SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN VARIASI LATIHAN DRIBBLE BOLABASKET PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BOLABASKET SMPK KOLESE SANTO YUSUP 2 KOTA MALANG
ABSTRAK Aprilia, Choirul Mala. 2017. Pengembangan Variasi Latihan Dribble Bolabasket Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler Bolabasket SMPK Kolese Santo Yusup 2 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang: (1) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes (2) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, variasi latihan, dribble, ekstrakurikuler bolabasket Dribble merupakan teknik fundamental dalam permainanan bolabasket karena semakin pemain mahir untuk membawa bola akan semakin mudah pula pemain tersebut menembus pertahanan lawan untuk mencetak angka. Variasi latihan dribble diperlukan bagi peserta ekstrakurikuler bolabasket SMPK Kolese Santo Yusup 2 Kota Malang. Tujuan penelitian dan pengembangan ini untuk mengembangkan variasi latihan dribble bolabasket yang dikemas dalam bentuk video pembelajaran. Selain itu, variasi latihan dribble diharapkan dapat mengatasi kebosanan dan kejenuhan dengan latihan dribble yang monoton yang dialami oleh peserta ekstrakurikuler bolabasket SMPK Kolese Santo Yusup 2 Kota Malang. Pengembangan variasi latihan dribble menggunakan model konseptual yaitu model yang operasionalisasi telah tervalidasi kedalam prosedur pada suatu produk. Uji coba penelitian dilakukan melalui uji ahli dan uji coba keseluruhan produk. Ahli yang dilibatkan meliputi ahli media, ahli materibolabasket, ahli bolabasket dan ahli pembelajaran. Uji coba keseluruhan melibatkan 45 peserta ekstrakurikuler bolabasket, menggunakan instrument angket untuk ahli yang menilai produk dan instrumen wawancara untuk memperoleh data kebutuhan calon pengguna. Jenis data yang diperoleh berupa data kualitatif hasil saran dari para ahli dan data kuantitatif diperoleh dari pengguna produk. Hasil penelitian dan pengembangan berupa penilaian ahli media terhadap produk yang dikembangakan ditemukan 83,33%dan penilaian ahli pembelajaran ditemukan 91,66%. Hasil tersebut menunjukkan produk termasuk dalam kategori sangat baik, berarti variasi latihan dribble bolabasket berbasis video pembelajaran dinyatakan tepat dan layak sebagi produk yang teruji. Hasil penelitian calon pengguna produk menunjukkan 87,96% pada katagori sangat baik, jadi variasi latihan dribble berbasis video pembelajaran sebagai produk yang teruji tepat dan menarik digunakan untuk latihan dribble pada ekstrakurikuler bolabasket. Kesimpulan hasil penelitian bahwa variasi latihan dribble bolabasket berbasis video pembelajaran dapat digunakan sebagai media yang tepat dan layak untuk peserta kegiatan ekstrakurikuler bolabasket SMPK Kolese Santo Yusup 2 Kota Malang. Saran yang diberikan adalah peserta ekstrakurikuler bolabasket dapat memanfaatkan produk sebagai alternatif media penunjang kegiatan ekstrakurikuler bolabasket. ABSTRAK Aprilia, Choirul Mala. 2017. Development of Exercise Variation Dribble Basketball Participants Extracurricular Activities of SMPK Kolese Santo Yusup 2 Malang. Bachelor Essay, Department of Physical Education and Health, Faculty of Physics, State University of Malang. Main Advisor: Dr. SitiNurrochmah, M.Kes. Co. Advisor Febrita Paulina Heynoek, S.Pd, M.Pd. Keyword: development, variations of exercise, dribble, basketball extracurricular Dribble is a fundamental technique in the game because of the more advanced players to carry the ball will be increasingly easy to prenetrate the opposing defense players for scoring. Variations of exercises required for extracurricular participants dribble SMPK Kolese Santo Yusup 2 Kota Malang to improve skill and agility dribble. The purpose of this research and development to develop variations of the exercises was dribble that is packaged in the form of video learning. In addition, variations in the expected dribble exercise can overcome boredom and burnout with a monotons dribble exercise experience by participants was SMPK Kolese Santo Yusup 2 Kota Malang. The development of exercise variation dribble use of a conceptual model that is a model that has been validated to the operasionalisasi in the procedure on a product. Research trials conducted through to the test expert and tes of the overall product. Expert involved include media expert, expert material basketball, basketball expert and expert instruction. The overall trial involving 45 extracurricular participants, was to use the question form for the instrument experts who assess the products and instruments of the interview the candidate needs to obtain data users. The types of data that are retrieved in the form of qualitative data result of advice from experts and the quantitative data obtained from the users of product. The results of research and development in the form of expert assessment of media on product evolved found 83,33% and assessment learning experts found 91,66%. Those results showed the products included in the category of good, meaningful variations of workout video-based learning basketball revealed appropriate and viable as a product that is tested. Prospective users of product research results indicate 87,69% on categories very well, so the variations of the exercise video-based learning as a dribble of products that are proven right and exciting used to dribble on extracurricular basketball Conclusion the result of the research that was dribble exercises variations-based in structional videos can be used as a proper and decent media for participants of the extracurricular activities basketball SMPK Kolese Santo Yusup 2 Malang. The advice given basketball extracurricular participants was able to take advantage of the product as alternative media supporting extracurricular activities basketball
Peningkatan Kemampuan Daya Ledak Otot Lengan Akibat Latihan Lempar Bola Posisi Berdiri dan Duduk Untuk Siswa Ekstrakurikuler SMAN 1 Turen
ABSTRAK Khoirina, Ajrin. 2017. Peningkatan Kemampuan Daya Ledak Otot Lengan Akibat Latihan Lempar Bola Posisi Berdiri Dan Duduk Untuk Siswa Ekstrakurikuler Bolabasket SMAN 1 Turen. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes, (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: daya ledak otot lengan, melempar, chestpass, bolabasket.Latihan kondisi fisik sangat diperlukan untuk menunjang peningkatan kemampuan kondisi fisik peserta ekstrakurikuler dalam melakukan kegiatan passing bolabasket. Salah satu kondisi fisik yang diperlukan adalah daya ledak otot. Latihan daya ledak otot dapat dilakukan dengan banyak latihan pliometrik yang dalam penelitian ini berupa latihan lempar bolabasket berdiri tegak bersandar di tembok dan latihan lempar bolabasket duduk di lantai bersandar di tembok yang dilakukan di SMAN 1 Turen.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan lempar bolabasket berdiri tegak bersandar di tembok dan duduk di lantai bersandar di tembok terhadap peningkatan kemampuan daya ledak otot lengan.Rancangan penelitian ini berupa eksperimental, dan jumlah sampel 34 orang coba sampel diambil menggunakan teknik purposive proportional random sampling dengan porsi 80% dari jumlah 42 orang coba laki-laki. Instrumen penelitian menggunakan instrumen tes dan non tes. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan daya ledak otot lengan dan non tes berupa eksperimen dan observasi langsung dilengkapi dengan angket. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes lempar bolabasket tanpa awalan. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik anava, jika Fhitung>Ftabel 0,05 dilakukan uji lanjut menggunakan uji LSD.Hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan yaitu: (1)Hasil analisis data diperoleh pada kelompok berdiri thitung 5,8002 > ttabel 1,746,(2) Pada kelompok duduk thitung 20,9805 > ttabel 1,746; (3) Latihan lempar bolabasket berdiri tegak bersandar di tembok dan duduk di lantai bersandar di tembok terhadap peningkatan kemampuan daya ledak otot lengan, hasil diperoleh Fhitung 69,1029 > F tabel α = 0,05 4,15. Sedangkan hasil uji lanjut teknik LSD selisih antar rata-rata hitung 65,1764 dan uji tabel LSD 16,6218.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1)Terdapat perbedaan kemampuan daya ledak otot lengan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok berdiri,(2)Terdapat perbedaan kemampuan daya ledak otot lengan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok duduk,(3)Ada pengaruh latihan lempar bolabasket berdiri tegak bersandar di tembok dan duduk di lantai bersandar di tembok terhadap kemampuan daya ledak otot lengan. Latihan lempar bolabasket duduk di lantai bersandar di tembok lebih baik daripada latihan lempar bolabasket berdiri tegak bersandar di tembok.ABSTRACTKhoirina, Ajrin. 2017. Improving the Explosive Power of the Arm Muscles Due to Throwing Ball with Standing and Sitting Position Exercise for Basket ball Extracurricular Student of SMAN 1 Turen. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes, (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd. Key words: explosive power of the arm muscles, throwing, chestpass, basketball.Physical condition training is necessary to support the improvement of physical ability of extracurricular participants in doing basketball passing activities. One of the necessary physical conditions is the explosive power of the muscles. Muscle force explosive exercises can be performed with many pliometric exercises which in this study are basketball throwing exercises standing upright on the wall and training basketball throws sitting on the floor leaning against a wall done at SMAN 1 Turen.The purpose of this study was to determine the effect of basketball throwing exercise standing upright on the wall and sitting on the floor leaning against the wall against the increased ability of arm muscle explosive power.The design of this study was experimental, and the sample size was 34 samples using the purposive proportional random sampling technique with 80% portion of the total 42 male try. The research instrument used test and non test instrument. The test is used to measure the ability of explosive muscles of the arm and non-test in the form of experiments and direct observation is completed with questionnaire. Data collection techniques use basketball throwing technique without prefix. The collected data were analyzed by anava technique, if Fcount> Ftable 0,05 was tested continued using LSD test.From the data analysis, obtained three conclusions are: (1) The results of data analysis obtained in the standing group tcount 5,8002> ttabel 1.746, (2) In the sitting group tcount 20,9805> ttabel 1.746; (3) The basketball throwing exercise stands upright against the wall and sits on the floor leaning against the wall against the increased ability of arm muscle burst power, the results obtained Fcount 69,1029> F table α = 0.05 4.15. While further test results LSD technique difference between the average count 65.1764 and test table LSD 16.6218. Based on the result of the research, it can be concluded that: (1) There is different ability of arm muscle burst before and after treatment in standing group, (2) Different ability of arm muscle explosive power before and after treatment in sitting group, (3) Basketball standing upright against the wall and sitting on the floor leaning against the wall against the ability of the arm muscle's explosive power. Basketball throwing exercises sitting on the floor leaning against the wall better than the practice of throwing basketball standing upright against the wall.ABSTRAK Khoirina, Ajrin. 2017. Peningkatan Kemampuan Daya Ledak Otot Lengan Akibat Latihan Lempar Bola Posisi Berdiri Dan Duduk Untuk Siswa Ekstrakurikuler Bolabasket SMAN 1 Turen. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes, (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: daya ledak otot lengan, melempar, chestpass, bolabasket. Latihan kondisi fisik sangat diperlukan untuk menunjang peningkatan kemampuan kondisi fisik peserta ekstrakurikuler dalam melakukan kegiatan passing bolabasket. Salah satu kondisi fisik yang diperlukan adalah daya ledak otot. Latihan daya ledak otot dapat dilakukan dengan banyak latihan pliometrik yang dalam penelitian ini berupa latihan lempar bolabasket berdiri tegak bersandar di tembok dan latihan lempar bolabasket duduk di lantai bersandar di tembok yang dilakukan di SMAN 1 Turen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan lempar bolabasket berdiri tegak bersandar di tembok dan duduk di lantai bersandar di tembok terhadap peningkatan kemampuan daya ledak otot lengan. Rancangan penelitian ini berupa eksperimental, dan jumlah sampel 34 orang coba sampel diambil menggunakan teknik purposive proportional random sampling dengan porsi 80% dari jumlah 42 orang coba laki-laki. Instrumen penelitian menggunakan instrumen tes dan non tes. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan daya ledak otot lengan dan non tes berupa eksperimen dan observasi langsung dilengkapi dengan angket. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes lempar bolabasket tanpa awalan. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik anava, jika Fhitung>Ftabel 0,05 dilakukan uji lanjut menggunakan uji LSD. Hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan yaitu: (1)Hasil analisis data diperoleh pada kelompok berdiri thitung 5,8002 > ttabel 1,746,(2) Pada kelompok duduk thitung 20,9805 > ttabel 1,746; (3) Latihan lempar bolabasket berdiri tegak bersandar di tembok dan duduk di lantai bersandar di tembok terhadap peningkatan kemampuan daya ledak otot lengan, hasil diperoleh Fhitung 69,1029 > F tabel α = 0,05 4,15. Sedangkan hasil uji lanjut teknik LSD selisih antar rata-rata hitung 65,1764 dan uji tabel LSD 16,6218. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1)Terdapat perbedaan kemampuan daya ledak otot lengan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok berdiri,(2)Terdapat perbedaan kemampuan daya ledak otot lengan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok duduk,(3)Ada pengaruh latihan lempar bolabasket berdiri tegak bersandar di tembok dan duduk di lantai bersandar di tembok terhadap kemampuan daya ledak otot lengan. Latihan lempar bolabasket duduk di lantai bersandar di tembok lebih baik daripada latihan lempar bolabasket berdiri tegak bersandar di tembok. ABSTRACT Khoirina, Ajrin. 2017. Improving the Explosive Power of the Arm Muscles Due to Throwing Ball with Standing and Sitting Position Exercise for Basket ball Extracurricular Student of SMAN 1 Turen. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes, (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd. Key words: explosive power of the arm muscles, throwing, chestpass, basketball. Physical condition training is necessary to support the improvement of physical ability of extracurricular participants in doing basketball passing activities. One of the necessary physical conditions is the explosive power of the muscles. Muscle force explosive exercises can be performed with many pliometric exercises which in this study are basketball throwing exercises standing upright on the wall and training basketball throws sitting on the floor leaning against a wall done at SMAN 1 Turen. The purpose of this study was to determine the effect of basketball throwing exercise standing upright on the wall and sitting on the floor leaning against the wall against the increased ability of arm muscle explosive power. The design of this study was experimental, and the sample size was 34 samples using the purposive proportional random sampling technique with 80% portion of the total 42 male try. The research instrument used test and non test instrument. The test is used to measure the ability of explosive muscles of the arm and non-test in the form of experiments and direct observation is completed with questionnaire. Data collection techniques use basketball throwing technique without prefix. The collected data were analyzed by anava technique, if Fcount> Ftable 0,05 was tested continued using LSD test. From the data analysis, obtained three conclusions are: (1) The results of data analysis obtained in the standing group tcount 5,8002> ttabel 1.746, (2) In the sitting group tcount 20,9805> ttabel 1.746; (3) The basketball throwing exercise stands upright against the wall and sits on the floor leaning against the wall against the increased ability of arm muscle burst power, the results obtained Fcount 69,1029> F table α = 0.05 4.15. While further test results LSD technique difference between the average count 65.1764 and test table LSD 16.6218. Based on the result of the research, it can be concluded that: (1) There is different ability of arm muscle burst before and after treatment in standing group, (2) Different ability of arm muscle explosive power before and after treatment in sitting group, (3) Basketball standing upright against the wall and sitting on the floor leaning against the wall against the ability of the arm muscle's explosive power. Basketball throwing exercises sitting on the floor leaning against the wall better than the practice of throwing basketball standing upright against the wall
Pengaruh Latihan Ladder Driil Ickey Shuffle dan Ladder Driil X-Over Zig Zag Terhadap Peningkatan Kelincahan Peserta Putra Ekstrakurikuler Bolabasket SMA Negeri 1 Lawang
ABSTRAK Prihantoko, Gigih. 2016. Pengaruh Latihan Ladder Driil Ickey Shuffle dan Ladder Driil X-Over Zig Zag Terhadap Peningkatan Kelincahan Peserta Putra Ekstrakurikuler Bolabasket SMA Negeri 1 Lawang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sugiyanto, M.Pd, (II) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: ladder drill, latihan ickey shuffle, latihan x-over zig zag, kelincahan. Kelincahan merupakan komponen kondisi fisik yang harus dimiliki oleh setiap atlet, seperti dalam olahraga bolabasket. Pada olahraga bolabasket kelincahan sangat diperlukan seperti pada saat melakukan pertahanan, seorang pemain bertahan harus sigap dalam menjaga lawan yang melakukan penyerangan, karena pada saat bertahan memerlukan gerakan yang multiarah untuk membendung serangan lawan. Untuk mendapatkan kelincahan yang baik, diperlukan latihan yang konsisten. Salah satu alat penunjang untuk melatih kelincahan adalah ladder drill. Beberapa contoh latihan menggunakan ladder drill yang dapat meningkatkan kelincahan yaitu ickey shuffle dan x-over zig zag. Pada kegiatan ekstrakurikuler bolabasket putra SMA Negeri 1 yang telah diobservasi, didapatkan hasil yang tidak sesuai dengan harapan, yaitu masih banyak peserta putra dari ekstrakurikuler bolabasket SMA Negeri 1 Lawang yang kurang, hal ini dibuktikan oleh peneliti dengan melakukan tes kelincahan t-test dengan hasil 56% atlet memiliki persentase kurang, 25% atlet memiliki persentase cukup, dan hanya 18,75% atlet yang memiliki persentase baik. Maka perlu diberikan latihan yang sesuai untuk meningkatkan kelincahan seperti menambahkan latihan Ladder Driil Ickey Shuffle dan Ladder Driil X-Over Zig Zag.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan Ladder Driil Ickey Shuffle dan Ladder Driil X-Over Zig Zag terhadap peningkatan kelincahan peserta putra ekstrakurikuler bolabasket SMA Negeri 1 Lawang. Perlakuan diberikan selama 16 kali pertemuan selama 6 minggu, ditambah 2 kali pertemuan yakni pre test diberikan sebelum perlakuan dan post test diberikan setelah pertemuan terakhir perlakuan.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pra-eksperimental model rancangan Control Group Pre test-Post test yang dibagi menjadi 2 kelompok. Populasi pada penelitian ini adalah peserta putra ekstrakulikuler bolabasket SMA Negeri 1 Lawang yang berjumlah 25 siswa dan diambil sampel sebanyak 20 siswa dengan pengambilan sampel menggunakan teknik ordinal pairing. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kelincahan T-test. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis uji-t amatan ulang (Paired Sample T-test) dan uji-t sample bebas (Independent Sample T-Test) menggunakan bantuan SPSS 23.Hasil dari analisis data uji t amatan ulang pada kelompok ickey shuffle memperoleh nilai signifikansi sebesar (0,011) lebih kecil dari taraf signifikansi 0.05, berarti kemampuan kelicahan meningkat. pada kelompok x-over zig zag memperoleh nilai signifikansi sebesar (0,002) lebih kecil dari taraf signifikansi 0.05, berarti kemampuan kelicahan meningkat Hasil dari uji-t sample bebas diperoleh nilai signifikansi (p) sebesar 0,779 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 artinya tidak ada perbedaan pengaruh terhadap peningkatan kelincahan. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara latihan ickey shuffle dengan latiahan x-over zig zag terhadap peningkatan kelincahan karena masing-masing latihan sama-sama dapat meningkatkan kelincahan peserta putra ekstrakurikuler bolabasket SMA Negeri 1 Lawang. Saran untuk penelitian selanjutnya, diharapkan melalui keterbatasan penelitian ini dapat digunakan sebagai bekal untuk melakukan penelitian selanjutnya agar bisa dikembangkan secara lebih luas seperti variabel bebas yang digunakan ditambah, pengambilan sampel yang lebih banyak, dan juga lama latihan ditambah sehingga dapat ditemukan hasil perbedaan yang signifikan mana latihan yang lebih meningkatkan kelincahan antara latihan ladder driil ickey shuffle dengan latihan ladder driil x-over zig zag
Studi Komparatif tentang Keterampilan Jauh Lompatan Anak Usia 10 Tahun Di Dataran Rendah, Dataran Sedang, dan Dataran Tinggi Di Kabupaten Ponorogo
Abstract: The aim of this study was to identify and analyze differences in skills longjump children 10 years in the lowlands, middle land and highland in Ponorogo. The method used in research is a survey method. Subjects in this study conducted on children aged 10 years who live in the lowlands, middle land and highland in Ponorogo regency. The result of this research that there are different skills longjump children 10 years old in lowland, middle land dan highland. Data analysis technique is One Way Anova and tukey analysis as a continue. Based on the results of data analysis is there are different skills of longjump children 10 years old in lowland, middle land, and highland in Ponorogo Regency with highland is farthest, middle land have skills above highland, and lowland is the closer. Keywords: longjump, children 10 years, lowland, middle land, highland Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa perbedaan keterampilan jauh lompatan anak usia 10 tahun di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi di Kabupaten Ponorogo. Metode yang digunakan dalam pengambilan data penelitian adalah metode penelitian survei. Subyek pada penelitian ini dilakukan terhadap anak usia 10 tahun yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi di Kabupaten Ponorogo. Teknik analisis data yang digunakan adalah Anava satu jalur dan uji lanjutan menggunakan uji tukey. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa terdapat perbedaan keterampilan jauh lompatan anak usia 10 tahun di dataran rendah dengan dataran sedang dan dengan dataran tinggi di Kabupaten Ponorogo dengan dataran tinggi yang paling jauh, dataran sedang memiliki keterampilan di bawah dataran tinggi, dan dataran rendah memiliki keterampilan paling pendek. Kata kunci: keterampilan melompat, anak usia 10 tahun, dataran rendah, dataran sedang, dataran tingg
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN TEKNIK DASAR TENDANGAN DOLLYO CHAGI UNTUK ATLET TAEKWONDO PEMULA DI WIJAYA KUSUMA CLUB KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Permatasari, Rindi Dewi. 2017. Pengembangan Model Latihan Teknik Dasar Tendangan Dollyo Chagi untuk Atlet Taekwondo Pemula di Wijaya Kusuma Klub Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Purnami, M.Pd., (II) Dona Sandy Yudasmara, S.Pd, M.Or. Kata kunci: pengembangan, latihan, taekwondo, dollyo chagi. Taekwondo adalah “olahraga bela diri modern yang berakar pada bela diri tradisional Korea”. Taekwondo mempunyai banyak kelebihan, tidak hanya mengajarkan aspek fisik semata, seperti keahlian dalam bertarung, melainkan juga sangat menekankan pengajaran aspek disiplin mental. Berdasarkan observasi kegiatan latihan taekwondo di Wijaya Kusuma Klub Kecamatan Jabung Kabupaten Malang didapatkan hasil aspek-aspek latihan yang dijelaskan sebelumnya masih kurang diperhatikan secara serius oleh pelatih dalam melatih tendangan Dollyo Chagi. Model-model latihan tendangan Dollyo Chagi yang diberikan pelatih kurang bervariasi dan kurang menarik sehingga menimbulkan kebosanan pada atlet. Dari data yang diperoleh serta masalah yang ada, maka peneliti ingin mencoba menemukan jalan keluar dari masalah tersebut yaitu dengan membuat model latihan teknik dasar tendangan Dollyo Chagi untuk atlet taekwondo pemula di Wijaya Kusuma Klub Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model latihan teknik dasar tendangan Dollyo Chagi untuk atlet taekwondo pemula di Wijaya Kusuma Klub Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, sehingga dengan adanya model latihan ini dapat membantu dan mempermudah proses latihan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan yangmengacu pada teori Research and Development dari Borg dan Gall yang terdiri dari 10 langkah model pengembangan, peneliti disini memodifikasi untuk menggunakan 7 langkah yang mengacu pada teori dari Ardhana. Jenis data berupa data kualitatif dan kuantitatif. Sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif baik kualitatif maupun kuantitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari observasi awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, dan uji coba produk. Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan hasil 86,45% dan uji coba kelompok besar diperoleh persentase rata-rata 90.21%, sehingga seluruh aspek dalam pengembangan model latihan teknik dasar tendangan Dollyo Chagi ini telah memenuhi kriteria kualitas produk, yang bermakna digunakan tanpa revisi. Hasil penelitian ini diharapkan bisa membantu pelatih taekwondo agar menjadi lebih baik dalam melatih. Penelitian pengembangan ini hanya terbatas pada pengembangan produk saja, maka diharapkan ada penelitian selanjutnya yang menguji tingkat efektivitas produk dengan uji coba pada lingkup yang lebih luas
Media development hand book for techniques learning shooting extracurricular basketball Junior High School 1 Blitar City.
ABSTRAK Pranata, Fendi Dwi. 2017. Media development hand book for techniques learning shooting extracurricular basketball Junior High School 1 Blitar City. Essay, Department of Health Faculty of Physical Education and Sport Sciences, State University of Malang. Supervisor (1) Drs. Oni Bagus Januarto Kes (2) Febrita Paulina Heynoek S.Pd., M.Pd Keywords: Development, Pocket Books, Hand Book Sports Basketball, Shooting, Physical Education, and Health.Sports basketball is one that is listed in extracurricular school activities in Junior High School 1 Blitar City. Extracurricular activities are usually conducted outside of school hours. Sports Basketball also listed in the student learning materials in schools. This kind of activity should also have supporting materials to facilitate student conducting basketball sports. The theory and practice shooting basketball is one of the materials contained in the curriculum in the subjects of Physical Education. This course consists of theory and practice.The purpose of this research is to develop learning media theory and practice techniques shooting basketball in the form of a paperback book. With the hope of the pocket book can help students and coaches in basketball extracurricular activities in Junior High School 1 Blitar City better than before. In addition, this booklet is expected to achieve the learning objectives that extracurricular participants may have the ability and skills of basketball sport. In this riset refers to the method of research and development of Borg and Gall (1983: 775). Of the ten measures proposed by Borg & Gall, research and development does not use a whole but only uses 7 steps. This is due to measures taken adapted to the needs of research and development.Based on the evaluation of the following three experts. First, a basketball instructional faculty basketball ie 83.92% Nikken stated feasibility of a handbook to serve. Second, media experts, namely learning lecturers from Faculty of Science Education University Negeri Malang expressed 76.66% worthiness of a pocket book to be presented. Third, experts basketball ie extracurricular basketball coach Junior High School 1 Blitar City licensed C 77.77% stated the feasibility of a handbook to serve. Based on the analysis of data small group trial against 10 participants extracurricular and testing of large groups to 30 participants extracurricular, can be obtained by percentage of 87% of trial participants small groups and 82% of participants in the test group of large states that pocketbooks basic techniques of shooting the basketball very clear and very helpful in learning. The pocket book is expected to be a reference for extracurricular participants in supporting the basketball extracurricular activities
pengaruh latihan board taps with ball terhadap daya ledak otot tungkai bagi pemain bolabasket tim putra smp negeri 1 malang
ABSTRAK Faktor yang menentukan rebound yang baik yaitu emosi, mental, fisik dan teknik. Untuk fisik sendiri meliputi: kecepatan, melompat, ketahananotot, kekuatan, dan ketinggian. Dengan kebutuhan unsur fisik tersebut maka daya ledak akan menunjang keterampilan rebound seorang pemain. Peningkatan daya ledak dengan latihan board taps with ball akan lebih efektif karena selain meningkatkan daya ledak otot tungkai juga melatih timing meloncat dan menangkap bola saat di udara.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan board taps with ball terhadap daya ledak otot tungkai bagi pemain bolabasket tim putra SMP Negeri 1 Malang. Perlakuan diberikan selama 16 kali pertemuan selama 6 minggu, ditambah 2 kali pertemuan yaitu pretest diberikan sebelum perlakuan dan posttest diberikan setelah pertemuan terakhir perlakuan.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Experimental Design dengan Matching-Only Design. Subjek dalam penelitian ini pemain bolabasket putra SMP Negeri 1 Malang dengan jumlah sebanyak 22 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes vertical jump. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis uji-t amatan ulang (Paired Sample T Test) menggunakan hitungan manual.Hasil dari analisis uji-t amatan ulang pada kelompok latihan board taps with ball memperoleh nilai t hitung sebesar 71,632 lebih besar dari nilai t tabel dengan taraf signifikansi 0,05 sebesar 3,169, berarti kemampuan daya ledak otot tungkai kelompok eksperimen meningkat. Sedangkan uji-t amatan ulang pada kelompok latihan konvensional memperoleh nilai t hitung sebesar 42,735 lebih besar dari nilai t tabel dengan taraf signifikansi 0,05 sebesar 3,169, berarti kemampuan daya ledak otot tungkai kelompok kontrol meningkat. Maka dapat disimpulkan bahwa masing-masing latihan sama-sama dapat meningkatkan daya ledak, akan tetapi peningkatan daya ledak dengan latihan board taps withball tersebut pengaruhnya lebih besar bagi pemain bolabasket tim putra SMP Negeri 1 Malang. Saran untuk penelitian selanjutnya, diharapkan melalui keterbatasan penelitian ini dapat digunakan sebagai bekal untuk melakukan penelitian selanjutnya sepert iuji coba tes keterampilan rebound setelah ada pengaruh latihan tersebut terhadap daya ledak otot tungai, pengambilan sampel yang lebih banyak, dan juga lama latihan ditambah sehingga dapat ditemukan hasil perbedaan yang signifikan antara latihan board taps with ball dengan kelompok kontrol latihan konvensional
PENGEMBANGAN MEDIA PELATIHAN SIGNAL-SIGNAL WASIT BOLAVOLI MENGGUNAKAN M-LEARNINGUNTUK ANGGOTA UABV DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Abstrak:Tujuan penelitian dan pengembangan ini untuk mengembangkan media pelatihan signal-signal wasit bolavoli yang dikemas dalam bentuk buku digital mobile learning. Selain itu, media buku digital mobile learning diharapkan dapat mempermudah peserta kegiatan latihan untuk belajar dan mempraktekkan materi signal-signal wasit bolavoli secara mandiri. Model penelitian ini menggunakan model konseptual. Uji coba kelompok keseluruhan melibatkan 45 anggota kegiatan latihan. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini adalah media pelatihan signal-signal wasit bolavoli menggunakan M-Learning. Dengan hasil analisis data uji coba kelompok kecil diperoleh persentase 89,33% dan hasil analisis data uji kelompok besar diperoleh persentase 92,81%. Kesimpulan pengembangan media pelatihan signal-signal wasit bolavoli menggunakan M-Learning dapat digunakan sebagai media yang tepat dan layak untuk anggota kegiatan Unit Aktivitas Bolavoli di Universitas Negeri Malang. Kata Kunci: Perwasitan bolavoli, Mobile Learning Abstract:The purpose if this research and development to develop a training media volleyball Referee signals that are packaged in the form of a digital book mobile learning. In addition, media digital book mobile learning is expected to facilitate the exercise of the activity of the participants to learn and practice the material volleyball Referee signals independently.Research and development model using the conceptual model that is a model thathas been validated to the operational in the procedure on a product. The overall Group trials involving exercise activities 45 members. Products resulting from this research and development is a media training volleyball Referee signals using M-Learning. Data analysis of the results of trials of small group obtained the percentage of 89.33%
Penerapan Pembelajaran Kontekstual dengan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mata Pelajaran Geografi Kelas XI SMA Negeri 4 Tuban
ABSTRAK Okvianti, Talita. 2017. Penerapan Pembelajaran Kontekstual dengan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mata Pelajaran Geografi Kelas XI SMA Negeri 4 Tuban. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Yuswanti Ariani Wirahayu, M.Si, (2) Rudi Hartono, M. Si Kata Kunci: Pembelajaran Kontekstual, Problem BasedLearning, Berpikir KritisHasil observasi yang dilakukan tanggal 20 Februari 2017 di kelas XI IIS 2 SMAN 4 Tuban diketahui bahwa kegiatan pembelajaran geografi masih didominasi oleh guru, Pembelajaran diisi dengan penjelasan materi dan mengerjakan soal di LKS, sehingga siswa kurang dalam menganalisis masalah-masalah yang berkaitan dengan materi.Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan penelitian tentang penerapan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Salah satunya dengan penerapan pembelajaran kontekstual dengan model problem basedlearning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritispada Materi Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan.Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas ini, peneliti terlibat langsung dalam proses penelitian mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan data. Kegiatan pembelajaran terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengambilan data dilaksanakan dengan observasi dan tes tulis. Penelitian dilaksanakan di kelas XI IIS 2 dengan jumlah siswa 30 orang, pada Materi Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI-IIS 2 semester 2 SMAN 4 Tuban. Ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata persentase kemampuan berpikir kritis sebesar 65,6% (baik) pada siklus I meningkat menjadi 77% (baik) pada siklus II. Rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa meningkat sebesar17,8 %.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan bagi guru geografi agar menggunakan pembelajaran kontekstual model problem based learning sebagai inovasi dalam pembelajaran di kelas
Studi Komparatif Perkembangan Gerak Lari Cepat 30 meter Anak Usia 10 Tahun Berdasarkan Perbedaan Ketinggian Tempat Tinggal di Wilayah Malang Raya
ABSTRAK Khoirrusydi, Fahmi. 2017. Studi Komparatif Perkembangan Gerak Lari Cepat 30 meter Anak Usia 10 Tahun Berdasarkan Perbedaan Ketinggian Tempat Tinggal di Wilayah Malang Raya. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd., (II) Gema Fitriady, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: perkembangan, lari, dataran rendah, dataran sedang,dataran tinggiDalam proses perkembangan gerak anak dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Salah satu faktor yang cukup berpengaruh dalam perkembangan gerak anak, khususnya kecepatan lari adalah faktor lingkungan fisik (tempat tinggal) ketika anak mengalami proses perkembangan gerak. Dengan adanya hal ini tentunya terdapat perbedaan perkembangan kecepatan lari pada yang tinggal di tempat yang berbeda.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji perbedaan kecepatan lari 30 meter anak usia 10 tahun yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian survei dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Insrumen penelitian yang digunakan yaitu berupa tes lari cepat 30 meter versi TKJI. Uji hipotesis menggunakan uji Anava Satu Arah dengan α = 0,05 dengan uji lanjutan menggunakan uji Tukey.Berdasarkan hitungan uji Anava Satu Arah menggunakan program SPSS menunjukkan nilai probabilitas < α (0,05) yaitu 0,000 < 0,05. Hasil uji Tukey antara dataran rendah dan dataran sedang menunjukkan nilai probabilitas. < α (0,05) yaitu 0,000 < 0,05, antara dataran rendah dan dataran tinggi menunjukkan nilai probabilitas < α (0,05) yaitu 0,000 < 0,05, antara dataran sedang dan dataran tinggi menunjukkan nilai probabilitas < α (0,05) yaitu 0,002 < 0,05.Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan uji Anava Satu Arah antara dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi. H0 ditolak dan H1 diterima sehingga terbukti bahwa terdapat perbedaan rata-rata kecepatan lari 30 meter anak usia 10 tahun di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh perbedaan wilayah ketinggian tempat tinggal terhadap kecepatan lari 30 meter anak usia 10 tahun.Dengan adanya penelitian ini diharapkan kepada semua guru pendidikan jasmani di dataran rendah, dataran sedang maupun dataran tinggi selalu memantau perkembangan kecepatan gerak lari para siswanya supaya bisa berkembang lebih baik dan dikembangkan ke arah prestasi dan untuk peneliti selanjutnya supaya bisa meneliti dengan lebih mendalam terkait penelitian yang serupa