SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    Pengaruh Metode Drill dan Metode Small-Sided Games terhadap Hasil Belajar Passing Futsal pada Peserta Ekstrakurikuler Futsal di SMA Negeri Batu

    No full text
    ABSTRAK Permainan futsal terdiri dari dua tim yang saling berhadapan dengan setiap timnya berjumlah lima orang dimana tujuannya adalah untuk memasukkan bola ke gawang lawan. Selain pemain utama, setiap tim diizinkan untuk memiliki pemain cadangan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode drill dan metode small-sided games terhadap hasil belajar ketepatan passing futsal pada peserta ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri Batu.Penelitian ini menggunakan penelitian the stastic group pretest-postets design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 28 peserta dimana 14 peserta sebagai kelompok drill yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Batu dan 14 peserta sebagai kelompok small-sided games yang dilaksanakan di SMA Negeri 1. Analisis data dari penelitian ini menggunakan teknik analisis varians satu jalur.Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa: (1) pembelajaran metode drill memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar ketepatan passing futsal pada peserta ekstrakurikuler futsal SMA Negeri Batu (Fhitung 29,43 > Ftabel 4,23), (2) pembelajaran metode small-sided games memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar ketepatan passing futsal pada peserta ekstrakurikuler futsal SMA Negeri Batu (Fhitung 15,79 > Ftabel 4,23), (3) tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara pembelajaran metode drill dengan small-sided games terhadap hasil belajar ketepatan passing futsal pada peserta ekstrakurikuler futsal  SMA Negeri Batu (Fhitung 0,07 < Ftabel 4,23), tetapi berdasarkan rata-rata skor akhir pembelajaran drill memberikan pengaruh yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode drill memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan pembelajaran menggunakan metode small-sided games terhadap hasil belajar ketepatan passing futsal peserta ekstrakurikuler futsal SMA. Saran yang dapat diberikan adalah pembelajaran metode drill dan metode small-sided games hendaknya dilakukan pada pembelajaran gerak lainnya

    Perbedaan Pengaruh Latihan Small Sided Games Type Intermitten dan Continou Terhadap Kapasitas Aerobik Pemain Sepakbola Indonesia Muda Kabupaten Lamongan

    No full text
    ABSTRAK kemampuan fisik sangat dibutuhkan oleh atlet untuk mencapai prestasi yang maksimal, dengan banyaknya latihan yang sesuai maka kemampuan atlet semakin meningkat. Salah satunya kapasitas aerobik. Berdasarkan hasil tes menggunakan multistage fitnes test yang dilakukan oleh peneliti, diperoleh hasil kapasitas aerobik kategori sangat tidak bugar (STB) memiliki jumlah responden paling banyak dengan 17 atlet memperoleh persentase 43,58% dari total 39 atlet sepakbola klub Indonesia Muda Kabupaten Lamongan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan small sided games type intermitten dan continou terhadap kapasitas aerobik.Jenis penelitian ini adalah eksperimen, rancangan penelitian menggunakan true experimental dengan randomized control group pretest-posttest,populasi dalam penelitian ini adalah pemain sepakbola Indonesia Muda yang mengikuti pelatihan sepakbola sebanyak 39 atlet. Kemudian dibagi menjadi tiga kelompok yang masing-masing (13 atlet kelompok intermittent, 13 atlet kelompok continou, 13 atlet kelompok kontrol)Pembagian kelompok menggunakan random sampling. Untuk mengetahui kapasitas aerobik tiap pemain sebelum dan sesudah pemberian treatment dilakukan tes dan pengukuran menggunakan multistage fitness test. Analisis data dengan menggunakan Uji-t dan Anova yang diteruskan ke perhitungan Last Significant Difference dan Scheffe.Hasil penelitian menunjukan bahwa latihan small sided games type intermittent dapat memberikan peningkatan yang signifikan (p = 0,000 < 0,05). Latihan small sided games type continou dapat memberikan peningkatan yang signifikan (p = 0,000 < 0,05). Terdapat perbedaan yang signifikan antara latihan small sided games type intermittent dan small sided games type continou dengan perbedaan 3,815 dan nilai Sig. (p = 0,01 < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh latihan small sided games type intermittent dan small sided games type continou. Jenis terbaik untuk meningkatkan kapasitas aerobik adalah small sided games type intermittent. Untuk meneliti lebih dalam dan mengembangkan bentuk penelitian lain dengan variabel yang berbeda dengan subjek penelitian yang luas

    STUDI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI K-13 KELAS 11 SEMESTER I DI SMA NEGERI 8 MALANG TAHUN 2016/ 2017

    No full text
    ABSTRAK  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani K-13 kelas 11 semester di SMA Negeri 8 Malang. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian non eksperimental berupa Deskriptif Survei. Subjek yang digunakan adalah 3 guru pendidikan jasmani dan 110 murid kelas 11.Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proposional sampling. Instumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah teknik observasi, lembar angket/kuisioner, wawancara dan dokumentasi, teknik analisis data yang dipergunakan yaitu teknik deksriptif kualitatif. Dari perolehan angket diperoleh hasil pelaksanaan pembelajaran  pendidikan jasmani K-13 hanya dilaksanakan 88% dan 12% tidak dilaksanakan. Saran yang dapat diberikan kepada guru adalah pembelajaran pendidikan jasmani K-13 harus diberikan secara keseluruhan dengan baik

    Survei Kebugaran Motorik Siswa Ekstrakurikuler Bolavoli Kelas VIII Di SMP Negeri 2 Jabung Kabupaten Malang.

    No full text
    ABSTRAK Kata Kunci:survei, kebugaran motorik, siswa ekstrakurikuler bolavoliPada siswa yang mempunyai kebugaran motorik yang baik akan dengan mudah melakukan aktivitas jasmani tanpa kelelahan yang berlebihan. Berdasarkan kenyataan dilapangan, khusunya di ekstrakurikuler bolavoli SMP Negeri 2 Jabung, kebugaran jasmani yang dimiliki siswa terutama yang berhubungan dengan gerak melompat masih kurang. Selain itu siswa belum pernah dilakukan pengukuran daya ledak otot tungkai.Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui dan memperoleh informasi daya ledak otot tungkai bentuk loncat tegak pada siswa ekstrakurikuler bolavoli di SMP Negeri 2 Jabung kabupaten Malang. (2) Untuk mengetahui dan memperoleh informasi daya ledak otot tungkai bentuk loncat jauh tanpa awalan pada siswa ektrakurikuler bolavoli kelas VIII di SMP Negeri 2 Jabung kabupaten Malang.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan jumlah subjek penelitian 25 orang siswa ektrakurikuler bolavoli kelas VIII denganteknik pengambilan data menggunakan tes dan pengukuran, Instrumen penelitian dalam tes adalah loncat tegak, loncat jauh tanpa awalan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kalkulator casio FX-3700 P.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada peserta putra terdapat 1 siswa (4%) tergolong dalamklasifikasi kurang, 3 siswa (12%) tergolong dalam klasifikasi kurang, 5 siswa (20%) tergolong dalam klasifikasi kurang sekali+, dan 1 (4%) siswa tergolong dalam klasifikasi kurang sekali. Pada peserta putri1 siswa (4%) tergolong dalamklasifikasi sedang, 5 siswa (20%) tergolong dalam klasifikasi kurang+, 7 (28%) siswa tergolong dalam klasifikasi kurang, dan 2 siswa (8%) tergolong dalam klasifikasi kurang sekali+. Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat ditarik kesimpulan rata-rata siswa ekstrakurikuler ekstrakurikuler bola voli kelas VIIISMP Negeri 2 Jabung Kabupaten Malang tergolong dalam kategori nilai tes daya ledak otot tungkai kurang.Diharapkan pada pelatih ekstrakurikuler agar memberikan pola pembelajaran dan pelatihan dengan metode permainan yang memiliki aktivitas melompat ataupun meloncat yang lebih banyak sehingga dapat meningkatkan kemampuan motorik unsur daya ledak otot tungkai siswa ektrakurikuler bolavoli

    Pengembangan Multimedia Electronic-Book (E-Book) Senam Lantai Bagi Siswa Sekolah Menengah Atas

    No full text
    ABSTRAK Berdasarkan observasi awal yang dilakukan melalui pengamatan pada pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan Sekolah Menengah Atas, ditemukan bahwa siswa belum memahami materi senam lantai. Sedangkan melalui guru pendidikan jasmani dan kesehatan, guru belum memiliki bahan ajar pembelajaran senam lantai yang berbentuk multimedia e-book senam lantai. Penyebaran kuisioner terhadap 42 siswa, 42 siswa menyatakan bahwa tidak pernah menggunakan media pembelajaran berupa multimedia e-book senam lantai.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia e-book senam lantai dan petunjuk penggunaan multimedia e-book senam lantai bagi Sekolah Menengah Atas. Dengan adanya pengembangan ini diharapkan dapat membantu dan mempermudah siswa dan guru pendidikan jasmani dan kesehatan di Sekolah Menengah Atas untuk penguasaan dan pemahaman pelaksanaan pembelajaran senam lantai secara menyeluruh.Penelitian yang dilaksanakan pada siswa Sekolah Menengah Atas ini termasuk penelitian dan pengembangan (research and development) yang mengacu pada model penelitian dan pengembangan Borg And Gall. Dalam penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuisioner.Hasil pengembangan dari produk ini berupa CD (compact disc) beserta buku petunjuk penggunaan CD (compact disc) e-book senam lantai yang bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam penggunaan multimedia. Berdasarkan uji coba kelompok kecil pada 20 siswa Sekolah Menengah Atas Negeri secara random yang dilakukan diperoleh persentase 80,25% yang berarti seluruh aspek dalam produk yang dikembangkan sudah baik dan dapat digunakan untuk melakukan uji lapangan (kelompok besar). Sedangkan pada uji coba kelompok besar pada 40 siswa diperoleh persentase 84,13% yang berarti dapat disimpulkan bahwa seluruh aspek yang terdapat dalam produk pengembangan multimedia e-book senam lantai bagi Sekolah Menengah Atas sudah baik dan dapat digunakan. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan multimedia e-book senam lantai bagi Sekolah Menengah Atas dapat dipergunakan karena mudah dioperasikan, produk yang dihasilkan menarik minat siswa untuk mempelajari materi senam lantai

    PERBEDAAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA OLAHRAGAWAN PENCAK SILAT FIK DAN OLAHRAGAWAN UKM PENCAK SILAT UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Wardani, Desinta Adelia. 2017. Perbedaan Tingkat Kebugaran Jasmani antara Olahragawan Pencak Silat Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Olahragawan Unit Kegiatan Mahasiswa. Pencak Silat Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes., (II) Usman Wahyudi, S.Pd. M.Pd.   Kata Kunci: Kebugaran Jasmani, TKJI, Pencak Silat Olahragawan pencak silat Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) dan olahragawan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pencak silat melakukan aktifitas latihan bersama-sama, tetapi kondisi kebugaran jasmani tiap olahragawan tidak menunjukkan kondisi yang prima. Oleh karena itu, penting dilakukan penelitian tentang kebugaran jasmani dengan judul “Perbedaan Tingkat Kebugaran Jasmani antara Olahragawan Pencak Silat Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Olahragawan Unit Kegiatan Mahasiswa Pencak Silat Universitas Negeri Malang”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara olahragawan pencak silat FIK dan olahragawan UKM pencak silat. Rancangan penelitian adalah rancangan kausal komparatif. Metode yang digunakan adalah metode survey. Sampel yang diambil 25 orang olahragawan pencak silat FIK dan 25 orang olahragawan UKM pencak silat menggunakan teknik probability proportional random sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen tes dan non tes. Teknik pengukuran bentuk tes yaitu tes kebugaran jasmani versi Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) usia 16 sampai 19 tahun. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik Independent Sample T-test. Berdasarkan hasil analisis uji normalitas olahragawan pencak silat FIK, L hitung 0,1471 t-tabel 2,0106, artinya ada perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara olahragawan pencak silat FIK dan olahragawan UKM pencak silat. Tingkat kebugaran jasmani olahragawan pencak silat FIK lebih baik dari olahragawan UKM pencak silat. Saran peneliti, jika ingin meningkatkan kebugaran jasmani yang baik, perlu dilakukan aktifitas fisik yang rutin

    PENGEMBANGAN LATIHAN FISIK DENGAN METODE CROCODILE WALK UNTUK MELATIH PUKULAN DEPAN DALAM OLAHRAGA PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE DI PADEPOKAN CABANG LAMONGAN

    No full text
    ABSTRAK Asrori, Wildan. 2017. Pengembangan LatihanFisikDenganMetodeCrocodileWalkuntukMelatihPukulanDepanDalamOlahragaPencakSilatPersaudaraanSetiaHatiTerate Di PadepokanCabangLamongan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd., (2) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd, M.Pd., Kata kunci:Pengembangan, Multimedia Interaktif, CrocodileWalkBerdasarkan observasi awal dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan pelatih dansiswasabukputih PSHT CabangLamongan pada tanggal 4 Juni2016. Dari hasil observasi saat kegiatanlatihan di Padepokanlatihan Crocodile walk hanyaistilahdanbelum di VCDkan diketahui bahwa sebelumnya, pelatih kesulitan mengontrol jalannya latihan, siswa kesulitan mencerna materi yang diberikan, penyampaian materi kurang variatif sehingga siswa bosan, siswa kurang banyak mendapatkan kesempatan memparktikkan materi.Dari hasil analisis kebutuhan untuk pelatih diketahui bahwa belum semua teknik dasar diberikan saat latihan, pelatih belum pernah menggunakan media pembelajaran, pelatih belum pernah menggunakan multimedia interaktif.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang ada yaitu dengan mengembangkan multimedia intrekatifPengembangan LatihanFisikDenganMetodeCrocodileWalkUntukMelatihPukulanDepanDalamOlahragaPencakSilatPersaudaraanSetiaHatiTerate Di PadepokanCabangLamongan.Yang dikemasolehVCDDiharapkan, pengembangan ini dapat membantu Pelatihdansiswa lebih mudah memahami materi tekniklatihan.Penelitian yang dilakukan di Padepokan PSHT CabangLamonganl ini termasuk penelitian dan pengembangan. Dalam penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan persentase. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penyebaran angket.Dari validasi ahliPencakSilat IPSI diperoleh hasil 95 %, baiksekali dandapatdigunakan, dari ahli Pelatih PSHT diperoleh hasil 90 %, baiksekali dandapatdigunakan, dari ahli media diperoleh hasil 87,5 %, baik dan dapat digunakan. Dari uji coba kelompok kecil diperoleh hasil 97,5 %, baiksekali dan dapat diuji cobakan, serta dari uji coba lapangan (kelompok besar) diperoleh hasil 93 %, baiksekali dan dapat digunakan.Revisi terhadap produk yang dikembangkan berdasarkan dari saran para ahli adalah sebagai berikut: (1)Pada rancangan produk awal yang dibuat oleh peneliti, dibagian suara pembuka yang kurang jelas, sehingga peneliti melakukan revisi dengan menambahkan effect suara untuk memperjelas.(2) Pada rancangan produk awal yang dibuat oleh peneliti, dibagian pengulangan gerak (slow motion). (3) Pada rancangan produk awal yang dibuat oleh peneliti belum menambahkan teks dan suara

    PERBANDINGAN PENGARUH GAYA MENGAJAR LATIHAN DENGAN GAYA MENGAJAR RESIPROKAL TERHADAP KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR SEPAKBOLA KELAS X SMAN 1 SRENGAT

    No full text
    ABSTRAK Mega Yuwana, Hendrik. 2016 Studi Perbandingan Pengaruh Gaya Mengajar Latihan dengan Gaya Mengajar Resiprokal Terhadap Keaktifan Siswa Pada Pembelajaran Teknik dasar Sepakbola kelas X SMAN 1 Srengat. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd, (II) Dr. Eko Hariyanto, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran, Gaya Mengajar Latihan, Gaya Mengajar Resiprokal, Keaktifan Siswa. Konsep pembelajaran dari Mosston membagi peran yang spesifik antara guru dan siswa. Pembelajaran dibagi menjadi 3 tahap yaitu pre-impact, impact dan post-impact. Tujuan pembelajaran untuk siswa yaitu mengembangkan 4 ranah yaitu kognitif, afektif, fisik, psikomotor. Untuk itu siswa dituntut aktif dalam pembelajaran. Selain kemampuan mengajar, guru dituntut untuk bisa memilih metode mengajar yang relevan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan mengkaji perbandingan pengaruh gaya mengajar latihan dengan gaya mengajar resiprokal terhadap keaktifan siswa pada pembelajaran teknik dasar sepakbola kelas X SMAN 1 Srengat. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen rancangan pretest dan posttest dengan pemilahan kelompok yang diacak. Populasi sebanyak 494 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sampling claster, yang menghasilkan kelas X.J sebagai kelompok eksperimen gaya mengajar latihan dan kelas X.I sebagai kelompok gaya mengajar resiprokal. Sampel penelitian sebanyak 72 siswa kelas X SMAN 1 Srengat. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian adalah form observasi keaktifan siswa. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis varians satu jalur. Dari hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan yaitu: (1) gaya mengajar latihan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keaktifan siswa pada pembelajaran teknik dasar sepakbola SMAN 1 Srengat (F hitung = 58.87 > F tabel 3,98), (2) gaya mengajar resiprokal memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keaktifan siswa pada pembelajaran teknik dasar sepakbola SMAN 1 Srengat (F hitung = 69,43 > F tabel 3,98), (3) ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara gaya mengajar latihan dengan gaya mengajar resiprokal terhadap keaktifan siswa pada pembelajaran teknik dasar sepakbola SMAN 1 Srengat (F hitung = 4,52 > F tabel 3,98). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gaya mengajar resiprokal memberikan pengaruh yang lebih baik dibanding gaya mengajar latihan untuk meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran teknik dasar sepakbola SMAN 1 Srengat. Saran yang dapat diberikan kepada guru Pendidikan Jasmani di SMAN 1 Srengat, hendaknya menggunakan gaya mengajar resiprokal untuk meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran teknik dasar sepakbola

    Meningkatkan Keterampilan Teknik Pukulan Forehand Lob dengan Menggunakan Variasi Latihan Bagi Peserta Ekstrakurikuler Bulutangkis Di SMA Negeri 2 Blitar

    No full text
    ABSTRAK Risang Permadi, Bagus. 2016. Meningkatkan Keterampilan Teknik Pukulan Forehand Lob dengan Menggunakan Variasi Latihan Bagi Peserta Ekstrakurikuler Bulutangkis Di SMA Negeri 2 Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: (I) Dra. Sri Purnami, M.Pd., (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: pukulan forehand lob bulutangkis, variasi latihan, ekstrakurikuler. Untuk mencapai keterampilan teknik pukulan forehand lob yang bagus harus ada solusi atau sejenis jalan keluar untuk mengatasi masalah ini. Sehingga mengacu pada latar belakang di atas, maka penelitian bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknik pukulan forehand lob dengan menggunakan variasi latihan. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Olahraga (PTO) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus dengan tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) refleksi. Dalam proses penelitian, peneliti berkolaborasi dengan pelatih untuk menyusun program latihan selama dua siklus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi atau pengamatan. Sesuai program latihan yang telah disusun, latihan dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan pada tiap siklus dengan melibatkan jumlah peserta latihan yaitu 12 orang. Adapun hasil peningkatan keterampilan teknik pukulan forehand lob yang terdiri dari sikap persiapan, gerakan memukul, gerakan lanjutan, dan arah bola adalah sebagai berikut pada sikap persiapan persentase benar mencapai 100% sedangkan persentase salah mencapai 0%. Pada gerakan memukul persentase benar mencapai 92,50% sedangkan persentase salah mencapai 7,50%. Pada gerakan lanjutan persentase benar mencapai 85,83% sedangkan persentase salah mencapai 14,17%. Pada arah bola persentase benar mencapai 81,67% sedangkan persentase salah mencapai 18,33%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan teknik pukulan forehand lob peserta ekstrakurikuler bulutangkis di SMA Negeri 2 Blitar mengalami peningkatan setelah dilakukan latihan dengan berbagai variasi. Selain itu dapat meningkatan proses latihan yang meliputi kinerja pelatih dalam menyampaikan materi, menciptakan suasana yang menyenangkan, menumbuhkan antusias peserta, dan mengontrol jalannya latihan. Saran yang dapat diberikan yaitu penelitian ini sebagai acuan untuk menentukan program latihan yang lebih baik. Selain itu bagi pelatih agar lebih memperhatikan peserta didik ketika melaksanakan latihan agar proses latihan berlangsung dengan baik dan terkontrol sehingga materi dapat tersampaikan dengan jelas.     ABSTRACT Risang Permadi, Bagus. 2016. Skills Forehand Lob Punch Techniques Using Exercise Variations for Extracurricular Badminton Participants at SMAN 2 Blitar. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Supervisor I: (I) Dra. Sri Purnami, M.Pd., (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd. Keywords: forehand lob badminton, exercise variations, extracurricular. To achieve the technical skills forehand lob nice there must be a kind of a solution or a way out to solve this problem. The purpose of this research is to improve the forehand lob engineering skills using a variety of exercises. This study uses a Sports Action Research (PTO) with the quantitative and qualitative descriptive approach. This study was conducted in two stage with each stage consist of four phases: (1) planning, (2) implementation, (3) observation, and (4) reflection. In this study, researchers collaborated with a coach to develop a training program for two stage with the data collection in the form of observation. Appropriate exercises program that has been prepared, the exercise is done as much as 6 meetings in each stage involving the number of trainees is 12 people. The result of the upgrading forehand lob technical skills consisting of the preparatory stance, hitting motion, continued movement and direct ball are follow in percentage correct preparation attitude reaches 100% while the false percentage is 0%. In the hitting motion correct percentage reached 92.50% while the false percentage of reached 7.50%. In continued movement correct percentage reached 85.83% while the false percentage reached 14.17%. At the direct ball right percentage reached 81.67% while the false percentage of one reached 18.33%. The conclusion of this analysis, is to show that the engineering forehand lob skills in extracurricular badminton participants at SMAN 2 Blitar has increased after exercise with different variations. Moreover, it can improve the training process that includes performance trainers in presenting the material, creating a pleasant atmosphere, grow enthusiastic participants, and control the practice. Advice can be given that this study as a reference to determine a better workout program. In addition the coaches for more attention to learners when carrying out training exercises that the process is going well and controlled so that the material can be conveyed clearly.

    Studi Motivasi Peserta Ekstrakurikuler Dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Pencak Silat NU Pagar Nusa Di SMK Negeri 12 Malang

    No full text
    ABSTRAK Muzakki, Ahmad Zulfa. 2016. Studi Motivasi Peserta Ekstrakurikuler Dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Pencak Silat NU Pagar Nusa Di SMK Negeri 12 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Agus Tomi, M.Pd, (2) Drs. Sri Purnami, M.Pd. Kata Kunci: Motivasi, Ekstrakurikuler Pencak Silat, IPSNU Pagar Nusa, SMK Negeri 12 Malang. Pencak silat pada dasarnya adalah pembelaan diri dari insan Indonesia untuk menghindarkan diri dari segala mala petaka. Pencak silat dapat mempunyai pengertian dasar beladiri yang terikat pada peraturan dan digunakan dalam belajar, latihan dan pertunjukan. Salah satu masalah penting yang melanda diri setiap peserta ekstrakurikuler dan pelatih dalam proses pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler adalah  motivasi. Motivasi berperan penting dalam membantu menentukan berhasil tidaknya setiap individu dalam hal ini peserta ekstrakurikuler dalam proses latihan dan pertandingan. Berdasarkan hasil wawancara dengan pelatih ekstrakurikuler pencak silat NU Pagar Nusa SMK Negeri 12 Malang  yang dilakukan pada tanggal 30 Januari 2016, peserta ekstrakurikuler yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ini sebanyak 36 anak dengan rincian peserta putra 18 dan putri 18, akan tetapi yang aktif hanya sekitar 10 sampai 15 anak saja. Berdasarkan hasil wawancara tersebut, motivasi peserta ekstrakurikuler dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencak silat NU Pagar Nusa di SMK Negeri 12 Malang masih tergolong rendah. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motivasi siswa SMK Negeri 12 Malang terhadap kegiatan ekstrakurikuler pencak silat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Pada penelitian ini sampel yang diambil 100% dari jumlah populasi sebanyak 36 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi intrinsik dan sub variabel motivasi ekstrinsik dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar peserta ekstrakurikuler mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencak silat NU Pagar Nusa di SMK Negeri 12 Malang termotivasi intrinsik sebesar 90,4%  dan termotivasi ekstrinsik sebesar 25,4%. Dari kedua variabel motivasi intrinsik dan ekstrinsik dapat disimpulkan bahwasannya yang paling mempengaruhi motivasi peserta ekstrakurikuler pencak silat NU Pagar Nusa SMK Negeri 12 Malang adalah motivasi Intrinsik dari peserta ekstrakurikuler sendiri.

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇