SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    PENGARUH LATIHAN BOLAVOLI GANDU LEVEL I DAN BOLAVOLI MINI TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN SERVIS ATAS PADA SISWA KELAS V SDN CEMENGKALANG KABUPATEN SIDOARJO

    No full text
    Abstract: The purpose of this experimental study was to compare the effects of exercise on volleyball gandu service and mini volleyball in the five grade students SDN Cemengalang Kabupaten Sidoarjo. This research used experimental method withmethods two group, prettes, posttest, and design with a randomized group selection. Based on these results that gandu volleyball practice level I give better effect compared with a mini volleyball practice, because volleyball gandu level I can improve learning outcomes servicing on to play volleyball as well as to develop gross motor movements in children.   Keywords: Level I Gandu volleyball, volleyball Mini, Above Service.   Abstrak: Tujuan penelitian eksperimen ini adalah membandingkan pengaruh latihan servis atas bolavoli gandu dan bolavoli mini pada siswa kelas lima SDN Cemengkalang Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan metode two group, prettes, posttest, dan design dengan pemilihan kelompok yang diacak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bahwa latihan bolavoli gandu level I memberikan pengaruh lebih baik dibandingan dengan latihan bolavoli mini, karena bolavoli gandu level I dapat meningkatkan hasil belajar servis atas bermain bolavoli serta untuk mengembangkan gerak motorik kasar pada anak. Kata Kunci: Bolavoli Gandu Level I, Bolavoli Mini, Servis Atas

    Upaya Meningkatkan Pukulan Forehand Lob Bulutangkis Menggunakan Variasi Latihan Bagi Atlet Klub Badminton Academy Training (BAT) Kota Malang

    No full text
    Abstrak: Tujuan dari penelitian tindakan olahraga ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan akurasi pukulan forehand lob bagi atlet Klub BAT Kota Malang menggunakan variasi latihan dan media kotak kardus sebagasi sasaran. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan olahraga (PTO) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah atlet berumur 8-12 tahun sebanyak 15 atlet. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), tes, dan analisis data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan variasi latihan, mampu meningkatkan keterampilan dan akurasi pukulan forehand lob dari siklus ke siklus. Hal tersebut dapat dibuktikan pada akhir siklus 1 dari aspek gerakan awal 68,60%, gerakan saat memukul 67,31%, gerakan akhir 66,03%, dan arah shuttlecock 63,38%. Pada akhir siklus 2 dari aspek gerakan awal 87,81%, gerakan saat memukul 87,17%, gerakan akhir 83,97%, dan arah shuttlecock 78,20%. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukan bahwa setelah dilakukan latihan dengan variasi latihan keterampilan pukulan dan akurasi forehand lob atlet Klub BAT Kota Malang mengalami peningkatan dengan hasil yang sangat baik.

    Perbedaan Daya Tahan Aerobik (Vo2 Max) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Peserta Ekstrakurikuler Futsal Yang Perokok dan Bukan Perokok Di SMA Negeri 1 Maospati Kabupaten Magetan

    No full text
    Abstract:The purpose of this research is to determine differences in aerobic endurance (VO2 Max) and body mass index (BMI) futsal extracurricular participants were smokers and nonsmokers in SMA Negeri 1 Maospati. This research is a survey research with approach cross-sectional to the subject under study amounted to 32 participants. Based on the research that has been done, get aerobic endurance difference (VO2Max)  and body mass index (BMI) for extracurricular participants were smokers and nonsmokers. Keywords:VO2Max,Body Mass Index (BMI), Smokers, Nonsmokers   Abstrak: Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui perbedaan daya tahan aerobik (VO2 Max) dan indeks massa tubuh (IMT) peserta ekstrakurikuler futsal yang perokok dan bukan perokok di SMA Negeri 1 Maospati. Penelitian ini termasuk jenis penelitian survei dengan pendekatan cross-sectional dengan subjek yang diteliti berjumlah 32 peserta. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan perbedaan daya tahan aerobik (VO2Max)  dan indeks massa tubuh (IMT) peserta ekstrakurikuler yang perokok dan bukan perokok. Kata Kunci: VO2Max, indeks masa tubuh (IMT), perokok, bukan peroko

    Perbedaan Daya Tahan Aerobik (Vo2 Max) Dan Indeks Massa Tubuh (Imt) Peserta Ekstrakurikuler Futsal Yang Perokok Dan Bukan Perokok Di Sma Negeri 1 Maospati Kabupaten Magetan

    No full text
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan daya tahan aerobik (VO2 Max) dan indeks massa tubuh (IMT) peserta ekstrakurikuler futsal yang perokok dan bukan perokok di SMA Negeri 1 Maospati. Penelitian ini termasuk jenis penelitian survei dengan pendekatan cross-sectional dengan subjek yang diteliti berjumlah 32 peserta. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan perbedaan daya tahan aerobik (VO2 Max)  dan indeks massa tubuh (IMT) peserta ekstrakurikuler yang perokok dan bukan perokok.   Kata Kunci: VO2 Max, indeks masa tubuh (IMT), perokok, bukan peroko

    PENGEMBANGAN PERMAINAN GERAK DASAR LOKOMOTOR DAN MANIPULATIF PADA SISWA KELAS III SDN BARENG 3 KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Nisa’, Aimanun. 2018. Pengembangan Permainan Gerak Dasar Lokomotor dan Manipulatif Pada Siswa Kelas III SDN Bareng 3 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd, M.Pd (2) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd   Kata kunci: Permainan, Gerak Lokomotor, Gerak Manipulatif Dalam mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang didalamnya terdapat materi tentang permainan, berperan untuk memberikan fasilitas bagi siswa untuk melakukan permainan-permainan yang dapat melatih keterampilan gerak dasar lokomotor dan manipulatif  menjadi lebih baik. Ada banyak hal yang bisa dilakukan pendidik untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam pembelajaran, baik dari strategi, metode, bahkan dalam hal media yang digunakan. Berdasarkan penyebaran angket terhadap 30 responden kelas 3 SDN Bareng 3 Kota Malang, survei membuktikan bahwa siswa membutuhkan pengembangan permainan yang baru untuk belajar, agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan permainan gerak dasar lokomotor dan manipulatif untuk siswa kelas III SDN Bareng 3 Kota Malang yang diharapkan dapat digunakan dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan model penelitian dan pengembangan dari Borg dan Gall yang kemudian dimodifikasi oleh peneliti sesuai dengan Ardhana hanya menggunakan 7 langkah untuk pengembangan permainan gerak dasar lokomotor dan manipulatif yaitu: 1) Analiis kebutuhan, 2) Pembuatan produk awal, 3) Uji coba kelompok kecil, 4) Revisi produk awal, 5) Uji coba kelompok besar, 6) Revisi produk akhir, 7) Hasil produk akhir. Berdasarkan hasil analisis data uji coba kelompok kecil diperoleh persentase rata-rata 96,04% yang berarti bahwa permainan layak untuk  diuji cobakan ke dalam kelompok besar dan kelompok besar diperoleh persentase rata-rata 95,97% layak digunakan dalam pembelajaran, sehingga dapat disimpulkan bahwa permainan gerak dasar lokomotor dan manipulatif untuk siswa kelas III SDN Bareng 3 Kota Malang sangat jelas dan mudah untuk dipraktikkan saat proses pembelajaran. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat membantu peserta didik saat proses pembelajaran dan dapat membantu pendidik  agar memiliki suatu bahan belajar baru yaitu macam-macam permainan gerak dasar lokomotor dan manipulatif yang akan membantu tercapainya salah satu tujuan pembelajaran

    PENGEMBANGAN VARIASI LATIHAN KUMITE KARATE BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA ATLET DOJO INKADO

    No full text
    PENGEMBANGAN VARIASI LATIHAN KUMITE KARATE BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA ATLET DOJO INKADO     Miftahul Husna Ibnu Febrian Wasis Djoko Dwiyogo Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang E-mail: [email protected]   Summary:Abstract: The purpose of this research is to develop a product of karate kumite variety training and qualitative and quantitative motion analysis in 4 Dojo INKADO Malang. The method used by research and development development model using up to 9 steps. Data analysis technique used descriptive with percentage. Based on the data analysis obtained 4 research results as follows. First, a percentage of 95% of media expert's validation is obtained. Second, a percentage of 98.75% of karate expert coaches is obtained. Third, a percentage of 92.08% of expert material validation is obtained. Fourth, 96.63% of the validation of field test was obtained. Results can be used without repair.   Keywords: karate kumite training variation, interactive multimedia based, autoplay software.   Ringkasan: Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sebuah produk pembelajaran variasi latihan kumite karate dan analisis gerak kualitatif dan kuantitatif di 4 Dojo INKADO Kota Malang. Metode yang digunakan model pengembangan research and development menggunakan sampai 9 langkah. Teknik analisis data menggunakan deskriptif dengan persentase. Berdasarkan analisis data diperoleh 4 hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, diperoleh persentase sebanyak 95% dari validasi ahli media. Kedua, diperoleh persentase sebanyak 98,75% dari validasi ahli kepelatihan karate. Ketiga, diperoleh persentase sebanyak 92,08% dari validasi ahli materi. Keempat diperoleh persentase sebanyak 96,63% dari validasi uji lapangan. Hasil dapat digunakan tanpa perbaikan.   Kata kunci: variasi latihan kumite karate, berbasis multimedia interaktif, softwareautoplay.   Karate merupakan salah satu cabang olahraga yang populer di Indonesia dan dunia. Karate berasal dari negeri Jepang dan telah dikembangkan secara signifikan oleh FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) sejak lama. Olahraga ini dianggap berkembang dengan pesat di dunia internasional dan sering dilombakan dalam berbagai event dari usia dini (8 dan 9 tahun) sampai dengan usia under (18-21 tahun). Karateka yang dibimbing dan dilatih oleh  beberapa tingkatan seperti halnya Senpai (Senior DAN I-III), Sensei (Guru DAN IV-V),Sihan (Ahli Utama DAN VI-VIII), dan Kanco (Guru Besar DAN IX-X) yang berpengalaman akan memberikan implikasi yang luar biasa terhadap prestasinya, bilamana latihan tersebut dibina sejak awal memberi dampak positif terhadap kualitas keunggulan bertanding dari karateka. Tujuan diadakan olahraga karate adalah menjadikan ajang menjaring bibit-bibit atlet potensial dari berbagai daerah baik kabupaten maupun untuk kota dan menjadi kesempatan berharga bagi atlet-atlet junior dan senior untuk unjuk kemampuan karena ada kemungkinan mereka yang kualitasnya bagus bisa terjaring masuk pemusatan latihan daerah (Puslatda) proyeksi PON (Pekan Olahraga Nasional) mendatang. Kejuaraan karate dapat menciptakan rasa kekeluargaan, persahabatan dan menjunjung tinggi sportivitas olahraga serta sumpah karate. Kejuaraan karate ini juga bertujuan meningkatkan frekuensi berkompetisi/bertanding bagi para atlet-atlet berbakat dari pengcab FORKI kabupaten/kota dan Pengprov (Pengurus Provinsi) perguruan karate yang ada di Indonesia. Menurut peneliti cabang olahraga karate memiliki 6 fungsi dan manfaat pertama dapat membuat fisik menjadi sehat kedua menjaga diri dari kejahatan di lingkungan. Ketiga meningkatkan mental. Keempat, membangun dan memperkuat rasa percaya diri. Kelima meningkatkan prestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Keenam menguasai teknik-teknik bela diri. Dari tujuan dan fungsi yang sudah dijelaskan di atas adapun kegunaan dari karate. Berdasarkan pemaparan tujuan dan fungsi tersebut, kegunaan karate untuk memelihara kepribadian, patuh pada kejujuran, mempertinggi prestasi, menjaga sopan santun, dan menguasai diri. Salah satu pemanfaatan teknologi di era millennials kegunaan karate adalah untuk dapat mengembangkan penggunaan multimedia.Setiap pembelajaran memerlukan media untuk penyampaian informasi, yaitu media yang valid, efektif, praktis, dan berdaya tarik tinggi agar dapat diterima oleh peserta dalam rangka tercapainya tujuan pembelajaran. Menurut Kurniawan, (2014:26) “penggunaan Iptek dalam peningkatan prestasi olahraga mulai saat ini harus dilakukan. Untuk itu, pola pikir kita harus dirubah agar maju dengan menggunakan bantuan teknologi, sehingga prestasi olahraga Indonesia dapat lebih meningkat”. Menurut Dwiyogo (2008:1) media adalah segala bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi. Sebagai contoh teknologi tertua adalah teknologi cetak. Seiring dengan perkembangan zaman dan era globalisasi yang ditandai dengan pesatnya produk dan pemanfaatan teknologi informasi, maka konsepsi penyelenggaraan pembelajaran telah bergeser pada upaya perwujudan pembelajaran yang modern (Darmawan, 2012:39). Oleh karena itu, sudah selayaknya lembaga-lembaga pendidikan yang ada segera memperkenalkan dan memulai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sebagai basis pembelajaran yang lebih mutakhir. Dalam era modern saat ini, pelatih bukanlah satu-satunya penunjang yang dapat meningkatkan prestasi atlet. Salah satu bentuk lain untuk meningkatkan prestasi atlet adalah media pembelajaran seperti halnya multimedia. Salah satu bentuk atau saluran yang dapat digunakan untuk menyajikan informasi adalah multimedia interaktif. Menurut Munir (2015:110), multimedia interaktif adalah suatu tampilan multimedia yang dirancang oleh desainer agar tampilanya memenuhi fungsi menginformasikan pesan dan memiliki interaktivitas kepada penggunanya (user). Dengan demikian multimedia berperan sangat penting bagi atlet untuk menunjang prestasi yang tinggi. Menurut Simbolon, (2014:51) variasi latihan adalah tindakan atau hasil perubahan dari keadaan semula, selingan, segalanya berlangsung berulang-ulang. Latihan-latihan yang digunakan secara terus menerus, yang dilakukan secara benar, pada kurun waktu tertentu, intensif dan sungguh-sungguh seringkali menimbulkan kebosanan berlatih atau boredom. Perasaan ini akan terjadi pada karateka di level manapun. Perasaan ini akan menyebabkan latihan menurun, motivasi berlatih juga menurun, bahkan harus diwaspadai kondisi ini akan menyebabkan atlet kehilangan kemampuan. Jika dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan prestasi karate akan menurun. Dalam karate dikembangkan teknik pukulan dan tendangan hingga ke tingkat mahir yaitu tingkat dimana sorang atlet dapat bergerak melakukan pukulan dan tendangan dengan cepat dan tepat agar tidak mengalami kebosanan dalam karate variasi latihan bersifat sangat penting dalam menunjang prestasi atlet yang didukung dengan alat bantu multimedia interaktif. Selanjutnya pendapat peneliti sejalan dengan Simbolon (2014:113) yang menjelaskan bahwa saat melakukan serangan terhadap lawan, sering terjadi tidak mendapatkan poin karena tidak terarah, tidak terjangkau, tidak ada power, ditangkis oleh lawan, dan lain-lain. Maka untuk mengantisipasinya kita harus percaya dan yakin duhulu bahwa serangan kita buat, baru kita menyerang dengan penuh power dan bentuk yang baik. Mengingat dalam setiap perkembangannya, latihan karate juga ikut mengalami perkembangan terutama dalam variasi latihannya guna menunjang peningkatan prestasi atlet. Menurut (Winarno, 2013:115), pengumpulan data merupakan proses mengidentifikasi dan mengoreksi informasi yang dilakukan oleh peneliti, sesuai dengan tujuan penelitian. Menurut Sunarno & Sihombing, (2011:72), instrumen melalui tes, peneliti tidak perlu lagi menyusun, merancang, atau mengkonstruksi instrumennya karena telah tersedia alat ukur atau pertanyaan-pertanyaan yang setandar/baku, di mana validitas dan reliabilitasnya telah teruji dengan baik. Instrumen yang banyak dikenal dan oleh para peneliti antara lain angket/questionnaire, observasi/pengamatan, wawancara/interview, dan sosiometri Selain kebutuhan di atas, peneliti juga menemukan beberapa masalah berdasarkan hasil wawancara kepada salah satu pelatih di Dojo INKADO kota Malang pada tanggal 27 Agustus 2017. Ditemukan bahwa di Dojo INKADO belum adanya media pembelajaran dan pelatih INKADO kota Malang mengalami kesulitan dalam memberikan variasi latihan. Atlet juga kurang bersemangat dalam melaksanakan latihan kumite karate dan atlet mengalami kebosanan. Selanjutnya, pelatih dan atlet membutuhkan media pembelajaran sebagai sarana belajar karateka INKADO kota Malang. Oleh karena itu, seiring berkembangnya zaman untuk meningkatkan kebutuhan atlet, peneliti menemukan trobosan baru untuk mengembangkan suatu alternatif melalui multimedia interaktif yang di dalamnya terdapat variasi-variasi latihan sebagai menu utama dan menu-menu pendukung lainnya. Permasalahan ini juga diperkuat dengan hasil analisis kebutuhan. Peneliti melakukan observasi dengan menyediakan angket analisis kebutuhan pada 40 atlet INKADO kota Malang pada tanggal 17 September 2017 dan diperoleh sebagai berikut: menyediakan angket sebanyak 40 orang, survei ditemukan sebanyak 64% mengatakan atlet INKADO menekuni olahraga karate lebih dari 2 tahun, ditemukan sebanyak 72% menyatakan latihan yang diberikan hanya 2 kali dalam 1 minggu, ditemukan 75% mengatakan pembelajaran yang dilaksanakan tidak efektif, sebanyak 75% menyatakan variasi latihan kumite karate tidak pernah diberikan setiap sesi latihan, sebanyak 81% mengatakan variasi latihan kumite karate berbasis multimedia interaktif sangat sesuai dengan yang diharapkan, sebanyak 91% menyatakan sangat membutuhkan media pembelajaran  setiap sesi latihan, sebanyak 97% mengatakan sangat membutuhkan sebuah media pembelajaran sebagai sarana belajar karate dalam melaksanakan latihan, dan sebanyak 93% menyatakan media pembelajaran dikemas dalam bentuk multimedia interaktif. Hasil keseluruhan persentase di atas ditemukan sebanyak 81,56% mengatakan bahwa atlet karate sangat membutuhkan variasi latihan kumite karate yang berbasis multimedia interaktif pada sesi latihan. Berdasarkan angket/questionnaireanalisis kebutuhan di atas dapat disimpulkan bahwa pada atlet Dojo INKADO kota Malang memerlukan variasi-variasi latihan kumite karate berbasis multimedia interaktif sebagai panduan pembelajaran dalam melaksanakan latihan. Hasil pernyataan observasi dan wawancara di atas akan dapat memperkuat peneliti untuk mengambil kesimpulan bahwa perlu dikembangkan variasi latihan kumite karate yang nantinya diharapkan dapat menjadi solusi untuk menunjang prestasi atlet. Adapun variasi latihan kumite karate memiliki keunggulan dari segi variasi gerakan mudah dilakukan, alat untuk mendukung variasi latihan tidak memerlukan biaya banyak, dari variasi latihan ini pelatih juga bisa mengembangkan pola sendiri seperti kombinasi gerakan kumite karate yang nantinya diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas keterampilan kumite INKADO yang berada di kota Malang. Berdasarkan permasalahan yang muncul maka peneliti mengembangkan variasi latihan kumite karate berbasis multimedia interaktif. Penelitian pengembangan terdahulu dari Setiawan (2014) dengan judul “Pengembangan Materi Latihan Karate Melalui Multimedia Interaktif Di Karate-Do Mushikawa Malang” Pengembangan sebelumnya memiliki kekurangan, pada penelitian sebelumnya membahas penelitian mengenai materi karate yang berupa (1) sikap dan gerak dasar, (2) krip, dan(3) jurus dan kata dasar sebanyak 6 item yang diberikan mulai dari tingkatan sabuk putih hingga ke sabuk biru. Produk yang dikembangkan peneliti sebelumnya belum terdapat variasi latihan kumite karate. Keunggulan produk peneliti mengembangkan mulai dari sabuk putih hingga sabuk coklat variasi latihan kumite karate yang berjumlah 10 variasi ditambah dengan menu pendukung yang berupa (1) sejarah karate, (2) sarana dan prasarana karate, (3) FORKI, dan (4) perwasitan karate. Selanjutya untuk mengatasi permasalahan di atas dan memenuhi kebutuhan di INKADO kota Malang akan multimedia interaktif maka peneliti mengambil judul “Pengembangan Variasi Latihan Kumite Karate Berbasis Multimedia Interaktif Pada Atlet Dojo Inkado”.   Tujuan Penelitian dan Pengembanganadalah untuk menghasilkan produk variasi latihan kumite karate yang berbasis multimedia interaktif dengan menggunakan software autoplay media studio.Selain itu, sebagai media pembelajaran variasi latihan oleh atlet INKADO.   METODE Penelitian dan pengembangan ini menghasilkan produk media pembelajaran di INKADO kota Malang berbasis multimedia interaktif yang dikemas dalam bentuk CDpembelajaran dan dapat dioperasikan di laptop atau komputer. Pengembangan media pembelajaran ini dikembangkan dengan model pengembangan yang mengacu pada rancangan penelitian dan pengembangan modifikasi dari model untuk mengembangkan proyek pembelajaran multimedia Frey & Sutton (2010), model pengembangan ini menggunakan 10 tahap. langkah 1, tentukan tujuan instruksional, sasaran, dan penonton. Langkah 2, tinjau dan selidiki pilihan yang ada. Langkah 3, tentukan format, anggaran, dan garis waktu. Langkah 4, tentukan strategi konten, aktivitas, dan penilaian. Langkah 5, kembangkan strategi evaluasi, kriteria, dan instrumen untuk mengetahui efektivitas proyek. Langkah 6, kembangkan flowchart, sitemap, dan / atau storyboard. Langkah 7: kembangkan prototipe. Langkah 8, lakukan evaluasi formatif. Langkah 9, selesaikan desainnya. Langkah 10, lakukan evaluasi sumatif produk dan proses. Dengan perubahan seperlunya yakni dalam penelitian dan pengembangan ini tidak melewati langkah 10 dikarenakan keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya dari peneliti. Materi yang dibahas pada produk pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif ini sebagai media pembelajaran ini terdiri dari beberapa menu yang bisa dioperasikan dan membantu atlet dalam belajar. Pengembangan media pembelajaran ini divalidasikan kepada ahli media, ahli kepelatihan karate, ahli materi, dan uji lapangan di empat tempat. Hasil validasi dari semua ahli menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran kumite karate berbasis multimedia interaktif ini valid/layak untuk digunakan di dojo INKADO kota Malang. Prosedur pengembangan yang telah dipaparkan diatas, peneliti menggunakan semua model penelitian Frey dan Sutton, yang mengacu pada model untuk mengembangkan proyek pembelajaran multimedia. Peneliti menggunakan sampai langkah ke 9. Dari sepuluh macam langkah penelitian dan pengembangan yang dikemukakan oleh Frey & Sutton, peneliti sebagai pengembang tidak harus melakukan secara keseluruhan. Namun peneliti sebagai pengembang dapat memodifikasinya dengan memilih langkah-langkah yang tepat dengan menyesuaikan kondisi yang dihadapi dalam proses pengembangan yang dilakukan. Langkah-langkah yang diambil pada penelitian pengembangan ini terdiri dari 9 langkah:Langkah 1: Riset awal berupa pengumpulan informasi dalam melakukan penelitian awal dengan cara melakukan observasi (observation), selanjutnya wawancara (interview) ke pelatih, dan angket (questionnaire) ke atlet INKADO,Langkah 2: Tinjau dan selidiki pilihan yang ada, Pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian di karateka INKADO, namun hanya mengambil penelitian karateka INKADO yang ada di Kota Malang dengan subject 4 tempat,Langkah 3: Tentukan rancangan produk, Format produk media pembelajaran yang digunakan menggunakan software autoplay media studio 8,Langkah 4: Validasi para ahli, Desain : deskriptif , Subyek : dua orang ahli karate dan satu orang  media pembelajaran, Instrumen : skala penilaian dan lembar komentar serta saran, Analisis data : kuantitatif dan kualitatif,Langkah 5: Kembangkan strategi validasi, kriteria, dan instrumen untuk mengetahui efektivitas proyek, Mengembangkan konten dan efektifitas produk berdasarkan para ahli,Langkah 6: Kembangkan flowchart, sitemap, dan / atau storyboard, Mengembangkan sketsa gambar yang disusun secara berurutan sesuai dengan ide, karena dengan storyboard berfungsi sebagai konsep dan ungkapan dalam menyampaikan ide atau gagasan, Langkah 7: Kembangkan prototype, Bentuk dasar dari sebuah produk, rencana pembuatan, seperti model fond, model icon, pemilihan warna, dan tata letak desain, Langkah 8: Uji lapangan, Uji lapangan dengan menguji cobakan produk di setiap tempat yang berjumlah 4 dojo,Langkah 9: Revisi ke produk jadi, Revisi produk sesuai dengan uji coba lapangan ke produk jadi software media studio 8. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kuantitatif (berupa kalimat) dan teknik analisis kualitatif (berupa persentase). Analisis kualitatif digunakan dalam pengelolaan data yang berupa kalimat yang berisi saran dan tinjauan ahli media, ahli kepelatihan karate INKADO, dan ahli materi INKADO. Untuk mempermudah kesimpulan terhadap hasil analisis persentase tingkat keefetifan, serta dapat digunakan produk pengembangan ini, maka ditetapkan kriteria penggolongan menurut Akbar (2015:82) ): (1) sangat valid, sangat efektif, sangat tuntas, dapat digunakan tanpa perbaikan dengan persentase (81% - 100%), (2) cukup valid, cukup efektif, cukup tuntas, dapat digunakan namun perlu perbaikan kecil dengan persentase (61% - 80%), (3) kurang valid, kurang efektif, kurang tuntas, perlu perbaikan besar, disarankan tidak dipergunakan dengan persentase (41% - 60%), (4) tidak valid, tidak efektif, tidak tuntas, tidak dapat digunakan dengan persentase (21% - 40%), (5) sangat tidak valid, sangat tidak efektif, sangat tidak tuntas, tidak bisa digunakan dengan persentase (0% - 20%).       HASIL             Pada hasil pengembangan ini akan disajikan data yang diperoleh dari (1) Validasi Ahli Media, (2) Validasi Ahli Kepelatihan INKADO, (3) Validasi Ahli Materi INKADO, dan 4 Uji Lapangan. Peneliti menggunakan metode pengumpulan data berisi instrument dalam bentukQuestionnaire atau angket. Hasil tersebut dijabarkan sebagai berikut: Hasil Validasi Ahli Media Berdasarkan data hasil validasi ahli media diketahui persentase hasil sebanyak 95% sehingga dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan pengembangan variasi latihan kumite karate berbasis multimedia interaktif pada atlet dojo INKADO yang dikemas dalam software autoplay media studio 8 dapat digunakan untuk di lanjutkan pada uji lapangan. Hasil Validasi Ahli Kepelatihan Karate INKADO Berdasarkan data hasil validasi ahli kepelatihan karate INKADO diketahui persentase hasil sebanyak 98,75% sehingga dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan pengembangan variasi latihan kumite karate berbasis multimedia interaktif pada atlet dojo INKADO yang dikemas dalam software autoplay media studio 8 dapat digunakan untuk di lanjutkan pada uji lapangan. Hasil Validasi Ahli Materi INKADO Berdasarkan data hasil validasi ahli materi INKADO diketahui persentase hasil sebanyak 92,08% sehingga dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan pengembangan variasi latihan kumite karate berbasis multimedia interaktif pada atlet dojo INKADO yang dikemas dalam software autoplay media studio 8 dapat digunakan untuk di lanjutkan pada uji lapangan. Hasil Uji Lapangan Setelah diperoleh hasil validasi para ahli, maka dilanjutkan dengan melakukan uji lapangan tentang produk pengembangan variasi latihan kumite karate berbasis multimedia interaktif pada atlet Dojo INKADO Kota Malang, dengan pengisian Questionnaire yang dibagikan kepada 4 tempat di kota malang. Hasil uji lapangan tersebut disaji dalam tabel sebagai berikut. Tabel Data Hasil Validasi Uji Lapangan No Nama Tempat Skor Hasil Skor Maksimal Presentase Tingkat Efektifitas/Validitas 1 Universitas Muhammadiyah Malang 3.525 4.000 88,12% Sangat Valid 2 Smk Putra Indonesia Malang 1.610 1.920 83,85% Sangat Valid 3 Hall Yayasan Putra Indonesia Malang 1.858 2.080 89,32% Sangat Valid 4 Mergosono 3.680 4.320 85,18% Sangat Valid Jumlah Skor MAX 10.673 12.320 86,63% Sangat Valid   PEMBAHASAN Produk ini merupakan pengembangan dari produk sebelumnya yang telah diteliti oleh penelitian pengembangan terdahulu dari Setiawan (2014) dengan judul “Pengembangan Materi Latihan Karate Melalui Multimedia Interaktif Di Karate-Do Mushikawa Malang”.             Berdasarkan pengumpulan data dari kegiatan penelitian dan pengembangan ini akan disajikan data tentang analisis kebutuhan, validasi para ahli, dan uji lapangan. Peneliti menggunakan metode pengumpulan data berisi instrument dalam bentuk angket. Data validasi ahli media dapat diperoleh dari hasil pengisian angket kepada ahli media. Validasi ahli media dilakukan oleh Dosen TEP UM yang bernama Eka Pramono Adi, S.I.P., M.Si. Instrumen untuk melakukan validasi ahli media ini terdiri dari 20 pertanyaan yang terdiri dari 4 aspek yaitu, 1) aspek Ketepatan 96,15%, 2)aspek Kegunaan 100%, 3)aspek Kemenarikan 83,33% dan 4) aspek Kelayakan 100%. Adapun saran yaitu, 1) secara umum cukup bagus, 2)penyempurnaan pada aspek audio,3) serta packaging (tata file, dalam struktur isi CD/DVD). Berikut adalah diagram analisi ahli media. Data validasi ahli kepelatihan INKADO dapat diperoleh dari hasil pengisian angket kepada ahli kepelatihan INKADO. Validasi ahli kepelatihan INKADO yang dilakukan oleh Ketua Sabuk Hitam INKADO jawa timur di Kota Blitar yang bernama Mudjito. S.Sos. Instrumen untuk melakukan validasi ahli kepelatihan INKADO ini terdiri dari 40 pertanyaan yang terdiri dari 4 aspek yaitu, 1) aspek ketepatan 97,5%, 2)aspek kemutakhiran materi 97,5%, 3) aspek teknik penyajian materi 100% dan 4) aspek kelengkapan penyajian 100%. Adapun saran masalah secara umum variasi-variasi latihannya bagus dan sesuai dengan yang diharapkan. Berikut adalah diagram analisi ahli kepelatihan INKADO. Data validasi ahli materi dapat diperoleh dari hasil pengisian angket kepada ahli materi. Validasi ahli materi yang dilakukan oleh pelatih INKADO

    PENGEMBANGAN VARIASI LATIHAN RENANG GAYA BEBAS DALAM BENTUK MEDIA VIDEO UNTUK ATLET PEMULA DI KLUB ARTSEIDON SWIMMING KOTA MALANG

    No full text
    Abstrak: Peserta renang Artseidon Swimming Kota Malang membutuhkan suatu media yang baru untuk berlatih, agar selama proses latihan renang menjadi lebih efektif dan efisien, peneliti ingin mengembangan variasi latihan renang gaya bebas dalam bentuk media video untuk atlet pemula di klub Artseidon Swimming Kota Malang. Teknik analisis data menggunakan deskriptif dengan persentase. Hasil validasi ahli pembelajaran 88,98%, ahli kepelatihan renang 95%, ahli media 86%. Dari uji coba kelompok kecil 87,8%, dapat digunakan dengan perbaikan seperlunya, serta uji coba kelompok besar 90%, dapat digunakan tanpa perbaikan

    Upaya Meningkatkan Pukulan Forehand Lob Bulutangkis Menggunakan Variasi Latihan Bagi Atlet Klub Badminton Academy Training (BAT) Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Olahraga permainan bulutangkis terdapat beberapa teknik dasar pukulan yakni: service, smash, lob, dropshot, drive dan netting, dari semua teknik dasar tersebut seorang atlet harus dapat menguasi teknik dasar bulutangkis dengan baik. Namun pada pelaksanaan latihan di Klub BAT Kota Malang atlet yang berlatih mengalami kendala pada teknik dasar pukulanlobdan hal ini dapat dibuktikan dengan persentase 54,26% kesalahan tertinggi diantara teknik pukulan yang lain kemudian atlet mengalami kesulitan dalam melakukan pukulan forehand lob dengan kencang dan keras, susah mengarahkan pukulan lob, dan minimnya variasi latihan pukulan lob yang diberikan oleh pelatih.Berdasarkan masalah tersebut, solusi untuk meningkatkan keterampilan pukulan forehand lobadalah dengan menggunakan variasi latihan. Tujuan dari penelitian tindakan olahraga ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan akurasi pukulan forehand lob bagi atlet Klub BAT Kota Malang menggunakan variasi latihan dan media kotak kardus sebagai sasaranPenelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan olahraga (PTO) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilakukan melalui dua siklus dengan 4 pertemuan setiap siklus dan terdiri 4 tahap, yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah atlet berumur 8-12 tahun sebanyak 15 atlet. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), tes, dan analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan variasi latihan, mampu meningkatkan keterampilan dan akurasi pukulan forehand lob dari siklus ke siklus. Hal tersebut dapat dibuktikan setelah diberikan perlakuan diperoleh hasil persentase sebagai berikut: pada akhir siklus 1 dari aspek gerakan awal 68,60%, gerakan saat memukul 67,31%, gerakan akhir 66,03%, danarah shuttlecock 63,38%. Pada akhir siklus 2 dari aspek gerakan awal 87,81%, gerakan saat memukul 87,17%, gerakan akhir 83,97%, dan arah shuttlecock 78,20%. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan latihan dengan variasi latihan keterampilan pukulan dan akurasi forehand lob atlet Klub BAT Kota Malang mengalami peningkatan dengan hasil yang sangat baik. Selain itu dengan menerapkan variasi latihan memberikan suasana yang berbeda ketika berlatih sekaligus menghilangkan rasa jenuh dan memotivasi atlet untuk lebih bersemangat ketika berlatih. Saran yang diberikan yakni penelitian ini dapat dijadikan acuan kepada pelatih untuk memberikan program latihan yang beragam dan bervariasi. Selain itu bagi pelatih agar mengontrol atlet dengan intensif agar ketika proses berlatih atlet dapat melakukan latihan dengan baik

    SURVEI TENTANG KEMAMPUAN MOTORIK SISWA-SISWI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA FULL DAY SCHOOL DAN REGULER DI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   The purpose of this study was to determine the motor skills of full day school and regular junior high school students in the city of Malang. This research is a descriptive research with survey method and uses Barrow Motor Ability Test which includes: 1) Standing Board Jump, 2) Soft Ball Throw, 3) Zig-Zag Run, 4) Wall Pass, 5) Medicine Ball Put, and 6) Run 60 Yard Dush. Pupulation of this research is all junior high school students in the city of Malang with 4 schools, 3 full day school and 1 regular school. Data analysis techniques use descriptive percentages. Based on the results of the Barrow Motor Ability Test, it is known that the test has a mean of 445, so it can be concluded that the motor skills of full day school students are in the less category, while the motor skills of regular junior high schools in Malang are in the medium category.   Key words: Motor Ability, full day school, and regular school Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan motorik siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama full day school dan reguler di kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei dan menggunakan Barrow Motor Ability Test yang meliputi: 1) Standing Board Jump, 2) Soft Ball Throw, 3) Zig-zag Run, 4) Wall Pass, 5) Medicine Ball Put, dan 6) Lari 60 Yard Dush. Pupulasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP di kota Malang dengan jumlah 4 sekolah, 3 sekolah full day school dan 1 reguler. Teknik analisi data menggunakan deskriptif persentase. Berdasarkan hasil Barrow Motor Ability Test diketahui bahwa tes tersebut memiliki mean 445, sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik siswa SMP full day school tergolong dalam kategori kurang, sedangkan kemampuan motorik SMP reguler di kota Malang tergolong dalam kategori sedang.   Kata kunci : kemampuan motorik, sekolah full day school, dan regule

    pengembangan model latihan antisipasi jatuhan dengan tangkapan pada peserta kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di sman 2 blitar

    No full text
    ABSTRAK   Fauzi, Muchamad. 2018. Pengembangan Model Latihan Antisipasi Jatuhan dengan Tangkapan Pada Peserta Kegiatan Ekstrakurikuler Pencak Silat di SMA Negeri 2 Blitar . Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Eko Hariyanto, M.Pd dan Febrita Paulina, M.Pd   Kata Kunci: model latihan, pencak silat, Antisipasi Jatuhan dengan Tangkapan, ekstrakurikuler. Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan peneliti kepada peserta ekstrakurikuler dan pelatih pencak silat SMA Negeri 2 Blitar, melalui penyebaran angket analisis kebutuhan (need assessment) didapatkan hasil sebagai berikut: peserta ekstrakurikuler pencak silat SMA Negeri 2 Blitar menyatakan teknik antisipasi jatuhan belum banyak dipahami dan dikuasai, oleh karena itu, peserta ekstrakurikuler dan pelatih pencak silat SMA Negeri 2 Blitar setuju dikembangkan model latihan untuk menguasai teknik antisipasi jatuhan dengan tangkapan, SMA Negeri 2 Blitar juga membutuhkan panduan dalam melaksanakan model latihan antisipasi jatuhan dengan tangkapan bagi peserta ekstrakurikuler pencak silat dan dikemas dalam bentuk video pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengembangkan alat dan video pembelajaran yang digunakan untuk latihan antisipasi jatuhan dengan tangkapan pada olahraga pencak silat. Diharapkan hasil pengembangan ini bermanfaat untuk peserta ekstrakurikuler pencak silat SMA Negeri 2 Blitar. Metode penelitian ini mengacu pada model pengembangan research and development (R&D) dari Borg dan Gall. Sedangkan analisis yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari penelitian awal (analisis kebutuhan), evaluasi ahli, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Hasil pengembangan model latihan antisipasi jatuhan dengan tangkapan pada ekstrakurikuler pencak silat SMA Negeri 2 Blitar diperoleh data sebagai berikut: (1) hasil justifikasi ahli media sebesar 100% (sangat baik), (2) justifikasi ahli pencak silat 1 dan 2 sebesar 92,7% (sangat baik),  (3) uji coba kelompok kecil sebesar 87,79% (sangat baik), (5) uji coba kelompok besar sebesar 86,27% (sangat baik). Hasil pengembangan secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pengembangan model latihan antisipasi jatuhan dengan tangkapan pada sisiwa ekstrakurikuler pencak silat di SMA Negeri 2 Blitar menarik untuk dipelajari, mudah untuk dipahami, serta bermanfaat bagi peserta ekstrakurikuler pencak silat SMA Negeri 2 Blitar. Produk yang dikembangkan berupa video pembelajaran yang dikemas dalam Video Compact Disc (VCD). Pengembangan model latihan teknik antisipasi jatuhan yang berupa produk dan dikemas dalam video ini diharapkan dapat dijadikan alternatif model latihan teknik antisipasi jatuhan untuk membantu peserta ekstrakurikuler  pencak silat dalam meningkatkan teknik antisipasi jatuhan dengan tangkapan. Fauzi, Muchamad. 2018. The Development of Anticipatory Training Model of Fallout with Catches on Students of Pencak Silat Extracurricular in State High School 2 Blitar. Thesis, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Advisor: Dr. Eko Hariyanto, M.Pd and Febrita Paulina, S.Pd.,M.Pd   Keywords: exercise model, pencak silat, Anticipation of Fall with Catch, extracurricular. Based on preliminary observations that the researcher has been done to extracurricular participants and the pencak silat coach of State High School 2 Blitar, through the questionnaire of needs analysis, the following results are obtained: Pencak Silat extracurricular participants in State High School 2 Blitar stated that anticipation technique of falling is not widely understood ang mastered, therefore, extracurricular participants and coaches of State High School 2 Blitar agreed to develop an exercise model to master the anticipation technique of fall with the catch, State High School 2 Blitar also needed guidance in implementing the model of anticipation of fallout drills for pencak silat extracurricular participants which is packaged in the form of educative. This study aims to develop educative tools and videos that are used to anticipatory training of the fallout with catch on pencak silat sport. It is expected that this development result will be useful for extracurricular participants of Pencak Silat in State High School 2 Blitar. This research method refers to the research and development (R & D) model of Borg and Gall. While the analysis used is quantitative and qualitative to analyze the results of data collection from initial research (needs analysis), expert evaluation, small group trials and large group trials. The results of the development of the model of anticipatory training of fallout with catches on the pencak silat extracurricular in State High School 2 Blitar obtained data as follows: (1) the results of expert media justification of 100% (very good), (2) justification of pencak silat expert 1 and 2 of 92.7% (very good), (3) small group trial of 87.79% (very good), (5) large group trial of 86.27% (very good). From the results of the overall development, it can be concluded that the development of anticipatory training model of fallout with the catch on pencak silat extracurricular in State High School 2 Blitar is interesting to learn, easy to understand, and useful for Pencak Silat extracurricular participants in State High School 2 Blitar. The product developed is in the form of educative video that is packaged into Video Compact Disc (VCD). The development of the model of anticipatory technique training in the form of products which is packaged in this video is expected to be an alternative model of anticipatory techniques to fall in order to help pencak silat extracurricular participants improving the anticipating technique of fallout with catch

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇