SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
SurveiKebugaranJasmaniPesertaEkstrakurikulerOlahraga Di SMKN 2 Kota
ABSTRAK Akhyari, Nur Huda 2017.SurveiKebugaranJasmaniPesertaEkstrakurikulerOlahraga Di SMKN 2 Kota Malang.Skripsi, JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Prof. Dr. M. E. Winarno, M.Pd., (II) Febrita Paulina Heynoek,S.PdM.Pd. Kata Kunci: survei, kebugaranjasmani, ekstrakurikuler.Kebugaranjasmaniadalahkemampuanseseorangdalammelaksanakanaktifitassehari-haridenganmaksimaltanpamengalamikelelahan yang berlebihandanmendapattenagabarusecaracepatuntukmelakukanaktivitaslainnya.Untukmengetahuidanmemahamikebugaranjasmanitersebutkitaharusmemahamikomponen-komponensecaraumum.BerdasarkanobservasipenelitidenganmengajukanangketkepadapelatihekstrakurikulerolahragayaituBolavoli, BolabasketdanFutsal di SMK Negeri 2 Kota Malang.Ditemukanhasilbahwakebugaranjasmanipesertaekstrakurikulerolahraga di SMK Negeri 2 Kota Malang masihdibawah rata-rata, menurutketigapelatihekstrakurikulertersebutkebugaranjasmanipesertadidiknyamasihperluditingkatkanlagi.Namundemikian, hasiltestersebuttidakada data real yang menunjukkantingkatkebugaranjasmanipesertaekstrakurikuler.Makadariitu, penelitibertujuanuntukmengetahuitingkatkebugaranjasmanipesertaekstrakurikulercabangolahraga di smknegeri 2 kotamalangtahunajaran2016-2017.Penelitianinimenggunakanrancanganpenelitiandeskriptifdenganmetodesurveidanteknikpengumpulandatanyamenggunakantes.Subjekdalampenelitianiniberjumlah 72siswadenganrentangusia 16-19 tahun. Instrumentes yang digunakanuntukmengetahuitingkatkebugaranjasmanisiswaadalahTesKebugaranJasmani Indonesiadengan 5 butirtesyaitu: 1) lari60 meter, 2) gantungangkattubuh 60 detik, 3) baring duduk 60 detik, 4) loncattegak, dan 5) lari1.200 meter. Data yang diperolehkemudiandikategorikanberdasarkanketentuanstandartyang dikeluarkanolehDepdiknasyaitu 1) baiksekali, 2) baik, 3) sedang, 4) kurang, 5) kurangsekali.BerdasarkanhasilpenelitianTKJI. Data yang diperolehterdapat30siswaatau 42% yang mendapatnilai 3 (Sedang), 39 siswaatau 54% yang mendapatnilai 2 (Kurang), dan 3 siswaatau 4% yang mendapatnilai 2 (kurangsekali). Dapatdisimpulkan rata-rata siswapesertaekstrakurikulertergolongdalamkategorikurang. Berdasarkanhasilpenelitian,makapenelitimemberikan saran kepadapesertaekstrakurikulersupayameningkatkankantingkatkebugaranjasmanidengancaramenambahporsilatihanintensifdirumahyanglatihannyadisesuaikandengankomponenkebugaran yang ada.Disarankan pula, selainaktifpadakegiatanolahragadi sekolahbaikintrakurikulermaupunekstrakurikuler, sebaiknyapesertaekstrakurikulermenambahlatihandi luarjam sekolah yang bertujuanmeningkatkankebugaranjasmaninya
Pengembangan Media CakramBerbahan AkrilikDalamPembelajaranLemparCakramPadaPesertaDidikKelas VI di SDN Mulyorejo 3 Malang.
ABSTRAK Berdasarkanpenelitian yang dilakukanpadapembelajaranatletik khususnya lemparcakram di SDN Mulyorejo 3, peneliti memperolehtemuan: (1) Siswa tidak pernah mendapatkan pelajaran lempar cakram sebelumya, (2) Belum adanya alat yang tersedia yang digunakan dalam pembelajaran lempar cakram, (3) Siswabelumterampildalampembelajaranlemparcakram, (4) Tidak adanya cakram standar maupun modifikasi yang bisa digunakan dalam pembelajaran lempar cakram. Sedangkan berdasarkan hasil wawancara dengan guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SDN Mulyorejo 3 Malang, peneliti mendapatkan temuan sebagai berikut: (1) Guru tidak memberikan materi pembelajaran lempar cakram pada siswa, (2) Tidak adanya sarana dan prasarana dalam pembelajaran lempar cakram, (3) Siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran lempar cakram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media lempar cakram berbahan akrilik dalam pembelajaran lempar cakram. Sehingga pembelajaran lempar cakram dapat diaplikasikan dan dipelajari dengan mudah oleh siswa kelas VI SDN Mulyorejo 3 Malang. Model yang digunakandalampenelitianiniadalah model konseptualdenganlangkah-langkahpengembanganyang merujukpendapat Borg and Gall. Penelitianinimenggunakan 7 langkah. Jenis data berupa datakualitatifdan data kuantitatif.Teknikanalisis data berupaanalisiskualitatifdankuantitatifdenganmenggunakanpersentase.Produkpengembangan yang dihasilkanadalahalatcakramberbahan akrilik. Dari hasilevaluasi,ahliatletikmemperolehpersentase 82,5%,ahlipembelajaranmemperolehpersentase 75%, ahli media memperolehpersentase 72,5%, danujicobakelompokkecil (15 siswa) memperolehpersentase 86,33%, danpadaujicobakelompokbesar (30 siswa) memperolehpersentase88,75%. Oleh karena itu,produkdapat dinyatakan valid danlayakdigunakanpadapembelajaranpendidikanjasmani, olahragadankesehatan. Kesimpulan dari penelitian dan pengembangan, berdasarkan dari evaluasi beberapa ahli, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar, maka dapat dinyatakan bahwa alat lempar cakram telah valid dan layak digunakan pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan khususnya pada materi pembelajaran lempar cakram pada siswa kelas VI SDN Mulyorejo 3 Malang. Penyebarluasan produk sebaiknya tidak hanya digunakan di SDN Mulyorejo 3 Malang, tapi juga seluruh sekolah dasar di Malang dan bahkan luar Malang
Survei Tentang Pemahaman Peraturan Permainan Sepakbola Pada Pemain Persekam Metro FC
ABSTRAK Nugroho, Nanda Bagus 2017. Survei Tentang Pemahaman Peraturan Permainan Sepakbola Pada Pemain Persekam Metro FC. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra, Sri Purnami, M.Pd., (II) Fahrial Amiq, S.Or., M.Pd. Kata kunci: survei, sepakbola, peraturan permainan, Persekam Metro FC.Berdasarkan penelitian tentang pemahaman peraturan permainan sepakbola pada pemain Persekam Metro FC memiliki pemahaman peraturan sepakbola dalam kategori rendah sehingga dibutuhkan pemahaman materi peraturan permainan sepakbola khususnya peraturan permainan sepakbola yang terbaru. Berdasarkan masalah tersebut penulis melakukan penelitian berjudul Survei Tentang Pemahaman Peraturan Permainan Sepakbola Pada Pemain Persekam Metro FC.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman peraturan sepakbola pada pemain Persekam Metro FC.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei dan pengumpulan data menggunakan tes kuesioner. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 25 siswa dengan rentang usia 19-37 tahun. Instrument tes yang digunakan untuk mengetahui pemahaman peraturan sepakbola adalah tes kuesioner tentang pemahaman peraturan sepakbola. Data yang diperoleh kemudian dikategorikan berdasarkan ketentuan analisis presentase dan dianalisis secara deskriptif dilakukan secara manual dengan bantuan menggunakan kalkulator Casio FX-115ES dan dengan bantuan dari jasa komputer program SPSS versi 20.Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pemahaman peraturan sepakbola pada pemain Persekam Metro FC memiliki pemahaman yang kurang terhadap peraturan permainan sepakbola, 3 pemain (12%) memiliki pemahaman baik, 9 pemain (36%) memiliki pemahaman cukup, 13 pemain (52%) memiliki pemahaman kurang. Berdasarkan hasil data tersebut dapat disimpulkan bahwa mayoritas pemain Persekam Metro FC kurang memahami tentang peraturan permainan sepakbola. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disarankan kepada pelatih untuk menjelaskan tentang pemahaman permainan sepakbola terhadap pemain, serta memantau pemahaman pemain tentang peraturan sepakbola, salah satu caranya adalah dengan menyelenggarakan ujian tertulis secara berkala dengan materi tersebut
Perbedaan Pengaruh MetodePembelajaranPart-WholedanWhole-Part terhadap Hasil Belajar KeterampilanRenang Gaya Crawl Pada Siswa SMK Negeri 2 Malang
ABSTRAK Prananta, D.Parengga. 2016.Perbedaan Pengaruh Metode Pembelajaran Part-Whole dan Whole-Part terhadap Hasil Belajar Keterampilan Renang Gaya Crawl Pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd, (II) Febrita P. Heynoek, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Metodepart-whole,metodewhole-part, keterampilan renang gaya crawl. Renang gaya crawl adalah gambaran dari gaya berenang yang paling cepat dan sebagai dasar keterampilan yang akan dinilai dari seorang perenang. Dari pembelajaran renang gaya crawl terdapat komponen-komponen kegiatan yang bersifat sederhana dan kompleks. Oleh karena itu metode yang sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran renang gaya crawl yaitu metode part dan whole. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode part-whole dan metode whole-part terhadap hasil belajar keterampilanrenang gaya crawl siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimendengan desain two groups matching pretest-posttest comparison. Variabelbebas yang dimanipulasikan dalam penelitian ini adalah metode part-whole dan metode whole-part terhadap hasil belajar keterampilan renang gaya crawl. Subjek penelitian dilakukan terhadap 28 siswa dengan membagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen metode part-whole berjumlah 14siswa dan kelompok eksperimen metode whole-part berjumlah 14siswa. Analisis data dari penelitian ini yaitu menggunakan teknik analisis varians satu jalur anava. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan yaitu:(1)metodepart-whole memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan renang gaya crawl siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kota Malang (F hitung =4,25>F tabel 4,23),(2)metode whole-part tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan renang gaya crawl siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kota Malang (F hitung = 2,84 3),(3) ada perbedaan pengaruh yang signifikan dari metode part-whole dengan metode whole-part terhadap keterampilan renang gaya crawl siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kota Malang (F hitung = 4,47> F tabel 4,23). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metodepart-whole memberikan pengaruh yang lebih baik daripada metode whole-part terhadap keterampilan renang gaya crawl di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kota Malang.Saran yang dapat diberikan kepada guru Pendidikan Jasmani Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kota Malang, hendaknya menggunakan metode part-whole karena terbukti memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap keterampilan renang gaya crawl
Pengaruh media pembelajaran passing terhadap hasil belajar keterampilan passing dan kontrol sepakbola peserta ekstrakurikuler di SMP negeri 1 Wajak
ABSTRAK Fahmi, Riski ika. 2016. Pengaruh Media Pembelajaran Passing terhadap Hasil Belajar Keterampilan Passing dan Kontrol Sepakbola Peserta Ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Wajak. Skripsi, Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyoko, M.Pd, (II) Drs. Sugiyanto, M.Pd. Kata Kunci : media pembelajaran passing, hasil belajar keterampilan passing dan kontrol sepakbola, ekstrakurikuler SMP. Media Pembelajaran merupakan suatu alat bantu dalam pembelajaran untuk menyampaikan informasi kepada siswa dengan tujuan untuk memudahkan siswa dalam memahami suatu materi sehingga tercipta efektivitas pengajaran dan tercipta pembelajaran yang maksimal. Media Pembelajaran yang dipilih guru sangat menentukan efektivitas suatu informasi yang disampaikan pada pembelajaran. Pemberian media pembelajaran yang tepat dapat menghasilkan pembelajaran yang efektif dan kondusif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Media Pembelajaran Passing terhadap Hasil Belajar Keterampilan Passing dan Kontrol Sepakbola Peserta Ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Wajak. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan matching pre-test control comparison group design. Subjek penelitian yang digunakan adalah peserta ekstrakurikuler SMP Negeri 1 Wajak yang sebanyak 20 orang, kemudian dibagi menjadi dua kelompok menggunakan teknik ordinal pairing matching yaitu kelompok perlakuan media audio-visual berjumlah 10 orang dan kelompok perlakuan media visual berjumlah 10 orang. Analisis data dari penelitian ini menggunakan teknik analisis varians satu jalur. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa: (1) pembelajaran dengan perlakuan media audio-visual memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar keterampilan passing dan kontrol bola peserta ekstrakurikuler sepakbola SMPN 1 Wajak (Fhitung 17,38 > Ftabel 4,41), (2) pembelajaran perlakuan media visual memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar keterampilan passing dan kontrol bola peserta ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 1 Wajak (Fhitung 14,41 > Ftabel 4,41), (3) tidak ada perbedaan yang signifikan antara pembelajaran dengan perlakuan media audiovisual dan perlakuan media visual terhadap hasil belajar keterampilan passing dan kontrol bola peserta ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 1 Wajak (Fhitung 1,53 F table 4.41), (2) learning visual media treatment have a significant influence on learning outcomes passing skills and ball control soccer extracurricular participants Junior Hight School 1 Wajak (14.41 F count> F table 4.41), (3) there was no significant difference between learning with audiovisual media treatment and treatment visual medium for learning outcomes passing skills and ball control soccer extracurricular participants Junior Hight School 1 Wajak (Fhitung 1.53 Based on the results of the study concluded that the learning begins with the treatment of audiovisual media give better effect than learning that begins with the treatment of visual media on learning outcomes passing skills and ball control soccer extracurricular participants Junior Hight School 1 Wajak. Advice can be given to the builder and coach football extracurricular Junior Hight School 1 Wajak for learning with audiovisual media treatment more attractive.
PENGEMBANGAN VARIASI LATIHAN FASTBREAK DENGAN MEDIA FLASH PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BOLABASKET SMP NEGERI 1 PONOROGO
ABSTRAK Mulya, Gentur Setya Diar. 2017. Pengembangan Variasi Latihan Fastbreak dengan Media Flash pada Kegiatan Ekstrakurikuler Bolabasket SMP Negeri 1 Ponorogo. Skripsi Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes, (2) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd, M.Pd Kata kunci: pengembangan, variasi, latihan, fastbreak, flash Observasi awal yang dilakukan pada kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di SMP Negeri 1 Ponorogo selama tiga minggu pada bulan Januari 2016 diperoleh hasil yaitu (1) pelatih hanya menggunakan metode ceramah (verbal), (2) peserta ekstrakurikuler sering merasa bosan, (3) variasi latihan fastbreak yang diberikan pelatih bersifat monoton, dan (4) pelatih tidak pernah menggunakan media lain kecuali papan kecil (mini board) dalam penyampaian materi. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan variasi latihan fastbreak dengan menggunakan media flash pada kegiatan ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 1 Ponorogo. Dimaksudkan agar dengan media flash peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 1 Ponorogo lebih tertarik untuk memperhatikan materi latihan fastbreak. Penelitian dan pengembangan ini mengacu pada model pengembangan dari Borg dan Gall (1983:775) dengan menggunakan model sampai langkah ke-9. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dan analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif (persentase). Dari hasil analisis justifikasi ahli bolabasket diperoleh hasil 82%, ahli kepelatihan bolabasket 80,68%, ahli media 75% maka produk pengembangan variasi latihan fastbreak bolabasket pada ekstrakurikuler SMP Negeri 1 Ponorogo dapat digunakan dengan revisi. Dari hasil uji coba 1 (kelompok kecil) dengan menggunakan 8 siswa diperoleh persentase 80%, dan pada uji coba 2 (kelompok besar) dengan menggunakan 30 siswa diperoleh persentase sebesar 85%. Berdasarkan hasil analisis diatas dapat didimpulkan bahwa pengembangan variasi latihan fastbreak dengan menggunakan media flash pada kegiatan ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 1 Ponorogo dapat digunakan dengan revisi kecil. Saran peneliti bagi penelitian selanjutnya yakni dilakukan penelitian atau pengembangan lebih lanjut untuk mengetahui tingkat efektivitas produk ini, karena hasil pengembangan ini masih terbatas sampai tersusunnya sebuah produk saja. Serta sebaiknya subjek penelitian diharapkan lebih luas, tidak hanya ekstrakurikuler bolabakset di SMPN 1 Ponorogo saja, tetapi di sekolah-sekolah lain yang mempunyai ektrakurikuler bolabasket
Studi Komparatif tentang Keterampilan Jauh Lompatan Anak Usia 10 Tahun di Dataran Rendah, Dataran Sedang, dan Dataran Tinggi di Kabupaten Ponorogo
Abstract: The aim of this study was to identify and analyze differences in skills longjump children 10 years in the lowlands, middle land and highland in Ponorogo. The method used in research is a survey method. Subjects in this study conducted on children aged 10 years who live in the lowlands, middle land and highland in Ponorogo regency. The result of this research that there are different skills longjump children 10 years old in lowland, middle land dan highland. Data analysis technique is One Way Anova and tukey analysis as a continue. Based on the results of data analysis is there are different skills of longjump children 10 years old in lowland, middle land, and highland in Ponorogo Regency with highland is farthest, middle land have skills above highland, and lowland is the closer. Keywords: longjump, children 10 years, lowland, middle land, highland Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa perbedaan keterampilan jauh lompatan anak usia 10 tahun di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi di Kabupaten Ponorogo. Metode yang digunakan dalam pengambilan data penelitian adalah metode penelitian survei. Subyek pada penelitian ini dilakukan terhadap anak usia 10 tahun yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi di Kabupaten Ponorogo. Teknik analisis data yang digunakan adalah Anava satu jalur dan uji lanjutan menggunakan uji tukey. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa terdapat perbedaan keterampilan jauh lompatan anak usia 10 tahun di dataran rendah dengan dataran sedang dan dengan dataran tinggi di Kabupaten Ponorogo dengan dataran tinggi yang paling jauh, dataran sedang memiliki keterampilan di bawah dataran tinggi, dan dataran rendah memiliki keterampilan paling pendek. Kata kunci: keterampilan melompat, anak usia 10 tahun, dataran rendah, dataran sedang, dataran tingg
Pengembangan Multimedia PembelajaranRenangLatihanTeknik Gaya BebasUntukKelompokUmur V
ABSTRAK Berdasarkan observasi dan pengambilan data analisis kebutuhan melalui angket dengan 15 pertanyaan kepada 20 orang atlet kelompok umur V ditemukan bahwa atlet pertama kali diajarkan berenang dengan menggunakan gaya bebas. Tetapi masih banyak atlet yang belum mengerti tentang gaya bebas yang benar karena media pembelajaran yang terbatas.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan/menghasilkan suatu produk multimedia interaktif digunakan untuk meningkatkan keterampilan atlet dalam melakukan teknik dalamberenang khususnya teknik gaya bebas pada kelompok umur V.Prosedur penelitian yang digunakan adalah merujuk padabukuLee & Owen.Prosedur pengembangan meliputi(1) analisis,(2) desain,(3) pengembangan, (4) implementasi/uji coba, (5) evaluasi. Teknik analisis data yangdigunakan adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif berupa persentase. Data kualitatif dianalisis dengan cara mengumpulkan semua saran dari para ahli kemudian dikelompokkan atau dikategorikan, selanjutnya diambil kesimpulan sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan rumus yanghasilnya dirujuk pada analisis tingkat kelayakan produk.Produk yang dihasilkan berupa multimedia interaktif yang digunakan sebagai pembelajaran di klubAmartaAquatic. Multimedia interaktif ini dibuat menggunakan software Adobe Flash. Dalam multimedia interaktif ini berisikan materi tentang sejarah, saranadanprasarana,latihan,pertandingan, gayarenang, danatletrenangIndonesia. Dalam uji coba kelompok kecil diperoleh persentase 86,17% dan pada uji coba kelompok besar diperoleh persentase 90,66%, dengan hasil teresebut produk dapat dinyatakan dalam kriteria layak. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan multimedia interaktif ini layak digunakan dalam pembelajaran renang di klub Amarta Aquatic. Pengembangan multimedia interaktif pembelajaranrenanglatihanteknikgayabebas yang dikemas dalam bentuk DVD yang nantinya dapat berjalan di semua komputer dengan sajian gambar sekaligus penjelasan yang terperinci, sehingga membuat pengguna lebih tertarik dalam mempelajarinya dan multimedia interaktif ini mudah untuk dilakukan atau dipelajari
Survei Kondisi Fisik Dan Keterampilan Gerak Dasar Passing, Dribbling, Dan Shooting Bolabasket Bagi Siswa Ekstrakurikuler Bolabasket SMAN 2 Batu
ABSTRAK Saksono, Dwi Bachtiar. 2016. Survei Kondisi Fisik Dan Keterampilan Gerak Dasar Passing, Dribbling, Dan Shooting Bolabasket Bagi Siswa Ekstrakurikuler Bolabasket SMAN 2 Batu, Skripsi, Jurusan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sulistyorini, M.Pd, (2) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Kondisi Fisik, Keterampilan Gerak Dasar, Bolabasket.Kegiatan ekstrakurikuler bolabasket merupakan salah satu sarana dalam meningkatkan kesehatan dan prestasi siswa, banyak upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kebugaran dan kemampuan siswa guna meraih prestasi yang diinginkan tentunya banyak komponen yang harus dilatih salah satu komponen penting dalam olahraga bolabasket adalah kondisi fisik dan keterampilan gerak dasar bolabasket. Oleh karena itu dilakukan penelitian dalam bentuk survei tes kebugaran dan tes keterampilan gerak dasar passing, dribbling, dan shooting bolabasket pada peserta ekstrakurikuler bolabasket SMAN 2 Kota Batu.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) untuk mengetahui kondisi fisik siswa ekstrakurikuler bolabasket SMAN 2 Kota Batu. (2) untuk mengetahui keterampilan gerak dasar passing, dribbling dan shooting bolabasket siswa ekstrakurikuler bolabasket SMAN 2 Kota Batu.Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan teknik pengambilan data menggunakan tes dan pengukuran. Survei yang merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan tes terstruktur/sistematis yang sama kepada 14orang anggota ekstrakurikuler bolabasket SMAN 2 Kota Batu sebagai sampel, untuk kemudian semua data yang diperoleh peneliti dicatat, diolah, dandianalisis.Dari hasil penelitian menunjukkan tes kondisi fisik dengan menggunakan tes lari multistage diketahui bahwa pada siswa ekstrakurikuler bolabasket SMAN 2 Batu secara keseluruhan terdapat 14 siswa dimana hanya ada 3 siswa yan bisa mencapai pada level 7. Selanjutnya ada 7 siswa yang mencapai pada level 6, dan 4 siswa yang mencapai level 5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa ekstrakurikuler bolabasket SMAN 2 Batu memperoleh hasil VO2max maksimal yaitu 45,2 dan hasil minimalnya adalah 38,5. 8 siswa pada klasifikasi kebugaran yang cukup dan 6 siswa termasuk pada klasifikasi sedang. Juga dalam penelitian keterampilan dasar passing, dribbling, dan shooting diperoleh hasil sebanyak 6 pemain (48,20%) merupakan kategori sedang, 5 pemain (35,70%) masuk dalam kategori kurang, lalu dengan kategori cukup sebanyak 2 pemain (14,20%), dan pemain dengan kategori baik sebanyak 1 pemain (7,10%), hal ini memberikan gambaran bahwa keterampilan teknik dasar passing, dribbling dan shooting pada siswa ekstrakurikuler bolabasket SMAN 2 Batu termasuk dalam kategori sedang.Kesimpulan dari penelitian adalah rata-rata kondisi fisik siswa ekstra kurikuler bolabasket SMAN 2 Kota Batu berada dalam kategori cukup danpada keterampilan dasar bolabasket passing, dribbling, danshootingrata-rata tergolongdalam kategori Sedang. Sehingga perlu dilakukan latihan secara rutin dan terprogram dengan pengembangan fisik dan mental yang baik sehingga kemampuan teknik dasar bolabasket yaitu passing, dribbling, dan shooting akan semakin baik.
Peningkatan Keterampilan Teknik Bantingan Menggunakan Metode Drill Bagian pada Atlet PSHT Kota Malang
ABSTRAK Susanti, Citra Eka. 2017. Peningkatan Keterampilan Teknik Bantingan Menggunakan Metode Drill Bagian pada Atlet PSHT Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd., (II) Drs. H. Sugiyanto, M.Pd. Kata Kunci: peningkatan, teknik bantingan, pencak silat, metode drill bagianPencak silat merupakan olahraga prestasi yang digemari masyarakat dunia umumnya dan masyarakat Indonesia khususnya. Dalam olahraga pencak silat terdapat beberapa teknik dasar serangan yang harus dikuasai oleh seorang atlet, diantaranya: pukulan, tendangan, dan bantingan.Teknik dasar serangan yang memiliki nilai tertinggi dalam pertandingan pencak silat yaitu teknik bantingan. Namun pada pelaksanaan latihan PSHT Kota Malang menunjukkan adanya masalah yaitu penguasaan teknik bantingan di bawah standar baik yang disebabkan oleh belum adanya metode latihan yang tepat serta belum adanya program latihan, oleh karena itu diperlukan suatu alternatif pemecahan yaitu dengan latihan teknik bantingan menggunakan metode drill bagian.Tujuan penelitian tindakan olahraga ini adalah untuk meningkatkan keterampilan teknik bantingan yang terjadi pada atlet PSHT Kota Malang.Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan olahraga dengan metode diskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus dan masing-masing siklus tiga kali pertemuan dengan tahapan (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah atlet PSHT Kota Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, wawancara, observasi, dokumentasi, dan analisis data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui metode drill bagian mampu meningkatkan keterampilan teknik bantingan. Hasil siklus 1 diperoleh standar baik pada keterampilan proses 20% dan pada keterampilan hasil 60%. Kemudian meningkat pada siklus 2, di mana ketercapaian standar baik pada keterampilan proses mencapai 100% dan pada keterampilan hasil mencapai 90%.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode drill bagian, dapat meningkatkan keterampilan teknik bantingan pada atlet PSHT Kota Malang dengan persentase keberhasilan yang tergolong baik. Disarankan agar peningkatan keterampilan teknik bantingan menggunakan metode drill bagian dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk pengembangan latihan selanjutnya, serta dapat meningkatkan prestasi atlet