SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    Pengaruh Latihan Shadow Bulutangkis Menggunakan Shuttlecock dan Tanpa Shuttlecock Terhadap Peningkatan Kecepatan Gerak Atlet PB LING Tidar Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK Firdaus, Afrighareza. 2017. Pengaruh Latihan Shadow Bulutangkis Menggunakan Shuttlecock dan Tanpa Shuttlecock Terhadap Peningkatan Kecepatan Gerak Atlet PB LING Tidar Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes, (2) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd.,M.Pd. Kata kunci : Latihan Shadow, Lari 20 Meter, Kecepatan Gerak, BulutangkisLatihan bulutangkis di PB LING Kota Malang cenderung kurang bervariasi, oleh karena itu penting dilakukan penelitian yang bentuk latihannya bervariasi seperti bentuk latihan shadow. Telah dilakukan penelitian yang berhubungan dengan variasi latihan. Sehubungan dengan hasil analisis kebutuhan yang dilakukan peneliti telah melakukan penelitian dengan judul "Pengaruh Latihan Shadow Menggunakan Shuttlecock dan Tanpa Shuttlecock Terhadap Peningkatan Kecepatan Gerak".Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pengaruh antara latihan shadow menggunakan latihan shuttlecock dan tanpa shuttlecock terhadap kemampuan kecepatan gerak pada atlet PBLING Kota Malang.Rancangan penelitian menggunakan desain kelompok kontrol pretest posttest. Sampel 30 diambil menggunakan teknik purposive random sampling. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yang tiap kelompok berjumlah 15 orang. Dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes dan non tes, dan pengumpulan data menggunakan teknik pengukuran bentuk tes fisik, teknik eksperimen dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis variansatu jalur (ANAVA) dengan taraf signifikan α = 0,05.Analisis varian menggunakan data beda hasil pretest dan posttest diperoleh F hitung 13,51370 dan F tabel α = 0,05 untuk 4,17. Oleh karena F hitung> F tabel α = 0,05, artinya kemampuan kecepatanterdapat peningkatan. Hasil analisis uji lebih lanjut adalah LSD (Leat Significance Difference) diperoleh besar mean  7,4 > LSD 5,06, artinya terdapat perbedaan yang signifikan. Oleh karena t hitung> t tabel α = 0,05 berarti latihan shadow tanpa shuttlecock lebih baik dibandingkan dengan latihan shadow menggunakan shuttlecock. Kesimpulan bahwa ada perbedaan kemampuan kecepatan sebelum dan sesudah latihan shadow menggunakan shuttlecock, ada perbedaan kemampuan kecepatan sebelum dan sesudah latihan shadow tanpa shuttlecock, dan latihan shadow tanpa shuttlecocklebih baik dibandingkan dengan latihan shadow menggunakan shuttlecockα = 0,05. Saran bagi pelatih jika ingin meningkatkan kecepatan diharapkan dapat menggunakan model latihan ini. Saran bagi peneliti agar mengembangkan penelitian lain dengan variabel yang berbeda dan subjek penelitian yang lebih luas

    Pengaruh Latihan Weight Training Untuk Lengan Terhadap Akurasi Shooting 3 Point Bagi Peserta Ekstrakurikuler Bolabasket Putra Sekolah Menengah Pertama Negeri 18 Malang.

    No full text
    ABSTRAK Shooting adalah usaha memasukkan bola kedalamkeranjang (ring) lawan untuk mencetak point sebanyak-banyaknya sebagai penentu hasil pertandingan. Pemain yang berhasil melakukan shooting three point akan mendapatkan 3 point, berbeda dengan shooting lainnya yang hanya mendapatkan 2 point ataupun 1 point. Dalam permainan bolabasket di Sekolah Menengah Pertama Negeri 18 Malang (SMPN 18 Malang) yang telah diobservasi, hasilnya disimpulkan bahwa keterampilan shooting 3 point siswa ekstrakurikuler bolabasket putra masih didominasi kurang kuatnya otot lengan sehingga akurasi shooting kurang baik, maka perlu diberikan latihan yang sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan kekuatan otot lengan guna untuk menambah akurasi shooting 3 point yaitu dengan menambah weight training untuk otot lengan pada sesi latihan.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan weight training untuk lengan terhadap akurasi shooting 3 point bagi peserta ekstrakurikuler bolabasket putra Sekolah Menengah PertamaNegeri 18 Malang.Perlakuan diberikan untuk 18 kali pertemuan selama 6 minggu (3 x dalam seminggu), serta pre-test diberikan sebelum perlakuan dan post-test diberikan setelah pertemuan terakhir pertemuan. Penelitian ini menggunakan rancangan pra-eksperimental (pre-experimental). Peneliti menggunakan rancangan pra-eksperimental pada penelitian ini dikarenakan tidak adanya variabel kontrol dan sampel tidak dipilih secara random.Rancangan yang digunakan adalah rancangan prates dan pascates satu kelompok (the one group pre-test – post-test design). Subjek penelitian ini adalah seluruh peserta latihan ekstrakurikuler bolabasket putra Sekolah Menengah Pertama Negeri 18 Malang yang berjumlah 20 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah S3P (shooting 3 point tanpa berhenti, melakukan dua tembakan dari tiap post dengan total 5 post menembak) dari Pojskic. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis uji-t amatan ulang (paired samples t test) menggunakan bantuan IBM SPSSStatistics 21.Berdasarkan hasil analisis menggunakan paired samples t test diperoleh nilai t-hitung sebesar -6,296 dengan signifikansi sebesar 0,000. Dengan nilai signifikansi (p) lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (

    Pengembangan MateriPencakSilatMenggunakan Media M-Learning BagiSiswaSabukPolosPersaudaraanSetiaHatiTerateUniversitasNegeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Al Ahmad, JuhanulChaq. 2017. Pengembangan MateriPencakSilatMenggunakan Media M-Learning BagiSiswaSabukPolosPersaudaraanSetiaHatiTerateUniversitasNegeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. SitiNurrochmah, M.Kes, (2) FahrialAmiq, S.Or.,M.Pd. Kata kunci: pengembangan, pencaksilat, M-Learning Berdasarkan observasi awal dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan pelatih dan siswasabukpolosPersaudaraanSetiaHatiTerateUniversitasNegeri Malang pada tanggal 5 Januari 2017, bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami materiteknikdasarpencaksilat, karena pelatih tidak menggunakan media dalam penyampaiannya. Pelatih mengatakan bahwa dalam menyampaikan materi teknikdasarpencaksilat membutuhkan media agar siswa lebih mudah memahami dan mempelajari teknikdasarpencaksilat. Namun di Unit KegiatanMahasiswaPersaudaraanSetiaHatiTerateUniversitasNegeri Malang belum ada media yang digunakan dalamlatihandanpembelajaranmateri teknikdasarpencaksilat. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang ada dengan mengembangkan multimedia interaktifteknikdasarpencaksilatberbasisM-LearningbagisiswasabukpolosPersaudaraanSetiaHatiTerateUniversitasNegeri Malang. Model yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan reseach and development Lee & Owen. Prosedur pengembangan meliputi (1) analisis (2) desain (3) pengembangan, validasi, dan revisi (4) implementasi/uji coba (5) evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Data kualitatif dianalisis dengan cara mengumpulkan semua saran dari para ahli, kemudian dikategorikan, selanjutnya diambil kesimpulan. Sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan rumus danhasilnya akan dirujuk pada analisis persentase tingkat kelayakan produk. Hasil analisis data diperoleh dari uji ahli dan uji kelompok. Dari uji ahli diperoleh data (1) ahli media mendapatkanhasil76,25% dengankriteria baik, (2) ahli materi pencaksilat78,13% dengankriteriabaik, (3) ahli kepelatihanpencaksilat75,63% dengankriteriabaik. Dari uji coba kelompok kecil diperoleh hasil 82,61% dengankriteriasangatbaikdanlayakdiujicobakan, sedangkan padauji coba lapangan (kelompok besar) diperolehhasil85,39% dengankriteriasangatbaikdanproduklayakuntukdigunakan. Dengan demikian hasilpengembangansecarakeseluruhandapat disimpulkan bahwa pengembangan multimedia interaktifteknikdasarpencaksilatberbasisM-LearningbagisiswasabukpolosPersaudaraanSetiaHatiTerateUniversitasNegeri Malangsudahcukupmudah, menarik, dandapat digunakan sebagai penunjang latihan bagi siswa sabuk polos PersaudaraanSetiaHatiTerate Universitas Negeri Malang

    Survei Tentang Pemahaman Peraturan sepakbola Pada Pemain Persekam Metro FC

    No full text
    ABSTRAK Nugroho, Nanda Bagus 2017. Survei Tentang Pemahaman Peraturan sepakbola Pada Pemain Persekam Metro FC. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Dosen pembimbing: (I) Dra. Sri Purnami, M.Pd., (II) Fahrial Amiq, S.Or., M.Pd. Kata kunci: survei, peraturan permainan, sepakbola.Permainan sepakbola merupakan permainan beregu yang memerlukan dasar kerjasama antar sesame anggota regu, sebagai salah satu ciri khas dari permainan sepakbola. Dalam sebuah pertandingan atau permainan tentunya ada peraturan yang harus ditaati atau dijalankan, begitu juga dalam permainan sepakbola. Peraturan permainan adalah suatu aturan yang mengatur jalannya sebuah permainan atau pertandingan agar tercipta rasa adil, tidak ada satu pihak yang merasa dirugikan, dan supaya jalannya permainan atau pertandingan lebih teratur.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman peraturan sepakbola pada pemain Persekam Metro FC. Karena dengan pemahaman yang baik dalam peraturan sepakbola, pemain bisa menerapkan peraturan sepakbola di dalam pertandingan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei dan pengumpulan data menggunakan tes kuesioner. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 25 pemain dengan rentang usia 19-37 tahun. Instrumen tes yang digunakan untuk mengetahui pemahaman peraturan sepakbola adalah tes kuesioner tentang pemahaman peraturan sepakbola. Data yang diperoleh kemudian dikategorikan berdasarkan ketentuan analisis presentase dan dianalisis secara deskriptif dilakukan secara manual dengan bantuan menggunakan kalkulator Casio FX-115ES dan dengan bantuan dari jasa komputer program SPSS versi 20.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peraturan sepakbola pada pemain Persekam Metro FC memiliki pemahaman yang kurang terhadap peraturan permainan sepakbola, 3 pemain (12%) memiliki pemahaman baik, 9 pemain (36%) memiliki pemahaman cukup, 13 pemain (52%) memiliki pemahaman kurang. Berdasarkan hasil data tersebut dapat disimpulkan bahwa mayoritas pemain Persekam Metro FC kurang memahami tentang peraturan permainan sepakbola. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disarankan kepada pelatih untuk menjelaskan tentang pemahaman peraturan permainan sepakbola terhadap pemain, serta memantau pemahaman pemain tentang peraturan sepakbola, salah satu caranya adalah dengan menyelenggarakan ujian tertulis secara berkala dengan materi tersebut

    PENGARUH LATIHAN LADDER DRILL TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN PEMANJATAN KATEGORI SPEED ATLET FEDERASI PANJAT TEBING INDONESIA (FPTI) KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK  Triyono, DjokoAgus. 2017. PengaruhLatihan Ladder Drill TerhadapPeningkatanKecepatanPemanjatanKategori Speed AtletFederasiPanjatTebing Indonesia (FPTI) Kota Malang.Skripsi.JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan.Program Studi S1 PendidikanJasmanidanKesehatan.FakultasIlmuKeolahragaan. UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) I NengahSudjana, S.Pd.,M.Pd., (II) UsmanWahyudi, S.Pd.,M.Pd. Kata kunci: latihan ladder drill, kecepatanpemanjatan, speed, panjattebingLatihanatautrainingadalahsuatu proses yang sistematisdariberlatihataubekerja yang dilakukansecaraberulang-ulang, dengansemakinharisemakinmenambahjumlahbebanlatihanataupekerjaan.SedangkanLadder Drillmerupakansalahsatubentuklatihanfisik yang fungsinyamelatihkelincahan kaki dansinkronisasigeraksecaraseimbanguntukmeningkatkankelincahandankecepatangerak.PenelitianinibertujuanuntukmengetahuhipengaruhlatihanladderdrillterhadappeningkatankecepatanpemanjatanatletFederasiPanjatTebing Indonesia Kota Malang kategorispeed. Penelitianinimerupakanpenelitianeksperimen, dimanapenelitianinimengenaihubungansebabakibat.Penelitianinimenggunakandesainpenelitianone Group Pretest-Posttest Design, yaitudesainpenelitian yang terdapatpretestsebelumdiberiperlakuandanposttestsetelahdiberiperlakuan. Penelitianiniakanmembandingkanhasilpretestdanposttestkecepatanpemanjatankategorispeedpadaatletpanjattebing Kota Malang. Populasidansampeldalampenelitianiniberjumlah 20 orang.Instrumen yang digunakandalampenelitianinimenggunakanteskecepatanpemanjatan (Manual KompetisiFederasiPanjatTebingIndonesia).Berdasarkanpenelitian yang telahdilakukan, hasil rata-rata pretestkemampuankecepatanpemanjatan17,806 detikdanhasil rata-rata posttestkemampuankecepatanpemanjatansebesar13,144 detikdenganselisih 4,662 detik. Inimenunjukkanbahwalatihan ladder drillterhadap test kemampuankecepatanpemanjatanmemberikanperubahan.Penelitimendapatkanhasilbahwalatihanladder drillmemberikanpengaruh yang signifikanterhadap peningkatankecepatanpemanjatanatlet FPTI Kota Malang kategorispeed (t hitung = 7,258>t tabel 1,685). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkanbahwaterdapatpengaruh yang signifikanlatihanladder drillterhadappeningkatankecepatanpemanjatanatletFPTI Kota Malang kategorispeed. Berdasarkanhasilpenelitian di atas, penelitimenyarankan: kepadaseluruhpelakupanjattebing, sebaiknyamenggunakanlatihanlaldder drillsebagaibentuklatihanuntukmeningkatkankemampuankecepatanpemanjatanpadakategorispeed

    Peningkatan Keterampilan Dribbling dengan Melalui Model Variasi Beragam Bagi Siswa Ekstrakurikuler Futsal SMK Negeri 5 Malang

    No full text
    ABSTRAK Muhammad, Syu’ud. 2016. “Peningkatan Keterampilan Dribbling dengan Melalui Model Variasi Beragam Bagi Siswa Ekstrakurikuler Futsal SMK Negeri 5 Malang”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Tomi, M.Pd. (II) Usman Wahyudi, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci:  Teknik gerakan dribbling futsal, keterampilan. Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh 2 tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Salah satu teknik dasar yang sering digunakan dalam mendapatkan poin adalah teknik dribbling. Pada observasi awal yang dilakukan di ekstrakurikuler futsal SMK Negeri 5 Malang diketahui bahwa teknik dribbling memiliki tingkat kebenaran sebesar 25%, tingkat kesalahan 75%, dari total 20 menit dalam permainan futsal, dapat diketahui bahwa penguasaan keterampilan teknik dribbling masih kurang dikuasai oleh siswa ekstrakurikuler futsal SMK Negeri 5 Malang dibandingkan dengan teknik yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar dribbling dengan menggunakan teknik latihan bervariasi pada siswa ekstrakurikuler futsal SMK Negeri 5 Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan olahraga dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan melalui dua siklus dengan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler futsal SMK Negeri 5 Malang dengan sebanyak 20 siswa. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan pelatih untuk menyusun program latihan selama 2 siklus dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi (pengamatan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan teknik dribbling siswa ekstrakurikuler futsal SMK Negeri 5 Malang mengalami peningkatan setelah dilakukan latihan dribbling dengan bebagai variasi. Latihan dilakukan dengan dua siklus, di siklus pertama 9 pertemuan dan di siklus kedua 3 pertemuan. Tingkat keberhasilan siswa ekstrakurikuler futsal SMK Negeri 5 Malang pada siklus 1 dengan persentase ketuntasan keseluruhan teknik dribbling  hasil dari observer 1 (peneliti) sebanyak 66,6% dari observer 2 (pelatih) sebanyak 66,6%. Sedangkan tingkat keberhasilan siswa ekstrakurikuler futsal SMK Negeri 5Malang, pada siklus 2 dengan persentase ketuntasan keseluruhan teknik dribbling futsal hasil dari observer 1 (peneliti) sebanyak 85,8% dari observer 2 (pelatih) sebanyak 86,6%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan variasi latihan beragam dapat meningkatkan keterampilan teknik dribbling  futsal siswa ekstrakurikuler futsal SMK Negeri 5 Malang. Disarankan bagi pelatih ekstrakurikuler futsal SMK Negeri 5 Malang dapat lebih kreatif dalam memberikan materi latihan agar siswa lebih aktif dan semangat dalam mengikuti latihan futsal. ABSTRACT Muhammad, Syu'ud. 2016. “Increasing dribbling skills by using variations models for futsal extracurricular students of SMKN 5 Malang. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Advisor: (I) Drs. Agus Tomi, M.Pd. (II) Usman Wahyudi,S.Pd.,M.Pd. Keywords: dribbling technique futsal movement, skills. Futsal is a ball game played by two teams, each comprised of five members. One of the basic techniques that are often used in getting points is dribbling technique. In the preliminary observations in futsal extracurricular of SMKN 5 of Malang had known that the dribbling technique have a degree of truth is 25%, an error rate is 75%, total of time is 20 minutes in futsal game, it is known that the mastery of dribbling technical skill was not mastered by futsal extracurricular students of SMKN 5 of Malang which compared with another techniques. The aims of this study is to improve the basic skills of dribbling motion using training techniques vary in futsal extracurricular student of SMKN 5 of Malang. This study uses sports action researches which are quantitative and qualitative descriptive approach. The implementation of this study was conducted in two cycles with each cycle consisting of four phases, which are: (1) planning, (2) implementation, (3) observation, and (4) reflection. Subjects on this study were futsal extracurricular students of SMKN 5 of Malang with as many as 20 students, indeed. On this study, researchers collaborated with a coach to develop a training program for two cycles with the data collection using observation method. The results showed that the students' skills in dribbling technique futsal extracurricular of SMKN 5 of Malang increased after dribbling exercises with various variations. The exercises have done in two cycles, in the first cycle had nine meeting and in the second cycle had three meetings. The success rate of futsal extracurricular students in SMKN 5 of Malang in the first cycle got an overall completeness of the dribbling techniques percentage results of first observer (coach) as much as 66.6% of second observer (coach) as much as 66.6%. Whereas, the success rate of futsal extracurricular students SMKN 5 of Malang, in second cycle got an overall completeness dribbling technique percentage result of first observer (coach) as much as 85.8% and second observer  (coach) as much as 86.6%. Based on the results of this study concluded that by used the variety of exercises implementation can improved the skills of dribbling techniques in  futsal extracurricular student of SMKN 5 of Malang. Suggested for the coach of futsal extracurricular in SMKN 5 of Malang have to be more creative in providing training materials, so that students would be more active and the full of spirit in futsal exercise.

    bukusakupembelajaran, model senam lantai gerakan meroda, SMP Negeri 3 Trenggalek.

    No full text
    ABSTRAK   Fakhruddin, Fajar Inzan. 2015. Pengembangan Buku Saku Pembelajaran Model Senam Lantai Gerakan Meroda Pada Siswa Di SMP Negeri 3 Trenggalek. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Nengah Sudjana, S. Pd M. Pd, (II) Fahrial Amiq, S. Or M. Pd.   Kata Kunci: buku saku pembelajaran, model senam lantai gerakan meroda, SMP Negeri 3 Trenggalek. Ketersediaan bahan ajar yang belum sesuai dengan kebutuhan menyebabkan kurang maksimalnya pembelajaran penjaskes di SMP Negeri 3Trenggalek. Hasil persentase penyebaran angket kepada siswa menunjukkan 58% siswa merasa kurang memahami materi yang diberikan oleh guru, 71,6% siswa merasa kurang hafal jika diminta untuk mengulangi gerakan secara mandiri dan cukup sering menemui kesulitan mengenai materi gerak yang telah diajarkan oleh guru, 59% siswa merasa sangat perlu diciptakan sebuah produk buku saku penunjang belajar materi gerak senam lantai meroda. Selain itu, dari data pertanyaan essay, 63% merasa belajar akan lebih mudah jika ada sebuah penunjang belajar berupa gambar gerak meroda yang dikemas dalam bentuk buku saku. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan produk buku saku pembelajaran senam lantai, mendiskripsikan uji coba produk buku saku pembelajaran model senam lantai gerakan meroda untuk siswa kelas VII SMP Negeri 3 Trenggalek. Prosedur penelitian(Research and Development)dari Borg&Gall yang terdiri dari 10 langkah. Tetapi penelit imenggunakan 7 langkah yang diambil dari Ardhana (2009:9) tahapan-tahapan sebagai berikut (1) analisis kebutuhan, (2) produkawal, (3) tinjauan ahli, (4) uji coba kelompok kecil, (5) revisi produk awal, (6) uji coba kelompok besar, (7) revisi produk akhir. Subjek coba pada penelitian ini adalah 3 ahli pembelajaran, 3 ahli media, 8 siswa uji coba kelompok kecildan 30 siswa uji coba kelompok besar. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dan persentase. Data yang bersifat kualitatif dianalisis dan dipertimbangkan sebagai bahan revisi produk, sedangkan data kuantitatif dari uji kelayakan produk dianalisis dengan rumus dan persentase. Hasil penelitian dan pengembangan inidapat disimpulkan sebagai berikut, berdasarkan penilaian ahli pembelajaran menunjukkan buku saku pembelajaran layak digunakan sebagai bahan ajar siswa dengan persentase 86,8%, penilaian ahli media menunjukkan buku saku pembelajaran layak digunakan sebagai bahan ajar siswa dengan persentase 88,8%, berdasarkan uji coba kelompok kecil menunjukkan persentase 85,9%, sedangkan berdasarkan uji coba kelompok besar menunjukkan persentase 83,6%bahwa produk yang dihasilkan layak digunakan sebagai bahan ajar pada pembelajaran penjaskes di sekolah. Kajian yang telah direvisi oleh beberapa ahli berupa buku saku produk yang telah dihasilkan maka hasil pengembangan ini hanya ditujukan pada anak SMP Negeri 3 Trenggalek. Saran pemanfaatan produk ini dapat digunakan sebagai panduan atau referensi guru untuk mengajar

    Survei Kondisi Fisik Bagi Siswa Ekstrakurikuler Futsal Di MA AL MA’ARIF Singosari

    No full text
    ABSTRAK Berdasarkan penelitian, latihan siswa ekstrakurikuler futsal di MA AL MA’ARIF Singosari memiliki kondisi fisik dalam kategori kurang sehingga dibutuhkan pelatihan dan pembinaan kondisi fisik dan pelatih tidak memiliki data kondisi fisik setiap individu siswa esktrakurikuler futsal. Berdasarkan masalah tersebut, peneliti melakukan penelitian berjudul Survei Kondisi Fisik Bagi Siswa Ekstrakurikuler Futsal Di MA AL MA’ARIF Singosari.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan kondisi fisik setiap individu siswa ekstrakurikuler futsal di MA AL MA’ARIF Singosari.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei dan pengumpulan data menggunakan tes. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 25 siswa dengan rentang usia 16-19 tahun. Instrumen tes yang digunakan untuk mengetahui kondisi fisik subjek adalah tes kesegaran jasmani Indonesia. Data yang diperoleh kemudian dikategorikan berdasarkan norma ketentuan standart tes kesegaran jasmani dan dianalisis secara deskriptif dilakukan secara manual dengan bantuan kalkulator Casio FX-115ES Plus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik komponen kecepatan tergolong dalam kategori baik, komponen kekuatan dan ketahanan otot lengan dan bahu tergolong dalam kategori kurang, komponen kekuatan dan ketahanan otot perut tergolong dalam kategori sedang, komponen daya ledak tergolong dalam kategori kurang, komponen daya tahan jantung peredaran darah dan pernafasan tergolong dalam kategori kurang.Berdasarkan hasil data tersebut dapat disimpulkan bahwa 25 kondisi fisik kesegaran jasmani siswa ekstrakurikuler dalam kategori “kurang”. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disarankan kepada pelatih untuk memperhatikan kondisi fisik setiap individu dan memberikan latihan serta pembinaan terhahap setiap komponen kondisi fisik kesegaran jasmani guna menunjang kemampuan teknik dan taktik serta menampilkan performa terbaik.  Kata kunci: kondisi fisik, esktrakurikuler, futsal

    PENGARUH MODEL LATIHAN (SHADOW) BULUTANGKIS MENGGUNAKAN SHUTTLECOCK DAN TANPA SHUTTLECOCK TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN (AGILITY) ATLET PB LING TIDAR KOTA MALANG

    No full text
     ABSTRAK   Ningrum, Izza Puspita Cahya. 2017. Pengaruh Model Latihan (Shadow) Bulutangkis Menggunakan Shuttlecock dan Tanpa Shuttlecock  Terhadap Peningkatan Kelincahan (Agility) Atlet PB LING Tidar Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes, (2) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd.,M.Pd.   Kata kunci: Latihan Shadow, Zig-Zag Run, Kelincahan, Bulutangkis Latihan bulutangkis di PB LING Kota Malang belum menyerupai permainan bulutangkis yang sebenarnya, oleh karena itu penting dilakukan penelitian yang bentuk latihannya mendekati permainan sesungguhnya seperti bentuk latihan shadow, maka telah dilakukan penelitian dengan judul "Pengaruh Latihan Shadow Menggunakan Shuttlecock dan Tanpa Shuttlecock Terhadap Kemampuan Kelincahan". Dalam olahraga bulutangkis, kondisi fisik olahraga sangat dibutuhkan untuk menunjang peningkatan kemampuan fisik atlet PB LING Kota Malang, salah satu kondisi fisik yang dibutuhkan adalah kelincahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara latihan shadow menggunakan latihan shuttlecock dan tanpa shuttlecock terhadap kemampuan kelincahan pada atlet PB LING Kota Malang. Rancangan penelitian dilakukan dengan desain kelompok kontrol pretest posttest. Sampel 30 diambil menggunakan teknik purposive random sampling. Dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes dan non tes, dan pengumpulan data menggunakan teknik pengukuran bentuk tes fisik, teknik eksperimen dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis varian satu jalur (ANAVA) dan menggunakan uji Leat Significance Difference (LSD) dan teknik uji taraf signifikan α = 0,05. Analisis varian menggunakan data beda hasil pretest dan posttest  diperoleh F hitung 6.65 dan F tabel α = 0,05 untuk 4,18. Oleh karena F hitung > F tabel α 0,05, artinya kemampuan kelincahan terdapat peningkatan. Hasil analisis uji lebih lanjut adalah LSD diperoleh besar mean  9,41 > LSD 8,3, artinya terdapat perbedaan yang signifikan. Oleh karena t hitung > t tabel α = 0,05 berarti latihan shadow tanpa shuttlecock lebih baik dibandingkan dengan latihan shadow menggunakan shuttlecock. Kesimpulan bahwa ada perbedaan kemampuan kelincahan sebelum dan sesudah latihan shadow menggunakan shuttlecock, ada perbedaan kemampuan kelincahan sebelum dan sesudah latihan shadow tanpa shuttlecock, dan latihan shadow tanpa shuttlecock lebih baik dibandingkan dengan latihan shadow menggunakan shuttlecock α = 0,05. Saran bagi pelatih jika ingin meningkatkan kelincahan diharapkan dapat dipresentasikan oleh penelitian lain dalam persiapan untuk meneliti lebih dalam dan mengembangkan bentuk penelitian lain dengan variabel yang berbeda dengan subjek penelitian yang lebih luas

    Pengembangan Model Latihan Jurus Pencak Silat Kategori Regu Menggunakan Gaya Resiprokal Pada Siswa Tingkat I Ekstrakurikuler SMP Negeri 10 Malang Kota Malang

    No full text
     ABSTRAK   Mistianingsih, Wahyuni. 2016. Pengembangan Model Latihan Jurus Pencak Silat Kategori Regu Menggunakan Gaya Resiprokal Pada Siswa Tingkat I Ekstrakurikuler SMP Negeri10 Malang Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (2) Kurniati Rahayuni, S. Psi, M. Psi.   Kata kunci: latihan, pencak silat, kategori regu, gaya resiprokal. Berdasarkan observasi awal dan wawancara yang dilakukan peneliti pada pelatih ekstrakurikuler pencak silat di SMP Negeri 10 Malang kota Malang, tanggal 6 November 2013, terdapat 2 kategori yang dilatihkan dalam latihan ekstrakurikuler pencak silat diantaranya tanding atau laga dan seni atau jurus. Latihan jurus dilakukan dengan menggunakan sistim komando. Pada penelitian awal melalui wawancara kepada pelatih mendapatkan hasil dari 70 siswa ekstrakurikuier pencak silat terdapat 40 siswa yang mengikuti kategori jurus regu, 60% dari siswa yang mengikuti latihan jurus regu masih terdapat kesalahan atau tidak sesuai dengan gerakan yang dicontohkan oleh pelatih. Sementara itu 100% siswa menyatakan membutuhkan sumber belajar dalam bentuk panduan yang menarik dan mudah dipahami. Hal ini mendapat dukungan dari pelatih ekstrakurikuler yang menyatakan sangat perlu pengembangan model latihan jurus pencak silat kategori regu menggunakan gaya resiprokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang ada, yaitu dengan mengembangkan model latihan jurus pencak silat kategori regu menggunakan gaya resiprokal. Diharapkan, pengembangan ini dapat membantu pelatih dalam pembelajaran pencak silat dengan cara yang mudah, menarik, dan menyenangkan. Metode yang digunakan penelitian ini adalah pengembangan Borg dan Gall (1983:775) yang diadaptasi menjadi lebih sederhana yaitu: (1) analisis kebutuhan, (2) mendesain produk, (3) validasi desain, (4) uji coba kelompok kecil tahap I, (5) uji coba kelompok kecil tahap II,  (6) uji coba kelompok besar, (7) produk akhir. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. Dari hasil evaluasi ahli pencak silat diperoleh presentase 95,8%, ahli kepelatihan 89,2%, ahli media 76%, ahli kepelatihan 96,4% dan uji tahap I (6 siswa) diperoleh persentase 66,3%, dan pada uji tahap II (40 siswa) diperoleh persentase 91,5% sehingga model latihan jurus pencak silat kategori regu menggunakan gaya resiprokal pada siswa tingkat I SMP Negeri 10 Malang kota malang dapat digunakan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan bagi pelatih untuk menggunakan dan mempraktekkan model latihan ini dalam mengajarkan materi jurus pencak silat kategori regu menggunakan gaya resiprokal pada siswa tingkat I, bagi siswa digunakan sebagai pedoman belajar jurus pencak silat kategori regu, dan bagi sekolah digunakan sebagai sumber belajar pencak silat, serta  bagi peneliti lain dapat digunakan sebagai sumber referensi untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan materi pada skripsi ini.   ABSTRACT   Mistianingsih, Wahyuni. 2016. The Development of Exercise Model of “Pencak Silat” Movementin in Group Category Using Reciprocal Style for 1st Level Students of Extracurricular SMP Negeri 10 Malang, Malang City. Mini Thesis, Department of Physical and Health Education, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Supervisors: (1) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (2) Kurniati Rahayuni, S. Psi, M. Psi.   Keywords: exercise, pencak silat, group category, reciprocal style Based on initial observation and interview conducted by the researcher to coach of pencak silat (Indonesian martial art) extracurricular in SMP Negeri (Public Junior High School) 10 Malang, Malang City on November, 6th 2013, there are two (2) categories that exercised in the exercise of pencak silat extracurricular, they are fighting and art or movement. Movement exercise performed by using command system. In the prior study through interview to the coach, it was obtained the result that from 70 students of pencak silat extracurricular, 40 students follow category of group movement where 60% students who follow exercise of group movement still made many errors or not appropriate to the movement performed by the coach. While, 100% students stated that they need learning source of guidance which interesting and easy to be understood. It supported by extracurricular coach who stated that it is necessary to develop pencak silat exercise model in group category using reciprocal style. The purpose of this research was to find solution over the problems, which was by developing pencak silat exercise model in group category using reciprocal style. It was expected that this development able to assist the coach in teaching pencak silat with easy, interesting, and fun strategy. Method that used in this research was development model by Borg and Gall (1983:775) which adapted to be simpler as follows: (1) needs assessment; (2) product design; (3) design validation; (4) 1st step of small group test; (5) 2nd step of small group test; (6) large group test; and (7) final product. Data analysis that used in this research was descriptive analysis obtained from questionnaire distribution. From evaluation result by pencak silat expert, it was obtained percentage of 95.8%, by exercise expert obtained percentage of 89.2%, by media expert obtained percentage of 76%, exercise expert obtained percentage of 96.4%, 1st step of small group test (6 students) obtained percentage of 66.3%, and 2nd step of test (40 students) obtained percentage of 91.5%. Thus, this exercise model of pencak silat movement in group category using reciprocal style for 1st level of students in SMP Negeri 10 Malang, Malang City was able to be used. Based on the research result, the researcher suggest for the coach to apply and practice this exercise model in teaching material of pencak silat movement in group category using reciprocal style for 1st level students. For students, it can be used as learning guidance of pencak silat movement in group category, and for the school, it can be used as reference source to conduct research related to the material in this mini thesis

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇