SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
Persepsi Siswa Kelas X terhadap Konsep Pendidikan Jasmani di SMK Negeri se-Kabupaten Banyuwangi
Persepsi yang baik akan meningkatkan aktivitas belajar peserta didik di sekolah. Dengan adanya peningkatan daya tarik terhadap pelajaran pendidikan jasmani peserta didik akan mudah memahami dan aktif dalam hal menerima materi pembelajaran. Persepsi yang sempit dan keliru terhadap konsep pendidikan jasmani dan tujuan pendidikan yang terkandung didalamnyatidakakantercapai. Berdasarkan wawancara dengan ketua MGMP guru penjasorkes SMA/SMK Kab. Banyuwangi bahwa tidak pernah mengetahui persepsi siswa terhadap konsep pendidikan jasmani. Sedangkan di Dinas Cabang SMA/SMK Pendidikan Kabupaten Banyuwangi belum ada data tentang persepsi siswa.Rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana tingkat persepsi dan perbedaan persepsi siswa antara laki-laki dan perempuan kelas X terhadap konsep pendidikan jasmani di SMK Negeri se-Kabupaten Banyuwangi.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif.Sampel dalam penelitian ini siswa kelas X SMK Negeri se-Kabupaten Banyuwangiberjumlah 370 siswa yang terdiri dari 185 siswa laki-laki dan 185 siswi perempuan. SMK Negeri se-Kabupaten Banyuwangi terdiri dari SMKN Darul Ulum, SMKN Wongsorejo, SMKN Kalibaru, SMKN 1 Kalipuro, SMKN Ihya Ulumudin, SMKN 1 Tegalsari, SMKN 2 Tegalsari, SMKN 1 Banyuwangi, SMKN 1 Glagah. Instrumen tes yang digunakan adalah kuisioner jenis inventori. Analisis data yang digunakan deskriptif statistik persentase dan uji beda mean u mann whitney test.Hasil analisis data menunjukkan bahwa persepsi siswa kelas X terhadap konsep pendidikan jasmani sebesar 78,30 %. Pada aspek pengertian pendidikan jasmani 85,33 %, Aspek tujuan pendidikan jasmani 84,47 % dan aspek kegiatan pendidikan jasmani 69,65 %. Sedangkan uji beda mendapat nilai probabilitas signifikansi 0,000. Hasil tersebut mendapat probabilitas dibawah 0.05, maka Ho ditolak. Dapat disimpulkan bahwa tingkat persepsi siswa kelas X terhadap konsep pendidikan jasmani di SMK Negeri se-Kabupaten Banyuwangi termasuk dalam kategori baik. Komponen persepsi siswa terhadap konsep pendidikan jasmani meliputi: aspek pengertian pendidikan jasmani termasuk dalam kategori sangat baik, aspek tujuan pendidikan jasmani termasuk dalam kategori sangat baik, dan aspek kegiatan pendidikan jasmani termasuk dalam kategori baik. Sedangkan tingkat persepsi siswa laki-laki dan perempuan berbeda secara signifikan
Pengembangan Aktivitas Play and Game Untuk Meningkatkan Pembelajaran Passing Bawah Bolavoli Pada Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 2 Trenggalek
ABSTRAK Intan, Aprischa. 2019. Pengembangan Aktivitas Play and Game Untuk Meningkatkan Pembelajaran Passing Bawah Bolavoli Pada Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 2 Trenggalek. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Lokananta Teguh Hari Wiguno, M.Kes Kata Kunci: Play and Game, Pembelajaran, Passing Bawah Bolavoli Hasil observasi di SMA Negeri 2 Trenggalek dilakukan pada hari Senin, 22 Oktober 2018 ditemukan beberapa masalah yang diperoleh dari pengamatan peneliti sebagai berikut: (1) Pembelajaran pendidikan jasmani di dalam kelas guru belum memanfaatkan fasilitas yang tersedia (belum memanfaatkan proyektor dengan sebaik-baiknya). (2) Guru hanya menggunakan referensi sumber belajar yang ada (modul, buku pegangan guru). (3) Guru kurang dalam memberikan wawasan teori khususnya teknik dasar pada materi pendidikan jasmani, (4) Sebagian besar peserta didik pasif dalam mengikuti pelajaran pendidikan jasmani khususnya pada materi tertentu. (5) Penguasaan peserta didik dalam keterampilan gerak passing bawah bolavoli termasuk kurang (indikator dalam passing bawah bolavoli belum tersampaikan dengan baik). Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangan aktivitas play and game passing bawah bolavoli, sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan meningkatkan antusias peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Prosedur pengembangan ini menggunakan model Brog & Gall yang lebih disederhanakan, yaitu terdiri dari : (1) Melakukan penelitian dan pengumpulan data berupa wawancara pada guru pendidikan jasmani, penyebaran angket kepada guru pendidikan jasmani beserta 40 peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Trenggalek. (2) Mengembangkan bentuk produk awal. (3) Justifikasi produk awal oleh satu orang ahli pembelajaran pendidikan jasmani, satu orang ahli permainan bolavoli, satu orang ahli modifikasi play and game, dan satu orang ahli media, serta melakukan revisi produk awal sesuai saran dan tinjauan dari para ahli. (4) Uji coba kelompok kecil dengan melibatkan 10 subjek. (5) Melakukan revisi produk awal berdasarkan uji coba yang dilakukan pada kelompok kecil. (6) Uji coba kelompok besar dengan melibatkan 30 subjek. (7) Melakukan revisi produk berdasarkan uji coba yang dilakukan pada kelompok besar. Berdasarkan hasil penilaian validasi dari para ahli diperoleh tingkat validitas dari ahli pembelajaran pendidikan jasmani sebesar 71,5%, dari ahli permainan bolavoli sebesar 76,62%, dari ahli modifikasi play and game sebesar 90,67%, dan ahli media sebesar 93,12%. Berdasarkan hasil kelompok kecil dari peserta didik diperoleh tingkat validitas sebesar 92,36%, dari guru pendidikan jasmani sebesar 82,29%, sedangkan dari kelompok besar dari peserta didik diperoleh tingkat validitas sebesar 89,46%, dan dari guru pendidikan jasmani sebesar 81,25%. Berdasarkan dari hasil analisis data tersebut peneliti memberi kesimpulan dan saran bahwa play and game passing bawah bolavoli layak digunakan sebagai media pembelajaran dan dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran
PengaruhPembelajaranBolavoliGandu Level II danBolavoli MiniMenggunakanMetodeBermainTerhadapHasilBelajarKeterampilanPassing AtasBolavoliPadaSiswaKelas VIII J SMPN 10 Kota Malang
Kata kunci: bolavoligandu level II, bolavoli mini, passing atasbolavoliBerdasarkanhasilobservasiketerampilanpassing atasbolavolisiswakelas VIII J padahariJum’attanggal 24 Agustus 2018 di SekolahMenengahPertamaNegeri 10 Kota Malang diperoleh 66,7% siswamendapatkannilaikurangbaik, 26,7% Cukup, dan 6,7% Baik.Tidakadanyapermainanataumodifikasidalampelaksanaanpembelajaranbolavolimembuatsiswatidakmaksimaldalam proses pembelajaran yang akanberdampakpadakurangnyapeningkatandanpengembangantingkatketerampilandalamhalbermainbolavoli.Olehkarenaitupenelititertarikuntukmengenalkandanmemberikanpembelajaranbolavoligandu level IIdanbolavoli mini di SekolahMenengahPertamaNegeri 10 Kota Malang khususnyauntukkelas VIII J.Tujuandalampenelitianiniadalah: (1) untukmengetahuipengaruhpembelajaranbolavoligandu level IImenggunakanmetodebermainterhadaphasilbelajarpassing atasbolavolipadasiswakelas VIII J SekolahMenengahPertamaNegeri 10 Kota Malang, (2) untukmengetahuipengaruhpembelajaranbolavoli mini menggunakanmetodebermainterhadaphasilbelajarpassing atasbolavolipadasiswakelas VIII JSekolahMenengahPertamaNegeri 10 Kota Malang, (3) untukmengetahuiperbedaanpengaruhpembelajaranbolavoligandu level II danpembelajaranbolavoli mini menggunakanmetodebermainterhadaphasilbelajarpassing atasbolavolipadasiswakelas VIII J SekolahMenengahPertamaNegeri 10 Kota Malang.Penelitianinimenggunakanmetodeeksperimendenganrancangantwo group pretest-posttest design. Variabelbebasberupabolavoligandu level IIdanbolavoli minimenggunakanmetodebermain, variabelterikatberupahasilbelajarketerampilanpassing atasbolavoli. Subjekpenelitianiniadalahsiswakelas VIII J SekolahMenengahPertamaNegeri 10 Kota Malang yang berjumlah 30 siswadengan 15 siswakelompokbolavoligandu level IIdan 15siswakelompokbolavoli mini. Teknikanalisis data menggunakananalisisvarianssatuarah(One Way Anova) dengansignifikansi α = 0,05.Berdasarkanhasilujihipotesismenggunakananalisisvarianssatuarahdiperoleh: (a) terdapatperbedaan rata-rata skorpretest danposttesthasilbelajarpassing ataskelompokpembelajaranbolavoligandu level IImenggunakanmetodebermain, denganprobabilitas 0,00 < 0,05. Dengandemikianterdapatpengaruhpembelajaranbolavoligandu level II menggunakanmetodebermainterhadaphasilbelajarketerampilanpassing atas,(b)terdapatperbedaan rata-rataskorpretest danposttesthasilbelajarpassing ataskelompokpembelajaranbolavoli minimenggunakanmetodebermain, denganprobabilitas 0,00 <0,05. Dengandemikianterdapatpengaruhpembelajaranbolavoli mini menggunakanmetodebermainterhadaphasilbelajarketerampilanpassing atas, (c) terdapatperbedaan rata-rataskorposttesthasilbelajarpassing ataskelompokpembelajaranbolavoligandu level IIdankelompokpembelajaranbolavoli minimenggunakanmetodebermain,denganprobabilitas 0,00 < 0,05.Dengandemikianterdapatperbedaanpengaruhpembelajaranbolavoligandu level II danpembelajaranbolavoli mini menggunakanmetodebermainterhadaphasilbelajarketerampilan passing atas.Dapatdisimpulkanpembelajaranbolavoligandu level II menggunakanmetodebermainlebihberpengaruhdibandingkanpembelajaranbolavoli mini terhadaphasilbelajarketerampilanpassing atasbolavolisiswakelas VIII J SekolahMenengahPertamaNegeri 10 Kota Malang. Berdasarkankesimpulantersebutmakadisarankanpembelajaranbolavoligandu level II metodebermainlebihberpengaruhsebagaipembelajaran yang mempermudahsiswadalammempelajaripermainanbolavolidandapatmeningkatanhasilbelajarketerampilanpassing atasbolavolisiswakelas VIII J SMPN 10 Kota Malang
Pengembangan Variasi Latihan Ketepatan Pukulan Groundstroke Berbasis Video Pembelajaran Siswa Tenis Lapangan
RINGKASAN Hafiz, Firmansyah. 2019. Pengembangan Variasi Latihan Ketepatan Pukulan Groundstroke Berbasis Video Pembelajaran Siswa Tenis Lapangan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sapto Adi, M.Kes., (2) Drs. Supriatna, M.Pd. Kata Kunci: variasi latihan ketepatan pukulan groundstroke, siswa tenis lapangan. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada siswa tenis lapangan, diperoleh dari penyebaran angket yang diberikan pada 15 siswa tenis lapangan bahwa siswa tenis lapangan mengalami kesulitan dalam menempatkan bola sehingga diperlukan variasi latihan ketepatan pukulan groundstroke yang berbasis video pembelajaran sebagai sarana untuk mendapatkan dan memperdalam teknik pukulan groundstroke. Berdasarkan hasil yang diperoleh, peneliti terdorong untuk mengembangkan teknik latihan ketepatan pukulan groundstroke berbasis video pembelajaran Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan variasi latihan ketepatan pukulan groundstroke berbasis video pembelajaran untuk siswa tenis lapangan. Dengan adanya pengembangan variasi latihan ini, diharapkan siswa tenis lapangan dapat menguasai teknik ketepatan pukulan groundstroke dan lebih aktif dalam proses latihan. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan dari Borg dan Gall yaitu Research and Development (R&D). Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian dan pengembangan ini yaitu kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari analisis kebutuhan, evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar Berdasarkan hasil justifikasi dari beberapa ahli, pada produk pengembangan variasi latihan ketepatan pukulan groundstroke pada siswa tenis lapangan dperoleh data sebagai berikut: (1) ahli kepelatihan, mendapatkan 95,83% dengan kriteria sangat valid, (2) ahli materi mendapatkan 93,3% dengan kriteria sangat valid, (3) ahli media mendapatkan 90,8% dengan kriteria sangat valid, (4) uji coba kelompok kecil mendapatkan 89% dengan kategori sangat valid, (5) uji coba kelompok besar mendapatkan 86,1% dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketepatan pukulan siswa tenis lapangan sangat memerlukan latihan ketepatan pukulan groundstroke berbasis video pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pukulan. Oleh karena itu, disarankan bagi siswa tenis lapangan untuk meningkatkan latihan ketepatan pukulan dan bagi pelatih disarankan memberi program latihan ketepatan pukulan untuk meningkatkan kualitas pemainnya agar dapat mencapai prestasi
Peningkatan Keterampilan Pembelajaran Teknik Dasar Tolak Peluru Gaya O’Brien Menggunakan Metode Bermain Bola Tenis Berekor Pada Siswa Kelas XF SMA Negeri 1 Situbondo
ABSTRAK Tolak peluru adalah suatu gerakan menolak atau mendorong bukan melempar benda dari logam dengan berat tertentu dari bahu dengan menggunakan satu tangan serta tenaga yang diperoleh berasal dari gerakan tangan meluruskan siku. Pembelajaran teknik dasar tolak peluru gaya O’Brien siswa XF SMA Negeri 1 Situbondo masih kurang dan belum maksismal pada fase teknik memegang peluru, sikap awalan, teknik awalan, tolakan, sikap akhir, kesalahan siswa pada tes awal fase teknik memegang peluru 41,17%, pada fase sikap awalan 61,76%, pada fase sikap tolakan 67,64%, pada fase sikap akhir 52,94%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan pembelajaran teknik dasar tolak peluru gaya O’Brien kelas XF SMA Negeri 1 Situbondo menggunakan metode bermain bola tenis berekor. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XF di SMA Negeri 1 Situbondo dengan jumlah 34 siswa, yang terdiri 15 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Hasil penelitian melalui metode pembelajaran teknik dasar tolak peluru gaya O’Brien setelah diberikan tindakan dari siklus 1 dan siklus 2, menunjukkan adanya peningkatan. Berdasarkan grafik dapat disimpulkan bahwa gerakan tolak peluru pada siklus 1 dan siklus 2 mengalami peningkatan yaitu teknik memegang peluru 88,23% di siklus 1 menjadi 100% di siklus 2, sikap awal 73,52% di siklus 1 menjadi 94,11% di siklus 2, tolakan pada siklus 1 70,58% meningkat menjadi 88,23%, sedangkan sikap akhir 52,94% di siklus 1 meningkat menjadi 85,29% di siklus 2. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini bahwa model pembelajaran teknik dasar tolak peluru gaya O’Brien berpengaruh positif terhadap keaktifan siswa dalam pembelajaran teknik dasar tolak peluru gaya O’Brien. Penggunaan metode pembelajaran teknik dasar tolak peluru gaya O’Brien menggunakan metode bermain bola tenis berekor dapat meningkatkan pembelajaran tolak peluru gaya O’Brien pada kelas XF SMA Negeri 1 Situbond
profil tingkat kebugaran jasmani atlet gulat junior kota malang tahun 2017
Abstrak Kata kunci: gulat, kebugaran jasmani, atlet gulat junior Keberadaan unsur kebugaran jasmani merupakan salah satu unsur yang dibutuhkan dalam melakukan latihan dan pertandingan guna mencapai prestasi optimal. Sehingga penting untuk diperhatikan sebagai profil yang mutlak dibutuhkan oleh setiap olahragawan termasuk olahragawan gulat. Dengan mengetahui kebugaran jasmani seseorang, maka akan dapat diprediksikan kira-kira bagaimana prestasi seseorang itu misalnya dalam belajar atau berolahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji tingkat kebugaran jasmani atlet gulat Junior Kota Malang. Metode penelitian ini menggunakan rancangan survei dan termasuk jenis penelitian deskriptif. Hasil analisis data dalam penelitian ini berupa tes Kebugaran Jasmani Indonesia untuk anak umur 16-19 tahun. Diperoleh hasil yaitu pada kelompok atlet putra berada pada kategori kurang sekali sebesar 0% (tidak ada atlet), kategori kurang sebesar 0% (tidak ada atlet), kategori sedang sebesar 40% (12 atlet), kategori baik sebesar 56,67% (17 atlet), dan ketegori baik sekali sebesar 3,33% (1 atlet). Hasil Tes Kebugaran Jasmani Indonesia pada kelompok atlet putri berada pada kategori kurang sekali sebesar 0% (tidak ada atlet), kategori kurang sebesar 0% (tidak ada atlet), kategori sedang sebesar 20% (2 atlet), kategori baik sebesar 80% (8 atlet), dan ketegori baik sekali sebesar 0% (tidak ada atlet). Kesimpulan yang diperolehmenunjukkan bahwa tingkat kebugaran Atlet Gulat Junior Kota Malang pada kelompok atlet putra berada dalam kategori baik, sedangkan pada kelompok atlet putri berada dalam kategori sedang. Disarankan bagi atlet gulat Yunior Kota Malang agar penelitian ini dapat memberikan informasi atau pengetahuan tentang kebugaran jasmani yang dimiliki, sehingga atlet dapat mempertahankan dan meningkatkan kebugaranjasmaninya. Bagi pelatih Gulat Kota Malang agar penelitian ini dapat dijadikan suatu informasi tentang kebugaran jasmani para atlet sebagai pedoman dalam penyusunan program latihan
Survei Kondisi Fisik Tim SepakbolaUsia 20 Tahun Di SSB Unibraw 82 Kota Malang
ABSTRAK Ekhsan Masyhuri, Nur. 2017 “Survei Kondisi Fisik Tim Sepakbola Usia 20 Tahun di SSB Unibraw 82 Kota Malang’’. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyoko, M.Pd, (II) Usman Wahyudi, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: Sepakbola, Kondisi Fisik. Sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak diminati dan dimainkan oleh semua golongan umur. Seiring dengan perkembangan sepakbola di Indonesia terlihat banyak munculnya klub-klub besar di berbagai kota besar atau maraknya perkembangan SSB (Sekolah Sepakbola). Agar mendapatkan hasil yang maksimal perlu melakukan latihan teknik, taktik, dan fisik dalam menghadapi pertandingan. Sebelum melakukan tes kondisi fisik, pelatih menjelaskan bahwa belum ada data kondisi fisik Tim Sepakbola Usia 20 Tahun di SSB Unibraw 82 Kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik (strenght, agility, speed, dan daya tahan cardiovasculer) Tim Sepakbola Usia 20 Tahun di SSB Unibraw 82 Kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik survei. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh pemain di SSB Unibraw 82 Kota Malang yang berjumlah 25 pemain. Instrumen tes yang digunakan adalah standing board jump, illinois agility test, lari 30 meter, multi stage fitness test. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase dan T-score untuk menentukan peringkat. Hasil penelitian menunjukkan (1) kekuatan otot tungkai menunjukkan kategori “kurang”, (2) kelincahan menunjukkan kategori “rata-rata” atau “cukup”, (3) kecepatan menunjukkan kategori “di atas rata-rata” dan (4) daya tahan menunjukkan kategori “cukup”. Kesimpulan dari penelitian survei kondisi fisik ini adalah bahwa profil kondisi fisik tim Sepakbola Usia 20 Tahun di SSB Unibraw 82 Kota Malang dalam lingkup cukup. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih dan pemain SSB Unibraw 82 Kota Malang adalah menambah program latihan kondisi fisik yang bertujuan untuk lebih meningkatkan kondisi fisik Tim Sepakbola Usia 20 Tahun di SSB Unibraw 82 Kota Malang
Pengaruh Tempat Tinggal Dataran Rendah, Dataran Sedang, Dataran Tinggi Terhadap Kelincahan Pada Pelajar Putra Usia 11 Tahun di Malang Raya.
Abstrak Kelincahan adalah salah satu unsur kebugaran jasmani. Setiap orang memerlukan kelincahan begitu pula anak-anakyang bisa menghindar dari situasi yang datangnya mendadak dan tidak terduga. Selain itu anak usia 11 tahun yang terdapat diberbagai daerah, baik di kota maupun di desa, baik di dataran rendah, dataran sedang maupun di dataran tinggi mempunyai kelincahan yang berbeda-beda. Hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di dataran rendah, sedang, dan tinggi, terdapat perbedaan aktivitas atau kegiatan yang signifikan pada anak-anak umur 11 tahun. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah ada perbedaan tingkat kelincahan pada usia 11 tahun yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi di Malang Raya?”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat kelincahan pelajar putra usia 11 tahun yang tinggal di dataran rendah, tinggi, dan dataran sedang se-Malang raya. Penelitian ini merupakan penelitian Surve. Variabel yang di teliti berupa variabel terikat yaitu tingkat kelincahan pelajar putra usia 11 tahun dan variabel bebas yaitu tempat tinggal di dataran rendah (SDN Sitiarjo 1, SDN Sitiarjo 3, SDN Sitiarjo 5) dengan ketinggian 700. Penelitian ini menggunakan analisis data yang di olah secara kuantitatif menggunakan Anava satu arah dengan α = 0,05. Berdasarkan hasil Analisis Varians satu arah yang di olah menggunakan SPSS, menunjukan nilai probabilitas (0,000) 0,05. Perbandingan nilai antara dataran rendah dan dataran tinggi diketahui probabilita
Survei kondisi fisik siswa pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Tarokan Cabang Kediri
ABSTRAK Erwanto, Danang Barep. 2017.Survei kondisi fisik siswa pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Tarokan Cabang Kediri. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Usman Wahyudi, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: kondisi fisik, pencak silat. Para siswa saat berlatih sering mengalami kelelahan dan pelatih belum mengetahui kondisi fisik para siswa, serta belum ada data kondisi fisik siswa pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Tarokan Cabang Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik siswa pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Tarokan Cabang Kediri.Komponen kondisi fisik yang diukur adalah kekuatan otot lengan, ketahanan otot perut, kekuatan tenaga eksplosif, kecepatan, daya tahan. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik survei.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Tarokan Cabang Kediri yang berjumlah 50 siswa.Instrumen tes yang digunakan adalah tes gantung angkat tubuh putra dan gantung siku tekuk putri, tes baring duduk, tes lari 50 meter, tes lari 1000 meter putra dan lari 800 meter putri. Analisis data yang digunakan menggunakan analisis norma. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi fisik siswa pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Tarokan Cabang Kediri berdasarkan norma tes diketahui kekuatan otot lengan putra masuk kriteria baik dengan 71,4% (25 siswa) dan putri masuk kriteria kurang dengan 93,3% (14 siswa), untuk kecepatan gerak putra masuk kriteria sangat baik dengan 77,1% (27 siswa) dan putri masuk kriteria baik dengan 66,7% (10 siswa), sedangkan untuk ketahanan otot perut putra masuk dalam kriteria sangat baik dengan 57,1% (20) dan putri masuk kriteria sangat baik dengan 80% (12 siswa), untuk kekuatan tenaga eksplosifputra masuk kriteria kurang dengan 45,7% (16 siswa) dan putri masuk kriteria kurang 53,4% (8 siswa), dan untuk daya tahan jantung putra masuk dalam kriteria sedang dengan 45,7% (16 siswa) dan putri masuk kriteria kurang dengan 53,3% (8 siswa). Hasil rekapitulasi dari semua tes menunjukkan bahwa 26 siswa masuk dalam klasifikasi baik, 21 siswa masuk dalam klasifikasi sedang, dan 3 siswa masuk dalam klasifikasi kurang. Hasil penelitian ini diharapkan untuk para siswa mempunyai kesadaran untuk menambah sendiri tingkat kondisi fisik yaitu dengan menambah frekuensi latihan di luar program latihan, dan untuk pelatih hasil tes kondisi fisik ini bisa menjadi parameter atau tolok ukur tentang kondisi fisik siswa pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Tarokan Cabang Kediri
Pengaruh Pembelajaran Metode Drill dan Komando Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Dribble Bolabasket Siswa Kelas XI SMAN 5 Malang
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dribble bolabasket akibat pembelajaran metode drill dan komando. Hasil data analisis varian satu jalur dan LSD α 0,05 (Fhitung 20,372>Ftabel 4,149 dan vs 1,22>LSD 0,01) berarti terdapat perbedaan pengaruh akibat pembelajaran metode drill dan komando terhadap peningkatan hasil belajar dribble bolabasket. Pembelajaran metode drill lebih baik terhadap peningkatan hasil belajar dribble bolabasket siswa kelas XI SMAN 5 Malang, dibandingkan pembelajaran metode komando. Kata kunci: Dribble Bolabasket, Metode Drill, Metode Komand