SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
MENINGKATKAN KETERAMPILAN SHOOTING BOLABASKET MENGGUNAKAN VARIASI LATIHAN DRIBBLE SHOOT DAN JUMP SHOOT PADA TIM BOLABASKET PUTRI UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRACT
This research was
conducted with the aim to improve shooting skills using training techniques
vary on basketball athletes at the State University of Malang. This study uses
action research sport is conducted in two cycles, the first of six meetings
cycled and cycled the second of six meetings. The subject of research as many
as 15 athletes basketball princess State University of Malang. Results from
this research is that there has been a increase in the overall percentage of
completeness results basketball shooting techniques from the initial
observation as much as 22% then after the action cycled first and second cycle
increased to 74.2% (observer 1) and 79.04% (observer 2) , It can be concluded
that in practice basketball shooting techniques using a variety of exercises
can improve the shooting skills of shooting techniques in basketball athletes
women Malang State University.
Keywords: increase,
shooting skills, a variety of exercises.
ABSTRAK
Penelitian ini
dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan shooting dengan
menggunakan teknik latihan bervariasi pada atlet bolabasket di Universitas
Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan olahaga (PTO)
yang dilakukan dalam dua siklus, yaitu enam pertemuan disiklus pertama dan enam
pertemuan disiklus kedua. Subyek penelitian sebanyak 15 atlet bolabasket putri
Universitas Negeri Malang. Hasil dari penelitian dapat diketahui bahwa telah
terjadi peningkatan hasil ketuntasan persentase keseluruhan teknik shooting
bolabasket dari observasi awal sebanyak 22% kemudian setelah dilakukan tindakan
disiklus 1 dan siklus 2 meningkat menjadi 74,2% (observer 1) dan 79,04%
(observer 2). Hal ini dapat disimpulkan bahwa dalam latihan teknik shooting
bolabasket menggunakan variasi latihan shooting dapat meningkatkan keterampilan
teknik shooting pada atlet bolabasket putri Universitas Negeri Malang.
Kata Kunci:
meningkatan, keterampilan shooting, variasi latihan
pengarh variasi latihan shooting terhadap ketepatan sasaran tendangan untuk peserta usia 12-15 di sekolah sepakbola Unibraw 82 Malang
ABSTRAKZulkarnain M. rizki. 2016. Pengaruh Variasi Latihan Shooting Terhadap ketepatan Tendangan untuk Peserta Usia 12 – 15 di Sekolah Sepakbola Unibraw 82 Malang, Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd. (2) Dra. Sri Purnami, M.Pd.Kata Kunci: Variasi Latihan, Shooting, latihan konvensional, ketepatan tendangan.Sepakbola adalah sebuah permainan beregu yang dimainkan masing-masing sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. Dalam permainan sepakbola menendang merupakan gerakan yang wajib dilakukan oleh setiap pemain. Kemampuan tendangan harus dikembangkan pada setiap pemain sepakbola guna menunjang kemampuan saat bermain sepakbola. saat peneliti melakukan pengamatan di Sekolah sepakbola UNIBRAW 82 Malang menunjukkan adanya suatu masalah yaitu kurangnya keterampilan dasar tendangan dari pada keterampilan dasar yang lain, hal tersebut dapat di lihat pada saat melakukan game sering kali menendang bola dengan melenceng (tidak tepat sasaran) dengan power yang sangat lemah.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variasi latihan shooting dengan latihan konvensional terhadap ketepatan tendangan pada peserta di sekolah sepakbola Unibraw 82 Malang usia 12-15 Tahun.Penelitian ini adalah penelitian ekperimen kuasi, Populasi penelitian adalah peserta Sekolah sepakbola Unibraw 82 Malang sebanyak 20 peserta. Sampel ditetapkan dengan mengambil semua peserta (sampel total), pengelompokan untuk kelas yang diberi perlakukan dan kelompok kontrol menggunakan teknik ordinal pairing. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pre test posttest. Analisis data untuk melengkapi hipotesis digunakan uji t tes dan Anava satu jalur yang sebelumnya dilakukan uji prasyarat penelitian dengan menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas data.Dari hasil pengujian hipotesis skor peningkatan tendangan masing-masing kelompok latihan. Dengan menggunakan uji F pada taraf signifikasi 0,05, diperoleh F hitung sebesar 9,500 > F tabel 4,41. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variasi latihan shooting dengan latihan konvensional. Hasil pengujian hipotesis Uji t tes masing-masing kelompok latihan dengan menggunakan uji t pada taraf signifikasi 0,05, diperoleh t hitung sebesar 6,448 > t tabel 1,812 untuk kelompok variasi latihan shooting dan latihan konvensional diperoleh t hitung sebesar 4.527 > t tabel 1,812. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara tes awal dengan tes akhir shooting dari masing-masing kelompok latihan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah variasi latihan shooting serta latihan konvensional dapat digunakan untuk meningkatkan ketepatan tendangan, akan tetapi variasi latihan shooting lebih memiliki pengaruh dibanding latihan konvensional
Pengaruh Latihan Squat dan Hell Reise (Calf Raises) terhadap Peningkatan Daya Ledak Otot Tungkai Pada Lompatan Smash Peserta Ekstrakurikuler Bolavoli di SMAN 8 Malang
ABSTRAK Hadi, Muhammad, Irfan. 2017. Pengaruh Latihan Squat dan Hell Reise (Calf Raises) terhadap Peningkatan Daya Ledak Otot Tungkai Pada Lompatan Smash Peserta Ekstrakurikuler Bolavoli di SMAN 8 Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Tomi, M.Pd, (II) Usman Wahyudi, S.Pd, M.Pd Kata kunci: latihan Latihan Squat dan Hell Reise (Calf Raises), daya ledak otot tungkai pemain bolavoli. Pencapaian prestasi dalam permainan bolavoli tidak terlepas dari tingkat keterampilan yang dimiliki oleh setiap atlet. Atlet yang terampil dalam permainan bolavoli tentunya mampu menguasai teknik-teknik yang mendukung. Penentu keberhasilan atlet dalam memperoleh poin dapat melalui sebuah teknik penyerangan atau pukulan smash. Unsur utama yang berperan dalam pukulan smash yaitu sebuah lompatan atau gerak eksplosif yang dipengaruhi oleh kemampuan daya ledak otot tungkai. Kemampuan daya ledak otot tungkai dapat ditingkatkan melalui sebuah latihan beban seperti latihan squat dan hell reise. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Latihan Squat. dan Hell Reise (Calf Raises) terhadap Peningkatan Daya Ledak Otot Tungkai Pada Lompatan Smash Bagi Peserta Ekstrakurikuler Bolavoli di SMAN 8 Malang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan sampel penelitian sebanyak 18 atlet ekstrakurikuler permainan bolavoli. Rincian sampel kelompok latihan squat yaitu 9 atlet dan sampel kelompok latihan Hell Reise (Calf Raises) 9 atlet. Teknik Pembagian kelompok menggunakan teknik ordinal pairing matching. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian adalah Vertical Jump dari Widiastuti. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis varians satu jalur. Dari hasil analisis data, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian. Pertama latihan squat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai terhadap atlet permainan bolavoli dengan diperoleh (Fhitung = 6.76 > Ftabel 0,05 = 4,49). Kedua, latihan hell reise (calf raises) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai terhadap atlet permainan bolavoli dengan diperoleh (Fhitung = 4.56 Ftabel 0,05 = 4,49). Berdasarkan hasil skor yang sudah dianalisis, kedua kelompok memberikan pengaruh yang signifikan, akan tetapi ada perbedaan hasil peningkatan daya ledak otot tungkai, yaitu kelompok latihan squat lebih baik dibandingkan dengan kelompok latihan hell reise (calf raises). Saran yang dapat diberikan kepada pelatih ekstrakurikuler permainan bolavoli hendaknya menggunakan latihan beban squat dan hell reise (calf raises) untuk meningkatkan daya ledak otot tungkai pada atlet ekstrakurikuler permainan bolavoli
gaya hidup penderita diabetes mellitus tipe 2 terkait aspek pola makan dan physical activity di kota malang
ABSTRAK Banoriztanto, Anggra. 2017. Gaya HidupPenderita Diabetes Mellitus Tipe 2 TerkaitAspekPolaMakandanPhysical Activity Di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Supriyadi, M.Kes., (II) Dra. DesianaMerawati, M.S. Kata kunci: gayahidup, diabetes mellitustipe 2, polamakan, physical activity.Diabetes Mellitus tipe 2 timbul akibat perubahan gaya hidup yang tidak sehat. Gaya hidup tersebut meliputi pola makan dan aktifitas fisik. Pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 mengatur pola makan dan melakukan aktifitas fisik adalah salah satu penatalaksanaan penyakit Diabetes Mellitus tipe 2 agar tidak terjadi komplikasi. Pengaturan pola makan dan aktifitas fisik yang teratur mampu menurunkan kadar gula darah didalam tubuh menjadi normal. Dari pengamatan yang peneliti lakukan, bahwa penyakit Diabetes Mellitus tipe 2 adalah salah satu penyakit kronisyang banyak diderita oleh penduduk di Kota Malang dengan jumlah mencapai 4854 orang, yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 1372 orang dan perempuan berjumlah 2482 orang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya hidup penderita diabetes mellitus tipe 2 terkait aspek pola makan dan physical activity di Kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan sampel sejumlah 90 penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di Kota Malang. Cara pengambilan sampel adalah menggunakan simple random sampling, maka sampel adalah penderita Diabetes Mellitus tipe2 yang datang dan kontrol di puskesmas dari keseluruhan populasi.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan hasil sebagai berikut. Penderita Diabetes Mellitus tipe 2 lebih banyak perempuan sebesar 62,22% sedangkan laki-laki sebesar 37,78%. Dari aspek pola makan sebelum menderita Diabetes Mellitus tipe 2 yang mengkonsumsi nasi sebesar 98,89%, saat menderita sebesar 93,33%. Sebelum menderita Diabetes Mellitus tipe 2 yang mengkonsumsi sayur 94,44%, saat menderita sebesar 95,56% dan yang mengkonsumsi buah sebelum menderita sebesar 88,89%, saat menderita sebesar 86,67%, sebelum menderita yang makan camilan manis sebesar 73,33% saat menderita sebesar 65,56%. Saat aktifitas fisik pada pagi hari, penderita yang melakukan bersih-bersih rumah sebelum menderita 84,44%, saat menderita sebesar 83,33%, dan yang melakukan olahraga sebelum menderita sebesar71,11%, saat menderita sebesar 72,22%. Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan pola makan dan aktifitas fisik pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 saat menderita Diabetes Mellitus tipe 2 lebih baik dari pada sebelum menderita Diabetes Mellitus tipe 2. Saran penelitian ini dapat dijadikan gambaran kepada masyarakat tentang pola makan dan physical activity pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2
PENGEMBANGAN MODIFIKASI MODEL LATIHAN PLIOMETRIK KEKUATAN OTOT TUNGKAI PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER ATLETIK NOMOR LOMPAT JAUH DI SMAN 1 TUREN KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Setyawan, Ardiansyah Indra. 2016. “Pengembangan Modifikasi Model Latihan Pliometrik Kekuatan Otot Tungkai Pada Peserta Ekstrakurikuler Atletik Nomor Lompat Jauh Di SMAN 1 Turen Kabupaten Malang”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Nurrohmah, M.Kes., (II) Drs. Agus Tomi, M.Pd. Kata Kunci:Modifikasimodel latihan pliometrik Pada waktu kegiatan ekstrakurikuler peserta kurang banyak melakukan latihan kekuatan otot tungkai yang sesuai pada tujuan latihan, sehingga penting dilakukan penelitian tentang modifikasi model latihan pliometrik kekuatan otot tungkai. Pengembangkan modifikasi model latihan pliometrik kekuatan otot tungkai pada nomor lompat jauh. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat menjadi solusi dalam latihan, agar siswa tidak bosan dengan latihan lompat jauh yang nantinya bisa meningkatkan kemampuan melakukan lompat jauh. Analisis yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari penelitian awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil, dan kelompok besar.Modifikasi model latihan pliometrik ini dikembangkan melalui saran dan evaluasi para ahli serta uji coba lapangan, yaitu 1 ahli atletik, 1 ahli kepelatihan atletik, 1 ahli media, dan 1 ahli pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Hasil uji coba tahap I (uji coba kelompok kecil) yaitu 78,94% (cukup valid) dan uji coba tahap II (uji coba kelompok besar)88,34% (sangat valid) dapat diartikan pengembangan modifikasi model latihan pliometrik kekuatan otot tungkai pada peserta ekstrakurikuler atletik nomor lompat jauh di SMAN 1 Turen Kabupaten Malang menarik untuk dilakukan, mudah untuk dilakukan, jelas untuk dilakukan, serta bermanfaat bagipeserta ekstrakurikuler atletik nomor lompat jauh di SMAN 1 Turen Kabupaten Malang. Kesimpulan : Pengembangan modifikasi model latihan pliometrik kekuatan otot tungkai pada peserta ekstrakurikuler atletik nomor lompat jauh di SMAN 1 Turen Kabupaten Malang menarik untuk dilakukan, mudah untuk dilakukan, serta bermanfaat untuk peserta ekstrakurikuler atletik nomor lompat jauh di SMAN 1 Turen Kabupaten Malang dengan beberapa model latihan pliometrik yang terdiri dari: (1) 1-2-3 (1-2-3 drill, (2) berdiri lompat jauh dengan lari cepat (standing long jump with sprint), (3) berdiri tiga langkah dengan melompati penghalang (standing triple with barrier jump), (4) melompati penghalang (barrier hops / hurdle hops), (5) berdiri lompat jauh dengan melewati penghalang (standing long jump with hurdle hop), (6) beberapa box-ke-box melompat dengan satu kaki pendaratan (multiple box-to-box jumps with single leg landing),(7) (dari box) lompat ke bawah dilanjutkan lompat tinggi ke box selanjutnya (depth jump to prescribed heigh),(8) menghubungkan kombinasi langkah dengan satu gerakan lengan (combination bounding with single arm action) dan, (9) menghubungkan kombinasi langkah dengan lompatan vertikal (combination bounding with vertical jump)
Pengaruh Latihan Drill Dengan Paddle Dan Ayunan Lengan Terhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas Pada Ekstrakurikuler Aquatic Di SMA Negeri 5 Malang
ABSTRAK Susanto. M. E. 2016. Pengaruh Latihan Drill Dengan Paddle Dan Ayunan LenganTerhadap Kecepatan Renang Gaya Bebas Pada Ekstrakurikuler Aquatic DiSMA Negeri 5 Malang, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan,Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Prof. Dr. M.E Winarno, M.Pd, (II) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: Drill, Paddle dan Ayunan Lengan, Kecepatan, Renang Gaya Bebas. Berdasarkan observasi awal pada kecepatan renang gaya bebaskemampuan siswa ekstrakurikuler Aquatic di SMA Negeri 5 Malang memilikiotot tungkai dan otot lengan yang lemah sehingga dibutuhkan pelatihan kekuatanberupa latihan drill dengan paddle dan ayunan lengan. Berdasarkan masalahtersebut peneliti melakukan penelitian berjudul pengaruh latihan drill denganpaddle dan ayunan lengan terhadap kecepatan renang gaya bebas padaekstrakurikuler aquatic di SMA Negeri 5 Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh antaralatihan drill dengan paddle dan ayunan lengan terhadap kecepatan renang gayabebas. Mengetahui pengaruh latihan drill terhadap kecepatan renang gaya bebas.Mengetahui pengaruh latihan paddle dan ayunan lengan terhadap kecepatanrenang gaya bebas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu(quasi eksperimental). Teknik pengambilan sampel dipilih menggunakan tekniksistimatic total sampling dilakukan dengan cara mengambil semua sampel yangada sejumlah 24 siswa pada peserta ekstrakurikuler Aquatic di SMA Negeri 5Malang. Sampel dibagi menjadi dua kelompok. kelompok eksperimen berjumlah12 siswa dan kelompok kontrol berjumlah 12 siswa. Pengumpulan datamenggunakan eksperimen semu dan observasi tes awal. Analisis datamenggunakan statistika inferensial berupa analisis kovarians. Hasil analisis kovarian satu jalur (anakova) skor peningkatan kecepatanrenang gaya bebas kelompok latihan diperoleh F hitung sebesar 8,37 > F tabel4,32 pada signifikasi 0,05. Dengan demikian tidak ada pengaruh yang signifikan antara kecepatanrenang gaya bebas hasil latihan drill dengan latihan paddle dan ayunan lengan.Terdapat pengaruh yang signifikan antara selisih peningkatan kecepatan renanggaya bebas hasil latihan drill dengan latihan paddle dan ayunan lengan
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN DRIBBLING KAKI BAGIAN DALAM PADA PERMAINANSEPAKBOLA MENGGUNAKAN METODE BERMAIN UNTUK SISWA KELAS X-2DI SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL KOTA MALANG
ABSTRAK Rosalina, Dicky. 2017. “Upaya Meningkatkan Keterampilan Dribbling Kaki Bagian Dalam pada Permainan Sepakbola menggunakan Metode Bermain untuk Siswa Kelas X-2 di SMA Brawijaya Smart School Kota Malang”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Tomi, M.Pd, (II) Fahrial Amiq, S.Or., M.Pd. Kata Kunci: dribbling kaki bagian dalam, permainan sepakbola, metode bermainSepakbola merupakan olahraga permainan yang dimainkan oleh dua tim yang beranggotakan sebelas pemain dengan masing-masing tim mempertahankan sebuah gawang dan berusaha memasukkan bola ke gawang lawan. Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh data bahwa keterampilan teknik dribbling kaki bagian dalam pada permainan sepakbola di kelas X-2 SMA Brawijaya Smart School Kota Malang sebesar 42,3%. Hal ini menunjukkan bahwa teknik dribbling kaki bagian dalam masih kurang dan belum maksimal.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dribbling kaki bagian dalam pada permainan sepakbola di kelas X-2 SMA Brawijaya Smart School Kota Malang menggunakan metode bermain.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas X-2 di SMA Brawijaya Smart School Kota Malang dengan jumlah 26 siswa, yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan.Hasil penelitian melalui metode bermain ini menunjukkan bahwa keterampilan teknik dribbling kaki bagian dalam pada permainan sepakbola di kelas X-2 SMA Brawijaya Smart School Kota Malang mengalami peningkatan setelah diberikan tindakan dari siklus 1 dan siklus 2. Tingkat keberhasilan siswa kelas X-2 pada siklus 1 dengan persentase ketuntasan keseluruhan teknik dribbling kaki bagian dalam diperoleh dari observer 1 sebanyak 69%, observer 2 sebanyak 71%. Sedangkan tingkat keberhasilan siswa kelas X-2 pada siklus 2 dengan persentase ketuntasan keseluruhan teknik dribbling kaki bagian dalam diperoleh dari observer 1 sebanyak 87%, observer 2 sebanyak 89%. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini bahwa penerapan metode bermain dapat meningkatkan keterampilan teknik dribbling kaki bagian dalam pada permainan sepakbola di kelas X-2 SMA Brawijaya Smart School Kota Malang. Saran yang dapat diberikan kepada guru pendidikan jasmani di SMA Brawijaya Smart School Kota Malang, hendaknya menggunakan metode bermain yang lebih bervariasi sehingga siswa akan termotivasi dan bersemangat untuk meningkatkan kemampuan dribbling kaki bagian dalam
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN PASSING ATAS PERMAINAN BOLAVOLI BAGI PESERTA EKSTRAKURIKULER DI SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Yolandiarko, Putri Fadila 2017 Pengembangan Model Latihan Passing Atas Permainan Bolavoli Bagi Peserta Ekstrakurikuler di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Agus Tomi, M.Pd, (2) Gema Fitriady, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Model Latihan, Passing Atas, Permainan Bolavoli.Permainan bolavoli adalah olahraga beregu yang dimainkan oleh dua regu, setiap regu terdiri dari enam orang pemain. Dalampermainanbolavoliterdapat 4 teknikdasar yang harusdikuasaiyaituservice, passing, smash, dan block.Teknik passing atasadalahteknik untuk mengumpan kepada teman seregunya. Tetapi berdasarkan hasil pengamatan pada peserta ekstrakurikuler SMA Laboratorium UM Malang, latihan passing merupakan kebutuhan sampingan terutama pada passing atas yang hanya disisipkan dalam berlatih dan dalam berlatih hanya mengutamakan smash dan block. Sehingga hasil analisis kebutuhan yang diperoleh yaitu diketahui 7 peserta ekstrakurikuler (58,33%) menyatakansangatdibutuhkan model latihanpassing ataspadaekstrakurikulerbolavoli.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model latihan passing atas permainan bolavoli bagi peserta ekstrakurikuler di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang.Dalam penelitian ini menggunakan model prosedural dengan langkah-langkah pengembangan merujuk pendapat borg and gall. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis produk awal dengan mengumpulkan informasi dan kajian pustaka, perencanaan produk, pengembangan produk awal, melakukan revisi para ahli, uji coba kelompok kecil, uji coba kelompok besar, dan revisi akhir, sehingga akan diperoleh produk akhir yang diinginkan.Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh hasil penelitian melalui hasil produk model latihan passing atas permainan bolavoli yaitu hasil justifikasi ahli permainan bolavoli 86% keterangan baik sekali, ahli guru pendidikan jasmani 84% keterangan baik sekali, ahli media 76% keterangan baik, hasil uji coba kelompok kecil 86,6% keterangan baik sekali, hasil uji coba kelompok besar 85% keterangan baik sekali. Hasil produk penelitian ini kemudian dikemas dalam bentuk buku saku dengan menggunakan bahasa yang mudah untuk dimengerti dan dipahami. Kesimpulan hasil penelitian bahwa model latihan passing atas permainan bolavoli sesuai, menarik, mudah dan bermanfaat digunakan bagi peserta ekstrakurikuler di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Saran penelitian adalah produk model latihan passing atas permainan bolavoli ini dapatdijadikan salah satu alternatif latihan permainan bolavoli, latihan lebih bervariasi dan menarik
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PASSING BAWAH BOLAVOLI MENGGUNAKAN METODE DRILL BERVARIASI DI KLUB BOLAVOLI V3 KOTA BLITAR
ABSTRAK Permainanbolavoliadalahsuatupermainan yang dimainkanolehduaregudenganmasing-masingreguterdiridarienam orang pemain di ataslapanganpersegiempat yang berukuran 18m x 9m.Teknikdasarbermainbolavolidibagimenjadiempatmacamyaituteknikservice, passing, smash,danblock.Teknikdasarpassingbawahmerupakanlangkahawaluntukmembangunserangandalampermainanbolavolidanteknikiniseringdilakukandalampermainanbolavolidibandingkandengantekniklainnya.Berdasarkanhasilobservasiselamalatihan, materipassingbawahpermaianbolavolikurangbervariasi, sehinggaminatpesertauntukmelakukanlatihanpassingbawahkurangmaksimal
Studi Komparatif Perkembangan Kelincahan Anak Usia 10 Tahun Berdasarkan Perbedaan Ketinggian Tempat Tinggal di Wilayah Malang Raya
ABSTRAK Anak sangat membutuhkan kelincahan untuk menunjang gerak yang dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Namun tingkat kelincahan tiap anak berbedaa kibat adanya faktor yang mempengaruhinya. Kondisi ketinggian tempat tinggal, lingkungan, keadaan iklim atau cuaca serta aktivitas sehari-hari merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi kelincahan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan tingkat kelincahan dan mengkaji perbedaan anak putra usia 10 tahun yang berada di dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi.Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 5-22 April 2017 dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampling purposive. Sampel yang digunakan pada dataran rendah ada di SDN Sitiarjo 1, SDN Tambakrejo 1, SDN Tambakrejo 2 sedangkan dataran sedang di SDN Bareng 3, SDN Kauman 2, SDN Bareng 1, dan dataran tinggi di SD Songgokerto 1, SDN Sidomulyo 1, SDN Pesanggrahan 2.Jumlah total sampel adalah 91 anak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lari shuttle run 4x10 meter versi A.C.S.P.F.T.Berdasarkan hasil Anava menjelaskan bahwa probabilitas 0,000 < 0,05 artinya terdapat perbedaan rata-rata kelincahananakusia 10 tahun di dataranrendah, dataran sedang, dan dataran tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat perbedaan wilayah tempat tinggal di dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi terhadap kelincahan anak putra usia 10 tahun. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa nilai signifikansi adalah 0.00 yang berarti nilai signifikansi kurang dari = 0.05, artinya terdapat perbedaan rata-rata kelincahananakputrausia 10 tahun di dataranrendah, dataran sedang, dan dataran tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat perbedaan wilayah tempat tinggal di dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi terhadap kelincahan anak putra usia 10 tahun. Hasil uji Tukey menjelaskan bahwa perbandingan nilai dataran rendah dan dataran sedang kurang dari = 0.05 berarti terdapat perbedaan rata-rata kelincahan anak putra usia 10 tahun antara dataran rendah dan dataran sedang. Perbandingan nilai dataran rendah dan dataran tinggi kurang dari = 0.05 berarti terdapat perbedaan rata-rata kelincahan anak putra usia 10 tahun antara dataran rendah dan dataran tinggi. Perbandingan nilai dataran sedang dan dataran tinggi kurang dari = 0.05 berarti terdapat perbedaan rata-rata kelincahan anak putra usia 10 tahun antara dataran sedang dan dataran tinggi. Diharapkan dalam pembelajaran pendidikan jasmani guru mampu memperhatikan letak geografis, agar dapat memaksimalkan gerak siswa yang nantinya memberi dampak yang lebih baik pada kelincahan siswa