SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
SURVEI KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP JASA LAYANAN KUSUMA FITNESS CENTER KUSUMA AGROWISATA KOTA BATU
ABSTRAK Kata Kunci:jasa layanan konsumen, fitness center Kepuasan konsumen adalah hal paling utama dalam suatu layanan jasa. Salah satunya adalah Kusuma Fitness Center Kusuma Agrowisata Hotel kota Batu yang menyediakan layanan jasa kesehatan dalam bentuk fitness center. Akan tetapi belum diketahui bagaimana bagaimana tingkat kepuasan konsumen terhadap layanan jasa yang disediakan oleh Kusuma Finess Center Kusuma Agrowisata Hotel kota Batu. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas jasa pelayanan di Kusuma Fitness Center Kusuma Agrowisata Batusehingga dapat dijadikan acuan oleh managemen dan pegawai Kusuma Fitness Center untuk membuat layanan jasa yang diberikan semakin baik. Rancangan penelitian berupa rancangan survei bentuk deskriptif, populasinya adalah konsumen aktif Kusuma Fitness Center, teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik accidental sampling yaitu konsumen Kusuma Fitness Center yang dijumpai saat dilakukan pengumpulan data dan instrumen tes menggunakan angket, pengumplan data menggunakan teknik pengukuran non tes berupa angket, analisis data menggunakan teknik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti yang memperoleh data bahwa untuk sub variabel tangibles (berwujud) diperoleh hasil data 16,6% responden merasa “Sangat Puas”, 46,2% responden merasa “Puas”, 31% responden merasa “Tidak Puas” dan 6,3% responden merasa “Sangat Tidak Puas”. Reliability (keajegan) diperoleh 39,5% responden merasa “Sangat Puas”, 54,7% responden merasa “Puas”, 5,6% responden merasa “Tidak Puas” dan 0,2% responden yang merasa “Sangat Tidak Puas”.Responsiveness (tanggap) diperoleh 31,7% responden merasa “Sangat Puas”, 54,5% responden merasa “Puas”, 9,3% responden merasa “Tidak Puas dan 4,5% responden merasa “Sangat Tidak Puas”. Assurance (jaminan) hasil penelitian diperoleh 28,1% responden merasa sangat “Puas”, 56% responden merasa “Puas”, 11,4% responden merasa “Tidak Puas” dan 4% responden yang merasa “Sangat Tidak Puas”. Empathy (kemudahan) diperoleh 42,6% responden merasa “Sangat Puas”, 47,8% responden merasa “Puas”, 5,8 responden merasa “Tidak Puas” dan 3,8% responden merasa “Sangat Tidak Puas”. Dan untuk hasil pengolahan data variabel kepuasan adalah 31,1% menyatakan sangat puas, 52,4% puas, 12,8% menyatakan tidak puas dan 3,7% meyatakan sangat tidak puas.Dengan hasil penelitian ini, diharapkan dapat dijadikan acuan sebagai bahan memperbaiki jasa layanan Kusuma Fitness Center Kusuma Agrowisata Hotel kota Batu untuk kepuasan konsumen
Pengaruh Model Pembelajaran Passing Berpasangan dan Small Sided Games Terhadap Hasil Belajar Passing Peserta Ekstrakurikuler Futsal
ABSTRAK futsal adalah olahraga permainan sepakbola dengan lapangan dan gawang lebih kecil, biasanya dimainkan di dalam ruangan besar, masing-masing tim terdiri atas lima orang. Dalam suatu permainan futsal, passing bola merupakan salah satu teknik yang harus dimiliki karena mempunyai peranan penting dalam permainan futsal. Dalam proses latihan menunjukkan adanya masalah yaitu, kurangnya keterampilan passing belum dikuasai dengan baik. Salah satu cara untuk meningkatkan adalah dengan menggunakan latihan passing berpasangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pembelajaran passing berpasangan dan small sided game terhadap hasil belajar keterampilan passing futsal. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan sampel penelitian 30 siswa peserta ekstrakurikuler futsal Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 1 Kepanjen. Sampel dibagi dalam dua kelompok dengan cara ordinal pairing matching. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes passing bola rendah. Hasil analisis varians menggunakan uji F, skor keterampilan tes awal dengan tes akhir kelompok pembelajaran passing berpasangan diperoleh hasil uji signifikasi yaitu, F hitung = 5,6 > F tabel 0,05 = 4,2 skor keterampilan tes awal dengan tes akhir kelompok latihan small sided game diperoleh hasil uji signifikasi yaitu, F hitung = 12,1 > F tabel 0,05 = 4,2 dan selisih skor keterampilan tes akhir masing-masing kelompok latihan diperoleh hasil uji signifikasi yaitu, F hitung = 4,85 > F tabel 0,05 = 4,2 maka dari itu dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara kelompok pembelajaran passing berpasagan dengan kelompok pembelajaran small sided game. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model small-sided games memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan pembelajaran menggunakan model passing berpasangan terhadap hasil belajar passing futsal peserta ekstrakurikuler futsal SMK. Saran yang dapat diberikan kepada pembina ekstrakurikuler futsal SMK hendaknya memilih pembelajaran yang lebih baik untuk meningkatkan hasil belajar passing peserta didiknya, salah satunya dengan metode small-sided games
SURVEI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SMP AHMAD YANI BANGIL KABUPATEN PASURUAN
ABSTRAK Rakhmanto, Ferry Yuli. 2017. Survei Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa SMP Ahmad Yani Bangil Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes (II) Dona Sandy Yudasmara, S.Or, M. Pd Kata Kunci: Kebugaran Jasmani, TKJI, Siswa SMP Siswa SMP Ahmad Yani Bangilbelum pernah melakukan tes kebugaran jasmani selama proses belajar mengajar pendidikan jasmani di sekolah. Oleh karena itu, penting dilakukan penelitian tentang kebugaran jasmani dengan judul “Survei Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa SMP Ahmad Yani Bangil Kabupaten Pasuruan”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memperoleh gambaran hasil tes kebugaran jasmani siswa SMP Ahmad Yani Bangil Kabupaten Pasuruan. Rancangan penelitian adalah rancangan survei. Sampel yang diambil 34siswa putra dan 15siswa putri,total sampel adalah 49 siswa menggunakan teknik purposive proportional random sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen tes dan non tes. Teknik pengukuran bentuk tes yaitu tes kebugaran jasmani versi TKJI usia 13-15 tahun. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis hasil rata-rata hitung (mean), siswa yang memiliki nilai dibawah rata-rata yaitu 26 siswa atau 53,06 % sedangkan jumlah siswa yang nilainya diatas rata-rata yaitu 23 siswa atau 46,93%.Hasil persentase hitung terdapat 4 siswa atau 8,16% memiliki kebugaran jasmani dalam kategori sedang, 25 siswa atau 51,02% memiliki kebugaran jasmani dalam kategori kurang, dan 20 siswa atau 44,82% memiliki kebugaran jasmani dalam kategori kurang sekali, sementara untuk kategori baik dan baik sekali 0 siswa atau 0%. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka diperoleh kesimpulan bahwa terdapat kondisi tingkat kebugaran jasmani siswa SMP Ahmad Yani Bangil Kabupaten Pasuruan berada pada kategori kurang. Saran peneliti, jika ingin meningkatkan kebugaran jasmani yang baik, perlu adanya sosialisasi lebih lanjut tentang bentuk-bentuk latihan kebugaran jasmani baik kepada guru maupun siswa
PENGARUH LATIHAN LADDER DRILL DAN SMALL SIDED GAMES TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN SMALL SIDED GAMES PESERTA EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA MTS NEGERI 1 MALANG
ABSTRACT: : This study aims to determine the effect of ladder drill and small sided games, as well as to find out which ones have a more significant influence between ladder drill and small sided games on improving dribbling skills of participants in soccer extracurricular activities at MTs Negeri 1 Malang. for Fcount = 7.65> FTabel α = 0.05 = 4.30, it can be concluded that the effect of small sided games is better than ladder drill to improve football dribbling skills. Keywords: dribbling, ladder drill, small sided games,football ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan ladder drill dan small sided games,serta untuk mengetahui mana yang memiliki pengaruh lebih signifikan antara latihan ladder drill dan small sided games terhadap peningkatan keterampilan dribbling peserta ekstrakurikuler sepakbola MTs Negeri 1 Malang.. Hasil analisis varian satu jalur sebesar Fhitung = 7,65> FTabelα = 0,05 = 4,30, dapat disimpulkan pengaruh latihan small sided games lebih baik dibandingkan latihan ladder drill untuk meningkatkan keterampilan dribbling sepakbola. Kata Kunci:Dribbling, Ladder Drill, Small sided games, sepakbola
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BOLA BASKET MELALUI MULTIMEDIA INTERAKTIF DI EKSTRAKURIKULER SMP
Summary: The purpose of this study is to develop a basketball learning product and qualitative and quantitative motion analysis in extracurricular junior high school. The method used in the research and development development model uses up to 9 steps. The data analysis technique uses descriptive percentage. Based on data analysis obtained from the results of the study as follows. First, a percentage of 95.8% was obtained from media expert validation. Second, the percentage of 89% of basketball training experts is obtained. Third, a percentage of 81.40% was obtained from field test validation. Results can be used without repair. Keywords: Basketball Learning, Interactive Multimedia, Autoplay software. Ringkasan: Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sebuah produk pembelajaran bola basket dan analisis gerak kualitatif dan kuantitatif di ektrakurikuler smp. Metode yang digunakan model pengembangan research and development menggunakan sampai 9 langkah. Teknik analisis data menggunakan deskriptif dengan persentase. Berdasarkan analisis data diperoleh dari hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, diperoleh persentase sebanyak 95,8% dari validasi ahli media. Kedua, diperoleh persentase sebanyak 89% dari validasi ahli kepelatihan bola basket. Ketiga, diperoleh persentase sebanyak 81,40% dari validasi uji lapangan. Hasil dapat digunakan tanpa perbaikan. Kata kunci: Pembelajaran Bola Basket, Multimedia Interaktif, software autoplay
PENINGKATAN KETERAMPILAN TENDANGAN DWI CHAGI MENGGUNAKAN METODE CIRCUIT TRAINING PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER TAEKWONDO
RINGKASAN Anwar, Izmy Romadhan. 2018. Peningkatan Keterampilan Tendangan Dwi Chagi Menggunakan Metode Circuit Training Pada Peserta Ekstrakurikuler Taekwondo SMA Laboratorium UM Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sapto Adi, M.Kes Kata Kunci: peningkatan, keterampilan, tendangan dwi chagi, metode circuit training Keterampilan tendangan dwi chagi taekwondo, peserta ekstrakurikuler sma lab malang belum mencapai tingkat keberhasailan yang diharapkan, dan pelatih menggunakan pendekatan keterampilan (skill approach) yang memiliki dua metode, yaitu metode ceramah (lecture) dan drill, oleh karena itu peneliti tertarik melakukan penelitian berjudul “Peningkatan Keterampilan Tendangan Dwi Chagi Menggunakan Metode Circuit Training Pada Peserta Ekstrakurikuler Taekwondo SMA Laboratorium UM Malang”. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan tendangan dwi chagi pada peserta ekstrakurikuler taekwondo SMA Laboratorium melalui metode circuit training. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan olahraga dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Penelitian tindakan ini dilakukan dengan menggunakan tiga siklus dan pada setiap siklusnya terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi (pengamatan), dokumentasi, tes dan catatan lapangan. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler taekwondo SMA Laboratorium UM dengan jumlah sampel sebanyak 13 atlet. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pada keterampilan tendangan dwi chagi pada peserta ekstrakurikuler setelah dilakukan latihan dengan menggunakan metode circuit training diantaranya (1) posisi badan (2) gerakan kaki (3) perkenaan dan akurasi (4) pandangan (5) gerak keseluruhan. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam tiga siklus dan disetiap siklusnya terdiri dari 3x pertemuan. Siklus 1 diperoleh hasil 77% masuk dalam kategori kurang sekali, dan 23% masuk dalam kategori sangat kurang. Siklus 2 diperoleh hasil 23% masuk dalam kategori baik, lalu 62% masuk dalam kategori cukup, dan 15% masuk dalam kategori sangat kurang. Siklus 3 diperoleh hasil 31% masuk dalam kategori baik, 54% masuk dalam kategori cukup, dan 15% masuk dalam kategori sangat kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode circuit training dapat meningkatkan keterampilan tendangan dwi chagi bagi peserta ekstrakurikuler taekwondo SMA Laboratorium UM
STUDI KOMPARATIF TINGKAT VO2 MAX DAN DAYA TAHAN OTOT LENGAN PEMAIN MARCHING BAND DI SMAN 1 KEPANJEN DAN SMK AHMAD YANI JABUNG KABUPATEN MALANG
RINGKASAN. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif, STAD (Student Teams Achievment Division), Hasil Belajar Pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri atas berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain meliputi tujuan, materi, metode, media, dan evaluasi. Tujuan pembelajaran merupakan tujuan yang paling khusus untuk dapat meningkatkan kemampuan yang dimiliki anak didik setelah mereka mempelajari bahasan tertentu. Pembelajaran sejarah yang baik selalu melibatkan aktivitas guru dan siswa agar dapat memenuhi kebutuhan pendidikan siswa dan mencapai tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Penelitian ini didasarkan pada masalah yang terjadi saat pembelajaran bahwa kegiatan pembelajaran masih dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional yang menyebabkan siswa belajar dengan aktivitas belajar yang belum optimal. Aktivitas belajar yang belum optimal menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan hasil belajar dengan menggunakan media pembelajaran belum dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut dikarenakan pesan pembelajaran belum dapat disampaikan dengan baik. Pada penelitian ini peneliti menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD matapelajaran sejarah peminatan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 9 Malang sebagai alternatif solusi dari masalah pembelajaran tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada matapelajaran sejarah peminatan di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 9 Malang dan bagaimana hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 9 Malang setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan hasil belajar siswa XI IPS 2 SMA Negeri 9 Malang setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus. Tiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Sumber data penelitian ini berdasarkan pelaksanaan pembelajaran STAD sesuai RPP dan lembar observasi pembelajaran serta hasil belajar siswa. Alat pengambilan data yang digunakan berupa tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Proses penelitian dilaksanakan dengan menggunakan observasi terhadap kegiatan siswa dan guru selama proses pelaksanaan tindakan dalam pembelajaran. Observasi pelaksanaan tindakan dilaksanakan menggunakan sintaks STAD untuk mengamati aktivitas siswa dan guru. Aktivitas siswa dan guru berdasarkan hasil pengamatan observer dalam sintaks STAD sudah baik pada pelaksanaan pembelajaran siklus I. Aktivitas siswa dan guru semakin baik pada pelaksanaan pembelajaran siklus II berdasarkan hasil sintaks STAD pada siklus II. Berdasarkan pengamatan proses yang telah dilakukan pada siklus I dan siklus II, aktivitas siswa selama pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sudah sangat baik. Aktivitas belajar siswa saat pembelajaran mampu dilaksanakan dengan optimal. Siswa mampu mengembangkan aktivitas belajar, prestasi akademik serta kecakapan sosial mereka selama pembelajaran menggunakan model pembelajaran STAD. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang sangat baik. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya jumlah siswa yang mencapai KKM (=80) berdasarkan hasil post test yang telah dilakukan. Peningkatan nilai siswa pada siklus I mencapai 74,46% dan Peningkatan nilai siswa pada siklus II mencapai 100%. Nilai rata-rata siswa sebelum dilakukan tindakan yakni sebesar 72 dan nilai rata-rata hasil belajar siswa setelah tindakan yakni sebesar 86 dengan persentase ketuntasan 100%. Dengan demikian hasil pembelajaran kooperatif tipe STAD sangat baik diterapkan dalam pembelajaran sejarah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Saran dalam penelitian ini adalah model pembelajaran STAD sangat baik untuk diterapkan dalam kegiatan pembelaran sejarah untuk meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran. namun disisi lain, penerapan model pembelajaran STAD harus memerhatikan penggunaan waktu pembelajaran dengan baik agar waktu yang diberikan untuk kegiatan pembelajaran sesuai dan tidak melebihi jam pelajaran. Pengelolaan kelas harus diperhatikan agar seluruh siswa dapat melaksanakan aktivitas belajar dengan sangat nyaman
Pengaruh Metode Pembelajaran Small Sides Games dan Bermain terhadap Hasil Belajar Passing Futsal Peserta Ekstrakurikuler SMA Negeri 7 Malang
RINGKASAN Metode pembelajaran merupakan suatu strategi mengajar dalam model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar dan mempermudah peserta didik untuk mencapai suatu kompetensi tertentu. Motode pembelajaran yang digunakan oleh seorang guru sangat menentukan efektivitas suatu informasi yang disampaikan pada pembelajaran untuk membuat peserta mudah memahami suatu informasi yang masuk. Pemberian metode pembelajaran yang sesuai target dapat menghasilkan pembelajaran yang efektif dan dapat mencapai suatu tujuan tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Metode Pembelajaran Small Sides Games dan Bermain Terhadap Hasil Belajar Passing Peserta Ekstrakurikuler Futsal di SMA Negeri 7 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen sesungguhnya dengan subjek penelitian yang digunakan adalah peserta ekstrakurikuler futsal di SMA Negeri 7 Malang sebanyak 20 peserta, kemudian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan metode small sides games berjumlah 10 peserta dan kelompok metode bermain berjumlah 10 peserta. Analisis data dari penelitian ini menggunakan teknik analisis varian satu jalur pada taraf signifikansi 0,05. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa: (1) pembelajaran dengan perlakuan metode small sides games memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar passing peserta ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 7 Malang (Fhitung 12,10 > Ftabel 0,05 4,413), (2) pembelajaran dengan perlakuan metode bermain memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar passing peserta ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 7 Malang (Fhitung 4,476 > Ftabel 0,05 4,413), (3) ada perbedaan yang signifikan antara metode pembelajaran small sides games dan bermain terhadap hasil belajar passing peserta ekstrakurikuler futsal (Fhitung 5,433 > Ftabel 0,05 4,413), berdasarkan ratarata peningkatan skor awal dan skor akhir dengan metode pembelajaran small sides games memberikan pengaruh yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode small sides games memberikan pengaruh yang lebih baik dibanding dengan pembelajaran metode bermain terhadap hasil belajar passing pada peserta ekstrakurikuler SMA Negeri 7 Malang
Studi Komparatif Kemampuan Melompat Anak Putra Usia 9 Tahun Berdasarkan Tempat Tinggal di Wilayah KabupatenMalang
RINGKASAN Perkembangan gerak melompat pada seluruh jenjang usia akan mengalami peningkatan, setiap orang memiliki tingkat kemampuan berbeda dalam keterampilan aktivitas gerak dasarnya, hal ini berkaitan dengan berbedanya keadaan fisik seseorang. Manusia merupakan makhluk hidup yang selalu mengalami perkembangan dan pertumbuhan dari waktu ke waktu. Perkembangan anak merupakan suatu kelanjutan dari perkembangan yang sejalan dengan pertumbuhan manusia seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan melompat anak usia 9 tahun, yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi di KabupatenMalang.Penelitian ini menggunakan metodesurveidengan pendekatan cross-sectional. Variabel yang diteliti berupa variabel terikat berupa tingkat perkembangan jauh lompatan anak putra usia 9 tahun dan variabel bebas berupa tempat tinggal di datarantinggi, sedangdanrendah. Analisis data menggunakananava satu arah dengan α=0,05danujilanjutmenggunakan LSD.. Berdasarkan hasil uji anavasatu arahmenunjukkan probabilitas 0,000< 0,05, maka H0 ditolakdan H1 diterima, yang berarti terdapat perbedaan perkembangan melompat pada anak usia 9 tahun yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang dan dataran tinggi. Bedasarkanhasiluji LSD menjelaskanbahwaperbandingantingkatketerampilanmelompatanakputrausia 9 tahunyang tinggal di dataranrendahlebihbaikdibandingkandataransedang, datarantinggilebihbaikdibandingkandataranrendah, dandatarantinggilebihbaikdibandingkandataransedang. Berdasarkan hasil tes tingkat perkembangan melompat anak putra usia 9 tahun, diperoleh rata-rata hasil tes di dataran rendah sebesar 137.428, dataran sedang sebesar 133.46 dan dataran tinggi sebesar 143.3, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa dataran tinggi berpengaruh lebih baik terhadap kemampuan melompat anak usia 9 tahun dibandingkan dataran rendah dan dataran sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan tingkat keterampilan melompat anak usia 9 tahun yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi, diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru pendidikan jasmani di setiap sekolah dengan cara memberikan pengarahan dan pengetahuan pada saat proses pembelajaran yang dapat mendukung perkembangan anak dan meningkatkan kemampuan melompat pada siswa
PENGARUH LATIHAN PASSING BERPASANGAN DAN LATIHAN PASSING BENTUK PERMAINAN TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PASSING SEPAKBOLA SISWA SEKOLAH SEPAKBOLA KRIDA PUTRA NGANJUK USIA 10 - 12 TAHUN
RINGKASAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan passing sepabola akibat latihan passing berpasangan dan latihan passing bentuk permainan. Hasil data analisis varian satu jalur dan LSD α 0,05 (Fhitung 20,372>Ftabel 4,149 dan vs 1,22>LSD 0,01) berarti terdapat perbedaan pengaruh akibat latihan passing berpasangan dan latihan passing bentuk permainan terhadap peningkatan kemampuan passing sepakbola. latihan passing berpasangan lebih baik terhadap peningkatan kemampuan passing sepakbola siswa sekolah sepakbola Krida Putra Nganjuk usia 10 - 12 tahun, dibandingkan latihan passing bentuk permainan