SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    Pengembangan instrumen tes keterampilan permainan bolavoli pada siswa kelas IX MTsN Jabung Talun Blitar

    No full text
    ABSTRAK Yazid, Muhammad Yusri. 2017. Pengembangan Instrumen Tes keterampilan Permainan Bolavoli pada Siswa Kelas IX MTsN Jabung Talun Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M E Winarno, M.Pd, (II) Febrita Paulina H, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: Pengembangan, Instrumen Tes Keterampilan, Permainan Bolavoli.Permainan bolavoli mempunyai beberapa teknik dasar yang diantaranya adalah service, passing, smash, dan block. Dari hasil observasi kepada siswa-siswi dan kepada guru, peneliti mengambil satu permasalahan pada rubrik penilaian keterampilan permainan bolavoli khususnya teknik dasar passing bawah dan service bawah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan instrumen tes keterampilan permainan bolavoli untuk siswa kelas IX yang valid, reliabel, dan objektif di MTsN Jabung Talun Blitar.Prosedur pengembangan mengacu dari model penelitian Kirkendall (1980:132) yang terdiri dari 11 langkah menjadi 6 langkah yaitu menentukan tujuan tes, memilih dan mengembangkan butir tes, mempersiapkan fasilitas dan perlengkapan yang diperlukan, menyusun tes manual, uji coba tes, menentukan validitas, reliabilitas, objektifitas, dan kepraktisan.Hasil evaluasi dan persentase dari ahli atau justifikator pembelajaran permainan bolavoli menyatakan 81.25% dan 89.58% produk pengembangan baik sehingga dapat digunakan. Sedangkan dari ahli evaluasi menyatakan 91.66% dan 85.41% produk pengembangan baik sehingga dapat digunakan. Hasil dari uji coba tes mendapatkan hasil service bawah (validitas 0.63 artinya dapat diterima, reliabilitas 0.76 artinya dapat diterima, objektifitas 0.75 artinya dapat diterima), dan passing bawah (validitas 0.61 artinya dapat diterima, reliabilitas 0.80 artinya baik, objektifitas 0.78 artinya dapat diterima) sehingga instrumen tes keterampilan permainan bolavoli layak dan praktis untuk digunakan. Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut adalah, instrumen tes keterampilan service bawah dan passing bawah permainan bolavoli telah memenuhi standart validitas, reliabilitas, objektifitas, dan nilai kepraktisan. Dalam penyebarluasan produk pengembangan ke sasaran yang lebih luas, peneliti memberikan saran sebaiknya produk ini dievaluasi kembali dan disesuaikan dengan kondisi sasaran yang ingin dituju baik isi maupun kemasan. Sehingga pengembangan instrumen tes keterampilan permainan bolavoli pada siswa kelas IX MTsN Jabung Talun Blitar ini lebih menarik dan bermanfaat

    Pengembangan Variasi Latihan Teknik Dasar Tembkan La-up pada Permainan Bolabasket bagi Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA N 1 Durenan Kabupaten Trenggalek

    No full text
    ABSTRAK   Keywords: Media Education, Lay-up Shot Basketball, Media Handbook. Lay-up shot is one of the basic techniques in a basketball game that must be mastered by every player, because this lay-up shot is one of the contributors to scoring in a game. The problems that arise from analysis of the needs of the 39 participants of extracurricular activities inDurenan Trenggalek Senoir High School that participants in less mastered the basic techniques of shooting lay-ups and less interesting variations of the game when practiced. Therefore there is need for the development of a variety of exercises basic techniques basketball lay-up shots by using the media guide books. Research and development is aimed at developing a variety of exercises are basic techniques basketball lay-up shot on basketball inDurenan Trenggalek Senior High School extracurricular activities. The development of a variety of exercises using the media guide books should be given so that the participants of extracurricular activities can improve their skills and easier to learn the basic techniques of basketball lay-up shot. The method used in this study refers to a model of R & D by Borg and Gall. Ten development measures proposed by Borg and Gall, researchers did not use a whole but only uses a seven-step study include: (1) needs assesment, (2) designing the product, (3) validation of products to the expert, (4) the trial group small (5) product revision, (6) a large group trial, (7) the revision of the final product.        The results of developmental research indicates the product is included in the category is valid with the percentage of 78% in the small group trial with 6 participants extracurricular activities and 83% on a test large groups with 30 participants extracurricular activities, which means the development of a variety of exercises the basic techniques of shooting lay-up basketball with using the media and appropriate guidebooks as the products that have been tested. Conclusion The results of research and product development that variations in practice the basic techniques of basketball lay-up shot can be used and applied by the participants of basketball extracurricular activities in Durenan Trenggalek Senior High School. Suggestions development of basic engineering practice variation lay-up shot can improve basic techniques shot lay-up and is expected to improve the skills and achievements of each participant support extracurricular activities inDurenan Trenggalek Senior High School

    Zamahsari, Gamal Kusuma. 2017. Scaffolding Implementation in BIPA Learning in Beginner Class. Thesis. Educational Bahasa Indonesia Department, Post Graduate of State University of Malang. Advisers: (I) Prof. Dr. H. Ah Rofiuddin, M.Pd., (II) Dr. Widodo HS,

    No full text
    ABSTRAK Kata kunci: scaffolding, teacher, and learning BIPAThis research is intended to reveal two things namely the variety and function of scaffolding in learning BIPA in beginner class. The approach used is qualitative approach. The research type of this class research is descriptive research with literature study design and document. Data source in this research is BIPA learning in beginner class. This research data in the form of scaffolding in BIPA learning in beginner class. The learning process of BIPA in the beginner class is recorded using the ASUS Zenfone 4 mobile phone. Then the selected scaffolding data is analyzed using Miles and Huberman interactive modeling technique.The results of this study indicate that BIPA teachers in Critical Language Scholarship beginner classes use several scaffolding types including (1) modeling, (2) connecting, (3) schemata development, (4) development of metacognition, (5) contextualization, (6) Illustration, (7) demonstration, and (8) correction. Meanwhile, the scaffolding functions that appear in the BIPA learning interaction in the beginner class include (1) demonstrating, (2) focusing, (3) providing information, (4) guiding, (5) explaining, and (6) directing. These functions relate to the range of scaffolding seen in BIPA learning. (C) the function of providing information relating to the shape of development of the schemata, (d) the guiding function associated with the form of metacognition development, (e) the explanatory function relating to the form Contextualization, illustration, and demonstration, and (f) the directional function is related to the form of correction.Based on the result of this research, it can be concluded that the variation of the emergence of various scaffolding that appear in BIPA learning is influenced by several factors such as (a) the topic of learning, (b) the level of learner's skill, (c) the language and cultural background of the learners, and (d) the learner's ability And teachers. This means it is possible to appear other forms in the BIPA learning background in different classes. The presence of scaffolding is needed by BIPA teachers to help understanding BIPA students in obtaining Indonesian language well and correctly. Suggestions related to the development of theoretical knowledge and practical application of science. For prospective teachers BIPA suggested to realize the role of scaffolding in learning because learning BIPA has special characteristics and different from Indonesian language learning for Indonesian people.  BIPA teacher candidates are expected to be able to convey the concept of Indonesian language, the structure of Indonesian sentences, kelogisan in Indonesian language, and acceptance in Indonesian language to BIPA students. This means that BIPA teachers have the task of making BIPA students able to speak Indonesian well and correctly. For the next researcher is suggested to be able to further develop the scope of research target on BIPA learning study. The study was conducted on beginner classes and for American learners. The researcher can then conduct further research on different levels of proficiency or in terms of the origin of different learning countries. In addition, the findings of this study are expected to be an alternative development of learning BIPA

    UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PASSING BAWAH BOLAVOLI DENGAN PENDEKATAN BERMAIN PADA SISWA KELAS IV SDN NGADIREJO KABUPATEN PROBOLINGGO

    No full text
    ABSTRAK Agustine, Olivia. 2017. Upaya Meningkatkan Keterampilan Passing Bawah Bolavoli Dengan Pendekatan Bermain Pada Siswa Kelas IV SDN Ngadirejo Kabupaten Probolinggo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Gema Fitriady, S.Pd.,M.Pd. Kata Kunci: Keterampilan, bolavoli, bermain.Bolavoli merupakan salah satu cabang olahraga yang diajarkan dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan tingkat sekolah dasar. Permasalahan yang terjadi siswa tidak antusias mengikuti pembelajaran karena dalam pembelajaran bolavoli siswa kurang tertarik dikarenakan pendekatan yang diberikan guru masih bersifat klasikal sehingga suasana pembelajaran tidak menarik siswa dalam mempelajari materi bolavoli. Kurang antusias yang dimaksud adalah siswa merasa pembelajaran yang diberikan guru kurang menarik sehingga siswa merasa kurang semangat dan kurang serius dalam mengikuti pembelajaran. Dari permasalahan tersebut maka diperlukan pendekatan yang bisa digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Oleh karena itu, dilakukan upaya untuk meningkatkan keterampilan passing bawah bolavoli siswa dengan pendekatan bermain.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan passing bawah bolavoli, sesuai dengan permasalahan yang terjadi pada pembelajaran di kelas IV SDN Ngadirejo Kabupaten Probolinggo peneliti ingin membenahi proses pembelajaran yang terjadi dengan menggunakan pendekatan bermain.Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Tahapan dalam penelitian ini menggunakan tahapan menurut Suharsimi Arikunto, Suhardjono dan Supardi yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) Perencanaan; (2) Pelaksanaan; (3) Pengamatan; (4) Refleksi. Pada penelitian tindakan kelas ini memberlangsungkan 2 siklus dilaksanakan selama 6 kali pertemuan serta melibatkan subjek 15 siswa.Hasil dari penelitian tindakan kelas menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan tentang keterampilan passing bawah bolavoli dengan pendekatan bermain pada pembelajaran bolavoli. Hasil penelitian tindakan kelas ini diperoleh persentase hasil pembelajaran dari pertemuan ke- 3 siklus 2 pada teknik sikap badan sebesar 77,77%, teknik sikap kaki sebesar 80%, teknik sikap tangan sebesar 77,77%, sedangkan pada teknik perkenaan bola sebesar 75,55% dengan persentase skor sebesar 78% dan persentase nilai sebesar 78%, sehingga menunjukkan bahwa rata-rata persentase hasil dari aspek pesikomotor sebesar 56% meningkat menjadi 78%. Kesimpulan dari hasil penelitian tindakkan kelas yaitu siswa dapat meningkatkan pembelajaran dalam kategori baik  dengan pendekatan bermain. Saran bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan pendekatan bermain dengan permainan yang lebih bervariasi dan sebagai alternatif dalam pembelajaran bolavoli

    Pengembangan Variasi Latihan Shooting Menggunakan Media video Pada Siswa Ekstrakurikuler Sepakbola Di SMP Negeri 4 Malang

    No full text
    ABSTRAK Sepakbola merupakan cabang olahraga yang banyak digemari oleh semua orang.Dalam permainan sepakbola harus memahami dan menguasai teknik dasar sepakbola. Salah satu teknik dasar yang harus dikuasai oleh setiap pemain adalah shooting. Hasil observasi yang dilakukan peneliti pada kegiatan ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 4 Malang masih membutuhkan variasi latihan, dapat dilihat dari hasil analisis kebutuhan berupa: 73% menyadari perlu adanya variasi latihan shooting, 80% tertarik dengan penggunaan media video, 87% tertarik penggunaan video dalam penyampaian materi, 83% sangat setuju bila dikembangkan media pembelajaran berupa video, 77% sangat setuju jika dikembangkan variasi latihan shootingdalam bentuk video.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk berupa variasi latihan shootingdalam bentuk video bagi siswa ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 4 Malang.Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang mengacu pada teori penelitian dan pengembangan (Research and Development) dari Borg and Gall kemudian dimodifikasi berdasarkan teori yang dikemukakan Ardhana. Borg and Gall mengemukakan 10 langkah penelitian, kemudian peneliti menyederhanakan  menjadi 7 langkah penelitian karena keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya. Desain uji coba melalui beberapa tahap yaitu evaluasi 1 ahli kepelatihan, 1 ahli sepakbola, dan 1 ahli media, dengan melakukan uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar.Data hasil evaluasi ahli kepelatihan diperoleh 89% (Sangat Baik), ahli sepakbola 93% (Sangat Baik), ahli media 76% (Baik), dengan demikian produk siap untuk diujicobakan. Hasil uji coba kelompok kecil diperoleh 81% (Sangat Baik) dapat dilanjutkan ketahap uji coba kelompok besar dengan sedikit revisi.Hasil uji coba kelompok besar diperoleh 89% (Sangat Baik). Saran pengembangan produk pengembangan variasi latihan shooting ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan lebih banyak variasi latihan shooting.Diharapakan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektifitas produk. Subjek penelitian lebih luas, tidak hanya pada siswa ekstrakurikuler sepakbola di SMP Negeri 4 Malang, namun bagi sekolah lainnya dan mencakup lebih luas

    Upaya Meningkatkan Teknik Passing Sepakbola Menggunakan Model Latihan Permainan Untuk Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola SMP Negeri 2 Gondang Kabupaten Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK Permainan sepakbola adalah  merupakan olahraga permainan beregu yang berisikan 11 orang pemain dalam satu tim yang terdiri dari penjaga gawang, pemain belakang, pemain tengah dan penyerang. Salah satu teknik dasar yang sering digunakan dalam permainan sepakbola adalah passing. Teknik passing memegang peranan penting dalam sebuah permainan sepakbola. Pada observasi awal yang dilakukan diekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 2 Gondang Kabupaten Tulungagung diketahui bahwa teknik passing peserta ekstrakurikuler sepakbola masih belum sesuai dengan indikator dan masih banyak yang mengalami kesalahan dalam melakukan umpan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan teknik passing sepakbola untukpeserta ekstrakurikuler sepakbola SMP 2 Gondang Kabupaten Tulungagung dengan menggunakan model latihan permainan.Instrumen yang di gunakan dalam penelitian ini adalah model latihan, lembar observasi, catatan lapangan dan dokumentasiPenelitian ini menggunakan penelitian tindakan olahraga dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan melalui dua siklus dengan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 2 Gondang Kabupaten Tulungagung dengan sebanyak 25 peserta. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan pelatih dan ahli sepakbola untuk menyusun program selama 2 siklus dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi (pengamatan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik passing peserta ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 2 Gondang Kabupaten Tulungagung mengalami peningkatan setelah dilakukan latihan dengan dua siklus masing-masing 3 pertemuan setiap siklus. Tingkat keberhasilan peserta ekstrakurikuler sepakbola pada siklus 1 dengan persentase ketuntasan keseluruhan teknik passing hasil dari observer 1(ahli sepakbola) sebanyak 64% dari observer 2 (pelatih) sebanyak 59% sedangkan observer 3 (peneliti) sebanyak 60%. Sedangkan tingkat keberhasilan peserta ekstrakurikuler sepakbola pada siklus 2 dengan persentase ketuntasan keseluruhan teknik passinghasil dari observer 1 (ahli sepakbola) sebanyak 82% dari observer 2 (pelatih) sebanyak 81% sedangkan observer 3 (peneliti) sebanyak 84%

    Pengembangan Materi Pencak Silat Menggunakan Media M-Learning Bagi Siswa Sabuk Polos Persaudaraan Setia Hati Terate Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Berdasarkan observasi awal dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan pelatih dan siswasabukpolosPersaudaraanSetiaHatiTerateUniversitasNegeri Malang pada tanggal 5 Januari 2017, bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami materiteknikdasarpencaksilat, karena pelatih tidak menggunakan media dalam penyampaiannya. Pelatih mengatakan bahwa dalam menyampaikan materi teknikdasarpencaksilat membutuhkan media agar siswa lebih mudah memahami dan mempelajari teknikdasarpencaksilat. Namun di Unit KegiatanMahasiswaPersaudaraanSetiaHatiTerateUniversitasNegeri Malang belum ada media yang digunakan dalamlatihandanpembelajaranmateri teknikdasarpencaksilat.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang ada dengan mengembangkan multimedia interaktifteknikdasarpencaksilatberbasisM-LearningbagisiswasabukpolosPersaudaraanSetiaHatiTerateUniversitasNegeri Malang.Model yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan reseach and development Lee & Owen. Prosedur pengembangan meliputi (1) analisis (2) desain (3) pengembangan, validasi, dan revisi (4) implementasi/uji coba (5) evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Data kualitatif dianalisis dengan cara mengumpulkan semua saran dari para ahli, kemudian dikategorikan, selanjutnya diambil kesimpulan. Sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan rumus danhasilnya akan dirujuk pada analisis persentase tingkat kelayakan produk.Hasil analisis data diperoleh dari uji ahli dan uji kelompok. Dari uji ahli diperoleh data (1) ahli media mendapatkanhasil76,25% dengankriteria baik, (2) ahli materi pencaksilat78,13% dengankriteriabaik, (3) ahli kepelatihanpencaksilat75,63% dengankriteriabaik. Dari uji coba kelompok kecil diperoleh hasil 82,61% dengankriteriasangatbaikdanlayakdiujicobakan, sedangkan padauji coba lapangan (kelompok besar) diperolehhasil85,39% dengankriteriasangatbaikdanproduklayakuntukdigunakan. Dengan demikian hasilpengembangansecarakeseluruhandapat disimpulkan bahwa pengembangan multimedia interaktifteknikdasarpencaksilatberbasisM-LearningbagisiswasabukpolosPersaudaraanSetiaHatiTerateUniversitasNegeri Malangsudahcukupmudah, menarik, dandapat digunakan sebagai penunjang latihan bagi siswa sabuk polos PersaudaraanSetiaHatiTerate Universitas Negeri Malang

    SURVEI KESEGARAN JASMANI SISWA KELAS VII DAN KELAS VIII MELALUI TES KESEGARAN JASMANI INDONESIA (TKJI) SMP AL IRSYAD AL ISLAMIYYAH MALANG TAHUN AJARAN 2016-2017

    No full text
    ABSTRAK Putrie Pratiwi Cahyaningrum. 2017. Survei Kesegaran Jasmani Siswa Kelas VII Dan Kelas VIII Melalui Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Tahun Ajaran 2016-2017. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Kata Kunci : Survey, Tingkat Kesegaran Jasmani, Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui tingkat Kesegaran Jasmani Siswa Kelas VII Dan Kelas VIII Melalui Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Tahun Ajaran 2016-2017.Metode penelitian ini adalah penelitian survei. Adapun rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan, menganalisis, mencatat dan menginterprestasi situasi atau kejadian. Sampel dan populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 28 siswa kelas VII dan 17 siswa kelas VIII SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Tahun Ajaran 2016-2017. Hasil pengukuran tingkat kesegaran jasmani pada siswa kelas VII SMP Al Irsyad Al Islamiyyah dilakukan dengan tes TKJI (Tes Kesegaran Jasmani Indonesia) dan dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa kelas VII memiliki tingkat kesegaran jasmani dalam kategori kurang yaitu ada 13 siswa atau 46,43%, yang memiliki kesegaran jasmani dalam kategori baik yaitu 4 siswa atau 14,29%, yang memiliki tingkat kesegaran jasmani dalam kategori sedang yaitu sebanyak 10 siswa atau 35,71%, dan 1 siswa atau 3,57% memiliki tingkat kesegaran jasmani dalam kategori sangat kurang. Hasil pengukuran tingkat kesegaran jasmani pada siswa kelas VIII dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa kelas VIII memiliki tingkat kesegaran jasmani dalam kategori sedang yaitu ada 8 siswa atau 47,06%, yang memiliki kesegaran jasmani dalam kategori baik yaitu 4 siswa atau 23,53%, yang memiliki tingkat kesegaran jasmani dalam kategori kurang yaitu sebanyak 4 siswa atau 23,53%, dan 1 siswa atau 5,88% memiliki tingkat kesegaran jasmani dalam kategori sangat kurang

    MENINGKATKAN AKURASI KETERAMPILAN SHOOTING BOLABASKET MELALUI METODE DRILL PADA PEMAIN BOLABASKET PUTRI DI EKSTRAKURIKULER SMA NEGERI 2 JEMBER

    No full text
    ABSTRAK Aditya, Dimas Dwi, 2017. “Meningkatkan Akurasi Keterampilan Shooting Bolabasket Melalui Metode Drill PadaPemain Bolabasket Putri  Di Ekstrakurikuler SMA Negeri 2 Jember”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmanidan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Drs. AgusTomi, M.Pd, (II) Febrita Paulina H, S.Pd, M.Pd Kata Kunci   : Shooting bolabasket,Permainan bolabasket, Metode drill Peneliti melakukan observasi awal dengan melihat banyaknya minat pada ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Jember. Berdasarkan data yang didapat bolabasket adalah ekstrakurikuler terbanyak dengan 78 peserta dibandingkan dengan bolavoli 20 peserta, catur 22 peserta, taekwondo 11 peserta dan pencaksilat 10 peserta. Dari data tersebut peneliti melakukan observasi pada tim bolabasket SMA Negeri 2 Jember, diperoleh hasil bahwa keterampilan teknik dasar shooting permainan bolabasket memiliki persentase yang terkecil dibandingkan dengan keterampilan teknik lainnya yaitu  dribble 58,15%, passing 69,78, rebound 72,62%, sedangkan shooting mencapai 34,97%.Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan akurasi keterampilan teknik shooting permainan bolabasket di SMA Negeri 2 Jember dengan menggunakan metode drill.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian tindakan olahraga. Penelitian ini tidak jauh berbeda dengan penelitian tindakan kelas, dimana penelitian ini juga menggunakan siklus dalam pelaksanaannya. Dalam 1 siklus terdiri dari 6x pertemuan dan terdapat beberapa tahapyaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) pengamatan dan 4) refleksi. Setelah siklus 1 selesai dan tidak terdapat peningkatan yang signifikan makadilanjutkan siklus 2 dengan diadakannya lanjutan perlakukan yang belum tuntas dan apabila pada siklus ke 2 telah selesai maka tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya. Subjek yang ada dalam penelitian ini berjumlah 15 orang yang semuanya adalah perempuan. Hasil penelitian melalui metode drill menunjukan bahwa keterampilan teknik shooting dalam permainan bolabasket di tim basket SMA Negeri 2 Jember mengalami peningkatan setelah diberikan perlakuan yang terdiri dari 2 siklus. Dalam siklus 1 observer menilai teknikdasar dari shooting dengan ketuntasan yang diperoleh dari observer 1 sebesar 48,97%, observer 2 41,3%. Di siklus 2 observer 1 59,66%, observer 2 57,34%. Penilaian akurasi dilakukan dengan 2 kali tes, dala

    Survei Kondisi Fisik dan Keterampilan Teknik Bermain Bolavoli untuk Siswa Ekstrakurikuler Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Malang.

    No full text
    ABSTRAK Kegiatan ekstrakurikuler menyajikan kegiatan yang berbentuk seni, olah-raga, pengembangan kepribadian, dan kegiatan lain yang bertujuan positif untuk kemajuan siswa. Kondisi fisik dan keterampilan dasar bermain bolavoli merupakan kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu sangat diperlukan suatu kegiatan untuk mengetahui kondisi awal tentang kondisi fisik dan keterampilan teknik bermain bolavoli dalam lingkup ekstrakurikuler.Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui kondisi fisik dan juga untuk mengetahui keterampilan teknik dasar bermain bolavoli dari ekstrakurikuler bolavoli di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Malang.Subjek dalam penelitian ini sebanyak 25 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Adapun instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah rubrik penilaian tes lari 30 meter, rubrik penilaian tes shuttle run, rubrik penilaian tes flexometer, rubrik penilaian tes push up 60 detik, rubrik penilaian tes vertical jump, rubrik penilaian tes bleep, rubrik penilaian tes service, rubrik penilaian tes passing bawah, dan rubrik penilaian tes passing atas. Teknik analisis data yang digunakan peneliti adalah deskriptif kuantitatif. Analisis data dilakukan secara manual dengan bantuan program Excel SPSS versi 20. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang survei kondisi fisik dan keterampilan teknik bermain bolavoli siswa ekstrakurikuler Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Malang adalah sebagai berikut, data kondisi fisik siswa dengan nilai cukup 4% sebanyak 1 orang, nilai kurang 72% sebanyak 18 dan nilai sangat kurang 24% sebanyak 6 orang. Sedangkan data keterampilan teknik bermain siswa dengan nilai 8% sebanyak 2 orang, nilai kurang 60% sebanyak 15 dan nilai sangat kurang 32% sebanyak 8 orang. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi fisik dan keterampilan teknik bermain bolavoli siswa ekstrakurikuler Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Malang termasuk kategori kurang

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇