SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
Validasi Tes Keterampilan Teknik Dasar Bolabasket Yang Dikemas Dalam Media Video Dan Buku Panduan Pelaksanaan Tes Untuk Kelas X SMK Negeri 4 Malang
RINGKASAN Sari, Mustika Sekar. 2018. Validasi Tes Keterampilan Teknik Dasar Bolabasket Yang Dikemas Dalam Media Video Dan Buku Panduan Pelaksanaan Tes Untuk Kelas X SMK Negeri 4 Malang.Skripsi, Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes., (II) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci:validasi, tes keterampilan, video, teknik dasar bolabasket, bolabasket. Bolabasket merupakan permainan beregu yang dimainkan oleh dua tim di lapangan. Ada beberapa teknik dasar yang harus dikuasai dalam permainan bolabasket. SMK Negeri 4 Malang memiliki permasalahan tes yang diberikan guru tidak menarik dan membuat siswa bosan, yaitu ketika penilaian bolabasket siswa hanya diberikan tes dribble di tempatdan dribbleberjalan. Hal ini disebabkan karena guru tidak memiliki tes keterampilan yang bervariasi danvalid. Salah satu cara untuk mendapatkan hasil belajar siswa yang maksimal yaitu dengan membuatkan tes yang beragam danbervariatif, menyerupai permainan yang sesungguhnya, dan validyang dikemas dalam media yang menarik minat belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan dan memvalidasikan tes keterampilan bolabasket dikemas dalam media video tes keterampilan bolabasket dilengkapi dengan buku panduan tes tersebut yang nantinya diharapkan dapat menunjang keberhasilan proses penilaian psikomotor materi bolabasket di SMK Negeri 4 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Subjek yang digunakan adalah siswa laki-laki kelas X Multimedia SMK Negeri 4 Malang yang berjumlah sebanyak 40siswa. Kelompok kecil berjumlah 30 siswa dan kelompok besar berjumlah 40 siswa. Penelitian ini menggunakan sebuah pendekatan problem oriented. Berdasarkan hasil analisis data 5 jenis tes keterampilan teknik dasar bolabasket yang dikembangkan dapat disimpulkan bahwa: (1) hasiluji validitas tes keterampilan teknik dasar bolabasket menggunakan kriterion eksternal (penilaian judge) dan teknik validitas tes ulang (test & retest) dapat dinyatakan valid, (2) hasil uji reliabilitas tes keterampilan teknik dasar bolabasket dapat dinyatakan reliable, (3) hasil uji objektivitas tes keterampilan teknik dasar bolabasket dapat dinyatakan objektiv. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan tes keterampilan teknik dasar bolabasket yang dilakukan dapat digunakan karena telah teruji tingkat kevalidannya. Guru dapat menggunakan tes keterampilan teknik dasar ini karena tes yang dirancang lebih bervariatif sehingga membuat suasana menyenangkan serta tidak membuat siswa merasa bosan, menyerupai permainan yang sesungguhnya, mencakup materi teknik dasar bolabasket sesuai kurikulum yang digunakan, dan telah teruji tingkat kevalidannya
EFEKTIVITAS WAKTU BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMA NEGERI 5 KEDIRI
RINGKASAN Febriantoro, Alga. 2018. Efektivitas Waktu Belajar Pendidikan Jasmani,Olahraga dan Kesehatan di SMAN 5 Kediri. SKRIPSI. Jurusan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. M. E. Winarno, M.Pd. Kata Kunci: efektivitas, waktu belajar, pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan Pendidikan merupakan usaha bangsa untuk membangun sumber daya manusia memperoleh wawasan yang luas dan manjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan juga dilakukan secara terstruktur untuk mewujudkan proses pembelajaran agar siswa aktifmengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Pembelajaran pendidikan jasmani memerlukan pendekatan dalam mengajar agar siswa dapat belajar tentang isi dari pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Untuk mewujudkan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan diperlukan menyusun tujuan pembelajaran agar desain pembelajaran dapat dikembangkan. Beberapa ranah dalam penyusunan tujuan pembelajaran diantaranya: A (audience), B (behavior), C (condition), D (degree), semua ranah tersebut dituangkan dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebelum melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran efektif juga termasuk tentang profesionalisme seorang guru dalam mengembangkan proses pembelajaran dan penyampaian materi pembelajaran, sehingga siswa dapat mempunyai kesempatan aktif dalam kognitif, psikomotor dana fektif. Guru efektif dalam pembelajaran harus memiliki keterampilan atau kemampuan yang diperlukan untuk meminimalkan waktu menunggu siswa dalam belajar dan memaksimalkan siswa dihabiskan untuk belajar aktif dan tepat. Efektivitas pembelajaran dalam pendidikan jasmani olaharaga dan kesehatan dapat dilihat dari respon peseta didik dan juga respon dari seorang observer sebagai pengawas saat berjalannya proses pembelajaran. Pembelajaran efektif terdapat beberapa langkah dalam pembelajaran diantaranya: 1) menetapkan aturan kelas, 2) memulai kegiatan tepat waktu, 3) mengatur pelajaran, 4) mengelompokkan siswa, 5) memanfaatkan ruang/lapangan dan peralatan, 6) mengakhiri pelajaran. Pembelajaran efektif dapat dianalisa melalui tingginya rata-rata waktu belajar yang tepat juga diikuti dengan rendahnya waktu menunggu. Rata-rata waktu efektif meliputi pengaturan waktu pengantar 10%, materi pokok 80%, penutup 10%. Penelitian ini termasuk jenis penelitian evaluasi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui efektivitas waktu belajar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMAN 5 Kediri. Data yang diperoleh melalui observasi langsung. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 3 guru PJOK di SMAN 5 Kediri. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti tentang efektivitas waktu belajar kepada 3 guru PJOK SMAN 5 Kediri menunjukkan bahwa hasil efektivitas waktu pelaksanaan pembelajaran PJOK di SMAN 5 Kediri belum efektif, ini dapat dilihat dengan rata-rata waktu yang digunakan sebanyak 76 menit (85%), maka hasil tersebut termasuk dalam kategori baik sekali. Sistematika efektivitas pembelajaran pada setiap kegiatan masih belum efektif, ini dapat dilihat pada kegiatan pendahuluan sebanyak 10 menit (11%), kegiatan inti sebanyak 55 menit (61%) dan kegiatan penutup sebanyak 11 menit (12%). Efektivitas waktu dalam melaksanakan proses pembelajaran pada kegiatan pendahuluan dan kegiatan penutup yang masih melebihi persentase dari kriteria penilai kinerja guru. Maka terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan yaitu dengan memulai pembelajaran tepat waktu juga penggunaan waktu dan variasi model pembelajaran pada kegiatan inti agar pembelajaran pada setiap kegiatan dapat berjalan dengan efektif. SUMMARY Febriantoro, Alga. 2018. Effectiveness of Learning Time in Physical and Sports Education at SMAN 5 Kediri. ESSAY. Department of Physical Education, Sport and Health. Faculty of Sport Science. Malang State University. Advisor: Prof. Dr. M. E. Winarno, M.Pd. Keywords: effectiveness, learning time, sports and health physical education Education is a nation's effort to build human resources to gain broad insight and become one of the important factors in improving the quality of education also carried out in a structured manner to realize the learning process so that students actively develop the potential that exists within themselves. Learning physical education requires an approach to teaching so students can learn about the content of sports and health physical education. To realize learning that is in accordance with the goals that are expected to be needed to arrange learning objectives so that learning design can be developed. Some domains in the preparation of learning objectives include: A (audience), B (behavior), C (condition), D (degree), all of these domains are outlined in the making of Learning Implementation Plans (RPP) before implementing learning. Effective learning also includes the professionalism of a teacher in developing the learning process and the delivery of learning material, so that students can have active opportunities in cognitive, psychomotor and affective. Effective teachers in learning must have the skills or abilities needed to minimize student time in learning and maximize students spent on active and appropriate learning. The effectiveness of learning in physical education in sports and health can be seen from the response of students and also the response of an observer as a supervisor when the learning process progresses. Effective learning has several steps in learning including: 1) setting class rules, 2) starting activities on time, 3) arranging lessons, 4) grouping students, 5) utilizing space / field and equipment, 6) ending the lesson. Effective learning can be analyzed through the high average appropriate learning time followed by a low waiting time. The average effective time includes setting the delivery time 10%, the material for the 80%, closing 10%. This research includes the type of evaluation research. This study also aims to determine the effectiveness of learning sports and health physical education at SMAN 5 Kediri. Data obtained through direct observation. The subjects used in this study were 3 PJOK teachers at SMAN 5 Kediri. Based on the results of research conducted by researchers about the effectiveness of study time to 3 PJOK teachers of SMAN 5 Kediri, it was shown that the effectiveness of the PJOK learning time implementation in SMAN 5 Kediri was not yet effective, this can be seen with an average of 76 minutes (85%), then the results are included in the excellent category. The systematic effectiveness of learning in each activity is still not effective, this can be seen in the preliminary activities of 10 minutes (11%), core activities as much as 55 minutes (61%) and closing activities as much as 11 minutes (12%). The effectiveness of time in carrying out the learning process in preliminary activities and closing activities which still exceeds the percentage of teacher performance assessment criteria. Then there are some things that need to be improved and improved, namely by starting on time learning as well as the use of time and variations of learning models in core activities so that learning in each activity can run effectively
Perbedaan Pengaruh Latihan Keterampilan Sepak Sila antara Menggunakan Bola Takraw dan Bola Tenis terhadap Keterampilan Sepak Sila dalam Permainan Sepaktakraw Di Klub Sambi Putra kab. Tulungagung
RINGKASAN Latihan dengan menggunakan bolatakraw pada prinsipnya merupakan bentuk latihan sesuai atau sama dengan keterampilan yang dipelajaridalamsepaktakrawpadaumumnya. Latihan menggunakan bolatenis dapat dilakukan seperti pada prinsipnya latihan sepak sila yang membedakan hanya diameter ukuran 6,541-6,858 cm bola lebih kecil dari pada bolatakraw yang berdiameter 42-44 cm. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui: (1)pengaruh latihan menggunakan bola takrawterhadap keterampilansepaksila, (2) pengaruh latihan menggunakan bola tenisterhadap keterampilansepaksila, (3) perbedaan pengaruh antara latihanmenggunakan bola takrawdan latihan menggunakan bola tenisterhadapketerampilansepaksilaatletsepaktakraw di KlubSambi Putra KabupatenTulungagung. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental dengan two group, pretestposttest design. Subjek penelitian ini adalah seluruh atletsepaktakraw di KlubSambi Putra KabupatenTulungagung yang berjumlah 30 atlet dengan 15atlet kelompoklatihanmenggunakan bola takraw, dan 15atlet kelompoklatihanmenggunakan bola tenis. Penelitian dilaksanakan di KlubSambi Putra KabupatenTulungagungdan berlangsung pada tanggal 26Maret–4 Mei 2018. Berdasarkan uji Anava satu arah (One Way Anova)dengan α = 0,05, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) kelompok bola takraw diperoleh Sig (p) 0,009< 0,05, maka ada perbedaan rata-ratapretest dan posttestketerampilansepaksilakelompok bola takraw,(2) kelompok bola tenisdiperolehSig (p) 0,000 < 0,05, maka ada perbedaan rata-ratapretest dan posttestketerampilan sepaksilakelompok bola tenis.(3) kelompok bola takrawdan kelompok bola tenisdiperoleh nilai Sig (p) 0,013< 0,05, maka ada perbedaan rata-rata posttest latihan menggunakan bola takraw dengan latihan menggunakan bola tenis terhadap hasil belajar keterampilansepaksila.Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar keterampilan sepaksilalatihan menggunakan bola tenis lebih baik dari pada rata-rata hasil belajar keterampilansepaksilamenggunakan bola takraw. Berdasarkan hasil eksperimendisimpulkan bahwa ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan sepak sila menggunakan bola takraw dan menggunakan bola tenis di Klub Sambi Putra Kabupaten Tulungagung, di mana latihan sepak sila menggunakan bola tenis memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan latihan sepak sila menggunakan bola takraw
Pengembangan Pembelajaran Teknik Dasar Passing dan Control Sepakbola Usia 9–12 Tahun di Sekolah Sepakbola Unibraw 82 Kota Malang
ABSTRAK Passing adalah salah satu teknik dasar sepakbola yang bertujuan mengumpan bola dari satu tempat ke tempat lain. Control adalah salah satu teknik dasar sepakbola yang bertujuan untuk menghentikan bola saat menerima bola dari teman atau bola yang didapat dari lawan secara sengaja atau tidak. Penguasaan teknik dasar memang harus mutlak dikuasai oleh setiap pemain sepakbola agar dapat menciptakan rangkaian serangan atau pertahanan yang baik. Berdasarkan hasil observasi, dapat disimpulkan bahwa siswa Sekolah Sepakbola Unibraw 82 usia 9-12 tahun Kota Malang membutuhkan pembelajaran teknik dasar passing dan control yang bervariasi, sehingga peneliti terdorong untuk melakukan penelitian dan pengembangan pembelajaran teknikdasar passing dan control sepakbola. Tujuan penelitian adalah mengembangkan pembelajaran teknik dasar passing dan control sepakbola di Sekolah Sepakbola Unibraw 82 usia 9-12 tahun Kota Malang. Model pengembangan yang digunakan di dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan dari Borg dan Gall namun peneliti hanya mengambil 7 dari 10 langkah. 7 langkah tersebut antara lain, analisis kebutuhan, mengembangkan produk, evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil, uji lapangan (kelompok besar), revisi produk akhir dengan menghasilkan produk akhir. Subjek uji coba terdiri dari (1) Tinjauan 3 ahli yaitu ahli sepakbola, ahli media dan ahli pembelajaran, (2) Uji coba kelompok kecil, (3) Uji coba kelompok besar. Hasil evaluasi dengan persentase dari ahli sepakbola menyatakan 83% memenuhikriteria valid (80%-100%) sehingga produk ini dapat digunakan, dari ahli media menyatakan 74% memenuhi kriteria cukup valid (60%-100%) sehingga produk ini dapat digunakan, ahli pembelajaran menyatakan 81% memenuhi kriteria valid (80%-100%) sehingga produk ini dapat digunakan. Kemudian dari hasil uji coba kelompok kecil mendapat 84, 8% memenuhi kriteria valid (80%-100%) sehingga produk ini dapat digunakan, sedangkan uji coba lapangan/kelompok besar mendapat 85,7% memenuhi kriteria valid (80%-100%) sehingga produk ini dapat digunakan. Berdasarkan hasil evaluasi ahli dan hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar dapat disimpulkan bahwa buku panduan pembelajaran teknik dasar passing dan control dapat digunakan dalam pembelajaran teknik dasar di Sekolah Sepakbola Unibraw 82 usia 9-12 tahun Kota Malang. Buku panduan pembelajaran teknik dasar ini dapat dipelajari sebelum melakukan pembelajaran teknik dasar passing dan control, agar ketika dilapangan tidak terjadi kesalahan dalam melakukan pembelajaran passing dan control
SURVEI TENTANG PEMAHAMAN PERATURAN PERMAINAN SEPAKBOLA PADA PEMAIN PERSEKAM METRO FC
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman peraturan sepakbola khususnya pada pemain Persekam Metro FC. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode survey dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif.Berdasarkan hasil analisis data sebelumnya menunjukkan persentase tingkat pemahaman pemain Persekam Metro FC Malang tentang peraturan permainan sepakbola yang dievaluasi melalui teknik tes tulis dengan materi peraturan permainan sepakbola. Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui mayoritas pemain Persekam Metro FC Malang kurang memahami tentang peraturan permainan sepakbola
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR SEPAKBOLA UNTUK SISWA KELAS VII DALAM BENTUK VIDEO DI SMP KATOLIK MARDIWIYATA KOTA MALANG
ABSTRAK Sepakbola adalah olahraga yang membutuhkan kerja sama tim. Dalam olahraga sepakbola membutuhkan penguasaan teknik pengolahan bola dan pengertian antara pemain satu dengan pemain lainnya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru Pendidikan Jasmani di SMP Katolik Mardiwiyata Kota Malang, dibutuhkan suatu variasi model pembelajaran bagi siswa. Setelah dilakukan analisis kebutuhan, diperoleh data 35% siswa sangat tertarik dan 37,5% siswa tertarik terhadap olahraga sepakbola, 87,5% siswa kesulitan dalam penguasaan materi yang diberikan tentang sepakbola, 90% menyatakan siswa membutuhkan model pembelajaran yang bervariasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan pembelajaran teknik dasar sepakbola dalam bentuk video untuk siswa kelas VII di SMP Katolik Mardiwiyata Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan yang mengacu pada teori Research and Development Borg dan Gall yang telah dimodifikasi disesuaikan dengan keadaan di lapangan mengacu teori Ardhana. Dari 10 langkah pengembangan yang dikemukakan Borg dan Gall, peneliti menggunakan 7 langkah saja dikarenakan keterbatasan waktu, tenaga, serta biaya. Penelitian ini melalui beberapa tahap, antara lain: 1) evaluasi produk dari 1 ahli sepakbola, 1 ahli kepelatihan sepakbola, 1 ahli media, 2) uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan kelompok besar, 3) tahap pengolahan data. Berdasarkan evaluasi 1 ahli sepakbola diperoleh hasil 76,25%, 1 ahli pembelajaran diperoleh hasil 80% dan 1 ahli media diperoleh hasil 75%, sehingga produk dinyatakan layak untuk diujicobakan pada kelompok kecil. Berdasarkan uji kelompok kecil yang dilakukan oleh 10 siswa kelas VII di SMP Katolik Mardiwiyata Kota Malang diperoleh hasil 84,75%, sedangkan dari uji lapangan (kelompok besar) yang dilakukan oleh 40 siswa kelas VII di SMP Katolik Mardiwiyata Kota Malang diperoleh hasil 87,21%. sehingga produk pengembangan model pembelajaran teknik dasar sepakbola yang dikemas dalam bentuk video dinyatakan layak digunakan sebagai model pembelajaran teknik dasar sepakbola untuk siswa kelas VII di SMP Katolik Mardiwiyata Kota Malang. Dengan adanya produk pengembangan model-model pembelajaran teknik dasar sepakbola dalam bentuk video ini diharapkan dapat membantu siswa-siswa kelas VII dalam upaya mempelajari materi mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan tentang sepakbola yang diharapkan siswa tuntas dalam melakukan pembelajaran. Pengembangan model pembelajaran teknik dasar sepakbola ini diharapkan dapat dikembangkan lagi supaya lebih variatif, sehingga siswa tidak mengalami kebosanan dengan model pembelajaran yang ada
Perbandingan Pengaruh Latihan Illinois Run dan Zig-Zag Run Terhadap Peningkatan Kelincahan Siswa Ekstrakurikuler Futsal SMAN 8 Malang
ABSTRAK Diranto, Imam Akbar2018.Perbandingan Pengaruh Latihan Illinois Run dan Zig-Zag Run Terhadap Peningkatan Kelincahan Siswa Ekstrakurikuler Futsal Di SMAN 8 Malang .Skripsi,JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing (1) Dr.SitiNurrochmah, M.Kes, (2) UsmanWahyudiS.Pd,M.Pd Kata kunci: LatihanIllinois run, Zig-Zag Run, Illinois agility test, Kelincahan, Futsal Latihan futsal di SMAN 8 Malang belum menghasilkankondisifisikuntukmengembangkanpermainan yang baik, untukmeningkatkankelincahanpelatihhanyamenggunakanlatihanzig-zag run, olehkarena itu penting dilakukan penelitian yang bentuk latihannyalebihmenarikdanjarangditemuiolehsiswaekstrakurikuler. Dalam olahraga futsal, kondisi fisik olahraga sangat dibutuhkan untuk menunjang peningkatan kemampuan fisik siswaekstrakurikuler futsal SMAN 8 Malang, salahsatukondisifisik yang dibutuhkanadalahkelincahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara latihanillinois run danzig-zag runterhadapkemampuankelincahan pada siswaekstrakurikuler futsal SMAN 8 Malang. Rancangan penelitian dilakukan dengan desain kelompok kontrol pretest posttest. Sampelsejumlah30 siswadiambil menggunakan teknik purposive random sampling.Dalampenelitianinimenggunakaninstrumentesdan non tes, danpengumpulan data menggunakanteknikpengukuranbentuktesfisik, teknikeksperimendanobservasi. Tes digunakan untukmengukur kelincahan dan dilakukandalam bentukpengamatan langsung menalui (ANAVA) dan teknik uji tarafsignifikanα 0,05. Analisis varian menggunakan data bedahasil pretest danposttestdiperolehF hitung 18,28 dan F tabel α 0,05 untuk 4,18. Oleh karena F hitung> F tabel α 0,05, artinya kemampuan kelincahanterdapatpeningkatan. Hasil analisis uji lebih lanjut adalah Leat Significance Difference(LSD)diperolehbesar mean 35,95> LSD 0,317, artinya terdapat perbedaan yang signifikan. Oleh karena t hitung> t tabel α 0,05 berarti latihanillinois run lebih baik dibandingkandenganlatihanzig-zag run. Kesimpulan bahwaada perbedaan kemampuankelincahan sebelum dan sesudah latihanIllinois run, ada perbedaan kemampuankelincahan sebelum dan sesudah latihanzig-zag run, danlatihanIllinois runlebihbaikdibandingkandenganlatihanzig-zag run.Saran bagi pelatihjikainginmeningkatkankelincahandiharapkan dapat dipersentasikan oleh penelitian lain dalam persiapan untuk meneliti lebih dalam dan mengembangkan bentuk penelitian lain dengan variabel yang berbeda dengan subjek penelitian yang lebih luas
PengaruhKetinggian Wilayah Terhadap Tingkat daya tahan umum(V ̇O_2 max) Pelajar Putra Usia 11 Tahun di Malang Raya
ABSTRAK Safi’i, Imam. 2017. PengaruhKetinggian Wilayah Terhadap Tingkat daya tahan umum() Pelajar Putra Usia 11 Tahun di Malang Raya. Skripsi, JurusanPendidikanJasmani, FakultasIlmuKeolahragaan,UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Asim, M.Pd. Kata Kunci: Tingkat, daya tahan umum, pelajarputrausia 11 tahun, di dataranrendah, dataransedang, datarantinggi. Dayatahanumummerupakansalahsatuunsurkebugaran yang paling penting. Tentunyasetiapindividumemilikitingkatdaya tahan umum yang berbeda-beda, begitu pula dengantingkatdaya tahan umumanak yang tinggal di datarantinggitepatnya di kotaBatu, di dataransedangdandataranrendahtepatnya di kabupaten Malangjugamemilikitingkatdaya tahan umumyang berbeda.Adapunrumusanmasalahdalampenelitianinisebagaiberikut “Bagaimanakahperbandingantingkatdayatahanumum () pelajar putra usia 11 tahun di dataran rendah, sedang, dan tinggi?”. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuiapakahterdapatperbedaantingkatdaya tahan umum()pelajarputrausia 11 tahun yang tinggal di dataranrendah,tinggi, dandataransedang di Malang Raya. Penelitianinimenggunakanmetodesurvei.Variabel yang diteliti berupa variabel terikat berupa tingkat daya tahan umum () pelajar putra usia 11 tahun dan variabel bebas berupa tempat tinggal di dataranrendah(SDN Sitiarjo 1, SDN Sitiarjo 3, SDN Sitiarjo 5) denganketinggian700 mdpl.Penelitian ini menggunakan analisis data yang diolah secara kuantitatif dengan menggunakan anava satu arah dengan α = 0,05 Berdasarkanhasil anava satu arah yang diolahmenggunakan SPSS versi 23menunjukanprobabilias tingkat daya tahan umum ()sebesar 0,000< 0,05.Hasilujibonferroniatauujibeda rata-rata tingkatdayatahanumum () antara pelajarputrausia 11 tahun di dataranrendahdansedangdiketahuiprobabilitas 0,05. Rata-rata tingkat daya tahan umum () pelajar putra usia 11 tahun yang paling tinggiyaitudi dataran sedang sebesar 49,939. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa dataran sedang berpengaruh lebih baik terhadap tingkat daya tahan umum () pelajar putra usia 11 tahun dari pada dataran rendah dan dataran tinggi.Disarankanuntuk guru PENJAS di dataranrendahdantinggiharusmemaksimalkan jam pelajaranolahraga, danmemodifikasipermainanolahraga yang dapatmeningkatkandayatahanumum () peserta didiknya
PENGARUH METODE DRILL DAN METODE BARRIER HOPS TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING PADA PESERTA SSB UNIBRAW 82
Abstrak Metode pembelajaran adalah suatu strategi dari beberapa model ataupun cara yang dapat dilakukan untuk menggelar aktivitas belajar mengajar agar berjalan dengan baik. Metode pembelajaran memiliki berbagai cara yang dipilih untuk menyampaikan pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, yang meliputi sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada peserta. Pemberian metodepembelajaran yang sesuai targetdapat menghasilkan pembelajaran yang efektif dan dapat mencapai suatu tujuan tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajara shooting sepakbolaterhadap hasil belajar shootingdan untuk mengetahui perbedaanpengaruh metode terhadap hasil belajar shooting SSB Unibraw 82 di Malang. Rancangan penelitian yang dipakai adalah eksperimen yang dilakukan kepada peserta SSB Unibraw 82 Kota Malang dengan rentang usia 13-15 tahun. Subjek penelitian yang digunakan adalah peserta SSB Unibraw 82 Kota Malangsebanyak 24 orang, kemudian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok metode drill dan kelompok metode barrier hops.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah shooting sepakbola. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Varian Satu Jalur (One Way Anova). Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa: (1) pembelajaran dengan perlakuan metodedrill memberikan pengaruh terhadap hasil belajar shooting peserta SSB Unibraw 82 (Fhitung = 10,101> Ftabel = 4,26), (2) pembelajaran perlakuan metode barrier hopsmemberikan pengaruh terhadap hasil belajar shooting peserta SSB Unibraw 82 (Fhitung =12,303> Ftabel =4,26), (3) tidak ada perbedaan yang signifikanantara pembelajaran dengan metode drill dan metodebarrier hopsterhadap hasil belajarshooting peserta SSB Unibraw 82 (Fhitung = 0,567< Ftabel = 4,26), tetapi berdasarkan rata-rata peningkatan skor awal dan akhir pembelajaran dengan metodebarrier hops memberikan pengaruh yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang di awali dengan metodebarrier hopsmemberikan pengaruh yang lebih baik dibanding pembelajaran yang diawali denganmetode drill terhadap hasil belajarshooting peserta SSB Unibraw 82. Saran yang dapat diberikan kepada pembina atau pelatih SSB Unibraw 82 karena pembelajaran dengan perlakuan metode barrier hops peserta lebih semangat dan serius serta lebih cepat dan tanggap dalam memahami pembelajaran yang diberikan
Studi Komparatif Perkembangan Daya Tahan Pada Anak Usia 11 Tahun di DataranRendah, Dataran Sedang dan Dataran Tinggi
ABSTRAK Ramadhani, Tony. 2017. Studi Komparatif Perkembangan Daya Tahan Pada Anak Usia 11 Tahun di DataranRendah, Dataran Sedang dan Dataran Tinggi. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Asim, M.Pd (II) Fahrial Amiq, S.Or,. M.Pd Kata Kunci: Perkembangan, daya tahan, anak usia 11 tahun, di dataran rendah, dataran sedang, dataran tinggi.Perkembangan daya tahan anak usia 11 tahun berbeda-beda, apalagi anak yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi. Perbedaan itu bisa dilihat dari bagaimana aktivitas gerak yang mereka lakukan sehari-hari mulai dari bangun tidur, makan, berangkat sekolah, aktivitas di luar jam pelajaran, dan sampai tidur lagi. Kegiatan tersebut setiap anak pasti berbeda-beda. Salah satu hal tersebut yang membuat tingkat daya tahan disetiap individu anak menjadi berbeda. Karakterisstik setiap umur berbeda-beda, sehingga membuat tingkat daya tahan anak juga berbeda. Setiap jenjang umur anak memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda, dengan demikian kita juga bisa mengetahui tingkat daya tahan dari berbagai umur anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan perkembangan daya tahan VO2Max anak usia 11 tahun, yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi di wilayah Malang Raya.Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan Cross-Sectional, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa tes yaitu Bleep Test dengan versi Budiwanto.Berdasarkan hasil uji Anava dengan α 0,05menunjukkan nilai signifikansi (,000) < 0,05, maka H0 ditolak, yang berarti terdapat perbedaan perkembangan daya tahan VO2Max anak usia 11 tahun, yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi. Setelah diuji anava satu arah dilanjutkan dengan uji tukey. Di daerah dataran rendah dan dataran sedang tidak terdapat perbedaan daya tahan VO2Max anak usia 11 tahun, lalu di dataran rendah dan dataran tinggi terdapat perbedaan rata-rata daya tahan VO2Maxanak usia 11 tahun, sedangkan di daerah dataran sedang dan tinggi terdapat perbadaan rata-rata daya tahan VO2Maxanak usia 11 tahun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan bahwa dataran tinggi berpengaruh lebih baik terhadap perkembangan daya tahan VO2Max anak usia 11 tahun dibandingkan di dataran sedang dan dataran rendah, dataran rendah dan dataran tinggi. Diharapkan kepada guru pendidikan jasmani di setiap sekolah dengan cara memberikan pengarahan dan pengetahuan pada saat proses pembelajaran yang dapat mendukung perkembangan daya tahan VO2Max anak putra pada usia11 tahun