SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    PengembanganPembelajaranVariasi Teknik Dasar Futsal Berbasis Mobile Learning untuk Siswa Ekstrakurikuler di MadrasahAliyah Bilingual Batu

    No full text
    ABSTRAK   Rokim, M. Khoirul. 2019. Pengembangan Pembelajaran Variasi Teknik Dasar Futsal Berbasis Mobile Learning untuk Siswa Ekstrakurikuler di Madrasah Aliyah Bilingual Batu. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan,Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr.Eko Hariyanto, M.Pd.   Kata Kunci: pembelajaran, variasi teknik dasar, futsal, mobile learning. Berdasarkan observasiawal yang dilakukan peneliti terhadap 36 peserta ekstrakurikuler futsal di Madrasah Aliyah Bilingual Batu, diperoleh data: 1) 64% kurang menguasai teknik dasar futsal; 2) 100% menyatakan pengajar ekstrakurikuler belum pernah menggunakan media pembelajaran dengan handphone; 3) 100% menyatakan handphone berpotensi sebagai sarana media pembelajaran; 4) 100%) menyatakan perlu dikembangkan multimedia berbasis handphone atau mobile learning; 5) 100%) menyatakan setuju jika ada pengembangan media pembelajaran teknik dasar futsal dalam bentuk mobile learning. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran variasi teknik dasar dribbling, passing, shooting berbasis mobile learning untuk peserta ekstrakurikuler futsal di Madrasah Aliyah Bilingual Batu. Prosedur pengembangan ini menggunakan model Borg & Gall yang diadaptasi menjadi sederhana yang terdiridari: (1) melakukan analisis kebutuhand engan menyebarkan kuesioner kepada 36 peserta ekstrakurikuler futsal di Madrasah Aliyah Bilingual Batu, (2) mengembangkan produk, (3) validasi produk kepada beberapa ahli yang terdiri dari 3 ahli, (4) melakukan uji coba (kelompokkecil) kepada 6 subjek, (5) revisiproduk berdasarkan hasil uji coba (kelompokkecil), (6) melakukan uji cobalapangan (kelompokbesar) kepada 30 subjek, (7) produkakhir. Berdasarkan hasil penilaian validasi atau evaluasi dari para ahli diperoleh tingkat validitas dari ahli pembelajaran futsal sebesar 91%, dari ahli media sebesar 95%, ahli futsal sebesar 91%. Berdasarkan hasil uji coba (kelompok kecil) diperoleh tingkat validitas sebesar 84% yang termasuk dalam kategori kualitas produk sangat baik. Dari uji coba lapangan (kelompok besar) diperoleh tingkat validitas sebesar 83,75% termasuk dalam kategori sangat baik. Sehingga dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran variasi teknik dasar futsal dengan aplikasi mobile learning layak digunakan sebagai media pembelajaran variasi teknik dasar futsal berbasis mobile learning di ekstrakurikuler futsal Madrasah Aliyah Bilingual Batu. Bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangan variasi teknik dasar futsal dengan memberikan video gerakan pembelajaran variasi teknik dasar futsal, yang berperan penting saat melakukan gerakan dan variasi teknik dasar yang dapat memudahkan dan meningkatkan keefektifan dalam melakukan latihan teknik dasar saat latihan maupun di pertandingan. Karena hasil dari pengembangan ini hanya terbatas sampai tersusun sebuah produk aplikasi mobile learning saja.   SUMMARY Rokim, M. Khoirul. 2019. Learning Development of Basic Futsal Engineering Variations Based on Mobile Learning for Extracurricular Students at Aliyah Bilingual Madrasah. Thesis, Department of Physical and Health Education, Faculty of Sport Sciences, Malang State University. Advisor: Dr. Eko Hariyanto, M.Pd   Keyword: learning, basic engineering variations, futsal, mobile learning. Based on preliminary observations conducted by researchers on 36 futsal extracurricular members in Aliyah Bilingual Batu Madrasah, data were obtained: 1) 64% lacked mastery of basic futsal techniques; 2) 100% said extracurricular instructors had never used learning media with mobile phones; 3) 100% state that mobile phones have the potential as learning media facilities; 4) 100%) states that it is necessary to develop mobile-based multimedia or mobile learning; 5) 100%) agree if there is a development of basic futsal learning media in the form of mobile learning. This research and development aims to develop a variety of basic learning techniques for dribbling, passing, shooting based on mobile learning for futsal extracurricular participants at Aliyah Bilingual Batu Madrasah. This development procedure uses the Borg & Gall model which was adapted to be simple consisting of: (1) conducting a needs analysis by distributing questionnaires to 36 futsal extracurricular participants at Aliyah Bilingual Batu Madrasah, (2) developing products, (3) product validation to several experts consisting of 3 experts, (4) conducting trials (small groups) on 6 subjects, (5) revising products based on the results of trials (small groups), (6) conducting field trials (large groups) to 30 subjects, ( 7) final product. Based on the results of the validation assessment or evaluation from experts, the validity level of futsal learning experts was 91%, from media experts 95%, futsal experts 91%. Based on the results of the trial (small group) obtained a validity evel of 84% which is included in the category of very good product quality. From the field trials (large groups), the validity level of 83.75% was included in the excellent category. So that from these results it can be stated that the variety of learning media training in basic futsal techniques with mobile learning is feasible to be used as a variety of learning media on basic learning techniques based on mobile learning in futsal extracurricular Madrasah Aliyah Bilingual Batu. For the next researcher, they can develop a variety of basic futsal techniques by giving a learning movement video a variety of basic futsal techniques, which play an important role when doing movements and variations in basic techniques that can facilitate and increase effectiveness in doing basic technical exercises during training and in matches. Because the results of this development are limited to a mobile learning application produc

    PENGEMBANGAN AKTIVITAS BELA DIRI PENCAK SILAT DALAM BENTUK VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK PEMBELAJARAN PJOK SISWA KELAS 9 SMPN 21 MALANG

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan aktivitas bela diri pencak silat dalam bentuk video pembelajaran untuk pembelajaran PJOK siswa kelas 9 SMPN 21 Malang yang dapat dijadikan sebagai sarana pendukung guru dalam memberikan mata pelajaran bela diri pencak silat. Penelitian menggunakan jenis pengembangan research & development (R&D) dengan teknik analisis data kualitatif deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian ini yaitu aktivitas bela diri pencak silat dalam bentuk video pembelajaran untuk pembelajaran PJOK siswa kelas 9 SMPN 21 Malang

    PENGARUH METODEPEMBELAJARAN BAGIAN-KESELURUHAN DAN KESELURUHAN-BAGIAN-KESELURUHAN TERHADAP SERVIS KAKI PERMAINAN BOLA VOLI GANDU LEVEL II SISWA KELAS VIII B SMPN 21 KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Janarko, Doni Dwi. 2019. Perbandingan Pengaruh Metode Pembelajaran Bagian-Keseluruhan dan Keseluruhan-Bagian-Keseluruhan terhadap Keterampilan Servis Kaki Permainan Bolavoli Gandu Level II Siswa Kelas VIII B SMPN 21 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Asim, M. Pd.   Kata Kunci: bolavoli gandu level II, servis kaki bolavoli gandu level II Permainan bolavoli gandu adalah permainan memvoli bola yang diciptakan untuk meningkatkan kebugaran jasmani peserta didik dan merupakan inovasi atau pengembangan dari olahraga bolavoli dan sepak takraw, dimana peserta didik dapat memainkan bola dengan memvoli bola menggunakan bagian tubuh yang memungkinkan serta diperbolehkan bola memantul terlebih dahulu. Servis kaki merupakan keterampilan dasar dalam permainan bolavoli gandu level II yang harus dikuasai dan berasal dari perpaduan antara sepak takraw dengan bolavoli. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh metode pembelajaran bagian-keseluruhan dan metode pembelajaran keseluruhan-bagian-keseluruhan terhadap hasil belajar servis kaki peserta didik kelas VIII B SMPN 21 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu, dengan rancangan two group pretest posttest design. Variabel bebas yaitu metode pembelajaran bagian-keseluruhan dan metode pembelajaran keseluruhan-bagian-keseluruhan, variabel terikat yaitu servis kaki bolavoli gandu level II. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII B SMPN 21 Kota Malang yang berjumlah 36. Berdasarkan uji anava satu arah (One Way Anova) dengan α = 0,05, dengan hasil sebagai berikut: (1) kelompok metode pembelajaran bagian-keseluruhan diperoleh sig0,00 0,05, maka dapat diketahui ada perbedaan rata-rata antara metode pembelajaran bagian-keseluruhan dengan metode pembelajaran keseluruhan-bagian-keseluruhan terhadap hasil belajar servis kaki. metode pembelajaran bagian-keseluruhan lebih baik pada rata-rata hasil belajar servis metode pembelajaran keseluruhan-bagian-keseluruhan. Berdasarkan simpulan hasil penelitian, maka metode pembelajaran bagian-keseluruhan disarankan untuk dapat dijadikan metode pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar keterampilan servis kaki pada peserta didik kelas VIII B SMPN 21 Kota Malang

    Meningkatkan Kemenarikan Pembelajaran Bola Basket Pada Peserta didik Kelas X NKPI 2 SMK N 2 TUREN (Kelautan)

    No full text
    RINGKASAN Hafiz, Muhammad. 2019. Meningkatkan Kemenarikan Pembelajaran Bola Basket Dengan Metode Team Games Tournaments (TGT) Peserta Didik Kelas X NKPI 2 SMK Negeri 2 TUREN (KELAUTAN). Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Mu’arifin, M.Pd. Kata Kunci: kemenarikan pembelajaran, bola basket, kooperatif model TGT Kurangnya perhatian peserta didik terhadap pembelajaran, kesiapan guru dalam pembelajaran, membuat kurangnya antusias peserta didik dalam pembelajaran bola basket yang dimana 80% dari 25 peserta didik terlihat tidak memperhatikan pembelajaran membuat tujuan pembelajaran yang diinginkan tidak tercapai.   Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kegiatan belajar dan pembelajaran di SMK N 2 Turen menggunakan pendekatan kooperatif model TGT dan mengembangkan metode pembelajaran pendidikan jasmani. Instrumen yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Melalui PTK ini dilaksanakan pembelajaran bola basket mengunakan pendekatan kooperatif model TGT. Melalui pembelajaran kooperatif model TGT ini, peserta didik melakukan pembelajaran bola basket dalam bentuk permainan dan perlombaan. Hal ini penting mengingat tidak semua peserta didik senang pembelajaran olahraga bola basket. Dalam penelitian ini, peneliti berkolaborasi dengan guru merencanakan tindakan pembelajaran yang berlangsung selama 2 siklus.  Hasil penelitian menujukan bahwa kemenarikan pembelajaran mengunakan pendekatan kooperatif model TGT pada peserta didik SMK N 2 Turen mengalami peningkatan. Hasil tindakan siklus 1 dari 1) perhatian dalam pembelajaran sebesar 59,84%, 2) senang dalam melakukan tugas gerak sebesar 60,00%, 3) keinginan lebih atau motivasi sebesar 57,62%, 4) ketekunan dalam belajar sebesar 56,51%. Hasil tindakan siklus 2 dari 1) perhatian dalam pembelajaran sebesar 84,53%, 2) senang dalam melakukan tugas gerak sebesar 83,33%, 3.) keinginan lebih atau motivasi sebesar 84,40%, 4) ketekunan dalam belajar sebesar 83,20%. Berdasarkan hasil penelitian ini secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran dengan pendekatan kooperatif model TGT dapat meningkatkan kemenarikan pembelajaran bola basket peserta didik kelas X di SMK N 2 Turen

    Pengaruh Latihan Push Up di Tembok dan di Lantai Terhadap Peningkatan Kemampuan Daya Ledak Otot Lengan Pada Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler Bolavoli SMA Negeri 1 Turen

    No full text
    ABSTRACTBased on the results of preliminary observations and followed by an initial test without the leading throwing a medicine ball, it was found that the ability of the explosive power of the arm muscles extracurricular activity participants volleyball SMA Negeri 1 Turen less well with the presentation of 53%. The purpose of this study was to examine the effects of exercise Push up on the walls and on the floor to increase the explosive power capability arm muscles on volleyball participants extracurricular activities SMA Negeri 1 Turen. This research scheme would be experimental, with a sample of 34 female participants were taken using purposive proportional random sampling of the number of 38 female participants. Fhitung 69.1029> Ftabel α = 0.05 4.49. While the results of further testing of LSD technical difference between the average arithmetic 65.1765 and 13.2812 LSD test table, there is a push-up exercise influence on the walls and on the floor of the medicine ball throwing increased capacity without the prefix. Exercise push-ups on the floor better than push-ups on the wall.Keywords: Volleyball, practice push-ups, increased range of movementABSTRAKBerdasarkan hasil observasi awal dan diikuti dengan tes awal lempar bola medicine tanpa awalan, ditemukan bahwa kemampuan daya ledak otot lengan peserta kegiatan ekstrakurikuler bolavoli SMA Negeri 1 Turen yang kurang baik dengan presentasi sebesar 53%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh latihan Push up di Tembok dan di Lantai terhadap peningkatan kemampuan daya ledak otot lengan pada peserta kegiatan ekstrakurikuler bolavoli SMA Negeri 1 turen.  Rancanagan penelitian ini berupa eksperimen, dengan jumlah sampel 34 peserta perempuan diambil menggunakan teknik purposive proporsional random sampling dari jumlah 38 peserta perempuan. Fhitung 69,1029  > Ftabel α = 0,05  4,49. Sedangkan hasil uji lanjut teknik LSD selisih antara rata-rata hitung 65,1765 dan uji tabel LSD 13,2812, ada pengaruh latihan push-up di tembok dan di lantai terhadap peningkatan kemampuan lempar bola medicine tanpa awalan. Latihan push-up di lantai lebih baik daripada push-up di tembok.Kata kunci: Bolavoli, latihan push-up, peningkatan kemampuan gera

    Pengaruh Latihan Kelincahan Cepat dan Lambat terhadap Peningkatan Kemampuan Dribble Bolabasket Peserta Kegiatan Esktrakurikuler SMK Negeri 5 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Sari,Zahrotul Mahnona Arum Budi. 2019. Pengaruh Latihan Kelincahan Cepat dan Lambat terhadap Peningkatan Kemampuan Dribble Bolabasket Peserta Kegiatan Esktrakurikuler SMK Negeri 5 Malang. Skripsi.Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes.   Kata kunci: bolabasket, latihan kelincahan, peningkatan kemampuan gerak. Berdasarkan hasil observasi awal dan diikuti dengan tes awal dribble, ditemukan bahwa adanya kekurangan pada aspek kelincahan yang diberikan oleh pelatih yang kurang bervariatif dan kemampuan keterampilan dribble peserta kegiatan ekstrakurikuler bolabasket SMK Negeri 5 Malang yang kurang baik dengan persentase sebesar 53,34%. Oleh karena itu penting dilakukan suatu kajian bentuk penelitian yang dikaitkan dengan latihan kelincahan terhadap peningkatan keterampilan dribble bolabasket. Peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Latihan Kelincahan Cepat dan Lambat terhadap Peningkatan Kemampuan Dribble Bolabasket Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler SMK Negeri 5 Malang”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan memperoleh informasi tentang pengaruh latihan kelincahan cepat dan lambat terhadap peningkatan kemampuan dribble peserta kegiatan ekstrakurikuler SMK Negeri 5 Malang. Rancangan penelitian ini berupa eksperimen, dan jumlah sampel 30 peserta diambil menggunakan teknik purposive proportional systematic random samplingdari jumlah 33 peserta laki-laki. Instrumen penelitian menggunakan teknik pengukuran bentuk tes dan non tes, dan pengumpulan data menggunakan teknik pengukuran bentuk tes fisik, teknik eksperimen, wawancara dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik anava, jika Fhitung > Ftabel α 0,05 dilakukan uji lanjut menggunakan uji LSD. Dari hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan yaitu: (1) hasil analisis data diperoleh pada kelompok kelincahan cepat thitung 22,8961 > ttabel 1,761,(2) pada kelompok kelincahan lambat thitung 15,9538 > ttabel 1,761, (3) latihan kelincahan cepat dan lambat terhadap peningkatan kemampuan keterampilan dribble, hasil diperoleh Fhitung 7,9106> F tabel α = 0,05 4,19597. Sedangkan hasil uji lanjut teknik LSD selisih antar rata-rata hitung 2,5376 dan uji tabel LSD 1,5347. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) ada perbedaan kemampuan kelincahan bergerak sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok kelincahan cepat, (2) ada perbedaan kemampuan kelincahan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok kelincahan lambat, (3) ada pengaruh latihan kelincahan cepat dan lambat terhadap peningkatan kemampuan dribble. Latihan kelincahan cepat lebih baik daripada kelincahan lambat.   SUMMARY   Sari, Zahrotul Mahnona Arum Budi. 2019. The Effect of Fast and Slow Agility Exercises on Increasing the Dribble Ability of Basketball Participants in Esktrakurikuler Activities in State Vocational Schools of 5 Malang. Thesis. Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Advisor: Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes.   Keywords: basketball, agility training, increased mobility. Based on the results of preliminary observations and followed by a preliminary dribble test, it was found that there was a lack of aspects of agility provided by the trainers who were less varied and the ability of the dribble skills of participants in the unfavorable basketball extracurricular activities of SMK Negeri 5 Malang was 53.34%. Therefore, it is important to do a study of the form of research that is associated with agility exercises to improve basketball dribble skills. Researchers are interested in conducting research with the title "The Effect of Fast and Slow Agility Exercises on Increasing the Dribble Capacity of Basketball Participants in Extracurricular Activities of Vocational High School 5 Malang".The purpose of this study was to study and obtain information about the effect of quick and slow agility training on improving the dribble ability of participants in extracurricular activities at SMK Negeri 5 Malang. The design of this study was in the form of experiments, and the number of samples of 30 participants was taken using a purposive proportional systematic random sampling technique of a total of 33 male participants. The research instrument uses measurement techniques in the form of physical tests and non-tests, and data collection uses measurement techniques in the form of physical tests, experimental techniques, interviews and observations. The collected data was analyzed by anava technique, if Fcount>Ftableα 0.05 a further test was performed using the LSD test. From the results of data analysis, three conclusions were obtained:(1) the results of data analysis were obtained in the fast agility group of 22.8961 > ttable 1.761, (2) in the agility group slow tcount 15.9538> ttable 1.761, (3) quick agility training and slow on increasing the ability of dribble skills, the results obtained Fcount 7.9106 > Ftableα = 0.05 4.19597. While the results of the LSD technique further test the difference between the calculated average of 2.5376 and the LSD 1.8477 table test. Based on the results of the study it can be concluded that: (1) there are differences in the ability of agility to move before and after treatment in the fast agility group, (2) there are differences in the ability of agility before and after treatment in theslow agility group, (3) there is the effect of quick and slow agility training towards increasing dribble ability. Fast agility training is better than slow agility

    Pengaruh Latihan Small Side Games Terhadap Peningkatan Kemampuan VO2 max Pemain Sepakbola U 14-15 di SSB Masel Kepanjen Kabupaten Malang

    No full text
    Sepak bola adalah permainan beregu yang dimainkan oleh individu-individu. Dalam permainan sepak bola pemain dituntut dapat menguasai aspek teknik, taktik, mental dan fisik. Kondisi fisik memegang peranan yang sangat penting dalam mencapai prestasi maksimal. Kesalahan teknik dan taktik sering terjadi pada saat pemain kehilangan konsentrasi yang diakibatkan oleh menurunnya stamina.Salah satu cara untuk mengetahui stamina pemain adalah dengan mengukur VO2 max pemain tersebut. Pada observasi awal melalui pretest yang dilakukan di SSB MASEL Kepanjen Kabupaten Malang diketahui bahwa 60% hasil kemampuan VO2 max pemain di bawah rata-rata dan 40% pemain di atas rata-rata kemampuan VO2 max. Untuk memperoleh peningkatan kemampuan VO2 max diperlukan adanya peningkatan stamina. Jadi semakin tinggi faktor endurance/stamina yang diperlukan, semakin tinggi pula angka VO2 max yang diharuskan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:(1) pengaruh latihan small side games terhadap peningkatan kemampuan VO2 max pemain sepak bola usia 14-15 tahun di SSB Masel Kepanjen Kabupaten Malang.(2) perbedaan antara latihan small side games dan konvensional terhadap peningkatan kemampuan VO2 max pemain sepak bola usia 14-15 tahun di SSB Masel Kepanjen Kabupaten Malang.Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah pemain sepak bola SSB Masel usia 14-15 tahun Kepanjen Kabupaten Malang yang berjumlah 20 pemain. Teknik pengambilan sampel menggunakan pairing matching. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan bleep test pretest dan posttest. Teknik analisis data yang digunakan dengan uji t pada taraf signifikan 0,05.Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh simpulan sebagai berikut:(1) ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan small side games dan latihan konvensional terhadap peningkatan kemampuan VO2 max pemain sepak bola usia 14-15 tahun di SSB Masel Kepanjen Kabupaten Malang. (thitung5,76 > ttabel3,41). (2) latihan small side games memberikan pengaruh yang lebih baik dari pada latihan konvensional terhadap peningkatan kemampuan VO2 max pemain sepak bola usia 14-15 tahun di SSB Masel Kepanjen Kabupaten Malang Kelompok latihan konvensional memiliki nilai sebesar 1,05, sedangkan kelompok latihan small side games memiliki nilai sebesar 5,76. Dengan demikian latihan small side games memberikan pengaruh lebih baik dibandingkan latihan konvensional terhadap peningkatan kemampuan VO2 max pemain sepak bola usia 14-15 di SSB Masel Kepanjen Kabupaten Malang

    . PengembanganPermainan Circuit Game KebugaranJasmaniBagiPesertaDidikKelas V SDN 2 KuntiDengan Multimedia Interaktif

    No full text
    RINGKASANPutri, Ulfia S. 2019. Pengembangan Permainan Circuit Game Kebugaran Jasmani Bagi Peserta Didik Kelas V SDN 2 Kunti Dengan Multimedia Interaktif. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani, Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Dr.Lokananta Teguh Hari Wiguno, M.KesKata Kunci: circuit game, kebugaran jasmani, multimedia interaktifBerdasarkan hasil observasi analisis kebutuhan yang dilakukan oleh peneliti di SD Negeri 2 Kunti kabupaten ponorogo 100% peserta didik mengungkapkan bahwa guru tidak pernah menggunakan video sebagai media pembelajaran dalam materi kebugaran jasmani sedangkan 100% peserta didik menyatakan bahwa video merupakan media pembelajaran yang memudahkan mereka dalam belajar. Dari penjabaran tersebut dapat disimpulkan bahwa guru belum pernah menyampaikan materi melalui media yang dianggap peserta didik memudahkan mereka dalam belajar.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan sebuah produk berupa Circuit Game kebugaran jasmani yang dikemas dengan multimedia interaktif. Dengan adanya produk ini diharapkan dapat membantu guru pendidikan jasmani dalam menyampaikan materi kepada peserta didik melalui media yang tepat.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah model Brog & Gall dimana ada 10 tahapan yang harus dilaksanakan tapi disederhanakan menjadi 7 tahapan saja yaitu:(1) analisis kebutuhan,(2) membuat rancangan produk,(3) evaluasi oleh alhi,(4) uji coba kelompok kecil,(5) revisi produk,(6) uji coba kelompok besar,(7) Produk akhir.Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SD Negeri 2 Kunti yang berjumlah 20 orang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara dengan guru pendidikan jasmani dan juga saran-saran yang diberikan oleh para ahli. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari penyebaran angket yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis persentase.Berdasarkan pengumpulan data dari evaluasi ahli permainan diperoleh hasil validasi sebesar 87% dan dari ahli media sebesar 92%. Setelah diuji cobakan pada kelompok kecil diperoleh hasil validasi produk sebesar 89% dari peserta didik, dan 92% dari guru pendidikan jasmani. Tahap selanjutnya pada uji coba kelompok besar diperoleh hasil validasi produk dari peserta didik sebesar 93% dan dari guru pendidikan jasmani sebesar 92%.Berdasarkan hasil di atas maka pengembangan circuit game kebugaran jasmani bagi peserta didik kelas V SD Negeri 2 Kunti dengan multimedia interaktif ini layak untuk digunakan. Sehingga produk ini dapat digunakan oleh guru pendidikan jasmani dalam menyampaikan materi dan juga dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar khususnya terkait materi kebugaran jasmani. SUMMARYPutri, Ulfia S. 2019. Circuit Game Development of Physical Fitness For Class V Students of SDN 2 Kunti With Interactive Multimedia. Thesis, Department of Physical Education. Faculty of Sport Science. Malang State University. Advisor: Dr.Lokananta Teguh Hari Wiguno, M.Kes.Keywords: circuit came, physical fitness, interactive multimediaBased on the results of observations of the needs analysis carried out by researchers at Kunti District 2 elementary school ponorogo 100% of students revealed that the teacher never used video as a learning medium in physical fitness material while 100% of students stated that video was a learning media that facilitated them in learn. From the elaboration, it can be concluded that the teacher has never delivered material through the media which students consider to facilitate them in learning.This research was conducted with the aim of creating a product in the form of a Circuit Physical fitness game that is packed with interactive multimedia. With the existence of this product, it is expected to be able to help physical education teachers in delivering material to students through appropriate media.The development procedure used in this study is the Brog & Gall model where there are 10 stages that must be implemented but are simplified into only 7 stages, namely:(1) need analysis,(2) product design,(3) evaluation by alhi,(4) small group trials,(5) product revisions,(6) large group trials,(7) final products.The subjects of this study were the fifth grade students of Kunti 2 Elementary School, totaling 20 people. The type of data used in this study are qualitative data and quantitative data. Qualitative data is obtained from the results of interviews with physical education teachers and also suggestions provided by experts. While quantitative data is obtained from questionnaires which are then analyzed using percentage analysis techniques.Based on data collection from game expert evaluation, the results of validation were 87% and media experts were 92%. After being tested in a small group, the results of product validation were 89% of students, and 92% of physical education teachers. The next stage in the large group trial results obtained from the product validation of 93% of students and physical education teachers by 92%. Based on the result above, the development of physical fitness circuit games for class V students of Kunti 2 Elementary School with interactive multimedia is feasible to use. So that this product can be used by physical education teachers in delivering material and can also be used by students in learning specifically related to physical fitness material

    survei kondisi fisik kekuatan otot dan daya ledak otot atlet gulat kanupaten malang

    No full text
    SURVEI KONDISI FISIK KEKUATAN OTOT DAN DAYA LEDAK OTOT ATLET GULAT KABUPATEN MALANG   Sugiono Siti Nurrochmah Fakultas Ilmu Keolahragaan, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Universitas Negeri Malang Jalan Semarang no. 5 Malang E-mail: [email protected]   Summary: The purpose of this study was to find out and learn information about the strength and power of explosive body wrestling athletes in Malang Regency. The results of the study on muscle strength and explosive power were as a guide in the preparation of an exercise program. This study uses descriptive research methods. The collection of research data uses the technique of measuring the ability and muscle explosive power. Data analysis used quantitative descriptive statistical techniques to produce calculated averages, variants and standard deviations.  Key words: research, survey, muscle endurance, speed of movement, athletes wrestling. Ringkasan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan memperoleh informasi tentang tingkat kekuatan otot dan daya ledak otot atlet gulat Kabupaten Malang. Hasil penelitian tentang kekuatan otot dan daya ledak otot digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan program latihan. Penelitian ini menggunakan metode survei jenis penelitian deskriptif.Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik pengukuran bentuk tes pengukuran pada tes kekuatan otot dan daya ledak otot. Analisis data menggunakan teknik statistika deskriptif kuantitatif berupa rata-rata hitung, varian dan standar deviasi. Kata kunci: penelitian, survei, kekuatan otot, daya ledak otot, atlit gulat.   Olahraga dalam kehidupan bangsa Indonesia merupakan bagian dari prestasi bangsa yang tumbuh dan berkembang sejalan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, olahraga mempunyai andil yang besar dan merupakan salah satu media bagi pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Keseimbangan kondisi fisik dan psikologi dapat dicapai dengan usaha manusia melalui aktivitas olahraga. Adapun pengertian dan tujuan olahraga berdasar Undang-Undang Republik Indonesia No. 3 tahun 2005 tentang keolahragaan nasional pasal 1 yaitu:  “Olahraga adalah segala kegiatan yang sistematis untuk mendororng, membina, mengembangkan potensi jasmani, rohani, dan social. Keolah-ragaan Nasional bertujuan memelihara dan meningkatkan kesehatan badan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan ahklak mulia, sportivitas dan disiplin, mempererat, membina serta mengangkat harkat dan martabat serta menghormati bangsa”. (UU RI Sistem Keolahragaan Nasional No. 3 2005). Olahraga dikenal dengan beberapa cabang olahraga, salah satunya adalah gulat. Menurut Hadi (2005:4) “Cabang olahraga gulat merupakan olahraga yang cukup tua didunia. Hal ini bukan kabar burung lagi, karena ditunjang oleh fakta dalam sejarah olahraga khususnya”. Menurut Hadi (2005:1) “Didalam cabang olahraga gulat mengandung pengertian suatu perkelahian, pertarungan yang sengit, menjatuhkan lawan dengan saling memukul, menendang, mencekik, dan bahkan mengigit”. Namun pada selanjutnya pengertian ini berubah menjadi salah satu cabang olahraga yang dilengkapi dengan peraturan dan dipatuhi oleh pesertanya. Menurut Hadi (2005:1) “Suatu olahraga yang dilakukan oleh dua orang yang saling menjatuhkan atau membanting, menguasai dan mengunci lawannya dalam keadaan terlentang dengan menggunakan teknik yang benar sehingga tidak membahayakan keselamatan lawannya”. Gulat merupakan olahraga kontak individu yang paling menantang dan penting dalam sejarah dan hortikultura yang berasal dari Babel, Orang Yunani, dan Orang Romawi. Pada cabang olahraga gulat, terdapat dua gaya yang dipertandingkan, yaitu Gaya Bebas dan Gaya Grego Romawi. Gaya bebas adalah tata cara pemainan gulat yang memperkenankan pegulat menyerang kedua kaki lawan yaitu mengait, menarik kaki sesuai dengan aturan yang ditentukan. Sedangkan gaya grego Romawi adalah tata cara permainan gulat yang melarang pegulat menyerang bagian tubuh bawah panggul seperti menjegal, menarik kaki, melipat lawan Juhanis (2012:61). Untuk menjadi atlet gulat dibutuhkan kondisi fisik yang baik untuk mendukung atlit meraih prestasi yang diingikan. Kondisi fisik adalah satu kesatuan yang utuh dari komponen yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kondisi fisik memegang peranan yang penting dalam menjalankan latihan. Seseorang memegang peranan yang sangat penting untuk mempertahankan atau meningkatan derajat kesegaran jasmani (Giriwijoyo, dkk 2005:63). Beberapa komponen kondisi fisik yang perlu dilatih, antarlain meliputi: daya tahan, kelentukan, kekuatan, stamina, kelincahan, daya ledak, daya tahan, dan kecepatan (Harsono, 2015:57). Kekuatan otot merupakan komponen kondisi fisik yang mendukung dalam kekuatan atlet gulat dengan tidak mengesampingkan komponen-komponen latihan yang lainnya. Kekuatan otot adalah komponen kondisi fisik yang dapat ditingkatkan sampai batas sub maksimal, sesuai dengan kebutuhan setiap cabang olahraga yang memerlukan (Hasibuan, 2010:43). Sukadiyanto (2011:91), menya-takan bahwa “kekuatan adalah kemampuan otot atau sekelompok  otot untuk mengatasi beban atau tahanan”. Selain kekuatan otot, seorang atlet gulat harus mempunyai daya ledak otot atau power yang baik karena akan mempermudah mendapatkan poin dari lawan. Daya ledak otot atau power ada dua bagian yaitu kekuatan daya ledak dan kekuatan gerak cepat. Daya ledak otot digunakan untuk mengatasi resistensi yang lebih rendah, tetapi dengan percepatan daya ledak maksimum. Menurut Juliantine, dkk. (2007: 3.21) adalah kemampuan otot untuk mengarahkan kekuatan maksimal dalam waktu yang sangat cepat. Jadi dapat disimpulkan bahwa daya ledak otot merupakan kemampuan seseorang untuk mempergunakan kekuatan maksimum yang sesingkat mungkin. Teknik dalam gulat akan sangat didukung bila seorang atlet gulat memiliki komponen kondisi fisik yang baik seperti kekuatan otot dan daya ledak otot. Komponen kondisi fisik sangat penting dalam latihan gulat. Apabila seorang atlit sudah memiliki kekuatan otot dan daya ledak otot yang baik maka dalam pertandingan akan mudah mengalahkan lawan. Di Kabupaten Malang sendiri terdapat pusat latihan. Latihan tersebut untuk mempersiapkan atlet mencetak prestasi dalam mengikuti berbagai kejuaraan yang dipertandingkan. Jumlah atlet gulat di Kabupaten Malang berjumlah 30 atlet untuk putra dan 10 atlet untuk putri, serta memiliki 3 orang pelatih gulat Kabupaten Malang banyak mencetak atlet yang berprestasi tingkat nasional maupun internasional. Berdasarkan hasil observasi awal gulat Kabupaten Malang dan wawancara dengan pelatih gulat Kabupaten Malang, bahwa rata-rata atlet gulat Kabupaten Malang memiliki kondisi fisik yang kurang seperti kekuatan otot dan daya ledak otot yang masih jauh dari standar, untuk mengetahui kondisi fisik unsur kekuatan otot dan daya ledak otot perlu dilakukan penelitian survey terhadap atlet gulat Kabupaten Malang. Hal ini dipertegas dengan pengamatan awal dan pada pra-tes kekuatan otot dan daya ledak otot yang diadakan oleh peneliti pada atlet gulat Kabupaten Malang menunjukkan bahwa 55% atlet memiliki tingkat kekuatan otot dan daya ledak otot yang sama45% atlet lainnya sudah mencukupi. Dari hasil pengamatan observasi awal yang dilakukan peneliti, dapat disimpulkan bahwan pada atlet gulat Kabupaten Malang masih kurang dalam kondisi fisik terutama kekuatan otot dan daya ledak otot. Dengan demikian perlu dilakukan tes dan pengukuran untuk kekuatan otot dan daya ledak otot pada semua atlet gulat, karena dalam olahraga gulat sangat dibutuhkan kekuatan otot dan daya ledak otot agar dapat mendukung kondisi fisik atlet ketika bertanding. Data tentang kekuatan otot dan daya ledak otot nantinya akan dijadikan pedoman untuk latihan. Dari penelitian yang akan diambil mengenai olahraga gulat, maka penelitian akan memaparkan penelitian terdahulu yang terkait dengan pelatihan atlet olahraga gulat di Kabupaten Malang, pernah dilakukan penelitian oleh Eka Nur Fitriana Sari pada tahun 2016 yang mengkaji tentang masalah “Survei Tingkat Kelentukan dan Kelincahan Atlet Gulat PPLPD Kabupaten Malang tahun 2016. Dewi Khumairoh pada tahun 2017 yang mengkaji tentang masalah “Survei Tingkat Daya Tahan Otot dan Kecepatan Gerak pada Atlet Gulat PPLPD Kabupaten Malang”. Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan diatas, maka penting diadakan penelitian yang mengkaji tes kondisi fisik atlet gulat Kabupaten Malang melalui penelitian berjudul “Survei Kondisi Fisik Kekuatan Otot dan Daya Ledak Otot Atlet Gulat Kabupaten Malang” Berdasarkan masalah tersebut diatas, maka tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengkaji dan memperoleh informasi tingkat kekuatan otot atlet gulat Kabupaten Malang. (2) Untuk mengkaji dan memperoleh informasi tingkat daya ledak otot atlet gulat Kabupaten Malang   METODE Ditinjau dari masalah yang diteliti, maka rancangan penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Deskriptif adalah jenis penelitian yang memberikan gambaran atau uraian atas suatu keadaan sejernih mungkin tanpa ada perlakuan terhadap objek yang diteliti. Berdasarkan tujuan dan sifat penelitian yang dilakukan oleh penulis, maka penelitian ini termasuk jenis penelitian survei. Penelitian survei adalah jenis yang paling umum dari penelitian deskriptif ini melibatkan pandangan atau praktik kelompok melalui wawancara atau dengan mengisi kuisioner. Kuisioner data diberikan ke kelompok oleh peniliti atau dikirim ke anggota kelompok bagi mereka untuk menyelesaikan dan mengirim kembali kepada peneliti Baumgartner dan Hansley (2006:180). Subjek dari penelitaian ini adalah atlet gulat Kabupaten Malang 40 orang atlet yang terdiri dari 30 atlet putra dan 10 atlet putri.Instrumen pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur kondisi fisik atlet gulat Kabupaten Malang meliputi instrument tes dan non tes . Instrumen tes untuk memperoleh data dari unsur kekuatan otot dan daya ledak otot. Jenis tes yang diteliti pada variabel kekuatan otot menggunakan alat tes berupa leg dynamometer, back dynamometer dan push and pull dynamometer. Sedangkan variabel daya ledak otot adalah seated medicine ball throw, dan vertical jump. Pengumpulan data merupakan teknik yang digunakan untuk memperoleh data melalui tes yang sesuai dengan tujuan penelitian. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan pengukuran bentuk tes kekuatan otot berupa tes leg dynamometer, back dynamometer dan push and pull dynamometer (Nurrochmah, 2016). Tes daya ledak otot mencakup seated medicine ball trowh dan vertical jump. Langkah-langkah yang digunakan dalam tahap pengumpulan data meliputi (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan, dan (3) tahap pelaporan. Ditinjau dari tujuan penelitian dan jenis data yang terkumpul dari variabel kekuatan otot dan daya ledak otot pada atlet gulat berupa data rasio, maka analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif meliputi mean, varian, standar deviasi, dan koevisien variasi (Siregar, 2012:20). HASIL Penelitian ini data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistika deskriptif dengan jenis ukuran yang digunakan berupa rata-rata hitung (mean), varian dan standar devisian. Data dari hasil tes kondisi fisik dilakukan secara manual pengolahan meng-gunakan bantuan calculator casio FX 3900 PV. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tes kekuatan otot leg dynamometer putra yaitu 50% di atas rata-rata dan putri yaitu 100% diatas rata-rata. Tes back dynamometer putra yaitu 46,67% di atas rata-rata dan  putri yaitu 100% diatas rata-rata. Tes pull dynamometer putra yaitu 53,33% di atas rata-rata dan putri yaitu 100% diatas rata-rata. Tes push dynamometer putra yaitu 40% di atas rata-rata dan putri yaitu 100% diatas rata-rata. Hasil penelitian menun-jukkan bahwa tes pada tes daya ledak otot vertical jump putra yaitu 53,33% diatas rata-rata dan putri yaitu 100% diatas rata-rata. Tes seated medicine ball throw putra yaitu 50% diatas rata-rata dan putri yaitu 100% diatas rata-rata. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tes kekuatan otot berupa tes leg dynamometer putra dengan standar deviasi 166,3 dan putri dengan standar devisian 66,89. Tes back dynamometer putra dengan standar devisian 150,09 dan putri dengan standar devisian 46,81. Tes pull dynamometer putra dengan standar devisian 21,21 dan putri dengan standar devisian 11,69. Tes push dynamometer putra dengan standar devisian 18,32 dan putri dengan standar devisian 15,65. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tes daya ledak otot berupa tes vertical jump putra dengan standar devisian 55,92 dan putri dengan standar devisian 24,11. Tes seated medicine ball throw putra dengan standar devisian 4,411 dan putri dengan standar devisian 2,291.   PEMBAHASAN Tingkat Kekuatan Otot Atlet Gulat Putra dan Putri Kabupaten Malang Tes kekuatan otot ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kekuatan otot tungkai, otot punggung dan otot bahu pada atlet gulat putra dan putri Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil tes kekuatan otot yang terdiri dari  leg dynamometer, back dynamometer, pull dynamometer dan push dynamometeryang dilaksanakan  pada tanggal 05 Oktober 2018 di Gedung Olahraga Gulat Kabupaten Malang yang berjumlah 40 atlet menunjukkan bahwa pada tes leg dynamometer pada kelompok putra yang terdiri dari 30 atlet terdapat 15 orang (50%) berada di bawah rata-rata dan 15 orang (50%) yang di atas rata-rata, pada kelompok putri yang terdiri dari 10 atlet keseluruhan memiliki nilai diatas rata-rata (100%).  Pada tes back dynamometer pada kelompok putra yang terdiri dari 30 atlet terdapat 16 orang (53,33%) berada di bawah rata-rata dan 14 orang (46,67%) di atas rata-rata, pada kelompok putri yang terdiri dari 10 atlet keseluruhan memiliki nilai diatas rata-rata (100%).  Pada tes pull dynamometer pada kelompok putra yang terdiri dari 30 atlet terdapat 14 orang (46,67%) berada di bawah rata-rata dan 16 orang (53,33%) di atas rata-rata, pada kelompok  putri yang terdiri dari 10 atlet keseluruhan memiliki nilai diatas rata-rata (100%). Pada tes push dynamometer  kelompok putra yang terdiri dari 30 atlet terdapat 18 orang (60%) di bawah rata-rata dan 12 orang (40%) di atas rata-rata, pada kelompok  putri yang terdiri dari 10 atlet keseluruhan memiliki nilai diatas rata-rata (100%). Berdasarkan hasil macam-macam tes kekuatan otot tersebut dapat disimpulkan bahwa atlet gulat putra memiliki kekuat otot dengan klasifikasi sedang, hal ini dibuktikan pada hasil tes leg dynamometer kelompok putra yang berjumlah 30 orang terdapat 15 orang (50%) memiliki daya tahan otot di atas rata-rata. Pada atlet gulat putri memiliki kekuatan otot dengan klasifikasi baik, hal ini dibuktikan pada hasil semua tes kelompok putri yang berjumlah 10 orang keseluruha memiliki nilai diatas rata-rata (100%). Berdasarkan pengamatan peneliti selama latihan di Camp Gulat Kabupaten Malang, atlet yang memiliki kekuatan otot di atas rata-rata adalah atlet yang frekuensi latihannya lebih banyak daripada atlet yang memiliki kekuatan otot di bawah rata-rata. Hal ini dibuktikan dengan 10 atlet yang memiliki tingkat kekuatan otot di atas rata-rata termasuk atlet yang aktif dalam latihan gulat di Camp Gulat Kabupaten Malang dan di Camp gulat Rahman bersama atlet-atlet PUSLATDA (pusat latihan daerah). Dalam cabang olahraga gulat komponen kondisi fisik kekuatan otot yang baik sangat di prioritaskan dan sangat dibutuhkan, hal ini sesuai dengan pendapat Sukadianto (2005:81) berpendapat bahwa kekuatan otot merupakan kemampuan otot atau sekelompok otot untuk mengatasi beban atau tahanan. Sedangkan menurut Harsono (2015:56) strengh adalah kemampuan untuk membangkitkan tegangan (force) terhadap suatu tahanan. Jadi jika para pegulat memiliki kekuatan otot yang baik maka dalam pertandingan akan mudah mengambil teknik pada lawan. Bompa (2009:30) menjelaskan bahwa “tujuan utama pelatihan yaitu meningkatan kapasitas kerja atlet, keefektifan keterampilan, dan kualitas psikologi untuk meningkatkan performa dalam kompetisi”. Menurut Pate,McClenaghan dan Rotella (1984:317) mendefinisikan “latihan sebagai peran serta yang sistematis dalam latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas fungsional fisik dan daya tahan latihan”. Karena itu dalam penyusunan program latihan pelatih harus memperhatikan dan menambah latihan kekuatan otot untuk meningkatkan kekuatan otot atlet gulat Kabupaten Malang. Selain itu waktu latihan yang telah dilakukan harus ditambah. Apabila selama ini waktu yang dipergunakan untuk latihan kekuatn otot hanya 2 kali seminggu yaitu pada hari Senin dan Rabu, maka harus ditambah menjadi setiap hari pada saat latihan didalam program latihan harus ditambahkan program latihan kekuatan otot.   Tingkat Daya Ledak Otot Atlet Gulat Putra dan Putri Kabupaten Malang   Tes daya ledak otot ini dilakukan untuk mengetahui tingkat daya ledak otot pada atlet gulat Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil tes daya ledak otot yang terdiri dari tesvertical jump dan seated medicine ball throw  yang dilakukan pada tanggal 05 Oktober 2018 di gedung olahraga Gulat Kabupaten Malang yang berjumlah 40 atlet menunjukkan bahwa pada tes vertical jump kelompok putra yang terdiri dari 30 atlet terdapat 14 orang (46,67%) berada di bawah rata-rata dan 16 orang (53,33%) di atas rata-rata, pada kelompok  putri yang terdiri dari 10 atlet keseluruhan memiliki nilai diatas rata-rata (100%). Pada tes seated medicine ball throw kelompok putra yang terdiri dari 30 atlet terdapat 15 orang (50%) berada di bawah rata-rata dan 15 orang (50%) di atas rata-rata, pada kelompok  putri yang terdiri dari 10 atlet keseluruhan memiliki nilai diatas rata-rata (100%). Berdasarkan hasil macam-macam tes daya ledak otot tersebut dapat disimpulkan bahwa atlet gulat Kabupaten Malang memiliki daya ledak otot dengan klasifikasi baik, hal ini dibuktikan pada tes vertical jump pada kelompok putra yang berjumlah 30 orang terdapat 16 orang (53,33%) memiliki daya ledak otot di atas rata-rata. Pada atlet gulat putri memiliki daya ledak otot dengan klasifikasi baik, hal ini dibuktikan pada hasil semua tes kelompok putri yang berjumlah 10 orang keseluruha memiliki nilai diatas rata-rata (100%). Berdasarkan pengamatan peneliti selama latihan diCamp Gulat Kabupaten Malang, atlet yang memiliki daya ledak otot di atas rata-rata adalah atlet yang frekuensi latihannya lebih banyak daripada atlet yang memiliki daya ledak otot di bawah rata-rata. Hal ini dibuktikan dengan 10 atlet yang memiliki tingkat daya ledak otot di atas rata-rata termasuk atlet yang aktif dalam latihan gulat di Camp Gulat Kabupaten Malang dan di Camp gulat Rahman bersama atlet-atlet Puslatda (pusat latihan daerah). Daya ledak otot merupakan salah satu komponen kondisi fisik yang  sangat diperlukan untuk mendukung kecepatan, kekuatan serta ketepatan dalam mengambil teknik pada cabang olahraga gulat. Disamping itu daya ledak otot merupakan syarat utama untuk mempelajari dan memperbaiki keteram-pilan gerak dan teknik olahraga. Harsono (2015:59), daya ledak (power) adalah kemampuan untuk mengarahkan kekuatan maksimal dalam waktu yang sangat cepat. Menurut Juliantine, dkk (2007:3.21) menyatakan kemampuan otot untuk mengarahkan kekuatan maksimal dalam waktu yang sangat cepat. Wujud gerak dari daya ledak adalah selalu bersifat eksplosif. Berdasarkan penjelasan tersebut sebagai kekuatan dan kecepatan yang dilakukan secara bersama-sama dalam melakukan suatu gerak. Berdasarkan pengamatan peneliti, program latihan kekuatan otot dan daya ledak otot  yang diberikan oleh pelatih harus ditambah dan ditingkatkan lagi. Menurut Harsono (2015:50), “latihan adalah semua upaya yang mengakibatkan terjadinya penigkatan kemampuan dalam pertandingan olahraga”. Latihan adalah proses melakukan kegiatan olahraga yang dilakukan berdasarkan program latihan yang disusun secara sistematis, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan atlet dalam upaya mencapai prestasi yang semaksimal mungkin (Budiwanto, 2012:16). Dalam memberikan program latihan pelatih harus memperhatikan aspek-aspek yang penting yang akan digunakan dalam pertandingan olahraga gulat. Program latihan kekuatan otot dan daya ledak otot perlu ditambah porsinya. Secara garis besar atlet gulat Kabupaten Malang yang berada di bawah rata-rata diduga karena kurangnya frekuensi latihan kekuatan otot dan daya ledak otot yang diberikan oleh pelatih. Untuk memperoleh kekuatan otot dan daya ledak otot yang baik diperlukan latihan yang teratur, sistematis, dengan memenuhi persyaratan fisiologis. Bentuk-bentuk latihan untuk mengembangkan daya ledak otot, tentunya adalah bentuk-bentuk latihan yang mengharuskan orang untuk bergerak dangan tepat. Dalam melakukan aktivitas tersebut, dia juga tidak boleh kehilangan keseimbangan dan harus pula sadar akan posisi tubuhnya.     SIMPULAN Berdasarkan analisis data dalam penelitian tentang “Survei Kondisi Fisik Kekuatan Otot dan Daya Ledak Otot Atlet Gulat Kabupaten Malang”, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.(1). kondisi fisik atlet gulat putra Kabupaten Malang tes kekuatan otot pada kelompok putra termasuk kategori sedang, sedangkan untuk atlet putri memiliki kategori sedang.(2). Hasil tes daya ledak otot pada kelompok putra memiliki kategori sedang, sedangkan untuk atlet putri memiliki kategori sedang.     SARAN-SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan sesuai dengan masalah penelitian, maka peneliti mencoba memberikan beberapa saran agar dapat menunjang kondisi fisik atlet, diantaranya :1. Bagi Atlet Gulat Kabu-paten Malang “Penelitian ini dapat memberikan informasi atau pengetahuan tentang daya tahan dan kecepatan yang dimiliki, sehingga atlet dapat mempertahankan dan meningkatkan daya tahan dan kecepatan yang telah dimiliki”. 2. Bagi Pelatih Gulat Kabupaten Malang“Penelitian ini dapat dijadikan suatu informasi tentang kekuatan otot dan daya ledak otot para atlet dan dapat dijadikan pedoman dan penyusunan program latihan”. 3. Bagi

    PENINGKATAN KETERAMPILAN SENAM LANTAI GULING DEPAN DAN GULING BELAKANG MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO PADA SISWA KELAS XI TKJ SMK NEGERI 10 MALANG TAHUN AJARAN 2018/2019

    No full text
    RINGKASANHasan, Aiza Nirmala. 2019. Peningkatan Keterampilan Senam Lantai Guling Depan dan Guling Belakang Menggunakan Media Video pada Siswa Kelas XI TKJ SMK Negeri 10 Malang Tahun Ajaran 2018/2019. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Eko Hariyanto, M.Pd.Kata Kunci: senam lantai, guling depan, guling belakang, media video.Berdasarkan hasil tes keterampilan senam lantai guling depan dan guling belakang observasi awal siswa kelas XI TKJ 4 SMK Negeri 10 Malang tersebut dapat diketahui bahwa persentase siswa yang mencapai ketuntasan <70 KKM mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada guling depan hanya 40% dan pada guling belakang hanya 20%. Ketidaktuntasan nilai tersebut antara lain disebabkan karena metode pembelajaran yang diterapkan guru menekankan guru untuk belajar mandiri. Hal ini membuktikan bahwa hasil belajar siswa dalam pembelajaran materi senam lantai guling depan dan guling belakang masih sangat rendah, oleh karena itu perlu adanya pembaharuan dalam penyampaian materi agar dapat tercapai materi yang di sampaikan.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan senam lantai guling depan dan guling belakang menggunakan media video siswa kelas XI TKJ SMK Negeri 10 Malang Tahun Ajaran 2018/2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Yang dilaksanakan dengan 2 siklus untuk 6 pertemuan.Hasil penelitian ini mampu meningkatkan keterampilan siswa dari siklus 1 ke siklus 2. Peningkatan ditandai dengan nilai rata-rata guling depan pada kondisi awal yaitu 69,5 dan persentase ketuntasan hasil tes siswa senam lantai guling depan siswa pada kondisi awal 40% kondisi tersebut mengalami peningkatan nilai rata-rata siswa pada siklus I yaitu 79,4 dengan  persentase ketuntasan 83,3% dan siklus II mengalami peningkatan nilai rata-rata yaitu 81,9 dengan persentase ketuntasan 86,6%. Sedangkan, peningkatan terjadi pada nilai rata-rata hasil tes senam lantai guling belakang dengan kodisi awal yaitu 66,5 dengan persentase 20% kondisi tersebut mengalami peningkatan nilai rata-rata siswa pada siklus I yaitu 67 dengan persentase ketuntasan 40%. Namun, peningkatan tersebut masih belum mencapai target yang ditetapkan sebelumnya. Kemudian setelah melanjutkan ke siklus II nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan yaitu 76,6 dengan  persentase ketuntasan 83,3%. Kesimpulan penggunaan media video dapat meningkatkan hasil keterampilan senam lantai guling depan dan guling belakang pada siswa kelas XI TKJ 4 di SMK Negeri 10 Malang

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇