SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
Pengaruh Metode Pembelajaran Drill dan Metode Pembelajaran Small Sided Games terhadap Hasil Belajar Keterampilan Dribbling Pada Siswa Ekstrakurikuler Sepakbola di SMP Negeri Kota Malang
ABSTRAK Kata Kunci: pembelajaran dribbling, hasil belajar dribbling sepakbola, ekstrakurikuler Sekolah Menengah Pertama. Pembelajaran dribbling sepakbola merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh para pembina untuk meningkatkan keterampilan dribbling siswa dengan pembelajaran yang efektif menggunakan metode-metode yang ada. Salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai dalam permainan sepakbola adalah keterampilan dribbling. Permasalahan yang didapat, siswa belum bisa menguasai keterampilan dribbling dengan baik dan hal tersebut menjadi suatu kekurangan mendasar yang harus diperbaiki. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan dribbling siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan dan mengetahui bagimana pengaruh metode pembelajaran drill dan metode pembelajaran small sided games terhadap keterampilan dribbling. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan matching pretest-posttest comparison group design. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa ekstrakurikuler Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 sebanyak 30 siswa dengan perlakuan metode drill dan Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Kota Malang sebanyak 30 siswa dengan perlakuan metode small sided games. Analisis data dari penelitian ini menggunakan teknik analisis varian satu jalur (one way anava). Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa: (1) pembelajaran menggunakan perlakuan metode drill memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar dribbling siswa ekstrakurikuler sepakbola (Fhitung 4,195 > Ftabel 4,01), (2) pembelajaran menggunakan perlakuan metode small sided games memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar dribbling sepakbola siswa ekstrakurikuler sepakbola (Fhitung 4,141 > Ftabel 4,01), (3) tidak ada perbedaan yang signifikan antara pembelajaran dengan pembelajaran metode drill dan metode small sided games terhadap hasil belajar dribbling siswa ekstrakurikuler sepakbola (Fhitung 0,000327 < Ftabel 4,01), tetapi berdasarkan ratarata skor awal dan skor akhir metode drill berpengaruh lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan metode drill memberikan pengaruh yang lebih baik dibanding pembelajaran dengan metode small sided games terhadap hasil belajar dribbling siswa ekstrakurikuler sepakbola. Saran yang dapat diberikan kepada pembina ekstrakurikuler sepakbola Sekolah Menengah Pertama adalah pembelajaran dengan perlakuan metode drill lebih efektif dan menarik serta memberikan peningkatan terhadap keterampilan dribbling siswa ekstrakurikuler
Profil Kegiatan Ekstrakurikuler Di SMA Negeri 1 Kepanjen Menggunakan Analisis SWOT
ABSTRAK Kata kunci: profil kegiatan ekstrakurikuler Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik diluar jam belajar kurikulum standar sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum dan dilakukan dibawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan kepribadian, bakat, minat, dan kemampuan peserta didik yang lebih luas atau diluar minat yang telah dikembangkan oleh kurikulum. Kenyataan dilapangan masih banayk ekstrakurikuler yang belum aktif mengadakan kegiatan pada jadwal yang telah ditentukan. Hal tersebut mengakibatkan pelaksanaan ekstrakurikulerkurang efektif. Masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 1 Kepanjen yang dilihat dari faktor internal untuk menentukan aspek kekuatan (strenght) dankelemahan (weakness)faktor eksternal untuk menentukanpeluang (opportunity)dan ancaman (threat). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri Kepanjen yang dilihat menggunakan analisis SWOT. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan persentase. Subjek pada penelitian ini yaitu 12 pembina ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 1 Kepanjen. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor internal yang menjadi kekuatan dari kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Kepanjen adalah perencanaan proses latihan, ketersediaan pelatih dan minat siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler dankelemahan dari kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Kepanjen adalah ketersediaan sarana dan prasarana, pelaksanaan proses latihan dan pengelolaan pemanfaatan dan pemeliharaan sarana prasarana.Faktor eksternal yang menjadi peluang dari kegiatan ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Kepanjen belum diketahui karena kurang baiknya pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler dan ancaman dari kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Kepanjen adalah persaingan antar sekolah di Kabupaten Malang untuk mendapatkan calon siswa melalui jalur seleksi cabang ekstrakurikuler. Berdasarkan hasil analisis kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMA Negeri 1 Kepanjen sudah berjalan namun masih banyak hal yang harus diperbaiki agar kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Kepanjen berjalan dengan baik dan efektif. Sekolah perlu melakukan koordinasi dengan pihak komite sekolah untuk masalah pengadaan sarana dan prasarana, sekolah juga perlu memaksimalkan guru yang ada untuk menjadi pelatih atau pembina ekstrakurikuler dan sekolah juga harus memperhatikan minat dan bakat siswa yang disesuaikan dengan kegiatan ekstrakurikuler
Pengaruh Tempat Tinggal Terhadap Keterampilan Meloncat Pada Pelajar Putra Usia 11 Tahun di Malang Raya
ABSTRAK Ardiansyah, MochammadJuliar. 2017. Pengaruh Tempat Tinggal terhadap Keterampilan Meloncat pada Pelajar Putra Usia 11 Tahun di Malang Raya. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Asim, M.Pd dan Drs. AgusTomi, M.Pd Kata Kunci : Tempat Tinggal (Dataran Rendah, Dataran Sedang, Dataran Tinggi), Pelajar Usia 11 Tahun, MeloncatKondisi lingkungan tempat tinggal yang berbeda di setiap dataran, Setiap orang membutuhkan kebugaran jasmani untuk menunjang aktivitas sehari-hari khususnya meloncat. Begitu pula anak-anak bisa menghindar dari situasi yang datangnya mendadak dan tidak terduga. Pelajar usia 11 tahun saat ini terdapat di berbagai daerah, baik di kota maupun di desa, baik di dataran rendah, dataran sedang maupun dataran tinggi.Hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di dataran rendah, sedang, dan tinggi tidak ada perbadaan aktivitas atau kegiatan yang signifikan namun yang membedakan hanyalah tempat tinggal.Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu“bagaimana tingkat keterampilan meloncat pada pelajar putra usia 11 tahun yang tinggal di dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi?”. Penelitianini bertujuan untuk mengetahuipengaruhtempat tinggal terhadap keterampilan meloncat pelajar putra usia 11 tahun di Malang Raya.Penelitian ini menggunakan metode survei. Penelitian ini menggunakan analisis data yang diolah secara kuantitatif menggunakan anava satu arah dengan α = 0,05. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitutempat tinggal di dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi dan variabel terikat disini yaitu keterampilan meloncat pelajar putra usia 11tahun.Dari hasil anava satu arah yang diolah menggunakan SPSS versi 23 menunjukkan probabilitas keterampilan meloncat(0,000) 0,05, maka Ho ditolak, yang berarti terdapat perbedaan keterampilan meloncat pelajar putra usia 11 tahun yang tinggal di datarn rendah, dataran sedang dan dataran tinggi. Hasil uji tukey menjelaskan bahwa perbandingan tingkat keterampilan meloncat pelajar putra usia 11 tahun antara dataran rendah dan dataran sedang, dataran rendah dan dataran tinggi, dataran sedang dan dataran tinggi diketahui probabilitas kurang daari 0,05 menunjukkan Ho ditolak yang berarti terdapat perbedaan yabf signifikan. Sedangkan hasil tes keterampilan meloncat pelajar putra usia 11 tahun diperoleh rata-rata hasil tes di dataran sebesar 1.790, dataran sedang sebesar 1.691, dan dataran tinggi sebesar 1.594. Maka dapat disimpulkan bahwa dataran rendah berpengaruh lebih baik terhadap keterampilan meloncat pelajar putra usia 11 tahun dibandingkan dataran sedang dan dataran tinggi. Kesimpulan dari hasil penelitian tes meloncat pelajar putra usia 11 tahun di dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi terdapat perbedaan. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan pedoman bagi guru pendidikan jasmani dan kesehatan dapat memberikan model pembelajaran dalam kegiatan praktik lapangan yang bisa menunjang siswa untuk meningkatkan kekuatan kakinya sehingga dapat meningkatkan keterampilan loncat jauh tanpa awalan khususny
Pengaruh Latihan Plyometric Incrimental Vertical Hop Terhadap Peningkatan Tinggi Loncatan Pada Pemain Putra PBV. Bima Sakti Desa Lebbek Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan
Abstract : The purpose of this study was to investigate the effect of plyometric incrimental vertical hop Training toward the Increased of Jumping Height on PBV. Bima Sakti Men Players In the Desa Lebbek, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan. Based on the result of ANOVA test using One Way Anova, it showed that, experimental group and control group had significant influence. The sig (p) is 0.000 0.05. it can be seen from the manual calculation that the experimental group experienced increased 19.75 however, the control group also increased 12.25. So that, it can be concluded that incremental vertical hop traning is give affect on the increase in jumping height than the play practice PBV. Bima Sakti Men Players In the Desa Lebbek, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan. Keywords: Volleyball game, Plyometric, Incremental Vertical Hop, height jumping. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric incrimental vertical hop terhadap peningkatan tinggi loncatan pada pemain putra PBV. Bima Sakti Desa Lebbek Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Berdasarkan uji anova menggunakan One Way Anova didapatkan bahwa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol terdapat pengaruh yang signifikan. Dengan sig (p) yaitu 0,000 0,05. Dilihat dari penghitungan manual bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan sebesar 19,75 sedangkan pada kelompok kontrol juga mengalami peningkatan sebesar 12,25. Maka dapat disimpulkan bahwa latihan incremental vertical hop lebih berpengaruh besar terhadap peningkatan tinggi loncatan dari pada latihan bermain pada pemain putra PBV. Bima Sakti Desa Lebbek Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Kata Kunci: Permainan bolavoli, Plyometric, Incremental Vertical Hop, Tinggi Loncatan
Pengembangan Model Latihan Finishing Dalam Permainan Sepakbola Untuk Usia 11-13 Tahun di Sekolah Sepakbola Unibraw 82 Kota Malang
ABSTRAK Putra, Muhammad Ma’ulfi Mega. 2017. Pengembangan Model Latihan Finishing Dalam Permainan Sepakbola Untuk Usia 11-13 Tahun di Sekolah Sepakbola Unibraw 82 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Eko Hariyanto M.Pd dan Drs. Tatok Sugiarto S.Pd, M.Pd Kata Kunci: Sepakbola, Finishing, Media Berdasarkan hasil observasi terhadap siswa dalam melakukan kemampuan finishing di Sekolah Sepakbola (SSB) Unibraw 82 Kota Malang kelompok umur 11-13 tahun dengan melakukan latihan fisnishing pada tanggal 14 dan 21 Februari 2017 serta pada tanggal 5 Maret 2017 diperoleh hasil data analisis kebutuhan melalui angket kuesioner tentang kemampuan finishing yang dibagikan kepada 25 siswa usia 11-13 tahun. Dari hasil observasi diperoleh data (1) 84% siswa memerlukan mengasah kemampuan finishing, (2) 100% siswa berpendapat sangat memerlukan model latihan finishing, (3) 100% siswa berpendapat memerlukan media untuk melakukan latihan finishing, (4) 84% siswa berpendapat bahwa media model latihan finishing berbentuk sebuah buku panduan latihan finishing. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku panduan latihan finishing dalam permainan sepakbola untuk usia 11-13 tahun bagi siswa sekolah sepakbola Unibraw 82 Kota Malang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan. Prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan oleh peneliti menggunakan model pengembangan Research and Development (R&D) dari Borg and Gall, teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari analisis kebutuhan, evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Berdasarkan hasil justifikasi beberapa ahli, produk pengembangan model latihan finishing dalam permainan sepakbola untuk usia 11-13 tahun diperoleh data sebagai berikut: (1) ahli kepelatihan sepakbola mendapat 91% dengan kriteria sangat valid, (2) ahli pelatih sepakbola mendapat 86 % dengan kriteria sangat valid, (3) ahli media mendapat 82,73% dengan kriteria sangat valid, (4) uji coba kelompok kecil mendapat 91% dengan kriteria sangat valid, (5) uji coba kelompok besar 87,83% dengan kriteria sangat valid. Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa model latihan finishing dalam permainan sepakbola untuk usia 11-13 tahun yang berbasis buku untuk siswa sekolah sepakbola Unibraw 82 Kota Malang sudah cukup mudah dipahami, mudah mengerti dan dapat digunakan sebagai panduan latihan
KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DALAM PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI SE-KECAMATAN MOJOANYAR KABUPATEN MOJOKERTO
ABSTRAK Pribadi, Yanuar Teguh. 2017. Kinerja Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan dalam Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama Negeri Se Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M. E. Winarno, M.Pd, (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd Kata kunci: kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan Kinerja guru adalah keberhasilan seorang guru untuk melaksanakan tugas dan wewenangnya sesuai dengan tanggungjawab yang sudah diberikan, karena faktor pendidikan yang berkualitas adalah adanya seorang guru. Guru mempunyai beban kinerja yang wajib dilakukan yaitu merencanakan pembelajaran, pelaksanakan pembelajaran, dan menilai pembelajaran. Kenyataan di lapangan guru menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) padahal dalam pembelajaran terdapat pembelajaran yang mengacu pada kurikulum 2013. Hal tersebut mengakibatkan pelaksanaan pembelajaran kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang perencanaan pembelajaran, dan pelaksanaan pembelajaran, olahraga dan kesehatan Sekolah Menengah Pertama Negeri se-Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan persentase. Subjek pada penelitian ini yaitu guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang mengajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri se-Kecamatn Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran memiliki hasil sebesar 85,75% yang didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang standar proses, dan (2) pelaksanaan pembelajaran memiliki hasil sebesar 88,4% yang didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah. Bedasarkan hasil analisis perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan Sekolah Menengah Pertama Negeri se-Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, tingkat kesesuaian perencanaan pembelajaran dikategorikan baik. Akan tetapi beberapa komponen perlu disesuaikan lagi dengan peraturan yang berlaku. sedangkan pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan Sekolah Menengah Pertama Negeri se-Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto dikategorikan baik
SURVEI KEMAMPUAN GERAK DASAR LOKOMOTOR, NONLOKOMOTOR DAN MANIPULATIF SISWA KELAS III SD NEGERI 1 PATOKPICIS KECAMATAN WAJAK KABUPATEN MALANG
ABSTRAK Sidharta, Yoyok. 2017. Survei Kemampuan Gerak Dasar Lokomotor, Nonlokomotor Dan Manipulatif Siswa Kelas III SD Negeri 1 Patokpicis Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Skripsi, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes. Kata Kunci: kemampuan gerak dasar lokomotor, nonlokomotor dan manipulatif Kemampuan gerak dasar meliputi tiga pola, yaitu: lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif. Kemampuan gerak dasar merupakan suatu pola gerakan yang mendasari suatu gerakan mulai dari kemampuan gerak yang sederhana hingga kemampuan gerak yang kompleks. Salah satu kemampuan gerak dasar yang perlu dikembangkan di sekolah dasar (SD) kelas III di samping gerak dasar lainnya adalah lari, membungkuk, melempar dan menangkap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan gerak dasar lokomotor, nonlokomotor dan manipulatif siswa kelas III SD Negeri 1 Patokpicis kecamatan Wajak Kabupaten Malang, yang nantinya digunakan sebagai acuan perbaikan kualitas pendidikan jasmani khususnya dalam menyusun rencana pembelajaran sehingga proses pembelajaran pendidikan jasmani akan lebih baik terutama dalam pembelajaran gerakan dasar. Penelitian ini menggunakan rancangan non eksperimental bentuk survei dan termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian siswa kelas III SD Negeri 1 Patokpicis kecamatan Wajak Kabupaten Malang yang berjumlah 32 siswa yang akan melakukan tes sebagai instrumen untuk mengukur kemampuan gerak dasar. Pengumpulan data menggunakan bentuk tes yaitu tes lari sambil memindahkan bendera, tes membungkukkan badan ke bawah dan tes lempar-tangkap bola jarak 1 meter ke tembok. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Manakala kemampuan gerak dasar lokomotor, nonlokomotor dan manipulatif ketika pembelajaran unjuk kerja yang dilakukan kurang baik hal ini dikarenakan belum pernah dilakukan tes terhadap siswa kelas III SD Negeri 1 Patokpicis yang meliputi gerak dasar lokomotor, nonlokomotor dan manipulatif. Oleh karena itu penting dilakukan pengukuran melalui kajian dalam bentuk penelitian dengan judul Survei Kemampuan Gerak Dasar Lokomotor, Nonlokomotor Dan Manipulatif Siswa Kelas III SD Negeri 1 Patokpicis Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, kemampuan gerak dasar lokomotor terbanyak dalam kategori baik sebanyak 17 siswa (53,125%), kemampuan gerak dasar nonlokomotor terbanyak dalam kategori baik sebanyak 22 siswa (68,75%), kemampuan gerak dasar manipulatif terbanyak dalam kategori sedang sebanyak 12 siswa (37,5%). Secara keseluruhan kemampuan gerak dasar siswa kelas III masuk dalam kategori kurang. Saran untuk penelitian yang akan datang, hendaknya dalam melakukan penelitian harus memperhatikan siswa dan sarana dan prasarana yang ada dalam tempat penelitian
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BLOCK BOLAVOLI MENGGUNAKAN METODE PART AND WHOLEUNTUK TIM PUTRA UKM UABV UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Bahri, Syaiful 2017.Upaya Meningkatkan KeterampilanBlock Bolavoli Menggunakan Metode Part and Whole untuk Tim Putra UKM UABV Universitas Neger iMalang.Skripsi, JurusanPendidikan Jasman idan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. TatokSugiarto, S.Pd., M.Pd., (II) Dona Sandy Y, S.Pd., M.Or. Kata Kunci: meningkatkan, keterampilan block, bolavoli, part and whole Block dalamper mainan bola vol isangat penting, karena block merupakan suatu pertahanan pertama dar iserangan lawan. Block sangat berguna dalampermainan bola voli karena jika mempunyai keterampilan block yang baik maka serangan dari lawan tidak akan berhasil, serta akan menguntungkan bagi timter sebut. Ideal nyape main menguasai seluruh Teknik dasar dengan baik, namun Tim Putra UKM UABV Universitas Negeri Malang pada kenyataan di lapangan penguasaan Teknik dasar bola voli masih rendah, terutama pada Teknik dasar block, bahkan pada Teknik block berpasangan dan block beregu kemampuan pemain sangat rendah. In iterlihat pada pertandingan melawan klub Pindad di ajang turnamen Haritanoe Cup yaitu tingkat kegagalan block berpasangan sebesar 68,1% sedangkan block beregu kegagalannya mencapai 72,5%. Hal tersebut dikarenakan dalam latihan pelatih tidak menerapkan program latihan dan tidak pernah menerapkan metode latihan part and whole. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan block bola voli Tim Putra UKM UABV Universitas Negeri Malang dengan menggunakan metodepart and whole. Penelitian ini dalam pelaksanaannya menggunakan penelitian tindakan olahraga.Adapun tahapan dalam penelitian ini adalah menggunakan 2 siklus, yaitu dalam setiap siklusnya meliputi (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi.Teknik pengumpulan data pada penelitian in imeliput ites, wawancara, observasi, dokumentasi dan analisi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode part and whole dapat meningkatkan keterampilan block Tim Putra UKM UABV Universitas Negeri Malang baik itu block berpasangan maupun block beregu dari siklus kesiklus. Padasiklus 1 block berpasangan aspek awalan persentase keberhasilannya 66,7% dengan kategori baik, aspek sikap badan 45,8% kategori cukup, aspek tumpuan 58,3% dengan kategor icukup serta keseragaman loncataan saat bloc ksebesar 54,2% dengan kategori baik. Sedangkan untuk block beregu aspek awalan persentasenya 70,8% dengan kategor ibaik, aspek sikap badan 54,2% dengan kategori cukup, aspek tumpuan 58,3% kategori cukup, dana spek koordinasi saat melakukan block sebesar 50% dengan kategor icukup. Masuk pada siklus 2 diperoleh data akhir dari block berpasangan yaitu pada aspek awalan tingkat keberhasilannya menjadi79,2%dengan kategori baik, aspek sikap badan persentase keberhasilannya menjadi 70,8%dengan kategori baik,untuk tumpuan keberhasilannya menjadi 83,3% dengan kategori sangat baik dan untuk aspek koordinasi antar pemain saat melakukan block persentase keberhasilannya menjadi 75% dengan kategor ibaik. Untuk block beregu diperoleh data persentase keberhasilan aspek awalan menjadi 83,3% dengan kategori sanga tbaik, pada aspek sikap badan persentase keberhasilannya menjadi 79,2% dengan kategori baik,pada aspek tumpuan keberhasilannya menjadi 87,5% dengan kategor isanga tbaik, sedangkan pada aspek koordinasi antar pemain saat melakukan block persentase keberhasilannnya menjadi 83,2% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasi lpenelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode part and whole dapat meningkatkan keterampilan block bola voli Tim putra UKM UABV Universitas Negeri Malang. Sehingga metode part and whole ini dapat d ijadikan sebagai referens imetode latihan
Studi Kebugaran Jasmani Siswa Ekstrakurikuler Olahraga dan Non Olahraga di SMP Plus Al Hadi Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban
ABSTRAK ELFitriawan, Fahrur Riza M. 2016. Studi Kebugaran Jasmani Siswa Ekstrakurikuler Olahraga dan Non Olahraga diSekolahMenengahPertama Al Hadi Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban, Skripsi, Jurusan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. M.E. Winarno, M.Pd., (2) Dr. Eko Hariyanto, M.Pd. Kata kunci: kebugaran jasmani ekstrakurikuler olahraga, kesegaran jasmani ekstrakurikuler non olahraga kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu sarana dalam meningkatkan kesehatan dan prestasi siswa, banyak upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kebugaran dan kemampuan siswa guna meraih prestasi yang diinginkan tentunya banyak komponen yang harus dilatih salah satu komponen penting dalam olahraga Kesegaran jasmani. Oleh karena itu dilakukan penelitian dalam bentuk survei tes kebugaran jasmani siswa ekstrakurikuler olahraga dan non olahraga SMP Plus Al Hadi Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) untuk mengetahui kondisi fisik siswa ekstrakurikuler olahraga, (2) untuk mengetahui kondisi fisik siswa ekstrakurikuler non olahraga Sekolah Menengah Pertama Plus Al Hadi Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban. Penelitianinimerupakanpenelitiansurvei dengan menggunakan teknik pengambilan data menggunakan tes dan pengukuran. Survei yang merupakan penelitiankuantitatifdenganmenggunakantesterstruktur/sistematis yang samakepada50 orang anggota ekstrakurikuler olahraga dan 40 orang anggota ekstrakurikuler non olahragaSekolahMenengahPertama Plus AL Hadi Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban sebagai sampel, untukkemudiansemuadata yang diperolehpenelitidicatat, diolah, dandianalisis. Dari hasil penelitian menunjukan siswa ekstrakurikuler olahraga SMP Plus Al Hadi memperoleh hasil VO2max maksimal yaitu 50,2 dan hasil minimalnya adalah 38,5. 10 siswa pada klasifikasi kebugaran yang sangat baik, 26 siswa termasuk pada klasifikasi baik dan 4 siswa termasuk klasifikasi cukup.Jadi rata – rata siswa ekstrakurikuler olahraga Sekolah Menengah Pertama Plus Al Hadi tergolong dalam klasifikasi kebugaran Baik. Hasil penelitian pada siswa ekstrakurikuler non olahraga Sekolah Menengah Pertama Plus Al Hadi diperoleh hasil sebanyak 7 siswa (17,50%) merupakan kategori baik, 16 siswa (40,00%) masuk dalam kategori cukup,lalu dengan kategori jelek sebanyak 17 siswa (42,50%), sedangkan siswa dengan kategori baik sekali, kurang sekali, serta sangat kurang sekali tidak ada. Hal ini memberikan gambaran bahwasiswa ekstrakurikuler non olahraga SekolahMenengahPertama Plus AL Hadi termasuk dalam kategori cukup. Berdasarkan hasil penelitian dan maka dapat diambil kesimpulan bahwa rata-rata kondisi kebugaran jasmani siswa anggota ekstrakurikuler olahragalebih baik dari pada siswa anggota non ekstrakurikuler Sekolah MenengahPertama Plus Al Hadi
Ilhamsyah, Rigananda. 2017. Pengembangan Model Permainan Lay Up dalam Pembelajaran Bolabasket Kelas VIII SMP Negeri 1 Krejengan Probolinggo. Skripsi Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbin
ABSTRAK Kata Kunci: Pengembangan,Model Permainan, Lay Up, Pembelajaran Bolabasket. Berdasarkan hasil observasi awal dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa menyatakan pembelajaran bolabasket di SMP Negeri 1 Krejengan Probolinggokurang menarik. Sebagian besar siswa menyatakan bahwa (1) siswa membutuhkan model pembelajaran dengan permainan, (2) media pembelajaran cukup lengkap, (3) guru masih menggunakan metode berdasarkan buku saja. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran melalui permainan bolabasket yang sesuai bagi karakteristik siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Krejengan Probolinggo. Penelitian pengembangan ini hanya dilakukan di SMP Negeri 1 Krejengan Probolinggo. Peneliti menggunakan model pengembangan (research and develop-ment) Borg and Gall (1983:775) yaitu terdapat sepuluh langkah penelitian. Tetapi dalam pengembangan ini tanya terbatas sampai langkah ke tujuh. teknik analisis data yang digunakan menggunakan analisis deskriptif dan data dikumpulkan menggunakan angket. Berdasarkan hasil validasi ahli media diperoleh nilai kevalidan mencapai 75% dan masuk dalam kriteria valid dan layak,hasil validasi ahli desain pembelajaran diperoleh nilai kevalidan mencapai 86% dan masuk dalam kriteria sangat valid dan layak, hasil validasi ahli materi bolabasket diperoleh nilai kevalidan mencapai 83% dan masuk dalam kriteria sangat valid dan layak, hasil uji coba pada kelompok kecil diperoleh nilai kevalidan mencapai 88% dan masuk dalam kriteria sangat valid dan layak, hasil uji coba kelompok besar diperoleh nilai kevalidan mencapai 85% hal dan masuk dalam kriteria sangat valid dan layak digunakan untuk pembelajaran di kelas. Saran dari hasil penelitian ini antara lain bagi siswa (1) diharapkan membca petunjuk dan perintah pada bahan ajar sebelum mempelajarai bahan ajar tersebut karena terdapat ketentuan dan perintah pada setiap tema, (2) sebaiknya pada pemanfaatan media ini siswa mempraktikkan dan mengaplikasikannya secara berkelompok. Bagi guru (3) agar mempelajari terlebih dahulu sebelum menggunakan dalam pembelajaran supaya estimasi waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran tepat, (4) mempersiapkan media dan alat sebagai bahan pendukung pembelajaran penerapan model permainan lay up