SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    Perbedaan Pengaruh Latihan Lempar Bolabasket Terhadap Peningktatan Kemampuan Daya Ledak Otot Lengan

    No full text
    ABSTRAK   Rusyda, Dina Meilani. 2016. Perbedaan Pengaruh Latihan Lempar Bolabasket Terhadap Peningktatan Kemampuan Daya Ledak Otot Lengan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan FIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing(1) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes, (2) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd.   Kata kunci: Daya Ledak Otot Lengan, Melempar, Passing, Chestpass, Bolabasket. Dalam cabang olahraga bolabasket, latihan kondisi fisik sangat diperlukan untuk menunjang peningkatan kemampuan kondisi fisik peserta ekstrakurikuler dalam melakukan kegiatan passing bolabasket. Salah satu kondisi fisik yang diperlukan adalah daya ledak otot. Latihan daya ledak otot dapat dilakukan dengan banyak latihan pliometrik yang dalam penelitian ini berupa latihan lempar bolabasket pull-chestpass dan latihan lempar bolabasket duduk di lantai bersandar di tembok yang dilakukan di SMPN 6 Tulungagung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh diantara latihan lempar bola pull-chestpass dan duduk di lantai bersandar di tembok yang lebih meningkatkan daya ledak otot lengan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimental berbentuk Pre-Test Post-Test Control Group Desaign. Dari 44 orang coba dari populasi diambil 36 orang coba sampel dengan menggunakan teknik purposive sistematic random sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes dan non tes. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan daya ledak otot lengan dan non tes berupa observasi langsung dilengkapi dengan blangko. Teknik Pengumpulan data menggunakan teknik tes lempar bolabasket tanpa awalan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis varian (ANAVA) satu jalur dan dilanjutkan dengan teknik uji-t dengan α = 0,05. Hasil Analisis varian satu jalur menggunakan data beda hasil tes akhir dan tes awal diperolelh hasil F hitung 10,6669 dan F tabel α 0,05 sebesar 2,22.Oleh karena F hitung > F tabel α 0,05, berarti kemampuan daya ledak otot lengan meningkat. Hasil analisis uji lanjut uji-t tidak berpasangan menggunakan data beda dari tes akhir dan tes awal diperoleh hasil t hitung sebesar 4,356405, dimana t tabel α 0,05 sebesar 1,73406. Oleh karena t hitung > t tabel α 0,05 berarti latihan lempar bolabasket pull-chestpass lebih baik dibandingkan dengan latihan lempar bolabasket duduk di lantai bersandar di tembok. Hasil penelitian disimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan daya ledak otot lengan secara signifikan akibat latihan lempar bolabasket pull-chestpass, ada peningkatan kemampuan daya ledak otot lengan secara signifikan akibat latihan lempar bolabasket duduk di lantai baersandar di tembok, dan latihan lempar bolabasket pull-chestpass lebih baik dibandingkan latihan lempar bolabasket duduk di lantai bersandar di tembok. Saran bagi pelatih untuk memberikan latihan pull-chestpass kepada peserta kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan kemampuan daya ledak otot lengan. Saran penelitian selanjutnya untuk diharapkan melalui penelitian lain dapat disajikan sebagai bekal untuk mengkaji lebih dalam serta dikembangkan dalam bentuk penelitian lain dengan variabel bebas yang berbeda dengan subjek penelitian yang lebih luas.   ABSTRACT   Rusyda, Dina Meilani. 2016. The Difference  Influence Of  Throwing Basketball Excercise To Enhancing Explosive Power Arm Muscules Ability. A Undergraduate Thesis, Sport And Health Education Department, Faculty Of Sport Science, State University of Malang. Supervisors (1) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes, (2) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd.   Password: Explosive Power Arm Muscles, Throwing, Passing, Chestpass, Basketball. In the sport of basketball, exercise physical condition is needed to support the enhancing ability the physical condition of participants in extracurricular activities passing basketball. One of the necessary physical condition is the of explosive power muscles. Muscle of explosive power exercises can be done with lots of plyometric exercises that in this study a basketball throwing drill of pull-chestpass basketball throw exercise and sitting on the floor leaning against a wall basketball throw exercise done in Junior High School 6 Tulungagung. The purpose of this research is to find the difference  influence of between pull-chestpass basketball throw exercise and sitting on the floor leaning against a wall basketball throw exercise that further enhance the explosive power of the arm muscles. The research design is experimental with Pretest Post-Test Control Group Desaign. The samples is 36 which are taken though systematic purposive random sampling. Test and non test are instument that is used. The test is used to measure the ability of muscles in your arms and of explosive power non-test in the form of direct observation comes with a blank. The data collection techniques using test techniques throwing a ball without the prefix The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by a one lane and techniques t-test with α = 0.05. The analysis of variance of the data points using different final test results and initial test results  F count 10.6669 and F table α 0.05 for 2,22. Because since F count> F table α of 0.05, meaning the ability of muscle of explosive power arm Enhancing. The results of the analysis of further test unpaired t-test using the data depending on the final test and the initial test result amounted to t count 4.356405 where t α table 0.05 of 1.73406. Therefore t count > t table α of 0.05 means pull-chestpass basketball throw exercise better than  sitting on the floor leaning against a wall basketball throw exercise. Conclusion is that there is an enhancing in the ability of of explosive power the arm muscles significantly as a result of pull-chestpass basketball throw exercise, there was an enhancing in the ability of of explosive power the arm muscles significantly as a result of sitting on the floor leaning against a wall basketball throw exercise, and practice throwing basketball pull-chestpass better than sitting on the floor leaning against a wall basketball throw exercise. Recommendation for coach to give a training pull-chestpass to the participants of extracurricular activities to improve explosive power arm muscles. Recommendation for research are expected to be presented by other studies in preparation to examine more deeply and developed in the form of other studies with different independent variables with the subject of more extensive research

    Pengembangan Model Latihan Pukulan Netting dan Forehand Smash Bulutangkis Untuk Atlet Usia 9-13 Tahun di PB. Tunas Harapan Kediri

    No full text
    Kata Kunci: pengembangan, model latihan, pukulan netting, forehand smash, bulutangkis. Permainan bulutangkis adalah permainan yang dilakukan oleh dua orang atau empat orang yang saling berhadapan yang harus mempunyai keterampilan atau penguasaan teknik yang baik dan benar untuk mencapai sebuah prestasi. Pukulan netting dan forehand smash merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan bulutangkis. Tetapi jarang sekali ditemui ada materi tentang model latihan pukulan netting dan forehand smash bulutangkis yang bervariasi di PB.Tunas Harapan Kediri. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan terhadap 27 atlet usia 9-13 tahun, sebesar 96%  menyatakan bahwa sangat setuju pukulan netting dan forehand smash bulutangkis diberikan. Adapun tujuan penelitian ini adalah dibuatlah 10 model latihan pukulan netting dan forehand smash untuk atlet usia 9-13 tahun di PB.Tunas Harapan Kediri yang dikemas dalam bentuk buku panduan agar memudahkan atlet dalam melakukan pukulan netting dan forehand smash bulutangkis. Metode penelitian ini, menggunakan metode penelitian dan pengembangan Borg dan Gall (1983:775). Tetapi penelitian dan pengembangan ini hanya mengambil 7 langkah dari 10 langkah yang ada pada Borg dan Gall yaitu, 1) analisis kebutuhan, 2) rancangan produk awal, 3) evaluasi ahli, 4) uji coba kelompok kecil, 5) revisi produk, 6) uji coba kelompok besar, dan 7) revisi produk berdasarkan uji coba lapangan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini berupa angket rancangan produk untuk atlet usia 9-13 tahun. Hasil persentase uji coba kelompok kecil yang dilakukan pada 6 atlet sebesar 87,5% dan uji coba kelompok besar yang dilakukan pada 21 atlet sebesar 87,75%. Hasil persentase tersebut dinyatakan layak untuk model latihan pukulan netting dan forehand smash bulutangkis untuk atlet usia 9-13 tahun di PB. Tunas Harapan Kediri yang dikemas dalam bentuk buku panduan.   Dari hasil tersebut diharapkan pengembangan model latihan pukulan netting dan forehand smash bulutangkis yang dikemas dalam bentuk buku panduan dapat menjadi salah satu alternatif pemecahan masalah terkait proses pelatihan bulutangkis menjadi lebih menarik, bervariasi, baik dan lancar bagi atlet

    Survei Tingkat Kelentukan dan Kelincahan Atlet Gulat PPLPD Kabupaten Malang Tahun 2016

    No full text
    ABSTRACT Survei Tingkat Kelentukan dan Kelincahan Atlet Gulat PPLPD Kabupaten Malang Tahun 2016Sari, Eka Nur Fitriana. 2016. Survei Tingkat Kelentukan dan Kelincahan Atlet Gulat PPLPD Kabupaten Malang Tahun 2016. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. SitiNurrochmah, M.Kes., (II) Usman Wahyudi, S.Pd., M.Pd.Kata Kunci: kelentukan, kelincahan, atlet gulat, PPLPD Kabupaten MalangBerdasarkan hasil wawancara dengan pelatih dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik komponen kelentukan dan kelincahan  atlet rendah. Diperkuat dengan hasil pra-tes peneliti mendapat temuan bahwa 60% atlet memiliki tingkat kelentukan dan kelincahan yang rendah, dan 40% atlet memiliki tingkat kelentukan dan kelincahan yang mencukupi.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui informasi tentang tingkat kelentukan dan kelincahan atlet gulat PPLPD Kabupaten Malang. Menjadi pedoman membantu pelatih dalam penyusunan program latihan.Penelitian ini menggunakan rancangan survei jenis penelitian deskriptif. Pada penelitian ini dilakukan 2 kali yaitu penelitian awal dilakukan untuk menemukan persyaratan kriteria tes dan penelitian akhir dilakukan untuk pengumpulan data penelitian. Subjek penelitian berjumlah 40 atlet terdiri dari 30 atlet putra dan 10 atlet putri. Instrumen yang digunakan berupa instrumen tes kelentukan dan kelincahan. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik pengukuran bentuk tes fisik pada tes kelentukan dan kelincahan. Analisis data menggunakan teknik statistika deskriptif kuantitatif berupa rata-rata hitung, varian dan standar deviasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tes kelentukan standing trunk flexion putra dan putri yaitu50% di atas rata-rata.Sit and reach testputradanputri yaitu60% di atas rata-rata.Trunk and neck extension test putra dan putri yaitu 42,5% di atas rata-rata.Shoulder and wrist elevation test putra dan putri yaitu55% di atas rata-rata. Pada tes kelincahan menunjukkan bahwa zig-zag run test putra dan putri yaitu 45% di atas rata-rata.Boomerang run test putra dan putri yaitu 50% di atas rata-rata. Dodging run test putra dan putri yaitu 55% di atas rata-rata. Semo agility test putra dan putri yaitu 50% di atas rata-rata.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tes kelentukan berupastanding trunk flexion putra dan putri yaitu 50% berada di atas rata-rata dengan Standar Deviasi 4,02. Tes sit and reach putra dan putri sebagian besar yaitu 60% berada di atas rata-rata dengan Standar Deviasi 3,57. Tes trunk and neck putra dan putri sebagian besar yaitu 57,2% berada dibawah rata-rata dengan Standar Deviasi 8,4. Tes shoulder and wrist elevation putra dan putri sebagian besaryaitu 55% berada diatas rata-rata dengan Standar Deviasi 4,82. Pada hasil tes kelincahan berupa zig-zag run putra dan putri sebagian besar yaitu 55% berada dibawah rata-rata dengan Standar Deviasi 0,34. Tes boomerang run putra dan putri yaitu 50% berada diatas rata-rata dengan Standar Deviasi 0,03. Tes dodging run putra dan putri sebagian besar yaitu 55% berada diatas rata-rata dengan Standar Deviasi 0,41. Tes semo agility putra dan putri yaitu 50% berada diatas rata-rata dengan Standar Deviasi 0,70. 

    Pengembangan Model Latihan Plyometric untuk Shooting Bolabasket pada Kegiatan Ekstrakurikuler SMP Negeri 1 Jember

    No full text
    ABSTRAK Maulana, Rizaldhi Arya. 2016. Pengembangan Model Latihan Plyometric untuk Shooting Bolabasket pada Kegiatan Ekstrakurikuler SMP Negeri 1 Jember. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Universitas Negeri Malang: (1) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes. (2) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Model latihan, Plyometric, Shootingbolabasket. Dalam permainan bolabasket, tembakan (shooting) sangat penting dan dapat menentukan tim tersebut untuk meraih poin atau tidak karena sebenarnya untuk menjadi penembak yang mahir diperlukan ketekunan dalam latihan dan peningkatan latihan secara tepat. Oleh karena itu maka diperlukan metode latihan yang mengacu pada unsur fisik seperti; kelincahan, kecepatan, kekuatan dan lain-lain.Salah satu metode latihan yang dapat menunjang aspek dalam unsur tersebut salah satunya adalah dengan metode latihan plyometric.Berdasarkan hasil observasi dan analisis kebutuhan menggunakan kuisioner pada 30 peserta ekstrakurikuler bolabasketSMP Negeri 1 Jember, terdapat 100% peserta ekstrakurikuler yang telah mendapatkan program latihan selama 5 kali dalam seminggu, dan hanya 16,6% peserta ekstrakurikuler bolabasket yang menguasai teknik shooting. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan model latihan plyometric untuk shooting bolabasket pada kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Jember. Kemudian di kemas dalam bentuk buku panduan yang nantinya dapat membantu pelatih ataupun pemain dalam mempelajari teknik-teknik latihan shootingagar dapat meningkatkan kemampuan shooting dalam permainan bolabasket dan menjadikan tim yang berprestasi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian yang mengacu pada model pengembangan research and development (R&D) dari Borg & Gall.Peneliti hanyamenggunakan 7 langkah dari 10 langkah yang dikemukakan oleh Borg & Gall. Instrumen yang digunakan adalah berupa angket berisi tentang rancangan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan analisis deskriptif persentase. Dari hasil analisis validasi ahli bolabasket diperoleh hasil 86%, ahli kepelatihan 79,6% dan ahli media 74,2% maka produk pengembangan model latihan plyometric untuk shooting bolabasket layak diujicobakan sebagai model latihan pada kegiatan ektrakurikuler di SMP Negeri 1 Jember. Dari hasil analisis data uji coba kelompok kecil diperoleh persentase rata-rata 86% dan pada uji coba kelompok besar diperoleh persentase rata-rata 88,6% sehingga didapat model produk dengan spesifikasi sebagai berikut: durrant/allen step, weak hand passing drill, shadow shooting, one foot two feet jump forward, one foot two feet jump lateral, lunge shoot, jump front shoot. Dalam menggunakan produk ini sebaiknya dilaksanakan seperti apa yang direncanakan. Hasil pengembangan ini hanya sampai tersusun sebuah produk, belum sampai pada tingkat efektivitas produk yang dikembangkan jadi sebaiknya dilanjutkanpada penelitian mengenai efektivitas produk yang dikembangkan

    PENGARUH MODEL LATIHAN DENGAN TALI LENTUR DAN LUNGE DUMBBELL TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN RENANG GAYA BEBAS PADA KELAS X-KEPERAWATAN (KPR) 3 SMKN 02 MALANG

    No full text
    ABSTRAK Soraya, Ida. 2016. Pengaruh Model Latihan Dengan Tali Lentur Dan Lunge Dumbbell Terhadap Peningkatan Keterampilan Renang Gaya Bebas Pada Kelas X- Keperawatan (KPR) 03 SMKN 2 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Usman Wahyudi, S.Pd. M.Pd  Kata Kunci: Model Latihan Tali Lentur dan Lunge Dumbbell, Peningkatan  Renang Gaya Bebas. Pembelajaran renang yang diberikan oleh guru pendidikan jasmani materi renang gaya bebas dirasa masih monoton. Sehingga menyebabkan peserta didik kurang terampil dalam mempraktikan renang gaya bebas 25 meter. Berdasarkan hasil observasi awal renang gaya bebas diperoleh hasil penguasaan teknik renang gaya bebas yang kurang dan kondisi fisik yang kurang menyebabkan peserta belajar kurang terampil dalam mempraktikan renang gaya bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan tali lentur dan lunge dumbbell terhadap peningkatan keterampilan renang gaya bebas. Sebagai pembanding antara pemberian latihan konvensional dengan model latihan tali lentur dan lunge dumbbell dalam meningkatkan keterampilan renang gaya bebas 25 meter. Jenis penelitian ini adalah true eksperimen (eksperimen sesungguhnya), dengan rancangan the pre-test post-tes randomized control group design. Data hasil prestasi tes awal (pre-test) dan tes akhir (pos-test) renang gaya bebas 25 meter selanjutnya dianalisis menggunakan uji hipotesis berupa uji anava satu jalur dengan penghitungan menggunakan microsoft excel 2007. Hasil dari uji hipotesis menggunakan analisis varian satu jalur maka  diperoleh harga Fhitung = 7,21 > Ftabel = 4,41 dengan taraf signifikasi α = 0,05 maka terdapat pengaruh yang signifikan antara pre-test dan pos-test kelompok latihan tali lentur dan lunge dumbbell terhadap peningkatan keterampilan renang gaya bebas 25 meter. Sedangkan untuk kelompok latihan konvensional dengan harga Fhitung = 0,036 < Ftabel = 4,41 dengan taraf signifikasi α = 0,05, maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan renang gaya bebas. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian latihan tali lentur dan lunge dumbbell terhadap peningkatan keterampilan renang gaya bebas 25 meter jika dibandingkan dengan latihan konvensional yang tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Saran dalam penelitian ini yaitu, bagi guru pendidikan jasmani sebaiknya menggunakan latihan tali lentur dan lunge dumbbel untuk diterapkan kepeserta didik dalam menyampaikan pembelajaran materi renang, karena dapat meningkatkan keterampilan renang gaya bebas 25 meter

    Pengaruh Model Latihan Dry Land Sirkuit dan Renang Sprint terhadap KecepatanRenang Gaya Crawl 50 Meter Bagi Atlet Pra-Prestasi KU-V (8-9 tahun) Perkumpulan Renang Amarta Aquatic Malang

    No full text
    ABSTRACT Farokie, Latiful Khobir. 2016. Pengaruh Model Latihan Dry Land Sirkuit dan Renang Sprint terhadap Kecepatan Renang Gaya Crawl 50 Meter Bagi Atlet Pra-Prestasi KU-V (8-9 tahun) Perkumpulan Renang Amarta Aquatic Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Dr. Hariyoko, M. Pd.Kata Kunci: dry land sirkuit, renang sprint, kecepatan renang gaya crawlDi dalam olahraga renang, gaya crawl merupakan suatu aktivitas fisik yang dilakukan di dalam air dengan cara mengayunkan lengan kiri dan kanan ke depan secara bergantian dan mencambukkan tungkai ke dalam air. Dalam melakukan renang gaya crawl dibutuhkan keterampilan fisik yang baik, sehingga dapat memberi pengaruh kecepatan saat berenang.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh model latihan dry land sirkuit terhadap kemampuan kecepatan renang gaya crawl 50 meter. Metode penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu (pretes-postest control group design). Pengambilan sampel menggunakan teknik ordinal pairing matching, sampel penelitian berjumlah  20 orang, yakni atlet pra-prestasi kelompok umur V (8-9 tahun) perkumpulan renang Amarta Aquatic Malang. Sampel dibagi dalam dua kelompok, kelompok eksperimen latihan dry land sirkuit berjumlah 10 orang dan kelompok kontrol latihan renang sprint berjumlah 10 orang. Latihan dry land sirkuit dan renang sprint  dilakukan selama 6 minggu, dalam satu minggu 3 kali pertemuan, latihan dengan intensitas 50% sampai 70%. Teknik analisis data diolah menggunakan analisis varian satu jalur (one way anova), dengan bantuan program MS. Excel 2010.Hasil pengujian hipotesis (1) terdapat pengaruh yang signifikan model latihan dry land sirkuit terhadap kecepatan renang gaya crawl 50 meter. Hasil pengujian hipotesis (2) tidak terdapat pengaruh yang signifikan latihan renang sprint terhadap kecepatan renang gaya crawl 50 meter. Pada pengujian hipotesis (3) terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan dry land sirkuit dengan latihan renang sprint. Dengan demikian model latihan dry land sikuit ini dapat memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap kecepatan renang gaya crawl 50 meter dibandingkan latihan renang sprint. Sehingga dapat dijadikan salah satu model latihan untuk membantu meningkatkan kecepatan renang gaya crawl 50 meter.

    Pengaruh Metode Small Sided Games dan Metode Bagian terhadap Hasil Belajar Passing-Control Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola Putra MTs Negeri Srono Kabupaten Banyuwangi Usia 13-15 Tahun.

    No full text
    ABSTRACT Rizky, Dyo. 2016. Pengaruh Metode Small Sided Games dan Metode Bagian terhadap Hasil Belajar Passing-Control Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola Putra MTs Negeri Srono Kabupaten Banyuwangi Usia 13-15 Tahun. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyoko, M.Pd, (II) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd.Kata kunci: metode small sided games, metode bagian, passing-control.Sepakbola merupakan olahraga yang dimainkan oleh dua tim di lapangan, yang bertujuan memasukkan bola ke gawang. Ada beberapa teknik dasar untuk bermain sepakbola, salah satunya adalah passing-control. Cara melakukan passing-control sepakbola yang dilakukan oleh peserta ekstrakurikuler sepakbola putra MTs Negeri Srono Kabupaten Banyuwangi usia 13-15 tahun menunjukkan adanya masalah yaitu arah bola passing-control sepakbola kurang tepat sasaran, hal tersebut disebabkan kurangnya penguasaan teknik dasar passing-control bola. Untuk meningkatkan hasil belajar passing-control sepakbola dengan menggunakan metode small sided games dan metode bagian.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh metode small sided games dan metode bagian terhadap hasil belajar passing-control peserta ekstrakurikuler sepakbola putra MTs Negeri Srono Kabupaten Banyuwangi usia 13-15 tahun.Rancangan penelitian yang dipakai adalah eksperimen kuasi yang dilakukan kepada peserta ekstrakurikuler sepakbola putra MTs Negeri Srono Kabupaten Banyuwangi usia 13-15 tahun. Jumlah sampel 24 siswa dan dibagi dalam dua kelompok dengan teknik ordinal pairing matching. Instrumen tes yang digunakan adalah tes passing-control sepakbola menggunakan papan pantul. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Varian (ANAVA) satu jalur.Berdasarkan hasil analis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut: 1) Metode small sided games memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil passing-control peserta ekstrakurikuler sepakbola.(Fhitung = 14,93 > Ftabel 4,30). 2) Metode bagian juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar passing-control peserta ekstrakurikuler sepakbola(Fhitung = 27, 88 Ftabel 4,30). Metode small sided games (mean = 21,91 dan SD = 1,31) memberikan pengaruh terhadap hasil belajar passing-controlsepakbola. Metode bagian (mean = 22,41 dan SD = 1,16) memberikan pengaruh terhadap hasil belajar passing-control sepakbola.Saran kepada pembina ekstrakurikuler sepakbola, sebaiknya menggunakan metode metode bagian untuk meningkatkan hasil belajar passing-control, karena perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan, metode metode bagian lebih memberikan pengaruh yang baik dibandingkan metode small sided games terhadap hasil belajar passing-control peserta ekstrakurikuler sepakbola putra MTs Negeri Srono usia 13-15 tahun.ABSTRACT Rizky, Dyo. 2016. Effect of Small Sided Games Methode and Part Methode of the Passing-Control Study Results Participants Extracurricular Men’s Soccer MTs Srono Kabupaten Banyuwangi Age 13-15 Years. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Tutorship: (I) Dr. Hariyoko, M.Pd, (II) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd.Key words: small sided games methode, part methode, passing-control.Soccer is a sport played by two teams in the field, which aims to put the ball into the goal. There are some basic techniques to play soccer, one of the basic technique is passing-control. The process of learning undertaken by participants extracurricular men's soccer MTs Negeri Srono Kabupaten Banyuwangi aged 13-15 indicate a problem that is the result study of the passing-control soccer is not good, it is due to the lack variety of learning passing-control. To improve learning outcomes passing-control soccer participants extracurricular men’s soccer MTs Negeri Srono Kabupaten Banyuwangi aged 13-15 years using small sided games method and part method.The purpose of this study was to determine the effect of small sided games methods and part methods on learning outcomes passing-control participants extracurricular men’s soccer MTs Negeri Srono Kabupaten Banyuwangi aged 13-15 years.The study design used was quasi experiment conducted for participants extracurricular men's soccer MTs Negeri Srono Kabupaten Banyuwangi aged 13-15 years. Instruments used in the research is test passing-control soccer using reflective board. Data analysis technique used is Variant Analysis (ANOVA) one lane.Based on the results of the data analyst, three conclusions obtained the following results: 1) Small sided games method have a significant influence on the result of the passing-control participants extracurricular soccer. (Fcount = 14,93> Ftable 4,30). 2) Part methods also have a significant influence on learning outcomes passing-control participants extracurricular soccer men’s (Fcount = 27, 88 Ftable 4,30). Small sided games method (mean = 21.91 and SD = 1.31) give effect to the learning outcomespassing-control soccer the equally as the part methods has a more significant effect (mean = 22.41 and SD = 1.16). Advice to coaches extracurricular soccer, we recommend using the methods section to improve part methods learning outcomes passing-control, because the acquisition of the research that has been done, the method is the method section provides good leverage than the method of small sided games on learning outcomes passing-control participants extracurricular men’s soccer MTs Negeri Srono Kabupaten Banyuwangi aged 13-15 years

    Pengembangan Multimedia Interaktif Model Latihan Bertahan (Defense) Sepakbola Pada Ekstrakurikuler Sepakbola Di SMP Negeri 15 Malang

    No full text
    ABSTRACT Prasetio, Eka Febri. 2016. Pengembangan Multimedia Interaktif Model Latihan Bertahan (Defense) Sepakbola Pada Ekstrakurikuler Sepakbola Di SMP Negeri 15 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Wasis D. Dwiyogo, M.Pd, (II) I Nengah Sudjana, S.PdKata Kunci: Pengembangan, Multimedia Interaktif, Model Latihan Bertahan Sepakbola.Dalam bermain sepakbola diperlukan pemahaman tentang strategi bermain. Strategi dalam sepakbola menjadi penting karena jalannya permainan ditentukan oleh strategi tim yang di dalamnya mengandung unsur yang kompleks mulai dari penempatan posisi, kerjasama tim, dan koordinasi. Berdasarkan data analisis kebutuhan pada kegiatan ekstrakurikuler sepakbola di SMP Negeri 15 Malang, dari hasil pemberian angket kepada peserta ekstrakurikuler sepakbola menunjukkan bahwa 88,46 % peserta jarang diberikan latihan bertahan sepakbola, 92,31% peserta membutuhkan model latihan bertahan (defense) sepakbola, 96,15 % peserta tertarik dengan pengembangan multimedia interaktif model latihan bertahan (defense) sepakbola.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan/menghasilkan suatu produk multimedia interaktif digunakan untuk mengembangkan keterampilan bermain sepakbola khususnya tentang model latihan bertahan (defense) pada ekstrakurikuler sepakbola di SMP Negeri 15 Malang.Prosedur penelitian yang digunakan adalah merujuk pada buku Lee & Owen, yaitu (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi, (5) evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif berupa persentase. Produk yang dihasilkan berupa multimedia interaktif yang digunakan sebagai pembelajaran di ekstrakurikuler sepakbola. Multimedia interaktif ini dibuat menggunakan software Adobe Flash CS3. Dalam multimedia interaktif ini berisikan materi tentang sejarah sepakbola, teknik dasar sepakbola, peraturan sepakbola, pengertian bertahan sepakbola, taktik bertahan sepakbola, prinsip-prinsip bertahan sepakbola, dan model latihan bertahan sepakbola.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh dari hasil uji coba kelompok kecil dan kelompok besar. Uji coba kelompok kecil diperoleh persentase 86,16% dan persentase tersebut termasuk dalam kriteria layak kemudian hasil analisis data dari uji coba kelompok besar diperoleh persentase 81,66% dan persentase tersebut termasuk dalam kriteria layak.  Dapat disimpulkan bahwa pengembangan multimedia interaktif ini layak digunakan dalam pembelajaran ekstrakurikuler sepakbola. Pengembangan multimedia interaktif model latihan bertahan (defense) sepakbola pada ekstrakurikuler sepakbola di SMP Negeri 15 Malang yang dikemas dalam bentuk DVD yang nantinya dapat berjalan di semua komputer dengan sajian gambar sekaligus penjelasan yang terperinci, sehingga membuat pengguna lebih tertarik dalam mempelajarinya dan multimedia interaktif ini mudah untuk dilakukan atau dipelajari, sehingga akan cepat menguasai berbagai model latihan sepakbola

    PENGARUH LATIHAN HEXAGON DAN ZIG-ZAG RUN TERHADAP KELINCAHAN PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMP LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRACT PENGARUH LATIHAN HEXAGON DAN ZIG-ZAG RUN TERHADAP KELINCAHAN PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMP LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANGFajar Arthawan, Moerad. 2016 Pengaruh Latihan Hexagon dan Latihan Zig-Zag Run terhadap Kelincahan Peserta Ekstrakurikuler Futsal SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd.Kata Kunci: latihan hexagon, latihan zig-zag run, peningkatan kelincahan.Futsal adalah sebuah permainan beregu yang mirip dengan sepakbola akan tetapi dimainkan oleh lima pemain setiap tim termasuk seorang penjaga gawang yang dimainkan dengan lapangan, gawang dan bola yang berukuran lebih kecil dari sepakbola. Dalam permainan futsal, pemain dituntut untuk dapat mengubah arah secara cepat saat melakukan pergerakan. Kelincahan merupakan salah satu komponen kondisi fisik dalam permainan futsal. Dengan memiliki kelincahan yang baik, akan menunjang kemampuan saat bermain futsal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan hexagon dan zig-zag run terhadap kelincahan futsal pada peserta ekstrakurikuler futsal SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan rancangan kelompok pembanding prates-pascates berpasangan (matching pretest-postest comparison group design). Sampel penelitian sebanyak 20 peserta ekstrakurikuler futsal SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang, kemudian sampel dibagi dalam dua kelompok dengan cara ordinal pairing matching. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian adalah illinois test. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis varians satu jalur.Dari hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan yaitu: (1) latihan hexagon tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kelincahan peserta ekstrakurikuler futsal SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang (F hitung = 1,98 F tabel 4,41), (3) ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan hexagon dengan latihan zig-zag run terhadap kelincahan peserta ekstrakurikuler futsal SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang (F hitung = 38,41 > F tabel 4,41). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa zig-zag run memberikan pengaruh yang lebih baik dibanding latihan hexagon untuk meningkatkan kelincahan peserta ekstrakurikuler futsal SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih futsal SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang, hendaknya menggunakan latihan zig-zag run untuk meningkatkan kelincahan futsal

    Upaya Meningkatkan Keterampilan Pukulan Drive Tenis Meja Dengan Metode Bermain Pada Siswa Kelas VI di Sekolah Dasar Negeri Ngadirejo Kabupaten Probolinggo

    No full text
    ABSTRACT   Debyanata, Ranca. 2016. Upaya Meningkatkan Keterampilan Pukulan Drive Tenis Meja Dengan Metode Bermain Pada Siswa Kelas VI di Sekolah Dasar Negeri Ngadirejo Kabupaten Probolinggo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sri Purnami, M. Pd, (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes. Kata Kunci: Pembelajaran, tenis meja, bermain. Tenis meja merupakan salah satu cabang olahraga yang diajarkan dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan tingkat sekolah dasar. Permasalahan yang terjadi siswa kurang antusias mengikuti pembelajaran karena dalam pembelajaran tenis meja siswa kurang tertarik dikarenakan metode yang diberikan guru masih bersifat klasikal sehingga suasana pembelajaran kurang menarik minat siswa dalam mempelajari materi tenis meja. Kurang antusias yang dimaksud adalah siswa merasa pembelajaran yang diberikan guru kurang menarik sehingga siswa merasa malas dan kurang serius dalam mengikuti pembelajaran. Dari permasalahan tersebut maka diperlukan metode yang bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Oleh karena itu, dilakukan upaya untuk meningkatkan keterampilan pukulan drive tenis meja siswa dengan menggunakan metode bermain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pukulan drive tenis meja, sesuai dengan permasalahan yang terjadi pada pembelajaran di kelas VI SDN Ngadirejo Kabupaten Probolinggo peneliti ingin membenahi proses pembelajaran yang terjadi dengan mengubah metode klasikal yang digunakan guru dengan menggunakan metode bermain. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Tahapan dalam penelitian ini menggunakan tahapan menurut Suharsimi Arikunto, Suhardjono dan Supardi yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) Perencanaan; (2) Pelaksanaan; (3) Pengamatan; (4) Refleksi. Pada penelitian tindakan kelas ini memberlangsungkan 2 siklus dilaksanakan selama 6 kali pertemuan serta melibatkan subjek 10 siswa. Hasil dari penelitian tindakan kelas menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan tentang keterampilan pukulan drive tenis meja dengan metode bermain pada pembelajaran tenis meja. Hasil penelitian tindakan diperoleh hasil: (1) posisi awal terjadi peningkatan sebesar 26.7%; (2) pegangan bet terjadi peningkatan sebesar 27.8%; (3) posisi bet terjadi peningkatan sebesar 35.5%; (4) perkenaan bola terjadi peningkatan sebesar 38.9%; (5) gerak akhir terjadi peningkatan sebesar 26.6%. Kesimpulan dari hasil penelitian tindakan kelas yaitu siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan sangat baik menggunakan metode bermain. Saran bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan metode bermain dengan permainan yang lebih bervariasi dan sebagai alternatif dalam pembelajaran tenis meja

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇