Jurnal Administrasi Negara
Not a member yet
    142 research outputs found

    Pengembangan Program Persiapan Pensiun Bagi Pegawai Negeri Sipil Kota Gorontalo

    No full text
    Abstrak : Menjelang masa pensiun, Pegawai Negeri Sipil diperhadapkan dengan masalah penyesuaian diri dalam situasi baru (re-orientation), menetapkan pilihan-pilihan dan menikmatinya (stabilitas), mengatisipasi ketidakberdayaan karena kondisi usia lanjut, serta menanggulangi minimnya dana pensiun yang akan diterima, sehingga memberikan dampak negatif dari segi finansial dan mental. Oleh sebab itu, dibutuhkan  pengembangan program persiapan pensiun yang bertujuan untuk memperkecil dampak negatif yang akan terjadi. Penelitian ini dilakukan dengan metode survai dengan menggunakan desain penelitian deskriptif untuk menjaring kebutuhan pegawai menjelang masa pensiun serta pertimbangan pihak pengambil kebijakan di Kota Gorontalo, melalui proses Analisis Kebutuhan Diklat sebagai dasar penyusunan sebuah program pelatihan pasca pensiun (post-service training). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 35,76% calon pensiunan membutuhkan pelatihan kewirausahaan dengan merencanakan untuk memulai usaha baru pada bidang peternakan, jasa boga, perikanan, jasa transportasi, jasa pendidikan dan pertanian. Kemudian terdapat 64,23% calon pensiunan tidak membutuhkan pelatihan karena mereka memilih untuk melakukan aktivitas pribadi dengan mengunjungi anak cucu dan melakukan kegiatan keagamaan lainnya.Kata kunci : Pensiun, Dampak negatif, Finansial-mental, Analisis kebutuhan diklat, Pelatihan pasca pensiun. Abstract : Beyond retirement, civil servants are having certain problems in dealing with new situations (re-orientation), setting options and enjoyment (stability), anticipating disabilities due to the condition of old age, as well as tackling the lack of pension funds that carries negative impacts in terms of financial and psychological effects. Therefore, retirement preparation programs are needed to minimize such impacts. This research was conducted by using  survey method, and descriptively designed by Training Needs Analysis process on preparing a post-service training. These terms applied in order to encompass the needs of employees beyond retirement, as well as the considerations of policy makers in Kota Gorontalo. The results showed that there were 35.76% prospective retirees need some entrepreneurial training in several business activities, such as animal husbandry, catering services, fisheries, transportation services, educational services  and  agriculture. Then, there were 64.23% prospective retirees did not need training because they has chosen to do personal activities, such as visiting their grandchildren and relatives, and actively involved in certain  religious activities.Keywords : Retirement, financial and psychological effects, training need analysis, post-service training

    Kualitas Pelayanan Pada Kantor Pelayanan Perizinan Dan Penanaman Modal Kabupaten Barru

    No full text
    Abstrak : Pelayanan yang berkualitas merupakan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan sesuai dengan standar pelayanan, akan tetapi pelayanan publik ternyata seringkali mengecewakan dibandingkan memuaskan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan kualitas pelayanan pada Kantor Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Barru. Metode penelitiannya adalah survai dengan desain deskriptif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan angket, wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Data dianalisis secara deskriptif interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan di Kantor Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal yang diberikan pada masyarakat berada pada kategori berkualitas. Hal tersebut dapat dilihat dari rata-rata skor untuk keseluruhan sub variabel yaitu 3,86 yang apabila didasarkan pada kriteria dan rentang skala yang ada termasuk dalam kategori berkualitas. Variabel penelitian digambarkan dengan menggunakan 10 sub variabel yaitu ketepatan pelayanan, akurasi pelayanan, kesopanan dan keramahan, tanggung jawab, kelengkapan, kemudahan mendapatkan pelayanan, variasi model pelayanan, pelayanan pribadi, kenyamanan, serta atribut pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 indikator tersebut terdapat 1 indikator berada dalam kategori kurang berkualitas yakni ketepatan waktu.Kata kunci : Kualitas pelayanan, Perizinan, Penanaman modal. Abstract : Quality services are the services provided to the customer in accordance with the standards of services, but public service is often disappointing rather than satisfying. Therefore, this study aims to identify and to define the quality of services in Licensing and Investment Services Office of Barru Regency. The research method was a descriptive design survey. The technique of collecting data was using questionnaires. Data was analyzed descriptively interpretative. The results shows that the quality of services in the Licensing and Investment Services Office to the community is categorized ‘good quality’. This can be seen from the average score of the entire sub-variables at 3.86 that based on the criterion and existing scale ranges can be categorized ‘good quality’. The research variables described by using 10 sub-variables that are services target, accuracy service, courtesy and hospitality, responsibility, completeness, access to services, the variation model of service, personal care, comfort and support attributes. The research findings show that of the 10 indicators, there is one indicator that has been categorized as ‘less quality’, that is punctuality.Keywords : Service quality, Licensing, Investment

    82

    full texts

    142

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Administrasi Negara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇