SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    PengaruhLatihanPlyometricTerhadap PeningkatanHasil Kecepatan Memanjat Tebing PadaPesertaEkstrakurikulerPecintaAlamSMAN 2 Situbondo

    No full text
    RINGKASAN Saputra, Sulaiman  A. 2018. Pengaruh Latihan Plyometric Terhadap Peningkatan Hasil Kecepatan Memanjat Tebing Pada Peserta Ekstrakurikuler Pecinta Alam SMAN 2 Situbondo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. M.E Winarno, M.Pd   Kata kunci:Latihan Plyometric, Kecepatan Memanjat Tebing. Gerakan memanjat tebing adalah hasil dari koordinasi dari kekuatan lengan, kelincahan, dan daya ledak tungkai. Daya ledak tungkai dan kekuatan lengan adalah subjek gerak yang dominan dalam olahraga panjat tebing. Hal ini didasarkan pada pergerakan tungkai yang dinamis dan ekplosif sangat berarti pada saat melompat untuk menambah ketinggian.Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di SMAN 2 Situbondo, salah satu sekolah menengah atas yang memiliki ekstrakurikuler pecinta alam yang disingkat (SMADAPALA)  khususnya panjat tebing.Dengan menggunakan angket analisis kebutuhan (need assessment)diperoleh temuan sebagai berikut: (1) belum pernah memiliki prestasi dikategori speed climbing, (2) atlit kurang meminimalkan waktu pada saat memanjat, (2) latihan dilakukan selama tiga kali pertemuan dalam satu minggu, (3) variasi latihan hanya terfokuskan pada kekuatan otot lengan, (4) pembina menyatakan perlu latihan yang lebih variatif.Oleh karena itu peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Latihan Plyometric Terhadap Peningkatan Hasil Kecepatan Memanjat Tebing Pada Peserta Ekstrakurikuler Pecinta Alam SMAN 2 Situbondo” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric dan latihan konvensional terhadap peningkatan hasil kecepatan memanjat tebing serta perbedaan pengaruh antara latihan plyometric dan konvensional terhadap peningkatan hasil kecepatan memanjat tebing pada peserta ekstrakurikuler pecinta alam SMAN 2 Situbondo. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen berbentuk”Desain Randomized Control Group Pretest-Posttest”.Subjek penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler panjat tebing pecinta alam SMAN 2 Situbondo yang berjumlah 24 peserta dibagi menjadi 2 kelompok dengan tekni kordinal pairing matching. Penelitian menggunakan instrument tes, dan pengumpulan data menggunakan teknik pengukuran tesspeed climbing. Analisis data menggunakan analisis varian satu jalur (one way anova) dengan pengujian hipotesis menggunakan taraf signifikansi α=0,05.  Hasil analisisa nava diperoleh F hitung =4,64224>Ftabel = 4,30095 pada kelompok eksperimen latihan plyometric terdapat peningkatan hasil tes kecepatan memanjat tebing sebesar 1,17 detik, dan pada kelompok kontrol latihan konvensional terdapat peningkatan hasil tes sebesar 0,25 detik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa latihan plyometric dapat digunakan untuk meningkatkan kecepatan memanjat tebing,karena latihan plyometric merupakan latihan yang mengandung unsur kecepatan dan kekuatan sehingga hasil kemampuan memanjat tebing dapat meningkat, hal ini terlihat bahwa latihan plyometric memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan latihan konvensional dalam upaya meningkatan kecepatan memanjat tebing

    Pengembangan Model Latihan Pukulan Smash ForehandUntuk Peserta Ekstrakurikuler Tenis Meja di SDN 3 Temurejo Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    RINGKASAN Pambudi, Bella.S. 2017. Pengembangan Model Latihan Pukulan Smash ForehandUntuk Peserta Ekstrakurikuler Tenis Meja di SDN 3 Temurejo Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Sri Purnami, S.Pd, M.Pd., (II) Gema Fitriady, S.Pd, M.Pd.   Kata kunci: pengembangan, model-model latihan, smash forehand, tenis meja Pukulan smash forehand merupakan salah satu teknik dasar dalam tenis meja. Dalam pelaksanaan ekstrakurikuler tenis meja di SDN 3 Temurejo Kabupaten Banyuwangi, smash forehand merupakan salah satu materi yang diberikan oleh pelatih.Berdasarkan analisis kebutuhan yang dilakukan peneliti yang dilakukan pada tanggal 25 November 2017 melalui observasi dan penyebaran angket terhadap 1 orang pelatih diperoleh hasil materi yang paling sulit dikuasai oleh siswa adalah pukulan smash forehand dan respon siswa kurang senang terhadap materi pelatihan pukulan smash forehand. Kemudian penyebaran angket terhadap 37 peserta ekstrakurikuler tenis meja diperoleh hasil 2 siswa menjawab sangat menarik, 4 siswa menjawab menarik, 28 siswa menjawab kurang menarik, dan 3 siswa menjawab tidak menarik untuk materi pukulan smash forehand. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan model latihan pukulan smash forehandberupa buku panduan untuk peserta ekstrakurikuler tenis meja di SDN 3 Temurejo Kabupaten Banyuwangi agar lebih bervariasi. Dalam penelitian ini, peneliti mengadopsi model pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), langkah-langkah tersebut adalah: (1) melakukan analisis kebutuhan, (2) mengembangkan produk awal, (3) evaluasi ahli, (4) uji coba kelompok kecil, (5) revisi produk, (6) uji coba kelompok besar, (7) revisi produk berdasarkan uji coba lapangan. Instrumen yang digunakan adalah berupa angket berisi tentang rancangan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan persentase. Produk pengembangan yang dihasilkan adalah buku panduan model latihan pukulan smash forehand yang terdiri dari model latihan timang-timang bola, shadow, memantulkan bola pada lantai dan tembok, latihan mandiri, bola banyak atau multiball, sparing partner. Produk pengembangan ini melalui beberapa tahap yaitu validasi ahli dan uji coba kelompok. Dari beberapa tahap tersebut, buku panduan model latihan pukulan smash forehand dapat disimpulkan bahwa diperoleh hasil 85,25% dari validasi ahli tenis meja, diperoleh hasil 97,31% dari validasi ahli kepelatihan tenis meja, diperoleh hasil 75,76% dari validasi ahli media, diperoleh hasil 86,27% dari uji coba kelompok kecil, dan diperoleh hasil 86,67% dari uji coba kelompok besar, sehingga produk pengembangan model latihan pukulan smash forehand layak untuk digunakan. Diharapkan dalam pengembangan penelitian ini menuju ke arah lebih lanjut yaitu untuk subjek penelitian diharapkan lebih luas, tidak hanya pada kegiatan ekstrakurikuler tenis meja di SDN 3 Temurejo saja, tetapi juga pada kegiatan ekstrakurikuler tenis meja di sekolah atau PTM (Persatuan Tenis Meja) lain. Pambudi, Bella.S. 2017. Developing Practice Models Forehand Smash Stroke For Extracurricular Participants In Table Tennis at SDN 3 Temurejo Banyuwangi Regency. Thesis, Physical and Health Education Departement, Faculty of Sport Scince, State University of Malang. Advisors: (I) Sri Purnami, S.Pd, M.Pd., (II) Gemafitriady, S.Pd, M.Pd.   Keywords: developing, practice models, forehand smash, table tennis Forehand smash stroke is one of the basic techniques in table tennis. In the implementation of table tennis in extracurricular at SDN 3 Temurejo Banyuwangi Regency. Forehand smash stroke is one of the materials provided by the coach. Bassed on the requirement analysis on 25 November 2017 through observation and questionnaire distribution to the obtained results 1 person coach toughets material is mastered by the student forehand smash stroke and less plased students responses to the training materials forehand smash stroke. Then the questionnaire distribution to 37 participants obtained result table tennis extracurricular 2 students answered very interesting, 4 students answered interesting, 28 students answered less interesting, and 3 students answered not interesting to strokes material forehand smash. This research was aimed to improve the models of the punches forehand smash table tennis for  the extracurricular participants in SDN 3 Temurejo Banyuwangi Regency be more varieted. In this research, researchers used amodel of development of Borg and Gall (1983:775), such measures are: (1) conduct a needs analysis, (2) developing the beginning product, (3) expert evaluation, (4) small trials group, (5) revision of the product, (6) large group trials, (7) revision of the product is based on field trials. The instrument used was a questionnaire containing about product design which has been made. The data analysis technique used is descriptive analysis techniques with percentages. The resulting product development is a manual for the smash forehand smash training model consisting of timang-timang ball, shadow, ball-boosting exercise model on the floor and wall, self-training, multiball, sparring partner. The product of this development through several stages of expert validation and group trials. From these stages, the manual of the smash forehand smash training model can be concluded that 85.25% of the validation of the table tennis expert, obtained by 97.31% of the validation of the table tennis counselor, obtained 75.76% of the validation of expert media, 86.27% of small group experiments were obtained, and 86.67% of the large group trials were obtained, so the development of the forehand smash model is feasible to use. Expected in the development of this research toward the further direction that is for the subject of research is expected to be wider, not only on extracurricular activities of table tennis in SDN 3 Temurejo only, but also on extracurricular activities of table tennis in other schools or PTM (unity table tennis)

    Pengaruh Latihan Plyometric Barrier Hops dan Stride Jump Crossover terhadap Peningkatan Daya Ledak Otot Tungkai pada Peserta Ekstrakurikuler Bolavoli SMA Negeri 1 Batu

    No full text
    Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara metode plyometric barrier hops dan metode stride jump crossover terhadap hasil peningkatan daya ledak otot tungkai peserta ekstrakurikuler bolavoli SMA Negeri 1 Batu. Rancangan penelitian ini menggunakan pretest-posttest comparison group design. Subjek penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler bolavoli SMA Negeri 1 Batu berjumlah 20 orang. Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa: F hitung sebesar 4,64 > F tabel 4,41 untuk metode plyometric barrier hops, untuk hasil hipotesis dengan F hitung sebesar 4,66 > F tabel 4,41 untuk metode stride jump crossover, dan Perbandingan tes akhir kedua kelompok diperoleh F hitung 0,58 < F tabel 4,41. . Kata kunci: plyometric barrier hops, stride jump crossover, daya ledak otot tungkai

    Pengaruh Model Latihan Circuit Training Terhadap Kemampuan Daya Tahan Vo2max Peserta Ekstrakurikuler Futsal SMKN 12 Malang

    No full text
    Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model latihan Circuit Training. terhadap kemampuan daya tahan Vo2max  pada peserta ekstrakurikuler futsal SMKN 12 Malang. Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji F pada taraf signifikasi 0,05, diperoleh hasil hipotesis pada peserta ektrakurikuler yaitu thitung 31,416 > ttabel 1,697. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan yakni terdapat peningkatan yang signifikan latihan circuit training terhadap kemampuan daya tahan Vo2max  pada peserta ekstrakurikuler futsal SMKN 12 Malang. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: Adanya pengaruh latihan circuit training sebelum dan sesudah perlakuan terhadap kemampuan daya tahan Vo2max  pada peserta ekstrakurikuler futsal SMKN 12 Malang.                                                        Kata kunci: Futsal, latihan Circuit Training, Daya Tahan Vo2max

    Survei Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di SMPN 9 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan suatu kegiatan pendidikandalam suatu lingkup sekolah dalam pelaksanaannya dirancang secara sistematis agartercapainya tujuan dalam pembelajaran, didalamnya terdapat aspek kognitif, afektif, danpsikomotorik. Dalam pelaksanaan pembelajaran perlunya memperhatikan perencanaanpembelajaran, agar tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditentukan maka lebihdiperhaikan dalam penyusunan perangkat pembelajaran yaitu RPP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan dan kesesuaian penyusunanRPP yang dibuat oleh guru PJOK di SMPN 9 Malang dengan Permendikbud No. 22 tahun2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei, yang menggunakan metodepenelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupadokumentasi RPP, angket yang disesuaikan dengan Permendikbud No. 22 Tahun 2016tentang perencanaan pembelajaran untuk mengetahui kelengkapan dan kesesuaian RPPdengan peraturan yang ditetapkan. Adapun subjek penelitian ini adalah guru PJOK di SMPN9 Malang yang berjumlah 3 orang dengan jumlah 9 RPP. Analisis data yang digunakan dalampenelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat beberapa komponen yangharus dicantumkan pada RPP yang diatur dalam Permendikbud No. 22 Tahun 2016diantaranya sebagai berikut: identitas RPP, perumusan indikator, perumusan tujuanpembelajaran, pemilihan materi ajar, perumusan metode pembelajaran, pemilihan media, alatdan sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian. Berdasarkan hasilpenelitian pada 9 RPP yang kemudian dipersentasekan berdasarkan kelengkapan 80% danuntuk kesesuaian 78%. Berdasarkan hasil keseluruhan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkanbahwa kemampuan guru PJOK di SMPN 9 Malang dalam menyusun RPP termasuk dalamkategori Baik. Namun terdapat beberapa komponen dalam RPP yang perlu diperhatikan lagidalam menyusun RPP oleh guru PJOK di SMPN 9 Malang. Berdasarkan kelengkapan RPPyang perlu diperhatikan yaitu perumusan tujuan pembelajaran, perumusan indikator yaitupada penggunaan kata kerja operasional, pemilihan materi, dan perumusan metodepembelajaran. Sedangkan pada kesesuaian RPP yang perlu diperhatikan yaitu perumusanperumusan tujuan pembelajaran, pemilihan materi pembelajaran, perumusan metodepembelajaran dan perumusan indikato

    PENINGKATAN KONDISI FISIK PADA UNSUR KEKUATAN DALAM PEMBELAJARAN KEBUGARAN JASMANI MELALUI METODE BERMAIN PADA SISWA KELAS VIII-B DI SMPN 11 MALANG

    No full text
    Abstract: The purpose of this research is to improve the strength element of the physical fitness section by using the method of play on the students of class VIII-B in SMPN 11 Malang. This research is a classroom action research using quantitative descriptive method. Data collection techniques used in this study include observation (observation), documentation, interviews, preliminary tests and field notes. Increase in strength element especially push up test of 38,47% to 64,71% categorized "good", daughter increased 32% to 56% categorized "enough". Then for the test of male sit up increased by 31.77% to 74.12% categorized "good", daughter of 21.34% to 62.67% categorized "good".    Keywords: Improvement, Physical Condition, Strength, Physical Fitness, Play Method.   Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan unsur kekuatan dari bagian kebugaran jasmani dengan menggunakan metode bermain pada siswa kelas VIII-B di SMPN 11 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi (pengamatan), dokumentasi, wawancara, tes awal dan catatan lapangan. Peningkatan pada unsur kekuatan khususnya tes push up sebesar 38,47% menjadi 64,71% dikategorikan “baik”, putri meningkat 32% menjadi 56% dikategorikan “cukup”. Kemuadian untuk tes sit up putra meningkat sebesar 31,77% menjadi 74,12% dikategorikan “baik”, putri sebesar 21,34% menjadi 62,67% dikategorikan “baik”.     Kata Kunci: Peningkatan, Kondisi Fisik, Kekuatan, Kebugaran Jasmani, Metode Bermain

    Meningkatkan Pembelajaran Renang Gaya DadaMenggunakan Part Whole Method untuk Siswa Kelas VIIIB SMPK Frateran Celaket 21 Malang

    No full text
    ASBTRAK &nbsp; Kurniawan, Andreas Wahyu. 2013. Meningkatkan Pembelajaran Renang Gaya DadaMenggunakan Part Whole Method untuk Siswa Kelas VIIIB SMPK Frateran Celaket 21 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sulistyorini, M.Pd, (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd. &nbsp; Kata kunci: meningkatkan keterampilan, pembelajaran, part whole method. Sagala (2010:3) pendidikan adalah proses mengubah tingkah laku anak didik agar menjadi manusia yang dewasa yang mampu hidup mandiri dan sebagai masyarakat dalam lingkungan alam sekitar dimana individu itu berada. Salah satu materi dalam kurikulum tersebut adalah Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan yang merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan yang bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga, dan kesehatan terpilih secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pada materi Pendidikan Jasmani terdapat materi yang berisi tentang keterampilan peserta didik dalam melaksanakan olahraga aquatik, salah satunya adalah renang gaya dada. Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani tentu banyak kendala diantaranya adalah guru bidang studi hanya memberikan contoh secara keseluruhan dalam mencapai tujuan pendidikan jasmani. peneliti ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan pembelajaran renang gaya dada dengan menggunakan Part Whole Metode pada siswa kelas VIII B di SMPK Frateran Celaket 21 Malang. Part-whole Methods merupakan metode yang dikembangkan pendekatan Motor Learning. Part-whole adalah pembelajaran dari bagian-bagian teknik hingga teknik secara keseluruhan dan metode ini sesuai untuk pembelajaran teknik dasar (Widijoto, 2010:11). Part whole method dalam pembelajaran renang gaya dada meningkatkan keaktifan siswa SMPK Frateran Celaket 21 Malang kelas VIII B tahun ajaran 2012/2013 yang sebelumnya hanya 46,56% menjadi 80,35% atau meningkat sebesar 33,79%. Siswa terlihat sangat senang sekali, selain itu pembelajaran secara berurutan ini juga menuntut siswa untuk&nbsp; lebih aktif dalam&nbsp; melakukan gerakan.Dengan hasil tersebut, maka peneliti bersama dengan guru selaku observer merasa cukup dan menghentikan penelitian. keterampilan peserta didik berada dalam kategori sangat terampil yaitu diantara 81%-100%. &nbsp; ABSTRACT &nbsp; Kurniawan, Andreas Wahyu. 2013. Enhance Learning Style breaststroke swimming&nbsp; use Part Whole Method for Grade of Frateran Celaket 21 Malang junior high school. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport, University of Malang. Preceptor (I) Dra. Sulistyorini, M.Pd, Preceptor (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd. &nbsp; Keywords: improving skills, learning, part whole method. In the educational world, to achieve a good quality of learning, it is necessary also good curriculum management anyway. One of the curriculum used lately is curriculum Education Unit Level Curriculum (KTSP). One of the subjects in the curriculum are Physical Education, Sport, and Health. Physical Education, Sport, and Health which is an integral part of the overall education that aims to develop aspects of physical fitness, motor skills, critical thinking skills, social skills, reasoning, emotional stability, measures of emotional, moral action, aspects of healthy lifestyles and the introduction of clean environment through physical activity, exercise, and health systematically selected in order to achieve national education goals. Physical Education on the material contained material that contains about learners skills in performing sports athletics, one of which is the javelin. Likewise, KTSP curriculum in Frateran Celaket 21 Malang junior high school were emphasized so that students can discover the identity of the skilled learning. One material, namely breaststroke swimming lessons, practical problems encountered is that students have not learned skillfully. Skills of students of class VIII B Frateran Celaket 21 junior high school is still lacking and is still in the category of less skilled, so researchers want to conduct action research to change the method of learning that is part whole method is used to help improve the skills of students of class VIII B Frateran Celaket 21 Malang junior high school. Learning breaststroke swimming using the sequential method is more and more well ordered that initially only at 50.36% with an explanation of each indicator as follows: 1) the movement of sliding 83.34%, 2) 53.4% ​​footwork, 3) hand gestures 47.7%, 4) movement to take a breather 33.7%, 5) coordination of movement 33.7%. This study uses classroom action research design. Where in this study there are four phases: 1) planning, 2) action, 3) observations, 4) reflection that then if it has not hit the target then held until the next cycle of learning requirements are met. Actions carried out by modifying the method of learning by using part whole method. Information were collected through a research instrument consisting of a sheet observation skills of learners, and field notes. In the first cycle obtained an increase to 63.64%, an increase of 13.27% from prasiklus. In the second cycle obtained an increase to 82.94%, an increase of 19.3% from the cycle I. With these results, the researchers along with the teacher as observer had enough and stop the research. skills students are in highly skilled category, ie, among 81% -100%

    PENGARUH METODE DRILL DAN LATIHAN KOMANDO TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN DRIBBLING PESERTA EKSTRAKURIKULER SMP NEGERI 1 NGASEM KABUPATEN KEDIRI

    No full text
    Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode drill dan latihan komando terhadap peningkatan dribbling sepakbola pada ekstrakurikuler SMP Negeri 1 Ngasem Kabupaten Kediri. Rancangan penelitian ini menggunakan matching pre-test – post-test comparison group design. Teknik analisis data menggunakan analisis varian satu jalur (ANAVA) dengan taraf signifikansi α=0,05. Berdasarkan hasil anilisis data dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengaruh antara metode drill dan latihan komando terhadap peningkatan keterampilan dribbling sepakbola dengan hasil (Fhitung = 27,64 > Ftabel = 4,41), sehingga metode drill lebih baik daripada latihan komando.   Kata Kunci: metode drill, latihan komando, sepakbola, keterampilan dribbling

    PeningkatanKeterampilanPukulan Forehand Lob Menggunakan Part-Whole Method padaPesertaEkstrakurikulerBulutangkis di SMP Negeri 12 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Dalam bulu tangkis terdapat banyak teknik yang harus dikuasai pemain. Salah satu teknik dasar dan yang harus dikuasai adalah pukulan fore hand lob. Dari observasi awal diperoleh keterangan pada sikap persiapan para pemain mengalami persentase kesalahan sebesar 38,89% , dan 61,11% yang melakukan gerakan dengan benar,pada gerakan memukul para pemain mengalami persentase kesalahan sebesar 25,00% dan 75,00% yang melakukan gerakan dengan benar, pada gerakan lanjutan para pemain mengalami persentase kesalahan sebesar 33,33% dan 66,67% yang melakukan gerakan dengan benar. Jadi dari 3 teknik dasar tersebut diperoleh persentase ketuntasan sebesar 32,41%. Padahal persentase ketuntasan adalah 80% pemain dapat dikatakan baik. Sehingga masalah yang dihadapi adalah apakah dengan menggunakan metode part-whole dapat meningkatkan keterampilan pukulan fore hand lob peserta ekstrakurikuler bulu tangkis di SMP Negeri 12 Malang?. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan pukulan fore hand lob peserta ekstrakurikuler SMP Negeri 12 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan olahraga dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif. Penelitian tindakan olahraga ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklusnya memiliki tahapan diantaranya: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah 12 anak yang terdiri dari 6 putra dan 6 putri. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan keterampilan pukulan fore hand lob menggunakan metode part-whole. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus 4 kali pertemuan. Tingkat keberhasilan peserta ekstrakurikuler bulutangkis di SMP Negeri 12 Malang pada siklus 1 dengan persentase ketuntasan keseluruhan sebesar 56,48% dan observer 2 sebesar 53,23%. Sedangkan pada siklus 2 mengalami peningkatan persentase ketuntasan menurut observer 1 sebesar 85,56% dan observer 2 sebesar 84,26%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode part-whole dapat meningkatkan keterampilan pukulan fore hand lob peserta ekstrakurikuler bulutangkis di SMP Negeri 12 Malang sehingga disarankan kepada pelatih untuk menggunakan metode part-whole untuk meningkatkan keterampilan teknik dasar pukulan forehand lob bulutangkis

    PENGARUH LATIHAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP PENINGKATAN VO2MAX PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMKN 12 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Zanuar, Rizky.  2018. Pengaruh Latihan Circuit Training Terhadap  Peningkatan VO2max Peserta Ekstrakurikuler Futsal SMKN 12 Malang. Skripsi Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Tomi M.Pd. (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd   Kata kunci: Futsal, latihan Circuit Training, peningkatan VO2max Futsal merupakan permainan yang membutuhkan ketahan tubuh yang lama, dengan intensitas yang tinggi futsal sangat membutuhkan asupan oksigen yang banyak ketika bertanding. Berdasarkan pengambilan data awal dengan jumlah subjek 40 peserta didapatkan data yaitu 2 peserta kriteria (sangat buruk) dan 32 peserta kriteria (buruk) dan 6 peserta kriteria (sedang), sehingga bentuk latihan yang digunakan dalam penelitian ini berupa latihan Circuit Training. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh latihan Circuit Training terhadap peningkatan VO2max  peserta ekstrakurikuler futsal SMKN 12 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen, dengan jumlah populasi 40 peserta. Instrumen penelitian menggunakan teknik lari multi tahap (beep test). Data yang sudah terkumpul dianalisis menggunakan teknik uji t saling berhubungan dengan taraf signifikan thitung>ttabel α 0,05. Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji F pada taraf signifikasi 0,05, diperoleh hasil hipotesis pada peserta ekstrakurikuler yaitu thitung 31,416 > ttabel 1,697. Dari hasil analisis data terdapat peningkatan yang signifikan latihan circuit training terhadap peningkatan VO2max  pada peserta ekstrakurikuler futsal SMKN 12 Malang. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: Adanya pengaruh latihan circuit training sebelum dan sesudah perlakuan terhadap peningkatan VO2max  pada peserta ekstrakurikuler futsal SMKN 12 Malang. Adapun Saran yang dapat diberikan peneliti kepada pelatih ekstrakurikuler futsal SMKN 12 Malang sebaiknya menggunakan metode latihan circuit training. Latihan ini sudah terbukti dapat meningkatkan VO2max peserta ekstrakurikuler. Pemberian materi yang variatif mampu meningkatkan kemampuan fisik peserta ekstrakurikuler futsal SMKN 12 Malang

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇