SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    Studi Kemampuan Motorik Berdasarkan Modifikasi Waktu Belajar PJOK di SMP Negeri Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kemampuan motorik memegang peran penting dalam setiap kegiatan. Dengan kemampuan motorik yang baik setiap kegiatan dapat dilakukan dengan mudah, terutama untuk kegiatan fisik. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perbedaan waktu pada pembelajaran PJOK yang ada di SMPN Kota Malang. Perbedaan waktu tersebut adalah modifikasi waktu belajar PJOK dengan 3 jam praktek dan 2 jam praktek dilanjutkan 1 jam materi pembelajaran PJOK. Sedangkan sampai saat ini belum ditemukan analisis tentang gambaran data kemampuan motorik yang berdasarkan modifikasi waktu belajar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan motorik siswa berdasarkan modifikasi waktu belajar dengan 3 jam waktu pembelajaran PJOK di sekolah. Kemudian untuk mengetahui tingkat kemampuan motorik siswa berdasar modifikasi waktu belajar 2 jam praktek dilanjutkan 1 jam materi pembelajaran PJOK di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei. Penelitian survei adalah cara mengumpulkan data dari sejumlah unit atau individu dalam waktu (atau jangka waktu) yang bersamaan. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah Barrow Motor Ability Test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN Kota Malang dengan jumlah 22.469 siswa dan sampel yang digunakan berjumlah 257 siswa dari 4 SMPN. Berdasarkan hasil tes didapatkan bahwa tingkat kemampuan motorik pada siswa dengan 3 jam pembelajaran PJOK di SMPN Kota Malang pada keseluruhan tes kemampuan motorik, siswa perempuan 6% masuk dalam kategori kurang sekali dan 8% kategori baik sekali, siswa laki-laki 7% masuk dalam kategori kurang sekali dan 5% kategori baik sekali. Kemudian untuk siswa dengan 2 jam praktek dilanjutkan 1 jam materi pembelajaran PJOK di SMPN Kota Malang siswa perempuan 0% masuk kategori kurang sekali dan 13% dalam kategori baik sekali, siswa laki-laki 8% kategori kurang sekali dan 5% dalam kategori baik sekali. Dari hasil penelitian dan analisis data dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat kemampuan motorik siswa SMPN Kota Malang dengan 3 jam pembelajaran PJOK untuk perempuan masuk dalam kategori sedang dan laki-laki masuk dalam kategori sedang. Sedangkan tingkat kemampuan motorik siswa SMPN Kota Malang dengan 2 jam dan 1 jam pembelajaran PJOK untuk perempuan masuk dalam kategori kurang dan laki-laki masuk dalam kategori sedang. Saran yang dapat diberikan untuk modifikasi waktu belajar PJOK perlu ditambah waktunya, terutama frekuensi dalam setiap minggu agar dapat mencapai tingkat kemampuan motorik yang baik ataupun tujuan dari pendidikan jasmani itu sendiri

    Pengaruh Latihan Dribbling Zig-zag Terhadap Kemampuan Dribbling Tim Sepakbola Iguana Kicker’s Club Kota Batu

    No full text
    ABSTRAK   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan dribbling zig-zag terhadap kemampuan dribbling tim sepakbola Iguana Kicker’s Club Kota Batu. Rancangan pada penelitian ini menggunakan rancangan penelitian berupa the one group pretest-posttest design. Analisis data dari penelitian ini menggunakan alat bantu SPSS 21. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa latihan dribbling zig-zag memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan dribbling tim sepakbola Iguana Kicker’s Club Kota Batu dengan hasil nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi (p) lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (p < α = 0,05), sehingga adanya pengaruh yang signifikan nilai rata-rata kemampuan dribbling sepakbola antara sebelum dan sesudah diberikannya perlakuan.   Kata Kunci: dribbling zig-zag, sepakbola, kemampuan dribblin

    Survei Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Di SMPN 8 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Proses pelaksanaan pembelajaran merupakan saling berkaitannya antara kegiatan pembelajaran, guru, dan peserta didik. Kegiatan pembelajaran sendiri sangat diperlukan oleh guru dan peserta didik sebagai sarana dan alat saling berinteraksi untuk berjalannya proses pelaksanakan pembelajaran yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tiga guru mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMPN 8 Malang. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa rerata persentase yang diperoleh ketiga guru dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga, dan kesehatan adalah kegiatan pendahuluan sebesar 93% dengan kriteria sangat baik, kegiatan inti sebesar 80% dengan kriteria baik, dan kegiatan penutup sebesar 58% dengan kriteria cukup, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh ketiga guru mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sebesar 76% dengan kriteria baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pedidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMPN 8 Malang oleh ketiga guru yaitu kegiatan pendahuluan diperoleh 93% dengan kategori sangat baik, kegiatan inti diperoleh persentase 80% dengan kategori baik, dan kegiatan penutup diperoleh 58% dengan kategori cukup, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMPN 8 Malang diperoleh 76% dengan kategori baik. Saran yang disampaikan adalah pada pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMPN 8 Malang perlu meningkatkan kembali proses pelaksanaan pembelajaran disetiap kegiatan terutama di kegiatan inti karena ditahap ini peserta didik mulai meningkatkan keterampilan gerak saat proses pelaksanaan pembelajaran berlangsung dan kegiatan penutup perlu adanya evaluasi dari hasil pembelajaran yang telah dilakukan agar peserta didik mengetahui kendala yang membuat proses pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan terhambat

    Pengembangan Model Latihan Teknik Dasar Pukulan Lob dan Dropshot Bulutangkis Peserta Klub PB. Ganesha Kota Batu

    No full text
    ABSTRAK   Kata kunci: bulutangkis, model latihan, lob, dropshot. Bulutangkis merupakan salah satu cabang olahraga permainan yang paling digemari oleh masyarakat Indonesia dan di dunia. Bulutangkis merupakan olahraga yang dimainkan menggunakan net, raket, dan bola dengan teknik pemukulan yang bervariasi. Teknik dasar pukulan bulutangkis merupakan hal yang wajib dikuasai dalam permainan bulutangkis. Dalam kegiatan latihan PB. Ganesha Kota Batu diperlukan adanya model latihan yang bervariasi, agar dapat mengatasi kejenuhan peserta klub ketika latihan yaitu dengan teknik dasar pukulan lob dan dropshot. Dari hasil observasi awal dengan menyebarkan angket analisis kebutuhan diketahui dari 38 peserta klub 26 orang (68.42%) mengatakan sangat perlu belajar teknik pukulan lob dan 12 orang (31.75%) mengatakan perlu selanjutnya 24 orang (63.15%) sangat perlu belajar teknik dropshot dan 14 orang (36.84%) mengatakan perlu. Teknik dasar yang sering dilakukan 18 orang (47.36%)  menjawab pukulan lob dan 14 orang (36.84) menjawab pukulan dropshot. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang muncul dengan solusi mengadakan penelitian dan pengembangan tentang model latihan teknik dasar pukulan lob dan dropshot dikemas berupa buku panduan pada kegiatan latihan peserta klub PB. Ganesha Kota Batu. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan (Reseach and Development) Borg and Gall. Tetapi dari 10 langkah peneliti hanya mengambil 7 langkah karena keterbatasan waktu, tenaga serta biaya. Dalam 7 langkah tersebut antara lain: 1) analisis kebutuhan, 2) rancangan produk awal, 3) evaluasi ahli, 4) uji coba kelompok kecil, 5) revisi produk, 6) uji coba kelompok besar, 7) revisi produk berdasarkan uji coba lapangan. Hasil evaluasi ahli diperoleh ahli kepelatihan bulutangkis 92.85% (Sangat Valid), ahli permainan bulutangkis adalah 87.5% (Sangat Valid), ahli media adalah 83.97% (Cukup Valid), sehingga siap untuk di uji cobakan. Untuk uji coba kelompok kecil pada 8 peserta klub diperoleh persentase sebesar 89.23% (Sangat Valid) dan untuk uji coba kelompok besar pada 30 peserta klub diperoleh persentase sebesar 87.26% (Sangat Valid). Dari hasil tersebut diharapkan pengembangan model latihan pukulan lob dan dropshot ini bisa membantu mempermudah proses latihan dan dapat digunakan untuk melatih ketepatan dan keterampilan baik ketika ada pelatih maupun tidak ada pelatih karena dalam buku panduan tersebut sudah terdapat prosedur pelaksanaan yang sudah jelas sehingga peserta klub dapat meningkatkan kualitas permainan bulutangkisnya

    PERBEDAAN KEBUGARAN JASMANI DAN MOTOR ABILITY SISWI PUTRI BERDASARKAN MODIFIKASI WAKTU BELAJAR LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG SMP NEGERI DI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan kebugaran jasmani dan motor ability siswi putri SMP berdasarkan modifikasi waktu belajar langsung dan tidak langsung. Rancangan penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik kausal komparatif. Teknik pengambilan sample menggunakan purposive sampling dengan jumlah sample empat sekolah. Data diukur menggunakan tes TKJI dan Barrow Motor Ability Test. Teknik analisis data yang digunakan adalah One-Way Anova dan One-Way Manova dengan uji hipotesis α = 0,05.Pada hasil uji multivariat tingkat kebugaran jasmani dan motor ability yang dianalisis secara bersama menghasilkan nilai signifikansi 0,000. Nilai itu lebih kecil

    PERBEDAAN KEBUGARAN JASMANI DAN MOTOR ABILITY SISWI PUTRI BERDASARKAN MODIFIKASI WAKTU BELAJAR LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG SMP NEGERI DI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil observasi yang dilakukan pada kegiatan MGMP PJOK Malang. Data yang diperoleh, terdapat 27 SMP Negeri dan 98 SMP Swasta di Kota Malang. Berdasarkan data tersebut, terdapat 24 Negeri di Kota Malang telah melakukan modifikasi waktu belajar pendidikan jasmani secara langsung atau 3 jam aktivitas fisik berturut-turu dan tidak langsung atau 2 jam aktivitas fisik dan 1 jam teori yang dilakukan dalam satu hari maupun di hari yang berbeda. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui perbedaan tingkat kebugaran jasmani dan motor ability siswi putri SMP berdasarkanmodifikasi waktu belajar langsung dan tidak langsung. Tes perbedaan kebugaran jasmani dan motor ability menggunakan tes TKJI versi 2010 dan Barrow Motor Ability Test. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik kausal komparatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive samplingdengan jumlah sampel empat sekolah terdiri dari SMP Negeri 8, 10, 22, dan 24 Malang.Jumlah siswi dari seluruh SMP Negeri sebanyak 132 siswi, dimana pada SMP Negeri 8 dan 10 Malang dengan modifikasi waktu belajar langsung berjumlah 72 siswi. Pada SMP Negeri 22 dan 24 Malang dengan modifikasi waktu belajar tidak langsung berjumlah 60 siswi. Instrumen yang digunakan adalah TKJI versi 2010 dan Barrow Motor Ability Test. Teknik analisis data yang digunakan adalah One-Way Anova dan One-Way Manova dengan uji hipotesis α = 0,05. Hasil uji anova untuk hipotesis pertama pada tingkat kebugaran siswi putri berdasarkan modifikasi waktu belajar langsung dan tidak langsung menghasilkan nilai signifikansi 0,315. Nilai itu lebih besar (>) dari taraf signifikansi 0,05 artinya tidak ada perbedaan yang signifikan. Kemudian pada Hasil uji anova untuk hipotesis kedua pada motor ability siswi putri berdasarkan modifikasi waktu belajar langsung dan tidak langsung menghasilkan bahwamotor abilitymenunjukkan nilai signifikansi 0,000. Nilai itu lebih kecil

    STUDI KOMPARATIF KEMAMPUAN GERAK VERTICAL JUMP PADA ANAK PUTRA USIA 9 TAHUN BERDASARAKAN PERBEDAAN TEMPAT TINGGAL DATARAN RENDAH, DATARAN SEDANG DAN DATARAN TINGGI DI KABUPATEN MALANG

    No full text
    RINGKASAN Susanto, Romi Yudi. 2018. StudiKomparatifKemampuanGerak Vertical Jump PadaAnak PutraUsia 9 TahunBerdasarakanPerbedaanTempatTinggalDataranRendah, DataranSedang, danDataranTinggi di Kabupaten Malang.Skripsi, JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd. Kata Kunci: kemampuan, lompat tegak, dataranrendah, dataransedang, datarantinggi Masa kecil merupakan salah satu momen penting dalam perkembangan gerak anak-anak. Salah satufaktor yang berpengaruhdalam perkembangan gerak, khususnyalompat tegak vertical jumpadalahfaktorlingkunganatau tempattinggal (dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi). Perbedaan geografis yang meliputi iklim, cuaca, dan bentang alam pada masing-masing dataran tentunya akan berpengaruh terhadap perkembangan gerak khususnya lompat tegak vertical jump pada anak-anak. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuidanmengkajiperbedaankemampuan vertical jumpanakusia9tahun yang tinggal di dataranrendah, dataransedangdandatarantinggi. Penelitianinimenggunakanrancanganpenelitiansurveidenganpendekatancross sectional. Teknikpengambilansampelmenggunakanteknikpurposive sampling, sampel yang digunakan 9 SD yang dibagi 3 SD setiap dataran. Total sampel sebanyak 113 siswa putra usia 9 tahun.Instrumen penelitian yang digunakanyaituberupateslompat tegak(vertical jump)versi TKJI.UjihipotesismenggunakanujiAnavaSatuArahdengan α = 0,05denganujilanjutanmenggunakanujiLSD. BerdasarkanhasilujiAnavaSatuArahmenunjukkannilaiprobabilitas0,000 α (0,05)yaitu0,246, antaradataranrendahdandatarantinggimenunjukkannilaiprobabilitas< α (0,05)yaitu 0,000, antaradataransedangdandatarantinggimenunjukkannilaiprobabilitas< α (0,05)yaitu 0,000.Berdasarkan uji Anava Satu Arah, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan vertical jump anak usia 9 tahun di dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi. Rata-rata tertinggi yaitu di dataran tinggi sebesar 32,86 cm, rata-rata sedang di dataran rendah sebesar 26,58 cm, dan rata-rata terendah di dataran sedang sebesar 25,83 cm. Berdasarkan uji LSDdapat di simpulkan antara dataran rendah dan dataran sedang tidak ada perbedaan yang signifikan, dataran rendah dan dataran tinggi terdapat perbedaan yang signifikan, dataran sedang dan dataran tinggi terdapat perbedaan yang signifikan. Berdasarkan rata-rata hitung dataran tinggi lebih baik dari pada dataran sedang dan rendah, dataran rendah lebih baik dari pada dataran sedang, dataran sedang kurang baik diantara dataran rendah dan tinggi

    PERBEDAAN TINGKAT GERAK LOKOMOTOR ANTARA SISWA KELAS V DI SDN 1 DADAPAN DAN SDN LESANPURO 4

    No full text
    RINGKASAN Masalah gerak lokomotor di lingkungan siswa sekolah dasar peranannya dalam pembelajaran pendidikan jasmani menarik untuk di kaji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat gerak lokomotor antara peserta didik kelas V SDN 1 Dadapan dan peserta didik kelas V SDN Lesanpuro 4. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh kesimpulan bahwa Tingkat gerak lokomotor peserta didik kelas V SDN 1 Dadapan Kabupaten Malang lebih baik dari peserta didik kelas V SDN Lesanpuro 4 Kota Malang sehingga disarankan agar kemampuan gerak lokomotor peserta didik lebih baik perlu peningkatan aktifitas gerak sehari-hari selain dalam proses pendidikan jasmani di sekolah

    PENGARUH LATIHAN LADDER DRILL TERHADAP KELINCAHAN (AGILITY) PADA PESERRTA EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI DI SMPN 21 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Berdasarkan hasil pengumpulan data tes dengan jumlah subjek 30 peserta menggunakan 3 observer dapat diketahui yaitu 9 peserta kriteria (cukup) dan 21 peserta kriteria (kurang), sehingga bentuk latihan yang digunakan dalam penelitian ini berupa latihan ladder drill. Telah dilakukan penelitian yang berhubungan dengan variasi latihan. Peneliti telah melakukan penelitian dengan judul "Pengaruh Latihan Ladder Dril Terhadap Peningkatan Kelincahan (Agility) Pada Peserta Ekstrakurikuler Bolavoli Di SMP Negeri 21 Malang". Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model latihan ladder drill terhadap peningkatan kelincahan pada peserta ekstrakurikuler SMP Negeri 21 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen, dengan jumlah populasi 56 dan sampel 30 peserta menggunakan teknik sampel jenuh. Instrumen penelitian menggunakan teknik pengukuran tes fisik. Data yang sudah terkumpul di analisis menggunakan teknik uji t saling berhubungan dengan taraf signifikan thitung>ttabel α 0,05. Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji F pada taraf signifikasi 0,05, diperoleh hasil hipotesis pada peserta ektrakurikuler yaitu thitung 30,88 >ttabel 1,699. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan yakni terdapat peningkatan yang signifikan latihan ladder dril terhadap kelincahan pada peserta ekstrakurikuler SMP Negeri 21 Malang. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: Adanya pengaruh latihan ladder drill sebelum dan sesudah perlakuan terhadap hasil kemampuan kelincahan (agility) pada peserta ekstrakurikuler SMP Negeri 21 Malang. Adapun saran yang diberikan oleh peneliti (1) pelatih dapat memberikan latihan ladder drill dalam kegiatan pelatihan, dikarenakan latihan tersebut lebih baik digunakan untuk meningkatkan kemampuan kelincahan, (2) bagi peserta ekstrakurikuler dapat digunakan sebagai masukan dalam hal bentuk latihan untuk para peserta ekstrakurikuler bolavoli yang berguna meningkatkan kemampuan kelincahan, (3) bagi peneliti lainnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian serupa dengan variabel dan subjek yang berbeda

    Pengaruh Metode Drill Terhadap Pukulan Gate In Pemain Putra Dalam Cabang Olahraga Woodball Di Klub Scorpion Kabupaten Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Sari, Desy Wulan. 2017. Pengaruh Metode Drill Terhadap Pukulan Gate In Atlet Putra Dalam Cabang Olahraga Woodball Di Klub Scorpion Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Supriatna, M.Pd, (II) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd.   Kata Kunci: Metode Drill, Pukulan Gate in, Woodball        Gate in merupakan pukulan akhir dari olahraga woodball. Saat melakukan pukulan gate in ada beberapa elemen penting yang harus diperhatikan yaitu membaca sudut dan kontur lapangan untuk membidik bola ke arah gate serta mengembangkan pukulan yang mantap untuk mempermudah pukulan berikutnya (Kriswantoro & Anas, 2012: 56).  Atlet woodball di Klub Scorpion Kabupaten Malang belum memiliki kemampuan pukulan gate in yang baik hal ini terbukti dari hasil pretest 30 % dapat melakukan pukulan sampai masuk ke gate (gawang), 70% atlet belum bisa memasukkan bola kedalam gate sesuai target. Maka diperlukan latihan yang dapat meningkatkan keterampilan atlet saat melakukan pukulan gate in. Latihan yang digunakan adalah metode latihan drill. Metode  drill adalah salah satu teknik latihan yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan meningkatkan kemampuan seorang atlet.   Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode drill terhadap pukulan gate in pemain putra dalam cabang olahraga woodball di klub Scorpion kabupaten malang. Rancangan penelitian menggunakan pra-eksperimen dengan program latihan selama 18 kali pertemuan selama 6 minggu,  pretest diberikan sebelum pelaksanaan program latihan dan posttest diberikan setelah selesai pelaksanaan program latihan.   Model rancangan menggunakan “Pretest Dan Posttest Satu Kelompok”. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 20 atlet dan sampel yang digunakan sebanyak 20 atlet dengan teknik pengambilan sampling jenuh. Instrumen yang digunakan menggunakan test keterampilan finishing yang telah dikembangkan fahmi hidayatullah 2016. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis uji-t amatan ulang (Paired Sample T Test) menggunakan bantuan aplikasi SPSS 23.   Hasil analisis data uji t amatan ulang diperoleh  thitung sebesar 10.611, lebih besar dari t tabel 5% sebesar 2.093.  Jadi dapat disimpulkan ada pengaruh metode drill terhadap pukulan gate in pemain putra dalam cabang olahraga woodball di Klub Scorpion Kabupaten Malang. Saran bagi pelatih dan atlet, program latihan ini bisa digunakan dalam proses latihan, dan menambah variasi latihan bagi pelatih untuk meningkatkan keterampilan pukulan gate in atlet. Saran bagi penelitian selanjutnya dapat disajikan sebagai bekal untuk mengkaji lebih dalam serta dikembagkan dalam bentuk penelitian lain

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇