SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
Pengembangan Program Latihan Karate pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMKN 5 Malang dan SMAN 1 Tumpang
ABSTRAK Ekasaputri, K.K. 2018. Pengembangan Program Latihan Karate pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMKN 5 Malang dan SMAN 1 Tumpang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd., (II) Dr. Sapto Adi, M.Kes. Kata kunci: program latihan, karate, ekstrakurikuler Program latihan bagi seorang pelatih sangatlah penting, agar dapat mengetahui target yang ingin dicapai, serta metode ataupun model latihan yang akan diterapkan secara sistematis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Dengan program latihan yang jelas, atlet dapat melakukan latihan dengan proses yang sistematis dan dilakukan secara berulang-ulang, dengan menambah jumlah beban latihan serta intensitas latihan di setiap sesinya. Dari hasil analisis kebutuhan diperoleh hasil 100% pelatih karate menyatakan belum memiliki program latihan tertulis, serta 100% pelatih juga bersedia untuk dikembangkan program latihan. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan program latihan karate pada kegiatan ekstrakurikuler karate di SMKN 5 Malang dan SMAN 1 Tumpang. Penelitian dan pengembangan program latihan karate pada kegiatan ekstrakurikuler di SMKN 5 Malang dan SMAN 1 tumpang melalui tahap yang digunakan sebagai berikut: (1) analisis kebutuhan dan kajian pustaka, (2) rancangan produk awal dan evaluasi para ahli, (3) revisi produk berdasarkan evaluasi para ahli, (4) uji coba kelompok kecil, (5) revisi produk berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil, (6) uji coba kelompok besar, (7) revisis berdasarkan uji coba kelompok besar dan produk akhir. Sebelum melakukan uji coba produk terlebih dahulu dilakukan justifikasi oleh ahli program latihan, ahli kepelatihan, dan ahli karate. Peneliti menggunakan metode pengumpulan data berupa instrumen yang disajikan dalam bentuk kuesioner untuk: (1) uji coba kelompok kecil sebanyak 10 karateka, (2) uji coba kelompok besar sebanyak 30 karateka. Sedangkan untuk data evaluasi ahli juga berupa kuesioner yang diberikan kepada justifikator produk yang meliputi ahli program latihan, ahli kepelatihan, serta ahli karate. Dari penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, maka didapat hasil pengembangan program latihan karate pada kegiatan ekstrakurikuler di SMKN 5 Malang dan SMAN 1 Tumpang. Dengan persentase sebesar 83,88% (cukup valid) evaluasi ahli program latihan, 83,75% (cukup valid) evaluasi ahli kepelatihan, 94,44% (sangat valid) evaluasi ahli karate, 98,83% (sangat valid) hasil dari uji coba kelompok kecil, serta 99,51% (sangat valid) berdasarkan hasil uji coba kelompok besar. Sehingga hasil akhir produk pengembangan berupa program latihan karate pada kegiatan ekstrakurikuler di SMKN 5 Malang dan SMAN 1 Tumpang dapat untuk digunakan
PENGARUH TINGKAT PEMAHAMAN WAJIB PAJAK, KUALITAS PELAYANAN FISKUS, SANKSI PAJAK DAN LINGKUNGAN WAJIB PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK UNTUK MENGIKUTI TAX AMNESTY
ABSTRAK Tax Amnesty is a tax program created by government to Taxpayer which valid since it groomed until 31 March 2017. The government strive to increase tax income by Tax Amnesty which it will reached if compliance taxpayer of participate in Tax Amnesty also increase. Taxpayer’s behavior to support and participate in tax amnesty affected by the understanding level of Taxpayer, quality of fiskus service, tax sanction and environment of Taxpayer. Theory of Planned Behavior explains the intension to Taxpayer’s behavior which affected by the understanding level of Taxpayer, quality of fiskus service, and tax sanction. The affects of environment of Taxpayer identified by attribution theory to explain the Taxpayer’s behavior. The population of this research are Taxpayers in the KPP Pratama Blitar. The amount of sample are 100 Taxpayers taken by convenience sampling. The data were collected through questionnaires by Likert scale with 4 options. The instrument feasibility analyzed by validity and reliability test. The collected data analyzed by descriptive statistic and multiple linear regressions. The result of this research shows that the understanding level of Taxpayer, tax sanction and environment of Taxpayer affect significantly positive to the compliance of Taxpayer to participate in Tax Amnesty, meanwhile quality of fiskus service don’t affect significantly to the compliance of Taxpayer to participate in Tax Amnesty
Pengembangan Variasi Permainan Materi Gerak Lokomotor Lari Pada Pembelajaran PJOK untuk Siswa Kelas IV SDN Mulyorejo 3 Malang
ABSTRAK Pada pembelajaran gerak lokomotor lari peserta didik kurang tertarik dengan materi yang disajikan oleh pendidik, karena tidak tepatnya variasi permainan yang digunakan oleh pendidik. Untuk mengatasi masalah kurang tepatnya variasi permainan yang digunakan oleh pendidik, solusinya adalah dilakukan penelitian dan pengembangan tentang variasi permainan ketika materi gerak lokomotor lari melalui kajian berjudul “Pengembangan Variasi Permainan Materi Gerak Lokomotor Lari Pada Pembelajaran PJOK untuk Siswa Kelas IV SDN Mulyorejo 3 Malang”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatasi beberapa masalah dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan materi pembelajaran gerak lokomotor yang terfokus pada lari. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode konseptual dan prosedural. Instrumen yang digunakan berupa instrumen non tes bentuk angket dan wawancara. Data yang terkumpul termasuk jenis data kualitatif dan kuantitatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistika deskriptif kualitatif dan kuantitatif yang berupa persentase. Hasil analisis data validasi diperoleh (1) validasi ahli media diperoleh hasil 87% (produk dinyatakan sangat valid), (2) validasi ahli pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan diperoleh hasil 76% (produk dinyatakan valid). (3) validasi ahli atletik diperoleh hasil 88% (produk dinyatakan sangat valid) dan (4) validasi ahli permainan diperoleh hasil 83% (produk dinyatakan sangat valid), (5) uji coba kelompok kecil diperoleh hasil 89% (produk dinyatakan sangat valid), (6) uji coba kelompok besar diperoleh hasil 89% (produk dinyatakan sangat valid). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini bahwa produk pengembangan Variasi Permainan Materi Gerak Lokomotor Lari Pada Pembelajaran PJOK untuk siswa kelas IV SDN Mulyorejo 3 Malang, yaitu: (1) menurut evaluasi para ahli dinyatakan memiliki kesesuaian materi, keamanan dan kemanfaatan alat dan bahan, keefektifan serta kemenarikan permainan, (2) dari hasil uji coba kelompok besar dinyatakan memiliki kemenarikan permainan, kemudahan permainan, kesenangan, keamanan permainan, keamanan alat dan bahan, kemenarikan alat dan bahan serta tujuan permainan, (3) produk dapat mempermudah proses pembelajaran materi gerak lokomotor lari. Saran bagi pengembang variasi permainan materi gerak lokomotor laripada pembelajaran PJOK untuk siswa kelas IV SDN Mulyorejo 3 Malang adalah (1) produk tersebut dapat dilanjutkan sampai pada penelitian uji efektifitas produk, (2) dapat digunakan pendidik sebagai variasi permainan pada siswa kelas IV SDN Mulyorejo 3 Kota Malang
Survei Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan di SMPN 8 Malang
ABSTRAK Proses pelaksanaan pembelajaran merupakan saling berkaitannya antara kegiatan pembelajaran, guru, dan peserta didik. Kegiatan pembelajaran sendiri sangat diperlukan oleh guru dan peserta didik sebagai sarana dan alat saling berinteraksi untuk berjalannya proses pelaksanakan pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tiga guru mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMPN 8 Malang. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa rerata persentase yang diperoleh ketiga guru dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga, dan kesehatan adalah kegiatan pendahuluan sebesar 93% dengan kriteria sangat baik, kegiatan inti sebesar 80% dengan kriteria baik, dan kegiatan penutup sebesar 58% dengan kriteria cukup, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh ketiga guru mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sebesar 76% dengan kriteria baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pedidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMPN 8 Malang oleh ketiga guru yaitu kegiatan pendahuluan diperoleh 93% dengan kategori sangat baik, kegiatan inti diperoleh persentase 80% dengan kategori baik, dan kegiatan penutup diperoleh 58% dengan kategori cukup, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMPN 8 Malang diperoleh 76% dengan kategori baik. Saran yang disampaikan adalah pada pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMPN 8 Malang perlu meningkatkan kembali proses pelaksanaan pembelajaran disetiap kegiatan terutama di kegiatan inti karena ditahap ini peserta didik mulai meningkatkan keterampilan gerak saat proses pelaksanaan pembelajaran berlangsung dan kegiatan penutup perlu adanya evaluasi dari hasil pembelajaran yang telah dilakukan agar peserta didik mengetahui kendala yang membuat proses pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan terhambat
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS X TKR 2 SMK 2 TUREN KABUPATEN MALANG SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2016/2017
ABSTRAK Syah , M A. 2018. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Kewirausahaan Siswa Kelas X TKR 2 di SMK 2 Turen Kabupaten Malang Tahun Ajaran 2016/2017. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Sapir,S.Sos,M.Si Kata kunci: Problem Based Learning, Aktivitas, dan Hasil Belajar Berdasarkan observasi awal yang sudah dilakukan di SMK Negeri 2 Turen Kabupaten Malang, model pembelajaran yang diterapkan oleh guru kewirausahaan sudah cukup bervariasi namun terkadang belum bisa berjalan dengan maksimal karena terhalang oleh beberapa hal misalnya sarana dan prasarana, terbatasnya materi dalam buku pegangan siswa, situasi kelas yang kurang mendukung, masih terus beradaptasi dengan kurikulum baru walaupun kurikulum baru telah diterapkan sejak 2 tahun terakhir. Pembelajaran juga terkadang masih berpusat pada guru sehingga terkesan monoton seperti pemberian tugas atau latihan soal yang ada di Lembar Kerja Siswa atau buku pegangan sehingga siswa terkadang kurang aktif untuk kegiatan individu maupun kegiatan kelompok dalam kelas, sedangkan dalam kurikulum yang baru menekankan proses pembelajaran berpusat pada siswa yang mampu meningkatkan aktivitas dan berpikir kritis siswa, Hasil belajar sebelum dilakukan penelitian diambil dari nilai ulangan harian . Hasil menunjukkan bahwa dari 20 siswa kelas X TKR 2 yang tuntas sesuai dengan KKM sebanyak 10 siswa, itu berarti persentase siswa yang tuntas hanya mencapai 50%. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran kewirausahaan kelas X TKR 2 di SMK 2 Turen dengan jumlah 20 siswa yang terdiri dari laki-laki semua pada tahun ajaran 2016/2017. Dalam penelitian ini data yang diperoleh berupa aktivitas dan hasil belajar siswa dari ranah kognitif, setelah diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada ranah kognitif. Aktivitas siswa siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan. Pada siklus 1 rata-rata aktivitas siswa 66% sementara pada siklus 2 siswa meningkat 11% dengan persentase 77% sementara itu hasil belajar siswa dalam ranah kognitif siklus 1 dengan rata-rata 79 dengan presentase kelulusannya 75% dan meningkat pada siklus 2 dengan presentase keluusannya 85%
STUDI KOMPARATIF TINGKAT VO2 MAX DAN DAYA TAHAN OTOT LENGAN PEMAIN MARCHING BAND DI SMAN 1 KEPANJEN DAN SMK AHMAD YANI JABUNG KABUPATEN MALANG
RINGKASAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah perbedaan VO2 Max dan daya tahan otot lengan pemain marching band SMAN 1 Kepanjen dan SMK Ahmad Yani Kabupaten Malang. Selain itu untuk penelitian rintisan dan landasan dalam mengambil kebijakan lanjutan seperti : a) program latihan, b) pengembangan variasi latihan, c) menjadikan dasar penelitian yang dapat dikembangkan, dan d) perbandingan tingkat VO2 Max, dan daya tahan otot lengan sebagai acuan capaian pelatih kepada pemainnya. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan teori. Dengan teknik tes dan pengukuran yang dilengkapi petunjuk pelaksanan tes Push Up dan Mulltistage Fitness Test or Bleep Test karena hanya membutuhkan peralatan yang minim dan dimiliki oleh tim marching band tersebut selain itu tidak membutuhkan tempat yang luas sepeti tes lari 2,4 km
Survei Motivasi Siswa Dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga Di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kota Kediri
RINGKASAN Farisky, Alfin Tauwab. 2018. Survei Motivasi Siswa Dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga Di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kota Kediri. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes Kata Kunci: survei, motivasi, siswa, ekstrakurikuler olahraga Di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas saat ini banyak cabang olahraga dijadikan salah satu program ekstrakurikuler, seperti yang diadakan di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kota Kediri. Peserta yang mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kota Kediri berjumlah 80 siswa dengan motivasi yang beragam. Jenis motivasi yang dominan pada peserta ekstrakurikuler untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga belum diketahui.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kota Kediri sehingga dapat digunakan siswa sebagai masukan untuk mengembangkan kemampuan diri dalam bermain serta berprestasi dalam bidang olahraga.Rancangan penelitian yang digunakan berupa rancangan survei bentuk deskriptif, subjek penelitian yang terlibat berjumlah 80 siswa, instrumen yang digunakan berupa instrumen non tes yaitu menggunakan angket. Pengumpulan data menggunakan teknik angket, dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistika deskriptif.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, bahwa siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler olahraga di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kota Kediri sebagian besar termotivasi instrinsik (80,75%), sedangkan untuk motivasi ekstrinsik diperoleh (72,5%). Berarti motivasi instrinsik mendominasi pilihan jenis olahraga yang disajikan dalam kegiatan ekstrakurikuler olahraga di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kota Kediri. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kota Kediri sebagian besar dominan termotivasi instrinsik
SURVEI TENTANG IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BOLAVOLI DI SMP NEGERI SE-KECAMATAN SOOKO KABUPATEN PONOROGO
Abstract: The purpose of this research is to know the implementation study volleyball in junior high Country Se-sub district of Sooko Ponorogo. This study used a survey research design. This research was conducted by providing questions in the form of question form to the teacher and the learners. Data collection techniques used in this research include observation (observation), interview, charging question form, and documentation. The results of this research show that a teacher in JUNIOR HIGH Country se-Sub Ponorogo already implement learning volleyball well. Keywords:Implementation, learning, volleyball Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembelajaran bolavoli di SMP Negeri Se-Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian survei. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan pertanyaan berupa angket kepada guru dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi (pengamatan), wawancara, pengisian angket, dan dokumentasi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru di SMP Negeri se-Kecamatan Kabupaten Ponorogo sudah mengimplementasikan pembelajaran bolavoli dengan baik. Kata Kunci: Implementasi, pembelajaran, bolavol
PERBEDAAN UNSUR KONDISI FISIK KELINCAHAN DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI PADA PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BOLABASKET PUTRA SMA NEGERI 7 MALANG KOTA MALANG DANSMA NEGERI 1 LAWANG KABUPATEN MALANG
RINGKASAN Brata, Faried Andy. 2018. PerbedaanUnsurKondisiFisikKelincahandanKekuatanOtotTungkaiPadaPesertaKegiatanEkstrakurikulerBolabasket Putra SMA Negeri 7 Malang Kota Malang danSMA Negeri 1 LawangKabupaten Malang. Skripsi, JurusanPendidikanJasmani dan Kesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Dr. SitiNurrochmah, M.Kes. Kata kunci: unsur kondisi fisik, kelincahan, kekuatan otot tungkai, ekstrakurikuler, bolabasket. Kegiatanekstrakurikulerolahragabertujuanuntukmengembangkanpengetahuanpesertadidiksertamenyalurkanminatdanbakat. Terdapatbanyakkegiatanekstrakurikuler yang dapatmengasahkemampuan/ keahliansalahsatunyaadalah olahraga bola basket.Kondisifisikmerupakanfaktorutama yang dapat menunjang aktivitas atlet dalam rangka meningkatkan prestasinya. Aktivitaslatihandilakukanuntukmenunjangkondisifisik yang prima.Unsur kondisi fisik kelincahan dan kekuatan otot tungkai yang baik dapat diperoleh dari kegiatan yang dilakukan setiap hari termasuk diantaranya adalah latihan. Penelitianinibertujuanuntukmengkajiperbedaan unsur kondisi fisik kelincahan dan kekuatan otot tungkai pada peserta kegiatan ekstrakurikuler bolabasket antara siswa SMA Negeri 7 Malang Kota Malang dan SMA Negeri 1 Lawang Kabupaten Malang. Rancangan penelitian ini menggunakanrancangan non eksperimental bentuk survei. Ditinjau dari tujuan penelitian maka penelitian ini termasuk jenis penelitiankausal komparatif.Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive random sampling.Instrumen yang digunakanberupa tes Agility Run Illinois Test dan Tes Leg Dynamometer. Data penelitian yang diperolehdianalisismenggunakanuji-t sampel independendenganprasyaratujinormalitasmenggunakanujiLilieforsdanujihomogenitasmenggunakanujiF. Berdasarkan hasilpenelitian unsur kondisi fisikkelincahan dan kekuatan otot tungkai peserta kegiatan ekstrakurikuler bolabasket putra SMA Negeri 7 Malang Kota Malang dan SMA Negeri 1 Lawang Kabupaten Malang pada unsur kondisi fisik kelincahan menunjukkan ada perbedaan yang signifikan hal tersebut ditunjukkan dengan hasil uji-t independen sebesar 2,765> 2,024 sedangkan pada unsur kondisi fisik kekuatan otot tungkai menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dengan hasil 3,028 > 2,024 dengan hasil t tes kelincahan dan kekuatan otot tungkai dari peserta kegiatan ekstrakurikuler bolabasket putra SMA Negeri 1 Lawang lebih baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan pada unsur kondisi fisik kelincahan dan unsur kondisi fisikkekuatan otot tungkai antara peserta kegiatan ekstrakurikuler bolabasket putra SMA Negeri 7 Malang Kota Malang dan SMA Negeri 1 Lawang Kabupaten Malang
Survei Tingkat Keterampilan Teknik Dasar Di club Futsal Kawat Duri Kota Malang
RINGKASAN Grandy, Paskalis. 2018. Survei Tingkat Keterampilan Teknik Dasar Di club Futsal Kawat Duri Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto M.Pd, (II) Febrita Paulina Haynoek, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci : Tingkat Keterampilan, Teknik Dasar, Anggota club futsal, Kawat Duri Kota Malang Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya anggota di Club Futsal Kawat Duri Kota Malang yang mengikuti latihan futsal, akan tetapi kurang mendapat perhatian terhadap peningkatan keterampilan teknik dasar bermainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan teknik dasar bermain futsal pada anggota yang mengikuti club di Club Kawat Duri Kota Malang. Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keterampilan teknik dasar bermain futsal pada pemain atau anggota di Club Futsal Kawat Duri Kota Malang. Dengan adanya penelian ini dapat memberikan bukti secara ilmiah mengenai tingkat keterampilan dasar bermain futsal anggota Club di Kawat Duri Kota Malang, sehingga dapat dijadikan dasar dalam mengembangkan pembelajaran dan latihan di Club Kawat Duri Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan satu variabel tanpa membuat perbandingan dan menghubungkan dengan variabel lain. Variabel dalam penelitian ini adalah keterampilan bermain futsal. Subjek dalam penelitian ini adalah anggota Club Futsal Kawat Duri Kota Malang yang berjumlah 20 anggota. Metode yang digunakan adalah survei dan teknik pengumpulan datanya menggunakan tes dan pengukuran. Pada penelitian ini, untuk instrumen menggunakan tes tingkat keterampilan dan teknik dasar dengan validitas 0,67, realibilitas 0,69, dan objektivitas 0,54. Hasil penelitian menunjukkan anggota yang masuk kategori “Baik Sekali” sebanyak 7 anggota (35%), kategori “Baik” sebanyak 9 anggota (45%), kategori “cukup” sebanyak 2 anggota (10%), kategori “Kurang Baik” sebanyak 1 anggota (5%), dan kategori “sangat Kurang Baik” sebanyak 1 anggota (5%). Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa kategori baik menjadi hasil terbanyak, maka dari itu kemampuan yang dimiliki anggota club futsal di Club Futsal Kawat Duri Kota Malang tergolong baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat keterampilan teknik dasar di club futsal Kawat Duri Kota Malang termasuk dalam kategori Baik.Dengan adanya latihan yang diadakan seminggu dua kali di club Kawat Duri Kota Malang mampu mempengaruhi kinerja pembentukan team yang kuat bagi pelatih dalam membuat strategi bermain yang diharapkan. Maka dari itu latihan keterampilan teknik dasar futsal di club Kawat Duri Kota Malang butuh ditingkatkan lagi