SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT KELAS X DI SMA NEGERI 1 KESAMBEN
ABSTRAK Sebtika. Nanda Asttrid.2017.EvaluasiProgram Pembelajaran Pendidikan Jasmani, OlahragadanKesehatanMenggunakanAnalisis SWOT kelas X di SMA Negeri 1 Kesamben. Skripsi, Jurusan Pendidikan JasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E. Winarno, M.Pd, (II) Drs. Sugiyanto, M.Pd. Kata Kunci: Evaluasi, Program Pembelajaran PJOK, Analisis SWOTPembelajaranPJOK merupakan salah satu matapelajaran yang menggunakan aktivitas jasmani ataufisik. Dalam program pembelajaran dibutuhkan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran yang telah direncanakan agar sesuai dengan tujuan sekolah. Untuk mewujudkan tujuan sekolah yang berkualitas dibutuhkan wadah atau suatu strategi untuk melaksanakan program-program yang sistematis dan efektif.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluang program pembelajaran PJOK Kelas X di SMA Negeri Kesamben berdasark ananalisis SWOT.Penelitian ini merupakan jenis penelitian evaluasi dengan pendekatan survey yang hanya memaparkan apa yang terjadi di lapangan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2017.Sumber data diperoleh dari waka kurikulum, guru PJOK dan siswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan analisis data SWOT.Dari Hasil analisis SWOT program pembelajaran di SMA Negeri 1 Kesamben diperoleh hasil (1) Kekuatan (Strenght) secara evaluative semua indikator-indikator pada variable kekuatan yang meliputi visi, misi sekolah, akreditasi sekolah, prestasi bidang olahraga, SDM bidang pendidikan, seleksi peserta didik dan perencanaan pembelajaran sudah tergolongbaik.(2) Kelemahan (Weaknesses)secara evaluative semua indikator-indikator pada variable kelemahan yang meliputi sarana dan prasarana, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran tergolong belum baik.(3) Peluang (Opportunities)s ecara evaluative semua indikator-indikator pada variable peluang tergolong baik karena dengan banyaknya prestasi bidang olahraga, akreditasi sekolah yang baik, perencanaan yang baik maka akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan minat peserta didik baru yang mendaftar kesekolah semakin banyak. (4) Ancaman (Threat) secaraevaluatif indikator-indikator pada variable ancaman tergolong tidak baik karena dengan kurangnya sarana dan prasarana yang memadai, belum maksimalnya pelaksanaan dan penilaian dalam pembelajaran menjadikan sekolahkalah bersaing dan minat peserta didik lebih memilih mendaftar kesekolah lain yang lebih unggul. Berdasarkan data tersebut, maka hasil evaluasi menggunakan analisis SWOT program pembelajaran pendidikan, jasmani, olahraga dan kesehatan di SMA Negeri 1 Kesamben tergolong baik, sehingga program pembelajaran yang telah ada dapat dilanjutkan dengan catatan bahwa perlu adanya perbaikan lebih lanjut mengenai sarana dan prasarana, pelaksanaan dan proses penilaian pembelajaran khususnya mata pelajaran PJOK guna untuk menghadapi lembaga sekolah lain yang lebih unggul
Peningkatan Keterampilan Teknik Bantingan Menggunakan Metode Drill Bagian pada Atlet PSHT Kota Malang
ABSTRAK Suseno, Tri Cahyo. 2017. StudiKomperatifPerkembanganDayatahanAnakUsia 10 TahunBerdasarkanKetinggianTempatTinggal Di Wilayah Malang Raya. Skripsi, JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan. FakultasIlmuKeolahragaanUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd. (II) UsmanWahyudi, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Tingkat DayatahanJantungAnakUsia 10 Tahun Yang Tinggal di DataranRendah, DataranSedang, danDataranTinggiAda beberapafaktor yang dapatmempengaruhidayatahananak yang tinggal di lingkungan yang berbeda. Salah satunyayaitufaktorlingkungan, faktorgenetik, dan lain-lain.Berkaitandengantingkatdayatahananak yang tinggal di daerahdataranrendah, dataransedang, dandatarantinggi, semuapastiakanmempunyaitingkatdayatahanyang berbeda.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuiapakahadaperbedaantingkatdayatahanpadaanaklaki-lakiusia 10 tahun yang tinggal di daerahdataranrendah, dataransedang, dandatarantinggi di wilayah Malang Raya.Penelitianinimenggunakanrancanganpenelitiansurvei. PenelitianinidilaksanakanpadabulanMaret–April 2017. Teknikpengambilansampelmenggunakanpurposive sampling,adapaunsekolah yang dijadikansampel didataranrendahyaitu SDN Sitiarjo 01, SDN Tambakrejo O1, SDN Tambakrejo 02 denganjumlahsiswa 29 anak, dataransedang SDN Kauman 02, SDN Bareng 01, SDN Bareng 03 denganjumlahsiswa 36anak, dandatarantinggi SDN Sidomulyo 01, SDN Pesanggrahan 02, SDN Songgokerto 01 denganjumlahsiswa 26 anak.Jumlah total adalah 91 anak. Instumen yang digunakanyaituHarvard Step Up Test versiBudiwanto (2012:152). Untukujihipotesismenggunakan ANAVA satuarahdandilanjutkandenganujiTukey, dengantarafsignifikasi α=0,05.Dari hasil tes yang dilakukan peneliti di daerahdataranrendah, dataransedang, dandatarantinggi, tabelANAVAmenunjukkannilai sig (0,00) < (0,05), maka ditolak, yang berartiterdapatperbedaantingkatdayatahananakusia 10 tahun yang tinggal di daearahdataranrendah, dataransedang, dandatarantinggi. Kesimpulandaripenelitianiniadalahjikasignifikasikurangdari α= 0,05, artinya ditolakdanjikasignifikasilebihdariα= 0,05, diterima. Jadimelihatdaritabel ANAVA makadapatditarikkesimpulanbahwaterdapatperbedaanpengaruhtempattinggalterhadaptingkatdayatahananakusia 10 tahun yang tinggal di masing-masingdataran.HasilujiTukeymenjelaskanbahwaperbandingannilaidataranrendahdandataransedangdiketahuilebihdariα= 0,05 yang berarti diterima. Perbandingan nilai dataran rendah dan dataran tinggi diketahui kurang dari α= 0,05 yang berarti ditolak.Perbandingannilaidataransedangdandatarantinggidiketahuikurangdari α= 0,05 yang berarti ditolak.Saran kepada guru pendidikanjasmani di dataranrendahdandataransedangsupayabanyakmemotivasidanmengadakankegiatan-kegiatan yang mendukunguntukbisameningkatkandayatahanpadaanak.Bagi guru pendidikanjasmani di datarantinggisupayabisamempertahankankondisianakdidiknyasupayakelakjikadewasabisajadiatletnasionalbahkanprofesional
PengembanganMultimedia PembelajaranRenang E-Book di Tirta Jaya SC Pandaan.
ABSTRAK Deviani, Faraudita. 2017. PengembanganMultimedia PembelajaranRenang E-Book di Tirta Jaya SC Pandaan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1)Dr. Wasis Djoko Dwiyogo, M.Pd., (2)Dra. Sulistyorini, M.Pd.Kata kunci: multimedia,e-book, renang.Pembelajaran Renang adalah suatu usaha dalam menyampaikan materi tentang renang secara sistematis, yang bertujuan untuk membantu siswa agar mencapai tujuan yang diharapkan dari tidak bisa menjadi bisa.Ditemukan masalah bahwa siswa belum begitu menguasai materi gerakan dasar renangdimana dalam standart kompetensinya terdapat kompetensi gerak dasar,berdasarkan hasil observasi dan analisis kebutuhanpelatih belum belum memiliki bahan ajar pembelajaran renang yang berbentuk multimedia e-book renang.Kuisioner terhadap 30 siswa menyatakan bahwa tidak pernah menggunakan media pembelajaran berupa multimedia e-book renang.Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengembangkan sebuah mutimedia e-book renang bagi siswa dan pelatih khususnya dan masyarakat luas pada umumnya diharapkan dengan adanya materi multimedia e-book renang di klub renang Tirta Jaya SC Pandaan dapat membantu dan mempermudah penguasaan serta pemahaman pelaksanaan pembelajaran renang secara menyeluruh.Metode yang dilaksanakan pada siswa klub renang ini termasuk penelitian dan pengembangan yang mengacu pada model penelitian dan pengembangan Borg And Gall yang terdiri dari 10 langkah yang diadaptasi menjadi lebih sederhana yaitu: 1) melakukan penelitian awal (need assesment), 2) melakukan perencanaan, 3) mengembangkan produk awal, 4) melakukan uji coba kelompok kecil dengan 6 subjek, 5) melakukan revisi terhadap produk awal, 6) melakukan uji coba lapangan (kelompok besar) dengan 30 subjek, 7) melakukan revisi produk. Dalam penelitian pengembangan ini teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif. Teknik ini digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuisioner.Hasilpengembangandariprodukiniberupacompact disc (CD)e-bookrenang yang bertujuanuntukmempermudahpenggunadalampenggunaan multimedia. Berdasarkanujicobakelompokkecilpada 6 siswa di klubrenangsecaraacak yang dilakukan, diperolehpresentasesebesar 87,63% yang berartiseluruhaspekdalamproduk yang dikembangkansudahbaikdandapatdigunakanuntukmelakukanujilapangan (kelompokbesar). Sedangkanpadaujicobakelompokbesarpada 30 siswadiperolehpresentase 92,75% yangberartidapatdisimpulkanbahwaseluruhaspek yang terdapatdalamprodukpengembangan multimedia renange-book di klubrenangsudahbaikdandapatdigunakan. Simpulan penelitianadalah produk pengembangan multimedia e-book renang di klub renang ini layak digunakan karena mudah dioperasikan, produk yang dihasilkan juga menarik minat siswa untuk mempelajari materi renang
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI MENGGUNAKAN METODE BERMAIN UNTUK SISWA KELAS V SDN 2 PAGELARAN KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Pendidikan jasmani adalah salah satu mata pelajaran yang ada di sekolah yang memiliki subbab kebugaran jasmani. Adapun pelaksanaan kegiatan pembelajaran dilaksanakan di SDN 2 Pagelaran Kabupaten Malang. Pada pembelajaran pendidikan jasmani subbab kebugaran jasmani, diketahui siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang digunakan kurang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani subbab kebugaran jasmani dengan menggunakan metode bermain pada siswa kelas V SDN2 Pagelaran Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pelaksanaan tindakan ini dilakukan melalui dua siklus, pada setiap siklus terdiri 4 tahap: (1) Tahap Perencanaan, (2) Tahap Pelaksanaan, (3) Tahap Pengamatan, (4) Tahap Refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN2 Pagelaran Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, catatan lapangan. Hasil belajar siswa secara individu pada kegiatan pra tindakan diperoleh nilai rata-rata 34,74%, pada siklus I menjadi 68,37%, pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh menjadi 84,78%. Pada siklus II taraf keberhasilan yang dicapai telah maksimal, sehingga penelitian dihentikan. Peneliti menyarankan agar guru pendidikan jasmani dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani khususnya subbab kebugaran jasmani hendaknya menggunakan metode bermain, agar siswa senang, antusias, semangat, dan tekun dalam melaksanakan proses pembelajaran
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENTDAN SMALL SIDES GAMES TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN DASAR DRIBBLING FUTSAL PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMA NEGERI 1 DAMPIT
Abstract: The purpose of this research is to knowing the influence between teams games tournament learning model and small sides games learning model to increased learning outcomes dribbling skill participants of extracurriculer futsal SMA N 1 Dampit. The subject of this study are futsal extracurriculer participants of SMA N 1 Dampit that totaling 28 students From the results of hypothesis testing using the test F on the extent the significance of 0.05, gained first hypothesis F quantification 4.27 > F table 4.22 for teams games tournament learning model, second hypothesis F quantification 5.79 > F table 4.22 for small sides games learning model, and third hypothesis for the difference of two groups model learning is F quantification 0,05 F tabel 4,22 untuk model pembelajaran teams games tournament, untuk hasil hipotesis 2) dengan F hitung sebesar 5,79 > F tabel 4,22 untuk model pembelajaran small sides games, dan hasil hipotesis 3) selisih masing-masing kelompok model pembelajaran diperoleh F hitung 0,05 < F tabel 4,22. Kata kunci: model pembelajaran teams games tournament, model pembelajaran small sides games, keterampilan dribbling
Perbedaan Tingkat Kebugaran Jasmani Antara Olahragawan Pencak Silat Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Olahragawan Unit Kegiatan Mahasiswa
ABSTRAK Wardani, Desinta Adelia. 2017. Perbedaan Tingkat Kebugaran Jasmani antara Olahragawan Pencak Silat Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Olahragawan Unit Kegiatan Mahasiswa. Pencak Silat Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes., (II) Usman Wahyudi, S.Pd. M.Pd. Kata Kunci: Kebugaran Jasmani, TKJI, Pencak SilatOlahragawan pencak silat Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) dan olahragawan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) pencak silat melakukan aktifitas latihan bersama-sama, tetapi kondisi kebugaran jasmani tiap olahragawan tidak menunjukkan kondisi yang prima. Oleh karena itu, penting dilakukan penelitian tentang kebugaran jasmani dengan judul “Perbedaan Tingkat Kebugaran Jasmani antara Olahragawan Pencak Silat Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Olahragawan Unit Kegiatan Mahasiswa Pencak Silat Universitas Negeri Malang”.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara olahragawan pencak silat FIK dan olahragawan UKM pencak silat. Rancangan penelitian adalah rancangan kausal komparatif. Metode yang digunakan adalah metode survey. Sampel yang diambil 25 orang olahragawan pencak silat FIK dan 25 orang olahragawan UKM pencak silat menggunakan teknik probability proportional random sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen tes dan non tes. Teknik pengukuran bentuk tes yaitu tes kebugaran jasmani versi Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) usia 16 sampai 19 tahun. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik Independent Sample T-test.Berdasarkan hasil analisis uji normalitas olahragawan pencak silat FIK, L hitung 0,1471 t-tabel 2,0106, artinya ada perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara olahragawan pencak silat FIK dan olahragawan UKM pencak silat. Tingkat kebugaran jasmani olahragawan pencak silat FIK lebih baik dari olahragawan UKM pencak silat. Saran peneliti, jika ingin meningkatkan kebugaran jasmani yang baik, perlu dilakukan aktifitas fisik yang rutin
STUDI KOMPARATIF PERKEMBANGANLARI 30 METER PADA ANAK PUTRA USIA 11 TAHUN YANG TINGGAL DI DATARAN YANG BERBEDA SE-MALANG RAYA
ABSTRAK Jamil, Moh. 2017. Studi Komparatif Perkembangan Lari 30 Meter pada Anak Putra Usia 11 Tahun yang Tinggal di Dataran yang Berbeda Se-Malang Raya. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Asim, M.Pd. (II) Fahrial Amiq, S.Or,. M.Pd. Kata Kunci:Perkembangan, lari 30 m, anak putra usia 11 tahun,di dataran rendah, dataran sedang, dataran tinggi.Perkembangan gerak dalam pendidikan jasmani merupakan salah satu unsur yang paling penting. Perkembangan gerak seseorang bisa diamati sejak lahir, dari bayi hingga dewasa. Berkaitan dengan masalah perkembangan gerak terutama dalam perkembangan gerak lari cepat 30 meter pada anak putra usia 11 tahun, pada dasarnya kemampuan yang dimiliki anak pada suatu cabang olahraga belum menjamin sama pada cabang olahraga lainnya. Begitu pula anak yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi juga memiliki perkembangan gerak lari yang berbeda, karena dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat tinggal bermain maupun kondisi alam yang ada.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan perkembangan lari 30 meter pada anak putra usia 11 tahun, yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi se-Malang Raya.Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei dengan pendekatancross-sectional,dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposivesampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lari 30 meter dengan versi TKJI. Untuk menguji hipotesis menggunakan Anava satu arah dan uji tukey, dengan tarif signifikan α = 0,05.Berdasarkan hasil uji Anava menunjukkan nilai signifikansi (0,000) < 0,05, maka H0 ditolak, yang berarti terdapat perbedaan perkembangan lari 30 meter pada anak putra usia 11 tahun, yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi.Hasil uji tukey menjelaskan bahwa perbandingan nilai dataran rendah dan dataran sedang diketahui kurang dari 0,05, yang berarti antara kedua dataran tersebut terdapat perbedaan rata-rata kecepatan lari 30 meter yang signifikan, perbandingan nilai dataran rendah dan dataran tinggi diketahui kurang dari 0,05, yang berarti antara kedua dataran tersebut terdapat perbedaan rata-rata kecepatan lari 30 meter yang signifikan, dan perbandingan nilai dataran sedang dan dataran tinggi diketahui kurang dari 0,05, yang berarti antara kedua dataran tersebut terdapat perbedaan rata-rata kecepatan lari 30 meter yang signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan rata-rara kecepatan lari 30 meter pada anak putra usia 11 tahun yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi. Diharapkan dapat dijadikan acuan bagi guru penjas dengan cara memperhatikan gerak siswa saat proses pembelajaran yang nantinya akan memberi dampak yang lebih baik bagi siswa pada tingkat perkembangan lari
Upaya Meningkatkan Keterampilan Passing bawah Permainan Bolavoli Dengan Metode Drill Pada Ekstrakurikuler permainan Bolavoli SMAN 7 Kota Malang
Permainan bola voli merupakan permainan yang dimainkan oleh dua tim setiap timnya terdapat enam pemain. Macam-macam teknik dasar diantarnya adalah: service, block, smash dan passing, teknik dasar passing terdiri dari teknik passing bawah dan passing atas. Dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti diperoleh data tingkat keberhasilan teknik dasar permainan bolavoli sebagai berikut: passing bawah 26%, passing atas 54%, smash 42%, service 75%, dan block 60%. Dari pengamatan tersebut tingkat keberhasilan untuk passing bawah sangat kurang. Perlu adanya perlakuan yang khusus atau suatu pemecahan masalah agar tingkat keberhasilan dalam melakukan passing bawah menjadi baik. Adapun solusi untuk meningkatkan keterampilan passing bawah dengan menggunakan metode drill dalam melakukan latihan passing bawah permainan bolavoli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan passing bawah dengan menggunakan teknik latihan drill pada peserta ekstrakurikuler bola voli SMAN 7 Kota Malang. Penelitian yang dilakukan ini merupakan jenis PTO yang berdasarkan pada PTK dengan pemberian tindakan yang lebih kreatif dan inovatif menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian Tidakan Olahraga ini menggunakan dua siklus yang terdiri dari 4 tahapan sebagai berikut: (1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) pengamatan (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler bolavoli SMAN 7 Kota Malang dengan jumlah 10 anak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan pada teknik passing bawah dengan mengunakan metode drill. Penelitian ini dilakukan 2 siklus dengan 15 kali pertemuan selama 5 minggu. Tingkat keberhasilan pada siklus 1 dengan rata-rata sebagai berikut: sikap badan 69,88%, posisi tangan 71,24%, perkenaan bola 62,63%, posisi kaki 69,3%, arah bola 63,46%, sikap akhir 62,91%. Pada siklus ke 2 tingkat keberhasilannya dengan rata-rata sebagai berikut: sikap badan 93,87%, posisi tangan 91,87%, perkenaan bola 88,74%, posisi kaki 95,20%, arah bola 89,16%, sikap akhir 95,83%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan menggunakan metode drill yang baik dapat meningkatkan keterampilan passing bawah permainan bolavoli pada ekstrakurikuler bolavoli SMAN 7 Kota Malang
Upaya Meningkatkan Keterampilan Service Atas Permainan Bolavoli Dengan Menggunakan Metode Part And Whole Pada Siswa Kelas XI Animasi C SMK Negeri 4 Malang
ABSTRAK Hanifa, Ajib Nasir. 2016. “Upaya Meningkatkan Keterampilan Service Atas Permainan Bolavoli Dengan Menggunakan Metode Part And Whole Pada Siswa Kelas XI Animasi C SMK Negeri 4 Malang”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Tomi, M. Pd, (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M. Kes. Kata Kunci: Permainan Bolavoli, Service Atas, Part and Whole Permainan bolavoli adalah suatu permainan yang dilakukan oleh 2 tim yang sedang berlawanan, masing-masing team terdiri dari 6 pemain yang dipisah oleh sebuah net dan masing-masing berusaha untuk menyentuh bola melewati net untuk memenangkan pertandingan. Dalam hal ini kedua tim diperbolehkan menyentuh bola dengan semua anggota badan yang sudah ditentukan tetapi tetap dengan menggunakan asas permainan yang sportif dan tidak merugikan salah satunya. Observasi awal dilakukan di kelas XI Animasi C SMK Negeri 4 Malang dengan jumlah 34 siswa, terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan diketahui bahwa keterampilan service atas siswa masih kurang. Dari data observasi didapat 63% siswa salah dalam melakukan sikap badan, 63% sikap kaki, dan 64% sikap tangan, 65% perkenaan bola, dan 66% koordinasi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan teknik service atas permainan bolavoli dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di kelas XI Animasi C SMK Negeri 4 Malang dengan menggunakan metode part and whole. Penelitian ini merupakan penelitian pendekatan deskriptif kuantitatif dan kulitatif. Penelitian ini juga dilakukan dengan menggunakan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Animasi C SMK Negeri 4 Malang sebanyak 34 siswa. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan keterampilan siswa dalam melakukan teknik service atas setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metode part and whole. Pembelajaran dengan menggunakan part and whole dilakukan dalam dua siklus, yaitu tiga pertemuan di siklus pertama dan tiga pertemuan disiklus kedua. Tingkat keberhasilan siswa pada siklus pertama service atas sebanyak 75%, pada siklus kedua service atas sebanyak 87%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode part and whole dapat meningkatkan teknik service atas siswa kelas XI Animasi C SMK Negeri 4 Malang. Saran yang dapat dilakukan setelah dilakukan penelitian ini yaitu: (1) bagi peneliti dapat dipergunakan sebagai rujukan untuk peneliti lain menggunakan metode part and whole sehingga siswa dapat memahami suatu pembelajaran dari yang termudah dahulu kemudian menuju yang tersulit atau dari potongan-potongan pembelajaran menuju keseluruhan. (2) untuk guru pendidikan jasmani SMK Negeri 4 Malang, penelitian ini bisa dipergunakan sebagai pedoman untuk pembelajaran ke depannya dan divariasikan oleh guru dalam meningkatkan teknik service atas permainan bolavoli pada siswa SMK Negeri 4 Malang. ABSTRACT Hanifa, Ajib Nasir. 2016. “Efforts To Improve The Overhead Service Skills Of Volleyball Game Using The Part And Whole In A Class XI C Animation SMK Negeri 4 Malang”. Thesis, Sport Physical of Education, State University of Malang, Advisor: (I) Drs. Agus Tomi, M. Pd, (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M. Kes. Key words: Volleyball Game, Overhead Service, Part and Whole Volleyball is a game made by two opposing teams, each team consisting of six players and separated by a net. Each team tries to touch the ball over the net to win the game. In volleyball both teams are allowed to touch the ball with all the limbs that have been determined, but still using the principles of sportsmanship. Preliminary observations made in XI class of Animation C in SMK Negeri 4 Malang with the number of 34 students, consisting of 20 male and 14 female students show that the student has a lacking ability on overhead service. From the observation also obtained that 63% of students wrong in doing postures, 63% attitude foot, and 64% hand gesture, 65% hiten ball, and 66% of coordination. The purpose of this research is to improve the overhead service techniques of volleyball related to Physical Education class in XI C Animation in SMK Negeri 4 Malang by using the method of part and whole. This research is using quantitative and qualitative descriptive approach. This research was also carried out by using two cycles and each cycle consists of four phases: (1) planning, (2) implementation, (3) observation, and (4) reflection. Subjects in this study is a 34 students of XI C class of Animation in SMK Negeri 4 Malang The results showed that the students ability on overhead service was increase after learning by using part and whole method. Learning by using parts and whole method conducted in two cycles, three meeting on the first cycles and three meeting in second cycled. The success rate of students in the first cycle is 75%, in the second cycle is 87%. The conclusion of this study is by using part and whole method can improve the ability of overhead service techniques on students of XI C class of Animation in SMK Negeri 4 Malang. The conclusion of this study is by using part and whole method it can improve the overhead service techniques on XI C class of Animation in SMK Negeri 4 Malang. Suggestions can be done after this study are: (1) for researchers this study can be used as a reference for other researchers using the method of part and whole so that students can understand a lesson from the simplest first and then to the hardest or from pieces to the whole. (2) for physical education teacher of SMK Negeri 4 Malang, this study can be used as a guide for future learning and can varied by teachers in improving overhead service technique on volleyball at SMK Negeri 4 Malang
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PASSING ATAS MENGGUNAKAN PART AND WHOLE METHODS PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI DI SMP NEGERI 1 YOSOWILANGUN KABUPATEN LUMAJANG
ABSTRACTThe purpose of this research is to improve the skills of passing on volleyball using parts and whole methods in extracurricular volleyball participants in SMP Negeri 1 Yosowilangun Lumajang. In observations on volleyball passing techniques performed in SMPN 1 Yosowilangun Lumajang, amounting to 22 participants consisting of 13 sons and 9 daughters for 2 sets of participants to play volleyball is still a lot of mistakes on the movement of the hand position to get the correct number of 53 (44.91%) , perkenaan get the correct number of 49 (46.66%) and the direction of the ball to get the correct number of 36 (34.61%). It is necessary to increase the holding of using Sports Action Research (PTO). Exercises done was done in two cycles, the first twelve meetings cycled and cycled the second of six meetings.Keywords: Passing on volleyball game, part and whole methods, Skills.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah meningkatkan keterampilan passing atas bolavoli menggunakan part and whole methods pada peserta ekstrakurikuler bolavoli di SMP Negeri 1 Yosowilangun Kabupaten Lumajang. Pada pengamatan teknik passing atas bolavoli yang dilakukan di SMPN 1 Yosowilangun Kabupaten Lumajang yang berjumlah 22 peserta yang terdiri dari 13 putra dan 9 putri selama 2 set peserta bermain bolavoli masih banyak melakukan kesalahan pada gerakan posisi tangan mendapatkan benar sejumlah 53 (44,91%), perkenaan mendapatkan benar sejumlah 49 (46,66%) dan arah bola mendapatkan benar sejumlah 36 (34,61%). Maka perlu diadakannya peningkatan menggunakan Penelitian Tindakan Olahraga (PTO). Latihan dilakukan dilakukan dalam dua siklus, yaitu duabelas pertemuan disiklus pertama dan enam pertemuan disiklus kedua. Kata Kunci: Passing atas permainan bolavoli, part and whole methods, Keterampilan