SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    PENGARUH METODE PEMBELAJARAN BERMAIN DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN PASSING BAWAH BOLAVOLI GANDU LEVEL II PADA SISWA SMPN 02 TUREN

    No full text
    ABSTRAK   Oktaviani, Muslimah. 2019. Pengaruh Metode Pembelajaran Bermain dan TGT terhadap Hasil Belajar Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Gandu pada Siswa SMPN 02 Turen. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Asim, M. Pd.   Kata kunci: metode bermain, metode teams-games tournament (TGT), passing bolavoli gandu level II. Permainan Bolavoli gandu merupakan modifikasi permainan bolavoli yang mengkombinasikan olahraga bolavoli, sepakbola, dan sepak takraw, serta dengan mengubah beberapa ketentuan mulai dari jumlah pemain, ukuran lapangan, tinggi net, berat dan ukuran bola yang digunakan. Tujuan modifikasi permianan bola voli ini adalah siswa dapat bermain bolavoli dengan rasa senang dan memainkan bola cukup lama. Permainan bolavoli gandu memiliki beberapa level sesuai dengan jenjang tingkatan pendididkan. Pada penelitian ini, peneliti memilih permainan bolavoli gandu level II yang dikhususkan untuk siswa SMP kelas VII, hal ini dikarenakan keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa dalam materi bola besar, khususnya permainan bolavoli adalah passing bawah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan “The Two Group Pretest-Postest Design” dengan pemilihan kelompok yang diacak. Variabel yang diteliti yaitu (1) variabel terikat berupa hasil belajar keterampilan passing bawah bolavoli gandu, (2) variabel bebas meliputi (a) metode bermain dan (b) metode Teams Games Tournament (TGT). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 02 Turen Kabupaten Malang yang berjumlah 30 siswa dengan 15 siswa kelompok metode bermain dan 15 siswa kelompok metode Teams-Games Tournament (TGT). Berdasarkan uji Anava satu arah (One Way Anova) dengan α = 0,05, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Kelompok pembelajaran metode bermain diperoleh Sig (p) 0,006 < 0,05, maka ada perbedaan rata-rata hasil belajar passing bawah bolavoli gandu level II. (2) Kelompok pembelajaran metode Teams Games Tournament (TGT) diperoleh Sig (p) 0,000 < 0,05, maka ada perbedaan rata-rata hasil belajar passing bawah Teams Games Tournament (TGT). (3) Kemudian dari uji hipotesis data metode pembelajaran bermain dan metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)  diperoleh Sig (p) 0,004 < 0,05, Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar passing bawah metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) lebih baik dari pada rata-rata hasil belajar passing bawah metode pembelajaran bermain. Berdasarkan dari eksperimen bahwa metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) lebih baik dari pada metode pembelajaran bermain terhadap peningkatan hasil belajar keterampilan passing bawah siswa kelas VII SMPN 02 Turen Kabupaten Malang. Berdasarkan simpulan dihasilkan, maka disarankan metode pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dapat dijadikan model latihan untuk meningkatkan hasil belajar keterampilan passing bawah bolavoli gandu level II pada siswa kelas VII SMPN 02 Turen Kabupaten Malang

    PERBANDINGAN MINAT TERHADAP PERMAINAN BOLAVOLI GANDU LEVEL II DAN BOLAVOLI MINI PADA SISWA KELAS VII MTsN KOTA BATU

    No full text
    ABSTRAK   Pratama, F. R. P. 2019. Perbandingan Minat terhadap Permainan Bolavoli Gandu Level II dan Bolavoli Mini pada Siswa Kelas VII MTsN Kota Batu. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang.Pembimbing: Dr. Asim, M.Pd.   Kata Kunci: bolavoli gandu level II, bolavoli mini, dan minat Pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan untuk mengembangkan tiga unsur yaitu kognitif, afektif, dan pesikomotor. Tujuan dari pembelajaran pendidikan jasmani adalah memberi rasa senang terhadap siswa. Masalah yang timbul pada sekolah MTsN Kota Batu yaitu minat siswa terhadap pembelajaran bolavoli menurun, dikarenakan faktor 1) ukuran lapangan yang sangat lebar, 2) ukuran net yang sangat tinggi, 3) bola yang digunakan keras. Melalui permainan bolavoli gandu level II dan bolavoli mini diharapkan minat siswa meningkat terhadap pembelajaran bolavoli melalui keunggulan masing-masing permainan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: 1) mengetahui pengaruh minat siswa terhadap permainan bolavoli gandu level II, 2) mengetahui pengaruh minat siswa terhadap permainan bolavoli mini, dan 3) mengetahui perbedaan pengaruh minat dari permainan bolavoli gandu level II dan bolavoli mini. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan “The Two Group Pretest-Posttest Design”dengan penempatan kelompok yang diacak. Variabel bebas yang dimanipulasikan adalah 1) bolavoli gandu level II, 2) bolavoli mini. Variabel terikat adalah minat. Subjek penelitian berjumlah 32 siswa kelas VII MTsN Kota Batu. Teknik analisis data yang digunakan dalampenelitianiniadalahteknikanalisisvarians satujalur. Hasil penelitian ini adalah:1) terdapat perbedaan rata-rata skor pretest dan posttest minat terhadap permainan bolavoli gandu level II dengan probabilitas 0,000   0,05. Jadi, terdapat pengaruh permainan bolavoli gandu level II terhadap minat pada siswa kelas VII MTsN Kota Batu.2) terdapat perbedaan rata-rata skor pretest dan posttest minat terhadap permainan bolavoli mini dengan probabilitas 0,000   0,05. Jadi, terdapat pengaruh permainan bolavoli mini terhadap minat pada siswa kelas VII MTsN Kota Batu.3) tidak ada perbedaan rata-rataskor posttest minat terhadap permainan bolavoli gandu level II dan permainan bolavoli mini dengan probabilitas 0,110 > 0,05. Jadi, tidak ada perbedaan pengaruh permainan bolavoli gandu level II dan bolavoli mini terhadap minat pada siswa kelas VII MTsN Kota Batu. Dapat disimpulkan dari penelitian ini yaitu: 1) permainan bolavoli gandu level II berpengaruh terhadap minat dalam pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan pada siswa kelas VII MTsN Kota Batu, 2) permainan bolavoli mini berpengaruh terhadap minat dalam pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan pada siswa kelas VII MTsN Kota Batu, 3) tidak ada perbedaan pengaruh permainan bolavoli gandu level II dan bolavoli mini terhadap minat pada siswa kelas VII MTsN Kota Batu

    Pelaksanaan Waktu Belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMK Negeri 03 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Noratika, Dewi. 2019. Pelaksanaan Waktu Belajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMK Negeri 03 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan JasmanidanKesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. M.E. Winarno, M.Pd.   Kata Kunci: pelaksanaan waktu belajar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan Proses pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) yang terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup haruslah sesuai dengan pedoman pembelajaran serta Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Peneliti menemukan masalah yaitu terdapat kurangnya kesesuaian alokasi waktu yang digunakan saat pembelajaran. Alokasi waktu yang digunakan dalam pembelajaran PJOK yang telah diobservasi adalah kurang sesuainya alokasi waktu yang direncanakan, dikarenakan peserta didik yang terlambat masuk kelas, waktu perjalanan menuju lapangan, serta menyiapkan sarana dan prasarana yang akan digunakan.Rata-rata dari ketiga pembelajaran yang di observasi, pembelajaran dimulai setelah 20 menit dari jam pertama berlangsung dan berakibat pada  kurang maksimalnya materi pada setiap tahapan, terutama dalam bagian inti dan penutup yang cenderung mengalami penurunan waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas waktu pembelajaran PJOK yang dilakukan di SMK Negeri 03 Malang. Penelitian ini termasuk dalam penelitian evaluatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuntitatif dan kualitatif sebagai proses analisis data yang diperoleh. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi melalui pengamatan proses pembelajaran PJOK yang dilakukan oleh guru. Subjek penelitian yang digunakan adalah sembilan kelas pembelajaran PJOK oleh tiga guru berbeda di SMK Negeri 03 Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase waktu kegiatan pembelajaran oleh guru PJOK di SMKN 03 Malang pada kelas X sebesar 79,3 menit dengan persentase 88% dan pada kelas XII sebesar 119 menit dengan persentase 88% termasuk dalam kategori sangat baik. Ditinjau berdasarkan tahapan pelaksanaan waktu belajar PJOK di SMKN 03 Malang masih tergolong kurang efektif dengan persentase pembelajaran kelas X pada kegiatan pendahuluan adalah 18% dengan waktu 15,98 menit, kegiatan inti 60% dengan waktu 53,97 menit, dan kegiatan penutup 10% dengan waktu 9,35 menit, sedangkan untuk persentase pembelajaran kelas XII pada kegiatan pendahuluan adalah 16% dengan waktu 22,17 menit, kegiatan inti 63% dengan waktu 85,22 menit, dan kegiatan penutup 9% dengan waktu 11,57 menit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan waktu belajar PJOK di SMKN 03 Malang dari sembilan kelas pembelajaran oleh tiga guru termasuk dalam kategori sangat baik akan tetapi masih kurang efektif dalam setiap tahapan pembelajarannya.   SUMMARY   Noratika, Dewi. 2019. The Implementation of Sport and Health Physical Education Learning Time in Public High School 03 Malang. Essay, Sport and Health Physical Education Departement, Faculty of Sport Science, Malang State University. Mentor: (1) Prof. Dr. M.E. Winarno, M.Pd.   Keyword:the implementation of sport and health physical education learning time The learning process of sports and health physical education which consist of preliminary, core, and closing activities must be in accordance with the learning guidelines and plan for implementing learning. The researcher found a problem that is there is a lack of compatibility of the time allocation used during learning. The allocation of time used in learning sport and health physical  education that has been observed is a lack of conformity to the planned time allocation, because students who are late in class, trevel time to the field, and prepare the facilities and infrastructure to be used The average of the three observed studies, learning begin after 20 minutes from the first hour takes place and result in less material at each stage, especially in the core and closing parts which tend to decrease in time. The purpose of this study was to determine the effectiveness of sport and health physical education learning time in Public High School 03 Malang. The research is included in evaluative research using quantitative and qualitative descriptive approaches as a process of analyzing the data obtained. Data collection techniques were  carried out by observation through observation of the sports and health physical education learning process carried out by the teacher. The research subjects used were nine sports and health physical education learning classes by three different taechers at Public High School 03 Malang. The results showed that the average percentage of learning activities by sports and health physical education teachers in SMKN 03 Malang in class X amounted to 79,3 minutes with a percentage of 88% and in clas XII amounting to 119 minutes with a percentage of 88% included in the very good category. Based on the stages of implementation of sport and health physical education learning time in SMKN 03 Malang is still classified as less effective with the percentage of learning class X in the preliminary activity is 18% with a time of 15,98 minutes, 60% core activities with 53,97 minutes time, and activities cover 10% with 9,35 menit, while for the percentage of learning class XII in the preliminary activity is 16% with a time of 22,17 minutes, core activities 63% with a time of 85,22 minutes, and closing activities 9% with a time of 11,57 minute. Based on the results of the study it can be concluded that the implementation of sports and health physical education learning time in SMKN 03 Malang of the nine learning classes by three teachers is included in the excellent category but is still less effective in each stage of learning

    Pengembangan Model Latihan Penjaga Gawang Usia 8-14 Tahun SSB seKota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Berdasarkan penelitian awal melalui observasi pada latihan di ASIFA (Aji Santoso International Football Academy) diperoleh temuan: (1) pelatih di dalam pengelolahan latihan pada latihan penjaga gawang kurang terkondisikan, (2) pemberian model latihan penjaga gawang masih kurang menarik sehingga keseriusan atlet dalam latihan terlihat kurang serius, (3) atlet dalam keterampilan penjaga gawang masih banyak kesulitan. Sedangkan berdasarkan hasil wawancara pada siswa penjaga gawang dan pelatih diperoleh temuan: (1) pelatih dan 87,5% atlet berpendapat latihan teknik dasar penjaga gawang sangat penting, (2) atlet dan pelatih berpendapat penjaga gawang merupakan keterampilan paling penting dalam permainan sepakbola, (3) 75% atlet merasa kurang menyenangkan dan jenuh terhadap variasi model latihan penjaga gawang yang diberikan pelatih, (4) 75% atlet berpendapat bahwa model latihan teknik penjaga gawang yang diberikan kurang variatif, (5) pelatih dan 100% atlet setuju untuk diberikan variasi model latihan penjaga gawang. Tujuan penelitian & pengembangan ini adalah mengembangkan variasi model latihan penjaga gawang untuk SSB seKota Malang usia 8-14 tahun yang dikemas dalam buku yang berisikan 51 model latihan penjaga gawang antara lain warming up, agility, positioning narrow the angle reaction, catching, diving, lobs, crosses, saving shoot, dan satu lawan satu. Model yang dilakukan dalam penelitan & pengembangan ini berupa model prosedural dengan menggunakan pendekatan Research and Development dari Borg and Gall. Dalam penelitian ini menggunakan 7 langkah sampai menghasilkan suatu produk. Langkah langkah tersebut antara lain: (1) analisis kebutuhan dengan observasi dan wawancara  pelatih dan atlet, (2) perencanaan produk awal, (3) evaluasi para ahli, (4) uji coba kelompok kecil (10 subjek), (5) revisi produk, (6) uji kelompok besar (30 subjek), (7) revisi produk, sekaligus hasil produk akhir. Produk pengembangan yang dihasilkan berupa variasi model latihan penjaga gawang untuk usia 8-14 tahun yang dikemas dalam buku. Dari hasil ahli kepelatihan diperoleh persentase 81,54%, ahli kepelatihan penjaga gawang diperoleh persentase 83,3%, ahli media diperoleh persentase 82,2% dan uji coba kelompok kecil yang diperoleh persentase 81,4%, dan pada uji coba kelompok besar diperoleh persentase 86,3%, Berdasarkan dari evaluasi ahli serta uji coba kelompok, maka penulis mengambil kesimpulan pengembangan variasi model latihan Penjaga gawang dinyatakan valid dan layak digunakan pada latihan penjaga gawang pada SSB seKota Malang usia 8-14 tahun. Kata Kunci: variasi model latihan, penjaga gawang, klu

    Pengaruh Pembelajaran Menggunakan Metode Bermain Permainan Bolavoli Gandu Level II Dan Bolavoli Mini Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Passing Bawah Bolavoli Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Kota Malang.

    No full text
    Permainan bolavoli gandu adalah permainan memvoli bola yang diciptakan untuk mengembangkan kesegaran jasmani. Permainan bolavoli mini adalah permainan memvoli bola yang merupakan hasil modifikasi dari permainan bolavoli. Permasalahan yang dihadapi siswa kurang aktif dan umumnya kurang berminat dalam  melakukan aktivitas jasmani khususnya permainan bolavoli karena  kurangnya permainan ataupun modifikasi dalam pembelajaran bolavoli sehingga banyak siswa yang tidak maksimal dalam proses pembelajaran yang akan berdampak pada kurangnya peningkatan dan pengembangan tingkat keterampilan dalam hal bermain bolavoli. Agar pembelajaran bolavoli berjalan sesuai harapan, peneliti memberikan permainan bolavoli gandu level II dan bolavoli mini menggunakan metode bermain yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar keterampilan passing bawah bolavoli pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 10 Kota Malang.Tujuan dalam penelitian ini adalah:1) mengetahui pengaruh latihan bolavoli gandu level II menggunakan metode bermain terhadap hasil belajar passing bawah,2) mengetahui pengaruh latihan bolavoli mini menggunakan metode bermain terhadap hasil belajar passing bawah dan3) mengetahui perbedaan pengaruh latihan permainan bolavoli gandu level II dengan bolavoli mini menggunakan metode bermain terhadap hasil belajar passing bawah.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan two group, pretest, posttest, design pada kelompok bolavoli gandu level II dan bolavoli mini. Variabel bebas bolavoli gandu level II dan bolavoli mini menggunakan metode bermain, variabel terikatnya hasil belajar keterampilan passing bawah bolavoli. Subyek penelitian berjumlah 30 peserta didik kelas VII SMPN 10 Kota Malang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis varians (anava) satu jalur dengan taraf signifikan α = 0,05.Berdasarkan hasil hipotesis menggunakan anava satu jalur diperoleh1) terdapat perbedaan rata-rata skor pretest 23.00 dan skor postest 27,73 hasil belajar passing bawah permainan bolavoli gandu level II menggunakan metode bermain dengan probabilitas 0,000 0.05. Dengan demikian tidak terdapat perbedaan pengaruh pembelajaran permainan bolavoli gandu level II dan bolavoli mini menggunakan metode bermain terhadap passing bawah bolavoli. Pembelajaran permainan bolavoli gandu level II dan permainan bolavoli mini dengan metode bermain tidak ada perbedaan pengaruh, maka permainan bolavoli gandu level II dan bolavoli mini menggunakan metode bermain dapat digunakan sebagai modifikasi permainan untuk meningkatkan hasil belajar keterampilan passing bawah bolavoli

    STUDI CROSS SECTIONAL POLA WAKTU BERAKTIVITAS FISIK PESERTA DIDIK KELAS 1 SAMPAI DENGAN KELAS 6 DATARAN RENDAH DI SD NEGERI 1 BANTUR

    No full text
    ABSTRAK   Dlani, Dilla Taman Roma. 2019. Studi Cross Sectional Pola Waktu Beraktivitas Fisik Peserta Didik Kelas 1 sampai dengan Kelas 6 Dataran Rendah di SD Negeri 1 Bantur. SkripsiJ urusan Pendidikan Jasmani da nKesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ari Wibowo Kurniawan, M.Pd., (II) Dona Sandy Yudasmara, S.Pd, M.Or.   Kata Kunci: cross sectional, aktivitasfisik, dataranrendah Manusia merupakan makhluk hidup yang mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Perkembangan harus dilalui langkah demi langkah pada setiap fasenya. Perkembangan gerak anak merupakan hal yang penting untuk tumbuh kembangnya. Namun perkembangan zaman saat ini banyak menghabiskan waktu anak di depan televisi dan gadgetnya. Kemudahan transportasi juga membuat waktu aktivitas gerak anak menjadi berkurang. Minimnya kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah membuat waktu aktivitas fisik intensif anak dibatasi dengan waktu hanya 3 jam pelajaran pendidikan jasmani dalam seminggu.   Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pola waktu beraktivitas fisik peserta didik kelas 1 sampai dengan kels 6 dataran rendah di SD Negeri 1 Bantur dalam kurun waktu seminggu.Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampel menggunakan teknik stratified randomsampling. Sampel yang digunakan sebanyak 135 siswa mencakup siswa dan siswi kelas 1-6 dengan rincian kelas 1 sebanyak 25 siswa, kelas 2 sebanyak 26 siswa, kelas 3 sebanyak 18 siswa, kelas 4 sebanyak 23 siswa, kelas 5 sebanyak 21 siswa, dan kelas 6 sebanyak 22 siswa. Hasil pengolahan data menggunakan uji normalitasshapiro-wilk, uji Kruskall-wallis dan uji mann-whitney. Waktu keseluruhan setiap masing-masing tingkatan kelas akan dihitung. Hasilnya menunjukkan waktu beraktivitas fisik siswa kelas 1 dan kelas 2 memiliki signfikansi .001 < 0.05 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata waktu aktivitas fisik yang dilakukan pada tingkatan kelas tersebut.Kemudian hasil waktu keseluruhan kelas 2 dan 3 memiliki signifikansi .000 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada waktu beraktivitas fisik yang dilakukan oleh kedua tingkatan kelas tersebut.Lalu hasil waktu keseluruhan beraktivitas fisik kelas 3 dan 4 menunjukkan signifikansi sebesar .004 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada waktu aktivitas fisik siswa pada tingkatan kelas tersebut.Kemudian hasil keseluruhan waktu beraktivitas fisik siswa kelas 4 dan 5 memiliki signifikansi .000 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dari waktu aktivitas fisik kedua kelas tersebut. Pada kelas terakhir, yaitu hasil keseluruhan waktu beraktivitas fisik kelas 5 dan 6 ini memiliki signifikansi sebesar .040 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan waktu beraktivitas fisik dari kedua kelas terakhir ini. Berdasarkan paparan diatas, dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik anak mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 memiliki perbedaan dari segi waktu aktivitas yang dilakukan saat berada di lingkungan sekolah dan di lingkungan ruma

    Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Trenggalek

    No full text
    Kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan yang penting dan diperlukan dalam kehidupan, mengingat dewasa ini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat pesat. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah kemampuan beripikir kritis siswa di Indonesia masih tergolong rendah.Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dapat disebabkan oleh masih belum maksimalnya peran guru dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa adalah motivasi.Tujuan dari penelitian ini adalah:(1) Untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS SMAN 2 Trenggalek,(2) Untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari motivasi belajar siswa kelas XI IPS SMAN 2 Trenggalek.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian experimen dengan menggunakan desain penelitian posttest only control group design. Penelitian ini menggunakan tiga variabel. Variabel bebas adalah model Problem Based Learning, variabel terikat adalah kemampuan berpikir kritis dan variabel moderator motivasi belajar. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas XI IPS 1 dan XI IPS 2 dengan jumlah siswa sama yakni 31 siswa. Kelas XI IPS 1  sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 2 yang  sebagai kelas kontrol.Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan analisis varians dua arah diperoleh:(a) Terdapat perbedaan rata-rata Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis siswa yang dilakukan pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning, dengan probabilitas 0,00 < 0,05. Dengan demikian terdapat pengaruh pembelajaran model PBL terhadap kemampuan berpikir kritis,(b)Terdapat perbedaan rata-rata skor posttestkemampuan berpikir kritis ditinjau dari motivasi belajar siswa yang dilakukan pembelajaran menggunakan model PBL, dengan probabilitas 0,21 < 0,05. Dengan demikian terdapat pengaruh pembelajaran model PBL terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari motivasi belajar siswa. Dapat disimpulkan pembelajaran model PBL berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis dan model PBL berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis ditinjau dari motivasi belajar siswa. Maka dapat disarankan umtuk pembelajaran kedepan penggunaan model PBL agar pembelajaran lebih dipadukan dengan media ataupun model lain sehingga dapat lebih efektif

    PengaruhKebiasaanMerokokTerhadap TingkatKesegaranJasmaniPesertaEkstrakurikuler Futsal Putra SMA Negeri 1 KepanjenTahun 2018

    No full text
    RINGKASANDiki, Aris Eka Kurniadi.  2019. Pengaruh Kebiasaan Merokok Terhadap Tingkat Kesegaran Jasmani Peserta Ekstrakurikuler Futsal Putra SMA Negeri 1 Kepanjen Tahun 2018. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: Usman Wahyudi, S.Pd, M.Pd dan Febrita P Heynoek, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: kebiasaan merokok, kebugaran jasmani, ekstrakurikuler futsalDaya tahan kebugaran jasmani yang dimiliki oleh masing-masing orang berbeda. Kondisi daya tahan kebugaran jasmani juga dipengaruhi oleh faktor lain yaitu seseorang yang memiliki kebiasaan merokok dan tidak merokok. Oleh sebab itu, penulis ingin mengetahui pengaruh kebiasaan merokoko terhadap tingkat kebugaran jasmani peserta ekstrakurikuler yang perokok dan bukan perokok di SMA Negeri 1 Kepanjen Kab. MalangPenelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani peserta ekstrakurikuler futsal yang memiliki kebiasaan merokok dan bukan perokok di SMA Negeri 1 Kepanjen. Penelitian ini didukung oleh teori-teori yang sesuai dengan penelitian.Rancangandalampenelitianinimenggunakandua variabel yaitu variabel bebas kebiasaan merokok dan variabel terikat tes kebugaran jasmanisubjek yang ditelitiberjumlah21siswa.Instrumen yang digunakanberupatesdanpengukuranmenggunakanangket kuisioner menggunakan skala Likert dan dilakukan tes kebugaran jasmani. Data yang diperoleh di analisismenggunakan uji normalitas data  dengan teknik Kolmogorov-Smirnov, uji homogenitas varians dengan teknik One way Annova. Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesismengguanakan uji t.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan perbedaan daya tahan kebugaran jasmani bagi peserta ekstrakurikuler yang memilik kebiasaan merokok dan tidak merokok.diketahui nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 antara variabel independen kebiasaan merokok dan variabel dependen tingkat kebugaran jasmani. Sebagaimana dasar pengambilan keputusan apabila nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H diterima yang berarti terdapat pengaruh variabel independen kebiasaan merokok terhadap variabel dependen tingkat kebugaran jasmani dan terdapat perbedaan antara tingkat kebugaran jasmani peserta ekstrakurikuler yang perokok dan bukan perokok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan daya tahan kebugaran jasmani pada peserta ekstrakurikuler futsal yang memiliki kebiasaan merokok dan bukan perokok di SMA Negeri 1 Kepanjen. Saran bagi peserta ekstrakurikuler yang perokok untuk mengurangi dan/atau menghentikan kebiasaan merokok. Sedangkan untuk peserta ekstrakurikuler yang bukan perokok diharapkan untuk tidak mencoba mengkonsumsi rokok

    SURVEI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATANDISEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN NGORO KABUPATEN JOMBANG

    No full text
      RINGKASAN     Nugroho, Bayu Setyo. 2019. Survei Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang.Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Eko Hariyanto, M.Pd   Kata kunci: sarana dan prasarana, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan,                                                 sekolah dasar negeri   Penelitian ini di latar belakangi oleh betapa beragamnya ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan jasmani di SD Negeri se-Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang, dari data observasi awal, ketersediaan SD Negeri Genukwatu I memiliki sebanyak 64,10% sarana dan 66,67% prasarana, SD Negeri Genukwatu II sarana 58,97% dan prasarana 50% dan SD Negeri Genukwatu III sarana 51,28% dan 50% prasarana 12.Berdasarkan hasil tersebut peneliti melihat adanya ketersediaan sarana dan prasarana yang belum dapat diketahui datanya secara akurat melalui kegiatan penelitiandi SD Negeri se-Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan dan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SD Negeri se-Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan metode survei, subjek dari penelitian ini adalah SD Negeri se-Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang yang berjumlah 10 sekolah. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis dekriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian kelayakan dan ketersedian sarana dan prasarana pendidikan jasmani di SD Negeri Se-Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang,SD Negeri Rejoagung II dengan memperoleh 37,93% dan 51,72%, SD Negeri Rejoagung Imemperoleh 13,79 % dan 20,69 dan SD Negeri Genukwatu II27,59 % dan 41,38 % ,SD Negeri Genukwatu III27,59 % dan 37,93%, SD Negeri Genukwatu IV27,59 % dan37,93%, SD Negeri Badang III27,59 % dan 41,38% , SD Negeri Kauman I27,59 % dan 51,72, SD Negeri Rejoagung III 27,59 % dan 37,93% sedangkan SD Negeri Genukwatu I memperoleh 27,59 % dan 58,62 % dan SD Negeri Pulorejo III memperoleh 17,24 % dan 37,93 %. Dapat disimpulkan bahwa kelayakan dan ketersedian sarana dan prasarana pendidikan jasmani di SD Negeri se-Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang dengan data kesuluruhan, memperoleh kelayakan dengan kategori Nilai E (Sangat Kurang) dan ketersedian dengan kategori Nilai E (Sangat Kurang), kecuali SD Negeri Genukwatu I memperoleh kategori D (Kurang). Saran bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian sejenis, penelitian ini dapat digunakan sebagai wacana dan tolak ukur untuk dapat dikembangkan dalam instrumen penelitian dan populasi yang lebih luas. 

    Profil KeterampilanCalonMahasiswaBaru Program Studi Pendidikan Jasmanidan KesehatanFikUniversitas Negeri Malang Tahun 2017

    No full text
    ABSTRAK   Wahyudi,Ahmad Eko, 2018.Profil KeterampilanCalonMahasiswaBaru Program Studi Pendidikan Jasmanidan KesehatanFikUniversitas Negeri Malang Tahun 2017. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Nurrochmah,M.Kes   Kata kunci:tes keterampilan, mahasiswa baru PJK UM 2017 Tes keterampilan digunakan sebagai tolak ukur dalam usaha menilai atau mengevaluasi untuk kerja calon mahasiswa baru dalam rangka memperoleh informasi awal tentang kondisi fisik, dan kebugaran jasmani bagi calon mahasiswa baru yang akan belajar di lingkungan perguruan tinggi khususnya di lingkungan lembaga keolahragaan seperti Prodi PJK. Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah dirumuskan tersebut, maka tujuan penelitian inia dalah mengkaji profil hasil tes keterampilan olahraga calon mahasiswa baru Prodi PJK FIK UM tahun 2017 InputJalurMandiri. Rancangan penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah rancangan survei. Jika dilihat dari tujuan penelitian ini, maka jenis penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif. Diperoleh data hasil tes keterampilan sebagai berikut: 1) data tessit-up 60 detik yang terdiridari 230  peserta putra telah dianalisis data dengan teknik statistika deskriptif meliputi analisis rata-rata hitung ditemukan 36 skor maksimal tes 51 dan skor minimal 14 sedangkan, 24 orang pesertacalonmahasiswaputri, telah dianalisis data dengan teknik statistika deskriptif meliputi analisis rata-rata hitung ditemukan 27 skor maksimal tes 51 dan skor minimal 11, 2) data tespush-up 60 detik yang terdiridari 230  pesertaputraditemukan 17 skormaksimaltes 54 dan skor minimal 0 sedangkan, 23 orang pesertacalonmahasiswaputri, ditemukan 27 skormaksimaltes 39 dan skor minimal 9, 3) data tesVertikal jump  yang terdiridari 230  pesertaputraditemukan 52 skormaksimaltes 73 dan skor minimal 27 sedangkan, 23 orang pesertacalonmahasiswaputri, ditemukan 37 skormaksimaltes 57 dan skor minimal 28, 4) data tesLemparTangkap yang terdiridari 230  pesertaputraditemukan 21 skormaksimaltes 39 dan skor minimal 8 sedangkan  24 orang pesertacalonmahasiswaputri, ditemukan 15 skormaksimaltes 25 dan skor minimal 0 Dari data penelitian tersebut maka diperolehinformasibahwacalonmahasiswabarumemilikiunsurkelincahan dan dayaledak yang baikkarena rata-rata hasiltesketrampilan yang dilakukan oleh calon mahasisiwa baru memperoleh skor maksimum pada setiap unsur tes yang dilakukan

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇