Jurnal Administrasi Negara
Not a member yet
    142 research outputs found

    AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI DALAM PELAYANAN PUBLIK (STUDI KASUS PELAYANAN E-KTP DI KANTOR KECAMATAN TALLO KOTA MAKASSAR)

    Full text link
    The Tallo District Office of Makassar City is an extension unit of the government to carry out its service function to the community. One of the service functions at the Tallo District Office of Makassar City which is currently a problem is the problem of E-KTP services which often experience delays in the settlement process. Therefore, the author intends to conduct a research process at the Tallo District   Office, Makassar City. The purpose of this study was to find out what the implementation of the principles of Accountability and Transparency in the E-KTP service process at Tallo District Agencies, Makassar City was like. The research method used is a qualitative method so that the entire presentation of the data presented will be presented in descriptive form. The data collection techniques used in this research process are data collection techniques based on interviews, observations and literature studies. Data management and analysis techniques used are data collection, data presentation, data reduction, data presentation and conclusions. The results of this study indicate that in terms of Accountability seen from the aspect of accuracy and completeness of information has been going well and as promised; from the aspect of the Management Information System and Monitoring Results have been running optimally both in terms of service quality and the quality of human resources; from the aspect of public access in accessing information and the mechanism for public complaints needs to be optimized. Meanwhile, in terms of transparency, the provision of clear information about procedures, costs and responsibilities has been going well, from the aspect of Ease of Access to Information it has gone well, and from the aspect of preparing a complaint mechanism if there are rules that are violated or requests to pay bribes still not going well.Kantor Kecamatan Tallo Kota Makassar adalah salah satu unit yang melakukan pelayanan public, yang saat ini menjadi terdapat beberapa masalah, diantaranya adalah permasalahan pelayanan E-KTP yang seringkali mengalami keterlambatan proses penyelesaian. Oleh karena itu penulis berniat untuk melakukan sebuah proses penelitian di Kantor Kecamatan Tallo Kota Makassar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi prinsip akuntabilitas dan transparansi di dalam proses pelayanan E-KTP di Kantor Kecamatan Tallo Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif sehingga seluruh penyajian data yang dipaparkan akan disajikan dalam bentuk deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah teknik pengumpulan data berbasis wawancara, observasi dan telaah dokumen. Teknik pengelolaan dan analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari segi akuntabilitas dilihat dari aspek akurasi dan kelengkapan informasi yang berhubungan dengan cara-cara mencapai sasaran suatu program telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang dijanjikan; dari aspek Sistem Informasi Manajemen dan Monitoring Hasil telah berjalan dengan optimal baik dari segi kualitas pelayanan dan kualitas sumber daya manusia; dari aspek akses publik dalam mengakses informasi dan mekanisme pengaduan masyarakat perlu dioptimalkan. Sedangkan dari segi transparansi, penyediaan informasi yang jelas tentang prosedur-prosedur, Biaya dan Tanggung Jawab sudah berjalan dengan baik, dari aspek Kemudahan Akses Informasi telah berjalan dengan baik, dan dari aspek Penyusun mekanisme pengaduan jika ada peraturan yang dilanggar atau permintaan untuk membayar uang suap masih belum berjalan dengan baik

    MODEL ANALISIS SWOT DALAM PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) PADA DPMPTSP PROVINSI JAWA TIMUR

    Full text link
    The achievement of public welfare can only be done by providing the best and optimal public services. The urgency of improving the quality of public services is actually the government's commitment so that people can get services that are easy, cheap, fast, and precise. The phenomenon of complex licensing service processes in complicated procedures and administration that takes a long time has resulted in a technology-based innovation known as Online Single Submission (OSS). This study aims to determine the strategy for improving the quality of Online Single Submission (OSS) services at DPMPTSP in East Java which is carried out by using a qualitative descriptive approach and measurement based on a SWOT analysis (Strength, Weakness, Opportunities, Threat). The results showed that the indicators of strengths include the adequacy of the quantity and quality of Human Resources (HR) of civil servants. In addition, it also relates to the program of socialization and mentoring activities which are the key strategies in improving service quality. Indicators of weaknesses were identified in security officers who also served as front office officers. In addition, there are also findings that service operating hours are less than optimal, so that a transformation strategy towards digitalization based on online connections is needed, and the creation of a civil service disciplinary supervision system. Then, the opportunities indicator describes the existence of service program innovation that is balanced with efforts to develop IT systems (e-government), However a development strategy that focuses on understanding the community through the creation of informative and educational content in order to create effective and efficient services is also urgently needed. Threat indicator states that the level of knowledge and also the ability of the community to use IT is low, so it requires a strategy to empower the community through providing IT media learning simulation.Perwujudan kesejahteraan masyarakat dilakukan melalui penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas dan optimal sesuai harapan publik. Urgensi peningkatan kualitas pelayanan publik sebagai wujud komitmen pemerintah kepada masyarakat agar memperoleh pelayanan secara mudah, murah, cepat, dan tepat. Fenomena proses pelayanan perizinan yang lama serta rumit dalam prosedural dan kelengkapan persyaratan administrasi kemudian melahirkan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi yang dikenal dengan Online Single Submission (OSS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi peningkatan kualitas pelayanan Online Single Submission (OSS) di DPMPTSP Provinsi Jawa Timur yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualititatif dan pengukuran berdasarkan analisa SWOT (Strenght, Weakness, Opportunities, Threat). Hasil penelitian menunjukkan pada indikator strengths meliputi aspek kecukupan kuantitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur dan program kegiatan sosialisasi maupun pendampingan yang menjadi kunci strategi dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Indikator weaknesses teridentifikasi pada pelayanan security yang merangkap menjadi front office dan jam operasional pelayanan yang kurang optimal, sehingga diperlukan strategi transformasi menuju digitalisasi berbasis jaringan koneksi (online) dan penciptaan sistem pengawasan disiplin aparatur. Kemudian, pada indikator opportunities menguraikan adanya inovasi program pelayanan yang diimbangi dengan upaya pengembangan sistem TI (e-government), namun diperlukan strategi pengembangan berfokus pemahaman masyarakat melalui penciptaan konten informatif dan edukatif agar tercipta layanan yang efektif dan efisien. Indikator threat yang menyatakan tingkat pengetahuan masyarakat rendah dan didukung dengan keterbatasan dalam penggunaan TI sehingga membutuhkan strategi memberdayakan masyarakat melalui pemberian simulasi pembelajaran media TI

    PENGAWASAN BADAN PERMUSYAWARATAN NAGARI (BAMUS) TERHADAP WALI NAGARI DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN NAGARI MUARA SAKAI

    Full text link
    Nagari Government is the administration of government affairs and the interests of the Nagari people in the system of Government of the Unitary State of the Republic of Indonesia. Wali Nagari as government administrators and BAMUS (Consultative Body) as supervisory institutions. The problem that occurs in Nagari Muara Sakai is that BAMUS supervision of the Wali Nagari Muara Sakai is not carried out thoroughly. There are several activities that are not supervised by BAMUS. This is caused by several factors that become obstacles for BAMUS in conducting supervision. This study was conducted to analyze the supervision carried out by BAMUS Nagari against Wali Nagari in the administration of the Muara Sakai Nagari Government and to find the inhibiting factors of this supervision. This study uses descriptive qualitative research methods, describing events or phenomena according to what is happening in the field. This research was conducted in Nagari Muara Sakai, Pancung Soal District, Pesisir Selatan Regency, West Sumatera. The data and information found in the field are analyzed using direct and indirect supervision theory. The result of this research is that BAMUS Nagari's supervision of the Wali Nagari Muara Sakai is carried out through village consultations, verbal communication, BAMUS goes directly to the field, through coordination, written reports, monitoring, and evaluation. However, the supervision carried out by BAMUS has not gone well. There are several factors that hinder BAMUS's supervision of the Wali Nagari Muara Sakai, namely poor communication between BAMUS and Wali Nagari, asynchronous actions between BAMUS and Wali Nagari in several activities, the lack of BAMUS ideas in carrying out the supervisory function, and the lack of transparency of the Nagari Wali regarding several activities. Nagari.  Pemerintahan Nagari merupakan penyelenggaraan urusan Pemerintahan dan kepentingan masyarakat Nagari dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wali Nagari sebagai penyelenggara pemerintahan sedangkan BAMUS (Badan Permusyawaratan) sebagai lembaga pengawasan. Permasalahan yang terjadi di Nagari Muara Sakai adalah pengawasan BAMUS terhadap Wali Nagari Muara Sakai belum dilakukan secara menyeluruh. Terdapat beberapa kegiatan yang tidak diawasi oleh BAMUS. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang menjadi kendala bagi BAMUS dalam melakukan pengawasan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengawasan yang dilakukan oleh BAMUS Nagari terhadap Wali Nagari dalam penyelenggaraan Pemerintahan Nagari Muara Sakai dan menemukan faktor-faktor penghambat dari pengawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, menggambarkan kejadian atau fenomena sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan. Penelitian ini dilakukan di Nagari Muara Sakai Kecamatan Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat. Data dan informasi yang ditemukan dilapangan di analisis dengan menggunakan teori pengawasan langsung dan tidak langsung. Hasil dari penelitian ini adalah pengawasan BAMUS Nagari terhadap Wali Nagari Muara Sakai dilakukan melalui musyawarah nagari, komunikasi secara lisan, BAMUS turun langsung kelapangan, melalui rapat koordinasi, laporan tertulis, monitoring, dan evaluasi. Namun, pengawasan yang dilakukan oleh BAMUS tersebut belum berjalan dengan cukup baik. Terdapat beberapa faktor penghambat pengawasan BAMUS terhadap Wali Nagari Muara Sakai, yaitu komunikasi yang kurang baik antara BAMUS dan Wali Nagari, ketidak sinkron-an tindakan antara BAMUS dan Wali Nagari di beberapa kegiatan, kurangnya gagasan BAMUS dalam melaksanakan fungsi pengawasan, serta kurangnya transparansi Wali Nagari mengenai beberapa kegiatan Nagari

    KONFLIK PERAN GANDA DAN STRES KERJA POLISI WANITA DI POLDA SULAWESI SELATAN

    Full text link
    Policewomen who carry out two roles, namely as a woman's nature and also her duties as a police officer are certainly not easy. Being a good housewife and being a good policewoman is a role that must be carried out. Two roles carried out by a woman often experience dual role conflicts which result in work stress and will affect the performance of the policewoman. Based on these problems, this study aims to determine the description of work stress in terms of the dual role conflict of Polwan Polda South Sulawesi. The research method used in this research is descriptive qualitative method. Data collection techniques were carried out by interview, observation and documentation methods. The results showed that the dual role conflict affected the work stress of the Polwan Polda South Sulawesi. Work stress causes performance to decline by continuing to buy time in completing work, conflicts within oneself and makes a person more emotional, becomes lazy to attend morning apples and does not focus on work, affects job satisfaction, work stress causes work to be neglected and reduced work productivity.  Polwan yang menjalankan dua peran yakni sebagai kodratnya seorang wanita dan juga tugasnya sebagai polisi tentunya tidaklah mudah. Menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik dan menjadi polwan yang baik merupakan peran yang harus dijalankan. Dua peran yang dilaksanakan oleh seorang wanita tidak jarang mengalami konflik peran ganda yang berakibat pada terjadinya stres kerja dan akan mempengaruhi kinerja polwan tersebut. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres kerja ditinjau dari konflik peran ganda Polwan Polda Sulsel. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik peran ganda mempengaruhi stres kerja Polwan Polda Sulsel. Stres kerja menyebabkan kinerja menurun dengan terus mengulur waktu dalam menyelsaikan pekerjaannya, timbulnya konflik dalam diri dan membuat seseorang lebih mudah emosi, menjadi malas mengikuti apel pagi dan tidak fokus dalam bekerja, mempengaruhi kepuasan kerja, stres kerja mengakibatkan pekerjaan jadi terbengkalai dan berkurangnya produktivitas kerja

    THE EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO 9001 : 2015 DI PPEI

    No full text
    Improvement in training quality is determined by many factors. One of them is the effects of training implementation management on producing good training. In order to improve the quality of training and always meet customer satisfaction and stakeholders, Indonesia Export Training Center (IETC) has implemented a quality management system with the achievement of ISO 9001 Quality Management System certification since 2004. The Quality Management System was first introduced by the International Organization for Standardization (ISO) which has been adopted in Indonesia through the National Standardization Agency of Indonesia currently as SNI ISO 9001: 2015. It is one of the reference standards for organizations. Through the implementation of a quality management system, it is believed that the management of goods or services produced by an organization comes from fulfilling customer quality requirements. The purpose of this study is to evaluate the implementation of Quality Management System ISO 9001 in IETC. The research methodology used is observation, interviews and documentation study. The results showed that the measurement of the clause analysis on the fulfillment of the requirements of Quality Management System 9001: 2015, for clauses 4 and 5 is 95% and 86.67%. This shows that the implementation of clauses 4 and 5 in IETC is in accordance with the standard requirements. Meanwhile, for clauses 6, 7, 8, 9 and 10 is 70% - 80%. Therefore, a quality management system and documentation exist; also well organized. However, the implementation of clauses 6, 7, 8, 9 and 10 has not been carried out fully.Mutu diklat dari waktu ke waktu harus semakin meningkat. Peningkatan mutu diklat ditentukan oleh banyak faktor. Namun salah satu faktor kunci peningkatan mutu diklat adalah   bagaimana  pengelolaan pelaksanaan diklat berpengaruh untuk menghasilkan diklat yang baik. Dalam rangka peningkatan mutu diklat agar senantiasa memenuhi kepuasan pelanggan dan stakeholder terkait,  PPEI telah menerapkan sistem manajemen mutu dengan diterimanya sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 sejak tahun 2004. Sistem manajemen mutu  atau Quality Management System  pertama kali diperkenalkan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang telah diadopsi di Indonesia melalui Badan Standardisasi Nasional (BSN)  sebagai SNI ISO 9001: 2015. Standar ini merupakan salah satu standar acuan untuk organisasi dalam penerapan sistem manajemen mutu. Melalui penerapan sistem manajemen mutu  diyakini bahwa pengelolaan barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu organisasi bermuara pada pemenuhan persyaratan mutu  pelanggan.Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 di PPEI. Metodologi penelitian dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran analisis klausul terhadap pemenuhan persyaratan SMM 9001: 2015, untuk klausul 4 dan 5 adalah 95,00% dan  86,67%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan klausul 4 dan 5 di PPEI sudah sesuai dengan persyaratan standar sistem manajemen mutu. Sementara  pengukuran analisis klausul terhadap pemenuhan persyaratan Sistem Manajemen Mutu 9001: 2015,  untuk   klausul  6, 7, 8, 9 dan 10 adalah 70% - 80%. Hal ini menunjukkan bahwa sistem manajemen mutu ada, dokumentasi ada dan terorganisir dengan baik namun penerapan klausul 6, 7, 8, 9 dan 10 tidak dilakukan secara penuh di perusahaan/organisasi

    PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM PADA DINAS SOSIAL PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Full text link
    This research aims to analyze the implementation of knowledge management in the social service of south Sulawesi province, which seen from three basic processes or stages of implementing knowledge management in organization, i.e. knowledge creation, knowledge sharing, and knowledge implementation. The research method used in this research was qualitative descriptive, that is qualitative research will describe how the basic process or stages of implementing knowledge management in government agencies. The data collection methods used were interviews, observation, and review documents. This research involved 13 informants who were selected based on the considerations of the most parties that involved by considering strategic position and tenure in the social service, especially regarding the implementation of knowledge management. The results indicated that the implementation of knowledge management in process or stages of knowledge creation in the social service of south Sulawesi province was not fully implemented. The activities that have been implemented and done regularly, that is informal meetings and learning by doing. Likewise, the knowledge sharing stage has not been fully implemented in the social service of south Sulawesi province, only the activity of using interactive media has been going well. And last, almost all of the knowledge implementation in the social service of south Sulawesi province has not been implemented, although there are several activities have been done on these stages. However, researcher assume that has not been done in particular and optimally, such as infrastructure assessment activities in form of data collection on equipment needs and giving reward system.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan knowledge management pada Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, yang dilihat dari tiga proses dasar atau tahapan penerapan knowledge management dalam organisasi yaitu penciptaan pengetahuan, berbagi pengetahuan, dan implementasi pengetahuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian kualitatif yang akan menggambarkan bagaimana proses dasar atau tahapan penerapan knowledge management pada suatu instansi pemerintah. Metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu wawancara, observasi dan telaah dokumen. Penelitian ini melibatkan 13 orang informan yang dipilih berdasarkan pertimbangan pihak-pihak yang paling terlibat dengan mempertimbangkan jabatan strategis dan masa kerja pada Dinas Sosial, khususnya terkait penerapan knowledge management. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan knowledge management pada proses atau tahapan penciptaan pengetahuan di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan belum sepenuhnya diterapkan. Adapun aktivitas yang sudah diterapkan dan berjalan rutin, yaitu pertemuan informal dan belajar dengan melakukan (learning by doing). Begitupun pada tahapan berbagi pengetahuan juga belum sepenuhnya diterapkan di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, hanya aktivitas penggunaan media interaktif yang sudah berjalan dengan baik. Dan terakhir, pada proses atau tahapan penerapan atau implementasi pengetahuan (knowledge implementation) di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan hampir semuanya belum diterapkan, meskipun ada beberapa aktivitas yang sudah terlaksana pada tahapan ini, namun peneliti menganggap hal tersebut belum dilaksanakan secara khusus dan maksimal, seperti aktivitas penilaian infrastruktur dalam bentuk pendataan kebutuhan peralatan dan perlengkapan, dan pemberian reward system

    PERAN FUNGSI MANAJERIAL DALAM MENDUKUNG PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN MODERN

    Full text link
    Service excellence is the dream of all service recipients. Therefore, efforts to make it happen requires a stable managerial role in the organization. The research objective was to determine the role of managerial functions in supporting modern office administration services at the Barombong District office in Gowa Regency. Research respondents were 100 people who had received services. Data collection techniques through observation, questionnaires, interviews with service providers (employees) and service recipients (community), documentation. In carrying out their main duties and functions as an employee at the Barombong District Office in Gowa Regency, they have shown seriousness in providing services to the community. This can be seen from the commitment of employees in providing excellent service to the community receiving services. of several service criteria delivered, namely: 1) frequency of assignment of officers to the requirements, costs and time of administrative completion, 2) Timeliness of Administrative Officers in Providing Services, and 3) Officers make the best use of service time.Pelayanan yang membahagiakan merupakan impian dari semua penerima layanan. Oleh karena itu, upaya dalam mewujudkannya dibutuhkan peran manajerial organisasi yang stabil. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran fungsi manajerial dalam mendukung pelayanan administrasi perkantoran modern pada kantor Kecamatan Barombong di Kabupaten Gowa. Responden penelitian sebanyak 100 masyarakat yang telah menerima pelayanan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, angket, wawancara terhadap pemberi layanan (pegawai) dan penerima layanan (masyarakat), dokumentasi. Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai pegawai pada Kantor Kecamatan Barombong di Kabupaten Gowa telah menunjukkan keseriusan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini dapat terlihat komitmen pegawai dalam memberikan service excelent kepada masyarakat penerima layanan. dari beberapa kriteria pelayanan yang disampaikan yaitu: 1) frekuensi pemberian petugas terhadap persyaratan, biaya dan waktu penyelesaian administrasi, 2) Ketepatan Waktu Petugas Administrasi dalam Pemberian Layanan, dan 3) Petugas memanfaatkan waktu layanan dengan sebaik-baiknya

    BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA (BLT-DD)

    Full text link
    The Indonesian Village Fund Direct Cash Assistance (shortened: BLT-DD) program has become a new policy in village level due to the COVID-19 pandemic. Therefore, this study aims to explore the implementation of BLT-DD and to unravel the problems experienced in its implementation. To obtain in-depth findings on the implementation of BLT-DD, this study used a qualitative research method with the object of Kedawung Village, Nglegok District, Blitar Regency. The research data was obtained through interviews and literature study. Broadly speaking, this study finds that the distribution mechanism of BLT-DD in Kedawung Village has been carried out with good procedures and the right amount. However, in terms of time and targets, the implementation of the distribution of BLT-DD in Kedawung Village is not yet fully appropriate. Through problem tree analysis model, this study displays main problems of BLT-DD implementation in Kedawung Village and elaborates them to the root of problems, occurred problems and the effects due to the occurrence of those problems.Kebijakan program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) merupakan sebuah instrumen baru di tingkat desa yang muncul sebagai salah satu upaya dalam penanganan pandemi COVID-19. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali penerapan BLT-DD dan mengurai masalah yang dialami dalam penerapannya. Untuk memperoleh temuan yang mendalam atas implementasi BLT-DD, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan objek Desa Kedawung Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Data penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan studi pustaka. Secara garis besar, penelitian ini menemukan bahwa mekanisme distribusi BLT-DD di Desa Kedawung telah dilakukan dengan prosedur yang baik dan tepat jumlah. Namun demikian, ditinjau dari sisi waktu dan sasaran, pelaksanaan distribusi BLT-DD di Desa Kedawung belum sepenuhnya tepat. Dengan pendekatan pohon masalah, penelitian ini juga menampilkan kendala dalam implementasi BLT-DD di desa Kedawung dan menguraikannya mulai dari penyebab masalah, masalah yang timbul, dan dampak yang diakibatkan dari timbulnya masalah tersebut

    ANALISIS MUTASI PINDAH PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Full text link
    Mutation is the transfer of civil servants from outside agencies to to South Sulawesi provincial government agencies for certain reasons. This study aims to determine and analyze the reasons for the transfer of Civil Servants to the South Sulawesi provincial government. There are 46 informants. The approach used is a qualitative approach, especially case studies using questionnaires, interviews, observations, and document review.The results of the study indicate that mutation in the South Sulawesi provincial government include horizontal mutations, carried out based on existing guidelines, and the principle of the merit system. However, under certain conditions, mutations are carried out based on a spoil system. Some of the obstacles faced were: the absence of a time standard; the existence of a moratorium; readiness of the originating agency to release and the intended agency to receive it; routine office activities that are still ongoing; the Covid-19 pandemic; and natural disasters. Description of reasons for mutation: mutation at the employee's own wish and Productive Task Transfer. Transfer of his own volition: in his original institution, his duties and fields of work are not in accordance with his job; at the institution of origin, the work environment is not in accordance    with his physical condition or health reasons; want to develop a career; return to the area of ​​origin/close to the family: follow the figure of the leader; get better benefits. Transfer of Productive Tasks (ATP), namely the reasons proposed by the leadership as an effect of the election of Regional Heads in South Sulawesi.Mutasi pindah di lingkungan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan adalah perpindahan Pegawai Negeri Sipil dari instansi luar ke intansi pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dengan alasan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis alasan mutasi pindah Pegawai Negeri Sipil ke lingkungan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan. Informan berjumlah 46 orang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif khususnya studi kasus dengan menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutasi di lingkungan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan termasuk mutasi horizontal, dilaksanakan berdasarkan pedoman yang ada, dan prinsip merit system. Namun, pada kondisi tertentu, mutasi dilakukan berdasarkan spoil system. Beberapa kendala yang dihadapi adalah: tidak adanya standar waktu; adanya moratorium; kesiapan instansi asal untuk melepas dan instansi yang dituju untuk menerima; kegiatan rutin kantor yang masih terus berjalan; pandemi Covid-19; dan bencana alam. Gambaran alasan mutasi: mutasi atas keinginan pegawai sendiri dan Alih Tugas Produktif. Mutasi atas keinginan sendiri: di instansi asalnya, tugas dan bidang kerjanya tidak sesuai dengan pekerjaannya; di intansi asalnya, lingkungan kerjanya tidak sesuai dengan kondisi fisiknya atau alasan kesehatan; ingin mengembangkan karir; kembali ke daerah asal/ dekat dengan keluarga: mengikuti sosok pemimpin; memperoleh tunjangan yang lebih baik. Alih Tugas Produktif (ATP), yakni alasan diajukan oleh pimpinan sebagai efek dari pemilihan Kepala Daerah di Sulawesi Selatan

    PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (FILM DOKUMENTER)

    Full text link
    The Land and Rural and Urban Buildings Tax has been fully managed by local governments including central Mamuju regency. The potential for high acceptance in this sector is expected to be absorbed to the maximum to be utilized in order to improve infrastructure development and community welfare. But the promising potential has not been able to be collected by the government, resulting in year-on-year receivables. The method used in this study is qualitative by conducting eawancara, observation, study documents to obtain information related to the tax of the earth and rural and urban buildings that are poured into the form of documentaries. There is nine informants in this study. Data analysis is done by sorting the results of photos or videos obtained then arranged based on a storyboard or storyline that has been created before. The results show that the process of taxing rural and urban land and buildings still has a number of obstacles that make it difficult for the government to reach its revenue target every year. These include discrepancies in subject data and data objects, a lack of tax awareness, and the difficulty of charging officers to meet the owner of a tax object. Therefore, the government needs to improve the database in a planned manner and make various innovations so that public awareness in fulfilling its obligations can be realized.Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan telah dikelola secara penuh oleh pemerintah daerah termasuk daerah kabupaten Mamuju Tengah. Potensi penerimaan yang cukup tinggi di sektor ini diharapkan dapat diserap secara maksimal untuk dimanfaatkan dalam rangka peningkatan pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. Namun potensi yang menjanjikan tersebut belum mampu dipungut oleh pemerintah sehingga menimbulkan piutang dari tahun ke tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan melakukan wawancara, observasi, telaah dokumen untuk memperoleh informasi terkait pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan yang dituangkan kedalam bentuk film dokumenter. Informan dalam penelitian ini berjumlah sembilan orang. Analisis data dilakukan dengan memilah hasil foto atau video yang diperoleh kemudian disusun berdasarkan storyboard atau alur cerita yang telah dibuat sebelumnya. Hasil penelitian mengindikasikan proses pemungutan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan masih mengalami sejumlah kendala sehingga menyulitkan pemerintah untuk mencapai target penerimaan yang sudah ditetapkan setiap tahun. Masalah tersebut antara lain ketidaksesuaian data subjek dan objek data, kurangnya kesadaran pajak, dan sulitnya petugas menagih atau menemui pemilik objek pajak. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan perbaikan basis data secara terencana dan melakukan berbagai inovasi agar kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajibannya dapat terwujud

    82

    full texts

    142

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Administrasi Negara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇