SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    Studi Komparatif Perkembangan Daya tahan Anak Usia 9 Tahun Berdasarkan Ketinggian Tempat Tinggal Di Wilayah Kabupaten Malang

    No full text
    RINGKASAN   Daya tahan diartikan sebagai kemampuan kondisi tubuh dalam berlatih untuk waktu yang lama, tanpa mengalami kelelahan yang berlebih. Dalam hal daya tahan ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi daya tahan anak yang tinggal di lingkungan yang berbeda. Salah satunya yaitu faktor lingkungan yang mempengaruhi proses perkembangan anak. Berkaitan dengan tingkat daya tahan anak yang tinggal di daerah dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi pasti akan mempunyai tingkat daya tahan yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengkaji perbedaan tingkat daya tahan pada anak putra usia 9 tahun yang tinggal di daerah dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi di wilayah Kabupaten Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitiannya yaitu Harvard step test. Analisis data menggunakan analisis varians satu arah dengan α = 0,05. Berdasarkan analisis varians satu arah menunjukkan probabilitas 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat perbedaan perkembangan daya tahan pada anak usia 9 tahun, yang tinggal di dataran rendah (SDN Pujiharjo 01, 02, 03), dataran sedang (SDN Sidorejo 01 dan 03, 02, 04), dan dataran tinggi (SDN Taman Satriyan 01, 02, 03). Setelah melakukan Harvard step test, peneliti melakukan analisis uji Anava satu arah dengan menggunakan program SPSS menunjukkan nilai probabilitas < α (0,05) yaitu 0,0000 < 0,05. Hasil uji lanjut LSD menjelaskan bahwa perbandingan nilai dataran rendah dan dataran sedang diketahui kurang dari α = 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Perbandingan nilai dataran rendah dan dataran tinggi diketahui kurang dari α = 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Perbandingan nilai dataran sedang dan dataran tinggi diketahui kurang dari α = 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan paparan hasil analisis data, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan disetiap dataran terhadap daya tahan. Saran kepada guru pendidikan jasmani di dataran rendah dan dataran sedang supaya banyak memotivasi dan mengadakan kegiatan-kegiatan yang mendukung untuk bisa meningkatkan daya tahan pada anak agar lebih baik lagi. Bagi guru pendidikan jasmani di dataran tinggi supaya bisa mempertahankan kondisi anak didiknya supaya memperoleh prestasi dalam bidang non-akademik dan selalu memiliki kebugaran yang baik jika ditangani secara tepat

    Studi Komparatif Kemampuan Kondisi Fisik Gerak Kelincahan Dan Daya Ledak Otot Tungkai Peserta Ekstrakurikuler Bulutangkis SMA Negeri 1 Dampit Dengan SMA Negeri 1Turen

    No full text
    RINGKASAN   ABSTRACT: This research is aimed to find out whether there are significant differences of physical agility and explosive power in leg muscle between the badminton extracurricular activities’ members of SMA Negeri 1 Dampit and SMA Negeri 1 Turen, the district of Malang. This research uses experimental survey form non draft, while observed from the objective of the research then this research is a causal comparative that is conducted to compare or differentiate one sample to another. The result of data from agility variable of SMA Negeri 1 Dampit and SMA Negeri 1 Turen obtained from t (calculation) is more than t (table) 0.05. Whereas, the result of data analysis of explosive power in leg muscle variable obtained from t (calculation) is greater than t (table). Based on the result from the agility variable and explosive power in leg muscle variable which implemented to extracurricular activities members in SMA Negeri 1 Dampit and SMA Negeri 1 Turen shows a differentiation of agility variable of extracurricular activites members in SMA Negeri 1 Dampit and SMA Negeri 1 Turen. Keywords: Comparative Study Of Motion, Agility, Explosive Muscles Power, Badminton ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan unsur kondisi fisik kelincahan dan daya ledak otot tungkai antara peserta kegiatan ekstrakurikuler bulutangkis SMA Negeri 1 Dampit dan SMA Negeri 1 Turen Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan non eksperimental bentuk survei, sedangkan ditinjau dari tujuan penelitian maka penelitian ini termasuk kausal kompratif yaitu penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan atau membedakan sampel yang satu dengan sampel yang lain. Hasil analisis data pada variabel kelincahan SMA Negeri 1 Dampit dengan SMA Negeri 1 Turen diperoleh hasil  lebih besar dari . Sedangkan hasil analisis data pada variabel daya ledak otot tungkai diperoleh hasil  lebih besar dari . Berdasarkan hasil penelitian pada variabel kelincahan dan variabel daya ledak otot tungkai terdapat perbedaan pada peserta kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Dampit dengan SMA Negeri 1 Turen.       Kata Kunci: Studi Komparatif, Gerak Kelincahan, Daya Ledak Otot Tungkai, Bulutangkis

    Pengaruh Latihan Shooting Free Throw Menggunakan Bola Basket Ukuran 5 & 7 Terhadap Hasil Shooting Free Throw Pada Peserta Putri Ekstrakurikuler Bolabasket SMK Negeri 5 Malang.

    No full text
    RINGKASAN Permata, Galang Putra. 2019. Pengaruh Latihan Shooting Free Throw Menggunakan Bola Basket Ukuran 5 & 7 Terhadap Hasil Shooting Free Throw Pada Peserta Putri Ekstrakurikuler Bolabasket SMK Negeri 5 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes., (II) Usman Wahyudi, S.Pd, M.Pd.   Kata Kunci: bolabasket, shooting free throw, latihan shooting free throw, hasil shooting free throw bolabasket.   Shooting free throw adalah suatu teknik dasar menembak yang sering digunakan setiap pemain untuk meraih poin dalam setiap pertandingan. Berdasarkan observasi awal yaitu tes shooting free throw pada peserta putri ekstrakurikuler bolabasket di SMK Negeri 5 Malang, didapatkan hasil 81,25% peserta putri tidak dapat memasukkan bola ke keranjang dan 18,75% peserta putri dapat memasukkan bola ke keranjang. Hal tersebut disebabkan kurangnya modifikasi latihan shooting free throw untuk meningkatkan keberhasilan dalam melakukan shooting free throw. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan shooting free throw menggunakan bola basket ukuran  5 dan 7 serta perbedaan pengaruh keduanya terhadap hasil shooting free throw peserta putri ekstrakurikuler bolabasket SMK Negeri 5 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan pre-test dan post-test group design. Jumlah sampel dalam penelitian ini 16 siswi dan dibagi dalam dua kelompok dengan teknik ordinal pairing matching dan di hasilkan kelompok latihan menggunakan bola ukuran 5 dan latihan menggunakan bola ukuran 7. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes shooting free throw bolabasket menggunakan bola ukuran 6. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t dan dibantu dengan menggunakan program  SPSS 25. Hasil analisis dari penelitian yang dilakukan, diperoleh nilai sig. (2-tailed) 0,381 > 0,05, tidak signifikan pada kelompok latihan menggunakan bola ukuran 5. Sedangkan pada kelompok latihan menggunakan bola ukuran 7 diperoleh nilai sig. (2-tailed) 0,0 < 0,05, sangat signifikan. Hasil penelitian  ini menunjukkan bahwa ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara latihan shooting free throw menggunakan bola basket ukuran 5  dengan latihan shooting free throw menggunakan bola basket ukuran 7 terhadap hasil shooting free throw pada peserta putri ekstrakurikuler bolabasket dengan nilai sig. (2-tailed) 0,004 < 0,05, berbeda signifikan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa latihan menggunakan bola ukuran 5 tidak berpengaruh terhadap hasil shooting free throw sedangkan latihan menggunakan bola ukuran 7 berpengaruh terhadap hasil shooting free throw dan terdapat perbedaan pengaruh latihan menggunakan bola ukuran 5 dengan latihan menggunakan bola ukuran 7 terhadap hasil shooting free throw pada peserta putri ekstrakurikuler bolabasket SMK Negeri 5 Malang. Saran yang dapat diberikan kepada pelatih ekstrakurikuler bolabasket, sebaiknya latihan shooting free throw pada peserta putri menggunakan bola basket ukuran 7, karena perolehan hasil penelitian yang telah dilakukan ternyata latihan shooting free throw menggunakan bola basket ukuran 7 dapat meningkatkan hasil shooting free throw

    SURVEI TENTANG IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BOLAVOLI DI SMP NEGERI SE-KECAMATAN SOOKO KABUPATEN PONOROGO

    No full text
    RINGKASAN Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembelajaran bolavoli di SMP Negeri Se-Kecamatan Sooko Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian survei. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan pertanyaan berupa angket kepada guru dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi (pengamatan), wawancara, pengisian angket, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru di SMP Negeri se-Kecamatan Kabupaten Ponorogo sudah mengimplementasikan pembelajaran bolavoli dengan baik. Kata Kunci: Implementasi, pembelajaran, bolavol

    PENINGKATAN KETERAMPILAN SPINNING BACKFIST AKIBAT LATIHAN METODE DRILL MENGGUNAKAN SPEED BALL PADA ATLET WUSHU SANDA TRISULA SAKTI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Karimy, Rifky. 2017.Peningkatan Keterampilan Spinning Backfist Akibat Latihan Metode Drill Menggunakan Speed Ball pada Atlet Wushu Sanda Trisula Sakti Kota Malang. Skripsi, JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Dra. Sri Purnami, M.Pd., (II) Drs. H. Sugiyanto,M.Pd.   Kata Kunci: Drill, ketepatan pukulan, spinning backfist.   Spinning backfist atau pukulan berputar adalah salah satu teknik dalam beladiri wushu sanda. Dalam pengamatan peneliti di pertandingan lingkup Porkab Malang hanya sedikit atlet yang menguasai teknik spinning backfist. Bahkan dalam pertandingan-pertandingan wushu sanda tingkat manapun jarang sekali digunakan. Dari masalah di atas yakni sedikitnya atlet yang menggunakan teknik keterampilan spinning backfist dalam pertandingan-pertandingan yang diikuti, peneliti mencoba melakukan penelitian eksperimen terkait masalah tersebut untuk mengulas dan memberikan perlakuan terhadap atlet wushu sanda Trisula Sakti Kota Malang. Drill adalah suatu kegiatan latihan yang dilakukan secara berulang-ulang yang bertujuan untuk mencapai prestasi dengan menyempurnakan keterampilan yang sudah dimiliki. Bentuk latihan metode drill yang dirancang yakni pengulangan melakukan spinning backfist dengan tingkatan-tingkatan tertentu. Rancangan penelitian yang dipakai adalah penelitian eksperimenone-group-pretest-posttest design. Penelitian ini hanya melibatkan satu kelompok subyek. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes keterampilan spinning backfist yang dilakukan selama 20 detik. Subjek dalam penelitian ini adalah atlet wushu sanda Trisula Sakti KotaMalang yang berjumlah 20 orang. Dari hasilanalisis data, diperoleh hasi lpengujian dengan menggunakan uji-t diperoleh t-hitung -41,410 < t-tabel (0,05;19) = 1,72913. Karena t-hitunglebihkecildaripada t-tabeldapatdisimpulkanbahwaadapeningkatan yang signifikanlatihanmetodedrillterhadapketerampilanspinning backfist. Berdasarkanhasilpenelitiandapatdisimpulkanbahwalatihanmetodedrill spinning backfistinidapatdigunakandalamlatihanuntukmeningkatkanspinning backfistpadaatletwushusandaTrisulaSakti Kota Malang.Saran yang dapatdiberikankepadapelatihwushusandaTrisulaSakti Kota Malang, hendaknyamenggunakanlatihanmetodedrillspinning backfistsebagaibentuklatihanuntukmeningkatkanketerampilanspinning backfistpadabeladiriwushusanda

    UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN GERAK DASAR MENOLAK (TOLAK PELURU) DENGAN METODE BERMAIN UNTUK SISWA KELAS V SDN 04 SUMBERPUCUNG KECAMATAN SUMBERPUCUNG KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK: Atletik adalah salah satu cabang olahraga yang mendapat julukan ibu atau induk dari semua cabang olahraga. Atletik terdiri dari beberapa cabang yaitu lari, jalan, lompat, dan lempar (tolak). Salah satu cabang atletik yang akan dibahas disini yaitu tolak peluru. Pembelajaran Atetik cabang tolak peluru dikembangkan melalui kurikulum pendidikan pembelajaran jasmani dan kesehatan yang terdapat dalam standar kompetensi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan aktivitas pembelajaran gerak dasar melempar (tolak peluru) dengan metode bermain untuk siswa kelas V SDN 04 Sumberpucung Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang, yang melibatkan 29 siswa (17 siswa putra dan 12 siswa putri).Rancangan penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Penelitan Tindakan Kelas (PTK) dan analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitafif berbentuk presentase. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan keaktifan dalam pembelajaran gerak dasar menolak (tolak peluru) siswa kelas V SDN 04 Sumberpucung mengalami peningkatan. Hasil yang diperoleh sebelum dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ada 25 siswa (86,20%) yang belum tuntas belajar (yang tuntas hanya 4 orang 13,80%) dan setelah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) siswa yang tuntas belajar meningkat menjadi 19 siswa (65,51%) pada siklus 1 dan 28 siswa (96,55%) pada siklus II, dengan kata lain ketuntasan klasikal siswa mengalami peningkatan dari 13,80% menjadi 96,55%.Berdasarkan hasil akhir penelitian yang diperoleh di setiap siklus nampak adanya peningkatan. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan metode bermain dapat meningkatkan keaktifan dalam pembelajaran gerak dasar (tolak peluru) untuk siswa kelas V SDN 04 Sumberpucung Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang.   Kata Kunci: Peningkatan Aktivitas, Gerak Dasar, Metode Bermai

    SURVEI TINGKAT KESEGARAN JASMANI SISWA KELAS VIII SMP RAUDLATUL MUSTHOFA REJOTANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK   Ngarifin, M. Miftakhul. 2017. Survei Tingkat KesegaranJasmaniSiswaKelas VIII SMP RaudlatulMusthofaRejotanganKabupatenTulungagung. Skripsi, JurusanPendidikanJasmanidanKesehatan, FakultasIlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. H.M.E. Winarno, M.Pd.   Kata Kunci: Pendidikanjasmani, kesegaranjasmani.   Kesegaranjasmaniadalahkemampuantubuhuntukdapatmelakukantugassehari-haridengansemangat, tanpamengalamikelelahan yang berlebihan, dandenganpenuhenergimelakukandanmenikmatikegiatanwaktuluang. . Untukdapatmengetahuitingkatkesegaranjasmanisiswaapakahtelahmemenuhistandar, makaperludiadakantesuntukmengetahuitingkatkesegaranjasmanisiswa, yaitudenganmenggunakanmetodeTesKesegaranJasmani Indonesia (TKJI) Rumusanmasalahdalampenelitianiniadalah “Bagaimanatingkatkesegaranjasmanisiswakelas VIII SMP RaudlatulMusthofaRejotanganTulungagung?” Tujuandaripenelitianiniuntukmengetahuitingkatkesegaranjasmanisiswakelas VIII SMP RaudlatulMusthofaRejotanganTulungagung. Penelitianinimenggunakanrancanganpenelitiandeskriptifkualitatifdenganmenggunakanmetode survey. Pengambilan data dilakukandengantesdanpengukuran. Testerdiridari 5 (lima) butirteskesegaranjasmani. Subjekdalampenelitianiniadalahsiswakelas VIII-A SMP RaudlatulMusthofaRejotanganTulungagung yang berjumlah 29 siswaterdiridari 15 siswaputradan 14 siswaputri. Untukmenjagakeabsahan data dilakukanketekunanpengamat, triangulasi, danpengecekantemansejawat. Kegiatananalisis data dimulaidaritahappersiapandanpelaksanan. Berdasarkananalisis data diperolehhasilbahwatingkatkesegaranjasmanisiswakelas VIII SMP RaudlatulMusthofaberdasarkanhasilteskesegaranjasmanitermasukdalamkategoribaik. Sedangkanberdasarkanjeniskelamintingkatkesegaranjasmanisiswaputradikategorikanbaik, sedangkantingkatkesegaranjasmanisiswaputridikategorikansedang.  Tingkat kesegaranjasmanisiswakelas VIII SMP RaudlatulMusthofaRejotanganTulungagungsecarakeseluruhandapatdikatakanbaik. Hal inidapatdibuktikandarihasil survey melaluiteskesegaranjasmani yang dilakukanterhadap 29 siswakelas VIII SMP RaudlatulMusthofaRejotanganTulungagung yang menunjukkanbahwaterdapat 2  siswaatau (10,34%) termasukkategorisangatbaik, 14 siswa (48,28%) termasukkategoribaik, dan 13 siswa (48,28%) termasukkategorisedang. Kesimpulandaripenelitianiniadalahtingkatkesegaranjasmanisiswakelas VIII SMP RaudlatulMusthofaRejotanganTulungagungtermasukdalamkategoribaik

    Pengaruh Latihan Kelincahan terhadap Peningkatan Keterampilan Menggiring Bola pada Pemain U-18 Sekolah Sepakbola Benteng FC Kabupaten Ngawi

    No full text
    ABSTRAK   Mahardika, Wayadha Rendhi Yogga. 2017. Pengaruh Latihan Kelincahan terhadap Peningkatan Keterampilan Menggiring Bola pada Pemain U-18 Sekolah Sepakbola Benteng FC Kabupaten Ngawi. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd., (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes.   Kata Kunci:   latihan kelincahan, sepakbola, keterampilan menggiring bola               Sepakbola adalah cabang olahraga yang banyak digemari oleh semua orang. Para pemain sepakbola harus memahami dan menguasai teknik dasar sepakbola. Salah satu teknik dasar yang harus dikuasai oleh setiap pemain adalah teknik menggiring bola. Hasil observasi teknik dasar yang dilakukan peneliti pada pemain U-18 Sekolah Sepakbola Benteng FC memperoleh hasil mengoper bola dengan persentase benar 78%, mengontrol bola 79%, menggiring bola 35%, dan menendang bola 70%. Dari data hasil observasi tersebut keterampilan menggiring bola memperoleh hasil yang paling rendah maka pemain U-18 Sekolah Sepakbola Benteng FC membutuhkan model latihan untuk meningkatkan keterampilan menggiring bola.             Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh latihan kelincahan dan latihan gaya komando terhadap peningkatan keterampilan menggiring bola pada pemain Sekolah Sepakbola Benteng FC Kabupaten Ngawi.             Rancangan pada penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen matching pre-test post-test comparison group design dengan jumlah sampel penelitian 20 pemain U-18 Sekolah Sepakbola Benteng FC Kabupaten Ngawi. Sampel dibagi dalam dua kelompok dengan menggunakan cara random sampling. Kelompok eksperimen berjumlah 10 orang dan kelompok komando berjumlah 10 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes menggiring bola sepakbola. Analisis data dari penelitian ini menggunakan teknik analisis varian satu jalur.             Dari hasil analisis data, diperoleh tiga kesimpulan: (1) kelompok latihan kelincahan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan menggiring bola pemain U-18 Sekolah Sepakbola Benteng FC Kabupaten Ngawi dengan hasil (  7,06 > = 4,41), (2) latihan komando tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan menggiring bola pemain U-18 Sekolah Sepakbola Benteng FC Kabupaten Ngawi dengan hasil (  0,68 = 4,41).             Saran yang dapat diberikan oleh peneliti kepada pelatih Sekolah Sepakbola Benteng FC sebaiknya menggunakan latihan kelincahan sebagai bentuk latihan untuk meningkatkan keterampilan menggiring bola, karena hasil penelitian terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan menggiring bola pemain U-18 Sekolah Sepakbola Benteng FC Kabupaten Ngawi

    Peningkatan Keterampilan Tolak Peluru Gaya Menyamping Menggunakan Metode Bermain Untuk Siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Tolak peluru adalah suatu bentuk gerakan menolak atau mendorong suatu alat bundar (peluru) dengan berat tertentu yang terbuat dari logam, yang dilakukan dari bahu dengan satu tangan untuk mencapai jarak sejauh–jauhnya.Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti, bahwa keterampilan teknik dasar tolak peluru gaya menyamping di kelas VII A SMP Negeri 9 Malang kesalahan yang paling banyak dilakukan adalah pada saat melakukan gerakan menolak dengan 25 siswa (78,1%), di mana siswa melakukan gerakan melempar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan tolak peluru gaya menyamping di kelas VII A SMP Negeri 9 Malang menggunakan metode bermain. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Subyek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 9 Malang dengan jumlah 32 siswa, yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Hasil penelitian melalui metode bermain ini menunjukkan bahwa keterampilan teknik dasar tolak peluru gaya menyamping di kelas VII A SMP N 9 Malang mengalami peningkatan setelah diberikan tindakan dari siklus 1 dan siklus 2. Tingkat keberhasilan siswa kelas VII A pada siklus 1 dengan persentase ketuntasan teknik posisi saat memegang peluru observer 1 sebanyak 90,6%, observer 2 sebanyak 87,5%. Posisi sikap badan saat akan menolak observer 1 sebanyak 87,5%, observer 2 sebanyak 81,3%.Posisi saat menolak observer 1 sebanyak 56,2%, observer 2 sebanyak 59,4%.Posisi setelah menolak observer 1 sebanyak 93,7%,observer 2 sebanyak 90,6%. Sedangkan pada siklus 2 dengan persentase ketuntasan teknikposisi saat memegang peluru observer 1 sebanyak 93,7%, observer 2 sebanyak 90,6%.Posisi sikap badan saat akan menolak observer 1 sebanyak 90,6%, observer 2 sebanyak 84,4%.Posisi saat menolakobserver 1 sebanyak 90,6%, observer 2 sebanyak 81,3%. Posisi setelah menolakobserver 1 sebanyak 96,9%, observer 2 sebanyak 93,7%. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini bahwa penerapan metode bermain dapat meningkatkan keterampilan teknik dasartolak peluru gaya menyamping kelas VII SMP Negeri 9 malang khususnya pada teknik saat menolak dengan peningkatan ketuntasan masuk pada kategori baik sekali

    UPAYA MENINGKATKAN AKURASI PUKULAN SERVIS ATAS DENGAN METODE DRILL PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI MAN TLOGO KABUPATEN BLITAR

    No full text
    ABSTRAK Mauliddina, Pungky Anggun. 2017. Upaya Meningkatkan Teknik Pukulan service Atas Dengan Metode Drill Pada Kegiatan Ektrakurikuler Bolavoli MAN Tlogo Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Tomi, M.Pd, (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd   Kata Kunci: Peningkatan, teknik pukulan service atas, bolavoli, drill   Permainan bolavoli merupakan permainan yang mudah di mainkan dan sangat terkenal di indonesia bahkan sampai dengan dunia. Dalam permainan bola voli terdapat beberapa teknik dasar yang harus di kuasai oleh atlet, salah satunya yakni service atas. Dimana service atas bolavoli merupakan teknik dasar yang harus di kuasai oleh tiap-tiap atlet. Pada pelaksanaan latihan ekstrakurikuler bolavoli di MAN Tlogo Kabupaten Blitar dalam pelaksanaan tes teknik dasar bolavoli, dimana dalam pelaksanaan tersebut menunjukkan teknik yang paling kurang yaitu dalam penguasaan teknik dasar service atas masih di bawah rata-rata, oleh karena itu diperlukan suatu alternatif pemecahan dengan melakukan latihan teknik pukulan service atas menggunakan metode drill. Tujuan penelitian tindakan olahraga ini adalah untuk meningkatkan kemampuan teknik pukulan service atas yang terjadi di MAN Tlogo Kabupaten Blitar menggunakan metode drill.Penelitian ini termasuk Jenis penelitian olahraga dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 6 kali pertemuan dengan Setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler bolavoli MAN Tlogo Kabupaten Blitar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, wawancara, observasi, dokumentasi, dan analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui latihan teknik pukulan service atas menggunakan metode drill, mampu meningkatkan teknik pukulan service atas dari siklus ke siklus. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus, tiap-tiap siklusnya dilaksanakan 6 kali pertemuan dengan pelaksanaan pertemuan latihan sebanyak 2 kali dalam 1 minggu, tiap pertemuan ke 2 dalam 1 minggunya diadakan pre-test. Dengan tujuan untuk melihat perkembangan dalam pelaksanaan latihan. Hasil peningkatan teknik pukulan service atas sebagai berikut: (1) pada tes pra tindakan diketahui kategori sikap awal 15% benar, perkenalan bola 14% benar, arah bola 18% benar dan sikap akhir 13% benar, (2) pada tes siklus 1 diketahui kategori sikap awal 33% benar, perkenalan bola 38% benar, arah bola 45% benar, dan sikap akhir 38% benar, (3) pada tes siklus ke 2 diketahui kategori sikap awal 88% benar, perkenalan bola 83% benar, arah bola 88% benar, dan sikap akhir 73% benar. Kesimpulannya melalui metode drill  yang diterapkan oleh peneliti terbukti dapat meningkatkan teknik pukulan service atas bolavoli. Saran bagi pelatih agar merancang program latihan yang tersetruktur sebelum memulai latihan dan menggunakan metode latihan yang tepat seperti metode drill

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇