SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    PENGEMBANGAN MEDIA BUKU SAKU LATIHAN DAYA LEDAK (EXPLOSIVE POWER) UNTUK EKSTRAKURIKULER PERMAINAN BOLABASKET DI SMA NEGERI 10 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Olahraga bolabasketyang tercantum dalam kegiatan sekolahSMA Negeri 10 Malang, Olahraga bolabasket yaitu permainan bola besar yang dimainkan oleh 2 regu dan dipimpin oleh tiga orang wasit dengan jumlah pemain masing-masing regu 5 orang. Permainan  dilakukan dengan cara memantulkan bola dan dilakukan di lapangan berbentuk persegi panjang yang dilengkapi dengan papan pantul dan keranjang yang tujuan akhirnya adalah memasukan bola sebanyak-banyaknya ke dalam keranjang lawan, konsep bermain bolabasket adalah menghasilkan skor (nilai) dengan memasukan bola ke keranjang lawan dan mencegah tim lain melakukan hal serupa. Tujuan pengembangan ini untuk mengembangkan media pembelajaran buku saku tentang teori–teori cara melatih dan meningkatkan daya ledak dengan latihan pliometrik untuk peserta ekstrakurikuler bolabasket SMAN 10 Malang. Pengembangan ini diharapkan dapat membantu menunjang kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 10 Malang baik untuk peserta dan pelatih SMAN 10 Malang. Dalam penelitian ini mengacu pada metode penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), dari sepuluh langkah yang dikemukakan oleh Borg & Gall, penelitian dan pengembangan ini tidak menggunakan keseluruhan tetapi hanya menggunakan 9 langkah saja. Hal ini disebabkan karena langkah-langkah yang diambil disesuaikan dengan kebutuhan penelitian dan pengembangan. Berdasarkan hasil evaluasi dari 3 ahli berikut. Pertama, ahli bolabasket yaitu dosen bolabasket Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang menyatakan 80% kelayakan dari buku saku untuk disajikan. Kedua, ahli kepelatihan bolabasket yaitu Dosen kepelatihan bolabasket Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang menyatakan 80% kelayakan dari buku saku untuk disajikan. Ketiga, ahli media pembelajaran yaitu dosen dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang menyatakan 81% kelayakan dari buku saku untuk disajikan. Berdasarkan hasil analisis data uji coba kelompok kecil terhadap 6 orang peserta ekstrakurikuler dan uji coba kelompok besar terhadap 30 orang peserta ekstrakurikuler, dapat diperoleh persentase 80% peserta uji kelompok kecil dan 80% peserta pada uji kelompok besar menyatakan bahwa buku saku Latihan pliometrik bolabasket sangat jelas dan sangat membantu dalam pembelajaran. Diharapkan buku saku tersebut menjadi referensi bagipeserta ekstrakurikuler dalam menunjang kegiatan ekstrakurikuler bolabasket

    Pengaruh Variasi Latihan Kelincahan Menggunakan Media Lampu dan Keset Warna Terhadap Kelincahan Pemain Bulutangkis Usia 8-13 Tahun di PB Ganesha Kota Batu

    No full text
    ABSTRAK PB Ganesha Kota Batumerupakanwadahpenyaluranbakatbermainbulutangkisbagianakusiadinisampaiusiaremaja, daribeberapaobservasi yang dilakukanpenelitimenemukanpermasalahandalamhalkelincahandalambermainbulutangkis, gerak kaki setiappemainlambat, koordinasigerak kaki kurangbaikdankurangefektif. Pengamatantersebutdiperkuatsetelahpenelitibertanyakepadapelatihjikapemain yang usia 8-13 tahunjarangdiberikanlatihankelincahan.Tujuandaripenelitianadalahuntukmengetahuipengaruhvariasilatihanmenggunakan media lampudankesetwarnaterhadapkelincahanpemainusia 8-13 tahun di PB Ganesha Kota Batu.Penelitianinimerupakanpenelitianeksperimendenganmenggunakandesainpenelitianone group pretest and posttest designdengansampel yang digunakanberjumlah 20 orang. Teknikpengambilan data pemaindiberiperlakuansebanyak 16 kali pertemuanselama 6 minggudengansebelum di beriperlakuanpemainmelakukanpre-testdansesudahdiberiperlakuanpemainmelakukanpost-test.Data yang sudahterkumpuldianalisismenggunakanuji-t amatanulang (paried sample t-test) menggunakan SPSS versi 21.0.Hasildarianalisisuji-t amatanulangmemperoleh T hitungsebesar 4,6385lebihbesardari T tabeldengantarafsignifikansi 0,05 sebesar 1,729. Melihathasilanalisisuji-t amatanulangtersebutdapatmenunjukkanbahwaadapengaruh yang signifikandarivariasilatihankelincahanmenggunakan media lampudankesetwarnaterhadapkelincahanpemainbulutangkisusia 8-13 tahun di PB Ganesha Kota Batu. Kesimpulandaripenelitianinibahwavariasilatihankelincahanmenggunakan media lampudankesetwarnamempunyaipengaruh yang signifikan.Saran penelitidiharapkandapatdimanfaatkandandipakaisaatlatihan, sertadapatmenambahvariasilatihankelincahanbagipihak PB Ganesha agar dapatmencapaitujuanyaitumendapatkanprestasimaksimal. Saran untukpenelitianselanjutnya, diharapkanmelaluipenelitian lain dapatdikembangkandenganvariabelbebas yang berbedaatauditambahdenganadanyavariabelkontroldengansubjekpenelitian yang lebihluas

    “Peningkatan Keterampilan Passing Bawah Bolavoli Menggunakan Pendekatan Bermain dan Berlomba Pada Siswa Kelas XI Keperawatan SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Probolinggo”

    No full text
    Kata Kunci: pendekatan bermain dan berlomba, passing bawah bolavoli.               Dari hasil observasi awal dengan jumlah 30 siswa didapatkan persentase tingkat kesalahan pemain pada keterampilan servive sebesar 26,67%, keterampilan passing bawah sebesar 66,67%, passing atas 60%,  keterampilan block sebesar 56,67%, dan keterampilan smash sebesar 50%. Data tersebut menunjukkan bahwa siswa masih melakukan banyak kesalahan pada teknik passing bawah. Oleh karena itu, diperlukan suatu alternatif pemecahan, salah satunya dengan menggunakan pendekatan bermain dan berlomba di dalam latihan keterampilan passing bawah permainan bolavoli.             Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan passing bawah permainan bolavoli dalam pembelajaran siswa kelas XI Keperawatan SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Probolinggo menggunakan pendekatan bermain dan berlomba.             Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan menggunakan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah 30 siswa Kelas XI Keperawatan SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Probolinggo.             Hasil dari penelitian menunjukkan terjadi peningkatan keterampilan pemain dalam melakukan passing bawah setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan bermain dan berlomba. Tingkat keberhasilan siswa pada siklus 1, posisi kaki meningkat dari 33,33% menjadi 70%, sikap badan dari 33,33% menjadi 66,67%, posisi lengan dari 40% menjadi 80%, perkenaan bola dari 26,67% menjadi 66,67% dan arah bola dari 30% menjadi 60%. Dan tingkat keberhasilan pada siklus 2, posisi kaki meningkat dari 70% menjadi 93,33%, sikap badan dari 66,67% menjadi 93,33%, posisi lengan 80% menjadi 100%, perkenaan bola dari 66,67% menjadi 90% dan arah bola dari 60% menjadi 86,67%. 

    Peningkatan Kemampuan Kekuatan Otot Tungkai Olahragawan Gulat Dengan Latihan Squat Cepat dan Lambat

    No full text
    ABSTRAK   Dini Fathin, Ike. 2017. Peningkatan Kemampuan Kekuatan Otot Tungkai Olahragawan Gulat Dengan Latihan Squat Cepat dan Lambat. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Nurrochmah M.Kes, (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd.   Kata Kunci: gulat, latihan squat, peningkatan kekuatan otot tungkai. Kekuatan otot tungkai dibutuhkan untuk melakukan teknik perlawanan dan pertahanan. Bentuk latihan kekuatan otot di PPLPD Kabupaten Malang belum sesuai dengan tujuan latihan untuk meningkatan kekuatan otot tungkai sehingga perlu dilakukan latihan untuk meningkatkan kekuatan otot tungkai melalui penelitian. Peneliti melakukan penelitian dengan judul “Peningkatan Kemampuan Kekuatan Otot Tungkai Olahragawan Gulat Akibat Latihan Squat Cepat dan Lambat”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan squat cepat dan lambat terhadap peningkatan kekuatan otot tungkai olahragawan PPLPD Kabupaten Malang. Rancangan penelitian ini berupa eksperimental, dan jumlah sampel 36 olahragawan diambil menggunakan teknik purposive proportional random sampling dengan porsi 80% dari jumlah 44 olahragawan laki-laki. Instrumen penelitian menggunakan instrumen tes dan non tes, dan pengumpulan data menggunakan teknik pengukuran bentuk tes fisik, teknik eksperimen, dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik anava, jika Fhitung>Ftabel 0,05 dilakukan uji lanjut menggunakan uji LSD. Dari hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan yaitu: (1) Hasil analisis data diperoleh pada kelompok cepat thitung  12,280 > ttabel 1,740,(2) Pada kelompok lambat thitung 13,688 > ttabel 1,740; (3) Latihan beban squat irama cepat dan lambat terhadap peningkatan kemampuan kekuatan otot tungkai, hasil diperoleh Fhitung 8,66 > F tabel α = 0,05 4,41. Sedangkan hasil uji lanjut teknik LSD selisih antar rata-rata hitung 1,16 dan uji tabel LSD 0,84. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan kemampuan kekuatan otot tungkai sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok lambat,(2) Terdapat perbedaan kemampuan kekuatan otot tungkai sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok cepat,(3) Ada pengaruh latihan beban squat cepat dan lambat terhadap kemampuan kekuatan otot tungkai. Latihan beban squat lambat lebih baik daripada latihan beban squat cepat.   ABSTRACT   Dini Fathin, Ike. 2016 The Improvement of Legs Muscle Strengths of Wrestling Athletes With Fast and Slow Squat Exercises. Essay. Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, Malang State University. Advisor: (I) Dr. Siti Nurrochmah M.Kes, (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd.   Keywords: wrestling, squat exercises, increased leg muscle strength. Strength in leg muscle is required in the technique of resistance and defense. The form of strength training in PPLPD Malang regency has not supported the increase of leg muscle strength, so it is necessary to do research with slow rhythm which has been done research about "The Improvement of Legs Muscle Strength of  Wrestling Athletes Due to the Fast and Slow Squat Exercise". The purpose of this study is to know whether which will more improve between the influence of fast and slow squats exercise in to the increasement of leg muscle strength of wrestling athletes  in PPLPD Malang regency. The design of this study is experimental with 36 samples of athletes taken using purposive proportional random sampling technique with a portion of 80% of the total 44 male sportsmen. The instruments in this study using test and non-test instruments, and the data collection using measurement techniques of physical tests, experimental techniques, and observation. The collected data was analyzed by anova technique, if Fcount>Ftable0,05 was tested and continued using LSD test. From the result of data analysis, we get three conclusions, that are: (1) The results of data analysis were obtained in the fast group tcount 12,280 > ttable 1,740, (2) The results of data analysis were obtained in the slow squats exercise group tcount 13,688 > ttable 1,740; (3) there is a effect between the influence of fast and slow squats exercise to the increasement of leg muscle strength. Anova test results obtained Fcount 8,66> F table 4.41.While further test results LSD technique difference between the average count 1,16 and test table LSD 0,84. Based on the result of the research, it can be concluded that there is difference of leg muscle strength ability before and after treatment in slow group, there is difference of leg muscle strength ability before and after treatment in fast group.There is the effect of fast and slow rhythm on the ability of leg muscle strength. A slow rhythm in is better than a fast squat rhythm exercise

    PENGARUH KOMBINASI LATIHAN KELINCAHAN TERHADAP PRESTASI DRIBBLING PEMAIN FUTSAL KLUB KAWAT DURI MALANG

    No full text
    Salah satu teknik dasar futsal yang paling disenangi pemain adalah teknik menggiring bola. Untuk menguasai teknik dasar dribbling dengan baik dibutuhkan beberapa komponen kondisi fisik diantaranya kecepatan (speed) dan kelincahan (agility). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi latihan kelincahan terhadap prestasi dribbling pemain futsal Kawat Duri Malang. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan rancangan The Pretest-Postest Randomized Control Group Design. Analisis data dari penelitian ini yaitu berupa teknik analisis varians satu jalur. Dari hasil pengujian Hipotesis dengan menggunakan uji F pada taraf signifikasi 0,05, diperoleh F hitung sebesar 13,523 > F tabel 4,414 untuk kelompok kombinasi latihan kelincahan, sedangkan untuk kelompok latihan shuttle run dan zig-zag diperoleh F hitung sebesar 0,031 < F tabel 4,414. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan yakni terdapat perbedaan yang signifikan antara kombinasi latihan kelincahan dengan latihan shuttle run dan zig-zag terhadap prestasi dribbling pemain futsal Kawat Duri Malang. Kombinasi latihan kelincahan  mampu memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap kemampuan dribbling pemain dibandingkan dengan latihan Shuttle Run dan Zig-Zag. Hal ini disebabkan karena pemberian kombinasi latihan kelincahan lebih bervariasi dibandingkan dengan latihan shuttle run dan zig-zag

    Pengembangan Pembelajaran Gerak Dasar Lokomotor Menggunakan Variasi Permainan Di Kelas 4 SD Negeri Tuliskriyo 02 Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Pribadi, Iman. K. 2017. Pengembangan Pembelajaran Gerak Dasar Lokomotor Menggunakan Variasi Permainan Di Kelas 4 SD Negeri Tuliskriyo 02 Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Dra. Sri Purnami, M.Pd.   Kata Kunci: Pengembangan, pembelajaran, gerak dasar lokomotor, permainan. Penelitian awal dilakukan pada 1 guru Dikjasorkes dan 26 siswa kelas 4 SD Negeri Tuliskriyo 02 Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar melalui penyebaran angket analisis kebutuhan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran gerak dasar lokomotor yang diberikan oleh guru berbentuk latihan gerak dan belum pernah memberikan pembelajaran gerak dasar lokomotor dalam bentuk permainan. Hasil dari pengisian angket diketahui bahwa sebanyak 17 atau 65,4% siswa menyatakan tidak senang dengan pembelajaran gerak dasar lokomotor yang diberikan oleh guru, sebanyak 26 atau 100% siswa menyatakan materi gerak dasar lokomotor belum pernah diberikan dalam bentuk permainan, sebanyak 26 atau 100% siswa setuju jika materi gerak dasar lokomotor diberikan dalam bentuk permainan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan permainan dalam pembelajaran gerak dasar lokomotor (jalan, lari, lompat, loncat) yang dikemas dalam bentuk buku panduan. Diharapkan hasil pengembangan ini bisa menunjang proses pembelajaran gerak dasar lokomotor sehingga menjadi lebih optimal. Penelitian yang dilaksanakan di SD Negeri Tuliskriyo 02 Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar ini termasuk penelitian dan pengembangan (research and development). Dalam penelitian dan pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. Hasil evaluasi ahli pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan diperoleh hasil 76,1%, ahli permainan 76,74%, dan ahli media 80,51% maka produk pengembangan pembelajaran gerak dasar lokomotor menggunakan variasi permainan layak diujicobakan pada kelompok kecil dan kelompok besar di kelas 4 SD Negeri Tuliskriyo 02 Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Dari hasil uji coba kelompok kecil dengan menggunakan 6 siswa diperoleh persentase sebesar 86,35%, dan pada uji coba kelompok besar dengan menggunakan 20 siswa diperoleh persentase sebesar 88,28%.  Berdasarkan hasil evaluasi ahli dan uji coba kelompok di atas, dapat disimpulkan pengembangan pembelajaran gerak dasar lokomotor menggunakan variasi permainan ini dapat digunakan dalam pembelajaran gerak dasar lokomotor (jalan, lari, lompat, loncat) di kelas 4 SD Negeri Tuliskriyo 02 Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Dengan adanya variasi permainan gerak dasar lokomotor (jalan, lari, lompat, loncat) diharapkan dapat membantu siswa untuk lebih bersemangat dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran

    PERBEDAAN HASIL BELAJAR ANTARA MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN MODEL PROBLEM BASE LEARNING PADA MATA PELAJARAN ILMU GIZI KELAS X SMK NEGERI 3 MALANG

    No full text
    ABSTRAK Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning, Problem Base Learning, Hasil belajarHasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Gizi pada sekolah yang diobservasi di kegiatan awal tergolong rendah. Faktor penyebabnya karena kesulitan belajar siswa dalam memahami materi yang disampaikan, kurang komunikasi dan interaksi antar siswa dalam kegiatan belajar,masih ada siswa yang belum berani mengungkapkan pendapat baik dalam diskusi maupun di dalam kegiatan belajar. Upaya untuk mengatasi permasalahan yang ada yaitu dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning(CTL). Model CTL dipilih karena konsep pembelajaran tersebut mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran akan lebih bermakna dan dapat dipahami oleh siswa.Tujuan penelitian ini adalah menemukan data empirik perbedaan hasil belajar siswa yang diberi perlakuan model Contextual Teaching and Learning(CTL)dengan siswa yang diberi perlakuan model Problem Base Learning(PBL). Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen menggunakan desain the nonequivalent control group design, dengan jumlah sample 72 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan tes. Observasi dilakukan untuk memberikan penilaian pada ranah psikomotor, sedangkan tes dilakukan pada penilaian ranah kognitif. Analisis data yang digunakan untuk melihat perbedaan hasil belajar ranah kognitif menggunakan uji beda dengan t test.Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan hasil belajar ranah kognitif yaitu meningkatnya hasil belajar siswa. Pada kelas dengan model CTL rata-rata pre test pokok bahasan pertama sejumlah 59,8 dan pre test pokok bahasankedua menunjukkan nilai 61,08,kemudian rata-rata meningkat menjadi 78,1 pada post testpokok bahasan pertama dan 83,05 pada post testpokok bahasan kedua, sedangkan pada kelas dengan model PBL juga menunjukkan adanya perubahan dengan nilai rata-rata pre test pokok bahasan pertama 65,21, dan pada pre test pokok bahasan kedua menunjukkan rata-rata 66,54, kemudian rata-rata meningkat  dengan nilai 72,16 pada post test pokok bahasan pertama dan 73,21 pada post testpokok bahasan kedua. Hasil analisis uji perbedaan menggunakan t test menunjukkan thitung0,739tabel  2,031, artinya tidak ada perbedaan hasil belajar ranah kognitif pada kedua kelas tersebut, walaupun mean kedua model tersebut rata-rata naik tetapi tidak signifikan. Hasil belajar psikomotor pada kelas dengan model CTL dan kelas model PBL secara statistik menunjukkan hasil yang sama baiknya, namun mean hasil model CTL sedikit lebih tinggi daripada PBL dengan selisih nilai 2,73

    Pengaruh Efektivitas Pembelajaran Kewirausahaan dan Literasi Sosial Media untuk Berwirausaha dengan Minat Berwirausaha Siswa SMK di Kota Blitar

    No full text
    ABSTRAK Abror, Muhamad Lutfi. 2017. Pengaruh Efektivitas Pembelajaran Kewirausahaan dan Literasi Sosial Media untuk Berwirausaha dengan Minat Berwirausaha Siswa SMK di Kota Blitar. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Setiadi C.P., M.Pd., M.T., (II) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom. Kata kunci: Efektivitas Pembelajaran, Literasi Sosial Media, Minat Berwirausaha.Berdasarkan pengamatan dan interaksi dengan siswa Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK di Kota Blitar, kondisi pembelajaran kewirausahaan dirasakan kurang efektif. Efektivitas pembelajaan kewirausahaan merupakan aspek penting untuk mendukung tercapainya tujuan pembelajaran kewirausahaan. Literasi sosial media untuk berwirausaha dapat mempengaruhi minat siswa dalam berwirausaha. Karena dengan literasi tersebut, sosial media dapat dimanfaatkan menjadi media pemasaran yang ampuh untuk berwirausaha.Tujuan penelitian adalah: (1) mendeskripsikan tingkat minat berwirausaha (Y); (2) mendeskripsikan tingkat efektivitas pembelajaran kewirausahaan (X1); (3) mendeskripsikan tingkat literasi sosial media untuk berwirausaha (X2); (4) mengetahui signifikansi hubungan antara X1 dengan Y; (5) mengetahui signifikansi hubungan antara X2 dengan Y; (6) mengetahui signifikansi hubungan secara simultan antara X1 dan X2 dengan Y pada siswa SMK di Kota Blitar; (7) mengetahui pengaruh secara simultan antara X1 dan X2 dengan Y pada siswa SMK di Kota BlitarPenelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional menggunakan metode expost facto. Responden penelitian ini adalah siswa SMK kelas XI Jurusan TKJ di Kota Blitar. Pengumpulan data masing-masing variabel menggunakan kuesioner. Nilai reliabilitas variabel X1 sebesar 0,854, variabel X2 sebesar 0,884, dan varibel Y sebesar 0,870. Untuk mengungkap hubungan X1 dengan Y dan hubungan X2 dengan Y menggunakan analisis korelasi parsial. Sedangkan untuk mengungkap hubungan X1 dan X2 secara simultan dengan Y menggunakan analisis regresi linear ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dengan Y, serta pengaruh yang ditimbulkan X1 terhadapat Y sebesar 5,55%; (2) ada hubungan positif dan signifikan antara X2 dengan Y, serta pengaruh yang ditimbulkan X2 terhadapat Y sebesar 37,85%; (3) ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X2 secara simultan dengan Y, serta pengaruh yang ditimbulkan X1 dan X2 secara bersama-sama terhadap Y sebesar 43,4%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh antara variabel X1 dengan Y; (2) terdapat pengaruh antara variabel X2 dengan Y; (3) terdapat pengaruh antara variabel X1 dan X2 secara simultan dengan Y

    Pengaruh Metode Drill dan Metode Bermain terhadap Hasil Belajar Passing Peserta Ekstrakurikuler Futsal SMK di Malang

    No full text
    ABSTRAK Metode pembelajaran merupakan suatu strategi mengajar atau model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar dan mempermudah peserta didik untuk mencapai suatu kompetensi tertentu. Metode pembelajaran yang dipilih guru sangat menentukan efektivitas suatu informasi yang disampaikan pada pembelajaran untuk membuat peserta mudah memhami suatu informasi yang masuk. Pemberian metode pembelajaran yang sesuai target dapat menghasilkan pembelajaran yang efektif dan dapat mencapai suatu tujuan tertentu.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran passing futsal terhadap hasil belajar passing peserta ekstrakurikuler futsal di Sekolah Menengah Kejuruan di Malang.Penelitian ini menggunakan two group randomize pretest-postest group design. Subjek penelitian yang digunakan adalah peserta ekstrakurikuler Sekolah Menengah Kejuruan Diponegoro Tumpang dan Sekolah Menengah Kejuruan Tunas Bangsa Malang sebanyak 32 orang, kemudian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok metode drill dan kelompok metode bermain. Analisis data dari penelitian ini menggunakan teknik analisis varians satu jalur.Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa: (1) pembelajaran dengan perlakuan metode drill memberikan pengaruh terhadap hasil belajar passing peserta ekstrakurikuler futsal Sekolah Menengah Kejuruan (Fhitung 27,12 > Ftabel 4,17), (2) pembelajaran perlakuan metode bermain memberikan pengaruh terhadap hasil belajar passing futsal peserta ekstrakurikuler futsal (Fhitung 21,70 > Ftabel 4,17), (3) tidak ada perbedaan pengaruh antara pembelajaran dengan metode drill dan metode bermain terhadap hasil belajar passing peserta ekstrakurikuler futsal (Fhitung 0,22 < Ftabel 4,17), tetapi berdasarkan rata-rata peningkatan skor awal dan akhir pembelajaran dengan  metode drill memberikan pengaruh yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang di awali dengan metode drill memberikan pengaruh yang lebih baik dibanding pembelajaran yang diawali dengan metode bermain terhadap hasil belajar passing peserta ekstrakurikuler futsal Sekolah Menengah Kejuruan di Malang. Saran yang dapat diberikan kepada pembina atau pelatih ekstrakurikuler futsal Sekolah Menengah Kejuruan di Malang karena pembelajaran dengan perlakuan metode drill lebih baik dan menarik

    Pengaruh Model Pembelajaran Plyometric dan Ball Feeling terhadap Hasil Belajar Keterampilan Long Pass Sepakbola Untuk usia 13-15 Tahun di Sekolah Sepakbola (SSB) RIO Kabupaten Pamekasan

    No full text
    ABSTRAK Achmad Syaifullah. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Plyometric dan Ball Feeling terhadap Hasil Belajar Keterampilan Long Pass Sepakbola Untuk usia 13-15 Tahun di Sekolah Sepakbola (SSB) RIO Kabupaten Pamekasan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Dr. Hariyoko, M. Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd Kata kunci: model pembelajaran, plyometric, ball feeling, keterampilan long pass sepakbola.Sepakbola merupakan permainan beregu, masing-masing regu terdiri dari sebelas pemain dan salah satunya penjaga gawang. Dalam suatu permainan sepakbola, long pass bola merupakan salah satu teknik yang harus dimiliki karena mempunyai peranan penting dalam permainan sepakbola. Dalam proses latihan menunjukkan adanya masalah yaitu, kurangnya keterampilan long pass belum dikuasai dengan baik. Salah satu cara untuk meningkatkan adalah dengan menggunakan latihan plyometric.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pembelajaran plyometric dan ball feeling terhadap hasil belajar keterampilan long pass sepakbola.Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan sampel penelitian 30 siswa SSB RIO Kabupaten Pamekasan. Sampel dibagi dalam dua kelompok dengan cara ordinal pairing matching. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes long pass  sepakbola.Dari hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian. Pertama, model pembelajaran plyometric memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan long pass siswa di SSB RIO Kabupaten Pamekasan (Fhitung 4,5>4,2 Ftabel). Kedua, model pembelajaran ball feeling tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan long pass siswa di SSB RIO Kabupaten Pamekasan (Fhitung 4,14,2 Ftabel).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa  plyometric dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan long pass, karena latihan plyometric merupakan latihan yang mengandung unsur kecepatan kekuatan dan kelincahan sehingga keterampilan long pass dapat meningkat, hal itu terlihat bahwapembelajaran plyometric memberikan pengaruh yang lebih baik daripada ball feeling dalam upaya peningkatan keterampilan long pass sepakbola.Achmad Syaifullah. 2016. The Effect by Plyometric and Ball Feeling Exercise On Learning  Outcome of Football Long Pass Skill for 13-15 years old Participants at Football School Pamekasan (SSB) RIO. Undergraduate Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Hariyoko, M. Pd,(II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd Key Words: learning model, plyometric, ball feeling, football long pass skill.Football is a team game that consists of 11 players, and one of them plays as a goal keeper. In a football game, long pass is one skill that should be well mastered, because it has an important role. During the exercise, it was appeared a problem of lacking of  long pas skill, for it has not been mastered well by the perticipants. On of the solution to overcome this problem is by applying plyometric exercise.The objective of this study was to investigate wethere or not there was an effect of  using plometric and ball feeling on learning outcome of football long pass skill.The design of the study was experimental study which involved 30 student of RIO football school  (SSB) in Pamekasan as the participants. The sample was divided into groups through ordinal pairing matching. Instrument used in this study was football long pass test.From the analysis of the data, obtained three conclusions on the outcome of the study. First, plyometric learning model provides a significant effect on long pass skill in soccer school students (SSB) RIO Pamekasan (Fcount 4.5> 4.2 Ftable). Second, the learning model of ball feeling did not leave a significant impact on long pass skill in soccer school students (SSB) RIO Pamekasan (Fcount 4.1 4.2 Ftable). From the study, it can be concluded that plyometric can be used to improve long pass skill, because plyometric learning that containts speed, strength, and agility. As it already obtaine from the study that plyometric learning gave better impact than ball feeling learning is improving football long pass skill.

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇