SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    Pengaruh Model Latihan menggunakan Media Sasaran Terhadap Peningkatan Akurasi Pukulan Smash Forehand Permainan Bulutangkis Ekstrakurikuler Kelas XI SMK Negeri 4 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Berdasarkan observasi kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis di SMK Negeri 4 Malang mengenai kemampuan pukulan dalam permainan bulutangkis. Diketahui hasilkemampuan pukulan smash forehand masih banyak kekurangandalam menempatkan shuttlecock  kearah sasaran dibandingakan dengan pukulan yang lain.Dari 20 peserta didik putra, 12 diantaranya atau 60% peserta memilikiakurasipukulan smash forehand dengan kriteria kurang, 25% memiliki akurasi yng cukup baik, dan 15% atau 3 peserta didik memiliki akurasi pukulan smash forehand yang baik, oleh karena itu maka peneliti bertujuan  ingin meningkatkan akurasi pukulan smash forehand dengan menggunakan media sasaran. Penelitian ini menggunakan penelitian pra-eksperimental dengan rancangan two group pretest-post-test design yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu: (1) Media sasaran slop shuttlecock,dan (2) media sasaran karpet. Untuk mengukur kemampuan akurasi pukulan smash forehand dengan menggunakan T-smash. Analisis data yang digunakan dala penelitian ini adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan akurasi pukulan smash forehanddengan menggunakan media sasaran karpet dan slop shuttlecock pada peserta didik ekstrakurikuler bulutangkis putra kelas XI SMK Negeri 4 Malang mengalami peningkatan setelah diberikan treatmentmenggunakan media sasaran yang dilakukan selama 2 bulan dengan 18 kali pertemuan.Nilai hasil pada kemampuan akurasi pukulan smash forehand menggunakan media sasaran slop shuttlecock sebelum diberikan perlakuan nilai rata-rata (mean) sebesar 2,70 dan sesudah diberikan treatment rata-rata 8,70 sedangkan media sasaran karpetsebelum diberikan perlakuan nilai rata-rata (mean) sebesar 2,40 dan sesudah diberikan treatment rata-rata 8,70 dengan Dengan demikian hasil analisis tersebut dapat dinyatakan bahwa kedua responden pada pre-test dan post-test dalam melakukan pukulan smash forehand  ada perbedaan dan peningkatan yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan kedua media sasaran slop shuttlecock dan karpet dapat meningkatkan kemampuan akurasi pukulan smash forehand . Disarankan bagi pelatih ektsrakurikuler bulutangkis SMK Negeri 4 Malang dapat menggunakan media sasaran  sebagai rujukan menyusun program latihan khususnya untuk meningkatkan kemampuan akurasi pukulan smash forehand

    Pengaruh Latihan Plyometric Incrimental Vertical Hop Terhadap Peningkatan Tinggi Loncatan Pada Pemain Putra PBV. Bima Sakti Desa Lebbek Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan

    No full text
    Abstract : The purpose of this study was to investigate the effect of plyometric incrimental vertical hop Training toward the Increased of Jumping Height on PBV. Bima Sakti Men Players In the Desa Lebbek, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan. Based on the result of ANOVA test using One Way Anova, it showed that,  experimental group and control group had significant influence. The sig (p) is 0.000 0.05. it can be seen from the manual calculation that the experimental group experienced increased 19.75 however, the control group also increased 12.25. So that, it can be concluded that incremental vertical hop traning is give affect on the increase in jumping height than the play practice PBV. Bima Sakti Men Players In the Desa Lebbek, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan. Keywords: Volleyball game, Plyometric, Incremental Vertical Hop, height jumping.   Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric incrimental vertical hop terhadap peningkatan tinggi loncatan pada pemain putra PBV. Bima Sakti Desa Lebbek Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Berdasarkan uji anova menggunakan One Way Anova didapatkan bahwa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terdapat pengaruh yang signifikan. Dengan sig (p) yaitu 0,000  0,05. Dilihat dari penghitungan manual bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan sebesar 19,75 sedangkan pada kelompok kontrol juga mengalami peningkatan sebesar 12,25.  Maka dapat disimpulkan bahwa latihan incremental vertical hop lebih berpengaruh besar terhadap peningkatan tinggi loncatan dari pada latihan bermain pada pemain putra PBV. Bima Sakti Desa Lebbek Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Kata Kunci: Permainan bolavoli, Plyometric, Incremental Vertical Hop, Tinggi Loncatan

    PENGARUH LATIHAN BOLAVOLI GANDU LEVEL 1 DAN BOLAVOLI MINI TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BLOCK BOLAVOLI PADA SISWA KELAS V SDN SUKOREJO 2 KABUPATEN LAMONGAN

    No full text
    ABSTRAK   ABSTRACT:The purpose of this study was to determine differences in the effects of exercise level I gandu volleyball and mini volleyball practice on learning outcomes block volleyball. Results of one-way analysis gandu and volleyball volleyball mini acquired Sig (p) 0.000 0.05, Ho is rejected, then there is a difference in the average impact on a group of volleyball gandu level 1 with a mini volleyball group on learning outcomes block.Exercise level I gandu volleyball better than the mini volleyball practice on learning outcomesskills block in grade VSDN Sukorejo 2 Lamongan. Keywords:Gandu volleyball, Volleyball mini, Block volleyball.   ABSTRAK:Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan bolavoli gandu level I dan latihan bolavoli mini terhadap hasil belajar block bolavoli. Hasil analisis satu arah bolavoli gandu dan bolavoli mini diperoleh Sig (p) 0,000 0,05, Ho ditolak, maka ada perbedaan pengaruh rata-rata pada kelompok bolavoli gandu level 1 dengan kelompok bolavoli mini pada hasil belajar block. Latihan bolavoli gandu level I lebih baik dari pada latihan bolavoli mini terhadap hasil belajar keterampilan block pada siswa kelas VSDN Sukorejo 2 Kabupaten Lamongan. Kata Kunci:Bolavoli gandu, Bolavoli mini, Block Bolavoli

    Pengaruh Latihan Distributed Practice Terhadap Keterampilan Passing Bawah Bagi Peserta Ekstrakurikuler Bolavoli SMA Negeri 10 Malang.

    No full text
    ABSTRAK Junianto, Candra. 2016. Pengaruh Latihan Distributed Practice Terhadap Keterampilan Passing Bawah Bagi Peserta Ekstrakurikuler Bolavoli SMA Negeri 10 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E. Winarno, M.Pd. (II) Drs. Sugiyanto, M.Pd. Kata Kunci: permainan bolavoli, distributed practice, passing bawah bolavoli. Permainan bolavoli adalah permainan yang menggunakan sebuah bola yang dimainkan oleh dua regu yang saling bertanding untuk berusaha mendapatkan skor tertentu agar bisa memenangkan permainan. Berdasarkan hasil temuan kesenjangan pada kegiatan ekstrakurikuler bolavoli di SMAN 10 Malang kebutuhan akan adanya metode latihan distributed practice dapat memberikan pengaruh terhadap keterampilan passing bawah bolavoli bagi peserta. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh latihan distributed practice terhadap keterampilan passing bawah pada peserta ekstrakurikuler bolavoli SMAN 10 Malang. (2) Pengaruh latihan konvensional terhadap keterampilan passing bawah pada peserta ekstrakurikuler bolavoli SMAN 10 Malang. (3) Perbedaan pengaruh antara latihan distributed practice dan latihan konvensional terhadap keterampilan passing bawah pada peserta ekstrakurikuler bolavoli SMAN 10 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen (Pretest Posttest Control Group Design). Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 peserta ekstrakurikuler bolavoli SMAN 10 Malang. Teknik pembagian kelompok menggunakan teknik ordinal matching pairing. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik tes keterampilan passing bawah bolavoli dari AAHPERD. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa teknik analisis paired sample t test dan uji varians satu jalur (ANOVA). Berdasarakan hasil uji hipotesis dapat diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh pada latihan distributed practice terhadap keterampilan passing bawah peserta ekstrakurikuler bolavoli SMAN 10 Malang dengan menghasilkan thitung sebesar (-24,694) dan nilai signifikasi 0,000 0,05. Tetapi jika dilihat dari skor rata-rata (mean) dan persentase peningkatan latihan distributed practice lebih baik pengaruhnya dengan memiliki persentase sebesar 42,5% daripada latihan konvensional dengan memiliki persentase sebesar 26,2% terhadap keterampilan passing bawah bagi peserta ekstrakurikuler bolavoli SMAN 10 Malang. Berdasarkan hasil perhitungan di atas, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode latihan distributed practice memiliki pengaruh yang lebih baik daripada penerapan metode latihan konvensional terhadap keterampilan passing bawah bagi peserta ekstrakurikuler bolavoli SMAN 10 Malang. Oleh sebab itu, disarankan kepada pelatih ekstrakurikuler bolavoli di SMAN 10 Malang untuk dapat menerapkan metode latihan distributed practice untuk meningkatkan keterampilan passing bawah bolavoli dikarenakan metode latihan tersebut memiliki pengaruh yang lebih baik daripada metode latihan konvensional

    SURVEI MANAJEMEN SSB ALCATRAZ DI DESA KAPAS KECAMATAN KUNJANG KABUPATEN KEDIRI

    No full text
    ABSTRAK   Alaq, Moch Antoni. 2016.SurveiManajemenSSB Alcatraz di Desa Kapas Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sulistyorini, M.Pd, (II) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Manajemen, SSB. Sekolah sepak bola (SSB) merupakan suatu wadah atau tempat untuk anak-anak yang ingin mengembangkan bakatnya di bidang sepak bola.Di Kabupaten Kediri terdapat 22 SSB yang terdaftar di dalam Asosiasi PSSI. Salah satunya adalah SSB Alcatraz yang bertempatdi Desa Kapas Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri. SSB Alcatraz  merupakan sekolah sepak bola yang ada di Kabupaten Kediri yang didirikan oleh Bapak Tommy pada tahun 2008. Terakhir SSB Alcatraz mendapatkan gelar juara pada LigaBerita Metro TV seJawa-Bali. Di balik semua itu tentunya terdapat sebuah menajemen yang mendukung keberhasilan SSB Alcatraz. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang sistem manajemen SSBAlcatraz di Desa Kapas Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri. Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling). Rincian pelaksanaannya adalah dengan memberikan angket kepada beberapa responden yang menjadi perwakilan tiap peran yang diteliti. Ada 7 peran dalam SSBAlcatraz populasinya berjumlah 194 orang, jadi sampel yang diambil berjumlah 77sampeldandibagi 7 perantersebutsesuaidengan strata. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis temukan melalui instrument-instrumen yang digunakan, dapat dikatakan bahwa aspek perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakkan (actuating), pengontrol (controlling) sangat berpengaruh dalam tercapainya tujuan sebuah organisasi. Berdasarkan data yang telah dipaparkan menunjukkan bahwa aspek planning keseluruhan yang dimiliki SSBAlcatraz sebesar 96,06% berada pada kategori sangat baik. Aspek organizing sebesar 95,6% berada pada kategori sangat baik, aspek actuating keseluruhan yang dimiliki SSBAlcatraz sebesar 93,58% berada pada kategori sangat baik, aspek controlling keseluruhan yang dimiliki SSBAlcatraz sebesar 94,96% berada pada kategori sangat baik. Saran yang dapat diberikan kepada manajemen SSB Alcatraz mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan serta bahan referensi untuk mengembangkan lebih baik lagi manajemen yang tersusun lebih sistematis dan kredibeldemi tercapainya suatu tujuan yang telah diinginkan. Manajemen dibutuhkan oleh semua organisasi, karena tanpa manajemen, semua usaha akan sia-siadan pencapaian tujuan akan lebih sulit.   ABSTRACT Alaq, MohAntoni. Football Schools Management Survey 2016. Alcatraz in the village of Kapas District of Kunjang Kediri. Thesis, Physical Education and Health, Sport Science Faculty of State University of Malang. Advisors: (I) Dra. Sulistyorini, Pd (II) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd.,M.Pd. Keywords: management, Alcatraz Football School. Football school is a container or a place for children who want to develop talent in football. In the district of Kediri there are 22 Football school listed in the Association. Football SchoolAlcatraz located in the village of Kapas District of Kunjang Kediri. Football SchoolAlcatraz is a football school in Kediri regency founded by Mr. Tommy in 2008. Lastly Football SchoolAlcatraz get Liga title on Metro TV News Jawa-Bali. Behind all of that of course there is a management that supports the success of Football SchoolAlcatraz. The aim of this study was to determine the management system ofFootball SchoolAlcatraz in the village of Kapas District of Kunjang Kediri. The research method is descriptive method. The samples in this study using the technique of random sampling (simple random sampling). Details of its implementation is by giving questionnaires to some respondents who became a representative of each role is being investigated. There are seven roles in Football SchoolAlcatraz and a population of 182 people, so the samples taken amounted to 77 sample and divided by 7 this role in accordance with the strata. Based on the research I have found through the instrument-instrumenis used, it can be said that all aspects of planning, organizing, actuating, controlling is very influential in the achievement of an organization. Based on the data that has been presented in chapter IV shows that overall planning aspect Football SchoolAlcatraz owned by 96.06% in the very good category. Aspects of organizing 95.6% are in the very good category, aspect of the overall actuating owned Football SchoolAlcatraz by 93.58% in the category of very good, overall controlling aspects Football SchoolAlcatraz owned by 94.96% in the very good category. Advice can be given to the management Football SchoolAlcatraz from planning, organizing, implementing, and monitoring as well as reference material to develop better management are arranged in a more systematic and credible in order to achieve a goal that has been desired. Management is required by all organizations, because without management, all efforts will be in vain and the achievement of goals will be more difficult.  

    Pengembangan Model LatihanTentang Teknik Dasar Dribbling Bolabasket dengan Media VCD padaKegiatanEkstrakurikuler di SMA Negeri 2 Batu

    No full text
    Dribbling adalah salah satu teknik dasar bola basket yang pertama diperkenalkan kepada para pemula, karena ketrampilan in sangat penting bagi setiap pemain yang terlibat dalam pertandingan bola basket. Permasalahan yang timbul dari hasil analisis kebutuhan kepada 37 peserta kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Batu yaitu kurangnya antusias peserta kegiatan pada saat latihan teknik dasar dribbling dikarenakan model latihan dan variasi latihannya kurang menarik.Serta tidak adanya media pembelajaran yang bisa mempermudah latihan dribbling, sehingga peserta kegiatan merasa bosan. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan model latihan dribbling bolabasket dengan media VCD.Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan latihan teknik dasar bola basket yaitu dribbling pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Batu. Pengembangan model latihan dengan media VCDdiberikan agar peserta kegiatan lebih menguasai dan lebih mudah mempelajari teknik dasar dribbling.Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan konseptual Mukhadis. Merujukpada model penelitiandanpengembangan yang digunakanberupa model konseptual, maka langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini mengacu pendapat dari Borg & Gall. Sepuluh langkah pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall, peneliti tidak menggunakan keseluruhan tetapi hanya menggunakan 7 langkah yang meliputi: (1) analisis kebutuhan, (2) pembuatan rancangan produk awal, (3) validasi produk ke ahli, (4) uji coba I (kelompok kecil), (5) revisi produk, (6) uji coba II (kelompok besar), (7) revisi produk akhir.Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan produk termasuk dalam kategori valid dengan persentase 79% pada uji coba kelompok kecil dengan 7 peserta kegiatan dan persentase 82% pada uji coba kelompok besar dengan 30 peserta kegiatan, yang berarti pengembangan model latihan dribbling bola basket dengan media VCD layak dan tepat sebagai produk yang telahteruji. Kesimpulan hasil penelitian dan pengembangan bahwa produk model latihan dribbling bola basket dapat digunakan sebagai media yang tepat dan layak untuk peserta kegiatan ekstrakurikuler. Saran pengembangan model latihan dribbling bola basket ini bisa meningkatkan teknik dasar dribbling dan diharapkan dapat menunjang prestasi setiap peserta kegiatan ekstrakurikuler bolabasket di SMA Negeri 2 Batu

    Pengembangan Multimedia Interaktif Variasi Latihan Kebugaran Jasmani Untuk Siswa SMP 2 Talun

    No full text
    ABSTRAK Rabbani, Ilham. 2016. Pengembangan Multimedia Interaktif Variasi Latihan Kebugaran Jasmani Untuk Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Wasis D.Dwiyogo, M.Pd, (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Multimedia Interaktif, Variasi Latihan Kebugaran Jasmani.Kebugaran jasmani adalah kondisi jasmani yang menggambarkan potensi yang dimiliki dan kemampuan jasmani untuk melakukan tugas–tugas tertentu dengan hasil yang optimal tanpa memperlihatkan keletihan yang berarti. Berdasarkan hasil angket tentang kebugaran jasmani yang diberikan kepada siswa didapatkan bahwa 87,5% siswa pernah mendapatkan materi kebugaran jasmani dari guru, 85,71% siswa menjawab materi kebugaran jasmani yang disajikan oleh guru kurang menarik, 88,39% siswa menyatakan bahwa guru tidak pernah menggunakan multimedia interaktif dalam pemberian materi kebugaran jasmani, 88,39% siswa menyatakan guru tidak pernah memberikan variasi dalam pemberian materi kebugaran jasmani, 83,92% siswa menyatakan bahwa memerlukan variasi dalam materi kebugaran jasmani, dan 86,60% siswa setuju apabila dikembangkan multimedia interaktif variasi latihan untuk materi kebugaran jasmani.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan multimedia interaktif variasi latihan kebugaran jasmani untuk siswa SMP, dengan adanya pengembangan multimedia interaktif  ini diharapkan siswa maupun pengajar dapat terbantu dan mempermudah dalam penguasaan dan pemahaman materi secara menyeluruhPenelitian ini menggunakan pendekatan research and development (R & D) dengan menggunakan model pengembangan untuk multimedia yang dikembangkan oleh Lee & Owen. Tahapan dari prosedur penelitian ini merujuk pada buku Lee & Owen yaitu: (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi, (5) evaluasi.Produk yang dihasilkan berupa multimedia interaktif yang digunakan sebagai pembelajaran kebugaran jasmani. Multimedia interaktif ini dibuat menggunakan software Adobe Flash CS3. Dalam multimedia interaktif ini terdapat menu antara lain:pengertian kebugaran jasmani, manfaat kebugaran jasmani, tujuan kebugaran jasmani, komponen kebugaran jasmani, variasi latihan kebugaran jasmani, variasi latihan kebugaran jasmani, dan tes kebugaran jasmani.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh dari hasil uji coba kelompok kecil dan kelompok besar. Uji coba kelompok kecil kepada 6 siswa diperoleh persentase 81,25% dan persentase tersebut termasuk dalam kriteria layak kemudian hasil analisis data dari uji coba kelompok besar kepada 22 siswa diperoleh persentase 81,81% dan persentase tersebut termasuk dalam kriteria layak. Dapat disimpulkan bahwa pengembangan multimedia interaktif ini layak digunakan dalam pembelajaran kebugaran jasmani. Pengembangan multimedia interaktif variasi latihan kebugaran jasmani untuk siswa SMP yang dikemas dalam bentuk DVD yang nantinya dapat berjalan di semua komputer dengan sajian gambar sekaligus penjelasan yang terperinci. Produk penelitian dan pengembangan yang berupa variasi-variasi latihaan kebugaran jasmani ini diharapkan menjadi referensi pendidik dalam melakkukan pembelajaran sehingga pembelajaran pendidikan jasmani menjadi lebih menarik bagi siswa

    . Pengaruh Permainan Target Terhadap Ketepatan Tendangan Penalti Menggunakan Punggung Kaki dan Kaki Bagian Dalam Bagi Peserta Ekstrakurikuler Futsal Di SMK Negeri 12 Malang

    No full text
    Futsal adalah sebuah permainan beregu yang dimainkan masing-masing lima pemain termasuk seorang penjaga gawang. Dalam permainan futsal, tendangan penalti merupakan gerakan yang perlu dikuasai oleh setiap pemain. Kemampuan menendang penalti peserta ekstrakurikuler di SMK Negeri 12 Malang belum memenuhi kriteria ketepatan tendangan penalti. Hal ini dibuktikan 1 peserta (5%) melakukan dengan baik, 11 peserta (55%) dengan kategori cukup, sedangkan 8 peserta (40%) dengan kategori kurang. Kemampuan menendang penalti harus dikembangkan pada setiap pemain futsal guna meningkatkan kemampuan saat bermain futsal dengan tujuan dapat menciptakan gol.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh permainan target terhadap ketepatan tendangan penalti menggunakan punggung kaki dan kaki bagian dalam bagi peserta ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 12 Malang.Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen macthing pretest-posttest control group design. Subyek penelitian ini adalah 20 pemain Futsal di SMK Negeri 12 Malang. Subyek penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen latihan permainan target menggunakan punggung kaki berjumlah 10 pemain dan kelompok eksperimen latihan permainan target menggunakan kaki bagian dalam berjumlah 10 pemain. Analisis data dari penelitian ini yaitu berupa teknik analisis varians satu jalur.Dari hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian. Pertama, latihan permainan target memberikan pengaruh terhadap ketepatan tendangan penalti menggunakan punggung kaki bagi peserta ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 12 Malang (P = 0,000 < α = 0,05). Kedua, latihan permainan target memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ketepatan tendangan penalti menggunakan kaki bagian dalam bagi peserta ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 12 Malang (P = 0,000 < α = 0,05). Ketiga, tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap ketepatan tendangan penalti menggunakan punggung kaki dan kaki bagian dalam di SMK Negeri 12 Malang  (P = 0,024 < α = 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan latihan permainan target menggunakan kaki bagian dalam lebih baik untuk meningkatkan ketepatan tendangan penalti bagi peserta ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 12 Malang. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 12 Malang hendaknya menggunakan latihan permainan target menggunakan kaki bagian dalam  sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan ketepatan tendangan penalti bagi peserta ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 12 Malang

    peningkatan keterampilan, renang gaya bebas, part and whole

    No full text
    Pembelajaran keterampilan teknik dasar renang merupakan salah satu materi yang diajarkan di SMK Negeri 2 Malang. Hal ini sesuai dengan SK-KD yang tertuang dalam standar isi Badan Standar Nasional Pendidikan.Berdasarkan observasi yang dilakukan pada tanggal 14 pebruari 2012, pembelajaran renang gaya bebas di kelas X AP3 menggunakan pendekatan pengetahuan-keterampilan (knowledge-skill approach) yang memiliki dua metode, yaitu metode ceramah (lecture) dan latihan (drill). Dari metode ceramah dan metode drill yang dilakukan di kelas X AP3 dengan jumlah 42 siswa yang terdiri dari 28 siswa putri dan 14 siswa putra diperoleh hasil sebagai berikut: 18 siswa lutut masih ditekuk saat menggerakkan kaki, 22 siswa pergelangan kaki masih kaku saat mengayun, 10 siswa siku mendahului tangan saat masuk ke air, 15 siswa kayuhan tangan terlalu pendek, 30 siswa pada waktu mengambil nafas menghirup air, bukan udara.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan renang gaya bebas di kelas X AP3. Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari Kemmis & Taggart dengan menggunakan 2 siklus dan 3 pertemuan dalam setiap siklusnya yang setiap siklus terdiri dari: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Analisis data dilakukan pada waktu data terkumpul dengan mendeskripsikan temuan-temuan yang ada selama proses pembelajaran berlangsung yaitu unjuk kerja dalam observasi lalu mendeskripsikan hasil observasi kinerja guru dan aktivitas siswa selama pembelajaran dalam bentuk persentase dan untuk mempermudah evaluasi terhadap hasil persentase digunakan klasifikasi persentase.PTK ini dilakukan dengan menerapkan metode part and whole. Metode part and whole merupakan metode pembelajaran yang dilakukan secara bertahap, dari  pengenalan/pembelajaran teknik bagian hingga gabungan dari keseluruhan teknik bagian yang merupakan teknik gerakan yang utuh.Hasil penelitian ini, pada siklus I diperoleh rata-rata keberhasilan sebesar 73,81% dengan taraf keberhasilan dalam kategori cukup, Pada siklus II sebesar 85,82% dengan taraf keberhasilan dalam kategori baik, dan dapat diketahui pada siklus I ke siklus II  mengalami peningkatan sebesar 12,01% setelah penggunaan metode part and whole. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode part and whole dapat meningkatkan keterampilan renang gaya bebas siswa kelas X AP 3 SMK Negeri 2 Malang

    Pengaruh Penggunaan Alat bantu Handfind terhadap kecepatan 50 meter pada KU-C renang Gaya Bebas di club OSCAR Kabupaten Malang

    No full text
    ABSTRAK     Adhyanto, Krisna. 2016. Pengaruh Penggunaan Alat bantu Handfind terhadap kecepatan 50 meter pada KU-C renang Gaya Bebas di club OSCAR Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Nengah Sudhana, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd.   Kata Kunci: Alat bantu Handfind, Kecepatan 50 meter, KU-C, Renang gaya bebas Hasil observasi pada tanggal 31 maret 2016, peneliti menjumpai alat bantu yang berbeda dan jarang digunakan diclub malang raya yaitu berupa alat bantu Handfind, Bagi club perlu adanya peningkatan prestasi, dalam usaha mencapai prestasi perlu digunakan berbagai macam alat bantu untuk menunjang kecepatan renang gaya bebas seperti fullboy, paddle, serta handfind. Dalam sebuah masalah, peneliti belum mengetahui pengaruh penggunaan alat bantu handfind terhadap kecepatan 50 meter pada KU-C. Renang adalah olahraga yang dilakukan di air, berenang dari satu titik ketitik lain dengan menggerakan anggota tubuh. Kecepatan adalah kemampuan seseorang dalam melakukan gerakan-gerakan untuk memperoleh jarak dan waktu yang cepat atau singkat. Atlet juga harus berusaha agar mampu melewati besttime waktunya sendiri.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh alat bantu Handfind terhadap kecepatan 50 Meter pada KU-C renang gaya bebas di club OSCAR Kabupaten Malang. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian berupa penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen ini menggunakan two-group pretests-posstest design. Sampel menggunakan Teknik purposive sampling atau pengambilan secara sengaja. Sampel penelitian ini adalah sebanyak 20 Atlet KU-C club OSCAR Kabupaten Malang. Sampel penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol,  setiap kelompok dibagi menjadi 10 atlet. Analisis data dari penelitian ini yaitu berupa Uji-T Independen. Hasil penelitian ini dibantu dengan menggunakan jasa SPSS menunjukkan hipotesis (Hi) diterima, dan dapat dikatakan adanya perbedaan hasil yang nyata antara pemberian perlakuan alat bantu Handfind dengan menggunakan (tanpa) alat bantu Handfind, sehingga dapat diperoleh nilai thitung sebesar 6,262 dengan signifikansi sebesar 0,000. Karena thitung > ttabel (6,262 > 2,101) atau nilai signikansi lebih kecil dari alpha 5% (0,000 < 0,050). selain itu rata-rata skor tanpa menggunakan alat bantu Handfind sebesar 38,517 dan rata-rata skor yang menggunakan alat bantu Handfind sebesar 36,9085. Dari rata-rata tesebut bahwa menggunakan alat bantu handfind memberikan hasil lebih baik untuk skor dibandingkan dengan tanpa menggunakan alat bantu Handfind. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa adanya pemberian alat bantu handfind memberikan hasil yang lebih baik dari pada tanpa pemberian alat bantu. Saran alat bantu Handfind bisa digunakan di club lain maupun di ekstrakulikuler untuk meningkatkan gerak dasar khususnya renang gaya bebas

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇