SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
Pengembangan Model Latihan Koordinasi Menggunakan Variasi Tekanan Bola untuk Atlet Junior Tenis Lapangan di Kabupaten Jombang
ABSTRACT Dyah, Nurika. 2016. Pengembangan Model Latihan Koordinasi Menggunakan Variasi Tekanan Bola untuk Atlet Junior Tenis Lapangan di Kabupaten Jombang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mulyani Surendra, M.S., (II) Drs. Supriatna, M.Pd.Kata Kunci: latihan koordinasi tenis lapangan, macam tekanan bola tenis lapangan, atlet tenis lapanganBerdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti kepada 13 atlet dan 2 pelatih di Pelatihan Tenis Lapangan PELTI Kabupaten Jombang, dengan hasil sebagai berikut: 1) 6 atlet (46,15%) menyatakan sangat perlu , sisanya 7 atlet (53,84%) menyatakan perlu adanya pengembangan model latihan koordinasi menggunakan variasi tekanan bola, 2) 100% pelatih menjawab model latihan koordinasi menggunakan variasi tekanan bola tidak pernah diberikan kepada atlet, 3) 100% pelatih dan 92,3% atlet menjawab model latihan koordinasi menggunakan variasi tekanan bola lebih setuju menggunakan video, pelatih juga menambahkan setelah memasuki 3 bulan latihan kebanyakan dari atlet berhenti berlatih.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model latihan koordinasi menggunakan variasi tekanan bola yang dikemas dalam bentuk video. Penelitian yang dilaksanakan pada atlet junior di Kabupaten Jombang ini termasuk penelitian dan pengembangan (research and development) yang mengacu pada model pengembangan Borg and Gall (1983:775) dan disederhanakan langkah-langkahnya menjadi 7 langkah sesuai dengan pendapat Ardhana (2002:9). Hasil pengembangan model latihan ini diperoleh data sebagai berikut ini: 1) ahli kepelatihan tenis lapangan yaitu 87,5% (layak diuji cobakan), 2) ahli media yaitu 89,2% (layak diuji cobakan), 3) uji coba kelompok kecil untuk observer dan atlet usia di bawah 10 tahun yaitu 81,7% (dapat digunakan untuk uji coba kelompok besar), 4) uji coba kelompok kecil untuk atlet usia 10-16 tahun yaitu 86,6% (dapat digunakan untuk uji coba kelompok besar), 5) uji coba kelompok besar untuk observer dan atlet usia di bawah 10 tahun yaitu 96,7% (dapat digunakan tanpa revisi), 6) uji coba kelompok besar untuk atlet usia 10-16 tahun yaitu 91,6% (dapat digunakan tanpa revisi). Sehingga model latihan koordinasi menggunakan variasi tekanan bola dalam bentuk video dapat digunakan. Model latihan ini memiliki durasi video 18 menit 15 detik, format video MPG, ukuran 1,99 GB, dan isi video yaitu Dynamic Stretching, Mini Square and Static Cone, Mini Square and Dinamic Cone, Square and Static Cone, Square and Dinamic Cone, Catch Ball Free Hand and Throw Back, Catch Right and Left Ball, Right Catch Right Up, Right Catch Left Up, Hit Ball Free Hand with Racket, Hit Ball to Zone with Racket, dan Cooling Down. Dari hasil tersebut diharapkan pengembangan model latihan koordinasi ini bisa dipergunakan sebagai penyampaian informasi tentang latihan koordinasi menggunakan variasi tekanan bola agar latihan lebih bervariasi dan menghindarkan rasa bosan pada atlet junior di Kabupaten Jombang
Perbedaan Pengaruh Gaya Mengajar Komando Dengan Gaya Mengajar Latihan Terhadap Keterampilan Passing Bawah Permainan Bolavoli Kelas X Di MAN Batu
ABSTRAK Ikhsanuddin Agus Tomi Febrita Paulina Heynoek Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang E-mail: [email protected] The teaching of physical education in MAN Batu had a problem in the application of teaching styles. Objectives to be achieved in this research is to determine the effect of the difference between the application of command teaching styles and practice teaching styles on exercise of volleyball under pass. The method that used in this research was true experimental research design. The sample of the research are X-5 and X-10. Hypothesis testing results show that there was sig < α (0,00
Pengembangan Media Pembelajaran Kumite Karate Berbasis Mobile Learning untuk Siswa Ekstrakurikuler Karate FORKI di SMA Negeri 2 Batu
ABSTRACT Irawan, Fahmi Nur. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Kumite Karate Berbasis Mobile Learning untuk Siswa Ekstrakurikuler Karate FORKI di SMA Negeri 2 Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr.Eko Hariyanto, M.Pd., (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd.Kata Kunci: media pembelajaran, kumite karate, mobile learning.Ekstrakurikuler karate merupakan salah satu kegiatan siswa di luar mata pelajaran sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pelatih atau tenaga kepelatihan dan berkewenangan di sekolah. Kumite karate merupakan materi yang akan diterapkan untuk siswa ekstrakurikuler karate di SMA Negeri 2 Batu. Dibutuhkan media yang tepat untuk mempermudah penyampaian materi ajar kumite karate agar meningkatkan minat belajar siswa. Oleh karena itu, dilakukan pengembangan media pembelajaran kumite karate berbasis mobile learning.Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis mobile learning tentang kumite karate untuk siswa ekstrakurikuler karate di SMA Negeri 2 Batu yang diharapkan dapat mempermudah proses pembelajaran.Pengembangan media pembelajaran kumite karate menggunakan model konseptual yaitu model teori yang telah tervalidasi ke dalam prosedur suatu produk. Uji coba penelitian dilakukan melalui uji ahli dan uji coba keseluruhan produk. Ahli yang dilibatkan meliputi ahli karate, ahli kepelatihan kumite, dan ahli media. Uji keseluruhan produk melibatkan 43 siswa, menggunakan instrumen angket dalam pengumpulan data. Jenis data yang diperoleh berupa data kualitatif dari saran para ahli dan data kuantitatif dari pengguna produk. Data analisis dengan statistika deskriptif kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk persentase.Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan produk termasuk dalam kategori valid dengan persentase 83% pada uji coba keseluruhan produk, yang berarti pengembangan media pembelajaran kumite karate berbasis mobile learning layak dan tepat sebagai produk yang telah teruji. Kesimpulan hasil penelitian dan pengembangan bahwa produk mobile learning kumite karate dapat digunakan sebagai media yang tepat dan layak untuk siswa ekstrakurikuler karate di SMA Negeri 2 Batu. Saran yang diberikan adalah (1) siswa ekstrakurikuler karate di SMA Negeri 2 Batu dapat menggunakan produk sebagai alternatif media pembelajaran ekstrakurikuler karate, (2) siswa dari sekolah lain dapat menggunakan alternatif media pembelajaran karate, (3) diharapkan adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui tingkat keefektifan produk yang dikembangkan ini
SURVEI MINAT SISWA TERHADAP KEGIATAN EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DI SMK NEGERI 3 MALANG
ABSTRACT SURVEI MINAT SISWA TERHADAP KEGIATAN EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DI SMK NEGERI 3 MALANGJukhairsyah, Adri. 2016. Survei Minat Siswa Terhadap Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga di SMK Negeri 3 Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd, (2) Fahrial Amiq, S.Or., M.Pd.Kata Kunci: Minat, Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga, SMK Negeri 3 Malang.Upaya sekolah dalam membentuk karakter peserta didik dapat dilakukan di dalam dan di luar lingkungan sekolah. Salah satu yang dapat dilakukan sekolah dengan cara memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Berdasarkan hasil wawancara pada wakil bidang kesiswaaan yang dilakukan pada tanggal 13 Januari 2016, ada beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh peserta didik salah satunya kegiatan ekstrakurikuler olahraga. Adapun kegiatan ekstrakurikuler olahraga di sekolah bertujuan untuk mewadahi minat dalam bidang olahraga dan untuk memperoleh prestasi maksimal. Selain itu juga berdasarkan hasil wawancara tersebut prestasi bidang olahraga di SMK Negeri 3 Malang masih tergolong rendah.Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana minat siswa SMK Negeri 3 Malang terhadap kegiatan ekstrakurikuler olahraga.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Pada penelitian ini sampel yang diambil 13% dari jumlah populasi sebanyak 421 orang, sedangkan penentuan sampel dengan menggunakan teknik cluster sample (sampel kelompok), dengan tujuan agar subjek penelitian tidak terpusat pada kelompok tertentu. Berdasarkan ketentuan yang telah dipaparkan, jumlah sampel penelitian ini sebanyak 52 orang.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa SMK Negeri 3 Malang mempunyai minat terhadap kegiatan ekstrakurikuler olahraga, ini dapat dilihat dari hasil persentase sebesar 73%. Sedangkan dari beberapa indikator minat antara lain, sub variabel perasaan siswa SMK Negeri 3 Malang terhadap kegiatan ekstrakurikuler olahraga diperoleh data sebesar 64%, sub variabel perhatian siswa SMK Negeri 3 Malang terhadap kegiatan ekstrakurikuler olahraga dengan data sebesar 66%, dan sub variabel kebutuhan siswa SMK Negeri 3 Malang terhadap kegiatan ekstrakurikuler olahraga dengan data sebesar 89%. Simpulan penelitian ini adalah minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMK Negeri 3 Malang termasuk dalam kategori baik. Dengan hasil penelitian yang telah dipaparkan, peneliti memberikan saran kepada pihak sekolah, terutama guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan agar lebih memperhatikan dan mengidentifikasi kebutuhan peserta didik sehingga dapat menempatkan peserta didik pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga sesuai dengan bakat dan minat mereka.
Pengembangan Pembelajaran Bolavoli Dengan Multimedia Interaktif Untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP).
ABSTRAK Rahayu, Sylfia. 2016. Pengembangan Latihan Permainan Bolavoli Dengan Multimedia Interaktif Berupa Autolay Untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. D Wasis Dwiyoga, M.Pd, (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd. Kata Kunci:Pengembangan latihan Bolavoli, autoplay Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan peneliti ditemukan dalam satu set permainan dari 12 peserta ekstrakulikuler bolavoli kurang baik dalam menguasai passing bawah bahkan sering dari mereka melakukan kesalahan pada saat melakukan passing bawah. Peneliti juga melakukan wawancara pada pelatih ekstrakulikuler bolavoli di SMPN 1 Lengkong yang menerangkan bahwa program latihan yang selama ini dilaksanakan belum menggunakan variasi latihan passing bawah sehingga kurang menarik minat peserta untuk mengikuti latihan, membuat peserta menjadi bosan dan jenuh selama proses latihan berlangsung, Tidak adanya media pendukung seperti penggunaan multimedia sebagai panduan juga merupakan suatu alasan kenapa kurangnya pemberian variasi latihan passing bawah bolavoli kepada peserta ekstrakulikuler. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan mengembangkan latihan bolavoli, dan menguji kelayakan produk yang dikemas dalam bentuk autoplay media studio. Sehingga dapat membantu pemahaman latihan passing bawah permainan bolavoli untuk meningkatkan keterampilan passing bawah pada peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMPN 1 Lengkong Kabupaten Nganjuk. Penelitian dan pengembangan (research and development) yang mengacu pada model penelitian dan pengembangan Lee and Owen. Tahap-tahap penelitian ini antara lain analisis kebutuhan, desain produk, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Hasil pengembangan produk berupa variasi passing bawah bolavoli dengan multimedia interaktif berupa autoplay. Berdasarkan uji coba kelompok kecil pada 8 peserta latihan diperoleh persentase 82,22% yang berarti produk sangat valid sehingga produk dapat digunakan tanpa revisi. Sedangkan pada uji coba kelompok besar pada 30 peserta diperoleh persentase 83,98% yang berarti produk sangat valid sehingga produk dapat digunakan tanpa revisi pada latihan di Ekstrakurikuler bolavoli di SMP. Pengembangan latihan bolavoli dengan multimedia interaktif berupa autolpay untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) dapat dipergunakan bagi peserta latihan ekstrakurikuler bolavoli karena mudah dilakukan, produk yang dihasilkan menarik minat peserta untuk mempelajari teknik dasar bolavoli
Latihan Teknik Loop Drive Forehand Menggunakan Variasi Latihan untuk Atlet Tenis Meja U-12 di PTM Gajayana Kota Malang
ABSTRAK Kirom, Anasul. 2015. “Latihan Teknik Loop Drive Forehand Menggunakan Variasi Latihan untuk Atlet Tenis Meja U-12 di PTM Gajayana Kota Malang”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Purnami, M.Pd., (II) Dr. Imam Hariadi, M.Kes. Kata Kunci: tenis meja, loop drive forehand, variasi latihan Tenis meja adalah cabang olahraga yang dapat dimainkan oleh semua kalangan baik laki-laki maupun perempuan. Salah satu teknik penyerangan dalam tenis meja yaitu pukulan loop drive forehand. Kelebihan dari pukulan tersebut yaitu dapat membuat pemain lawan lebih banyak melakukan kesalahan agar dapat mendapatkan poin lebih banyak. Namun, melihat permasalahan yang terjadi di klub tersebut bahwa hasil observasi awal menunjukkan jika teknik pukulan loop drive forehand masih mengalami tingkat keberhasilan yang rendah. Adapun faktor yang mempengaruhi diantaranya (1) kendala dari tim pelatih dalam memberikan latihan khususnya pada pukulan loop drive forehand yang hanya secara instan/langsung, (2) kendala atlet yang tidak bisa memahami apa yang dipraktikkan pelatih, (3) atlet terbilang serius/tekun terkadang hanya pada saat ada pertandingan, (4) program latihan yang belum tertulis secara jelas untuk proses latihan bagi para atlet. Maka dari itu, dibutuhkannya alternatif pemecahan dalam bentuk program latihan, salah satunya dengan menggunakan variasi latihan pada pukulan loop drive forehand. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperbaiki teknik pukulan loop drive forehand permainan tenis meja dalam latihan di klub PTM Gajayana Kota Malang dengan menggunakan variasi latihan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan olahraga dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini nantinya akan dilakukan menggunakan 2 siklus, dimana setiap siklus akan dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan tiap minggunya. Sesuai dengan teori yang sudah dijelaskan sebelumnya, tiap siklus masing-masing mempunyai kegiatan utama diantaranya (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek penelitian ini berjumlah 12 atlet, diantaranya 9 putra dan 3 putri di klub PTM Gajayana Kota Malang. Hasil penelitian yang telah dilalui para atlet dalam melakukan teknik pukulan loop drive forehand mengalami peningkatan yang cukup signifikan dengan beberapa variasi latihan yang beraneka ragam. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus yaitu 3 minggu dengan 9 kali pertemuan di siklus 1, dan 3 minggu dengan 9 kali pertemuan di siklus 2. Tingkat keberhasilan pada siklus 1 diantaranya pada gerakan posisi awal di minggu pertama 88,08%, minggu kedua 95,25%, dan minggu ketiga 99,17%. Gerakan pra impact di minggu pertama 69,34%, minggu kedua 78%, dan minggu ketiga 86,33%. Gerakan impact di minggu pertama 59,67%, minggu kedua 70,25%, dan minggu ketiga 78,33%. Gerak lanjutan di minggu pertama 82,75%, minggu kedua 88,66%, dan minggu ketiga 93,75%. Pada tingkat keberhasilan di siklus 2 juga berjalan selama 3 minggu dengan 9 kali pertemuan, diantaranya pada gerakan posisi awal di minggu pertama 99,75%, minggu kedua 100%, dan minggu ketiga 100%. Gerakan pra impact di minggu pertama 90,59%, minggu kedua 95,5%, dan minggu ketiga 97,25%. Gerakan impact di minggu pertama 84,84%, minggu kedua 90%, dan minggu ketiga 92,67%. Gerak lanjutan di minggu pertama 95,59%, minggu kedua 97,5%, dan minggu ketiga 98,25%. Berdasarkan permasalahan yang terjadi tentang teknik pukulan loop drive forehand, bahwa permasalahan tersebut dapat dipecahkan dengan menggunakan variasi latihan. Tingkat keberhasilan yang dicapai selama 6 minggu dalam siklus 1 dan 2 jika variasi latihan dapat memperbaiki latihan tentang teknik loop drive forehand untuk atlet di klub PTM Gajayana Kota Malang
PENGEMBANGAN POLA LATIHAN INBOUND MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BOLABASKET SMP NEGERI 15 MALANG
ABSTRAK Kurniawan, Robby 2016. Pengembangan Pola Latihan Inbound Menggunakan Media Video Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Bolabasket SMP Negeri 15 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes dan (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes Kata Kunci: Pola Latihan, Inbound Bolabasket, Media Video Berdasarkan hasil pengalaman praktek kepelatihan dan analisis kebutuhan yang dilakukan pada pelatih dan peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 15 Malang diketahui pelatih sangat membutuhkan variasi pola latihan inbound dalam menyampaikan materi kepada peserta, pelatih membutuhkan media yang tepat untuk penyampaian materi latihan, 32 peserta (80%) mengungkapkan sangat perlu taktik inbound dalam bolabasket, 33 peserta (82,5%) mengungkapkan sangat kesulitan dalam melakukan taktik inbound dengan baik, 100% peserta setuju dikembangkannya pola latihan inbound bolabasket menggunakan media video dalam ekstrakurikuler bolabasket SMPN 15 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk menagatasi permasalahan yang muncul dengan solusi mengadakan penelitian dan pengembangan tentang pola latihan inbound menggunakan media video pada kegiatan ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 15 Malang. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian pola latihan inbound menggunakan media video ini adalah model konseptual yaitu model operasionalisasi teori yang telah tervalidasi ke dalam prosedur pada suatu produk. Hasil penelitian dan pengembangan berupa penilaian ahli terhadap produk yang dikembangkan ditemukan persentase kemenarikan pola 89,34%, ketepatan pola 87,34%, kejelasan video 91,66% dan kemenarikan tampilan 90,00%, berarti produk yang dikembangkan pada kategori baik sekali serta tepat dan layak sebagai produk yang teruji. Hasil uji coba kelompok kecil terhadap 10 peserta ekstrakurikuler menunjukkan persentase 86,40%, dan Hasil uji coba kelompok besar terhadap 30 peserta ekstrakurikuler menunjukkan persentase 88,75%, sehingga hasil produk yang dikembangkan masuk dalam kategori baik sekali, jadi pola latihan inbound bolabasket menggunakan media video layak, tepat dan bisa digunakan oleh peserta latihan serta pelatih di ekstrakurikuler bolabasket di SMP Negeri 15 Malang. Kesimpulan hasil penelitian bahwa pola latihan inbound menggunakan media video dapat digunakan sebagai media penyampaian materi peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 15 Malang. Saran yang diberikan adalah (1) peserta latihan dapat memanfaatkan produk sebagai alternatif media penunjang kegiatan latihan, (2) produk yang dikembangkan dapat digunakan di sekolah lain dengan mempertimbangkan karakteristik yang ada dalam produk. ABSTRACT Kurniawan, Robby 2016. Development of Inbound Excercise Patterns Using Videos On Basketball Extracurricular Activities at SMP Negeri 15 Malang. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Supervisor: (I) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes and (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes Keywords: Exercise Pattern, Inbound Basketball, Media Video Based on the results of coaching experience and needs assesment conducted on the trainer and participants in basketball extracurricular of SMP Negeri 15 Malang known that the coaches in dire need pattern variation of inbound exercise in presenting the material to the participants, coaches need the right media to deliver the training materials, 32 participants (80%) reveals that inbound tactics in basketball is very necessary, 33 participants (82.5%) reveals that very difficult to perform inbound tactics well, 100% of participants agreed to development inbound pattern in basketball training using videos in basketball extracurricular in SMPN 15 Malang. This study aims to overcome problems that arise with a solution to conduct research and development on inbound exercise patterns using videos on basketball extracurricular activities SMP Negeri 15 Malang. The model in this research development patterns inbound exercises using videos are conceptual model which model operationalization of theories that have been validated in the procedure on a product. Results of research and development in the form of an expert assessment of the products developed attractiveness of the patterns found percentage 89.34%, 87.34% accuracy pattern, video clarity 91.66% and attractiveness 90.00% display, the product developed in both categories once and appropriate and feasible as the products tested. The results of small group with 10 participants showed percentage of 86.40%, and the results of a large group with 30 participants showed percentage of 88.75%, resulting in a product that was developed in the category very well, so the pattern of inbound basketball using video media is feasible, accurate and can be used by trainees and trainers in extracurricular basketball in SMPN 15 Malang. Conclusion of research that pattern inbound exercises using videos can used as a medium for the delivery of content basketball extracurricular participants SMP Negeri 15 Malang. The advice given is (1) trainees can utilize the product as an alternative media supporting training activities, (2) products developed can be used in other schools taking into account the characteristics present in the product
PERBANDINGAN PENGARUH METODE BERMAIN KELOMPOK DAN INDIVIDU TERHADAP MINAT GERAK DASAR LARI DAN LOMPAT SISWA TUNAGRAHITA RINGAN DI SDLB BHAKTI LUHUR MALANG
ABSTRACT Adi, Aloysius Gonzaga. 2016. Perbandingan Pengaruh Metode Bermain Kelompok dan Individu terhadap Minat Gerak Dasar Lari dan Lompat Siswa Tunagrahita Ringan di SDLB Bhakti Luhur Kota Malang.. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd, (II) I Nengah Sudjana S.Pd, M.Pd.Kata Kunci: metode bermain kelompok, metode bermain individu, minat gerak dasar lari dan lompat, siswa tunagrahita.Siswa tunagrahita adalah mereka yang memiliki keterbatasan mental dan intelektual (IQ) Pendidikan jasmani melalui media bermain memberikan kesempatan yang sama bagi siswa tunagrahita untuk belajar. Metode bermain juga metode termudah dalam pemberian pembelajaran pendidikan jasmani untuk menarik minat siswa untuk bergerak walaupun dengan gerakan yang sederhana seperti berlari dan melompat. Metode bermain kelompok dan Individu adalah bagian dari metode bermain yang dilihat berdasarkan jumlah peserta, namun metode bermain kelompok dan individu mempunyai karakteristik dan tujuan yang sangat berbeda bila diterapkan bagi siswa tunagrahita. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui perbandingan pengaruh metode bermain kelompok dan individu terhadap minat bergerak berlari dan melompat siswa tunagrahita ringan di SDLB Bhakti Luhur Kota Malang. Eksperimen dengan bentuk Randomized Posttest-Only Comparison Two Group Design adalah rancangan penelitian yang dipilih peneliti sebagai rancangan penelitian. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa tunagrahita di SDLB Bhakti Luhur Kota Malang. Subjek penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu 15 siswa yang mendapat perlakuan metode bermain kelompok dan 15 siswa yang mendapat perlakuan metode bermain individu. Analisis data dari penelitian ini yaitu berupa teknik analisis varians satu jalur. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa minat gerak dasar lari dan lompat pada permainan kelompok dan individu mempunyai Sig 0.73 dan f hitung 3.483. Berdasarkan hasil perhitungan F hitung kurang dari () 0,05 (0,73 > 0,05). Jadi dapat disimpulkan tidak ada perbedaan minat gerak dasar lari dan lompat terhadap pada permainan kelompok dan individu.Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa tunagrahita ringan kelas 4 dan 5 di SDLB Bhakti Luhur Malang mempunyai minat gerak dasar lari dan lompat yang sama pada permainan kelompok dan permainan individu. Bermain adalah dunia anak, sehingga permainan menjadi media yang tepat bagi anak untuk belajar gerak dasar lari dan lompat. Permainan kelompok diminati karena siswa kelas 4 dan 5 merupakan usia dimana anak-anak menyukai permainan dengan kelompok yang besar atau aktivitas berkelompok. Permainan individu juga diminati siswa karena tingkat intelektual yang rendah dapat membuat siswa fokus terhadap dirinya sendiri atau benda sebagai alat bermain.ABSTRACT Adi, Aloysius Gonzaga. 2016. The Effect Comparison of Methods to Groups Play and Individuals Play to Basic Motion Interests Running and Jumping Mild Mental Retardation Students in SDLB Bhakti Luhur Malang. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Sciences, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Asim, M.Pd, (II) I Nengah Sudjana S.Pd, M.PdKeywords: group playing method, individual play method, the basic motion Interests run and jump, mild mental retardation students Mild mental retardation students are those who have mental disabilities and intellectual (IQ) physical education through the medium of play provide equal opportunities for students with intellectual challenges to learning. Method of playing is also the easiest method in the provision of physical education learning to attract students to move even though with a simple movement such as running and jumping. Method Individual and group play is part of the method of play is seen from based on the number of participants, but the method has little play group and individual characteristics and very different purposes when applied to students with intellectual challenges.. The purpose of this research is to compare the effect of the method bermaian interest groups and individuals to move running and jumping lightly retarded students in SDLB Bhakti Luhur Malang. Experiments with Randomized Posttest-Only Comparison Group Design are designed study have researchers as the study design. The subjects were 30 students with intellectual challenges in SDLB Bhakti Luhur Malang. Subjects of this study were divided into two groups of 15 students who received the treatment methods of group play and 15 students who got treatment methods individual play. Analysis of the data from this study in the form of One Way Anova.From the analysis of the data shows that interest in the basic motion run and jump on the game groups and individuals have the Sig 0.73 and f count 3,483. Based on the calculation of F count less than ( 0.05). So we can conclude there is no difference in the basic motion interests run and jump towards the group and individual games. These results suggest that mild mental retardation students grades 4 and 5 in SDLB Bhakti Luhur Malang have an interest in basic movements run and jump on the same team games and individual games. Play is a child's world, so the game becomes appropriate media for children to learn basic movements run and jump. Group games demand for Grade 4 and 5 is an age where children love playing with a large group or activity groups. Individual games are also interested students because of the low intellectual level can make students focus on himself or an object as a tool to play
Penerapan Analisis SWOT sebagai Salah Satu Cara dalam Menentukan Strategi Pemasaran (Study pada Sekolah Dasar Islam Plus Lembaga Sosial Pendidikan Islam Arrosyiid di Kota Mojokerto)
ABSTRACT Nugroho, Arie Akbar (2011) “Penerapan Analisis SWOT sebagai Salah Satu Cara dalam Menentukan Strategi Pemasaran (Study pada Sekolah Dasar Islam Plus Lembaga Sosial Pendidikan Islam Arrosyiid di Kota Mojokerto)”. Dibawah bimbingan Dr. Aniek Indrawati S.Si., M.M.Handri Dian Wahyudi S.Pd., M.Sc.Kata Kunci: Analisis SWOT, Matrik IFAS, Matrik EFAS, Matrik SWOT Era industrialisasi yang semakin berkembang saat ini menuntut setiap perusahaan untuk mampu menawarkan produk yang kompetitif, baik dari segi kualitas maupun harga yang ditawarkan. Dalam situasi perekonomian saat ini, setiap perusahaan yang memasarkan barang maupun jasa dituntut untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksinya apabila perusahaan tetap ingin melanjutkan usahanya. Hal ini disebabkan ketatnya persaingan dalam memasarkan produknya, di sisi lain dapat terjadi kenaikan permintaan dari konsumen yang semakin besar. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam perumusan strategi pemasaran yaitu dengan menggunakan analisis SWOT.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah strategi pemasaran yang dapat digunakan Lembaga Sosial Pendidikan Islam Arrosyiid di Kota Mojokerto dengan menggunakan analisis SWOT. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan wawancara dengan teknik semi struktural. Peneliti juga menjadi observer pastisipatif dengan menggunakan jenis partisipasi lengkap.Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa posisi Lembaga Sosial Pendidikan Islam Arrosyiid berada pada kuadran III dalam analisis SWOT dimana IFAS mempunyai nilai 2,75 dan EFAS mempunyai nilai 2,6 Saran dari penelitian ini adalah: (1) Memaksimalkan promosi online, (2) Menigkatkan standar-standar perusahaan untuk meningkatkan kinerja dan motivasi pegawai, (3) Memaksimalkan peran dari Bidang Kepegawaian dalam perekrutan pegawai, (4) Memberikan dukungan penuh terhadap pegawai yang mengalami kesulitan dalam pekerjaannya, (5) Memaksimalkan kekuatan untuk merubah image lembaga yang buru
PENINGKATAN KETERAMPILAN TEKNIK DASAR PASSING DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM PADA SISWA KELAS X SMKN 2 SINGOSARI MELALUI PENDEKATAN BERMAIN
ABSTRACT Bachtiar, Aziz Roni. 2015. Peningkatan Keterampilan Teknik Dasar Passing Dalam Permainan Sepakbola Menggunakan Kaki Bagian Dalam Pada Siswa Kelas X SMKN 2 Singosari Melalui Pendekatan Bermain. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd (II) Fahrial Amiq, S.Or, M. Pd.Kata kunci: Keterampilan, passing, sepakbola, pendekatan bermain.Sepakbola merupakan olahraga yang sangat digemari oleh kalangan anak-anak hingga orang dewasa dan diajarkan mulai jenjang SD/MI hingga jenjang SMA. Melalui pembelajaran passing sepakbola menggunakan kaki bagian dalam, siswa diharapkan senang, aktif, paham terhadap materi yang diajarkan dan terampil. Berdasarkan observasi awal, dapat diketahui bahwa keterampilan passing sepakbola menggunakan kaki bagian dalam di SMKN 2 Singosari untuk materi passing menggunakan kaki bagian dalam, keberhasilan pembelajaran dapat dilihat dari banyaknya siswa yang mampu melakukan passing menggunakan kaki bagian dalam dengan baik dan benar, namun apa yang telah dilakukan oleh guru sesuai dengan fakta di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan belum mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan teknik dasar passing sepakbola kaki bagian dalam melalui pendekatan bermain.Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 2 Singosari dengan jumlah subyek penelitian siswa kelas X Mekatronika sebanyak 36 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan kuantitatif.Melalui penerapan metode bermain diharapkan dapat meningkatkan keterampilan teknik dasar passing dalam sepakbola dari siklus ke siklus. Hal ini bisa dilihat dari persentase keberhasilan siswa dalam melakukan keterampilan teknik dasar passing dalam sepakbola setelah diberikan tindakan dari siklus I dan siklus II, hasilnya dari siklus I pertemuan ke 1 sebesar 46,5% dengan katagori cukup dan pertemuan ke 2 sebesar 58,1% dengan katagori cukup, serta pertemuan ketiga sebesar 72,5% dengan kategori baik, dan hasilnya dari siklus II pertemuan ke 1 sebesar 78,1% dengan kategori baik dan pertemuan ke 2 sebesar 84,9% dengan kategori baik sekali, serta pertemuan ketiga sebesar 88,2% dengan kategori baik sekali. Kesimpulan yang diperoleh bahwa keterampilan passing sepakbola menggunakan kaki bagian dalam melalui pendekatan bermain dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Mekatronika SMKN 2 Singosari. Berdasarkan kesimpulan tersebut, disarankan kepada beberapa pihak antara lain: (1) bagi Guru Pendidikan Jasmani SMKN 2 Singosari, hendaknya guru menggunakan metode pembelajaran yang lebih variatif, dan guru lebih memperhatikan pula aspek sikap, (2) bagi siswa hendaknya lebih meningkatkan partisipasinya, (3) bagi SMKN 2 Singosari, hendaknya dapat mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas sekolah, dan (4) bagi peneliti lain, hendaknya dijadikan sebagai rujukan penelitian serupa