SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    STUDI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANAK USIA 7-12 TAHUN DATARAN RENDAH DI SDN 1 BANTUR KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Seiring berkembangnya zaman, dunia digital mulai menguasai wilayah pertumbuhan dan perkembangan anak. Dunia modern yang berkembang begitu pesat mempengaruhi gaya hidup masyarakat saat ini, salah satunya anak – anak. Hasil survey yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia tahun 2017 menunjukkan bahwa 75.50% usia 13-18 tahun, 74.23% usia 19-34 tahun, 44.06% usia 35-54 tahun, dan 15.72% diatas 54 tahun dari total populasi penduduk Indonesia yaitu 262 juta orang. Rata-rata anak mengakses internet 10 jam per hari untuk bermain sosial media. Dampaknya anak menjadi malas untuk bergerak dan mata menjadi tidak sehat karena terlalu banyak terkena radiasi dari gadget atau laptop. Observasi awal yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa waktu yang digunakan untuk aktivitas jasmani di sekolah kurang efektif. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan kebugaran jasmani siswa usia 7-12 tahun dataran rendah di SDN 1 Bantur beralamatkan jalan Raya Bantur Dusun Krajan, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode survey dan menggunakan pendekatan Cross-Sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 135 anak mencakup siswa dan siswi kelas 1-6 dengan rincian kelas 1 sebanyak 25 siswa, kelas 2 sebanyak 26 siswa, kelas 3 sebanyak 18 siswa, kelas 4 sebanyak 23 siswa, kelas 5 sebanyak 21 siswa, dan kelas 6 sebanyak 22 siswa. Data yang diambil menggunakan serangkaian tes menurut LTAD (Long Term Athlete Development) usia 7-12 tahun yang di dalamnya terdapat 5 butir tes yaitu: (1) Shuttle Run Test, (2) Stork Standing balance test, (3) Lempar Tangkap Bola, (4) Lari 30 meter, dan (5) Sit and reach test. Data yang ada kemudian dikelompokkan dalam norma yang telah ditetapkan kemudian penghitungan statistik menggunakan non parametrik dengan uji Kruskall-Wallis dan UjiMann-Whitney. Berdasarkan hasil analisis Kruskall-Wallis pada taraf signifikansi 0,05, diperoleh hasil 0,00 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata tingkat kebugaran jasmani siswa. Pada uji Mann-Whitney diperoleh hasil: a) Kelas 1-2 .000   0.05 (terdapat perbedaan) b) Kelas 2-3 .981 > 0.05 (tidak terdapat perbedaan)  c) Kelas 3-4 .002   0.05 (terdapat perbedaan) d) Kelas 4-5 .603 > 0.05 (tidak terdapat perbedaan)  e) Kelas 5-6 .008   0.05 (terdapat perbedaan)

    PENGARUH METODEPEMBELAJARAN BAGIAN-KESELURUHAN DAN KESELURUHAN-BAGIAN-KESELURUHAN TERHADAP SERVIS KAKI PERMAINAN BOLA VOLI GANDU LEVEL II SISWA KELAS VIII B SMPN 21 KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Janarko, Doni Dwi. 2019. Perbandingan Pengaruh Metode Pembelajaran Bagian-Keseluruhan dan Keseluruhan-Bagian-Keseluruhan terhadap Keterampilan Servis Kaki Permainan Bolavoli Gandu Level II Siswa Kelas VIII B SMPN 21 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Asim, M. Pd.   Kata Kunci: bolavoli gandu level II, servis kaki bolavoli gandu level II Permainan bolavoli gandu adalah permainan memvoli bola yang diciptakan untuk meningkatkan kebugaran jasmani peserta didik dan merupakan inovasi atau pengembangan dari olahraga bolavoli dan sepak takraw, dimana peserta didik dapat memainkan bola dengan memvoli bola menggunakan bagian tubuh yang memungkinkan serta diperbolehkan bola memantul terlebih dahulu. Servis kaki merupakan keterampilan dasar dalam permainan bolavoli gandu level II yang harus dikuasai dan berasal dari perpaduan antara sepak takraw dengan bolavoli. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh metode pembelajaran bagian-keseluruhan dan metode pembelajaran keseluruhan-bagian-keseluruhan terhadap hasil belajar servis kaki peserta didik kelas VIII B SMPN 21 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu, dengan rancangan two group pretest posttest design. Variabel bebas yaitu metode pembelajaran bagian-keseluruhan dan metode pembelajaran keseluruhan-bagian-keseluruhan, variabel terikat yaitu servis kaki bolavoli gandu level II. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII B SMPN 21 Kota Malang yang berjumlah 36. Berdasarkan uji anava satu arah (One Way Anova) dengan α = 0,05, dengan hasil sebagai berikut: (1) kelompok metode pembelajaran bagian-keseluruhan diperoleh sig0,00 0,05, maka dapat diketahui ada perbedaan rata-rata antara metode pembelajaran bagian-keseluruhan dengan metode pembelajaran keseluruhan-bagian-keseluruhan terhadap hasil belajar servis kaki. metode pembelajaran bagian-keseluruhan lebih baik pada rata-rata hasil belajar servis metode pembelajaran keseluruhan-bagian-keseluruhan. Berdasarkan simpulan hasil penelitian, maka metode pembelajaran bagian-keseluruhan disarankan untuk dapat dijadikan metode pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar keterampilan servis kaki pada peserta didik kelas VIII B SMPN 21 Kota Malang

    UpayaMeningkatkanPembelajaranLariJarakPendekDenganMenggunakanPendekatanBermainPadaSiswaKelas VII-E di SMP Kartika IV-9 Malang

    No full text
    Kata Kunci: Pendekatan Bermain, Hasil Belajar, Gerak Dasar Lari Jarak PendekBerdasarkan observasi awal yang dilakukan terhadap 32 peserta didik kelas VII-E SMP Kartika IV-9 Malang, diperoleh hasil keterampilan lari jarak pendek sebagai berikut: jumlah skor muncul pada tiap item dalam tes psikomotorik lari jarak pendek pada teknik start pada aba-aba “bersedia” berjumlah 12 atau 37,50% termasuk kategori kurang, pada aba-aba “siap” berjumlah 13 atau 40,63% termasuk kategori kurang, dan pada aba-aba “ya” berjumlah 16 atau 50% termasuk kategori cukup, Kemudian skor muncul pada teknik berlari berjumlah 9 atau 28,13% termasuk kategori kurang dan teknik memasuki finish berjumlah 8 atau 25% termasuk kategori kurang.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar gerak dasar lari jarak pendek.Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu:(1) perencanaan,(2) pelaksanaan,(3) pengamatan,(4) refleksi.Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII-E SMP Kartika IV-9 Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, catatan lapangan, dan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan bermain terbukti mampu meningkatkan hasil belajar lari jarak pendek. Hal ini bisa dilihat dari persentase keberhasilan (jumlah muncul) peserta didik dalam melakukan tes psikomotorik setelah diberi tindakan siklus 1 yaitu aba-aba “bersedia” 21 peserta didik atau 65,63%, aba-aba “siap” 22 peserta didik atau 68,75%, aba-aba “ya” 26 peserta didik 81%, teknik berlari 18 peserta didik 56,25%, teknik memasuki finish 16 peserta didik atau 50%. Pada siklus 2 hasil belajar psikomotorik juga mengalami peningkatan yaitu dengan jumlah keberhasilan (muncul) aba-aba bersedia 29 peserta didik atau 90,63%, aba-aba siap dari 30 peserta didik atau 93,75%, aba-aba ya31 peserta didik atau 97%, teknik berlari dari 29 peserta didik atau 90,63%, teknik memasuki finish 28 peserta didik atau 88%, dan peningkatan juga terjadi pada aspek kognitif dan afektif.Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah melalui pendekatan bermain dapat meningkatkan hasil belajar gerak dasar lari jarak pendek pada peserta didik kelas VII-E SMP Kartika IV-9 Malang.Saran dari peneliti berdasarkan hasil penelitian yaitu:1) dalam perekrutan tenaga pendidik sesuai bidang yang dibutuhkan serta menggali pengetahuan calon pendidik supaya kualitas pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran,2) untuk guru, selalu menentukan dan memilih jenis pendekatan, variasi, dan metode untuk menciptakan pembelajaran yang efektif untuk dan hasil belajar yang baik, 3) pendekatan bermain diharapkan memberi pengalaman belajar bagi siswa

    Pengembangan Variasi Latihan Ketepatan Pukulan Groundstroke Berbasis Video Pembelajaran Siswa Tenis Lapangan

    No full text
    RINGKASANFirmansyah, Hafiz. 2019. Pengembangan Variasi Latihan Ketepatan Pukulan Groundstroke Berbasis Video Pembelajaran Siswa Tenis Lapangan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sapto Adi, M.Kes., (2) Drs. Supriatna, M.Pd.Kata Kunci: variasi latihan ketepatan pukulan groundstroke, siswa tenis lapangan.Berdasarkan observasi yang dilakukan pada siswa tenis lapangan, diperoleh dari penyebaran angket yang diberikan pada 15 siswa tenis lapangan bahwa siswa tenis lapangan mengalami kesulitan dalam menempatkan bola sehingga diperlukan variasi latihan ketepatan pukulan groundstroke yang berbasis video pembelajaran sebagai sarana untuk mendapatkan dan memperdalam teknik pukulan groundstroke. Berdasarkan hasil yang diperoleh, peneliti terdorong untuk mengembangkan teknik latihan ketepatan pukulan groundstroke berbasis video pembelajaranTujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah mengembangkan variasi latihan ketepatan pukulan groundstroke berbasis video pembelajaran untuk siswa tenis lapangan. Dengan adanya pengembangan variasi latihan ini, diharapkan siswa tenis lapangan dapat menguasai teknik ketepatan pukulan groundstroke dan lebih aktif dalam proses latihan.Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan dari Borg dan Gall yaitu Research and Development (R&D). Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian dan pengembangan ini yaitu kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari analisis kebutuhan, evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besarBerdasarkan hasil justifikasi dari beberapa ahli, pada produk pengembangan variasi latihan ketepatan pukulan groundstroke pada siswa tenis lapangan dperoleh data sebagai berikut: (1) ahli kepelatihan, mendapatkan 95,83% dengan kriteria sangat valid, (2) ahli materi mendapatkan 93,3% dengan kriteria sangat valid, (3) ahli media mendapatkan 90,8% dengan kriteria sangat valid, (4) uji coba kelompok kecil mendapatkan 89% dengan kategori sangat valid, (5) uji coba kelompok besar mendapatkan 86,1% dengan kategori sangat valid.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketepatan pukulan siswa tenis lapangan sangat memerlukan latihan ketepatan pukulan groundstroke berbasis video pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pukulan. Oleh karena itu, disarankan bagi siswa tenis lapangan untuk meningkatkan latihan ketepatan pukulan dan bagi pelatih disarankan memberi program latihan ketepatan pukulan untuk meningkatkan kualitas pemainnya agar dapat mencapai prestasi

    Upaya Meningkatkan Upaya Meningkatkan Keterampilan Teknik Dasar Pivot Bolabasket Dengan Menggunakan Variasi Latihan Pivot Bagi Tim Bolabasket Putri Smpk Mardi Wiyata Kota Malang

    No full text
    Andi Temmasonge. 2019. Upaya Meningkatkan Upaya Meningkatkan Keterampilan Teknik Dasar Pivot Bolabasket Dengan Menggunakan Variasi Latihan Pivot Bagi Tim Bolabasket Putri Smpk Mardi Wiyata  Kota Malang. Skripsi. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes, (II) Usman Wahyudi S.Pd, M.Pd.   Kata Kunci : teknik dasar pivot, bolabasket, variasi latihan.   Bolabasket adalah olahraga menggunakan bola besar yang dimainkan oleh dua regu, baik putra maupun putri. Setiap regu terdiri dari 5 pemain di dalam lapangan dan 7 pemain di bangku cadangan. Teknik dasar pivot sangat penting dalam permainan bola basket, dimana pemain melakukan pivot agar dapat mempertahankan bola, melakukan gerakan tipuan serta menghindar dari lawan yang berusaha merebut bola. Berdasarakan tes keterampilan teknik dasar bolabasket pada tim bolabasket putri SMPK Mardi Wiyata Kota Malang ditunjikkan dengan hasil tes diantaranya gerakan shooting dengan tingkat kebenaran66,66% dan kesalahan 33,34%, dribble dengan tingkat kebenaran 75,00% dan kesalahan 25,00%, passing dengan tingkat kebenaran 78,13% dan kesalahan 21,87%, pivot tingkat kebenaran 54,69% dan kesalahan 45,31%. Dari hasil tes dapa dilihat bahwa teknik dasar pivot paling rendah diantara tes lainnya. Salah satu cara untuk meningkatkan teknik dasat pivot yaitu dengan memberikan variasi latihan pivot bolabasket. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan pivot menggunakan  variasi latihan pivot bagi tim bolabasket putri SMPK Mardi Wiyata Kota Malang yang dilaksanakan di lapangan bolabasket SMPK Mardi Wiyata Kota Malang. ini merupakan penelitiantindakan olahraga dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 12 peserta pada tim putri bolabasket ekstrakurikuler SMPK Mardi Wiyata Kota Malang. Peneliti tindakan ini dilakukan dengan menggunakan 2 siklus, dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Dalam penelitian ini dilakukan sebanyak 12 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan peserta dalam melakukan keterampilan teknik dasar pivot bolabasket setlah dilakukan latihan dengan memberikan variasi laihan teknik dasar pivot bolabasket. Tingkat keberhasilan peserta pada siklus 1 sudah mulai ada peningkatan yaitu sebesar 5,21% setelah diberikan perlakuan, karena peningkatan masih sedikit maka penelitian dilanjutkan ke siklus 2. Siklus 2, peserta tim putri ektrakurikuler bolabasket SMPK Mardi Wiyata Kota Malang juga meningkat sebesar 21,88% dari siklus pertama, maka dari itu penelitian ini telah mencapai tingkat keberhasilan. Kesimpulannya adalah dengan menggunakan variasi latihan peseta tim putri ektrakurikuler bolabasket SMPK Mardi Wiyata Kota Malang dapat meningkatkan keterampilan teknik dasar pivot bolabasket. Saran yang dapat diberikan yaitu penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi peneliti yang lain untuk meningkatkan keterampilan teknik dasar pivot permainan bolabasket.

    Pengaruh Metode Drill dan Gaya Komando terhadap Hasil Belajar Keterampilan Shooting Peserta Ekstrakurikuler Futsal SMP Negeri 1 Plemahan Kabupaten Kediri

    No full text
    ABSTRAK   Permainan futsal adalah salah satu permainan bola besar yang dimainkan oleh dua tim dan setiap tim terdiri dari lima orang pemain. Ada beberapa teknik dasar dalam futsal antara lain dribbling, passing, shooting, dan controlling. Berdasarkan hasil tes keterampilan teknik dasar futsal dapat diketahui bahwa teknik dasar yang memiliki tingkat kesalahan paling banyak yaitu keterampilan shooting. Hal tersebut disebabkan karena pelatih jarang memberikan model latihan shooting. Salah satu model latihan yang dapat meningkatkan keterampilan shooting yaitu dengan menggunakan metode drill dan gaya komando. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan metode drill dan gaya komando terhadap hasil belajar keterampilan shooting peserta ekstrakurikuler futsal SMP Negeri 1 Plemahan Kabupaten Kediri. Rancangan penelitian yang digunakan berupa penelitian eksperimen semu yang dilakukan kepada siswa ekstrakurikuler futsal SMP Negeri 1 Plemahan Kabupaten Kediri. Jumlah sampel yang digunakan 30 siswa dan dibagi dalam dua kelompok dengan teknik ordinal pairing matching. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes keterampilan shooting futsal yang akan diberikan pada saat ekstrakurikuler futsal SMP Negeri 1 Plemahan usia 12-15 tahun. Teknik analisis yang digunakan adalah AnalisisVarians (ANAVA) satu jalur. BerdasarkanhasilAnalisisVarians (ANAVA) satujalurpadatarafsignifikansi 0,05, diperolehtigahasilpenelitian: 1) Ada perbedaanpengaruh yang signifikanantara model latihanmetodedrill dan model latihangayakomandodenganFhitung2,42tabel4,20. 2) Metodedrill memberikanperbedaanpengaruh yang signifikanterhadapketerampilanshooting siswaekstrakurikulerfutsal denganFhitung4,08tabel4,20. 3) Gaya komandomemberikanperbedaanpengaruh yang signifikanterhadapketerampilanshooting siswaekstrakurikulerfutsal denganFhitung0,56tabel4,20. Dari hasilpenelitiandanhasilanalisisdiperolehkesimpulanantara lain: 1) Ada perbedaanpengaruh yang signifikanantarapeningkatanketerampilanmenggunakanmetodedrill danlatihangayakomando. 2) Ada perbedaanpengaruh yang signifikanmetodedrill terhadapketerampilanshooting. 3) Ada perbedaanpengaruh yang signifikangayakomandoterhadapketerampilanshooting. Saran yang dapatdiberikanpenelitikepadapelatihekstrakurikulerfutsal SMP Negeri 1 PlemahanKabupaten Kediri, sebaiknyametodedrill dilakukanpadasaatlatihan. Metodeinisudahterbuktimemberikanperbedaanpengaruhteknikdasarketerampilanshooting siswaekstrakurikulerdenganberdasarkanhasilAnalisisVarians (ANAVA) satujalurdiketahuiFhitung4,08tabel4,20, makaterdapatperbedaanpengaruh yang signifikan.Sehinggametodedrill bisadigunakansebagaitambahanreferensidalammetodelatihandisaatpesertaekstrakurikulermengalamikebosananketikadiberikanlatihandenganmetode yang seringdigunakan

    Meningkatkan Keterampilan Teknik Dasar Shooting Set Shoot dan Under Ring Menggunakan Metode Part And Whole Pada Peserta Ekstrakurikuler Bolabasket MAN 1 Jombang di Kota Jombang

    No full text
    ABSTRAK   Yahyana, M. N. E. 2019. Meningkatkan Keterampilan Teknik Dasar Shooting Set Shoot dan Under Ring Menggunakan Metode Part And Whole Pada Peserta Ekstrakurikuler Bolabasket MAN 1 Jombang di Kota Jombang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd., (2) Febrita P. Heynoek, S.Pd., M.Pd.   Kata Kunci:set shoot, under ring, part and whole methods, bolabasket. Pada permainan bolabasket, ada beberapa teknik dan taktik yang dapat mendukung permainan untuk mencapai sebuah prestasi maksimal.Teknik dasar tersebut diantaranya adalah mengumpan (passing), menggiring bola (dribble), putaran pada poros kaki (pivot), mengambil bola pantul (rebound), dan menembak (shooting). Namun berbeda dengan kondisi yang ada di ekstrakurikuler bolabasket MAN 1 Jombang, peserta masih banyak mengalami kekurangan terutama pada keterampilan shooting(set shoot dan under ring). Dari pre-test yang dilakukan  peneliti mendapatkan data tes set shoot dan under ring sebagai berikut: kriteria keempat mendapatkan benar sejumlah 19 (25%) dan36 (24%) dan salah sejumlah 56 (75%) dan 116 (76%), kriteria ketiga mendapatkan benar sejumlah 24 (32%) dan 47(31%) dan salah sejumlah 51 (68%) dan 105 (69%), kriteria pertama mendapatkan benar sejumlah 47 (64%) dan 82 (54%) dan salah sejumlah 28 (36%) dan 70 (46%), kemudian untuk kriteria kedua mendapatkan benar sejumlah 59 (79%) dan 120 (79%) dan salah sejumlah 16 (21%) dan 32 (21%). Bertolak dari permasalahan di atas maka peneliti berupaya memperbaiki kekurangan dengan jalan menggunakan metode part and whole pada teknik dasar set shoot dan under ring saat latihan ekstrakurikuler bolabasket di MAN 1Jombang. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan teknik dasar set shoot dan under ring shoot dalam  permainan bolabasket dengan menggunakan metode part and whole. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Olahraga, penelitian ini dilaksanakan selama 2 siklus, dan dalam setiap siklus terdiri dari 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah 15 orang yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler bolabasket putra kelas X di MAN 1 Jombang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan teknik dasar set shoot dan under ringpermainan bolabasketmenggunakan metodepart and whole. Hal ini terbukti dari hasil tes pada teknik dasar set shoot dan under ringpada indikator balancedari yang semula benar 47 (64%) dan 82(54%)menjadi 72 (96%) dan 169 (84%). Pada indikator eye dari yang semula benar 59 (79%) dan 120 (79%) menjadi74 (99%) dan 187 (93%). Pada indikator elbowdari yang semula benar 24 (32%) dan 47(31%) menjadi69 (92%) dan 144 (72%). Dan pada indikator follow throughtdari yang semula benar 19 (25%) dan 36 (24%) menjadi 66 (88%) dan 143(71%). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah dengan penggunaanmetode part and whole, dapat meningkatkan keterampilan teknik dasarset shoot dan underring pada peserta ekstrakurikuler bolabasket di MAN 1 Jombang

    Survei Tingkat Kebugaran Jasmani Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler Pencak Silat MTs Negeri di Kota Kediri

    No full text
    RINGKASAN   Arafi, D. N. C. L. 2019. Survei Tingkat Kebugaran Jasmani Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler Pencak Silat MTs Negeri di Kota Kediri. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes.   Kata Kunci: kebugaranjasmani, TKJI, Pencaksilat   Peserta kegiatanekstrakurikuler pencaksilat MTs Negeri di Kota Kediri perlu memiliki kebugaran jasmani yang baik, karena tanpa memiliki kebugaran jasmani yang baik tentunya seorang peserta kegiatan ekstrakurikuler pencak silat akan mengalami kesulitan dalam melakukan berbagai teknik dasar pencak silat seperti pasang, langkah, serangan, dan belaan. Berdasarkan pengamatan awal di MTs Negeri yang ada di Kota Kediri, masing-masing sekolah masih belum memiliki data awal mengenai tingkat kebugaran jasmani peserta kegiatan ekstrakurikuler pencaksilat. Oleh karena itu,  penting dilakukan penelitian tentang kebugaran jasmani dengan judul “Survei Kebugaran Jasmani Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler Pencak Silat MTs Negeri di Kota Kediri”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani peserta kegiatan ekstrakurikuler pencak silat MTs Negeri di Kota Kediri. Rancangan penelitian adalah rancangan penelitian dekriptif. Metode yang digunakan adalah metode survey. Subjek penelitian yang diambil 64 peserta yang terdiri dari peserta kegiatan ekstrakurikuler pencak silat MTs Negeri 1 Kota Kediri sebanyak 26 peserta dan peserta ekstrakurikuler pencak silat MTs Negeri 2 Kediri sebanyak 38 peserta. Penelitian ini menggunakan instrument tes dan non tes. Teknik pengukuran bentuk tes yaitu tes kebugaran jasmani menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk usia 13 sampai 15 tahun. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data statistika deskriptif. Tingkat kebugaran jasmani peserta kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di MTs Negeri 1 Kota Kediri termasuk dalam kategori baik (69,2%) dan tingkat kebugaran jasmani peserta kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di MTs Negeri 2 Kota Kediri termasuk dalam kategori sedang (65,8%). Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kebugaran jasmani peserta kegiatan ekstrakurikuler cabang olahraga pencak silat di MTs Negeri Kota Kediri secara keseluruhan dominan termasuk kategori sedang(46,9%). Saran peneliti, jika ingin meningkatkan kebugaran jasmani yang baik, perlu dilakukan aktivitas fisik yang rutin.

    Survey Tingkat Persepsi Pendidikan Jasmani Siswa SMAN se-Kota Malang

    No full text
      RINGKASANWiega, Aqbar Maulana. 2019. Survey Tingkat Persepsi Pendidikan Jasmani Siswa SMAN se-Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Mu’arifin, M.Pd. Kata Kunci: persepsi, konsep pendidikan jasmaniBerdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan kepada staf Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Malang dan mencari referensi, peneliti tidak mendapatkan hasil adanya survei tentang persepsi siswa terhadap konsep pendidikan jasmani di tingkat SMAN se-Kota Malang. Peneliti memahami pentingnya mengetahui tingkat persepsi siswa SMAN se-Kota Malang untuk mengkaji pembelajaran pendidikan jasmani di SMAN se-Kota Malang telah berjalan dengan baik atau tidak.Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji tingkat pemahaman siswa terhadap konsep pendidikan jasmani di tingkat SMAN se-Kota Malang, serta untuk membandingkan perbedaan persepsi siswa laki-laki kelas X dengan kelas XI, siswi perempuan kelas X dengan kelas XI, siswa-siswi kelas X dengan XI, dan siswa laki-laki dengan siswi perempuan.Rancangan penelitian mengunakan jenis data penelitian deskritif kuantitatif dengan menggunakan instrumen berbentuk kuesioner dengan skala guttman serta teknik analisis data deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus persentase.Tingkat persepsi siswa SMAN se-Kota Malang terhadap konsep pendidikan jasmani didapat 78,59%. Dengan perbedaan persepsi siswa terhadap pendidikan jasmani kelas X dan kelas XI dengan hasil perhitungan didapat nilai signifikan 0,00159 dengan taraf signifikansi < 0,05 artinya hipotesis terima dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan antara peserta didik kelas X dengan peserta didik kelas XI, perbandingan antara siswa laki-laki kelas X dengan siswa laki-laki kelas XI  dihasilkan nilai signifikan 0,005106 dengan taraf signifikansi < 0,05 artinya hipotesis terima dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan antara siswa laki-laki kelas X dengan siswa laki-laki kelas XI, siswi perempuan kelas X dengan siswi perempuan kelas XI didapat nilai signifikan 0,004 dengan taraf signifikansi < 0,05 artinya hipotesis terima dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan antara siswi perempuan kelas X dengan siswi perempuan kelas XI, dan perbandingan antara siswa laki-laki dengan siswi perempuan didapat nilai signifikan 0,001 dengan taraf signifikansi < 0,05 artinya hipotesis terima dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan antara peserta didik laki-laki dengan perempuan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan terdapat persepsi siswa SMAN se-Kota Malang tergolong baik dengan terdapat perbedaan antara siswa laki-laki dengan perempuan, kelas X dengan kelas XI, siswa laki-laki kelas XI dengan siswa laki-laki kelas XI, dan siswi perempuan kelas X dengan siswi perempuan kelas XI. 

    Survei Kondisi Fisik Tim Ekstrakulikuler Futsal SMKN 6 Kota Malang Tahun 2019

    No full text
    RINGKASANAmin, Mohammad. Survei Kondisi Fisik Tim Ekstrakurikuler Futsal SMKN 6 Kota Malang Tahun 2019. Skripsi, Fakultas Ilmu Keolahragaan Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Usman Wahyudi S.Pd., M.Pd. (II) Gema Fitriady S.Pd., M.Pd.Kata kunci: Futsal, kondisi fisik, ekstrakurikulerSMK Negeri 6 Kota Malang adalah salah satu sekolah di Kota Malang yang mempunyai ekstrakurikuler futsal. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis pukul 19.00 WIB di lapangan indoor SMK Negeri 6 Kota Malang dengan diikuti sebanyak 20 orang dari berbagai kelas. Menurut pernyataan dari pelatih ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 6 Kota Malang pada saat wawancara, permasalahannya terletak pada hari latihan yang hanya dilakukan 2 kali dalam seminggu. Setiap latihan tidak ada hari latihan yang dikhususkan untuk melatih fisik, jadi latihan 2 kali seminggu hanya latihan teknik dan taktik. Ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 6 Kota Malang belum pernah dilakukan tes untuk mengukur tingkat kebugaran fisik yang dimiliki oleh peserta ekstrakurikuler futsal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1)&nbsp;tingkat daya tahan tim ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 6 Kota Malang (2)&nbsp;tingkat kekuatan otot tungkai tim ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 6 Kota Malang (3)&nbsp;tingkat kecepatan tim ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 6 Kota Malang (4)&nbsp;tingkat power otot tungkai tim ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 6 Kota Malang (5) tingkat kelincahan tim ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 6 Kota Malang.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif, pada umunya penelitian deskriptif menggunakan metode survei. Instrumen tes yang digunakan adalah yo-yo test untuk mengukur daya tahan, back and legs dynmometer untuk mengukur kekuatan otot tungkai, lari 30 meter untuk mengukur kecepatan berlari, standing jump untuk mengukur power otot tungkai, dan t-test agility untuk mengukur tingkat kelincahan.Berdasarkan dari hasil penelitian dengan 20 peserta ekstrakurikuler futsal di SMKN 6 Kota Malang yang mengikuti tes kondisi fisik futsal. Kondisi fisik peserta ekstrakurikuler futsal SMKN 6 Kota Malang pada komponen fisik power otot tungkai masuk kategori &ldquo;baik sekali&rdquo; dengan persentase 45%, komponen kelincahan 75% dengan kategori &ldquo;poor&rdquo;, sedangkan daya tahan jantung paru masuk kategori below avarage dengan persentase 45%.Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarakan memberikan porsi latihan yang cukup untuk meningkatkan kondisi fisik para pemain dan membuat program latihan dengan struktur yang jelas menganai teknik, taktik dan fisik agar merata. Siswa ekstrakurikuler futsal SMKN 6 Kota Malang harus menambah porsi latihan fisik sendiri jika dirasa latihan fisik yang diberikan pada saat latihan rutin itu kurang dan juga harus bisa menjaga kondisi fisik sendiri dengan cara menjauhi rokok, kopi, begadang dan lain sebagainya

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇