SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
Not a member yet
    1757 research outputs found

    PERSEPSI KONSEP PJOK PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI DI KOTA MALANG

    No full text
    RINGKASANYuliana, Tri Maya. 2019. Persepsi Konsep PJOK pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas IlmuKeolahragaan, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (I) Febrita Paulina Heynoek, S.Pd.,M.Pd., (II) GemaFitriady, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: persepsi, konsep PJOKPeran pendidikan jasmani sangat penting untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain dan aktivitas olahraga secara sistematis. Melalui PJOK, di dalam diri manusia akan tertanam tiga ranah yaitu kognitif/pengetahuan, afektif/sikap, dan psikomotor/keterampilan. Tiga ranah tersebut adalah satu kesatuan yang harus dilaksanakan dalam proses pembejalaran PJOK. Persepsi siswa tentang konsep PJOK mempengaruhi proses kegiatan pembelajaran, siswa selama ini beranggapan bahwa matapelajaran pendidikan jasmani hanya mempelajari gerak keterampilan, sehingga proses kegiatan pembelajaran tidak berjalan sesuai dengan tujuan. Dengan adanya persepsi siswa yang baik tentang konsep PJOK, maka siswa mampu mengembangkan dan mengontrol diri sendiri dalam hal-hal positif, mampu bekerja sama dengan lingkungan, menyukai aktivitas olahraga, serta memperoleh berbagai ungkapan yang erat hubungannya dengan kesan pribadi yang menyenangkan dan berbagai ungkapan yang kreatif, inovatif, terampil, memiliki kebugaran jasmani dan kebiasaan hidup sehat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan persepsi konsep PJOK pada siswa kelas VIII SMP Negeri di Kota Malang. Dalam mencapai pemahaman konsep PJOK, siswa perlu memiliki persepsi yang baik tentang konsep PJOK.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Rancangan dalam penelitian ini diawali tahap pengumpulan data dengan pemberian kuesioner kepada seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri di Kota Malang. Kemudian hasil penelitian dianalisis menggunakan persentase.Hasil penelitian menunjukkan dari 800 responden dapat dijelaskan bahwa persepsi siswa kelas VIII tentang konsep PJOK tergolong baik dengan persentase 76%. Hal ini disebabkan siswa telah memiliki persepsi yang baik terhadap konsep PJOK yg terdiri dari pengertian PJOK dengan persentase 79%, tujuan PJOK dengan persentase 71%, kegiatan PJOK dengan persentase 79%. Tetapi dalam pengertian PJOK dengan indikator sikap dan perilaku disiplin, kejujuran, kerja sama dan mengikuti peraturan yg berlaku, persepsi siswa kurang baik dengan persentase 36%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persepsi konsep PJOK pada siswa kelas VIII SMP Negeri di Kota Malang tergolong baik. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan evaluasi untuk guru agar dapat memperbaiki proses pembelajaran atau cara penyampaian materi kepada siswa agar siswa dapat memahami konsep PJOK dengan benar, sehingga tidak akan menimbulkan salah persepsi dalam penilaian konsep PJOK

    Perbandingan Pengaruh Pembelajaran Bolavoli Gandu Level II Menggunakan Metode Bagian dan Metode Keseluruhan Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Servis Bawah Bolavoli Pada Peserta didik Kelas VII SMPN 21 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Lutfara, Azza F. 2019. Perbandingan Pengaruh Pembelajaran Bolavoli Gandu Level II Menggunakan Metode Bagian dan Metode Keseluruhan Terhadap Hasil Belajar Keterampilan Servis Bawah Bolavoli Pada Peserta didik Kelas VII SMPN 21 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Asim, M. Pd.   Kata kunci: Bolavoli Gandu Level II, Bolavoli, Servis Bawah Bolavoli Permainan bolavoli gandu level II secara umum bertujuan untuk mengembangkan pemahaman dan pengertian bermain memvoli bola menggunakan seluruh anggota tubuh, agar mempermudah dan mengurangi resiko cedera dalam memainkan permainan secara individu maupun berkelompok, serta meningkatkan kebugaran jasmani untuk siswa sekolah menengah pertama. Permainan bolavoli adalah permainan yang dimainkan oleh dua grub yang saling berlawanan, masing-masing grub berjumlah enam orang. Permainan ini dilakukan dengan cara memukul bola melewati net secara bolak-balik. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh pembelajaran bolavoli gandu lebvel II menggunakan metode bagian dan metode keseluruhan terhadap hasil belajar keterampilan servis bawah bolavoli pada peserta didik kelas VII SMPN 21 Malang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan two group, pretest, posttest, design. Variabel bebas bolavoli gandu metode bagian dan keseluruhan, variabel terikat keterampilan servis bawah bolavoli. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMPN 21 Malang yang berjumlah 32 peserta didik dengan 16 peserta didik  kelompok bolavoli gandu metode bagian dan 16 peserta didik kelompok bolavoli gandu metode keseluruhan. Berdasarkan uji Anava satu arah (One Way Anova) dengan signifikasi α = 0,05, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Kelompok pembelajaran bolavoli gandu metode bagian memperoleh Sig (p) 0,000 0,05, dengan rata-rata skor pretest 55, 1250 dan posttest 95,6875, maka ada perbedaan rata-rata hasil belajar servis bawah bolavoli. (2) Kelompok pembelajaran bolavoli gandu metode keseluruhan memperoleh Sig (p) 0,000 0,05, dengan rata-rata skor pretest 49, 4357 dan posttest 84, 6875, maka ada perbedaan rata-rata hasil belajar servis bawah bolavoli. (3) Hasil uji hipotesis data posttest bolavoli gandu metode bagian dan metode keseluruhan memperoleh Sig (p) 0,02   0,05, dengan rata-rata 40, 5625 untuk kelompok metode bagian, dan rata-rata 35, 25 untuk kelompok metode keseluruhan, maka dapat diketahui ada perbedaan rata-rata dari kedua kelompok. Berdasarkan dari eksperimen bahwa pembelajaran bolavoli gandu level II menggunakan metode bagian lebih baik dibandingkan pembelajaran bolavoli gandu level II menggunakan metode keseluruhan terhadap peningkatan hasil belajar keterampilan servis bawah bolavoli, maka disarankan pembelajaran bolavoli gandu level II menggunakan metode bagian dapat dijadikan model pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan servis bawah bolavoli pada peserta didik kelas VII SMPN 21 Malang

    Pengaruh Model Pembelajaran Flipped Classroom dan Self Efficacy Terhadap Hasil Belajar Pemahaman dan Penerapan Konsep Hidrologi.

    No full text
    ABSTRAK   Kinteki, Retno. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Flipped Classroom dan Self Efficacy Terhadap Hasil Belajar Pemahaman dan Penerapan Konsep Hidrologi. Disertasi, Program Studi Teknologi Pembelajaran, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Punaji Setyosari, M.Pd., M.Ed., (2) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., (3) Saida Ulfa, ST, M.Sc, Ph.D.   Kata Kunci:  model pembelajaran flipped classroom, self efficacy, pemahaman konsep hidrologi, penerapan konsep hidrologi. Model pembelajaran flipped classroom merupakan model pembelajaran terkini dan berbasis komputer yang memiliki banyak keunggulan. Keberhasilan penerapan model pembelajaran flipped classroom tergantung pada karakteristik pebelajar terutama kepercayaan diri dalam mengikuti pembelajaran. Mata kuliah Hidrologi merupakan salah satu mata kuliah yang dalam pembelajarannya membutuhkan sarana teknologi informasi. Pada penelitian ini, model pembelajaran flipped classroom diuji keunggulannya pada matakuliah Hidrologi mahasiswa Progran Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang.  Penelitian ini bertujuan: (1) Menguji perbedaan pemahaman konsep hidrologi pada mahasiswa yang belajar menggunakan model flipped classroom dan konvensional, (2) Menguji perbedaan penerapan konsep hidrologi pada mahasiswa yang belajar menggunakan model flipped classroom dan konvensional, (3) Menguji perbedaan pemahaman konsep hidrologi pada mahasiswa yang memiliki self efficacy tinggi dan rendah, (4) Menguji perbedaan penerapan konsep hidrologi pada mahasiswa yang memiliki self efficacy tinggi dan rendah, (5) Menguji interaksi antara model flipped classroom dan self efficacy terhadap pemahaman konsep hidrologi, dan (6) Menguji interaksi  antara model flipped classroom dan self efficacy terhadap penerapan konsep hidrologi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 3 program Studi Pendidikan Geografi yang mengambil mata kuliah Hidrologi. Jumlah kelas paralel pendidikan geografi sebanyak 4 kelas. Dalam penelitian ini dipilih 2 kelas yaitu 1 kelas eksperimen dan 1 kelas kontrol. Penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan secara random (random sampling)  berdasarkan kesetaraan kemampuan akademik mahasiswa, yang diukur berdasarkan nilai indeks prestasi semester 2. Pembelajaran pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dilaksanakan sebanyak 6 kali pertemuan, dengan materi konsep hidrologi, hujan, penguapan, dan sungai. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh variabel bebas (independent variable) dan variabel moderator terhadap varaibel terikat (dependent variable). Variabel independen dalam penelitian ini adalah model flipped classroom, variabel dependen adalah hasil belajar pemahaman konsep dan penerapan konsep hidrologi, dan variabel moderator adalah self efficacy. Analisis data hubungan dan interaksi antar variabel menggunakan Uji Manova. Penelitian ini memperoleh hasil: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemahaman konsep hidrologi antara mahasiswa yang diajar dengan model flipped classroom dan konvensional; (2) Terdapat perbedaan yang signifikan dalam penerapan konsep hidrologi antara mahasiswa yang diajar dengan model flipped classroom dan konvensional; hal ini disebabkan dengan model flipped classroom, mahasiswa memiliki kesiapan belajar di kelas lebih baik, sehingga hasil belajarnya menjadi lebih baik,  (3) Terdapat perbedaan yang signifikan dalam pemahaman konsep hidrologi antara mahasiswa yang memiliki self efficacy tinggi dan rendah, (4) Terdapat perbedaan yang signifikan dalam penerapan konsep hidrologi antara mahasiswa yang memiliki self efficacy tinggi dan rendah; hal ini disebabkan pada mahasiswa yang memiliki self efficacy tinggi lebih percaya diri dalam belajar dengan model flipped classroom yang menggunakan teknologi informasi, (5) Tidak terdapat interaksi antara model flipped classroom dan self efficacy terhadap hasil belajar kemampuan pemahaman konsep hidrologi, Hal ini berarti  secara bersama-sama model flipped classroom dan self efficacy tidak berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep hidrologi, dan (6) Terdapat interaksi antara model flipped classroom dan self efficacy terhadap hasil belajar penerapan konsep hidrologi; hal ini berarti bahwa secara bersama-sama model flipped classroom dan self efficacy berpengaruh terhadap kemampuan penerapan konsep hidrologi

    Evaluasi Komponen Kondisi Fisik Ekstrakurikuler Bulutangkis Siswa SMP Negeri 1 Rambipuji Jember.

    No full text
    Kata Kunci: survei, kondisi fisik, bulutangkis.             Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil observasi dan wawancara dengan pelatih ekstrakurikuler bulutangkis di SMP Negeri 1 Rambipuji Jember yang menyatakan bahwa belum diketahui kondisi fisik siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bulutangkis dan belum diadakan tes dan pengukuran untuk mengetahui tingkat kondisi fisik ekstrakurikuler bulutangkis siswa SMP Negeri 1 Rambipuji Jember.             Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kondisi fisik ekstrakurikuler bulutangkis siswa SMP Negeri 1 Rambipuji Jember.Dalam penelitian ini peneliti menggunakan rancangan survei Subjek penelitian ini adalah 60 siswa putra dan putri ekstrakurikuler bulutangkis di SMP Negeri 1 Rambipuji Jember. Pengumpulan data menggunakan tesdanpengukuran.             Berdasarkan hasil penelitian didapatkanhasilsebagaiberikut: bahwa kondisi fisik siswa ekstrakurikuler bulutangkis SMP Negeri 1 Rambipuji Jember pada: (1) komponen keseimbangan putra termasuk dalam kategori “Baik” dan putri “Baik”, (2) komponenpowerototlenganputra termasuk dalam kategori “Baik” dan putri “Baik Sekali”, (3) komponenpowerotottungkai putra termasuk dalam kategori “Cukup” dan putri “Cukup”, (4) komponenkelincahanputra termasuk dalam kategori “Cukup” dan putri “Cukup”, (5) komponenkecepatan putra termasuk dalam kategori “Baik” dan putri “Cukup”, (6) komponendayatahanputra termasuk dalam kategori “Cukup” dan putri “Kurang”, (7) komponenkelentukanputra termasuk dalam kategori “Baik” dan putri “Kurang”, (8) komponenkoordinasiputra termasuk dalam kategori “Baik” dan putri “Baik”, (9) rata-rata keseluruhan putra termasuk dalam kategori “Baik” dan putri “Cukup”. Kesimpulanevaluasi komponen kondisi fisik ekstrakurikuler bulutangkis siswa SMPN 1 Rambipuji Jember untuk putra baik dan putri cukup. Dengan diketahuinya kondisi fisik masing-masing siswa dapat dijadikan tolak ukur untuk kedepannya dapat semakin ditingkatkan. Diperlukan peningkatan baik dalam teknik dan fisik supaya dapat berprestasi dalam kejuaraan antar sekolah.

    Pengembangan Pembelajaran Latihan Teknik Pisau pada Tingkatan Keluarga Strip Putih Perguruan Perisai Diri di Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Perisai Diri merupakan salah cabang Pencak Silat yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Pesilat Perisai Diri dilatih untuk mampu mendayagunakan berbagai peralatan yang ada di sekitarnya untuk digunakan sebagai senjata termasuk pisau. Siswa tingkat keluarga strip putih dituntut untuk bisa melakukan gerakan teknik pisau dengan baik dan benar supaya dapat lulus dalam ujian kenaikan tingkat.  Berdasarkan observasi awal yang dilakukan dengan penyebaran angket analisis kebutuhan mendapatkan hasil bahwa 70% materi teknik pisau yang diberikan oleh pelatih kurang mudah dan sulit dilakukan. 90 % siswa menyatakan sangat perlu pengembangan media pembelajaran latihan teknik pisau dan 100% setuju pengembangan latihan teknik pisau dalam supaya bisa dipelajari setiap saat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan metode latihan teknik pisau pada tingkat Keluarga Strip Putih Perguruan Perisai Diri, yang diharapkan dapat membantu dalam proses pemahaman teknik pisau dan  membantu latihan kapan saja sesuai kebutuhanPenelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan yang mengacu pada teori Research & Development (R & D) dari Borg & Gall (1983:775) yang semula 10 langkah yang dikemukakan oleh Brog and Gall, namun peneliti sederhanakan menjadi 7 langkah yang meliputi: (1) pengumpulan informasi, (2) rancangan produk awal, (3) evaluasi ahli, (4) revisi I rancangan produk, (5) uji coba kecil, (6) revisi II dan uji coba lapangan, (7) revisi dan produk akhir.Hasil evaluasi ahli diperoleh ahli pencak silat  89%  (dapat digunakan tanpa perbaikan), ahli latihan  90,74% (dapat digunakan tanpa perbaikan) dan ahli media  84,38 % (dapat digunakan tanpa perbaikan) sehingga siap untuk di uji cobakan. Untuk hasil uji coba kelompok kecil dengan secara keseluruhan persentase yang diperoleh sebanyak 90,44%  (dapat digunakan tanpa perbaikan). Kemudian data hasil uji kelompok besar dengan secara keseluruhan persentase yang diperoleh sebanyak 87, 1% (dapat digunakan tanpa perbaikan).Berdasarkan hasil evaluasi ahli, ujicoba kelompok kecil, dan ujicoba kelompok besar secara keseluruhan persentasenya di atas 80% maka dapat disimpulkan bahwa produk pengembangan pembelajaran latihan teknik pisau Perguruan Perisai Diri dapat digunakan untuk latihan. Kata Kunci: pembelajaran, latihan, teknik pisau, keluarga strip putih, perisai dir

    Pengaruh Latihan Zig-Zag Run dan Right Boomerang Run Terhadap Kelincahan Peserta Ekstrakurikuler Futsal MAN Bondowoso

    No full text
    Kelincahan adalah kemampuan seorang atlet dalam mengubah arah dan posisi tanpa kehilangan keseimbangan, pada permainan futsal kelincahan sangat diperlukan. Dari hasil tes awal kelincahan menggunakan tes illinois dan shuttle run diperoleh hasil bahwa kelincahan peserta ekstrakurikuler dalam kategori sedang dan kurang sehingga perlu ditingkatkan. Latihan yang dapat diberikan untuk meningkatkan kelincahan yaitu zig-zag run dan right boomerang run.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan zig-zag run dan right boomerang run terhadap kelincahan peserta ekstrakurikuler futsal MAN Bondowoso.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian the static group pretest-posttest design. Dalam rancangan ini ada dua kelompok yang diberi perlakuan yang berbeda dalam rumpun yang sejenis. Sampel penelitian sebanyak 20 orang peserta ekstrakurikuler futsal MAN Bondowoso. Teknik pembagian kelompok dalam penelitian ini menggunakan teknik ordinal pairing matching, dari 20 orang peserta dibagi menjadi dua kelompok yaitu 10 orang kelompok latihan zig-zag run dan 10 orang kelompok latihan right boomerang run. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data menggunakan illinoist test. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis varian (anava) satu jalur dengan taraf signifikan α = 0,05.Dari hasil analisis data, diperoleh tiga kesimpulan yaitu:(1) latihan zig-zag run memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kelincahan peserta ekstrakurikuler futsal MAN Bondowoso (F hitung = 10,16 > F Tabel 4,41),(2) latihan right boomerang run memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kelincahan peserta ekstrakurikuler futsal MAN Bondowoso (F hitung = 17,35 > F Tabel 4,41),(3) ada perbedaan pengaruh antara kelompok eksperimen zig-zag run dan kelompok eksperimen right boomerang run terhadap terhadap peningkatan kelincahan peserta ekstrakurikuler futsal MAN Bondowoso (F hitung = 4,50 > F Tabel 4,41). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengaruh antara latihan zig-zag run dan right boomerang run, latihan right boomerang run berpengaruh  lebih baik terhadap kelincahan peserta ekstrakurikuler. Pelatih dan peserta ekstrakurikuler futsal MAN Bondowoso dapat menggunakan latihan right boomerang run untuk meningkatkan kelincahan

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATERI BULUTANGKIS BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK PESERTA DIDIK KELAS X SMK NEGERI 11 MALANG

    No full text
    RINGKASAN Yoga, Okta Tri Wirawan. 2019. Pengembangan Media Pembelajaran Materi Bulutangkis Berbasis Multimedia Interaktif Untuk Peserta Didik Kelas X SMK Negeri 11 Malang. Skripsi, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Eko Hariyanto M.Pd., (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: media pembelajaran, multimedia interaktif, bulutangkis, power point Pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan tidak serta-merta mengajarkan dengan pendekatan metode ceramah. SMK Negeri 11 Malang multimedia belum sepenuhnya digunakan yang mengakibatkan kegiatan teori di dalam kelas kurang diminati oleh siswa dan penggunaan elektronik seperti komputer dan android masih belum di maksimalkan, maka dari itu pengembangan media interaktif pembelajaran memungkinkan semua teks, gambar, video, audio masuk ke dalam media interaktif. Dengan media interaktif siswa akan lebih aktif untuk belajar bulutangkis. Tujuan penelitian dan pengembangan untuk mengembangkan produk media pembelajaran berbasis multimedia interaktif menggunakan aplikasi power point . Metode Penelitian ini menggunakan  model pengembangan William W.Lee & Diana L. Owen (2004) yaitu dengan tahapan need assessment, front-end analysis, desaign, development, implementation, evaluation. teknik analisis bersifat kuantitatif, yang didapatkan dari penyerahan angket dan kualitatif, yang didapatkan dari saran, kritik, dan pendapat. Hasil Pengembangan menunjukkan  hasil ahli media  sebesar 90% dan 94%,  ahli materi 82% dan 83%, ahli bulutangkis 82,46% dan 82,31%, (4) uji kelompok kecil 73,1% & 77%, (5) uji kelompok besar 81,06% & 82,3%. Simpulan untuk pengembangan penelitian ini adalah penggunaan media interaktif sangat sesuai untuk pembelajaran teori di kelas dan memungkinkan siswa tidak merasa bosan dengan adanya kegiatan teori tentang materi bulutangkis. Saran untuk pengembangan yang akan datang sebaiknya desain media harus sesuai kebutuhan peserta didik, serta perlu dikembangkan lagi agar pembelajaran berjalan dengan baik

    Survei Minat Peserta Didik Terhadap Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di SMK Negeri 6 Malang Tahun Ajaran 2018/2019

    No full text
    RINGKASAN Sholiatin, Lia N. 2019. Survei Minat Peserta Didik Terhadap Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di SMK Negeri 6 Malang Tahun Ajaran 2018/2019. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Eko Hariyanto, M.Pd. Kata kunci: minat, pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah taraf kehadiran peserta didik yang tinggi, ketidakteraturannya peserta didik dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani, tidak tercapainya tujuan Pendidikan Jasmani yang diberikan oleh pengajar, peserta didik masih tidak memahami dan mengerti tentang konsep Pendidikan Jasmani. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana tingkat minat peserta didik terhadap mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan yang ditinjau dari tiga aspek yaitu perhatian, perasaan, dan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat minat peserta didik terhadap mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di sekolah tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik SMK Negeri 6 Malang sebanyak 1.980 peserta didik. Sampel dalam penelitian ini adalah 270 peserta didik. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan sampel acak. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan dan variabel terikatnya adalah minat peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat peserta didik SMK Negeri 6 Malang termasuk dalam kategori “Baik” dengan persentase sebesar 75,06% yang terbagi atas tiga variabel yaitu perhatian peserta didik dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan sebesar 88,60%, perasaan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan sebesar 88,90%, dan kebutuhan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan sebesar 47,70%. Dapat disimpulkan bahwa minat peserta didik terhadap mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di SMK Negeri 6 Malang dalam kategori “cukup baik”. Saran, sehubungan dengan minat peserta didik dalam kategori “cukup baik” maka diharapkan para pengajar lebih berinovasi dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan untuk sekolah diharapkan tersedianya sarana dan prasarana agar menunjang keberlangsungan pembelajaran

    UPAYA MENINGKATKAN KELINCAHAN MENGGUNAKAN METODE BERMAIN UNTUK SISWA KELAS VII A SMP KATOLIK FRATERAN CELAKET 21 KOTA MALANG

    No full text
    RINGKASANArifianto, Yusuf. 2019. Upaya Meningkatkan Kelincahan Menggunakan Metode Bermain Untuk Siswa Kelas VII A SMP Katolik Frateran Celaket 21 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Eko Hariyanto. M.Pd.Kata kunci: Kebugaran Jasmani, Kelincahan, Metode Bermain.Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh masalah berupa kelincahan siswa yang harus ditingkatkan. Hasil tes awal dengan menggunakan Illinois agility run test menunjukkan bahwa 100% (28 siswa) di kelas VII A tidak lincah (average, fair, poor). Untuk memecahkan permasalahan tersebut peneliti berupaya untuk meningkatkan kelincahan siswa menggunakan metode bermain dengan prinsip latihan zigzag, shuttle run, dan lari ke segala arah.Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VII A SMP Katolik Frateran Celaket 21 Kota Malang dengan tujuan untuk meningkatkan kelincahan siswa menggunakan metode bermain.Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VII A SMP Katolik Frateran Celaket 21 Kota Malang.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kelincahan siswa. Setelah dilakukan tindakan terdapat peningkatan kelincahan siswa berdasarkan hasil post test disetiap pertemuan praktik. Sebelum dilakukan tindakan, hasil tes menunjukkan bahwa 100% (28 siswa) di kelas VII A tergolong tidak lincah (average, fair, poor) kategori maksimal hanya berada pada kategori rata-rata (average). Setelah dilakukan tindakan, hasil tes menunjukkan bahwa 17,7% (5 siswa) tergolong lincah (excellent, good).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode bermain dapat meningkatkan kelincahan siswa kelas VII A SMP Katolik Frateran Celaket 21 Kota Malang, meskipun tidak menunjukkan peningkatan secara signifikan.SUMMARYArifianto, Yusuf. 2019. Effort to Improve Agility Using the Playing Methods for Class VII A Students of SMP Katolik Frateran Celaket 21 Malang. Essay, Department of Physical Education and Health, Faculty of Sport Science, State University of Malang. Advisors: Dr. Eko Hariyanto. M.Pd.Keywords: Physical Fitness, Agility, Playing Methods.Based on the result of initial observations, obtained problems in the form of students agility that must be improve. The result of the initial test using the illinois agility run test showed that 100% (28 students) in class VII A are not agile (average, fair, poor). To solve these problem researchers sought to improve students agility using the playing methods with the principle of zigzag training, shuttle run, and running in all directions.This research was conducted on class VII A students SMP Katolik Frateran Celaket 21 Malang with the aim to improve the agility of students using the playing methods.This research is type of classroom action research. The implementation of class action is carried out through two cycles where each cycle consists of 4 stage that is: (1) planning, (2) implementation, (3) observation, (4) reflection. The subject of this research is class VII A students of SMP Katolik Frateran Celaket 21 Malang.The result of this research indicate that there is an increase in students agility. After action there was an increase in students agility based on the result of the post test at each practice meeting. Before the action is taken, the test results show that 100% (28 students) in class VII A are classified as not agile (average, fair, poor) the maximum category is only in the average category. After the action, the test results showed that 17.7% (5 students) were classified as agile (excellent, good).Based on the result of the research can be concluded that by using the playing methods can improve agility students on class VII A SMP Katolik Frateran Celaket 21 Malang, although it did not show a significant increase

    Pengaruh Pembelajaran Modifikasi Bola Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Passing Bolabasket Pada Peserta Didik Kelas VII A SMP Negeri 2 Ponorogo.

    No full text
    RINGKASAN   Arsyendi, Enrico Alvista Brilliant. 2019. Pengaruh Pembelajaran Modifikasi Bola Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Passing Bolabasket Pada Peserta Didik Kelas VII A SMP Negeri 2 Ponorogo.Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Siti Nurrochmah, M.Kes. Kata Kunci:pembelajaran, modifikasi, passing, bolabasket   Peneliti telah melakukan observasi awal terhadap keterampilan passing bolabasket dan hasil observasi diperoleh sebagian besar skor tes awal dibawah batas minimal yaitu berjumlah 18 dari 32 peserta didik (56,25%).Berarti keterampilan peserta didik berada dibawah kriteria ketuntasan minimal yaitu 75.Agar peserta didik mencapai standart minimal ketuntasan maka penting diberikan materi pembelajaran yang terkait dengan jenis keterampilan yang diberikan. Untuk memecahkan masalah tersebut peneliti melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pembelajaran Passing Modifikasi Bola Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Passing Bolabasket Pada Peserta Didik Kelas VII A SMP Negeri 2 Ponorogo”. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh pembelajaran passing bolabasket menggunakan bolavoli dan bolabasket, serta mengkaji mana diantara pembelajaran menggunakan bolavoli dan bolabasket yang lebih baik terhadap peningkatan hasil belajar passing bolabasket peserta didik kelas VII A SMP Negeri 2 Ponorogo. Rancangan penelitian menggunakan rancangan eksperimental bentuk randomized control group pretest-posttest design. Populasi penelitianpeserta didik kelas VII A di SMPNegeri 2 Ponorogo berjumlah 36 peserta didik. Pengambilan sampelmenggunakan teknik systematic purposive proporsional random sampling dengan presentase sebesar 90% dari 36 peserta didik. Pembagian kelompokmenggunakan teknik ordinal pairing matching dengan masing-masing kelompok berjumlah 16 orang, yaitu kelompok pembelajaran menggunakan bolavoli danbolabasket. Perlakuan dilakukan selama 6 minggu, 2 kali dalam seminggu pada hari Rabu dan Jumat. Pengumpulan datamenggunakan teknik pengukuran bentuk tes yaitu tes keterampilan berupates passing ke dinding, teknik eksperimen, dan teknik observasi. Analisis data menggunakan analisis varian satu jalur (one way anova) dan data dianalisis secara manual dengan bantuan kalkulator Casio FX 3900 PV. Berdasarkan hasil analisis varian satu jalur (one way anova) diperoleh Fhitung = 7,9944 > Ftabel α 0,05 = 4,170, serta hasil analisis uji lanjut menggunakan teknik Leat Significance Difference (LSD), diperoleh hasil  vs  = 0,6875 > LSD α 0,05 = 0,4965, berarti ada pengaruh yang signifikan pada pembelajaran passing menggunakan bolavoli danbolabasket terhadap peningkatan hasil belajar keterampilan passing bolabasket peserta didik kelas VII A SMPNegeri 2 Ponorogo. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan pada pembelajaran passing menggunakan bolavoli dan bolabasket terhadap peningkatan hasil belajar passing bolabasket. Pembelajaranpassingmenggunakan bolavoli lebih baik di bandingkan dengan pembelajaranpassing menggunakan bolabasket pada peserta didik kelas VII A SMPNegeri 2 Ponorogo.Saran dan masukan dapat dipertimbangan bagi guru PJOK, bagi peserta didik, bagi sekolah SMPNegeri 2 Ponorogo, bagi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan dan bagi peneliti lainnya sebagai bahan evaluasi pembelajaran passing bolabasket yang berguna untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dan media informasi untuk mengembangkan penelitian serupa dengan objek dan subjek yang berbeda.

    0

    full texts

    1,757

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇