SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    Meningkatkan Keaktifan Pembelajaran Dribble Bolabasket Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Team Games Tournament) Pada Siswa Kelas X Jurusan Akuntansi 1 SMK Negeri Pasirian Kabupaten Lumajang

    No full text
                                                  ABSTRAK Aljabbar, Pratama Budi. Meningkatkan Keaktifan Pembelajaran Dribble Bolabasket Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Team Games Tournament) Pada Siswa Kelas X Jurusan Akuntansi 1 SMK Negeri Pasirian Kabupaten Lumajang. Skripsi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Pembimbing: (1) Dra. Sri Purnami, M.Pd (2) Drs. Oni BagusJanuarto, M.Kes.Kata Kunci :Keaktifan siswa, Team Games Tournament, Bolabasket, Dribble Berdasarkan observasi awal, diperoleh hasil bahwa siswa kelas X Jurusan Akuntansi 1SMKN Pasirian Kabupaten Lumajang kurang aktif dalam pembelajaran bolabasket. Hal ini juga berdasarkan hasil wawancara dengan guru pendidikan jasmani bahwa antusiasme siswa pada pembelajaran bolabasket masih kurang dan berdampak pada keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Para siswa lebih menyukai materi bola voli, futsal dan renang.Pada observasi awal keaktifan siswa pada pelaksanaan pembelajaran, diperoleh hasil 48,8 % tergolong aktif dan 51,2 % siswa tergolong tidak aktif. Hasil observasi pada ketrampilan dribble dan passing bolabasket diperoleh data persentase keberhasilan siswa dapat melakukan teknik dribble sebanyak 44,4 % dan pada teknik passing sebanyak 54 %.Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran dribble permainan bolabasket pada siswa kelas X Jurusan Akuntansi 1 SMK Negeri Pasirian Kabupaten Lumajang. Terdapat beberapa komponen-komponen penting dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe TGT, antaralain: (1) Presentasi Kelas, (2) Tim, (3) Permainan, (4) Turnamen dan (5) Rekognisi tim.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas(Classroom Action Research). Pendekatan yang digunakan dalam pendekatan ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan dan terdiri dari 4 tahap, yaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, (4) Refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Jurusan akuntansi 1 SMK Negeri Pasirian Kabupaten Lumajang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan.Hasil penelitian ini terbukti mampu meningkatkan keaktifan siswa dari siklus ke siklus. Peningkatan siswa pada siklus 1 mencapai 76,4 %. Sedangkan peningkatan siswa pada siklus 2 mencapai 92,8 %. Peningkatan juga terlihat pada hasil observasi teknik dribble permainan bolabasket pada siklus 1 yaitu 60,8 % menjadi 83,95 % padasiklus 2. Pengamatan teknik dribble permainan bolabasket berdasarkan 3 indikator yaitu keseimbangan (balance), Gerakan tangan (hand), dan pandangan (eyes) saat melakukan teknik dribble permainan bolabasket.Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan bagi guru pendidikan jasmani di SMK/SMA/MA, penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat dijadikan sebagai alternative dalam metode pembelajaran dribble permainan bolabasket karena berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas X Jurusan Akuntansi 1SMK Negeri Pasirian Kabupaten Lumajang

    Meningkatkan Keterampilan Lari Jarak Pendek Menggunakan Pendekatan Bermain Pada Kelas VIII GMTs Ma’arif Udanawu Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Puspitasari, Noviana. 2017. Meningkatkan Keterampilan Lari Jarak Pendek Menggunakan Pendekatan Bermain Pada Kelas VIII GMTs Ma’arif Udanawu Kabupaten Blitar. Tesis. Jurusan Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Tomi., M.Pd., (II) Fahrial Amiq, S.Or., M.Pd.   Kata Kunci: Keterampilan Lari Jarak Pendek,  Pendekatan Bermain.   Lari cepatyaitu perlombaan lari yang semua peserta berlari dengan kecepatan penuh hingga menempuh jarak 80 m sampai 400 m.Berdasarkan masalah yang telah diuraikan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran lari jarak pendek di kelas VIII G MTs Ma’arif Udanawu taraf keberhasilan tindakan masih tidak baik.Sehingga diperlukan peningkatan pembelajaran lari jarak pendek di kelas VIII G MTs Ma’arif Udanawu dengan menggunakan pendekatan bermain. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan keterampilan lari jarak pendek pada siswa kelas VIII G MTs Ma’arif Udanawu Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kuantitatif. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Subyek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VIII G di MTs Ma’arif Udanawu Kabupaten Blitar dengan jumlah 40 siswa, yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 26 siswa perempuan. Hasil penelitian melalui metode permainan ini menunjukkan bahwa keterampilan lari jarak pendek di kelas VIII G MTs Ma’arif Udanawu Kabupaten Blitar mengalami peningkatan setelah diberikan tindakan dari siklus 1 dan siklus 2. Tingkat keberhasilan siswa kelas VIII G pada siklus 1 dengan persentase ketuntasan keseluruhan keterampilan lari jarak pendek diperoleh ketuntasan 35,71% untuk putra dan 57,69% untuk putri. Sedangkan tingkat keberhasilan siswa kelas VIII G pada siklus 2 dengan persentase ketuntasan keseluruhan keterampilan lari jarak pendek diperoleh 78,57% untuk putra dan 80,76% untuk putri. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah hasil penelitian keterampilan tes lari jarak pendek pada siklus 1, ketuntasan yang diperoleh oleh siswa kelas VIII G MTs Ma’arif Udanawu Kabupaten Blitar sudah mengalami peningkatan pada tes lari jarak pendek yaitu pada kategori cukup dengan rentan persentase keberhasilan 13,0 detik untuk siswa putra dan 13,5 detik untuk siswa putri. Hasil penelitian keterampilan tes lari jarak pendek pada siklus 2, ketuntasan yang diperoleh oleh siswa kelas VIII G MTs Ma’arif Udanawu Kabupaten Blitar sudah mengalami peningkatan pada tes lari jarak pendek yaitu kategori baik dengan rentan persentase keberhasilan 12,0 detik untuk siswa putra dan 12,5 detik untuk siswa putri

    UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERMAINAN LEMPAR TANGKAP BOLA KASTI MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK ANAK TUNARUNGU KELAS IV DI SLB BINA BANGSA SIDOARJO

    No full text
    ABSTRAK Widayat, Lukmana Adi. 2017. Upaya meningkatkan kemampuan permainan lempar tangkap bola kasti melalui media audio visual untuk anak tunarungu kelas IV di SLB Bina Bangsa Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd. Kata kunci: Lempar Tangkap Bola Kasti, Media Audio Visual, Tunarungu.   Proses pembelajaran yang terjadi pada SLB Bina Bangsa Sidoarjo berjalan dengan belum maksimal. Hal ini dilihat dari hasil observasi yang menunjukkan bahwa siswa tunarungu kelas IV masih mengalami kesulitan dalam melempar bola kasti pada sasaran dan saat menangkap bola cenderung lepas atau tidak tepat. Hal ini disebabkan karena guru pendidikan jasmani kurang mengoptimalkan media yang ada dalam menyampaikan materi pembelajaran sehingga membuat siswa mudah merasa bosan dan kurangnya perhatian secara menyeluruh kepada siswa. Pada saat siswa merasa bosan inilah yang membuat siswa berbuat seenaknya sendiri tanpa memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh guru pendidikan jasmani dan kesehatan. oleh karena itu penyampaian materi baru dengan menggunakan media audio visual  akan merangsang siswa dalam memperhatikan penyampaian materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru pendidikan jasmani dan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan permainan lempar tangkap bola kasti pada siswa kelas IV di SLB Bina Bangsa Sidoarjo yang berjumlah 5 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 3 siklus dimana pada setiap siklusnya terdiri dari 3 pertemuan dan terdapat 4 tahapan di dalam setiap pertemuan. Tahapan tersebut yaitu. (1) planning atau perencanaan, (2) acting dan observing atau tindakan dan pengamatan, (3) reflecting atau perefleksian, (4) revise plan atau perbaikan rencana. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa tunarungu kelas IV sebanyak 5 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan jika media audio visual dapat meningkatkan kemampuan permainan lempar tangkap bola kasti pada anak tunarungu kelas IV di SLB Bina Bangsa Sidoarjo semakin meningkat dari pertemuan ke pertemuan. Pada siklus 1 siswa sudah mengalami peningkatan yang dilihat dari hasil tes siklus 1 yang menunjukkan peningkatan menjadi 60%, pada siklus 2 menunjukkan peningkatan menjadi 73%, pada siklus 3 atau post test menunjukkan hasil peningkatan sebesar 92%. Peneliti menyarankan pada guru pendidikan jasmani dan kesehatan untuk memperkaya pengetahuan dan menggunakan media pembelajaran secara maksimal dalam pembelajaran permainan lempar tangkap bola kasti, bagi siswa digunakan sebagai acuan dalam mempelajari permainan lempar tangkap bola kasti, bagi sekolahan semoga penelitian ini bisa menjadi tolak ukur dalam pembelajaran penjaskes dan untuk peneliti selanjutnya diharapkan bisa menjadikan sumber referensi jika berkaitan dengan materi penelitian ini

    PENGARUH PEMBELAJARAN VARIASI DRIBBLE LURUS DAN DRIBBLE ZIG-ZAG MENGGUNAKAN MODIFIKASI BOLA PLASTIK TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN DRIBBLE SEPAKBOLA SISWA KELAS XI SMAN 5 MALANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran variasi dribble lurus dan dribble zig-zag terhadap peningkatan hasil belajar keterampilan dribble sepakbola. Hasil analisis varian satu jalur sebesar  Fhitung  = 5,324 > FTabel α = 0,05 = 4,149 dan uji leat significance difference (LSD) diperoleh hasil  vs  = 1,0159 > LSDα 0,05 = 0,0185, dapat disimpulkan pembelajaran variasi dribble lurus lebih baik dibandingkan pem-belajaran variasi dribble zig-zag untuk meningkatkan hasil belajar keterampilan dribble sepakbola. Kata Kunci: keterampilan menggiring, lurus, modifikasi, sepakbola, zig-zag

    UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERMAINAN LEMPAR TANGKAP BOLA KASTI MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK ANAK TUNARUNGU KELAS IV DI SLB BINA BANGSA SIDOARJO

    No full text
    ABSTRAK Widayat, Lukmana Adi. 2017.Upayameningkatkan kemampuan permainan lempar tangkap bola kasti melalui media audio visual untuk anak tunarungu kelas IV di SLB Bina Bangsa Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd. Kata kunci:Lempar Tangkap Bola Kasti, Media Audio Visual, Tunarungu.   Proses pembelajaran yang terjadi pada SLB Bina Bangsa Sidoarjo berjalan dengan belum maksimal. Hal ini dilihat dari hasil observasi yang menunjukkan bahwa siswa tunarungu kelas IV masih mengalami kesulitan dalam melempar bola kasti pada sasaran dan saat menangkap bola cenderung lepas atau tidak tepat. Hal ini disebabkan karena guru pendidikan jasmani kurang mengoptimalkan media yang ada dalam menyampaikan materi pembelajaran sehingga membuat siswa mudah merasa bosan dan kurangnya perhatian secara menyeluruh kepada siswa. Pada saat siswa merasa bosan inilah yang membuat siswa berbuat seenaknya sendiri tanpa memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh guru pendidikan jasmani dan kesehatan. oleh karena itu penyampaian materi baru dengan menggunakan media audio visual  akan merangsang siswa dalam memperhatikan penyampaian materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru pendidikan jasmani dan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan permainan lempar tangkap bola kasti pada siswa kelas IV di SLB Bina Bangsa Sidoarjo yang berjumlah 5 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 3 siklus dimana pada setiap siklusnya terdiri dari 3 pertemuan dan terdapat 4 tahapan didalam setiap pertemuan. Tahapan tersebut yaitu. (1) planning atau perencanaan, (2) acting dan observing atau tindakan dan pengamatan, (3) reflecting atau perefleksian, (4) revise plan atau perbaikan rencana. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa tunarungu kelas IV sebanyak 5 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan jika media audio visual dapat meningkatkan kemampuan permainan lempar tangkap bola kasti pada anak tunarungu kelas IV di SLB Bina Bangsa Sidoarjo semakin meningkat dari pertemuan ke pertemuan. Pada siklus 1 siswa sudah mengalami peningkatan yang dilihat dari hasil tes siklus 1 yang menunjukkan peningkatan menjadi 60%, pada siklus 2 menunjukkan peningkatan menjadi 73%, pada siklus 3 atau post test menunjukkan hasil peningkatan sebesar 92%. Peneliti menyarankan pada guru pendidikan jasmani dan kesehatan untuk memperkaya pengetahuan dan menggunakan media pembelajaran secara maksimal dalam pembelajaran permainan lempar tangkap bola kasti, bagi siswa digunakan sebagai acuan dalam mempelajari permainan lempar tangkap bola kasti, bagi sekolahan semoga penelitian ini bisa menjadi tolak ukur dalam pembelajaran penjaskes dan untuk peneliti selanjutnya diharapkan bisa menjadikan sumber referensi jika berkaitan dengan materi penelitian ini.   ABSTRACT Widayat, LukmanaAdi. 2017. Efforts to improve the ability of casual throwing ball games through audio visual media for children with hearing impairment grade IV in SLB BinaBangsaSidoarjo. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Counselor: (I) Dr. EkoHariyanto, M.Pd. Key Words: Throwing of ball of cashew ball, audio-visual media, Deaf.             Learning process that occurs on SLB BinaBangsaSidoarjo runs with not maximal yet. This is seen from the results of observations that show that students with hearing impairment class IV still have difficulty in throwing a ball to the target and when catching the ball tends to loose or not right. This is because teachers of physical education less optimize the existing media in delivering learning materials so that students easily feel bored and the lack of attention to the whole to the students. At the time students feel bored is what makes students do their own way without regard to explanations given by teachers physical education and health. therefore the delivery of new material by using audio-visual media will stimulate students in paying attention to the delivery of learning materials delivered by teachers of physical education and health            The purpose of this research is to improve the ability of cashew throwing ball game in fourth grade students in SLB BinaBangsaSidoarjo which amounted to 5 students. This research is a classroom action research conducted in 3 cycles where each cycle consists of 3 meetings and there are 4 stages in each meeting. The stages are: (1) planning, (2) acting and observing, (3) reflecting, (4) revise plan. Subjects in this study are students with hearing impairment grade IV as many as 5 students. Data collection techniques in this study using interviewing techniques, observation. The results of this study show if the audio visual media can improve the ability of casual throwing ball games in children with hearing impairment grade IV in SLB BinaBangsaSidoarjo increasing from meeting to meeting. In cycle 1 students have experienced improvement from the test result of cycle 1 which showed increase to 60%, in cycle 2 showed increase to 73%, in cycle 3 or post test showed result of increase equal to 92%. The researcher suggested to the teacher of physical education and health to enrich the knowledge and use the learning media maximally in the learning of throwing ball game, for the students used as a reference in learning the game of catching the ball of kasti, for the school hope this research can be a benchmark in learning penjaskes and for further research is expected to make reference source if related to this research material

    PENGEMBANGAN VARIASI LATIHAN POLA PENYERANGAN DALAM PERMAINAN FUTSAL DI RODALI FUTSALIC KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Setiono, Bagus. 2018. PengembanganVariasi Latihan Pola Penyerangan Dalam Permainan Futsal Di Rodali Futsalic Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang: (1) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd(2) Usman Wahyudi, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, pola penyerangan, permainan futsal Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti kepada pemain Rodali Futsalic Kota Malang diperoleh dari penyebaran angket pada 18 pemain Rodali Futsalic kurang paham dengan materi pola penyerangan yang diberikan dan pelatih belum pernah menggunakan metode yang berbeda disetiap pertemuannya. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh, peneliti terdorong untuk mengembangkan variasi latihan pola penyerangan dalam permainan futsal di Rodali Futsalic Kota Malang. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan variasi latihan pola penyerangan dalam permainan futsal di Rodali Futsalic Kota Malang. Dengan adanya pengembangan ini, pemain diharapkan mudah memahami proses latihan dan dapat mempraktekkan pola penyerangan dengan baik. Model penelitian dan pengembangan ini menggunakan Research and Development (R&D) dari Borg dan Gall. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari analisis kebutuhan, evaluasi ahli, uji kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Produk yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan ini adalah variasi latihan pola penyerangan dalam permainan futsal. Dengan hasil evaluasi ahli media 77,17% yang termasuk dalam kriteria baik, ahli kepelatihan futsal 80,68% sehingga produk termasuk kategori sangat baik, ahli pelatih futsal 89,77% sehingga produk termasuk kategori sanat baik. Dari hasil analisis data uji coba kelompok kecil diperoleh persentase 89,51% sehingga hasil termasuk kategori sangat baik dan dapat digunakan. Dari hasil analisis data uji coba kelompok besar diperoleh persentase 87,45% sehingga hasil termasuk kategori sangat baik dan dapat digunakan. Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa variasi latihan pola penyerangan dalam permainan futsal di Rodali Futsalic Kota Malang sudah cukup mudah, menarik dan dapat digunakan sebagai penunjang latihan bagi pemain Rodali Futsalic Kota Malang

    PENERAPAN MODELPROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI BAHAYA NARKOBA PADA SISWA KELAS VII.BSMP NEGERI 1 KROMENGAN KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Dwi, Anggun. 2015. PenerapanModel Problem BasedLearning UntukMeningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Bahaya Narkoba Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 01 Kromengan Kabupaten Malang.Skripsi, Jurusan PJKR, FIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Febrita P Heynoek, S.Pd.,M.Pd., Pembimbing (II) Gema Fitriady, S.Pd., M.Pd.   Kata Kunci: Problem Based Learning, hasilbelajar.   Pembelajaran Kooperatif Based Learning (PBL) adalah strategi pembelajaran yang melibatkan siswa dalam pemecahan masalah dengan tahapan antara lain: a) orientasi masalah, b) mengorganisasikan siswa untuk belajar, c) penyelidikan individu dan kelompok, d) pengembangan dan penyajian data, e) evaluasi. Sedangkan hasil belajar adalah hasil belajar siswa yang didapat dari tes tertulis yaitu nilai pre tes dan pos tes. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan model tersebut terhadap hasil belajar siswa kelas VII.B SMP Negeri 1 Kromengan, kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunkan teknik observasi dan tes tertulis. Instrument yang digunakan untuk, mengumpulkan data berupa lembar observasi, dokumentasi, serta soal tertulis (pre tes dan pos tes). Berdasarkanhasil pre tesdanpostespadasiklus I ketuntasanbelajar pre tessebesar 49% danpadapostesketuntasanbelajarsiswameningkat 79%.Berdasarkanhasil pre tesdanpostespadasiklus II ketuntasanbelajar pre tessebesar 63% danpadapostesketuntasanbelajarsiswameningkat 91%. Penerapan model Problem Based Learning merupakan pembelajaran yang menggunakan metode diskusi kelompok yang dibagi secara merata. Sehingga dengan mengggunakan metode ini hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus I dibandingkan siklus II karena dalam model ini siswa bekerjasama dalam kelompok namun siswa memiliki tanggung jawab secara individu sehingga masing-masing siswa harus aktif dalam kelompok maupun dalam diskusi sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa

    Pengembangan Model Latihan Serangan Bawah pada Ekstrakurikuler Pencak Silat MTsN Gandusari Blitar

    No full text
    ABSTRAK Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan peneliti kepada peserta ekstrakurikuler dan pelatih pencak silat MTsN Gandusari Blitar, melalui penyebaran angket analisis kebutuhan (need assessment) didapatkan hasil sebagai berikut: peserta ekstrakurikuler pencak silat MTsN Gandusari Blitar menyatakan teknik serangan bawah sulit dilakukan dalam latihan, peserta ekstrakurikuler dan pelatih pencak silat MTsN Gandusari Blitar setuju dikembangkan model latihan dan alat untuk latihan serangan bawah, MTsN Gandusari Blitar juga membutuhkan panduan dalam melaksanakan model latihan serangan bawah bagi peserta ekstrakurikuler pencak silat dan dikemas dalam bentuk video pembelajaran.Penelitian ini bertujuan mengembangkan alat dan video pembelajaran yang digunakan untuk latihan serangan bawah pada olahraga pencak silat. Diharapkan hasil pengembangan ini bermanfaat untuk peserta ekstrakurikuler pencak silat MTsN Gandusari Blitar.Metode penelitian ini mengacu pada model pengembangan research and development (R&D) dari Borg dan Gall. Sedangkan analisis yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari penelitian awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar.Hasil pengembangan model latihan serangan bawah pada ekstrakurikuler pencak silat MTsN Gandusari Blitar diperoleh data sebagai berikut: (1) hasil justifikasi ahli media sebesar 100% (sangat baik), (2) hasil justifikasi ahli pencak silat sebesar 93,75% (sangat baik), (3) justifikasi ahli kepelatihan pencak silat sebesar 87,50% (sangat baik),  (4) uji coba kelompok kecil sebesar 83,33% (sangat baik), (5) uji coba kelompok besar sebesar 82,29% (sangat baik). Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pengembangan model latihan serangan bawah dengan underpad pada ekstrakurikuler pencak silat MTsN Gandusari Blitar menarik untuk dipelajari, mudah untuk dipahami, serta bermanfaat bagi peserta ekstrakurikuler pencak silat MTsN Gandusari Blitar. Produk yang dikembangkan berupa alat yang khusus dilakukan untuk model latihan serangan bawah pencak silat, pelaksanaan model latihan ini untuk latihan sapuan rebah depan dan sapuan rebah belakang. Pengembangan model latihan serangan bawah yang berupa produk dan dikemas dalam video ini diharapkan dapat dijadikan alternatif model latihan serangan bawah untuk membantu peserta ekstrakurikuler  pencak silat dalam meningkatkan keterampilan sapuan rebah depan dan sapuan rebah belakang

    PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN TEKNIK DASAR SMASH BULUTANGKIS UNTUK ATLET USIA 8-14 TAHUN DI PB. SARI AGUNG KABUPATEN BANYUWANGI

    No full text
    Abstract: The porpose of the research is to develop the basic technique model smash badminton for 6-12 year old athlete at Banyuwangi Sari Agung club. The method of development in this study is a procedural model that refers to the research and development of Borg and Gall (1983:775) consisting of ten steps, and then modified into seven steps, namely (1) need analysis, (2) product, (3) expert evalution and small group trial, (4) product revision, (5) large group test, (6) revision of final product, and (7) final product. Data result from evalution 1 expert badminton expert, 1 expert badminton trining, 1 expert media expert amounted 86,57% belonging to the good category. Based on the data of the result of the first phase test (small groub test) and phase II trial (large groub) obtained 83,08% data belonging to the good category, so this product is this product can be used as an alternative to smash training for badminton players for 8-14 year old at banyuwangi Sari Agung club.   Keywords: Badminton, Exercise Model, and Smash   Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangakan model latihan teknik dasar smash bulutangkis untuk atlet usia 6-12 tahun di PB. Sari Agung Kabupaten Banyuwangi. Metode pengembangan dalam penelitian ini adalah model procedural yang mengacu pada (research and development) dari Borg dan Gall (1983:775) yang terdiri dari sepuluh langkah, dan kemudian oleh peneliti dimodifikasi menjadi ujuh langkah, yaitu: (1) analisis kebutuhan, (2) pembuatan rancangan produk, (3) evaluasi ahli dan uji coba kelompok kecil, (4) revisi produk, (5) uji kelompok besar, (6) revisi produk akhir, dan (7) produk akhir. Hasil data dari evaluasi 1 ahli bulutangkis, 1 ahli kepelatihan bulutangkis, dan 1 ahli media berjumlah 86,57% yang tergolong pada kategori baik. Berdasarkan data hasil uji coba tahap I (uji coba kelompok kecil) dan uji coba tahap II (kelompok besar) 83,08% yang tergolong baik, sehingga produk ini layak digunakan sebagai alternatif acuan latihan pukulan smash untuk pemain usia 8-14 tahun di PB. Sari Agung Kabupaten Banyuwangi.   Kata kunci: Bulutangkis, Model Latihan, dan Smas

    STUDI KOMPARATIF DAYA TAHAN VO2 MAX SISWA SSB USIA 13-15 TAHUN DI DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI

    No full text
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan daya tahan VO2 max siswa SSB usia 13-15 tahun yang tinggal di dataran rendah dan di dataran tinggi.Rancangan data penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa tes yaitu Bleep Test dengan versi Budiwanto. Data penelitian yang di peroleh akan dianalisis menggunakan one-way anova dengan prasyarat uji normalitas menggunakan uji kolmogorov-smirnov dan uji homogenitas menggunakan uji levene. Perbedaan tempat tinggal dapat mempengaruhi  daya tahan VO2 max. tempat tinggal yang berada di dataran tinggi berpengaruh lebih baik terhadap daya tahan VO2 max Siswa SSB usia 13-15 tahun dibandingkan SSB di dataran rendah..     Kata Kunci: VO2 max, siswa usia 13-15 tahun, dataran rendah, dataran tinggi.

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇