terutama renang gaya bebas. Tujuan penelitian ini, dengan model latihan teknik dasar renang gaya bebas yang  dikemas  dalam  bentuk media audio visual  dapat  dijadikan  sumber  dan  media  belajar  oleh  atlet  dan  pelatih,  sehingga  tujuan dari penelitian ini agar atlet menguasai dengan cepat dalam pelatihan renang gaya bebas dan dapat terpenuhi.Penelitian  ini  menggunakan  rancangan  penelitian  pengembangan  yangmengacu  pada  teori Research  and  Development dari Borg  dan  Gall  yang t telah rdiri dari 10 langkah model pengembangan, peneliti disini memodifikasi untuk menggunakan 7 langkah. Jenis  data  yang  berupa  data  kualitatif  dan  kuantitatif.  Sedangkan  analisis  data dilakukan secara deskriptif  baik kualitatif maupun kuantitatif  untuk menganalisis  hasil  pengumpulan  data  dari  observasi  awal  (analisis  kebutuhan),  evaluasi  ahli,  dan uji coba produk.Berdasarkan uji coba  kelompok besar diperoleh  dari  presentase  rata-rata  91.35%. Sehingga  seluruh  aspek  dalam  pengembangan  model  latihan  teknik dasar renang gaya bebas dalam bentuk audio visual  ini  telah  memenuhi  kriteria  kualitas  produk, menurut  Akbar  dan  Sriwiyana  75,1%─100%  yang  bermakna  “Sangat  Valid  (dapat  digunkan  tanpa  revisi)”.  Hasil  pengembangan  ini  hanya  terbatas pada pengembangan produk, maka  diharapkan ada penelitian selanjutnya yang menguji tingkat efektivitas produk  dengan uji coba pada lingkup yang lebih luas.ABSTRACTBasyiruddin, Muhammad. 2015. A Development of  Basic Technique Training Swimming Pool of Freestyle by Audio Visual Shape For The Beginner Age at Amarta Aquatic Malang Club. Skripsi, Department of Physical Education and Healthy, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd., (II) Drs. Tatok Sugiarto, S. Pd, M. Pd Keywords: Development, exercise, swimming, freestyle, video (audio visual).Swimming is is a sport that is carried out in water and can be done by every ages, both men and women. Swimming is divided into several styles, one of which is a swimming freestyle. Amarta Aquatic swimming is a club that trained of athletes, the exercises introduction water and then continued practice of freestyle, backstroke, breaststroke and butterfly. Before the athletes go to directly to the pool for first the coach gives the intuctions, and athletes delayed achievement in mastering free-style swimming pool especially. It can be known based on the results of the initial field observation. The problem occurs because the coach and the athlete does not have a broader learning resources. Training method used is to provide a brief theoretical armed with a guide book and not have a video or other media such as outdoor materials that can be studied alone outside hours of exercise, so that the material is limited controlled. Based on this, the necessary resources and instructional media on basic technique training models especially freestyle of swimming.The intention of this reasearc, the basic technique training models are packaged in a stylish swimming audio visual and media can be used as a source of learning by athletes and coaches, so that why the purpose of the swimming club Amarta Aquatic club so that athletes learn to master quickly in the pool can be met.This reasearch used development refers to the theory of Research and Development of Borg and Gall who have type of data in the form of qualitative and quantitative data. Data analysis was done descriptively both qualitative and quantitative data collection to analyze the results from the initial observation (needed analysis) expert evaluation, and testing of products. According on field trials (trials of large group) was obtained from the average percentage of 91.35%. So that why all aspects of the development model of the basic tekniuk exercise freestyle in the form of audio-visual has met the criteria of product quality according to Akbar and Sriwiyana 75.1% -100% . which means "Highly Valid (can used without revision)". The results of this development only limited to product developmenthopefully that no further research to test the effectiveness of the product with a trial within a broader area

    Perbedaan Latihan Skipping Dua kaki Dan Satu Kaki Terhadap Peningkatan Kemampuan Daya Ledak Otot Tungkai Pada Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler BolaBasket SMA Negeri 2 Batu

    No full text
    ABSTRACT Megantara, Gamma. 2016. Pengaruh Latihan Skipping Dua Dan Satu Kaki Terhadap Peningkatan Daya Ledak Otot Tungkai Pada Peserta Ekstrakurikuler BolaBasket SMA Negeri 2 Batu, Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr.Siti Nurrochmah, M.Kes, (2) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd.Kata Kunci: skipping, daya ledak otot tungkai, bolabasketKegiatan ekstrakurikuler bolabasket merupakan salah satu sarana dalam meningkatkan prestasi siswa, banyak upaya dilakukan dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk meraih prestasi yang diinginkan tentunya banyak komponen yang harus dilatih salah satu komponen penting dalam olahraga bolabasket adalah daya ledak otot tungkai. Program latihan yang diberikan oleh pelatih  hanya menekankan pada latihan teknik dan kecepatan. Sehingga berkaitan dengan itu maka, dilakukan penelitian dalam bentuk latihan skipping dua dan satu kaki pada SMA Negeri 2 Batu.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; (1) besarnya peningkatan kemampuan daya ledak otot tungkai akibat latihan skipping dua kaki. (2) besarnya peningkatan kemampuan daya ledak otot tungkai akibat latihan skipping satu kaki. (3) membandingkan tingkat efektifitas latihan skipping dua dan satu kaki.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, rancangan penelitian yang dipakai adalah rancangan eksperimental berbentuk pre-test post-test control group design. Dari 36 populasi diambil sebanyak 30 sampel dengan menggunakan teknik Purposive Sistematic Random Sampling. Pembagian kelompok dilakukan dengan teknik ordinal matching pairing dengan tujuan merangking sesuai tingkat ketrampilan, maka setiap kelompok akan berjumlah 15 siswa Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik Anava satu jalan dan Uji-t dengan α 0,05.Hasil penelitian menunjukan dalam olah data analisis varian satu jalan diperoleh Fhit 18,678952  > Ftab  4,20 berarti terdapat peningkatan kemampuan daya ledak otot tungkai akibat latihan skipping dua dan satu kaki. Hasil analisis uji-t menggunakan data beda dari hasil tes akhir dan awal diperoleh hasil thit 4,3219 > ttab 2,048 berarti latihan skipping dua kaki lebih baik dibandingkan dengan latihan skipping satu kaki. Kesimpulan dari penelitian adalah terdapat peningkatan kemampuan daya ledak otot tungkai akibat latihan skipping dua kaki, ada peningkatan kemampuan daya ledak otot tungkai akibat latihan skipping satu kaki, dan latihan skipping dua kaki lebih baik dibandingkan dengan latihan skipping satu kaki untuk meningkatkan kemampuan daya ledak otot tungkai. Saran yang dapat diberikan pelatih ekstrakurikuler basket SMA Negeri 2 Batu maka diharapkan bagi pelatih ekstrakurikuler perlu mengupayakan memberi latihan skipping dua kaki kepada peserta kegiatan ekstrakurikuler agar mencapai prestasi maksimal

    PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN PERATURAN PERMAINAN KASTI BAGI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 18 MALANG

    No full text
    ABSTRACT Fachrudin,  Achmad.  2016.  Pengembangan Video Pembelajaran Peraturan Permainan Kasti Bagi Siswa Kelas VII SMP Negeri 18 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes, (II) Usman Wahyudi, S.Pd, M.Pd.Kata Kunci: video pembelajaran, permainan kasti, smpBerdasarkan penelitian awal melalui observasi yang dilakukan peneliti melalui pada pembelajaran permainan kasti di SMP Negeri 18 Malang diperoleh temuan: (1) saat permainan kasti berlangsung siswa masih sering bertanya, (2) pemukul setelah memukul bola meletakkan kayu pemukul semaunya sendiri bahkan dilemparkan dan sampai dibawa lari, (3) regu penjaga tidak tahu bagaimana cara membakar ruang bebas, (4) permainan sering dihentikan karena permainan menjadi kacau. Sedangkan berdasarkan hasil wawancara dengan guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan terkait pembelajaran kasti diperoleh temuan: (1) saat permainan kasti berlangsung siswa aktif dan antusias dalam permainan kasti, (2) dalam memberikan peraturan permainan kasti guru hanya memodifikasi dengan aturan bila regu pemukul tiga kali tidak bisa memukul maka terjadi pergantian penjagaan, (3) Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan juga memerlukan reverensi yang menjelaskan tentang permainan kasti. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menemukan solusi dari permasalahan, yaitu dengan mengembangkan video pembelajaran peraturan permainan kasti yang mudah dipelajari, mudah dipahami dan sangat jelas sebagai sumber belajar siswa SMP Negeri 18 Malang, dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.Model yang digunakan dalam penelitian ini berupa model prosedural dengan langkah-langkah pengembangan merujuk pendapat Borg and Gall. Langkah dalam penelitian ini menggunakan 7 langkah. Jenis data berupa data kualitatif, data kuantitatif. Teknik analisis data berupa analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan prosentase.Produk pengembangan yang dihasilkan berupa video pembelajaran peraturan permainan kasti, yang disertai buku panduan. Dari hasil evaluasi ahli media diperoleh persentase 99,22%, ahli pembelajaran diperoleh persentase 95,16%, ahli permainan bola kecil diperoleh persentase 87,12%, ahli permainan diperoleh persentase 90,99% dan uji coba kelompok kecil (12 siswa) diperoleh persentase 87,63%, dan pada uji coba kelompok besar (30 siswa) diperoleh persentase 92,75% sehingga produk dinyatakan valid dan layak digunakan pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Kesimpulan dari penelitian dan pengembangan, berdasarkan dari evaluasi ahli serta uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar menyatakan video pembelajaran peraturan permainan kasti tepat digunakan pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan siswa kelas VII SMP Negeri 18 Malang pada materi pembelajaran permainan kasti. Dalam penyebarluasan produk diharapkan tidak hanya pada SMP Negeri 18 Malang, tapi juga di SMP se Malang raya dan bahkan luar Malang

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇