SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    Perbedaan Kebugaran Jasmani dan Motor Ability Siswa LHS dengan Siswa Reguler SMP di Kota Malang

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil observasi yang dilakukan pada kegiatan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) PJOK Malang. Data yang diperoleh, bahwa SMP di Kota Malang telah menerapkan kebijakan LHS (Lima Hari Sekolah) dan reguler. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kebugaran jasmani dan motor ability siswa sekolah LHS dengan siswa sekolah reguler. Tes kebugaran jasmani dan motor ability menggunakan TKJI 2010 dan Barrow Motor Ability Test. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik kausal komparatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate purposive random sampling dengan jumlah sekolah 3:1 dengan jumlah siswa sebanyak 95 siswa untuk sekolah LHS dan 33 siswa untuk sekolah reguler sebagai sampelnya. Instrumen yang digunakan adalah TKJI 2010 dan Barrow Motor Abiliy Test. Teknik analisis data yang digunakan adalah One-Way Anova dan One-Way Manova dengan uji hipotesis α = 0,05. Hasil uji One-Way Anova pada hipotesis I mnunjukkan nilai signifikan 0,000 lebih kecil () dari taraf signifikan α = 0,05 yang artinya “ada perbedaan yang signifikan terhadap motor ability siswa LHS dengan siswa reguler SMP di Kota Malang”. Selanjutnya pada hipotesis ke III hasil uji One-Way Manova kebugaran jasmani dan motor ability siswa LHS dengan siswa reguler menunjukkan nilai signifikan 0,000 lebih kecil

    pengembangan model latihan keterampilan tendangan dwi hurigi dalam bentuk VCD untuk peserta latihan UKM taekwondo Universitas Negeri Malang

    No full text
    RINGKASAN   Latar belakang dari penelitian ini adalah di dalam olahraga Taekwondo tendangan dwi hurigi merupakan tendangan yang dapat menghasilkan poin tertinggi pada kategori pertarungan. Berdasarkan dari data hasil observasi ditemukan bahwa peserta latihan UKM Taekwondo Universitas Negeri Malang merasa keterampilan tendangan dwi hurigi mereka kurang baik serta sangat membutuhkan model latihan yang bervariasi. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan suatu produk berupa model latihan tendangan dwi hurigi,dengan demikianagar mampu meningkatkan keterampilan tendangan dwi hurigi para peserta latihan dapat menggunakan model-model latihan yang akan dikembangkan. Selain itu bisa untuk menambah wawasan pengetahuan bagi pelatih mengenai model-model latihan tendangan dwi hurigi yang dapat diberikan kepada peserta latihan. Metode penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan (research and development) dariBorg & Gall (1983:775). Dari 10 langkah peneliti hanya menggunakan 7 langkah. Langkah-langkah tersebut yaitu, (1) analisis kebutuhan, (2) perencanaan pembuatan produk, (3) tinjauan atau evaluasi ahli, (4) uji coba produk awal, (5) revisi produk, (6) uji coba lapangan, (7) revisi produk. Hasil dari beberapa ahli dan uji coba produk (kelompok kecil dan kelompok besar) yaitu, 1) validasi ahli media dinyatakan sangat baik dengan (81,66%), 2) validasi ahli Taekwondo menyatakan sangat baik (100%), 3) validasi ahli kepelatihan dinyatakan sangat baik (88,28%), 4) hasil uji coba (kelompok kecil) dari 8 peserta dinyatakan sangat baik (97,16%) dan 5) hasil uji coba produk 30 peserta dinyatakan sangat baik (88,98%). Kesimpulan secara keseluruhan dari analisis data tersebut bahwa produk yang dikembangkan sangat valid dan layak digunakan untuk peserta latihan UKM Taekwondo Universitas Negeri Malang. Dari simpulan yang dihasilkan, maka saran dari peneliti yaitu, sebagai model latihan para peserta dan bahan reverensi pelatih dalam memberikan model latihan tendangan dwi hurigi untuk peserta latihan UKM Taekwondo Universitas Negeri Malang

    PERBEDAAN UNSUR KONDISI FISIK KELINCAHAN DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI PADA PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BOLABASKET PUTRA SMA NEGERI 7 MALANG KOTA MALANG DANSMA NEGERI 1 LAWANG KABUPATEN MALANG

    No full text
    RINGKASAN   Brata, Faried Andy. 2018. Perbedaan Unsur Kondisi Fisik Kelincahan dan Kekuatan Otot Tungkai Pada Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler Bolabasket  Putra SMA Negeri 7 Malang Kota Malang dan SMA Negeri 1 Lawang Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes. Kata kunci: unsur kondisi fisik, kelincahan, kekuatan otot  tungkai, ekstrakurikuler, bolabasket. Kegiatan ekstrakurikuler olahraga bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan pesertadidik serta menyalurkan minat dan bakat. Terdapat banyak kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mengasah kemampuan/ keahlian salahsatunya adalah olahraga bola basket. Kondisi fisik merupakan faktor utama yang dapat menunjang aktivitas atlet dalam rangka meningkatkan prestasinya. Aktivitas latihan dilakukan untuk menunjang kondisi fisik yang prima.Unsur kondisi fisik kelincahan dan kekuatan otot tungkai yang baik dapat diperoleh dari kegiatan yang dilakukan setiap hari termasuk diantaranya adalah latihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan unsur kondisi fisik kelincahan dan kekuatan otot tungkai pada peserta kegiatan ekstrakurikuler bolabasket antara siswa SMA Negeri 7 Malang Kota Malang dan SMA Negeri 1 Lawang Kabupaten Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan non eksperimental bentuk survei. Ditinjau dari tujuan penelitian maka penelitian ini termasuk jenis penelitiankausal komparatif.Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive random sampling.Instrumen yang digunakan berupa tes Agility Run Illinois Test dan Tes Leg Dynamometer. Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t sampel independen dengan prasyarat uji normalitas menggunakan uji Liliefors dan uji homogenitas menggunakan uji F. Berdasarkan  hasil penelitian unsur kondisi fisikkelincahan dan kekuatan otot tungkai peserta kegiatan ekstrakurikuler bolabasket putra SMA Negeri 7 Malang Kota Malang dan SMA Negeri 1 Lawang Kabupaten Malang pada unsur kondisi fisik kelincahan menunjukkan ada perbedaan yang signifikan hal tersebut ditunjukkan dengan hasil uji-t independen sebesar  2,765> 2,024 sedangkan pada unsur kondisi fisik kekuatan otot tungkai menunjukkan ada perbedaan yang signifikan dengan hasil  3,028 > 2,024 dengan hasil t tes kelincahan dan kekuatan otot tungkai dari peserta kegiatan ekstrakurikuler bolabasket putra SMA Negeri 1 Lawang lebih baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan pada unsur kondisi fisik kelincahan dan unsur kondisi fisikkekuatan otot tungkai antara peserta kegiatan ekstrakurikuler bolabasket putra SMA Negeri 7 Malang Kota Malang dan SMA Negeri 1 Lawang Kabupaten Malang

    Pengaruh Latihan Plyometric Double Leg Bound Terhadap Kemampuan Tendangan Sabit Pada Atlet Pemula Pencak Silat Putri Tapak Suci Pimda 29 Kabupaten Kediri

    No full text
    RINGKASAN Nuryah, Hindiati. 2018. “Pengaruh Latihan Plyometric Double Leg Bound Terhadap Kemampuan Tendangan Sabit Pada Atlet Pemula Pencak Silat Putri Tapak Suci Pimda 29 Kabupaten Kediri”. Skripsi, JurusanPendidikanJasmani, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Usman Wahyudi, S.Pd., M.Pd., (II) Fahrial Amiq, S.Or., M.Pd.   Kata kunci:latihan, plyometric double leg bound, tendangan sabit, pencak silat Penelitian ini dilatarbelakangi berdasarkanhasil wawancarakepadapelatihTapakSuciPimda 29 yaituAgusFauzipadatanggal 6Juli 2018 di tempatlatihanjalan Veteran KandanganKabupaten Kediripukul 15.30–17.30 WIB, tentangtendangansabitdiperolehpermasalahandiantaranya (1) dalammemberikanlatihanteknikdasartendangan, timpelatihmemberikansecaralangsungartinyatidakadanya proses latihanawaluntukpembentukanotottendangan, (2) porsilatihanteknikdasartendanganterbilangsedikitdilakukan, (3) tidakadanya program latihan yang menjurusuntukmeningkatkankemampuanketerampilantendangansabit. Sedangkanhasilwawancarakepadaatletpemuladiketahuibahwatekniktendangansabitsangatsulitdilakukan, haltersebutdikarenakankurangadanyalatihandalammelakukantendangan. Tujuanpenelitianini adalahuntukmengetahuipengaruh latihanplyometric double leg bound terhadap kemampuan tendangan sabit pada atlet pemula pencak silat putri Tapak Suci Pimda 29 Kabupaten Kediri. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalaheksperimen“One-Group Pretest-Posttest Design”. Penelitian ini dilakukanselama 18 kali pertemuantermasuktesawal (pretest) dantesakhir (posttest). Subjek dalam penelitian ini yaitu 20 atlet pemula pencak silat putri Tapak Suci Pimda 29 Kabupaten Kediri.Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengukuran keterampilan tendangan sabit. TeknikAnalisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalahone way anovadanpengujianhipotesismenggunakan α = 0,05. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap atlet pemulaputri memperoleh nilai t-hitung tendangan kanan sebesar -10,081 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan pada tendangan kiri diperoleh t-hitung sebesar -7,786 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi (p) lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (p < α = 0,05), maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah ada pengaruh yang signifikan nilai rata-rata kemampuantendangan sabit antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Program latihan tendangan sabit menggunakanplyometric double leg bound ini secara signifikansi dapat meningkatkan kemampuan tendangan sabit, sehingga diharapkan plyometric double leg bounddapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan tendangan sabit

    Survei Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa SMP LHS (Lima Hari Sekolah) dan Siswa SMP Reguler di Kota Malang

    No full text
    RINGKASAN Fikri, Tri Wahyu Akmal. 2018.Survei Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa SMP LHS (Lima HariSekolah) dan Siswa SMP Reguler di Kota Malang. Skripsi.Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan,Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd, M.Pd., (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd.   Kata Kunci: kebugaran jasmani, LHS (Lima HariSekolah), sekolah reguler Penelitian ini dilatar belakangi dari hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dengan ketua pada kegiatan MGMP PJOK Malang.Data yang diperoleh, terdapat 27 SMP Negeri dan 9 Sekolah Menengah Pertama Swasta di Kota Malang.Data yang diperoleh bahwa Sekolah Menengah Pertama di Kota Malang telah menerapkan kebijakan LHS (Lima HariSekolah) dan reguler.Dalam penelitian ini sampel yang dipilih adalah 4 sekolah, yaitu SMPN 8, SMPN 10, SMPN 22 yang menetapkan LHS kemudian SMP Islam Ma’arif 3 Malang yang menerapkan sekolah reguler dengan sampel 2 kelas di masing-masing sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa sekolah LHS dengan siswa sekolah reguler.Tes kebugaran jasmani menggunakan TKJI 2010. Metodepenelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan tes.Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate purposive random sampling dengan jumlah sekolah 3:1dengan jumlah siswa sebanyak 194 siswa untuk sekolah LHS dan 53 siswa untuk sekolah reguler sebagai sampelnya. Instrumen yang digunakan adalah TKJI 2010 yang terdiri dari 5 butir tes kebugaran jasmani yaitu: (1) lari 50 meter, (2) gantung angkat tubuh (Pa) dangan tungsi kutekuk (Pi), (3) baring dudukselama 60 detik (Pa) dan 30 detik (Pi), (4) loncat tegak, (5) lari 1000 meter (Pa) dan lari 800 meter (Pi). Berdasarkan hasil data yang telah dipaparkan menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa putra di sekolah LHS lebih baik di kategori sedang dengan nilai persentase 51,58% untuk putra dan 45,45% untuk putri dibandingkan dengan siswa di sekolah reguler yang hanya memperoleh persentase nilai 9,09% untuk putra dan 10% untuk putri. Untuk kategori kurang, tingkat kebugaran jasmani siswa di sekolah reguler lebih besar dengan persentase nilai 90,91% untuk putra dan 90% untuk putri dibandingkan dengan sekolah LHS yang memperoleh persenta senilai 37,89% untuk putra dan 44,44%. Untuk putri. Berdasarkan hasil uji analisis yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa SMP LHS lebih baik jika dibandingkan dengan siswa SMP reguler karena siswa di sekolah yang menerapkan kebijakan sekolah reguler dengan peluang waktu yang luas pemanfaatan waktunya masih belum tepat sehingga meskipun siswa yang bersekolah menggunakan kebijakan LHS waktu berada di sekolah mulai dari pukul 07.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB,kesibukan siswa lebih dihabiskan untuk kegiatan dengan prinsip optimalisasi waktu

    SURVEI TENTANG IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BOLAVOLI DI SMP NEGERI SE-KECAMATAN SOOKO KABUPATEN PONOROGO

    No full text
    RINGKASAN Pendidikan jasmani merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan baik dari segi jasmani maupun rohani. Salah satu cabang olahraga yang populer adalah bolavoli. Pengertian Bolavoli adalah olahraga permainan yang dilakukan secara beregu yaitu dua regu atau tim saling berhadapan dengan batas net dan untuk mendapatkan poin adalah dengan menjatuhkan bola ke dalam area lawan. Bolavoli memiliki beberapa teknik dasar, yaitu passing, service, smash, dan block. Penguasaan teknik dasar sangat dipengaruhi oleh peran seorang guru dalam memberikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan adanya suatu penelitian yang membahas tentang implementasi pembelajaran bolavoli yang dilakukan guru kepada peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembelajaran bolavoli di SMP Negeri se-Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo menggunakan angket. Metode yang digunakan adalah penelitian survei menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dengan memberikan pertanyaan berupa angket. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi (pengamatan), wawancara, pengisian angket, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru di SMP Negeri se-Kecamatan Kabupaten Ponorogo sudah mengimplementasikan pembelajaran bolavoli dengan baik. Hal itu dapat dilihat dari perolehan skor dari masing-masing sekolah yaitu, SMP Negeri 1 Sooko 88,2% dan SMP Negeri 2 Sooko 82,2 % yang termasuk dalam kategori baik sekali. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkam bahwa guru pendidikan jasmani di SMP Negeri se-Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo sudah mengimplementasikan pembelajaran bolavoli dengan sangat baik. Saran kepada guru pendidikan jasmani agar lebih meningkatkan pengimplementasian pembelajaran bolavoli agar peserta didik lebih paham pembelajaran bolavoli tersebut

    Pengembangan Permainan Gerak Lokomotor dan Manipulatif dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Siswa Kelas IV SDN Toyomarto 2 Singosari

    No full text
    RINGKASAN Kusmawati, Wahyuni. 2018. “Pengembangan Permainan Gerak Lokomotor dan Manipulatif dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Siswa Kelas IV SDN Toyomarto 2 Singosari”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes. (II) Drs. Sugiyanto, M.Pd.   Kata Kunci: permainan gerak, lokomotor dan manipulatif, pembelajaran PJOK. Di SDN Toyomarto 2 pada waktu pembelajaran gerak lari, lompat, lempar dan tangkappeserta didik kurang tertarik dengan penyajian materi dari pendidik karena pendidik tidak menggunakan aktivitas bermain. Untuk mengatasi masalah tersebut, solusinya penting dilakukan penelitian dan pengembangan tentang pembelajaran gerak lari, lompat, lempar dan tangkap berbasis permainan melalui penelitian dan pengembangan dengan judul “Pengembangan Permainan Gerak Lokomotor dan Manipulatif dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Siswa Kelas IV SDN Toyomarto 2 Singosari”. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan pembelajaran gerak lokomotor, manipulatif berbasis permainan yang lebih menarik, menyenangkan dan mudah untuk dilakukan oleh peserta didik SDN Toyomarto 2 Singosari. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model konseptual dan prosedural. Instrumen yang digunakan berupa instrumen non tes bentuk angket dan wawancara. Jenis data yang terkumpul termasuk jenis data kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan berupa teknik analisis data kualitatif dan deskriptif bentuk presentase. Hasil  analisis data validasi diperoleh (1) validasi ahli pembelajaran gerak diperoleh hasil 82,78% (produk dinyatakan sangat valid), (2) validasi ahli permainan diperoleh hasil 83,57% (produk dinyatakan sangat valid), (3) validasi ahli pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan diperoleh hasil 84,29% (produk dinyatakan sangat valid), dan (4) media diperoleh hasil 85,53% (produk dinyatakan sangat valid), (5) uji coba kelompok kecil diperoleh hasil 81,79% (produk dinyatakan valid), (6) uji coba kelompok besar diperoleh hasil 87,80% (produk dinyatakan sangat valid). Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian dan pengembangan tentang produk permainan gerak lokomotor dan manipuatif dalam pembelajaran pendidikan jasmani siswa kelas IV SDN Toyomarto 2 Singosari yaitu: (1)evaluasi ahli menyatakanproduk yang dikembangkan memiliki unsur kesesuaian materi, keamanan dan kemanfaatan alat dan bahan, keefektifan serta kemenarikan permainan (2)uji coba kelompok besar, calon pengguna menyatakan produk pengembangan permainan gerak lokomotor dan manipuatif memiliki unsurkemenarikan, kemudahan, keefektifan, serta tujuan permainan. (3) produk dapat membantu proses pembelajaran materi gerak lokomotor dan manipulatif. Saran bagi pengembangan permainan gerak lokomotor, manipulatif adalah (1) produk tersebut dapat dilanjutkan pada penelitian uji efektifitas produk, (2) dapat digunakan pendidik sebagai alternatif pembelajaran materi gerak lokomotor, manipulatif dalam bentuk permainan pada siswa kelas IV SDN Toyomarto 2 Singosari

    Pengaruh Latihan Passing Berpasangan dan Latihan Passing Bentuk Permainan Terhadap Peningkatan Kemampuan Passing Sepakbola Siswa Sekolah Sepakbola Krida Putra Nganjuk Usia10-12 Tahun

    No full text
    RINGKASAN Adi.2018.Pengaruh Latihan Passing Berpasangan dan Latihan Passing Bentuk Permainan Terhadap Peningkatan Kemampuan Passing Sepakbola Siswa Sekolah Sepakbola Krida Putra Nganjuk Usia10-12 Tahun.Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing:Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes.   Kata Kunci: passing, berpasangan, permainan dan sepakbola. Dalam latihan di sekolah sepakbola Krida Putra Nganjuk usia 10-12 tahun, teknik dasar passing masih banyak mengalami kesalahan, karena anak masih cenderung senang bermain, bentuk latihan yang kurang kreatif dan inovatif menjadikan salah satu faktor anak sering salah melakukan passing dalam bermain sepakbola. Penelitian ini dilakukan dengan tujuanuntuk mengetahui pengaruh latihan passing berpasangan dan bentuk permainan terhadap peningkatan kemampuan passing sepakbola siswa sekolah sepakbola Krida Putra Nganjuk usia 10-12 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen bentuk desain randomized control group pretest-posstest. Populasi penelitian ini adalah siswa sekolah sepakbola Krida Putra Nganjuk usia 10-12 tahun, pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik systematic proportional random sampling dengan persentase 90% dari 24 siswa. Pembagian kelompok yang dilibatkan dalam penelitian ini terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok passing berpasangan dan bentuk permainan. Instrumen yang digunakan adalah tes mengoper bola rendah yang disusun oleh Irianto (1995:9) dengan validitas 0,812 dan reliabilitas sebesar 0,856. Analisis data menggunakan uji t dengan taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan > berarti bahwa ada pengaruh yang signifikan latihan passing berpasangan dan bentuk permainan terhadap peningkatan kemampuan passing sepakbola siswa sekolah sepakbola Krida Putra Nganjuk usia 10-12 tahun. Hasil analisis varian satu jalur (one way anova) sebesar Fhitung5,357 > 4,414, artinya kemampuan passing sepakbola terdapat peningkatan dan uji lebih lanjut LSD sebesar  vs 1,0> LSD α 0,05 0,1887, artinya terdapat perbedaan yang signifikan. Pada kelompok latihan passing berpasangan terdapat peningkatan hasil tes passing bola rendah sebesar 4 dan pada kelompok latihan passing bentuk permainan terdapat peningkatan hasil tes passing bola rendah sebesar 3. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwaada perbedaan pengaruh yang signifikan latihan passing berpasangan dan latihan passingbentuk permainan terhadap peningkatan kemampuan passing sepakbola siswa sekolah sepakbola Krida Putra Nganjuk usia 10-12 tahun. Saran bagi calon peneliti lainnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian serupa dengan variabel dan subjek berbeda

    Survei Kemampuan Gerak Lokomotor pada Siswa Kelas VII SMP DARUSSALAM Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci: survei, kemampuan gerak, lokomotor, sekolah menengah pertama.   Kemampuan gerak merupakan ciri kehidupan yang dimiliki oleh sesorang sejak usia dini  dari masa kanak-kanak yang berkembang dan bertumbuh dengan seiring berjalannya waktu. Kemampuan gerak lokomotor tersebut bertujuan positif untuk kemajuan siswa. Kondisi fisik dan keterampilan dasar gerak merupakan kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan. Akan tetapi banyak siswa yang belum mengetahui tingkat kemampuan gerak lokomotor masing-masing selain itu guru pendidikan jasmani membutuhkan acuan kemampuan gerak lokomotor untuk menyusun rancangan program pembelajaran pada semester berikutnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan gerak lokomotor siswa kelas VII SMP Darussalam Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Metode yang digunakan berupa tes karena data yang diperoleh dalam penelitian merupakan data yang berupa angka. Dalam penelitian ini adalah siswa SMP Darussalam Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar, 12-14 tahun.  Pada siswa SMP Darussalam Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar berjumlah 40 siswa. Dalam penelitian ini pengambilan data yaitu dengan seluruh subjek siswa kelas VII SMP Darussalam Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Analisis  data  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  dengan perhitungan statistik menggunakan analisis deskriptif  kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang survei kemampuan gerak lokomotor siswa kelas VII SMP Darussalam Kademangan Blitar adalah sebagai berikut, data tes lari 50 meter kelompok putra lebih unggul dari pada kelompok putri yaitu  mean dari kelompok putra 7,19, kelompok putri 9,63, standar deviasi kelompok putra 0,75, kelompok putri 0,89, varian kelompok putra 0,57, kelompok putri 0,79, Sedangkan data tes lompat jauh tanpa awalan yaitu kelompok putra lebih unggul dari kelompok putri mean dari kelompok putra 183,18, kelompok putri 152,29, standar deviasi kelompok putra 16,82, kelompok putri 18,06, varian kelompok putra 283,08, kelompok putri 326,07. Data tes lari zig zag kelompok putra lebih unggul dari kelompok putri mean dari kelompok putra 12,1, kelompok putri 14,1, standar deviasi kelompok putra 0,92, kelompok putri 1,44, varian kelompok putra 0,85 dan kelompok putri 2,07. Bahwa peserta didik kelompok putra masih lebih dominan daripada peserta didik kelompok putri dari masing-masing tes gerak dasar lokomotor lari 50 meter, loncat jauh tanpa awalan dan lari zig zag juga masih lebih dominan peserta didik kelompok putra siswa SMP Darussalam Kademangan Kabupaten Blitar. Motion ability is a feature of life owned by a person from early childhood from childhood that develops and grows with over time. Locomotor capability is aimed positively for student progress. Physical condition and basic skills of motion is a unified whole that can not be separated. However, many students who do not know the locomotor ability level of each other than that physical education teachers need reference locomotor motion ability to arrange the design of learning programs in the next semester. The purpose of this study was to determine the locomotor motility of students in junior high school Darussalam Kademangan district, Blitar regency. The method used in the form of test because the data obtained in the study is data in the form of numbers. In this study is the junior high school students Darussalam District Kademangan Blitar, 12-14 years. In junior high school students Darussalam District Kademangan Blitar Regency amounted to 40 students. In this research, the data were collected by all students of class VII SMP Darussalam Kademangan District Blita Regency. Data analysis used in this research is with statistical calculation using quantitative descriptive analysis Based on the result of the research and the discussion. About the locomotoric graft ability survey of the seventh grade students of First Class of Darussalam Kademangan Blitar Secondary School is as follows, the 50 meter male group test data is superior to the female group, ie the mean of the men group is 7.19 the girls group is 9.63, standard deviation of men group 0,75 whereas group of daughter 0,89, male group variant 0,57 while group of female 0,79, while data of long jump test without prefix that group of men is superior to mean daughter group from men group 183,18 group of daughter 152,29, standard deviation of men group 16,82 group of princess 18,06, male group variant 283,08 group daughter 326,07. And the men's zigzag flight test data is superior to the mean daughter group of 12.1 men's group while the 14.1 daughters group, the standard deviation of the men group is 0.92 the female group is 1.44, male group variant is 0.85 the female group 2.07. That the students of the men's group are still more dominant than the female group learners from each locomotor base motion test run 50 meters, skip distant without prefix and run zig zag also still more dominant pesera student group of junior high school students Darussalam Kademangan Blitar regency

    PROFIL KONDISI KETERAMPILAN TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLABASKET TIM FIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Triatmaja, Rifki. 2017. Profil Kondisi Keteranpilan Teknik Dasar Pemainan Bolabasket Tim FIK Universitas Negeri Malang.Skripsi,JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: Dr.SitiNurrochmah, M.Kes   Kata kunci :teknik dasar, bolabasket   Permainan bolabasket adalah permainan tim, akan penguasaan teknik dasar seorang individu sangat penting dalam bermain tim. Dalam pertandingan bolabasket selain tuntutan fisik, kondisi keterampilan teknik dasar mempunyai peranan yang sangat penting. Hasil pengamatan kinerja pemain pada aspek keterampilan teknik dasar kurang optimal. Oleh karena itu peneliti tertarik melakukan penelitian tentang “Profil Kondisi Keterampilan Teknik Dasar Permainan Bolabasket Tim FIK Universitas Negeri Malang” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi ketrampilan teknik dasar (passing, dribble dan shooting) permainan bolabasket tim FIK Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan variabel yang diteliti berupa profil kondisi keterampilan teknik dasar tim bolabasket FIK Universita Negeri Malang. Subyek penelitan ini adalah mahasiswa pemain bolabasket tim FIK UM yang berjumlah 40 orang. Instrumen  penelitian berupa instrumen non tes dan pengumpulan data berupa teknik pengukuran bentuk tes keterampilan olahraga bolabasket, kemudian data dianalisis menggunakan teknik statistika deskriptif. Hasil penelitian tim putra: 1) passing gelombang, nilai rata-rata: 46,85, standar deviasi: 8,22. 2) undering shoot depan, nilai rata-rata: 11, standar deviasi: 2,27. 3) dribble cepat, nilai rata-rata: 10,04, standar deviasi: 0,53. 4) dribble bola kanan-kiri, nilai rata-rata: 9,90, standar seviasi: 0,55. 5) underingshoot samping, nilai rata-rata: 12,15, standar deviasi: 3,09. 6) passing lurus, nilai rata-rata: 56,25, standar deviasi: 10,36. 7) gerakan bertahan, nilai rata-rata: 15,04, standar deviasi: 1,49. Hasil dari tim putri; 1) passing gelombang, nilai rata-rata: 46,85, standar deviasi: 11,43. 2) undering shoot depan, nilai rata-rata: 10,8, standar deviasi: 2,26. 3) dribble cepat, nilai rata-rata: 9,53, standar deviasi: 0,60. 4) dribble bola kanan-kiri, nilai rata-rata: 10,06, standar deviasi: 0,81. 5) underingshoot samping, nilai rata-rata: 13,25, standar deviasi: 3,07. 6) passing lurus, nilai rata-rata: 60,7, standar deviasi: 4,25. 7) gerakan bertahan, nilai rata-rat : 13,11, standar deviasi: 1,04. Kesimpulan hasil terbaik tim putra diperoleh dari tes keterampilan teknik dasar undering shoot samping dengan prosentase 25,51%. Dan hasil terbaik tim putri diperoleh dari keterampilan teknik dasar undering shoot samping dengan prosentase 23,21%

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇