SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Pada Renang Gaya Dada Untuk Siswa Kelas X SMK Negeri 11 Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Juarifa. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Pada Renang Gaya Dada Untuk Siswa Kelas X SMK Negeri 11 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes. (II) Sri Purnami, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: media pembelajaran interaktif, renang gaya dada.             Media pembelajaran interaktif merupakan sarana pendukung pelaksanaan proses belajar. Penyampaian materi pembelajaran membutuhkan media belajar yang variatif dan menarik, yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan belajar siswa. Dengan adanya kemajuan teknologi, guru diharapkan memiliki metode khusus dalam penyampaian materi pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif pada renang gaya dada dalam membantu mempermudah siswa kelas X SMK Negeri 11 dalam memahami setiap runtutan materi dan dengan tampilan menarik dapat membantu proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan (resaerch and development) Borg and Gall. Dari sepuluh langkah yang ditemukan Borg and Gall, namun peneliti hanya menggunakan 7 langkah yang meliputi: (1) analisi kebutuhan, (2) rancangan design produk awal, (3) revisi ahli, (4) uji kelompok kecil, (5) revisi kelompok kecil, (6) uji kelompok besar, (7) revisi pruduk akhir. Penelitian pengembangan ini dikembangkan melalui saran dan evaluasi para ahli, uji coba kelompok kecil dan uji lapangan (kelompok besar). Hasil pengembangan apabila dilihat dari persentase keberhasilan yaitu (1) 1 ahli renang persentasenya adalah 90,83%, (2) 1 ahli pembelajaran persentasenya adalah 86,46%, (3) 1 ahli media persentasenya adalah 73,57%, (4) 9 siswa untuk uji kelompok kecil persentasenya adalah 80,11%, dan (5) 30 siswa untuk uji lapangan (kelompok besar) persentasenya adalah 86%. Artinya media pembelajaran interaktif ini sangat baik dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran untuk siswa kelas X SMK Negeri 11 Malang. Kesimpulannya adalah dengan adanya media pembelajaran interaktif dengan konsep pembelajaran yang variatif dapat membantu siswa dalam memahami setiap runtutan materi yang ada di dalam media pembelajaran dan isi pada media pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan siswa. Saran untuk penelitian pengembangan lebih lanjut adanya konsep pembelajaran yang lebih variatif, serta keefektifannya supaya lebih bermanfaat dan juga sasaran dari media juga tidak hanya tertuju pada siswa kelas X saja, melainkan untuk yang membutuhkan media pembelajaran interkaktif pada renang gaya dada.       ABSTRACT   Juarifa. 2016. Interactive Learning Media Development Breaststroke In Pool For Class X SMK Negeri 11 Malang. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Tutorship: (I) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes. (II) Sri Purnami, S.Pd., M.Pd.   Keywords: exercise media interactive learning, swimming breaststroke. Media interactive learning is a means of supporting the implementation learning process. Delivery material learning requires media learning varied and interesting, which is tailored to the learning needs of students. With the advancement of technology, teachers are expected to have a special method in the delivery of material learning. The purpose of this research was to develop an media interactive learning in breaststroke swimming in helping facilitate students of class X SMK Negeri 11 Malang in understanding each sequence of the material and with attractive appearance can help the learning process. The method used in this study refers to the development model resaerc and development Borg and Gall. Of the ten steps found Borg and Gall, but researchers only use the 7 steps that include: 1) analysis of needs, 2) a draft design of the initial product, 3) the revision of experts, 4) small group test, 5) a revision group small, 6) test large group, 7) the revised final pruduk. The development of research developed through advice and evaluation experts, small group testing and field testing (large group). Results of development when seen from the percentage of success are (1) 1 pool expert percentage is 90.83%, (2) 1 learning experts percentage is 86.46%, (3) 1 media experts percentage is 73.57%, (4) 9 students for small group test percentage is 80.11%, and (5) 30 students for field testing (large group) the percentage is 86%. That is an media interactive learning is very good and can be used in the learning process for students of class X SMK Negeri 11 Malang. The conclusion is the presence of media interactive learning with varied learning concept can help students in understanding each sequence of the material in the media learning and media content that are tailored to the student's ability. Suggestions for further research development of the concept of learning are more varied, and their effectiveness so that more useful and also the aim of the media is not also restricted to the class X only, but for the need of media interkaktif learning in breaststroke swimming

    Pengembangan Model Latihan Teknik Dasar Pencak Silat Daun Melayang Untuk Ekstrakurikuler Perisai Diri SMA Negeri 1 Tumpang Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Lado, Angelis Elisabeth Yanloys. 2016. Pengembangan Model Latihan Teknik Dasar Pencak Silat Daun Melayang Untuk Ekstrakurikuler Perisai Diri SMA Negeri 1 Tumpang Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M. E. Winarno, M.Pd, (II) Febrita Paulina Heynoek S.Pd M.Pd. Kata Kunci: Model latihan, daun melayang, pencak silat perisai diri. Perisai diri merupakan perguruan bela diri yang didirikan oleh Bapak Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmojo. Teknik daun melayang yang melompat tinggi kemudian pancerannya masuk ke posisi terlemah lawan kemudian dilanjutkan dengan serangan. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang dilakukan oleh peneliti pada peserta kegiatan ekstrakurikuler perisai diri SMA Negeri 1 Tumpang Malang, teknik daun melayang merupakan teknik yang sangat sulit untuk dilakukan oleh peserta perisai diri Dasar I dan Dasar II. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan sebuah produk berupa buku panduan untuk ekstrakurikuler perisai diri SMA Negeri 1 Tumpang Malang. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan prosedural dengan langkah-langkah yang merujuk dari Borg and Gall (1983:775), namun penelitian ini hanya menggunakan 7 langkah. Langkah-langkah tersebut adalah: (1) analisis kebutuhan, (2) membuat produk awal yaitu, pembuatan model latihan teknik daun melayang dengan 8 model latihan yang akan diberikan, (3) evaluasi para ahli, (4) revisi produk, (5) uji coba kelompok kecil, (6) uji coba kelompok besar, dan (7) Produk akhir. Instrumen yang digunakan adalah berupa angket berisi tentang rancangan produk yang telah dibuat. Desain uji coba menggunakan dua tahap yaitu tahap evaluasi ahli yakni ahli pencak silat, ahli kepelatihan pencak silat, ahli media dan uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar.             Selama proses penelitian dan pengembangan ditemukan hasil 100% dari ahli pencak silat, 78,9% dari ahli kepelatihan pencak silat, 79,5% dari ahli media,  serta dari hasil uji coba kelompok kecil sebesar 93,65% dan uji coba kelompok besar sebesar 86,97%. Dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan oleh peneliti layak digunakan. Besar harapan peneliti bila produk yang telah dikembangkan oleh peneliti dapat digunakan untuk sasaran yang lebih luas serta dikembangkan lebih variatif sehingga dapat dikaji keefektifan dari produk pengembangan model latihan daun melayang yang telah dikembangkan peneliti

    Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada Matapelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMPN 6 Malang dengan Menggunakan Analisis SWOT

    No full text
    ABSTRAK   Adhitya Wardhana, Suhardiyantoro. 2015. Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada Matapelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMPN6 Malang dengan Menggunakan Analisis SWOT. Skripsi, JurusanPendidikan Jasmani dan Kesehatan, Universitas Negeri Malang: (1) Dr.Asim, M.Pd. (2) Drs. Heru Widijoto, M.S.   Kata Kunci: Evaluasi, Kurikulum 2013, Pendidikan Jasmani Olahraga danKesehatan, Analisis SWOT. Pembelajaran merupakan suatu sistem dengan komponen, yaitu Komponentersebut adalah tujuan, materi, kegiatan dan evaluasi. Sistem pendidikan diIndonesia saat ini berlaku kurikulum 2013. Pada kenyataannya belum semuasekolah dapat melaksanakan program kurikulum 2013 tersebut. Kendala tersebutdisebabkan banyak faktor yang mempengaruhinya. Untuk mengetahuipermasalahan tersebut, harus dilakukan evaluasi program kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program kurikulum 2013 ini, sertamengetahui kendala-kendala yang ada dalam tahap implementasinya. Kurikulum2013 memiliki 8 standar, yaitu: standar isi, standar penilaian pendidikan, standarproses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan,standar sarana-prasarana, standar pembiayaan dan standar pengelolaan. Penelitian ini menggunakan model penelitian evaluasi Nasution (2010:90), ada 5langkah, yakni: 1) merumuskan tujuan evaluasi, 2) mendesain proses danmetodologi evaluasi, 3) menspesifikasi data yang diperlukan untuk menyusuninstrumen bagi proses pengumpulan data, 4) mengumpulkan, menyusun danmengolah data, dan 5) menganalisis data dan menyusun laporan mengenai hasilhasil, kesimpulan dan rekomendasi. Untuk teknik analisisnya menggunakananalisis SWOT yang dapat memilah kekuatan program, kelemahan program,peluang program dan ancaman bagi program yang dijalankan. Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kurikulum 2013 di SMPN 6 Malang, padastandar isi sudah berjalan sangat baik. Standar penilaian berjalan sangat baik.Standar proses berjalan sangat baik. Standar kompetensi lulusan berjalan baik.Standar pendidik dan tenaga kependidikan berjalan sangat baik. Standar saranadan prasarana berjalan sangat baik. Standar pembiayaan berjalan cukup baik danstandar pengelolaan berjalan sangat baik. Implementasi kurikulum 2013 berjalanbaik karena pihak sekolah sangat mendukung kurikulum 2013

    MENINGKATKAN PROSES PEMBELAJARAN GULING DEPAN DENGAN MENGGUNAKAN PART AND WHOLE METHOD PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 TUNJUNG 1 KABUPATEN BLITAR

    No full text
    ABSTRAK   Wicaksono.Ahmad Sriaji.2014. Meningkatkan Proses Pembelajaran Guling Depan dengan Menggunakan Part and Whole Method pada Siswa Kelas V SDN Tunjung 1 Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing : (I)Dr. Eko Hariyanto, M.Pd (II) Drs. Tatok Sugiarto , S.Pd., M.Pd   Kata Kunci: Proses Pembelajaran, guling depan, part and whole method Senam lantai guling depan adalah gerakan berguling yang halus dengan menggunakan tubuh bagian tubuh yang berbeda untuk kontak dengan lantai dimulai dari kedua kaki, kedua tangan, ke tengkuk, lalu bahu ke punggung, pinggang dan pantat sebelum akhirnya ke kaki kembali. Berdasarkan observasi awal pada kelas V SDN Tunjung I, diperoleh hasil bahwa penguasaan gerak, pemahaman materi dan sikap terhadap pembelajaran ternyata tidak optimal sehingga kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran senam lantai guling depan siswa kelas V SDN Tunjung 1 yang masih mengalami kesulitan dengan menggunakan part and whole method. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan diskriptif kualitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui 3 siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Tunjung 1. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan) dan tes. Dengan menggunakan part and whole method terbukti mampu meningkatkan proses pembelajaran siswa dari siklus ke siklus. Hal ini bisa dilihat dari persentase keberhasilan siswa dalam melakukan senam lantai guling depan setelah diberikan tindakan dari siklus I, siklus II dan siklus III hasilnya, proses pembelajaran dari siklus I sebesar 52,36% dengan kategori kurang baik, dan pada siklus II mengalami peningkatan dengan skor proses pembelajaran 62,17% yang tergolong dalam kategori cukup baik dan siklus III mengalami peningkatan dengan skor proses pembelajaran 86,46% dalam kategori baik. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan menggunakan part and whole method dapat meningkatkan proses pembelajaran guling depan siswa kelas V SDN Tunjung 1. Berdasarkan penelitian ini disarankan  menggunakan part and whole method pada pembelajaran senam lantai guling depan agar memberi kemudahan dan menjadikan siswa menguasai gerakan, memahami materi, menjadi disiplin dan memiliki keberanian untuk melakukan gerakan guling depan dengan benar

    Pengembangan Pembelajaran Teknik Dasar Tolak Peluru Gaya Menyamping bagi Siswa Kelas VII di SMPN 12 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Saputri,Rina Fifit. 2015. Pengembangan Pembelajaran Teknik Dasar Tolak Peluru Gaya Menyamping bagi Siswa Kelas VII di SMPN 12 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. M. E. Winarno, M.Pd. (II) Drs. Mulyani Surendra, M.S.   Kata Kunci:Model Pembelajaran, Teknik Dasar Tolak Peluru Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti dengan siswa kelas VII di SMPN 12 Malang pada tanggal  08 Januari 2015, pembelajaran tolak peluru gaya menyamping belum pernah menggunakan variasi permainan pada saat  proses pembelajaran. Pada penelitian awal melalui penyebaran angket analisis kebutuhan (need assessment) kepada 1 guru Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan dan 30 siswa kelas VII di SMPN 12 Malang diperoleh hasil materi yang paling sulit dikuasai oleh siswa adalah tolak peluru gaya menyamping. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan variasi permainan pada pembelajaran tolak peluru yang lebih bervariatif. Melalui model pembelajaran teknik dasar tolak peluru diharapkan, pengembangan ini dapat menjadi solusi dalam pembelajaran agar siswa di SMPN 12 Malang lebih antusias dan semangat dalam mengikuti pembelajaran tolak peluru. Penelitian yang dilaksanakan pada siswa kelas VII di SMPN 12 Malang ini termasuk penelitian dan pengembangan (research and developmet). Dalam penelitian pengembangan ini  teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. Produk pengembangan yang dihasilkan adalah buku panduan model pembelajaran teknik dasar tolak peluru gaya menyamping yang terdiri dari (1) Permainan Tolakan Bola Sasaran, (2) Permainan Tolakan Menyilang, (3) Permainan Tolakan Zig Zag, (4) Permainan Tolakan Bola Estafet, (5) Permainan Tolakan Lingkaran, (6) Permainan Tolakan Bom-boman, (7) Permainan Tolakan Berburu Tikus Kucing, (8) Permainan Tolakan Merah Putih. Hasil pengembangan model pembelajaran teknik dasar tolak peluru gaya menyamping di SMPN 12 Malang diperoleh data sebagai berikut: (1) Hasil evaluasi ahli atletik 75-93% (dapat digunakan), (2) Hasil evaluasi ahli pembelajaran 75-100% (dapat digunakan), (3) Hasil evaluasi ahli permainan 75-78% (dapat digunakan), (4) Hasil evaluasi ahli media 75-90% (dapat digunakan), (5) Hasil uji coba kelompok kecil 85,93-89,84% (dapat digunakan), (6) Hasil uji coba kelompok besar 86,97-90,10% (dapat digunakan) sehingga produk pengembangan ini layak dan praktis untuk digunakan. Hasil pengembangan model pembelajaran teknik dasar tolak peluru di SMPN 12 Malang dapat disimpulkan bahwa menarik dilakukan oleh siswa, model pembelajaran aman dilakukan oleh siswa, model pembelajaran mudah dan tepat dilakukan oleh siswa, serta bermanfaat untuk siswa. Produk yang dikembangkan menarik dilakukan karena model pembelajaran lebih bervariatif. Model pembelajaran aman dilakukan karena setiap permainan berkonsep sederhana dan menarik sehingga siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran

    A PSYCHOANALYTICAL STUDY ON THE PERSONALITY OF THE CHARACTER MARIAM IN THE NOVEL A THOUSAND SPLENDID SUNS

    No full text
    ABSTRAK   The rise of feminism and the issue of women subordination have long caught the attention and interest of many, including those of artists from all around the world. This can be seen from the vast array of literary works on the topic, regardless of their diverse geographical and cultural background. One example of the literary works referred is A Thousand Splendid Suns, a bestselling novel written by Khaled Hosseini, an Afghan-American in 2007 following its predecessor, another bestselling novel of Hosseini The Kite Runner, which debuted in 2003. Studies on the issue of women subordination in the novel have also been conducted, leading to the finding that the main character Mariam and Laila are but the representation of Afghan women in the 20th century under the domination of patriarchal and conservative society. While this is true, the researcher finds it interesting, nevertheless, to see how the unique personality of a character, in this thesis Mariam, is still very highly linked to her respective childhood. To be able to analyze the relation between the childhood of the character Mariam and her adult personality, the researcher points out some prevalent aspects from the character’s childhood and later explains, using the psychoanalysis theory, in what ways these aspects affect her adult personality. Additionally, Freud’s notion on the three parts of the psychic apparatus, namely the id, ego, and superego is used during the process of analysis and is proven helpful in understanding the idiosyncrasy of the adult personality of the character Mariam, particularly in answering why she behaves in particular ways. In summary, it is found that the childhood of the character Mariam indeed has everything to do with her adult personality, and it is very expected for it to be the main reason behind her reserved and submissive personality as well as the tendency to self-punishment. This finding speaks to the fact that, despite her being the representation of rural Afghan women, her respective early life experiences also contribute to her personality and therefore her individuality as a character

    PENGEMBANGAN LATIHAN TAEKWONDO DENGAN MEDIA AUDIO-VISUAL UNTUK EKSTRAKURIKULER TAEKWONDO DI SMA KABUPATEN TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK   Setianto, Wahid Rohmat. 2015. Pengembangan Latihan Taekwondo Dengan Media Audio Visual Untuk Ekstrakurikuler Taekwondo Di SMA Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Heru Widijoto, M.S, (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd.   Kata Kunci: latihan taekwondo, audio-visual, ekstrakurikuler Berdasarkan observasi yang dilakukan pada tanggal 31 desember 2014 di 3 SMA Kabupaten Tulungagung yaitu SMAN 1 Pakel, SMAN 1 Kauman, dan SMAN 1 Boyolangu. Hasil wawancara yang dilakukan pada tiga orang pelatih taekwondo di tiga SMA yang tersebut disimpulkan bahwa peserta latihan Taekwondo adalah anak-anak yang berpotensi, tetapi ditemukan permasalahan peserta kegiatan Taekwondo kesulitan memahami konsep-konsep dasar yang ada dalam Taekwondo, mulai dari teknik dasar, filosofi sabuk dan gerakan. Peserta mudah lupa dengan materi latihan, dikarenakan latihan hanya diadakan dua kali dalam seminggu. belum adanya media untuk membantu mereka mempelajari materi latihan Taekwondo di rumah mereka masing-masing diluar latihan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang ada yaitu dengan mengembangkan latihan taekwondo berbasis media audio visual untuk ekstrakurikuler taekwondo di SMA sehingga potensi peserta latihan dapat dikembangkan secara maksimal. Diharapkan dengan adanya pengembangan ini dapat menjadi solusi untuk melatih peserta menjadi lebih mudah dalam berlatih taekwondo. Penelitian yang dilaksanakan pada kegiatan ekstrakurikuler Taekwondo SMA Kabupaten Tulungagung ini termasuk penelitian dan pengembangan (research and development) yang mengacu pada model penelitian dan pengembangan Borg And Gall. Dalam penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuisioner. Hasil pengembangan dari produk ini latihan teknik dasar taekwondo dengan media audio-visual yang dikemas dalam bentuk VCD dan disertai buku panduan pelaksanaan. Berdasarkan uji coba kelompok kecil pada 6 peserta latihan dari 3 SMA berbeda diperoleh persentase 86,2% yang berarti produk sangat valid sehingga produk dapat digunakan tanpa revisi. Sedangkan pada uji coba kelompok besar pada 38 peserta latihan dari 3 SMA diperoleh persentase 89,36% yang berarti produk sangat valid sehingga produk dapat digunakan tanpa revisi pada latihan di Ekstrakurikuler Taekwondo di SMA. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan latihan taekwondo dengan media audio-visual untuk ekstrakurikuler taekwondo di SMA Kabupaten Tulungagung dapat dipergunakan bagi peserta latihan ekstrakurikuler taekwondo karena mudah dilakukan, produk yang dihasilkan menarik minat peserta untuk mempelajari teknik dasar taekwondo dan nilai-nilai filosofi dalam taekwondo

    pengembangan model bermain untuk meningkatkan kemampuan dribble dalam permainan bolabasket pada kegiatan ekstrakurikuler bolabasket smp karika iv-9 malang

    No full text
    ABSTRAK   Rhomadhoni, Fathu 2015. Pengembangan model bermain untuk meningkatkan kemampuan driblle dalam permainan bolabasket di SMP Kartika IV-9 Malang. Skripsi, Jurusan Pendididikan Jasmani dan kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes (2) UsmanWahyudi, SPd, M.Pd.   Kata Kunci :penelitian pengembangan, bolabasket, dribble Materi dribble bolabasket merupakan salah satu materi pokok yang diajarkan pada pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah khususnya untuk siswa SMP Kartika IV-9 Malang. Namun seperti pada kenyataannya siswa SMP pasti merasa bosan karena guru lebih sering menggunakan metode drilling. Mereka berharap ketika mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani mereka bisa bermain, bersenang-senang dengan teman, dan berekreasi. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai pengembangan model permainan driblle bolabasket di sekolahtersebut, bolabasket adalah suatu permainan yang dilakukan oleh 2 tim yang masing-masing beranggotakan 5 orang pemain, dengan waktu 4x10 menit, bolabasket merupakan permainan, beregu yang dimainkan oleh individu-individu untuk menyebar luaskan gagasan dari pelatih agar bolabasket agar bolabasket menjadi permainan yang lebih baik. Di SMP Kartika IV-9 Malang, model bermain dribble jarang diberikan oleh pelatih, hal ini diketahui oleh pelatih pada saat melaksanakan observasi dan wawancara di SMP Kartika IV-9 Malang, dan model permainan yang diberikan pada siswa kurang bervariatif, tujuan penelitian dan pengembangan model bermain untuk meningkatkan kemampuan driblle dalam  permainan bolabasket di SMP Kartika IV-9 Malang yaitu memberikan variasai dan model permainan, Hasil uji coba kelompok  kecil terhadap produk pengembangan diperoleh persentase kelayakan sebesar 89%. Sedangkan hasil uji coba kelompok besar diperoleh persentase kelayakan sebesar 91%, bolabasket yang   nantinya diharapkan hasil pengembangan permainan tersebut dapat bermanfaat saat pertandingan khususnya bagi pemain di SMP Kartika IV-9 Malang, serta dapat digunakan membuat suasana pembelajaran pendidikan jasmani khusus dalam materi dribble, bolabasket menjadi lebih menyenangkan, bervariasi, dan membuat semua siswa menjadi aktif, model yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model yang ada dan pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall, peneltian mengunakan 7 langkah yaitu, analisis kebutuhan, produk awal, uji ahli, uji kelompok kecil, revisiproduk, ujico bakelompok besar, revisiproduk, dan produk akhir. Jenis data yang diperoleh berbentuk data kualitatif dan data kuantitatif, teknik analisis data yang digunakan berupa analisis deskriftif dan kuantitatif. Kesimpulan dan saran dari produk pengembangan model bermain untuk meningkatkan kemampuan dribble dalam permainan bolabasket diharapkan bermanfaat bagi siswa sekolah SMP kartika IV-9 Malang sehingga dapat lebih membantu dalam upaya meningkatkan permainan dilapangan serta dapat menguji tingkat efektifitas dari produk yang dikembangkan, tujunan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran masukan tentang model-model permainan

    UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PASSING BAWAH DENGAN MENGGUNAKAN LATIHAN VARIASI PADA SISWA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI SMK NEGERI 2 SINGOSARI KABUPATEN MALANG TAHUN 2015/2016

    No full text
    Permainan bolavoli adalah suatu olahraga beregu yang dimainkan oleh dua regu dalam tiap lapangan dengan dipisahkan oleh net. Salah satu teknik dasar permainan bolavoli adalah passing bawah. Dari hasil observasi awal didapatkan 30 atlet yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bolavoli di SMK Negeri 2 Singosari Kabupaten Malang. Diantaranya 18 atlet laki-laki dan 12 atlet perempuan. Dari hasil observasi yang telah dilakukan, 22 atlet mengalami kesulitan saat melakukan passing bawah. Kesulitan-kesulitan yang dialami oleh atlet ini karena kesalahan pada teknik gerakan melakukan passing bawah. Maka dari itu, dibutuhkannya alternatif pemecahan dalam bentuk program latihan, salah satunya dengan melakukan latihan passing bawah menggunakan metode latihan variasi.             Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas passing bawah, sehingga atlet mempunyai kepercayaan diri dalam bermain serta dapat mengatasi serangan dari lawan dengan menggunakan variasi latihan.             Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan olahraga dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini nantinya akan dilakukan menggunakan 2 siklus, dimana setiap siklus akan dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan tiap minggunya. Sesuai dengan teori yang sudah dijelaskan sebelumnya, tiap siklus masing-masing mempunyai kegiatan utama diantaranya (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek penelitian ini berjumlah 30 atlet, diantaranya 12 atlet putri dan 18 atlet putra di extrakurikuler bolavoli SMK Negeri 2 Singosari Kabupaten Malang.             Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh pada siklus 1 dengan rincian selama 9 kali pertemuan atau mulai minggu 1 sampai minggu 3 mengalami peningkatan cukup baik. Rincian dari tingkat ketuntasan pada siklus 1 mulai dari indikator posisi kaki di minggu 1 (64,48%), minggu 2 menjadi (75,00%), dan minggu 3 menjadi (94,45%). Posisi tangan di minggu 1 (46,16%), minggu 2 menjadi (68,89%), dan minggu 3 menjadi (80%). Posisi badan di minggu 1 (62,81%), minggu 2 menjadi (69,44%), dan minggu 3 menjadi (97,22%). Untuk impact bola di minggu 1 (53,34%), minggu 2 menjadi (66,67%), dan minggu 3 menjadi (82,23%). Dan terakhir untuk arah bola di minggu 1 (58,92%), minggu 2 (73,89), minggu 3 menjadi (97,78%). Pada siklus 2 diperoleh pula persentase data gerakan yang benar dengan rincian 9 kali pertemuan atau mulai minggu 4 sampai minggu 6 juga mengalami peningkatan yang lebih baik. Rincian dari tingkat ketuntasan pada siklus 2 mulai dari indicator posisi kaki di minggu 1 (87,22%), minggu 2 menjadi (87,23%), dan minggu 3 menjadi (93,4%). Posisi tangan di minggu 1 (82,82%), minggu 2 menjadi (94,45%), dan minggu 3 menjadi (93,4%). Posisi badan di minggu 1 (85,00%), minggu 2 menjadi (90%), dan minggu 3 menjadi (93,4%). Untuk impact bola di minggu 1 (84,49%), minggu 2 menjadi (88,89%), dan minggu 3 menjadi (93,4%). Dan terakhir untuk arah bola di minggu 1 (91,11%), minggu 2 (94,45%), minggu 3 menjadi (93,4%).             Berdasarkan permasalahan yang terjadi tentang keterampilan passing bawah, bahwa permasalahan tersebut dapat dipecahkan dengan menggunakan variasi latihan. Tingkat keberhasilan yang dicapai selama 6 minggu dalam siklus 1 dan 2 jika variasi latihan dapat memperbaiki latihan keterampilan passing bawah pada atlet ekstrakurikuler bolavoli SMK Negeri 2 Singosari Kabupaten Malang

    Pengembangan Metode Latihan Teknik Kuntul Tingkat Keluarga Strip Putih Hijau Perguruan Kelatnas Indonesia Perisai Diri Cabang Malang.

    No full text
    ABSTRAK Nugroho, Aryo Adi. 2016. Pengembangan Metode Latihan Teknik Kuntul Tingkat Keluarga Strip Putih Hijau Perguruan Kelatnas Indonesia Perisai Diri Cabang Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Siti Nurrochmah, M.kes (2) Kurniati Rahayuni, S.Psi., M.Psi. Kata kunci: metode latihan, teknik kuntul, siswa tingkat keluarga strip putih hijau, Kelatnas Indonesia Perisai Diri Cabang Malang Berdasarkan penelitian awal melalui penyebaran angket analisis kebutuhan pada 15 siswa tingkat keluarga strip putih hijau yang menunjukkan bahwa 80% rangkaian teknik kuntul yang diberikan oleh pelatih kurang mudah dipahami dan sulit dilakukan, dapat dibuktikan pada saat melakukan gerakan teknik asli kuntul pada saat latihan. Teknik Kuntul harus dikuasai siswa pada tingkatan keluarga strip putih hijau. Siswa diharuskan mampu melaksanakan rangkaian teknik kuntul  dengan benar sebagai salah satu materi wajib dalam ujian kenaikan tingkat. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menemukan solusi dari permasalahan, yaitu dengan mengembangkan metode latihan teknik kuntul yang mudah dipelajari, mudah dipahami dan menarik juga sebagai sumber belajar siswa keluarga tingkat strip putih hijau. Model yang digunakan dalam penelitian ini berupa model prosedural dengan langkah-langkah pengembangan merujuk pendapat Borg and Gall. Langkah pengembangan dalam penelitian ini menggunakan 7 langkah. Subjek uji coba meliputi tiga orang ahli, pelatih Perisai Diri, dan siswa keluarga tingkat strip putih hijau. Jenis data berupa data kualitatif, data kuantitatif, dan instrumen yang digunakan berupa angket. Tehnik analisis data berupa analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Produk pengembangan yang dihasilkan berupa metode latihan teknik asli kuntul yang disajikan dalam bentuk buku panduan yang di dalamnya terdapat gambar rangkaian gerak dan cara pelaksanaannya. Dari hasil evaluasi ahli Perisai Diri diperoleh persentase 90,17%, ahli kepelatihan pencak silat diperoleh persentase 89,81%, dan ahli media diperoleh persentase 81,25% dan uji tahap I (8 siswa) diperoleh persentase 87,6% , dan pada uji tahap II (32 siswa) diperoleh persentase 89,56% sehingga produk pengembangan metode latihan teknik kuntul tingkat keluarga strip putih hijau perguruan Kelatnas Indonesia Perisai Diri Cabang Malang dalam bentuk buku panduan dinyatakan valid dan dapat digunakan. Kesimpulan dari penelitian dan pengembangan, bahwa hasil evaluasi ahli media dan uji coba kelompok besar menyatakan metode latihan teknik kuntul tepat digunakan untuk siswa keluarga tingkat strip putih hijau Kelatnas Indonesia Perisai Diri Cabang Malang. Saran untuk pelatih dapat dijadikan bahan materi dalam melatih teknik asli kuntul, selain itu diharapkan siswa keluarga tingkat strip putih hijau mampu meningkatkan minat sekaligus sebagai sumber belajar dan latihan dalam menguasai rangkaian materi teknik asli kuntul secara benar dan paham. Dalam penyebarluasan produk diharapkan tidak hanya di Cabang Malang, tapi juga di cabang-cabang Kelatnas Indonesia Perisai Diri yang lain

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇