SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    Pengembangan Pembelajaran Teknik Dasar Tendangan A untuk Siswa Ekstrakurikuler Pencak Silat PSHT di SMA Negeri 1 Turen

    No full text
    ABSTRAK Jannah, ArinduyAnggunMiftachul. 2017. PengembanganPembelajaranTeknikDasarTendanganAuntukSiswaEkstrakurikulerPencakSilat PSHTdi SMA Negeri 1 Turen.Skripsi, JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd, M.Pd. Kata kunci:Pembelajaran, Tendangan A, Pencaksilat PSHT.Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti terhadap 24 siswaekstrakurikulerpencaksilat PSHT di SMA Negeri 1Turen,diperoleh data bahwa50% siswabelummenerapkankaidahmelakukantendangan A denganbenar.Padahalberdasarkananalisiskebutuhandiperoleh data: 1) 85% siswasenangmengikutiekstrakurikulerpencaksilat PSHT; 2) 100% siswasenangmendapatmateritendangan A; 3) 70% siswamenganggaptendangan A mudahdilakukan; 4) 90% siswaseringmelakukantendangan A saatbertanding; 5) 100% siswamenganggapvariasilatihantendangan A sangatpenting.Prosedurpengembangan ini menggunakan model Borg & Gall yang diadaptasi menjadi sederhana yang terdiri dari: 1) Melakukan analisis kebutuhan dengan menyebarkan kuesioner kepada 24 siswa ekstrakurikuler pencak silat PSHT di SMANegeri 1 Turen, (2) Mengembangkan produk, (3) Memvalidasi produk oleh beberapa ahli yang terdiri dari 3 ahli, (4) Melakukan uji coba (kelompok kecil)pada 6 subjek, (5) Merevisi produk berdasarkan hasil uji coba (kelompok kecil), (6) Melakukan uji coba lapangan (kelompok besar) pada 30 subjek, (7) Produk akhir.Subjekpenelitianiniadalahsiswaekstrakurikuler pencak silat PSHT di SMA Negeri 1 Turensebanyak 36 siswa. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif yang diperolehdarihasilpenyebarankuesionerdandata kualitatif yang diperolehdaritinjauan para ahli.Sedangkan, teknikanalisis data yang digunakanadalahteknikanalisis data persentase.Berdasarkanhasilvalidasiolehahli mediadiperolehtingkatvaliditassebesar 100%,olehahlipembelajaranpencaksilatsebesar 76% danolehahlipencaksilatdiperolehtingkatvaliditassebesar 76%. Berdasarkanhasilujicoba (kelompokkecil) diperolehtingkatvaliditassebesar79% yang tergolongdalamkriteriakualitasprodukbaik. Dari hasilujilapangan (kelompokbesar) diperolehtingkatvaliditassebesar82% dengankategoriproduksangatbaikdandapatdinyatakanbahwa media pembelajaranteknikdasartendangan A layakdigunakansebagaimedia pembelajaranteknikdasartendangan A untuksiswaekstrakurikulerpencaksilat PSHT di SMANegeri 1 Turen.Hasilpengembanganiniberupa video yang dikemasdalambentuk VCD pengembanganpembelajaranteknikdasartendanganAuntuksiswaekstrakurikulerpencaksilat PSHT di SMAN 1 Turen.ABSTRACT Jannah, ArinduyAnggunMiftachul. 2017. Development of Kick A Technique for Extracurricular Student of PencakSilatPSHT in SMA Negeri 1 Turen. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, State University of Malang.Counselor: (I) Dr. EkoHariyanto, M.Pd. (II) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd, M.Pd. Keywords: Learning, Kick A, Pencaksilat PSHT.Based on preliminary observations made by researchers on 24 students extracurricular pencaksilat PSHT in SMA Negeri 1 Turen, obtained data that 50% of students have not apply the rules to kick A correctly. Whereas based on needs analysis obtained data: 1) 85% of students happy to follow extracurricular pencaksilat PSHT; 2) 100% of students are happy to receive A kick; 3) 70% of students assume kick A easy to do; 4) 90% of students often kick A when competition; 5) 100% of students assume the variation of A kick exercise very important.Development procedure of this research uses Borg & Gall model consisting of: 1) Conducting needs analysis by distributing questionnaires to 24 students extracurricular pencaksilat PSHT in SMA Negeri 1 Turen, (2) Developing products, (3) Validating products by 3 experts, (4) Testing (small group) on 6 subjects, (5) Revising product based on test results (small group), (6) Conducting field trials (group Large) on 30 subjects, (7) The final product.The subjects of this research are students extracurricular pencaksilat PSHT in SMA Negeri 1 Turen as many as 36 students. The type of data used is quantitative data obtained from questionnaires and qualitative data obtained from expert review. Meanwhile, the data analysis technique used is the percentage of data analysis techniques.Based on the validation results by the media expert, the level of validity is 100%, by PencakSilatPencakSilat (76%) and PencakSilat (PencakSilat) is 76%. Based on the results of the experiment (small group) obtained a validity level of 79% which fall within the criteria of good product quality. From the result of field test (large group) obtained the level of validity of 82% with the product category is very good and can be stated that the basic learning media kick A technique is worthy of being used as a basic kinning technique learning media A for students extracurricular pencaksilat PSHT in SMA Negeri 1 Turen. The results of this development in the form of video packaged in the form of VCD development of learning techniques basic kick A for students extracurricular pencaksilat PSHT in SMAN 1 Turen

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR SEX EDUCATION PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF (MOBILE APPLICATIONS)

    No full text
    ABSTRAK Firdaus, Imam. Ghozali. K. A. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Sex Education Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Berbasis Multimedia Interaktif (Mobile Applications). Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Wasis D Dwiyogo, M.Pd. (II) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, bahan ajar, sex education, multimedia interaktif, mobile applicationsMateri pendidikan seks seharusnya diajarkan pada anak sejak dini. Pengajaran dari orang tua dan disekolah sangatlah minim dikarenakan mereka merasa tabu untuk memberikan pengetahuan akan hal itu. Dengan sedikitnya pengetahuan dan bekal yang dimiliki anak mengenai pendidikan seks berbanding lurus dengan tingginya tingkat pelanggaran seksual yang dilakukan pada anak tersebut. Pemberian materi mengenai pendidikan seks di sekolah sangatlah minim dan menggunakan media seadanya sehingga siswa merasa bosan dalam menerima materi. Satu kali pertemuan tatap muka dalam satu semester dan menggunakan media cetak dan LCD proyektor membuat siswa merasa bosan dalam proses belajar. Maka dari itu dibuatlah bahan ajar pendidikan seks untuk siswa dengan media terbarukan yang berbasis multimedia interaktif (mobile applications).Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar sex education dan memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai pendidikan seks agar pelanggaran seks terhadap anak di bawah umur dapat dikurangi.Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode pengembangan penelitian research and development Sugiono yang terdiri dari 10 langkah berdasarkan metode Sugiono. Peneliti tidak menggunakan langkah keseluruhan, tetapi hanya menggunakan 7 langkah, menurut Wayan Ardhana peneliti dapat memilih dan menentukan langkah-langkah yang paling tepat bagi dirinya, berdasarkan kondisi khusus yang dihadapinya dalam proses pengembangan.Hasil penelitian dan pengembangan dari evaluasi ahli media Mobile Applications diperoleh hasil 76,7% artinya cukup valid sehingga produk ini perlu direvisi sebelum diujicobakan pada kelompok kecil, dari evaluasi ahli akademisi pendidikan seks diperoleh hasil 83,3% artinya sangat valid. Pada uji coba kelompok kecil dengan jumlah 12 peserta diperoleh hasil 88% artinya sangat valid tanpa ada revisi sehingga dapat diujicobakan pada kelompok besar. Pada uji coba kelompok besar dengan jumlah siswa 30 siswa diperoleh hasil 89% sehingga disimpulkan jika produk ini sangat valid dan layak untuk digunakan oleh siswa sebagai bahan ajar pendidikan seks. Pengembangan bahan ajar Sex Education pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan berbasis multimedia interaktif (Mobile Applications) ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pendidikan seks dan meningkatkan minat dan semangat siswa dalam belajar dengan menggunakan media pembelajaran yang baru bagi siswa yaitu mobile applications serta sekaligus sebagai referensi sumber belajar bagi guru bidang studi dalam memberikan materi pendidikan seks

    pengembangan model latihan pukulan lob forehand untuk peserta ekstrakurikuler tenis meja di SMP Negeri 1 Kencong Kabupaten Jember

    No full text
    ABSTRAK Juhironi, Alik. 2017. Pengembangan Model Latihan Pukulan Lob Forehand untuk Peserta Ekstrakurikuler Tenis Meja di SMP Negeri 1 Kencong Kabupaten Jember. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Sri Purnami S. Pd, M. Pd. (II) Gema Fitriady S. Pd, M. Pd Kata Kunci: pengembangan, model-model latihan, lob forehand, tenis mejaPukulan lob forehand merupakan salah satu teknik dasar dalam tenis meja. Di SMP Negeri 1 Kencong Kabupaten Jember diberikan materi tentang lob forehand. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti terhadap pelatih dan peserta kegiatan ekstrakurikuler tenis meja pada tanggal 12 dan 15 Oktober 2016, model-model latihan pukulan lob forehad sangat kurang bervariasi. Maka dari itu perlu adanya model-model latihan pukulan lob forehand  tenis meja sehingga dapat membantu atlet latihan pukulan lob forehand secara maksimal dan variatif. Maka disusunlah rancangan produk pengembangan model-model latihan pukulan lob forehand tenis meja.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan model latihan pukulan lob forehand untuk peserta ekstrakurikuler tenis meja di SMP Negeri 1 Kencong Kabupaten Jember agar lebih bervariasi.Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), langkah-langkah tersebut adalah: (1) melakukan analisis kebutuhan, (2) mengembangkan produk awal, (3) evaluasi ahli, (4) uji coba kelompok kecil, (5) revisi produk, (6) uji coba kelompok besar, (7) revisi produk berdasarkan uji coba lapangan. Instrumen yang digunakan adalah berupa angket berisi tentang rancangan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Produk pengembangan yang dihasilkan adalah buku panduan model latihan pukulan lob forehand yang terdiri dari model latihan timang- timang bola, timang- timang bola secara berpasangan, shadow play dan footwork, latihan ditembok, latihan individu, multiball, sparring patner. Model latihan ini dikembangkan melaui saran dan evaluasi satu orang ahli pelatihan tenis meja. Secara keseluruhan para ahli setuju dengan rancangan produk yang dikembangkan meskipun ada beberapa yang perlu diperbaiki. Hasil data yang diperoleh dari  kuesioner dalam uji coba kelompok kecil mendapatkan rata-rata persentase 85,07%  dan hasil data yang diperoleh dari uji coba kelompok besar mendapatkan rata-rata persentase 85,43%. Dari hasil tersebut diharapkan pengembangan model latihan teknik dasar lob forehand ini bisa menjadi salah satu alternatif pelatihan tenis meja agar proses latihan lebih menarik, sehingga proses latihan dapat berjalan dengan lancar

    PERBEDAAN PENGARUH LATIHANLADDER DRILL DAN SINGLE MULTIPLE JUMP TERHADAP KETERAMPILANDRIBBLINGSISWASEKOLAH SEPAKBOLA (SSB) PUTRA UTAMA USIA 11-13 TAHUN KABUPATEN TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK Fauzi, Moch Andrian. 2017.Perbedaan Pengaruh LatihanLadder Drill danSingle Multiple Jump terhadap Keterampilan Dribbling pada Siswa Sekolah Sepakbola (SSB)Putra Utama Usia 11-13 Tahun Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd, (II) Febrita Paulina H, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: latihan ladder drill, latihan single multiple jump, keterampilan dribbling.Sepakbola adalah sebuah permainan beregu yang tiap regu dimainkan masing-masing oleh sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. Dalam permainan sepakbola, dribbling merupakan teknik yang sering dilakukan oleh setiap pemain dalam suatu pertandingan. Kemampuan dribbling harus dikembangkan pada setiap pemain sepakbola guna menunjang kemampuan saat bermain sepakbola.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan ladder drill dan single multiple jump terhadap peningkatan keterampilan dribbling pada siswa Sekolah Sepakbola Putra Utama Usia 11-13 Tahun Kabupaten Tulungagung.Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen matching pre test-post test comparison group design. Variabel bebas yang dimanipulasikan dalam penelitian ini adalah pemberian latihan ladder drill dan single multiple jump. Subjek penelitian ini adalah 24 siswa Sekolah Sepakbola Putra Utama Kabupaten Tulungagung. Subjek penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen latihan ladder drill berjumlah 12 siswa dan kelompok latihan single multiple jump berjumlah 12 siswa. Analisis data dari penelitian ini yaitu menggunakan teknik analisis varians satu jalur.Dari hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan yaitu: (1) latihan ladder drill memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan dribblingsiswa Sekolah Sepakbola Putra Utama Kabupaten Tulungagung (F hitung = 7,09> F tabel 4,30), (2) latihan single multiple jumptidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan dribblingsiswa Sekolah Sepakbola Putra Utama Kabupaten Tulungagung (F hitung = 1,97 F tabel 4,30). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa latihan ladder drill memberikan pengaruh yang signifikan daripada latihan single multiple jumpterhadap keterampilan dribblingsiswa Sekolah Sepakbola Putra Utama usia 11-13 tahun Kabupaten Tulungagung. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih Sekolah Sepakbola Putra Utama Kabupaten Tulungagung, hendaknya menggunakan latihan ladder drill karena terbukti memberikan pengaruh terhadap keterampilan dribbling sepakbola

    Pengembangan Latihan Teknik Guntingan Ketegori Tanding Pada Siswa Ekstrakurikuler Pencak Silat di Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Kediri Menggunakan Media VCD

    No full text
    ABSTRAK Hasikin, Yosi Amura. 2016. Pengembangan Latihan Teknik GuntinganKetegori Tanding Pada Siswa Ekstrakurikuler Pencak Silat di Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Kediri Menggunakan Media VCD. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd (II) Febrita Paulina H, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: pencak silat, media pembelajaran, latihan guntingan.Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti di Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Kediri,sebagian besar siswa sering melakukan kesalahan pada saat melakukan teknik guntingan, karena pada saat latihan pelatih hanya memberikan latihan global (menyeluruh) kepada siswa. Pada penelitian awal melalui penyebaran angket analisis kebutuhan kepada 20 siswadapat disimpulkan bahwa100% siswa tidak pernah mendapatkan latihan teknik jatuhan menggunakan serangan bawah (guntingan) dengan media VCD. Oleh karena itu perlu adanya variasai latihan menggunakan media VCD untuk mempermudah proses latihan.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan latihan teknik guntingan menggunakan media VCD untuk siswa ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Kediri untuk membantu dalam mempercepat pemahaman konsep teknik guntingan.Sepuluh langkah model pengembangan yang tidak harus diterapkan secara keseluruhan, tetapi pengembang dapat memilih dan menentukan langkah-langkah yang paling tepat dengan menyesuaikan kondisi khusus yang dihadapi dalam proses pengembangan. Oleh karena itu peneliti tidak menggunakan metode pengembangan tersebut secara keseluruhan akan tetapi peneliti hanya menggunakan langkah-langkah berdasarkan pertimbangan kebutuhan untuk menghasilkan produk pengembangan latihan teknik guntingan. Antara lain 1) Observasi dan analisis kebutuhan, 2) Evaluasi ahli media dan ahli pencak silat, 3) Uji coba kelompok kecil, 4) Uji coba kelompok besar, 5) Revisi produk.Berdasarkan hasil analisis data uji coba kelompok kecil diperoleh persentase sebanyak 91,875% gerakan variasi latihan sesuai, 96,875% rangkaian variasi latihan menarik, dan 76,85% gerakan variasi latihan jelas. Uji coba kelompok besar diperoleh persentase sebanyak 76,875% gerakan variasi latihan sesuai, 97,5% rangkaian variasi latihan menarik, dan 75,45% gerakan variasi latihan jelas.Dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran ini dapat digunakan dalam pembelajaran ekstrakurikuler pencak silat. Pengembangan video pembelajaran latihan guntingan pada ekstrakurikuler pencak silat di Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Kediri yang dikemas dalam bentuk VCD yang nantinya dapat berjalan di semua komputer dengan sajian video dan audio sekaligus penjelasan yang terperinci, sehingga membuat pengguna lebih tertarik dalam mempelajarinya

    Survei Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa-Siswi Kelas X (Sepuluh) Sekolah Menengah Atas Negeri di Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo Tahun Ajaran 2016-2017

    No full text
    ABSTRAK Tingkat kebugaran jasmani yang baik dibutuhkan setiap siswa agar mampu menyerap pelajaran dengan baik, aktif mengikuti ekstrakurikuler, dan masih memiliki tenaga untuk rajin belajar di rumah. Berdasarkan penelitian pendahuluan dapat disimpulkan bahwa pola hidup siswa-siswi kelas X SMA Negeri di Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo kurang menunjang untuk memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan tingkat kebugaran jasmani sebelas kelompok, antara lain: kelompok siswa-siswi kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri di Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Probolinggo, siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Probolinggo, siswa laki-laki, siswa perempuan, siswa yang menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah, siswa yang tidak menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah, siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga, siswa yang tidak mengikuti ekstrakurikuler olahraga, siswa yang lama tidurnya standar dan siswa yang lama tidurnya tidak standar.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Data dalam penelitian berupa jawaban dari angket dan nilai hasil tes. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen angket tertutup dan tes kebugaran jasmani Indonesia (TKJI) untuk umur 15-19 tahun. Analisis data penelitian ini menggunakan tabel nilai, tabel norma tes kebugaran jasmani Indonesia, persentase, dan rata-rata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hanya kelompok siswa yang tidak menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah yang rata-rata kategori kebugarannya sedang. Sementara sepuluh kelompok lainnya, antara lain: kelompok siswa-siswi kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri di Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Probolinggo, siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Probolinggo, siswa laki-laki, siswa perempuan, siswa yang menggunakan kendaraan bermotor ke sekolah, siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga, siswa yang tidak mengikuti ekstrakurikuler olahraga, siswa yang lama tidurnya standar dan siswa yang lama tidurnya tidak standar memiliki rata-rata kategori kebugaran yang sama yaitu kurang. Untuk meningkatkan kebugaran jasmani siswa-siswi kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri di Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo, perlu dilakukan penguatan kesadaran dan strategi dari semua pihak diantaranya siswa, guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, dan sekolah

    SURVEI KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS VII DAN VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 4 KOTA BLITAR

    No full text
    ABSTRAK Nugroho, Nanda Bagus 2017. Survei Tentang Pemahaman Peraturan sepakbola Pada Pemain Persekam Metro FC. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Dosen pembimbing: (I) Dra. Sri Purnami, M.Pd., (II) Fahrial Amiq, S.Or., M.Pd. Kata kunci: survei, peraturan permainan, sepakbola.Permainan sepakbola merupakan permainan beregu yang memerlukan dasar kerjasama antar sesame anggota regu, sebagai salah satu ciri khas dari permainan sepakbola. Dalam sebuah pertandingan atau permainan tentunya ada peraturan yang harus ditaati atau dijalankan, begitu juga dalam permainan sepakbola. Peraturan permainan adalah suatu aturan yang mengatur jalannya sebuah permainan atau pertandingan agar tercipta rasa adil, tidak ada satu pihak yang merasa dirugikan, dan supaya jalannya permainan atau pertandingan lebih teratur.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman peraturan sepakbola pada pemain Persekam Metro FC. Karena dengan pemahaman yang baik dalam peraturan sepakbola, pemain bisa menerapkan peraturan sepakbola di dalam pertandingan.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei dan pengumpulan data menggunakan tes kuesioner. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 25 pemain dengan rentang usia 19-37 tahun. Instrumen tes yang digunakan untuk mengetahui pemahaman peraturan sepakbola adalah tes kuesioner tentang pemahaman peraturan sepakbola. Data yang diperoleh kemudian dikategorikan berdasarkan ketentuan analisis presentase dan dianalisis secara deskriptif dilakukan secara manual dengan bantuan menggunakan kalkulator Casio FX-115ES dan dengan bantuan dari jasa komputer program SPSS versi 20.Jadmiko,Widi. 2017. Survei Kebugaran Jasmani Siswa Kelas VII Dan VIII Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Kota Blitar. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. M.E. Winarno, M. Pd Kata kunci: Kebugaran jasmani, Siswa SMP.Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh untuk melakukan penyesuaian (adaptasi) terhadap pembebasan fisik yang diberikan kepadanya (dari kerja yang dilakukan sehari-hari) tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan. Akan tetapi banyak siswa yang belum mengetahui tingkat kesegaran jasmaninya masing-masing selain itu guru pendidikan jasmani membutuhkan acuan kesegaran jasmani untuk menyusun rancangan program pembelajaran pada semester berikutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesegaran jasmani siswa  SMP Negeri 4 Kota Blitar.Metode yang digunakan berupa tes karena data yang diperoleh dalam penelitian merupakan data yang berupa angka. Dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 4 Kota Blitar. 12-14 tahun.  Pada siswa SMP Negeri 4 kota blitar berjumlah 203 siswa. Dalam penelitian ini pengambilan data yaitu dengan seluruh subjek siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 4 Kota Blitar. Analisis  data  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  dengan perhitungan statistik menggunakan analisis deskriptif  persentaseBerdasarkan hasil penelitian kebugaran jasmani siswa putra kelas VII dan VIII SMP Negeri 4 Kota Blitar, rata-rata memiliki kategori kurang. siswa kelas VII dan VIII diperoleh hasil sangat kurang 14 siswa (6,89%) dengan kriteria 15” 13” -> 35,0 menit, 143 siswa  (70,44%) kurang dengan kriteria 12’11” – 15’30” menit, 45 siswa (22,16%) sedang dengan kriteria 10’49” -12’10” menit dan 1 siswa (0,49) baik dengan kategori 9’41” – 10’48” menitSaran yang dapat Perlunya penambahan jam pelajaran pendidikan jasmani kesehatan, Maka guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan berupaya semaksimal mungkin untuk mencari terobosan-teroboan untuk dapat meningkatkan tingkat kesegaran jasmani anak, Latihan secara rutin dan teratur pada sore hari dapat digunakan untuk meningkatkan tingkat kesegaran jasmani siswa Perlu adanya alternatif baru bagi guru Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan untuk meningkatkan tingkat kesegaran jasmani bagi siswaHasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peraturan sepakbola pada pemain Persekam Metro FC memiliki pemahaman yang kurang terhadap peraturan permainan sepakbola, 3 pemain (12%) memiliki pemahaman baik, 9 pemain (36%) memiliki pemahaman cukup, 13 pemain (52%) memiliki pemahaman kurang. Berdasarkan hasil data tersebut dapat disimpulkan bahwa mayoritas pemain Persekam Metro FC kurang memahami tentang peraturan permainan sepakbola. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disarankan kepada pelatih untuk menjelaskan tentang pemahaman peraturan permainan sepakbola terhadap pemain, serta memantau pemahaman pemain tentang peraturan sepakbola, salah satu caranya adalah dengan menyelenggarakan ujian tertulis secara berkala dengan materi tersebut

    Upaya Meningkatkan Kemampuan Teknik Dasar Lompat Tinggi Gaya Straddle melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Siswa X4 SMA Brawijaya Smart School Malang

    No full text
    ABSTRAK Pembelajaran teknik dasar lompat tinggi gaya straddle siswa X4 SMA Brawijaya Smart School Malang masih kurang dan belum maksimal pada fase awalan, tolakan, saat melayang, maupun saat pendaratan, kesalahan siswa pada tes awal fase awalan 74,07%, pada fase tolakan 81,48%, pada fase melayang 85,18%, pada fase pendaratan 92,59%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan teknik dasar lompat tinggi gaya straddle kelas X4 SMA Brawijaya Smart School Malang menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Subyek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa X4 di SMA Brawijaya Smart School Kota Malang dengan jumlah 27 siswa, yang terdiri 17 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan.Hasil penelitian melalui metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw setelah diberikan tindakan dari siklus 1 dan siklus 2, menunjukkan peningkatan terbukti keberhasilan. pertemuan 1 siklus 1 persentase ketuntasan keseluruhan 43%, petemuan 2 meningkat menjadi 66%, pertemuan ketiga juga meningkat menjadi 70%, pada siklus 2 pertemuan 1 persentase ketuntasan keseluruhan 78%, pada pertemuan 2 meningkat menjadi 89%, pertemuan 3 meningkat menjadi 94%. Selain itu perilaku siswa juga terlihat ada peningkatan siswa yang berbicara dengan temannya lebih sedikit, bahkan semua siswa sudah memperhatikan saat guru menjelaskan dan saat melakukan kegiatan di lapangan dan di kelas. Saat dibentuk dalam kelompok kecil siswa sudah mengerti apa yang harus dilakukan dan berdiskusi aktif dalam kelompok ahli dan kembali ke kelompok awal menjelaskan materi yang didapat dengan bahasa yang mudah dipahami oleh temannya dalam kelompok. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini bahwa Model pembelajaran kooperatif tipe jigasw berpengaruh positif terhadap keaktifan siswa dalam pembelajaran lompat tinggi gaya straddle. Penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan pembelajaran lompat tinggi gaya straddle pada kelas X4 SMA Brawijaya Smart School (BSS) Malang

    Studi Tentang Kemampuan Motorik Dan Antroprometrik Siswa Kelas XII IIS Di SMA Negeri 1 Kepanjen, Kabupaten Malang.

    No full text
    ABSTRAK Kemampuan motorik merupakan perkembangan unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh, keterampilan motorik dan kontrol motorik. Sedangkan antropometrik merupakan bidang ilmu yang berhubungan dengan dimensi tubuh manusia dan aplikasinya yang menyangkut geometri fisik, massa dan kekuatan tubuh manusia. Adanya faktor perbedaan fisik dapat mempengaruhi proses belajar dan mengajar yang dilakukan di sekolah, seperti adanya perbedaan tinggi badan pada siswa dan perbedaan berat badan diantara siswa. Oleh karena itu dilakukan penelitian dalam bentuk survei tentang kemampuan motorik dan antroprometri siswa.Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mengetahui kemampuan motorik pada siswa kelas XI IIS di SMA Negeri 1 Kepanjendan  untuk mengetahui kondisi antropometrik siswa kelas XI  IIS di SMA Negeri 1 Kepanjen.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan data menggunakan  tes dan pengukuran. Instrument penelitian dalam tes ini menggunakan instrument tes: lari 30 meter, lompat jauh tanpa awalan dan lari bolak-balik. Pada pengukuran antropometri menggunakan pengukuran berupa mengukur berat badan (BB), tinggi badan (TB) dan indeks massa tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan motorik dan kondisi antropometri siswa kelas XI IIS di SMA Negeri 1 Kepanjen. Penelitian ini dilakukan unutuk mengetahui kemampuan motorik dan kondisi antropemetri di kelas XI IIS yang  berjumlah 94 siswa dan terbagi dalam 3 kelas yaitu kelas XI IIS 1(24 siswa), XI IIS 2 (35 siswa) dan XI IIS 3 (35 siswa). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas XI IIS di SMA Negeri 1 Kepanjen, kemampuan motorik siswa kelas XI IIS dalam tes lari 30 meter dengan rata-rata 4,96 dengan kategori kurang, lompat jauh tanpa awalan dengan rata-rata 1,73 dengan kategori kurang sekali dan dalam tes lari bolak-balik dengan rata-rata14,80 masuk kategori sedang. Secara keseluruhan kemampuan motorik siswa kelas XI IIS masuk dalam kategori kurang. Sedangkan dalam tes kondisi antropometrik dalam tes tinggi badan, siswa XI IIS memiliki rata-rata160,76cm, dalam pengukuran berat badan memiliki rata-rata berat 57,26kg dan dalam indeks massa tubuh memiliki rata-rata 22,18 dengan kategori normal. Saran untuk penelitian yang akan datang, hendaknya dalam melakukan penelitian harus memperhatikan siswa dan sarana dan prasarana yang ada dalam tempat penelitian

    Hubungan Panjang Tungkai, Kekuatan Otot Tungkai dan Daya Ledak Otot Tungkai dengan Kecepatan Lari 60 Meter (Studi Pada Siswa Putra Kelas VIII di SMP Negeri 1 Sutojayan Blitar Tahun Ajaran 2012/2013)

    No full text
    ABSTRAK   Astuti, Nitcia Puji. 2013. Hubungan Panjang Tungkai, Kekuatan Otot Tungkai dan Daya Ledak Otot Tungkai dengan Kecepatan Lari 60 Meter (Studi Pada Siswa Putra Kelas VIII di SMP Negeri 1 Sutojayan Blitar Tahun Ajaran 2012/2013).Skripsi, Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Dra.Sulistyorini, M.Pd, (2) Drs. Tatok Sugiarto,S.Pd,M.Pd   Kata Kunci: Panjang Tungkai, Kekuatan Otot Tungkai, Daya Ledak Otot Tungkai, dan Kecepatan Lari 60 Meter Kekuatan kerja fisik dalam olahraga prestasi merupakan komponen yang sangat penting, demikian halnya dengan atletik khususnya sprint. Kondisi fisik yang baik merupakan salah satu unsur pendukung dalam pencapaian prestasi yang optimal, oleh karenanya peningkatan maupun pemeliharaan merupakan dua aspek yang penting yang dilakukan secara continue dan berkesinambungan meskipun dilakukan dengan sistem prioritas sesuai dengan kekhususan masing-masing cabang olahraga. Kekuatan kondisi fisik merupakan modal utama dalam pencapaian prestasi olahraga.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat, yaitu panjang tungkai (variabel bebas/X ), kekuatan otot tungkai (variabel bebas /X ), dan daya ledak otot tungkai (variabel bebas/X3) dengan kecepatan lari 60 meter (variabel terikat/Y), baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan metode penjelas (explanatory research). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Sutojayan Blitar Tahun Ajaran 2012/2013 yang berjumlah 200 siswa. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah sejumlah 35 siswa. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa korelasi antara panjang tungkai dengan kecepatan lari 60 meter adalah sebesar 0.224 dengan taraf signifikan 0.046, lebih kecil dari 0.05, hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara panjang tungkai dengan kecepatan lari 60 meter; korelasi antara kekuatan otot tungkai dengan kecepatan lari 60 meter adalah sebesar 0.33 dengan taraf signifikan 0.32, lebih kecil dari 0.05, hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara kekuatan otot tungkai dengan kecepatan lari 60 meter; korelasi antara Daya ledak otot tungkai dengan kecepatan lari 60 meter adalah sebesar 0.36 dengan taraf signifikan 0.42, lebih kecil dari 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara daya ledak otot tungkai dengan kecepatan lari 60 meter; nilai R= 0.738, menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat antara panjang tungkai (X1), kekuatan otot tungkai (X2) dan daya ledak otot tungkai (X3) secara bersama-sama terhadap kecepatan lari 60 meter (Y). Peneliti menyarankan beberapa hal diantaranya adalah: (1) Untuk mendukung kemampuan dalam melakukan gerakan olahraga, dibutuhkan latihan kondisi fisik yang bagus. (2) Bagi guru olahraga untuk selalu mendukung kekuatan kondisi fisik siswa, untuk mencapai prestasi lari yang optimal. (3) Peneliti selanjutnya untuk menggunakan populasi dengan lingkup yang lebih luas, mengambil sampel tidak berdasarkan jenis kelamin, serta mengembangkan permasalahan terkait dengan penelitian ini dengan cara menambah variabel yang belum dibahas dalam penelitian ini.   ABSTRACT   Astuti, Nitcia Praise. 2013. Relationships Long Limb, Limb Muscle Strength and Muscle Explosive Power Limbs with 60 Meter Running Free (Men's Studies in Class VIII student at SMPN 1 Blitar Sutojayan Academic Year 2012/2013) .Skripsi Study Program Physical Education and Health, Faculty of Science sport, State University Malang.Pembimbing: (1) Dra.Sulistyorini, M. Pd, (2) Drs. Tatok Sugiarto, S. Pd, M. Pd   Keywords: Long limbs, Limb Muscle Strength, Muscle Limb Explosive Power and Speed Meter Run 60 Strength of physical labor in the sporting achievement is a very important component, especially so with athletic sprint. Good physical condition is one of the supporting elements in the achievement of optimal, hence the increase and maintenance are two important aspects that made a continuously and sustainably although done with the priority system in accordance with the specificity of each sport. The strength of the physical condition is the main asset in sports achievements. This study aims to determine whether there is a relationship between independent variables and the dependent variable, namely the length of the leg (the independent variable / X), leg muscle strength (the independent variable / X), and the explosive power of leg muscle (the independent variable / X3) with a running speed of 60 meter (dependent variable / Y), either partially or simultaneously. This research is quantitative research with descriptive method (explanatory research). The population in this study were all students of class VIII SMP Negeri 1 Sutojayan Blitar Academic Year 2012/2013 totaling 200 students. While the sample in this study is the number of 35 students. Hypothesis testing results show that the correlation between the length of the leg with a running speed of 60 meters is a significant level of 0.224 to 0.046, less than 0.05, it indicates that there is a close relationship between the length of the leg with the running speed of 60 meters; the correlation between leg muscle strength with the running speed of 60 meters is at 0:33 with 0:32 significant level, less than 0.05, it indicates that there is a close relationship between leg muscle strength with the speed to run 60 meters; Explosive power correlation between the leg muscles with a running speed of 60 meters is at 0:36 with 0:42 significant level, less than 0.05. This shows that there is a close relationship between leg muscle explosive power with speed to run 60 meters; the value of R = 0.738, indicating that there is a fairly strong correlation between the long legs (X1), leg muscle strength (X2) and leg muscle explosive power (X3) jointly against the running speed of 60 meters (Y). Researchers suggest a few things which are: (1) To support the ability to perform sports movements, takes practice good physical condition. (2) For the gym teacher to always support the power of students' physical condition, to achieve optimal run. (3) Researchers further to use the population with a broader scope, taking samples not based on sex, as well as develop problems related to this study by adding variables that have not been discussed in this study

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇