SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
1757 research outputs found
Sort by
Upaya Peningkatan Keterampilan Footwork Bulutangkis Menggunakan Metode Shadow Footwork Bagi Atlet Bat Kota Malang
RINGKASAN Ghozali, Nanda. H. F. 2018. Upaya Peningkatan Keterampilan Footwork Bulutangkis Menggunakan Metode Shadow Footwork Bagi Atlet Klub BAT Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes., (2) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci : peningkatan, keterampilan footwork bulutangkis, shadow footwork. Bulutangkis meliputi banyak teknik, diantaranya posisi siap, cara pegangan, pukulan backhand maupun forehand, servis, dan footwork. Footwork adalah salah satu teknik dasar yang merupakan landasan untuk dapat menghasilkan pukulan yang berkualitas dalam bulutangkis. Keterampilan footwork yang rendah akan mempengaruhi permainan bulutangkis dalam pengambilan shuttlecock kebeberapa sudut lapangan. Data keterampilan awal berdasarkan tes terdapat rata-rata hasil tes keterampilan footwork atlet BAT Kota Malang adalah sebesar 13,20. Tujuan dari penelitian untuk meningkatan keterampilan footwork dengan menggunakan metode shadow footwork bagi atlet bulutangkis di BAT Kota Malang. Hipotesis penelitian ini adalah dengan dilaksanakannya penelitian ini diharapkan ada peningkatan keterampilan footwork bagi atlet bulutangkis BAT Kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan berupa penelitian tindakan olahraga dengan pemberian treatment shadow footwork bulutangkis yang akan dilaksanakan dalam 2 siklus penelitian. Tujuanya untuk memperbaiki kinerja dan peningkatan kualitas latihan. Populasi dalam penelitian 15 atlet Klub BAT Kota Malang yang terdiri dari 13 atlet laki-laki dan 2 atlet perempuan. Metode pengambilan data yang akan dilaksanakan (1) peneliti menyusun instrumen sebagai sumber data awal dan tes akhir (pre-test, post-test) (2) pengamatan kepada objek penelitian (3) pengolahan berdasarkan instrumen dan kriteria. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan di siklus 1 terdapat rata-rata hasil tes keterampilan sebesar 13,27, sedangkan setelah dilaksanakan tes keterampilan footwork pada akhir pertemuan siklus 2 terdapat rata-rata hasil tes footwork sebesar 13,87. Hal tersebut menunjukkan peningkatan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan hasil tes keterampilan awal pada saat observasi yang hanya menunjukkan rata-rata sebesar 13,20. Berdasarkan evaluasi hasil penelitian, pelatih disarankan memberikan latihan yang lebih fokus terhadap teknik atlet yang lemah untuk mengembangkan teknik dan motivasi belajar atlet. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian dengan metode baru yang lebih efektif untuk meningkatkan keterampilan footwork bulutangkis
PROFIL KONDISI FISIK PESERTA EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT MA SUMBER-BUNGUR PAKONG KABUPATEN PAMEKASAN
RINGKASAN Kemampuan bertanding pencak silat sangat menuntut kondisi fisik yang baik. Kondisi fisik sebagai persyaratan yang sangat diperlukan dalam kegiatan olahraga, terutama dalam kegiatan pelaksanaan usaha peningkatan prestasi. Sehingga kondisi fisik sebagai pendukung beberapa aspek-aspek yang lain diantaranya teknik, taktik dan mental. Berdasarkan observasi sebelum melakukan tes kondisi fisik, pembina menjelaskan bahwasannya saat mengikuti seleksi tanding selama 2 tahun terakhir banyak mengalami kegagalan artinya prestasi menurun diakibatkan mudah capek saat bertanding dan kedua pelatih menjelaskan bahwa belum ada data kondisi fisik pada peserta ekstrakurikuler pencak silat Madrasah Aliyah Sumber-Bungur Pakong Kabupaten Pamekasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kondisi fisik peserta ekstrakurikuler pencak silat Madrasah Aliyah Sumber-Bungur Pakong Kabupaten Pamekasan. Komponen fisik yang diukur adalah kekuatan, kelincahan, kecepatan, dan daya tahan jantung dan paru. Rancangan penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta ekstrakurikuler pencak silat Madrasah Aliyah Sumber-Bungur Pakong Kabupaten Pamekasan yang berjumlah 30 peserta.Instrumen tes yang digunakan adalah tessit up, illinois agility test, lari 30 meter, multi stage fitness test. Analisis data yang digunakan menggunakan deskriptif persentase dan T-scoreuntuk menentukan peringkat. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa profil kondisi fisik peserta ekstrakurikuler pencak silat Madrasah Aliyah Sumber-Bungur Pakong Kabupaten Pamekasan menggunakan persentase perangkingan tes kondisi fisik seluruh peserta berdasarkan nilai T-score berada pada kategori baik dengan persentase 30% (9 peserta), pada kategori sangat baik dengan persentase 20% (6 peserta), pada kategori cukup dengan persentase 13,3% (4 peserta), pada kategori kurang dengan persentase 23% (7 peserta) dan pada kategori sangat kurang dengan persentase 13,3% (4 peserta).Berdasarkan hasil analisis tersebut bahwa profil kondisi fisik peserta ekstrakurikuler pencak silat Madrasah Aliyah Sumber-Bungur Pakong Kabupaten Pamekasan masuk pada lingkup diantaranya baik, kurang dan sangat baik. Berdasarkan hasil analisis norma masing-masing tes menunjukkan bahwa profil kondisi fisik peserta ekstrakurikuler pencak silat Madrasah Aliyah Sumber-Bungur Pakong Kabupaten Pamekasan sebagai berikut: (1) Kekuatan otot perut masuk kategori sangat baik, (2) kecepatan masuk dalam kategori sangat kurang, (3) kelincahan masuk dalam kategori kurang, (4) daya tahan jantung dan paru (cardiovascular) masuk dalam kategori sangat kurang dan kurang. Saran yang dapat diberikan kepada pembina ekstrakurikuler pencak silat Madrasah Aliyah Sumber-Bungur Pakong Kabupaten Pamekasan diharapkan menambah program latihan kondisi fisik terutama pada segi kecepatan, kelincahan dan daya tahan yang bertujuan untuk lebih meningkatkan kondisi fisik peserta ekstrakurikuler pencak silat MA Sumber Bungur Pakong Kabupaten Pamekasan
Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Materi Bolabasket Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament pada Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Srengat Kabupaten Blitar Tahun Pelajaran 2017/2018
RINGKASAN Berdasarkan hasil observasi pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahragadan Kesehatan di kelas VIII A SMP Negeri 2 Srengat, dijumpai beberapa masalah dalam pembelajaran anatar lain (1) proses belajar mengajar teacher centered , (2) siswa bersikap pasif, (3) siswa kesulitan memahami materi karenatidakadanya media pembelajaran, (4) pola belajar siswa cenderung menghafal (5) hasil belajar siswa masih rendah. Hal tersebut disebabkan karena guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional. Sehingga diperlukan model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran atau berpusat pada siswa (student centered). Salah satu model yang dapat diterapkan adalah model Teams Games Tournament(TGT). Model TGT merupakan model pembelajarankooperatif yang dirancang agar siswa lebih aktif, percayadiri, dan bertanggung jawab pada kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar yang sudah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Srengat dengan menggunakan penerapan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) dengan model TGT. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang menampilkan segala sesuatu yang terjadi secara alamiah dan apa adanya tanpa manipulasi. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus dengan rancangan penelitian tiap siklus diawali dengan kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Analisis data secara kualitatif dilakukan dengan tahap pemaparan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun persentase ketuntasan hasil belajar kognitif siswa pada pratindakan adalah 31,43%. Selanjutnya, meningkat menjadi 51,43% pada siklus I dan 88,57% pada siklus II. Peningkatan juga nampak pada persentase rata-rata aktivitas siswa pada siklus I yakni sebesar 64,28% meningkat menjadi 84,13% pada siklus II. Disamping itu, peningkatan juga nampak pada persentase rata-rata aktivitas guru pada siklus I yakni sebesar 82,61% dan meningkat menjadi 94,57% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model TGTdapat meningkatkan hasil belajar PJOK pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Srengat. Untuk itu disarankan agar model TGT ini dapat dipertimbangkan untuk diterapkan pada pembelajaran PJOK sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK
Pengembangan Aktivitas Outbound untuk Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter melalui Multimedia Interaktif bagi Peserta Ekstrakulikuler Pecinta Alam Sekolah Menengah Atas
ABSTRAK Gustifajar, Muhammad Virga. 2017. Pengembangan Aktivitas Outbound untuk Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter melalui Multimedia Interaktif bagi Peserta Ekstrakulikuler Pecinta Alam Sekolah Menengah Atas. Skripsi. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Wasis D. Dwiyogo, M.Pd,. (II) Febrita Paulina H., S.Pd., M.Pd. Kata kunci: Multimedia Interaktif, Pendidikan Karakter, Ekstrakulikuler, Outbound Pengembangan aktivitas outbound untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter melalui multimedia interaktif merupakan suatu media pembelajaran yang dapat digunakan peserta ekstrakulikuler dan Pembina. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan awal dari 3 Sekolah Menengah Atas yaitu SMAN 1 Situbondo, SMAN 2 Situbondo, dan SMAN 1 Panji belum mempunyai media pembelajaran dalam bentuk multimedia interaktif. Diharapkan dengan adanya pengembangan multimedia ini peserta ekstrakulikuler lebih memahami nilai dari pendidikan karakter yang terkandung dalam kegiatan outbound. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan aktivitas outbound untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter melalui multimedia interaktif bagi peserta ekstrakulikuler pecinta alam. Rancangan penelitian ini menggunakan metode pengembangan, penelitian dan pengembangan menggunakan model dari Lee dan Owens, dalam model pengembangan ini memiliki alur lengkap mulai dari tahap: (1) analisis kebutuhan, (2) tahap desain, (3) tahap pengembangan, (4) tahap implementasi, dan (5) tahap evaluasi. Subjek penelitian berjumlah 45 orang. Instrument pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket. Hasil dari penelitian ini adalah berupa produk pengembangan aktivitas outbound untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter melalui multimedia interaktif. Dari hasil pengembangan multimedia interaktif ini diperoleh hasil dari uji coba kelompok kecil pada 9 peserta terhadap validitas produk dengan hasil persentase 88,14% serta 93% terhadap keefektifan produk dan data dari uji coba kelompok besar pada 45 peserta diperoleh hasi persentase 86,18% terhadap validitas produk dan 90% hasil diperoleh dari keefektifan produk. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengembangan aktivitas outbound untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter melalui multimedia interaktif bagi peserta ekstrakulikuler pecinta alam sekolah menegah atas dinyatakan sangat layak dan dapat digunakan. Adapun saran dalam produk pengembangan multimedia interaktif ini yaitu dapat dijadikan referensi untuk peserta ekstrakulikuler dan pembina sebagai media untuk belajar
Upaya Peningkatan Keterampilan Teknik Dasar Dribbling Menggunakan Variasi Latihan Kelincahan Pada Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola MAN 3 Malang
Abstrak Sepakbola memiliki beberapa teknik dasar, salah satunya adalak teknik dasar dribbling. Pada ekstrakurikuler sepakbola MAN 3 Malang kesalahan yang sering dilakukan peserta adalah teknik dasar dribbling. Berdasarkan observasi awal tentang teknik dasar dalam sepakbola ekstrakurikuler sepakbola MAN 3 Malang teknik dasar dribbling memiliki tingkat kebenaran sebesar 46,7%, dan tingkat kesalahan 53,3%. Hal ini disebabkan pelatih ekstrakurikuler belum mempunyai program latihan untuk meningkatkan teknik dasar dribbling, khususnya kurangnya variasi latihan kelincahan sehingga dalam melatih pelatih kesulitan dalam melatih keterampilan teknik dasar dribbling sepakbola. Kurangnya variasi latihan kelincahan sepakbola yang diberikan pelatih, membuat peserta kurang antusias dalam latihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan teknik dasar dribbling menggunakan variasi latihan kelincahan pada peserta ekstrakurikuler sepakbola MAN 3 Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan olahraga dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui dua siklus dengan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan (observasi), dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah15 peserta ekstrakurikuler sepakbola MAN 3 Malang. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan keterampilan teknik dasar dribbling sepakbola pada siklus 1 sebanyak 76,6% peserta mampu melakukan posisi kaki yang benar, sebanyak 66,6% peserta mampu melakukan pandangan mata yang benar, pada perkenaan bola (1) 66,6%, (2) 63,6%, (3) 63,3%peserta mampu melakukan dengan benar, sebanyak 69,9% peserta mampu melakukan hasil akhir yang benar dan pada siklus 2 sebanyak 86,6% peserta mampu melakukan posisi kaki yang benar, sebanyak 80% peserta mampu melakukan pandangan mata yang benar, pada perkenaan bola (1) 76,6%, (2) 76,6%, (3) 83,3% peserta mampu melakukan dengan benar, sebanyak 86,6% peserta mampu melakukan hasil akhir yang benar. Kesimpulannya adalah dengan menggunakan variasi latihan kelincahan dalam latihan dribbling dapat meningkatkan keterampilan teknik dasar dribbling peserta ekstrakurikuler sepakbola MAN 3 Malang. Disarankan bagi pelatih ekstrakurikuler sepakbola MAN 3 Malang dapat menggunakan variasi latihan kelincahan yang disusun peneliti sebagai acuan dalam latihan agar para peserta lebih semangat dalam mengikuti latihan sepakbola
Studi Komparatif Jingkat Cepat 15 Meter Pelajar Putra Usia 11 Tahun Berdasarkan Ketinggian Wilayah Di Malang Raya
ABSTRAK Tri Agung, Wahyu. 2017. Studi Komparatif Jingkat Cepat 15 Meter Pelajar Putra Usia 11 Tahun Berdasarkan Ketinggian Wilayah Di Malang Raya. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Asim, M.Pd. (II) Usman Wahyudi, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Keterampilan, jingkat cepat 15 meter, pelajar putra usia 11 tahun, dataran rendah, dataran sedang, dataran tinggi. Jingkat merupakan gerakan melompat, melayang, dan mendarat menggunakan satu kaki. Banyak faktor yang mendasari mengapa keterampilan setiap orang berbeda-beda, khususnya dalam hal melakukan jingkat. Mulai dari genetika, lingkungan alam, makanan, latihan, usia, dan juga faktor geografis tempat tinggal. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. “Apakah ada perbedaan keterampilan jingkat pelajar putra usia 11 tahun di dataran rendah, dataran sedang, dataran tinggi di Malang Raya?”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan keterampilan jingkat cepat 15 meter pada pelajar putra usia 11 tahun, yang bertempat tinggal di dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi se Malang Raya. Penelitian ini merupakan penelitian surveidengan pendekatan cross-sectional, serta menggunakan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes jingkat cepat 15 meter versi Asim. Instrumen ini sudah diuji dan menghasilkan reliabilitas 0,96 dan validitas face validity.Penelitian ini menggunakan analisis data yang diolah secara kuantitatif menggunakan Anava satu arahdengan α = 0,05. Variabel yang diteliti adalah varibel terikat berupa keterampilan jingkat pelajar putra usia 11 tahun dan variabel bebas berupa tempat tinggal. Berdasarkan hasilAnalisis Varians satu arah yang diolah menggunakan SPSSmenunjukkan probabilitas keterampilan jingkat (0,000)<0,05, maka Hₒ ditolak, yang berarti terdapat perbedaan keterampilan jingkat pelajar putra usia 11 tahun yang tinggal di dataran rendah, sedang, dan tinggi. Berdasarkan hasil tes keterampilan jingkat pelajar putra usia 11 tahun diperoleh rata-rata hasil tes di dataran rendah sebesar 5,271, dataran sedang sebesar 4,997, dan dataran tinggi sebesar 6,367.Maka dapat disimpulkan bahwa dataran sedang berpengaruh lebih baik terhadap keterampilan jingkat pelajar putra usia 11 tahun dibandingkan dataran rendah dan dataran tinggi. Kesimpulan dari hasil penelitian tes keterampilan jingkat pelajar putra usia 11 tahun di dataran rendah, dataran sedang, dan dataran tinggi terdapat perbedaan. Penelitian diharapkan dapat dijadikan pedoman bagi guru pendidikan jasmani yakni dengan cara memperhatikan gerak siswa saat proses pembelajaran yang nantinya akan memberikan dampak positif bagi siswa khususnya keterampilan jingkat
Pengaruh Model Latihan Ladder Drill Lateral dan Ladder Drill Zig-Zag Hops terhadap Peningkatan Kelincahan Peserta Ekstrakurikuler Futsal SMP Katolik Mardi Wiyata Malang.
ABSTRAK Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua regu, tujuan dan aturan main dalam futsal mengadopsi sebagian besar dari permainan sepakbola. Perbedaan futsal dengan sepakbola yakni, futsal dimainkan oleh lima orang pemain inti dalam satu regu. Dalam futsal, setiap pemain dituntut untuk bergerak mengubah arah secara cepat karena mengingat ukuran lapangan yang lebih kecil dibandingkan sepakbola. Maka dari itu komponen kondisi fisik terutama kelincahan yang baik, wajib dimiliki untuk setiap pemain. Dalam usaha meningkatkan kelincahan, peneliti memilih metode drill dengan bantuan ladder/tangga kelincahan karena mengingat kondisi tubuh yang secara konstan dituntut untuk melakukan gerakan dari berbagai sendi tanpa kehilangan keseimbangan. Melalui metode drill, dengan model latihan lateral dan zig-zag hop, peneliti bertujuan untuk mengetahui apakah kedua latihan ini berpengaruh terhadap kelincahan peserta ekstrakurikuler futsal. Peneliti menggunakan metode penelitian eksperimen. Sampel penelitian 27 peserta ekstrakurikuler yang dibagi dalam tiga kelompok dengan cara ordinal pairing matching, 9 orang masuk dalam kelompok eksperimen ladder drill lateral, 9 orang masuk dalam kelompok eksperimen ladder drill zig-zag hops, dan 9 orang masuk dalam kelompok kontrol. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Dari hasil uji normalitas dan uji homogenitas didapatkan hasil bahwa seluruh kelompok latihan berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan homogen. Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis menggunakan penghitungan analisis varians satu jalur, hasil pengujian hipotesis peningkatan illinois agility run masing-masing kelompok menjelaskan bahwa Fhitung=2,94 untuk skor kelincahan illinois agility run model lateral lebih kecil jika dibandingkan dengan Ftabel=4,49, sedangkan Fhitung=9,07untuk skor kelincahan illinois agility run model zig-zag hops lebih besar jika dibandingkan dengan Ftabel=4,49 dengan taraf signifikansi α=0,05. Latihan ladder drill model zig-zag hops memperoleh mean 18,07meningkat menjadi 17,16.Sedangkan latihan ladder drill model lateral yang memperoleh mean 18,06 meningkat menjadi 17,59. Dapat disimpulkan bahwa latihan ladder drill model zig-zag hops memiliki pengaruh lebih baik dibandingkan latihan model lateral. Meskipun demikian latihan ladder drill model lateral maupun model zig-zag hops sama-sama memberikan pengaruh positif terhadap kelincahan peserta ekstrakurikuler futsal SMP Katolik Mardi Wiyata Malan
PENINGKATAN KETERAMPILAN TEKNIK DASAR DRIBBLE PERMAINAN BOLABASKET MENGGUNAKAN METODE BERMAIN BAGI SISWA KELAS VIIIA DI SMP NEGERI 2 MALANG
Abstract: The purpose is to improve the basic technique of basketball game dribble skill using play method for grade VIIIA students at SMP Negeri 2 Malang. This research uses classroom action research with quantitative and qualitative descriptive approach. The subject of research is VIIIA class at SMP Negeri 2 Malang. Based on the results showed that the basic technique of dribble skills bolabasket games for students in grade VIIIA SMP Negeri 2 Malang experienced an increase by using the method of play. Keyword Improved, Dribble Bolabasket, Playing Methods Abstrak: Penelitian ini untuk meningkatkan teknik dasar keterampilan dribble permainan bolabasket menggunakan metode bermain bagi siswa kelas VIIIA di SMP Negeri 2 Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian adalah kelas VIIIA di SMP Negeri 2 Malang. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik dasar keterampilan dribble permainan bolabasket bagi siswa kelas VIIIA di SMP Negeri 2 Malang mengalami peningkatan dengan menggunakan metode bermain. Kata kunci : Peningkatan, Dribble Bolabasket, Metode Bermai
Pengaruh Metode Pembelajaran Drill dan Metode Bermain terhadap Hasil Pembelajaran Passing Peserta didik pada Ekstrakurikuler Futsal MAN 1 Malang
ABSTRAK Yunianto,YusufFirda. 2017. Pengaruh Metode Pembelajaran Drill dan Metode Bermain terhadap HasilPembelajaranPassing Peserta didik Pada Ekstrakurikuler Futsal MAN 1 Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Hariyoko, M. Pd. Kata Kunci:metodedrill, metodebermain, passing futsal, futsal. Metode pembelajaran merupakan suatu strategi mengajar atau model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar dan mempermudah peserta didik untuk mencapai suatu kompetensi tertentu. Metode Pembelajaran yang dipilih guru sangat menentukan efektivitassuatu informasi yang disampaikan pada pembelajaran untuk membuat peserta mudah memahami suatu informasi yang masuk. Pemberian metode pembelajaran yang sesuai targetdapat menghasilkan pembelajaran yang efektif dan dapat mencapai suatu tujuan tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Metode Pembelajaran Passing Futsal terhadap Hasil Belajar PassingPeserta Ekstrakurikuler Futsal di Madrasah Aliyah Negeri 1 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen sungguhan dengan two group randomize pretest-postest group design. Subjek penelitian yang digunakan adalah peserta ekstrakurikuler futsal di Madrasah Aliyah Negeri 1 Malang sebanyak 24 orang, kemudian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan metode drill berjumlah 12 orang dan kelompok perlakuan metode bermain berjumlah 12 orang.Analisis data dari penelitian ini menggunakan teknik analisis variansi satu jalurpadatarafsignifikansi 0,05 (α: 0,05). Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa: (1) pembelajaran dengan perlakuan metodedrillmemberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar passing peserta ekstrakurikuler futsal Madrasah Aliyah Negeri 1 Malang(Fhitung6,27> Ftabel 4,30), (2) pembelajaran perlakuan metodebermainmemberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar passingfutsal peserta ekstrakurikuler futsal Madrasah Aliyah Negeri 1 Malang(Fhitung4,99> Ftabel4,30), (3) tidak ada perbedaan yang signifikan antara pembelajaran dengan pembelajaranmetodedrill dan metodebermainterhadap hasil belajar passing peserta ekstrakurikuler futsal (Fhitung0,63< Ftabel4,17),tetapiberdasarkan rata-rata peningkatanskorawaldanakhir pembelajaran dengan metodedrill memberikan pengaruh yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang di awali dengan metode drill memberikan pengaruh yang lebih baik dibanding pembelajaran yang diawali dengan metode bermain terhadap hasil belajar passing peserta ekstrakurikuler futsal di Madrasah Aliyah Negeri 1 Malang. Saran yang dapat diberikan kepada pembina sekaligus pelatih ekstrakurikuler futsal Madrasah Aliyah Negeri 1 Malang karena pembelajaran dengan perlakuan metode drill lebih efektif dan menarik
PENGARUH LATIHAN BOLAVOLI GANDU LEVEL I DAN BOLAVOLI MINI TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN SERVIS ATAS PADA SISWA KELAS V SDN CEMENGKALANG KABUPATEN SIDOARJO
Abstract: The purpose of this experimental study was to compare the effects of exercise on volleyball gandu service and mini volleyball in the five grade students SDN Cemengalang Kabupaten Sidoarjo. This research used experimental method withmethods two group, prettes, posttest, and design with a randomized group selection. Based on these results that gandu volleyball practice level I give better effect compared with a mini volleyball practice, because volleyball gandu level I can improve learning outcomes servicing on to play volleyball as well as to develop gross motor movements in children. Keywords: Level I Gandu volleyball, volleyball Mini, Above Service. Abstrak: Tujuan penelitian eksperimen ini adalah membandingkan pengaruh latihan servis atas bolavoli gandu dan bolavoli mini pada siswa kelas lima SDN Cemengkalang Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan metode two group, prettes, posttest, dan design dengan pemilihan kelompok yang diacak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut bahwa latihan bolavoli gandu level I memberikan pengaruh lebih baik dibandingan dengan latihan bolavoli mini, karena bolavoli gandu level I dapat meningkatkan hasil belajar servis atas bermain bolavoli serta untuk mengembangkan gerak motorik kasar pada anak. Kata Kunci: Bolavoli Gandu Level I, Bolavoli Mini, Servis Atas