Jurnal Administrasi Negara
Not a member yet
142 research outputs found
Sort by
KUALITAS PELAYANAN PASIEN RAWAT JALAN PESERTA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL DI PUSKESMAS PITUMPANUA KABUPATEN WAJO
Abstract
Puskesmas as first-rate health facilities provide health services so that is the spearhead for health development at the sub-district level, health services for both healthy and sick people, both for outpatient and inpatient services. Therefore, the quality of health services is important in the organization of health services because it can improve the efficiency and effectiveness of health services, increase public acceptance of health services and can protect health service providers from possible legal claims. Therefore, this study aims to analyze the quality of patient service of outpatients participating Social Insurance Administrative Agency (BPJS) at Pitumpanua Health Center Wajo Regency. The method used is descriptive quantitative. Data collection techniques used questionnaires, document review and interviews. The populations in this study were all outpatients of BPJS members who visited from March to May 2017, with a sample size of 147 people using purposive sampling and data were analyzed using frequency tables. The results of this study indicate that the service of outpatients participating Social Insurance Administrative Agency at Pitumpanua Health Center of Wajo Regency is in the rank of good quality, seen from the dimension of requirement, procedure, service time, executive competence, implementer behavior, service announcement, suggestions and inputs. However, to improve the quality of service then there are some things that are suggested and still require attention such as the convenience of the polyclinic unit, the speed of service time at the counter card, the explanation of the function information and the way of drug consumption on the service in the medicine room, information on the types of services available in each outpatient room, and to increase the availability of suggestion boxes in the outpatient room.
Keywords: Service Quality, Social Insurance Administrative Agency, Puskesmas.Abstrak
Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama memberikan pelayanan kesehatan sehingga merupakan ujung tombak bagi pembangunan kesehatan di tingkat kecamatan dan pelayanan kesehatan baik pada masyarakat sehat maupun sakit, baik untuk pelayanan rawat jalan maupun rawat inap. Untuk itu kualitas pelayanan kesehatan menjadi hal penting dalam organisasi pelayanan kesehatan karena dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan kesehatan, meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan dapat melindungi penyelenggara pelayanan kesehatan dari kemungkinan timbulnya gugatan hukum. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan pasien pasien rawat jalan Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial di Puskesmas Pitumpanua Kabupaten Wajo. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, telaah dokumen dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Pasien Rawat Jalan Peserta BPJS yang berkunjung pada bulan Maret sampai bulan Mei 2017, dengan jumlah sampel 147 orang dengan menggunakan purposive sampling dan data dianalisis dengan menggunakan tabel frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan pasien Pasien Rawat Jalan Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial di Puskesmas Pitumpanua Kabupaten Wajo berada pada peringkat berkualitas, baik dilihat dari dimensi persyaratan, prosedur, waktu pelayanan, kompetensi pelaksana, perilaku pelaksana, maklumat pelayanan, dan penanganan pengaduan, saran dan masukan. Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan maka ada beberapa hal yang disarankan dan masih memerlukan perhatian seperti kenyamanan ruang poliklinik, kecepatan waktu pelayanan di loket kartu, penjelasan mengenai informasi fungsi dan cara konsumsi obat pada pelayanan di ruang obat, keramahan pelayanan di ruang obat, informasi jenis pelayanan yang tersedia di tiap ruangan rawat jalan, dan menambah ketersediaan kotak saran di ruang rawat jalan.
Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, Puskesmas
ANALISIS PEREKRUTAN DAN SELEKSI DOSEN DAN KOORDINATOR LAPANGAN PADA UNIVERISTAS NUSA CENDANA II BAJAWA KABUPATEN NGADA
AbstrakPengadaan pegawai yang baik akan membantu terwujudnya tujuan organisasi. Oleh karena itu penting melakukan perekrutan dan seleksi untuk memperoleh dosen dan koordinator lapangan (Korlap) yang sesuai dengan kebutuhan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perekrutan dan seleksi dosen dan Korlap pada Undana II Bajawa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, telaah dokumen dan observasi dengan informan sebanyak lima orang terdiri dari Ketua Pengelola, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Dosen Terbang dan Dosen Kontrak, serta Korlap yang dianggap mampu memberikan informasi seputar pengadaan dosen dan Korlap pada Undana II Bajawa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Aspek Perekrutan belum sesuai standar perekrutan tenaga kependidikan karena masih dipengaruhi oleh kekuatan politik dan hubungan kekerabatan. Juga, perekrutan calon dosen tetap masih mengutamakan putra daerah. Namun secara umum, proses perekrutan sudah sangat baik karena dilaksanakan secara terbuka dan transparan. Selanjutnya 2 proses penyeleksian dosen/ tenaga kependidikan, sudah sesuai dengan standard dan prosedur yang ada, dimana dosen/ tenaga kependidikan tetap memasukkan syarat yang sudah ditetapkan oleh Undana dan juga mengikuti serangkaian tes, baik tertulis maupun tidak tertulis (wawancara).Kata Kunci: Perekrutan, Seleksi, Dosen, Koordinator Lapangan, Universitas Nusa Cendana II                      BajawaAbstractGood employee recruitment can contribute to the attainment of organizational goals. Therefore it is important to carry out recruitment and selection processes in an attempt to obtain lecturers and field coordinators (Korlap) based on needs in terms of quality and quantity. Therefore, the purpose of this research is to analyze the recruitment and selection of lectures and field coordinators at Undana II Bajawa. The method used is a qualitative descriptive study. Data collection employed interviews, document review and observation techniques. Five informants were involved, consisting of the Chief Manager, Chief Infrastructures, Contract and Fellow Lecturers, as well as field coordinator members who were considered able to provide information about recruitment of lecturer and field coordinator at Undana II Bajawa. The results of this study show that: 1) aspect of recruitment has not conformed to the standards of education personnel recruitment as it is influenced by political forces and kinship. Furthermore, recruitment of candidates for tenured faculty still give a positive discrimination towards “Putra Daerah†(those who were born in the disstrict) In general, however, the process of recruitment has been excellent as it is openly and transparent. Furthermore, 2 the process of selecting faculty / staff, has conformed to the standard lecturers / educators submit terms and conditions set forth by Undana, and they also take a series of tests both written and oral (interview).Keywords: Recruitment, Selection, Lecturer, Field Coordinator, University of Nusa Cendana II BajawaAbstrakPengadaan pegawai yang baik akan membantu terwujudnya tujuan organisasi. Oleh karena itu penting melakukan perekrutan dan seleksi untuk memperoleh dosen dan koordinator lapangan (Korlap) yang sesuai dengan kebutuhan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perekrutan dan seleksi dosen dan Korlap pada Undana II Bajawa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, telaah dokumen dan observasi dengan informan sebanyak lima orang terdiri dari Ketua Pengelola, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana, Dosen Terbang dan Dosen Kontrak, serta Korlap yang dianggap mampu memberikan informasi seputar pengadaan dosen dan Korlap pada Undana II Bajawa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Aspek Perekrutan belum sesuai standar perekrutan tenaga kependidikan karena masih dipengaruhi oleh kekuatan politik dan hubungan kekerabatan. Juga, perekrutan calon dosen tetap masih mengutamakan putra daerah. Namun secara umum, proses perekrutan sudah sangat baik karena dilaksanakan secara terbuka dan transparan. Selanjutnya 2 proses penyeleksian dosen/ tenaga kependidikan, sudah sesuai dengan standard dan prosedur yang ada, dimana dosen/ tenaga kependidikan tetap memasukkan syarat yang sudah ditetapkan oleh Undana dan juga mengikuti serangkaian tes, baik tertulis maupun tidak tertulis (wawancara). Kata Kunci: Perekrutan, Seleksi, Dosen, Koordinator Lapangan, Universitas Nusa Cendana II                       Bajawa  AbstractGood employee recruitment can contribute to the attainment of organizational goals. Therefore it is important to carry out recruitment and selection processes in an attempt to obtain lecturers and field coordinators (Korlap) based on needs in terms of quality and quantity. Therefore, the purpose of this research is to analyze the recruitment and selection of lectures and field coordinators at Undana II Bajawa. The method used is a qualitative descriptive study. Data collection employed interviews, document review and observation techniques. Five informants were involved, consisting of the Chief Manager, Chief Infrastructures, Contract and Fellow Lecturers, as well as field coordinator members who were considered able to provide information about recruitment of lecturer and field coordinator at Undana II Bajawa. The results of this study show that: 1) aspect of recruitment has not conformed to the standards of education personnel recruitment as it is influenced by political forces and kinship. Furthermore, recruitment of candidates for tenured faculty still give a positive discrimination towards “Putra Daerah†(those who were born in the disstrict) In general, however, the process of recruitment has been excellent as it is openly and transparent. Furthermore, 2 the process of selecting faculty / staff, has conformed to the standard lecturers / educators submit terms and conditions set forth by Undana, and they also take a series of tests both written and oral (interview). Keywords: Recruitment, Selection, Lecturer, Field Coordinator, University of Nusa Cendana II                 Bajaw
MUTU PELAYANAN KESEHATAN POS PELAYANAN TERPADU (POSYANDU) LANJUT USIA (LANSIA) DI KELURAHAN TAMMUA KECAMATAN TALLO KOTA MAKASSAR
AbstrakPermasalahan yang dianalisis dalam penelitian ini adalah bagaimana mutu pelayanan Pos Pelayaan Terpadu (Posyandu) lanjut usia (lansia). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu pelayanan kesehatan Posyandu lansia di Kelurahan Tammua Kecamatan Tallo Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif dan dianalisis menggunakan program SPSS versi 23. Survei dilakukan di Kelurahan Tammua Kecamatan Tallo Kota Makassar yang termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Rappokalling. Populasi dalam penelitian ini adalah 1.662 lansia yang telah mendapat pelayanan kesehatan di Posyandu lansia. Penetapan sampel dengan menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling, diperoleh 94 lansia yang terpilih untuk berpartisipasi sebagai responden dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek struktur (input) yang mencakup: kemampuan petugas, ketersediaan peralatan kesehatan, ketersediaan obat-obatan, kelengkapan sarana penunjang, akses posyandu lansia, dan kenyamanan posyandu lansia dengan nilai rata-rata 4,68 (ketegori bermutu). Aspek proses yang mencakup: hubungan interpersonal, kecepatan pelayanan, pemeriksaan kesehatan, penjelasan petugas, dan pencatatan dengan nilai rata-rata 4,69 (ketegori bermutu). Sedangkan aspek outcome yang mencakup kepuasan lansia dengan nilai rata-rata 4,83 (kategori puas) dan jumlah kunjungan sebanyak 107 (Mei 2015) meningkat menjadi 115 (Mei 2016). Namun, ketersediaan peralatan pemeriksaan gula darah dan hubungan interpersonal harus ditingkatkan. Secara keseluruhan, pelayanan kesehatan Posyandu lansia dapat memenuhi harapan lansia.Kata Kunci: Mutu Pelayanan Kesehatan, Lanjut Usia (Lansia), Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).AbstractThe problem analysed in the study was about service quality integrated services point (Posyandu) for elderly. The objective of the study was to understand the quality of health care at Posyandu for elderly in Tammua village Tallo district of Makassar city. The study applied a survey method with a quantitative approach and analyzed using SPSS version 23. The survey was undertaken in Tammua village of Tallo sub-district of Makassar city, which was service area of Rappokalling public health centre (Puskesms). Population of the study was 1.662 elderly had received health care in elderly Posyandu. Using non-probably sampling with a purposive sampling technique, 94 elderly were selected to participate as respondents in the study. The results of the study showed that the structure aspect (inputs) consisting of staff ability, availability of health facilities, availability of medicines, availability of supporting facilities, access to the elderly Posyandu, and the comfort of the Posyandu scored 4.68 (categorised as qualify). The process aspect consisting of interpersonal relation, speed of service, medical check, explanations officers, and documentation scored 4,69 (categorised as quality). While the outcome aspect consisting of elderly satisfaction scored 4.83 (categorised as satisfied). The number of elderly visit was 107 (May 2015) increased to 115 (May 2016). However, the availability of facility for blood sugar and interpersonal capability of staff should be improved. In overall, the health care at elderly Posyandu could meet the elderly expectation.Keywords: Quality of Health Care, Elderly, Integrated Services Point (Posyandu)
ANALISIS KEBUTUHAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KOTA TIDORE KEPULAUAN
Abstract
Education and Training are needed to address the gap between the quality of task performance and the minimum quality standards required, as well as to improve the quality of work. The objective of this study is to understand and analyze the implementation of training needs analysis for Civil Servants that was undertaken by The Board of Employee and Human Resource Development of Tidore Kepulauan Municipality. This study uses a qualitative method. Analysis Unit is 8 informants and documents obtained from BKPSDM Tidore Kepulauan Municipality namely Document of Strategic Plan, Document of Performance Accountability Report, Job Analysis Document. Data were analyzed qualitatively. The results of the study show that The Board of Employee and Human Resource Development of Tidore Kepulauan Municipality did not conduct a proper and systematic training needs analysis. The training needs identification at the organizational level is determined solely by the leader, the training needs identification at the job level merely adjusting to the education and training programs offered by the organizers and the individual level needs only decided by the leadership based on intuition and desire. Therefore, it is better to BKPSDM Tidore Kepulauan Municipality in determining which part or field in the organization that need the training done through organizational analysis process by conducting out interview, participant survey and participant satisfaction data as well as by looking at the efficiency index.
Keywords: Training Needs Analysis, Human Resource Development, Tidore Kepulauan Municipality.
Abstrak
Pendidikan dan Pelatihan diperlukan untuk mengatasi kesenjangan antara kualitas pelaksanaan tugas dengan standar kualitas minimal yang dibutuhkan, serta untuk meningkatkan kualitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan bagi Pegawai Negeri Sipil pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tidore Kepulauan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Unit Analisis terdiri atas 8 Informan serta dokumen-dokumen yang diperoleh dari BKPSDM Kota Tidore Kepulauan yakni Dokumen Rencana Strategik, Dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja, dan Dokumen Analisis Jabatan. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Tidore Kepulauan tidak melakukan analisis kebutuhan pendidikan dan pelatihan dengan tepat dan sistematis. Identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan di tingkat organisasi hanya ditentukan oleh pimpinan, identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan ditingkat pekerjaan hanya menyesuaikan dengan program-program pendidikan dan pelatihan yang ditawarkan oleh penyelenggara dan kebutuhan di tingkat individu hanya diputuskan oleh pimpinan berdasarkan intuisi dan keinginannya. Oleh karena itu, sebaiknya BKPSDM Kota Tidore Kepulauan dalam menentukan bagian atau bidang mana dalam organisasi yang membutuhkan diklat dilaksanakan melalui proses analisis organisasi dengan melakukan wawancara keluar, survai Calon Peserta dan data kepuasan peserta maupun dengan melihat indeks efisiensi.
Kata kunci: Analisis Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. 
DUKUNGAN SISTEM APLIKASI PELAYANAN KEPEGAWAIAN (SAPK) ONLINE DALAM PENGELOLAAN KEPEGAWAIAN PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN BARRU
AbstrakPenelitian ini membahas dukungan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) online dalam pengelolaan kepegawaian pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Barru. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan mengumpulkan data melalui pengamatan, wawancara dan telaah dokumen. Hasil penelitian mengungkapkan beberapa hal antara lain: pendataan pegawai secara keseluruhan melalui SAPK sejak diterapkannya belum pernah dilakukan, namun segala urusan kepegawaian tetap berproses secara inkremental melalui SAPK dan database yang disempurnakan melalui data PUPNS; pengolahan data belum berjalan dengan baik; prosedur dan tata kerja belum dilakukan tepat waktu; SDM pengelola SAPK belum pernah mengikuti pelatihan. Teknologi Informasi sudah cukup baik karena sudah dilengkapi komputer dan juga jaringan internet walaupun dengan bandwidth yang masih rendah. Hal tersebut menunjukkan bahwa Dukungan SAPK online pada BKD Kabupaten Barru belum optimal.Kata Kunci : Pendataan Pegawai, Pengolahan Data, Prosedur, SDM, Teknologi Informasi.AbstractThe problem analyzed in the study was about supportting a Computerised Personnel Management Service System (SAPK) at the Local Personnel Board (BKD) of Barru Regency. This study applied a descriptive method with a qualitative approach. Data was gathered using observation, interview and document analysis.The results of the study revealed several findings, such as: a comprehensive employee data entry through SAPK had not been performed yet, though all personnel data transactions were performed incrementally through SAPK, and database was updated through PUPNS; data processing had not been well-executed; work procedures had not been done on time, and employees managing SAPK had not ever been trained yet. The Information Technology was adequate as it had been equipped with computers and networks, although with quite low bandwidth. This showed that support of online SAPK at BKD of Barru Regency had not been optimum.Keywords :Data entry, data processing, work procedures, human resources and information teknology
IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS SEBAGAI SEKOLAH SASARAN PELAKSANA KURIKULUM 2013 SE-KABUPATEN JAYAPURA
Literasi merupakan integrasi keterampilan menyimak, berbicara, menulis, membaca, dan berpikir kritis. Gerakan literasi sekolah terdiri atas tahap pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang implementasi gerakan literasi sekolah di SMA sekolah sasaran pelaksana Kurikulum 2013 tahun pelajaran 2016/2017 se Kabupaten Jayapura. Metode yang digunakan yaitu metode survei dengan deskriptif kuantitatif. Hasil temuan penelitian program membaca 15 menit yang menjadi pogram wajib untuk tahap pembiasaan responden dari peserta didik masih berkategori sedang 2,17, tahap pengembangan berkategori sedang 2,41, dan tahap pembelajaran juga masih berkategori sedang 2,12. Program membaca 15 menit yang menjadi program wajib responden dari pendidik untuk tahap pembiasaan berkategori sedang 2,46, tahap pengembangan berkategori sedang 2,52, dan tahap pembelajaran juga masih berkategori sedang 2,34. Beberapa sekolah belum menjadwalkan dalam jadwal harian program membaca 15 menit yang menjadi kewajiban sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan setiap hari. Demikian juga belum memiliki tim gerakan literasi sekolah. Jadi implementasi gerakan literasi sekolah di SMA sekolah sasaran pelaksana Kurikulum 2013 se Kabupaten Jayapura hanya mencapai kategori sedang. Hasilnya dapat dijadikan sebagai masukan kepada LPMP Papua untuk meningkatkan kualitas pelayanan kediklatan demi meningkatkan mutu pendidikan di provinsi Papua.
Literacy is an integration of listening, speaking, writing, reading, and critical thinking skills. The implementation of the School Literacy Movement consists of the stage of habituation, development, and learning. This study aims to obtain a clear picture of the implementation of School Literacy Movement in Senior High Schools as target school for 2013 Curriculum Academic Year 2016/2017 at Jayapura Region. The method used is survey method with descriptive quantitative and qualitative descriptive. The research findings of the 15-minute program read into the compulsory program for the habituation stage of the respondents of the students are still moderate 2.17, the development stage is moderate 2.41, and the learning stage is also still moderate 2.12. The 15-minutes Reading Programs which become the compulsory program of respondents from educators for the moderate category of cognition 2.46, the development stage is moderate 2.52, and the learning stage is also still moderate 2.34. Some schools have not scheduled the daily schedule of 15-minute Reading Programs that are required before the learning activities are conducted every day. Some schools do not have a School Literacy Movement Team as well. So the implementation of School Literacy Movement in Senior High Schools as target school for 2013 Curriculum implementation at Jayapura Region reach medium category. The result can be used as input to LPMP Papua to improve training quality services in order to improve the quality of education in Papua Province
KEBIJAKAN AKUNTANSI AKTIVA TETAP DAN PENYUSUTAN BERDASARKAN PSAK NO.16 (revisi 2011) PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XIV MAKASSAR (UNIT USAHA PKS LUWU)
AbstrakBesarnya investasi yang ditanamkan dalam aktiva tetap menjadikan aktiva tetap perlu mendapatkan perhatian yang serius, tidak hanya pada penggunaan dan operasinya saja tetapi juga dalam perlakuan akuntansinya. Proses pengakuan, penyusutan, penurun, pelepasan, dan pengungkapan aktiva tetap sedianya berpedoman pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.16 (revisi 2011) yang mengatur perlakuan akuntansi aktiva tetap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan kebijakan akuntansi aktiva tetap dan penyusutan pada PT. Perkebunan Nusantara XIV Makassar (Unit Usaha Perkebunan Kelapa Sawit LUWU I). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang memberikan gambaran secara jelas tentang perlakuan kebijakan akuntansi aset tetap berdasarkan PSAK No. 16 (Revisi 2011). Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan PT. Perkebunan Nusantara XIV Makassar (Unit Usaha Perkebunan Kelapa Sawit LUWU I) dalam perlakuan akuntansi aset tetap masih belum sepenuhnya sesuai dengan PSAK No.16 (revisi 2011). Hal ini ditunjukkan dengan tidak dilakukannya review atas nilai residu dan umur manfaat aset tetap pada setiap akhir tahun buku, dan tidak diakuinya keuntungan atau kerugian disposal aset tetap. Oleh karena itu, guna menghasilkan laporan keuangan yang handal maka perlu dilakukan penyajian dan pengungkapan aset tetap secara terstandar sebagaimana diatur dalam PSAK No.16 (revisi 2011).Kata Kunci : Aset Tetap , Penyusutan, PSAK, Laporan Keuangan. AbstractThe amount invested in fixed assets made concern fixed assets, not only on the use and operation but also in the accounting treatment. The process of recognition, depreciation, disposals, and disclosure of fixed assets was due to be guided by the Statement of Financial Accounting Standard (IAS) 16 (revised 2011) which prescribes the accounting treatment of fixed assets. The research to determine the treatment of accounting policies and the depreciation of fixed assets at PT. Perkebunan Nusantara XIV Makassar (Unit Usaha Perkebunan Kelapa Sawit I). The method used is descriptive qualitative approach that gives a clear picture of the treatment of fixed asset accounting policies in accordance with SFAS No. 16 (Revised 2011). The technique of collecting data through interviews, observation and study of the document. The results showed that the policy of PT. Perkebunan Nusantara XIV Makassar (Unit Usaha Perkebunan Kelapa Sawit I) in plant and equipment is still not fully in accordance with IAS 16 (revised 2011). This is shown by not doing a review of the residual value and useful life of fixed assets at the end of each financial year, and no recognition of gain or loss on disposal of fixed assets. Therefore, in order to produce reliable financial statements it is necessary to the presentation and disclosure of fixed assets are standardized as set out in IAS 16 (revised 2011).Keywords: fixed assets, depreciation, IAS, financial Statemen
Mutu Pelayanan Radiologi Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar
Abstrak : Pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh berbagai sarana kesehatan pada berbagai tingkat pelayanan baik pemerintah maupun swasta mutunya belum merata dan belum sepenuhnya dapat memenuhi tuntutan kebutuhan pengguna jasa dan masyarakat termasuk pelayanan penunjang kesehatan seperti pelayanan radiologi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan penjelasan mengenai mutu pelayanan radiologi pasien rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kuantitatif yang dimaksudkan untuk menggambarkan data penelitian secara interpretatif berlandaskan teori dengan menggunakan tabel frekuensi skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pelayanan radiologi pasien rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata 4,56 atau 91,3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian mutu pelayanan tersebut dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu aspek akses berada pada kategori baik, aspek pilihan dan pastisipasi berada pada kategori baik, aspek informasi berada pada kategori baik, aspek kualitas berada pada kategori baik, dan dari aspek mekanisme pengaduan konsumen berada pada kategori baik. Dari hasil penelitian ini disarankan sebaiknya mutu pelayanan radiologi pasien rawat jalan tetap dipertahankan dan terus ditingkatkan sehingga semakin banyak orang yang memilih untuk melakukan pemeriksaan radiologi di rumah sakit Bhayangkara Makassar.Kata kunci : mutu pelayanan, radiologi, pasien rawat jalan, rumah sakit Abstract : Quality of health care organized by a variety of health facilities at various levels of both government and private services have not been evenly distributed and not fully able to meet the demanding needs of service users and the community, including health support services such as radiology services. This study aimed to obtain information and explain the quality of outpatient radiology services in Bhayangkara Hospital of Makassar. The method used is descriptive-quantitative that intended to describe interpretative research data, based on the theory by using frequency table scores. The results show that the quality of outpatient radiology services in Bhayangkara Hospital of Makassar is in good category with an average value of 4.56 or 91.3%. The Results of the assessment of service quality are viewed from the Aspect of Accessibility that are in good category, the Aspect of Choice and Participation, that are in good category, the Aspect of Information that is in good category, the Aspects of Quality that is in good category, and the Aspect of Consumer’s Complaints Mechanism that is in good category as well. Based on the study, it is suggested that the quality of outpatient radiology services in Bhayangkara Hospital of Makassar should be maintained or improved so that more and more people are willing to conduct radiological examinations in Bhayangkara Hospital of Makassar.Keywords : Quality of services, radiology, outpatient, hospita
Mengakselerasi Gerakan Pembangunan Di Provinsi Papua
Abstrak : Pemerintah Daerah seharusnya memiliki Pernyataan visi dan misi yang menjadi tonggak kesepahaman bersama semua pelaku pembangunan untuk menyamakan gerak langkah guna mengaktualisasikan segenap potensi yang dimiliki oleh setiap kabupatendan kota menuju cita-cita sejati pembangunan, yaitu menjadikan masyarakat lebih sejahtera dan bermartabat. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba memetakan potensi perekonomian dan membandingkannya dengan pernyataan visi dan misi kabupaten/kota di Provinsi Papua sehingga dapat diperoleh gambaran umum mengenai kemampuan akselerasi pembangunan di setiap kabupaten/kota. Penelitian ini bersifatdeskriptif. Populasi dalam penelitian adalah seluruh kabupaten/kota di Provinsi Papua, yaitu sebanyak 28 kabupaten dan 1 kota. Berdasarkan area cluster sampling, dipilih 3 kabupaten di bagian utara, 4 kabupaten/kota di bagian tengah, dan 3 kabupaten di bagian selatan Provinsi Papua. Analisis data dilakukan dengan menggunakan modelTipologi Klassen, yang memetakan sektor ke dalam 4 kuadran. Kemudianmembandingkannya dengan pernyataan visi dan misi masing-masing kabupaten/kota. Hasil analisis menunjukkan bahwa masing-masing kabupaten/kota memiliki perbedaan karakteristik sektor unggulannya. Terdapat dua sub sektor yang unggul dihampir semua daerah, yaitu: perikanan dan kehutanan. Secara kumulatif terdapat 86 sub sektor unggulan yang dimiliki oleh semua kabupaten/kota, namun hanya 34sub sektor yang tersirat secara jelas dalam pernyataan visi dan misi masing-masing kabupaten dan kota.Kata kunci : Visi, Misi, Tipologi klassen, Keunggulan regional, Keunggulan absolut, Keunggulan komparatif. Abstract : Regional Government should have vision and mission statements as milestones of agreement with all the actors of development to equalize motion steps in order to actualize all the potential of each of regency and city to reach the ideals of development, i.e.to make more prosperous and dignified society. This research is to chart the potentialeconomy and compare it with the vision and mission statement of regencies and cities in Papua Province, in order to obtain general overview on the ability of accelerating development in each of regency and city. This is a descriptive research. The population of this research is all regency/city in Papua Province, they are, 28 regencies and 1 city. Based on Area Cluster Sampling, 3 (three) regencies in the northern part, 4 (four) regencies/city in the center, and 3 (three) regencies in the southern part of PapuaProvince were chosen. Data is analysed by using the Klassen Typology Model, who mapped the sector into 4 quadrants. Then, compare it with their vision and mission statements of each of regency and city. The results show that each of regency/city has distinctive characteristics in advantage sector. There are 2 sub sectors of excellence exist in all regencies and city, namely fishery and forestry. Cumulatively, there are 86 sub sector flagships that are owned by all districts/cities, but only 34 sub sectors clearly imply the vision and mission statements in each of regency and city.Keywords : Vision, Mission, Klassen typology, Regional advantages, Absolute advantage, Comparative advantag
Pendekatan Sistem Dalam Menjaga Mutu Pelayanan Pada Rawat Inap Sampuria Puenya Puskesmas Pandauke Kecamatan Mamosalato Kabupaten Morowali Utara
Abstrak : Puskesmas merupakan bagian dari sistem pelayanan kesehatan yang diberikan pada masyarakat, dalam hal ini pelayanan Rawat Inap diharapkan mampu memberikan pelayanan yang bermutu dan menyeluruh berdasarkan dengan standar dan prosedur yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui serta menjelaskan pendekatan sistem dalam menjaga mutu pelayanan pada Rawat Inap Sampuria Puenya Puskesmas Pandauke Kecamatan Mamosalato Kabupaten Morowali Utara. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif- deskriptif yakni mengetahui, menjelaskan, dan mendiskripsikan mutu pelayanan Rawat Inap Sampuria Puenya. Sampel dalam penelitian adalah sebagian petugas dan pasien pada Rawat Inap Sampuria Puenya Puskesmas Pandauke dengan jumlah informan sebanyak 9 informan terdiri dari 6 informan petugas dan 3 orang informan pasien dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan telaah dokumen. Pengolahan data diambil dari data primer yang bersumber dari wawancara, data sekunder melalui analisis teoritis yang bersumber dari buku, laporan, dan foto-foto, dan hasil observasi melalui reduction, display, dan conclusion drawing verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan sistem dalam menjaga mutu pelayanan pada Rawat Inap Sampuria Puenya Puskesmas Mamosalato Kabupaten Morowali Utara dilihat dari aspek masukan (input), aspek proses (process), dan aspek hasil (outcome) belum maksimal.Kata kunci : mutu pelayanan, pendekatan sistem, rawat inap, puskesmas, Kabupaten Morowali Utara. Abstract : Public Health Centre is part of the health care system provided to the community, in this case Inpatient services that are capable to provide quality services and full services, based on standards and procedures that have been set. The purpose of this study is to determine and explain the systems approach in maintaining the quality of services for Inpatients in Sampuria Puenya Pandauke Health Centre of Mamosalato Sub District at North Morowali Regency. This type of research uses descriptive qualitative research method of knowing, explaining and describing quality of Inpatient Services at Sampuria Puenya Pandauke Public Health Centre. Samples are some officers and Inpatients of Sampuria Puenya Pandauke Public Health Centre with a number of informants as much as 9 informants which consists of 6 officers and 3 inpatients. Technique of collecting data is observation, interviews and document analysis. Data is presented by processing primary data through interviews and secondary data processing through theoretical analysis from books, reports, photographs, data and observations and analysis of data through data reduction, display, and conclusion drawing verification. The results show that the system approach in maintaining the quality of services in Inpatient Sampuria Puenya Panauke Health Center at Mamosalato Sub District of North Morowali Regency can be seen from: (a) Aspects of the inputs, Aspects of the processes, and the aspect of the results (outcome) that have not been maximized.Keywords : Services Quality, System Approach, Inpatient, Public Health Centre, Morowali Regenc