SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN TEKNIK DASAR DRIBBLING MENGGUNAKAN VARIASI LATIHAN KELINCAHAN PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA MAN 3 MALANG
ABSTRAK Fashihuddin, Ahmad. 2017. Upaya Peningkatan Keterampilan Teknik DasarDribbling Menggunakan Variasi Latihan Kelincahan Pada Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola MAN 3 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. SriPurnami, M.Pd. (II) Fahrial Amiq, S.Or., M.Pd. Kata Kunci: Keterampilan teknik dasardribblingsepakbola, kelincahan. Sepakbolamemiliki beberapa teknik dasar, salah satunya adalak teknik dasar dribbling. Pada ekstrakurikuler sepakbola MAN 3 Malang kesalahan yang sering dilakukan peserta adalah teknik dasar dribbling. Berdasarkan observasi awal tentang teknik dasar dalam sepakbola ekstrakurikuler sepakbola MAN 3 Malang teknik dasar dribblingmemiliki tingkat kebenaran sebesar 46,7%, dan tingkat kesalahan 53,3%.Hal ini disebabkan pelatih ekstrakurikuler belum mempunyai program latihan untuk meningkatkan teknik dasar dribbling, khususnya kurangnya variasi latihan kelincahan sehingga dalam melatih pelatih kesulitan dalam melatih keterampilan teknik dasar dribbling sepakbola. Kurangnya variasi latihan kelincahan sepakbola yang diberikan pelatih, membuat peserta kurang antusias dalam latihan. Tujuanpenelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan teknik dasardribbling menggunakan variasi latihan kelincahan pada peserta ekstrakurikuler sepakbola MAN 3 Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan olahraga dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui dua siklus dengan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah15 peserta ekstrakurikuler sepakbola MAN 3 Malang. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan keterampilan teknik dasar dribblingsepakbola pada siklus 1 sebanyak 76,6% peserta mampu melakukan posisi kaki yang benar, sebanyak 66,6% peserta mampu melakukan pandangan mata yang benar, pada perkenaan bola (1) 66,6%, (2) 63,6%, (3) 63,3%peserta mampu melakukan dengan benar, sebanyak 69,9% peserta mampu melakukan hasil akhir yang benar dan pada siklus 2 sebanyak 86,6% peserta mampu melakukan posisi kaki yang benar, sebanyak 80% peserta mampu melakukan pandangan mata yang benar, pada perkenaan bola (1) 76,6%, (2) 76,6%, (3) 83,3%peserta mampu melakukan dengan benar, sebanyak 86,6% peserta mampu melakukan hasil akhir yang benar. Kesimpulannya adalah dengan menggunakanvariasi latihan kelincahan dalam latihan dribblingdapat meningkatkan keterampilanteknik dasardribblingpeserta ekstrakurikuler sepakbola MAN 3 Malang. Disarankan bagi pelatih ekstrakurikulersepakbola MAN 3 Malang dapatmenggunakan variasi latihan kelincahan yang disusun peneliti sebagai acuan dalam latihanagar para peserta lebih semangat dalammengikuti latihansepakbola. ABSTRACT Fashihuddin, Ahmad. 2017. Efforts to Improve Basic Dribbling Techniques Skills Using Variations of Exercise Agility on Extracurricular Exhibitors Football MAN 3 Malang. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Counselor:(I) Dra. Sri Purnami, M.Pd. (II) Fahrial Amiq, S.Or., M.Pd. Keywords: Basic technique skills dribbling football, agility. Football has some basic techniques, one of which is the basic dribbling technique. In extracurricular football MAN 3 Malang mistakes are often done by participants is a basic technique dribbling. Based on preliminary observations about basic techniques in soccer extracurricular football MAN 3 Malang dribbling basic technique has a truth level of 46.7%, and error rate 53.3%. This is because extracurricular coaches do not yet have an exercise program to improve basic dribbling techniques, especially the lack of variations in agility exercises so that in coaching the coaches the difficulty in training basic soccer dribbling skills. The lack of variations in the footballing agility training provided by the coach makes the participants less enthusiastic in the practice. The purpose of this study is to improve basic dribbling technique skills using variations of agility training on participants of extracurricular football MAN 3 Malang. The purpose of this study is to improve basic dribbling technique skills using variations of agility exercises in participants of extracurricular football MAN 3 Malang. This research uses sports action research with qualitative descriptive approach. The implementation of this research is done through two cycles with each cycle consist of 4 stages: (1) planning, (2) implementation, (3) observation (observation), and (4) reflection. Subjects in this study were 15 participants extracurricular football MAN 3 Malang. The result showed that there was an increase of basic dribbling soccer technique skills in cycle 1 as much as 76.6% of the participants were able to do the correct leg position, 66.6% of the participants were able to do the correct eye view on the ball (1) 66.6% (2) 63,6%, (3) 63,3% of participants were able to do correctly, 69,9% of participants were able to do the right result and in cycle 2 86,6% of participants were able to do the correct leg position, 80.6%, (2) 76.6%, (3) 83.3% of the participants were able to perform properly, as many as 86% of the participants were able Doing the right end result. The conclusion is that using variations of agility exercises in dribbling exercises can improve basic engineering skills dribbling extracurricular participants football MAN 3 Malang. Suggested for coach extracurricular football MAN 3 Malang can use variations of the agility drills prepared by researchers as a reference in the exercise so that the participants more spirit in following the practice of football
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN KUDA-KUDA DAN POLA LANGKAH BELADIRI PENCAK SILAT DENGAN METODE PERMAINAN BAGI SISWA SDN LOWOKWARU 5 KOTA MALANG
Abstrak Dalam proses pembelajaran guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di SDN Lowokwaru 5 Kota Malang memiliki masalah dalam proses pembelajaran beladiri pencak silat, dikarenakan metode pembelajaran yang kurang menyenangkan. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran beladiri pencak silat dengan materi kuda-kuda dan pola langkah dengan metode permainan. Penelitian dan pengembangan ini mengacu pada model pengembangan Brog & Gall yang terdiri dari 10 langkah tahapan, tetapi peneliti memodifikasi 10 langkah tersebut menjadi 7 langkah tahapan yaitu, 1) pengumpulan data awal, 2) rancangan produk awal, 3) validasi produk ke ahli, 4) uji coba kelompok kecil, 5) revisi produk, 6) uji coba kelompok besar, 7) revisi produk akhir
ABSTRAStudi Komparatif Tingkat Kecepatan Lari Sprint 40 Meter Pelajar Putra Usia 11 Tahun Berdasarkan Ketinggian Wilayah Di Malang Raya
ABSTRAK Nugroho Sandy B. 2017. Studi Komparatif Tingkat Kecepatan Lari Sprint 40 Meter Pelajar Putra Usia 11 Tahun Berdasarkan Ketinggian Wilayah Di Malang Raya. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Asim, M.Pd. (II) Drs. Oni Bagus Jamuarto, M.Kes. Kata Kunci: Tingkat Kecepatan Lari Sprint 40 meter, pelajar putra usia 11 tahun, di dataran rendah, dataran sedang, dataran tinggi. Lari merupakan salah satu gerak dasar manusia yang sering dilakukan pada kehidupan sehari-hari. Kecepatan juga di butuhkan dalam berlari, karena dengan kecepatan dapat membuat kita sampai tujuan lebih cepat. Dalam tes TKJI lari juga di pergunakan untuk mengukur tingkat kesegaran jasmani seseorang. Tentu setiap individu yang tinggal di dataran rendah, sedang, dan tinggi memliki tingkat kecepatan lari sprint yang berbea-beda, Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut “Bagaimana perbedaan kecepatan lari sprint pelajar putra usia 11 tahun yang tinggal di dataran rendah, sedang, dan tinggi?”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecepatan lari sprint 40 meter anak usia 11 putra yang tinggal di dataran rendah, sedang, dan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode survei, dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes lari sprint 40 meter versi TKJI 2010. Variable terikat berupa keceptatan lari sprint 40 meter pelajar putra usia 11 tahun dan variable bebas berupa tempat tinggal di dataran rendah (SDN Sitiarjo 01, SDN Sitiarjo 03, SDN Sitiarjo 05), dataran sedang (SDN Druju 01, SDN Druju 02, SN Druju 04), dan dataran tinggi (SDN Beji 01, SDN Punten 01SDN Oro-Oro Ombo 02). Penelitian ini menggunakan analisis ata anava satu arah dan uji lanjut menggunakan uji tukey, dengan taraf signifikan α = 0,05. Berdasarkan hasil perhitungan uji Anova Satu Arah mengguna program IBM SPSS menjelaskan bahwa nilai signifikan kurang dari
Meningkatkan Keterampilan Offense Bolabasket Dengan Metode Latihan 5-Out Offense Bolabasket Pada Ekstakurikuler Bolabasket SMAN 1 Pasirian Kabupaten Lumajang
ABSTRAK DwiFirmansyah, Khusnul. 2017.“Meningkatkan Keterampilan Offense Bolabasket Dengan Metode Latihan 5-Out Offense Bolabasket Pada Ekstakurikuler Bolabasket SMAN 1 PasirianKabupatenLumajang”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes(II)Febrita Paulina Henoek, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Meningkatan, Keterampilan, OffenseBolabasket, 5-Out Offense. Berdasarkan observasi minggupertamadanke 2 yang dilakukanpadapesertaekstrakurikulerbolabasketSMAN 1 PasirianKabupatenLumajangmasih banyak kekurangan.(1) Dalam latihan tersebut memperoleh dribble yang dilakukan, 75% dilakukan dengan benar, dan 25% dilakukan dengan salah. (2) peserta melakukan passing 35% dengan benar, dan 65% dilakukan dengan salah. (3) shooting yang dilakukan 60% dilakukan dengan benar, dan 40% dilakukan dengan salah. (1) team A berhasil melakukan offense20%, gagal melakukan offense80%. (2) team B berhasil melakukan offense30%, gagal melakukan offense 70%. (3) team C berhasil melakukan offense20%, gagal melakukan offense80%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan offensebolabasketmenggunakan metode latihan 5-out offensebolabasket pada ekstrakurikuler bolabasket SMA Negeri 01 Pasirian Kabupaten Lumajang.Serta untukmembuatparapesertalebihterampildalam melakukan pola penyerangan dan mempermudah mendapatkan point untuk memenangkan pertandingan. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan olahraga dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan melalui dua siklus dengan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan mengalami peningkatan setelah dilakukan latihanoffensemenggunakanmetode5-out offense.Latihan dilakukan dengan 2 siklus. Tingkat keberhasilan peserta ekstrakurikuler bolabasketSMAN 1 PasirianKabupatenLumajangpada siklus 1 dengan presentase ketuntasan keseluruhan keterampilan offense dari observer(1)65,18% dari observer(2)62,22%, dandariobserver (3) 59,25%. Sedangkan tingkat keberhasilan pada siklus 2 dengan presentase ketuntasan keseluruhan keterampilan offense hasil dari observer(1)82,22% dari observer(2)82,22%, dandariobserver(3) 81,48%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa padaobservasiawalditemukankurangnya tingkatketerampilanpenyerangan, setelah penerapan metode5-out offensedalam latihan offensedilakukan, sehinggadapat meningkatkan keterampilan offense pemain eksrakurikuler bolabasketSMAN 1 PasirianKabupatenLumajang. Disarankan bagi pelatih bolabasket dapat menggunakan penelitian ini sebagai rujukan menyusun program latihan khususnya untuk meningkatkan keterampilan offensebolabasket
PENGARUH LATIHAN BOLAVOLI GANDU LEVEL I DAN BOLAVOLI MINI TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN QUICK SMASH PADA SISWA KELAS V SDN 4 PLAMPANGREJO KABUPATEN BANYUWANGI
ABSTRACT: The purpose of this research is to know the difference of influence of gandu level I volleyball and mini volleyball to the result of quick smash learning skill. The result of one way anova gandu level I volleyball and mini volleyball was obtained (p) 0,028 0,05, Ho was rejected, hence there was difference of influence of skill of quick smash gandu level I volleyball and mini volleyball. Gandu level I volleyball training is better than the mini volleyball exercise on the quick smash learning outcomes of grade V SDN 4 Plampangrejo Banyuwangi. Keywords: Gandu Volleyball, mini volleyball, quick smash. ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan bolavoli gandu level I dan bolavoli mini terhadap hasil belajar keterampilan quick smash. Hasil analisis satu arah bolavoli gandu level I dan bolavoli mini diperoleh (p) 0,028 0,05, Ho ditolak, maka ada perbedaan pengaruh rata-rata keterampilan quick smash bolavoli gandu level I dan Bolavoli mini. Latihan bolavoli gandu level I lebih baik dari pada latihan bolavoli mini terhadap hasil belajar keterampilan quick smash siswa kelas V SDN 4 Plampangrejo Kabupaten Banyuwangi. Kata Kunci: Bolavoli gandu, bolavoli mini, quick smash
PENGARUH LATIHAN BOLAVOLI GANDU LEVEL I DAN BOLAVOLI MINI TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN OPEN SMASH
Abstract: The purpose of this research is to determine the effect level I exercise gandu volleyball and volleyball mini toskills learning outcomes smash open in class V SDN 02 sisiwa Karanggayam Blitar. This research uses experimental methods to design The Static Group Pretest-Posttest Design. Exercise volleyball gandu level I experienced an average increase of 12.84, while the mini volleyball practice has increased an average of 6.55. Volleyball practice so gandu level I have a significant influence on the mini volleyball practice. Keywords:Level I Gandu volleyball, volleyball Mini, Skills Open Smash Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan bolavoli gandu level I dan bolavoli mini terhadap hasil belajar keterampilan open smash pada sisiwa kelas V SDN 02 Karanggayam Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan The Static Group Pretest-Posttest Design. Latihan bolavoli gandu level I mengalami peningkatan rata-rata 12,84, sedangkan latihan bolavoli mini mengalami peningkatan rata-rata 6,55. Sehingga latihan bolavoli gandu level I memberikan pengaruh yang signifikan dari pada latihan bolavoli mini. Kata kunci: Bolavoli Gandu Level I, Bolavoli Mini, Keterampilan Open Smash
PENGARUH LATIHAN BOLAVOLI GANDU LEVEL 1 DAN BOLAVOLI MINI TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BLOCK BOLAVOLI PADA SISWA KELAS V SDN SUKOREJO 2 KABUPATEN LAMONGAN
ABSTRAK ABSTRACT:The purpose of this study was to determine differences in the effects of exercise level I gandu volleyball and mini volleyball practice on learning outcomes block volleyball. Results of one-way analysis gandu and volleyball volleyball mini acquired Sig (p) 0.000 0.05, Ho is rejected, then there is a difference in the average impact on a group of volleyball gandu level 1 with a mini volleyball group on learning outcomes block.Exercise level I gandu volleyball better than the mini volleyball practice on learning outcomesskills block in grade VSDN Sukorejo 2 Lamongan. Keywords:Gandu volleyball, Volleyball mini, Block volleyball. ABSTRAK:Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan bolavoli gandu level I dan latihan bolavoli mini terhadap hasil belajar block bolavoli. Hasil analisis satu arah bolavoli gandu dan bolavoli mini diperoleh Sig (p) 0,000 0,05, Ho ditolak, maka ada perbedaan pengaruh rata-rata pada kelompok bolavoli gandu level 1 dengan kelompok bolavoli mini pada hasil belajar block. Latihan bolavoli gandu level I lebih baik dari pada latihan bolavoli mini terhadap hasil belajar keterampilan block pada siswa kelas VSDN Sukorejo 2 Kabupaten Lamongan. Kata Kunci:Bolavoli gandu, Bolavoli mini, Block Bolavoli
STUDI KOMPARATIF DAYA TAHAN VO2 MAX SISWA SSB USIA 13-15 TAHUN DI DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan daya tahan VO2 max siswa SSB usia 13-15 tahun yang tinggal di dataran rendah dan di dataran tinggi.Rancangan data penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa tes yaitu Bleep Test dengan versi Budiwanto. Data penelitian yang di peroleh akan dianalisis menggunakan one-way anova dengan prasyarat uji normalitas menggunakan uji kolmogorov-smirnov dan uji homogenitas menggunakan uji levene. Perbedaan tempat tinggal dapat mempengaruhi daya tahan VO2 max. tempat tinggal yang berada di dataran tinggi berpengaruh lebih baik terhadap daya tahan VO2 max Siswa SSB usia 13-15 tahun dibandingkan SSB di dataran rendah.. Kata Kunci: VO2 max, siswa usia 13-15 tahun, dataran rendah, dataran tinggi
SURVEI KONDISI FISIK DANKETERAMPILANDASAR SERANGAN PESILAT IKATAN PENCAK SILAT NAHDATUL ULAMA (IPS-NU) PAGAR NUSA CABANG KOTA KEDIRI
ASBTRAK Olahraga merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, disisi lain olahraga untuk menjaga kondisi tubuh dari segala penyakit, olahraga dapat dilakukan pada semua umur, dari yang tua, muda, maupun anak kecil. Pencak silat merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan baik secara fisik maupun emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memetakan kondisi fisik dan keterampilan dasar serangan Ikatan Pencak Silat Nahdatul Ulama (IPS-NU) Cabang Kota Kediri. Metode penelitian yang dipakai adalah penelitian survei teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran. Subjek dalam penelitian ini 30 atlet. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan dan teknik pengumpulan data menggunakan tes yaitu berupa Multistages Fitness Test, Triple Hop Test, Sit and Reach Test, Sit Up 30 Second Test, Tes Keterampilan Dasar Pencak Silat, Tes Kombinasi Serangan Beruntun 30 detik. Teknik analisis data dengan menggunakan teknik analisis deskriptif persentase. Analisis data menggunakan program Microsoft Excel. Hasil analisis data menggunakan Microsoft Excel menunjukkan bahwa tingkat kondisi fisik yang diperoleh dari keempat variabel tes termasuk dalam kategori superior dengan frekuensi 1 dan persentase 3%, excellent dengan frekuensi sebanyak 9 dan persentase 30%, di atas rata-rata dengan frekuensi sebanyak 8 dan persentase sebesar 27%, rata-rata dengan frekuensi sebanyak 7 dan persentase sebesar 23%, di bawah rata-rata dengan frekuensi sebanyak 3 dan persentase 10%, jelek dengan frekuensi sebanyak 2 dan persentase 7%. Sedangkan keterampilan dasar tendangan dan kombinasi termasuk dalam kategori baik dengan frekuensi sebanyak 1 dan persentase 3,33%, cukup dengan frekuensi 9 dan persentase sebesar 30%, kurang dengan frekuensi sebanyak 11 dan persentase 36,67%, kategori sangat kurang dengan frekuensi 6 dan persentase 20%. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh, 1) Keadaan kondisi fisik pesilat tergolong dalam kategori superior persentase 3%, excellent dengan dan persentase 30%, di atas rata-rata dengan persentase 27%, kategori rata-rata dengan dan persentase 23%, kategori di bawah rata-rata dengan persentase 10%, kategori jelek dengan frekuensi 2 dan persentase 7%. Keterampilan dalam kategori baik dengan persentase 3,33%, kategori cukup dengan persentase 30%, kategori kurang dengan persentase 36,67%, kategori sangat kurang dengan dan persentase 20%
PengaruhLatihanElastic BandTerhadapPeningkatanKekuatanTendanganjauh (long pass)PadaSiswa SSB Putra Dewa Malang
ABSTRAK Berdasarkan observasi awal pada teskekuatantendanganjauh (long pass) di SSB Putra Dewa Malang menunjukkan kekuatan tendangan kurang maksimal dalam melakukan tendangan jauh (long pass) sehingga dibutuhkan pelatihan kekuatan tendangan jauh (long pass)berupa latihan beban elastic band, latihan ini adalah menggunakan media dengan karet ban. Berdasarkan masalah tentang kurangnya kemampuan kekuatan tendangan jauh (longpass) siswa di SSB Putra Dewapeneliti melakukan penelitian berjudul Pengaruh Latihan Elastic Band Terhadap Peningkatkan Kekuatan Tendangan jauh (long pass)Pada Siswa SSB Putra Dewa Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan elastic bandterhadap peningkatkan kekuatan tendangan jauh (long pass)siswa SSB Putra Dewa agar mampu mencapai sesuatu yang diinginkan. Metode penelitian ini berupa eksperimental sebenarnya dengan bentuk Randomized Control Group Pretest - Post test Design, dan jumlah sampel 30 siswa diambil menggunakan teknik purposive proportional random sampling denganporsi 80%. Instrumen penelitian menggunakan instrumen tes dan non tes. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, teknik eksperimen dan pengukuran menggunakan bentuk tes fisik.Data yang terkumpul di analisis dengan teknik one way anava. Dari hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan: (1) hasil analisis data diperoleh pada kelompok elastic band t tabel66,64>t tabel1,761,(2) pada kelompok konvensional 3,722>ttabel1,761, (3) latihan elastic band dan latihan konvensional terdapat pengaruh kekuatan tendangan jauh (long pass), hasil diperoleh F hitung 3,23 > F tabel α = 0,05 4,18. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: terdapat pengaruh kemampuan kekuatan tendangan jauh (long pass) sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok elastic band, (2) terdapat pengaruh kemampuan kekuatan tendangan jauh (long pass) sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok konvensional,(3)Ada pengaruh latihan elasti