Jurnal Curvanomic
Not a member yet
715 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TRANSMIGRAN BERTAHAN MENETAP DI PEMUKIMAN TRANSMIGRASI KAYONG UTARA
SuniartiUniversitas Tanjungpura ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis: (1) Pengaruh pekerjaan terhadap keputusan bertahan menetap (2) Pengaruh pendapatan terhadap keputusan bertahan menetap (3) Pengaruh kepemilikan barang bergerak dan tak bergerak terhadap keputusan bertahan menetap (4) Pengaruh aksesibilitas terhadap keputusan bertahan menetap.Populasi dalam penelitian ini sebanyak 5.768 KK. Sampel yang diambil sebanyak 100 sampel dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu kuesioner. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan model analisis data yaitu Analisis Regresi Linier Berganda.Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan bertahan menetap dengan nilai regresi sebesar 0,294 dengan nilai signifikansi 0,0020,05 (4) Aksesibilitas berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap keputusan bertahan menetap dengan nilai regresi sebesar 0,118 dengan nilai signifikansi 0,211>0,05.Kata Kunci: Pekerjaan, Pendapatan, Kepemilikan barang bergerak dan tak bergerak, Aksesibilitas, Keputusan bertahan menetapDAFTAR PUSTAKAArikunto. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.Badan Pusat Statistik Kabupaten Kayong Utara. (2011). Kabupaten Kayong Utara Dalam Angka 2018. Kayong Utara: BPS.Badan Pusat Statistik Provinai Kalimantan Barat. (2018). Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka 2018. Kalimantan Barat: BPS.Deliarnov. (2012). Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Jakarta: PT Grafindo Persada.Ghozali, Imam (2013). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program. Edisi Ke tujuh. Badan Penerbit : Semarang.Hasanah. et.al (2012). Kajian Tentang Penyebab Transmigran Bertahan Tinggal Di Desa Tirta Kencana Tulung Bawang Barat Tahun 2012. Digital Repository Unila.Hidayat, & Listiqowati. (2015). Faktor-Faktor Pendorong Dan Penarik Transmigran Di Desa Kota Raya Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal Universitas Tadulako. Vol 3 (6). Jumhur. (2015). Model Pengembangan Pedagang Kaki Lima (PKL) Kuliner di Kota Singkawang. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan.Vol. 4 (1), 125-139.Lembaga Demografi FEUI. (2011). Dasar – Dasar Demografi. Jakarta: Salemba Empat. Lestari, et al. (2015), Analisis Karakteristik Sosial Ekonomi Transmigran Kabupaten Lampung Selatan Ke Kalimantan (Kecamatan Ketapang). Jurnal Penelitian Geografi Universitas Lampung. Vol 3 (3).Mantra, Bagoes. (2012). Demografi Umum. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Miro, Fidel. (2012). Perencanaan Transportasi. Jakarta: Erlangga.Munir, Rozy. (2010). Dasar-dasar Demografi. Jakarta: Lembaga Penerbit UI.Nova, et al. (2017). Faktor-faktor Mempengaruhi Lama Migran Menetap yang Bekerjapada Sektor Informal di Kota Palembang. Jurnal Empirika. Vol 2 (1)Nurhuda. et.al (2018). Determinants Of Labor Migration In Overseas In Indonesia. Journal Of Research In Humanities And Social Science. Vol.6 (12). ISSN (Online): 2321-9467.Priadana, & Muis. (2012). Metodologi Penelitian Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu.Priyatno Duwi, 2010. Teknik Mudah dan Cepat Melakukan Analisis Data Penelitian dengan SPSS dan Tanya Jawab Ujian Pendadaran. Gaya Media, Yogyakarta.Purwasih, Reni. et al. (2016). Faktor Penyebab Transmigran Bertahan Di Desa Alur Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut. Jurnal Pendidikan Geografi. Vol 3 (1).Sasioba. (2018). Perkembangan Masyarakat Transmigran Di Desa Bantik Kecamatan Beo Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun 1983-2015. Jurnal Universitas Sam Ratulangi. Vol 1 (1).Siregar, Syofian. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri.Sugioyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantatif Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.Sukardewi, Nyoman, et. all, (2013). Kontribusi Adversity Quotient (AQ) Etos Kerja dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Guru SMA Negeri di Kota Amlapura. Jurnal Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, Aceh. Vol 4. Supriyanto, Achmad Sani & Vivin Maharani. (2013). Metode Penelitian Sumber Daya Manusia Teori, Kuisioner, dan Analisis Data. Malang: UIN-Malang Press.Todaro, & Smith. (2011). Pembangunan Ekonomi Jilid 1. Jakarta : ErlanggaUndang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 tahun 1997 tentang Ketransmigrasian.Peraturan Bupati Nomor 60.A Tahun 2009 tentang Penyediaan Layanan Pendidikan Gratis.Yuningsih, & Nurjannah, (2019). Adaptasi Masyarakat Transmigran di Desa Batang Pane II, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara. Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya Universitas Negeri Medan. Vol 4 (2). Hal 188-193.Zid. et.al. (2012). Migrasi Internasional Perempuan Dan Penguasaan Lahan Pedesaam Di Jwa Barat: Antara Resiko Dan Penggunaan Remitansi. Jurnal Olmiah Mimbar Demokrasi. Vol.11 (2).
Evaluasi Dana Desa (DD) dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Desa Sungai Raya di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendistribusian DD, mendeskripsikan dampak DD terhadap kesejahteraan masyarakat, dan untuk mendeskripsikan tata kelola DD. Lokasi penelitian di Desa Sungai Raya Kecamatan Sungai Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan evaluatif. Jumlah sampel sebanyak 54 orang yang terdiri dari 44 orang sampel kepala/wakil kepala keluarga dan 10 orang sampel aparat desa dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendistribusian DD di Desa Sungai Raya sudah berjalan cukup baik dengan menentukan pilihan objek dan alternatif yang baik. Adanya kebijakan DD memberikan manfaat dan dampak positif bagi sarana dan infrastruktur desa dalam hal pemenuhan kebutuhan fasilitas publik sehingga akan meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat. Tata kelola di Desa Sungai Raya, baik itu di tingkat pemerintah desa hingga masyarakat cukup baik dari sisi perencanaan. Namun untuk pelaksanaan, masyarakat masih kekurangan informasi terkait kebijakan DD serta kurangnya pengawasan pemerintah desa terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur seperti dalam kualitas dan ketahanan bangunan yang dibuat sangat rendah.Kata kunci: Evaluasi, Dana Desa, Kesejahteraan masyarakatDAFTAR PUSTAKAAbidin, M. Z. (2015). Tinjauan Atas Pelaksanaan Keuangan Desa Dalam Mendukung Kebijakan Dana Desa. Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, Vol. 6 No. 1, 61 – 76.Adisasmita, R . (2011). Pembiayaan Pembangunan Daerah. Yokyakarta: Graha Ilmu. Hlm: 24.Adisasmita, R. (2013). Teori-teori Pembangunan Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi dan Pertumbuhan Wilayah. Yokyakarta: Graha Ilmu. Hlm: 94-95.Aljannah, S. (2017). Evaluasi Alokasi Dana Desa (Add) dalam Menunjang Pembangunan Desa di Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu (Studi Kasus: Desa Tambusai Utara Tahun 2013-2014). Jurnal JOM Fekon. Vol. 4, No. 1, 816.Arsyad, L. (2010). Ekonomi Pembangunan Edisi ke 5.Yokyakarta: UPP STIM YKPN. Hlm: 374.Bungin, B. (2001). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah. Juklak Bimkon Pengelolaan Keuangan Desa. (2015). www.keuangandesa.com.Djojohadikusumo, S. (1994). Perkembangan Pemikiran Ekonomi, Dasar Teori Ekonomi Pertumbuhan dan Ekonomi. Jakarta: PT Pustaka LP3ES.Khasanah, L. U. (2015). Peran Kepemimpinan Demokratis Terhadap Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa (Studi di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Tahun 2015). (Artikel). Universitas Muhammadiyah Ponorogo. http://eprints.umpo.ac.id/1396/9/ARTIKEL.pdf diakses pada tanggal 11 Maret 2018.Kuncoro, M. (2012). Perencanaan Daerah. Bagaimana Membangun Ekonomi Lokal, Kota, dan Kawasan. Jakarata : Salemba Empat. Hlm: 25.Milanti, Suluh (2016). Evaluasi Pemanfaatan Dana Desa Untuk Pembangunan Infrastruktur (Studi Kasus di Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul Tahun 2015). (Naskah Publikasi) http://repository.umy.ac.id/. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93/PMK.07/2015 tentang Tata Cara Pengalokasian, Penyaluran, Penggunaan, pemantauan, dan Evaluasi Dana Desa. www.keuangandesa.com.Rabb, A. D. A., & Muchlis, M. (2016). Implementasi Kebijakan Dana Desa Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93 Tahun 2015 Pada Kecamatan Ganra Kabupaten Soppeng. Jurnal Akuntansi Peradaban. Vol. 2, No 1.Riduwan (2010). Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.Sari, R. N., Ribawanto, H., & Said, M. (2014). Pengelolaan Alokasi Dana Desa dalam Perspektif Pemberdayaan Masyarakat (Studi pada Kantor Pemerintahan Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri). Jurnal Administrasi Publik. Vol. 3, No 11.Satori, D., & Komariah, A (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta CV.Somborarak, A. (2014). Evaluasi Program Alokasi Dana Desa di Desa Loa Janan Ulu Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Ilmu Pemerintahan. Vol. 2, No 2, 1880-1885.Sugiyono (2014). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta CV.Rahayu, A. S. (2010). Pengantar Kebijakan Fiskal. Jakarta: Bumi Aksara.Irawan, M.B.A., & Suparmoko, M. (2002). Ekonomika Pembangunan.Yokyakarta: BPFE.Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa. Kebijakan Pengelolaan Keuangan Desa Berdasarkan Permendagri No. 113 Tahun 2014. www.djpk.depkeu.go.id diakses tanggal 30 Oktober 2017.Tangkumahat, F. V., Panelewen, V. V. J., & Mirah, A. D. P. (2017). Dampak Program Dana Desa Terhadap Peningkatan Pembangunan Dan Ekonomi di Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa. Jurnal Agri-SosioEkonomi Unsrat. Vol. 13 No 2A, 335 – 342.Yusuf, M. (2014). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitattif, dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.Bahalau, Y., Walemangko, E, N., & Siwu, H, F, D. (2015). Analisis Pengaruh Kebijakan Fiskal Terhadap Upaya Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Sulawesi Utara (Periode 1994-2013). Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi. Vol. 15 No. 04.Hidayat, M, N, S. (2016). Analisis Dampak Desentralisasi Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Jawa Timur (Studi Kasus 38 Kab/Kota di Jawa Timur). (Jurnal Ilmiah). Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang. http://download.portalgaruda.org/article.desentralisasifiskal diakses tanggal 28 September 2018.Maipita, I., Jantan, M.D., & Razak, N.A.A. (2010). Dampak Kebijakan Fiskal Terhadap Kinerja Ekonomi dan Angka Kemiskinan di Indonesia. (Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan). https://www.researchgate.net/publication/312642089_DAMPAK_KEBIJAKAN_FISKAL_TERHADAP_KINERJA_EKONOMI_DAN_ANGKA_KEMISKINAN_DI_INDONESIA diakses 28 September 2018
Pengaruh Modal Usaha, Tenaga Kerja dan Lama Usaha terhadap Pendapatan Usaha Mikro dan Kecil pada Toko Pakaian di Kota Pontianak
ABSTRAK Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh modal usaha, tenaga kerja dan lama usaha terhadap pendapatan usaha mikro dan kecil pada toko pakaian di Kota pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan data dianalisis menggunakan model regresi linear berganda.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha mikro dan kecil pada toko pakaian di Kota Pontianak dibuktikan dengan hasil uji t statistik koefisien modal usaha sebesar 0,537442 dengan nilai uji t sebesar 5,992400 dan nilai probabilitasnya 0.0000 yang dapat dikatakan lebih kecil dari taraf signifikan yang di tentukan (α=0,05), tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha mikro dan kecil pada toko pakaian di Kota Pontianak dibuktikan dengan hasil uji t statistik koefisien tenaga kerja sebesar 0,044355 dengan nilai uji t sebesar 3,831118 dan nilai probabilitasnya 0.0003 yang dapat dikatakan lebih kecil dari taraf signifikan yang di tentukan (α=0,05), dan lama usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha mikro dan kecil pada toko pakaian di Kota Pontianak dibuktikan dengan uji t statistik dimana hasil koefisien lama usaha sebesar 0,022208 dengan nilai uji t sebesar 2.388304 dan nilai probabilitasnya 0.0195 yang dapat dikatakan lebih kecil dari taraf signifikan yang ditentukan (α=0,05). apabila dilihat dari seberapa besar kemampuan modal usaha, tenaga kerja dan lama usaha terhadap pendapatan usaha mikro dan kecil pada toko pakaian di Kota Pontianak menunjukan variasi variabel pendapatan usaha mikro dan kecil mampu dijelaskan oleh modal usaha, tenaga kerja dan lama usaha sebesar 42,88% sedangkan sisanya sebesar 57,12% dijelaskan sebagai faktor-faktor lain yang tidak masuk ke dalam model penelitian. Kata Kunci : modal usaha, tenaga kerja, lama usaha dan pendapatan usaha Pengaruh Modal Usaha, Tenaga Kerja Dan Lama Usaha Terhadap Pendapatan Usaha Mikro Dan Kecil Pada Toko Pakaian Di Kota Pontianak1. Latar BelakangSetiap perusahaan dituntut untuk mengoptimalkan sumber daya ekonominya guna untuk meningkatkan daya saing produknya di pasar dan juga selalu berusaha keras dalam berinovasi terhadap produk maupun jasanya agar mampu bertahan dari persaingan. Dari data yang di dapat terdapat 6 kecamatan di Kota Pontianak yang membuka usaha toko pakaian yaitu 315. Kecamatan Pontianak kota merupakan kecamatan yang paling banyak masyarakatnya membuka usaha toko pakaian di bandingkan dengan kecamatan yang lain yaitu berjumlah 165 orang yang membuka usaha toko pakaian di Pontianak Kota. Selanjutnya diikuti oleh kecamatan Pontianak Barat dengan jumlah 60 orang, Sedangkan kecamatan Pontianak Tenggara merupakan kecamatan yang hanya sedikit masyarakat membuka usaha toko pakaian yaitu hanya sebanyak 5 orang. 2. PermasalahanAdapun Permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut :1. Apakah modal usaha berpengaruh terhadap pendapatan Usaha Mikro dan Kecil Pada Toko Pakaian di Kota Pontianak2. Apakah Tenaga kerja beerpengaruh terhadap pendapatan Usaha Mikro dan Kecil Pada Toko Pakaian di Kota Pontianak3. Apalah Lama usaha berpengaruh terhadap pendapatan Usaha Mikro dan Kecil Pada Toko Pakaian di Kota Pontianak 3. Tujuan Penelitian1. Untuk megetahui dan menganalisi adanya pengaruh Modal Usaha terhadap Pendapatan Usaha Mikro dan Kecil Pada Toko Pakaian di Kota Pontianan2. Untuk mengetahui dan menganalisi adanya pengaruh jumlah Tenaga Kerja terhadap Pendapatan Usaha Mikro dan Kecil Pada Toko Pakaian di Kota Pontianak3. Untuk mengetahui dan menganalisi adanya Pengaruh Lama usaha terhadap Pendapatan Usaha Mikro dan Kecil Pada Toko Pakaian di Kota Pontianak 4. Metode PenelitianPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif karena penelitian ini dimaksudkan menggunakan data berupa angka untuk menjelaskan pengaruh antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data primer yang di dapatkan dari kuesioner dan jurnal-jurnal ilmiah yang ada hubungan antara modal usaha, tenaga kerja dan lama usaha yang dapat mendukung penelitian ini.5. Hasil dan PembahasanHasil penelitian menunjukkan bahwa modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha mikro dan kecil toko pakaian di kota pontianak dengan koefisien 0,537442 dan nilai probabilitas sebesar 0,0000. Tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha mikro dan kecil toko pakaian di kota pontianak dengan koefisien sebesar 0,044355 dan nilai probabilitas uji t statistik sebesar 0,0003 atau lebih kecil dari taraf signifikan 5% atau sebesar 0,05. Lama usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha mikro dan kecil toko pakaian di kota Pontianak dengan koefisien sebesar 0,022208 dan nilai probabilitas sebesar 0,0195. modal usaha, tenaga kerja dan lama usaha secara Bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usaha mikro dan kecil toko pakaian di Kota Pontianak.Kesimpulan dan rekomendasi1. Kesimpulan1) Variabel modal usaha, variabel tenaga kerja dan variabel lama usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha mikro dan kecil toko pakaian di Kota Pontianak2) menyatakan mampu mempengaruhi secara serentak atau Bersama-sama oleh modal usaha, tenaga kerja dan lama usaha dan sisanya di jelaskan oleh faktor lain2. RekomendasiBerdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan yang diperoleh, maka saran yang dapat diberikan sebagai berikut:1. Bagi pengusaha toko pakaianTerkait modal usaha, tenaga kerja dan lama usaha yang mana harus mengola dengan benar seperti modal agar dapat meningkatkan pendapatan, kemudian untuk tenaga kerja sebaiknya tetap tekun dalam melaksanakan pekerjaan sehingga berimbas pada pendapatan yang akan didapatkan dan juga jumlah tenaga kerjanya tetap di pertahankan, untuk lama usaha selalu tekun dalam menjalankan usaha agar dapat mengasah pengetahuan secara professional dan juga mengetahui selera konsumen agar dapat meningkatkan pendapatan. Begitu juga dengan pendapatan sebaiknya melakukan kerja sama secara luas sehingga dapat meningkatkan produksi pakaian dan meningkatkan kegiatan promosi sehingga dapat meningkatkan pendapatan pula.2. Penelitian selanjutnyaPenelitian selanjutnya diharapkan agar lebih dapat mengembangkan penelitian ini dengan melihat faktor lain yang dapat mempengaruhi pendapatan pengusaha, misalnya jam kerja, usia maupun Pendidikan. DAFTAR PUSTAKAAndhadika, T & Pujiyanto. (2014). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja industri pengolahan di kota semarang. E-jurnal undip, vol. 3, No.1.Arifini, N. K., & Mustika, M. D. (2013). Analisis Pendapatan Pengrajin Perak Di Desa kamasan Kabupaten Klungkung. E-Jurnal. Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana. Vol .2, No.6.Asmie, (2008). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Pedagang Pasar Tradisional Di Kota Yogyakarta. Jurnal NeO-Bis. Universitas Bhayangkara. Vol. 2, No. 2.Dahar, R. (2012). Teori Invisible Hand Adam Smith dalam perspektif Ekonomi Islam. Economica.Vol.2, No.2Fachrizal, R. (2016). Pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap produksi industri kerajinan kulit di kabupaten merauke. Ilimah agribisnis dan perikanan, Vol. 9, No. 2.Gujarat, D. N. (2007). Dasar-dasar Ekonometrika Edisi ketiga jilid 1. Jakarta: penerbit Erlangga.Kuncoro, M. (2011). teori dan aplikasi untuk bisnis & ekonomi " Metode kuantitatif"Malik, & Rachmawati, (2008). Analisis Pengaruh Kredit, Aset Dan Jumlah Pegawai Terhadap Pendapatan Usaha Kecil, Menengah Penerimaan Kredit Bank Pengkreditan Rakyat. Jurnal Ekonomi. Universitas Gunadarma.Vol 2, No.2Mankiw, N. G. (2006). Principal of Macroeconomics: Pengantar Ekonomi Makro. Jakarta:Salemba Empat Purwanti. (2012). Pengaruh karakteristik wirausaha, modal usaha, strategi pemasaran terhadap perkembangan umkm di desa dayaan dan kalilondo salatiga . Among makarti, Vol. 5, No. 9.Putra. (2015). Pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap pendapatan dengan lama usaha sebagai variabel moderating fakultas ekonomi dan bisnis universitas udayana ( unud ). E-jurnal ep unud, Vol. 4 No. 9.Rusydi, Heriani, & Siradjuddin. (2018). menyoal marginalisasi dan kesejahteraan pekerja perempuan sektor formal. Jurnal Ecces. Vol. 5, No. 1.Riyant & Bambang, (2001). Dasar-dasar Perusahaan. Yogyakarta: Yayasan PenerbitSamuelson. P, & Nordhous. (1997). Mikro Ekonomi. Alih Bahasa Haris Munanda, dkk. Erlangga. J akartaSaragih, I.P & Nasution, S.M (2014). Analisis pengaruh modal sendiri dan modal pinjaman kredit usaha rakyat (kur) terhadap pendapatan pengusaha umkm kebupaten toba samosir (studi kasus: pt bank sumut cabang balage). Ekonomi dan keuangan, Vol. 3, No. 6.Sukirno, S. (2004). Makro Ekonomi. Radja Grafindo Persanda. JakartaSugiono .(2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. AlfabetaSuci,Y.R. (2017). Perkembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di indonesia. Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos, Vol. 6, No. 1.Sumantri. (2017). Pengaruh volume penjualan terhadap pendapatan peternak ayam potong (studi kasus peternakan ayam supadi), E-Jurnal, Vol. 2, No. 2.Novitasari, A. T. (2017). Pengaruh modal kerja , keterampilan tenaga kerja , dan inovasi terhadap pertumbuhan usaha kecil batik di kecamatan tanjung bumi kabupaten bangkalan. “eco-socio: jurnal ilmu dan pendidikan ekonomi-sosial, Vol. 1, No. 1.Payama J. S. (2001). Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia, Lembaga Penerbit Universitas Indonesia, JakartaUndang-undang Nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil Dan MenengahUtari & dewi. (2014). Pengaruh modal, tingkat pendidikan dan teknologi terhadap pendapatan usaha mikro kecil dan menengah (umkm) di kawasan imam bonjol denpasar barat. E-jurnal ep unud, Vol. 3, No. 12.Wibowo. (2006). Pengaruh modal kerja terhadap pendapatan dengan lama usaha sebagai variabel moderasi (survei pada pedagang pasar klithikan notoharjo surakarta). Ekonomi dan kewirausahaan, Vol. 13, No. 2.Wicaksono. (2011). Pengaruh Modal Awal, Lama Usaha Dan Jam Kerja Terhadap Pendapatan Kios Di Pasar Bintaro Demak. Jurnal EkonomiWiguna. (2016). Pengaruh modal usaha dan tenaga kerja terhadap pendapatan dengan kredit sebagai variabel moderasi pada pedagang di pasar seni sukawati. E-jurnal ep unud, Vol. 5, No. 11.
PENGARUH UPAH MINIMUM DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI ANGKATAN KERJA KABUPATEN/KOTA PROVINSI KALIMANTAN BARAT
PENGARUH UPAH MINIMUM DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI ANGKATAN KERJA DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI KALIMANTAN BARAT BARATOleh:Nuni Sanura ABSTRAK Kalimantan Barat merupakan Provinsi yang memiliki tingkat partisipasi angkatan kerja tertinggi di Pulau Kalimantan. Ada beberapa indikator yang mempengaruhi tingkat partisipasi angkatan kerja diantaranya upah minimum dan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh upah minimum dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder di Provinsi Kalimantan Barat pada periode tahun 2011-2017 yang diperoleh dari data publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat maupun publikasi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upah minimum berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Kalimantan. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Kalimantan Barat. Variabel di dalam model bersama sama memiliki pengaruh sekitar 79,71 persen terhadap tingkat partisipasi angkata kerja, sedangkan 20,29 persen dipengaruhi oleh variabel lainnya. Kata Kunci: Upah Minimum Dan Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja DAFTAR PUSTAKA Agustina. (2017). Peramalan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Di Jawa Barat. Jurnal Ilmiah UMMI, Volume X1, No. 03 Desember 2017. Fakultas Ekonomi Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon.Arsyad, L.(2010).Ekonomi Pembangunan.Edisi Kelima. STIM YKPN, Yogyakarta.Badan Pusat Statistik kalimantan barat ( BPS ). (2011).kalimantan barat dalam angka . Pontianak:BPS (2012). Kalimantan Barat dalam Angka 2012. Pontianak: BPS. http://www.bps.go.id. (2013). Kalimantan Barat dalam Angka 2013. Pontianak: BPS. http://www.bps.go.id. . (2014). Kalimantan Barat dalam Angka 2014. Pontianak: BPS. http://www.bps.go.id. . (2015). Kalimantan Barat dalam Angka 2015. Pontianak: BPS. http://www.bps.go.id.______________ (2016). Kalimantan Barat dalam Angka 2016. Pontianak: BPS. http://www.bps.go.id.______________ (2017). Kalimantan Barat dalam Angka 2017. Pontianak: BPS. http://www.bps.go.idBonerri,K.B. (2018). Pengaruh Pendidikan Dan Upah Terhadap Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (Tpak) Di Kota Manado. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Volume 18 No. 01 Tahun 2018. Jurusan Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sam Ratulangi, Manado.Hamid,E.S.(2000).Perekonomian Indonesia Masalah Dan Kebijakan Kontemporer,Yogyakarta.UII press Yogyakarta . Hatta ,Siti hardiyanti.(2017) .pengaruh upah minimum dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja wanita di kota makassar. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam .skripsi .UIN Alauddin Makassar.Jhingan, M. L. (2016). Ekonomi Pembangunan dan perencanaan. Jakarta: Rajagrafindo Persada.Katjasungkana, N.L. Soetrisno, A.Gaffar,Dkk.(2001) Potret Perempuan Tinjauan Politik, Ekonomi, Hokum, Di Zona Orde Baru. Pustaka pelajar offset, Yogyakarta.Kuncoro, M. (2010). Dasar- Dasar Ekonomika Pembangunan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.Mulasari,Frestiana Dyah (2015). Peran Gender Perempuan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008-2012. Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang, Journal4 (2).Mulyadi.(2014). Ekonomi Sumber Daya Manusia.jakarta.PT Rajagrafindo Persada.Mankiw,N.G.(2006).Pengantar Ekonomi Makro.Sembilanempat.Jakarta.Mankiw,N.G.(2001).Pengantar Ekonomi.jakarta: Erlangga.Pramoto &Saputra.(2011).Kebijakan Upah Minimum Untuk Perekonomian Yang Berkeadilan Tinjauan UUD 1945.Journal of Indonesian applied economics,vol 5.(No 2):269-285.Peraturan Pemerintah RI No. 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan.Simanjuntak, P.J. (2005). Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.Sirait, Novlin.(2013). Analisis Beberapa Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Penganguran Kabupaten/Kota Provinsi Bali .jurusan ekonomi pembangunan fakultas ekonomi universitas undaya. E-jurnal EP unud Vol.2, No 2: 108-118. Sari, C.P.M., & Putri ,S.(2018) Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Dan Pertumbuhan Penduduk Terhadap Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Di Kota Lhokseumawe Periode 2007-2015. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussale. Jurnal Ekonomika Indonesia Volume VII Nomor 02 Desember 2018. Silalahi, B(2011).“Analisis Pengaruh Variabel Kependudukan Terhadap PDRB Harga Konstan di Kabupaten Jepara (1998-2008)”, Skripsi. Universitas Diponegoro, Semarang .Sukirno,S.(2016). Makroekonomi Teori Pengantar .jakarta :PT.Raja Grafindo Persada.Sukirno,S.(2016). Mikroekonomi Teori Pengantar .jakarta :PT.Raja Grafindo Persada.Sulistiawati, R (2012). Pengaruh Upah Minimum terhadap Penyerapan Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi di Indonesia. (Jurnal Eksos. Vol 8 No. 3 2012).Sun’an,M. (2015).Ekonomi Pembangunan .jakarta:mitra wacana media .Subri,M.(2014). Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Perspektif Pembangungan. Edisi Revisi. Jakarta:Rajawali Pers.Setyowati,E. (2009). Analisis Tingkat Partisipasi Wanita Dalam Angkatan Kerja Di Jawa Tengah Periode Tahun 1982-2000. Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 10, No.2, Desember 2009. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta.Setyowati, E. (2009). Analisis Tingkat Partisipasi Wanita. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Vol.10. No.2 Tahun 2009.Sugiyono ,(2014). Metode Penelitian Kuantitatif Dan R&D.Bandung : Alfabeta.Sumarsono,S.(2003). Ekonomi Manajemen Sumber Daya Dan Ketenagakerjaan. Jakarta: FE UI.Sumarsono,S.(2009).Teori Dan Kebijakan Public Ekonomi Sumber Daya Manusia.Garha Ilmu ,Yogyakarta.Todaro, M. P. (2007). Pembangunan ekonomi di dunia ketiga edisi kesembilan. Erlangga. Jakarta. UU No. 13 Tahun 2013 Tentang ketenagakerjaan.Widarjono,A.(2009). Ekonometrika pengantar dan aplikasinya. Yogyakarta : Indonesia.Wisna ,S. (2014). Pengaruh Tingkat Upah Dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Di Provinsi Riau JOM FEKON Vol. 1 No. 2 Oktober 2014
Hubungan Kausalitas Antara Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah di Indonesia
ABSTRAK Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk untuk menganalisis hubungan kointegrasi dan kausalitas antara penerimaan pemerintah dan pengeluaran di Indonesia pada tahun 2012 -2016. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan data dianalisis menggunakan metode Kointegrasi dan Causality Granger. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hubungan kausalitas antara penerimaan dan pengeluaran pemerintah di Indonesia memiliki hubungan jangka panjang yang dibuktikan dengan uji kointegrasi dimana nilai trace statistik lebih besar dari critical value pada α = 5%. Dari hasil uji stasioneritas data melalui uji unit root, data penerimaan dan pengeluaran pemerintah di 33 provinsi Indonesia yaitu stasioner pada tingkat first difference. Data penerimaan pemerintah dinyatakan stasioner dilihat pada nilai probabilitas dan nilai ADF, dimana nilai ADF (4.871401) lebih besar dari test critical value (4.018748) pada tingkat signifikansi 1% dan (3.439267) pada tingkat signifikansi 5%. Dan untuk data pengeluaran pemerintah juga dinyatakan stasioner dibuktikan pada nilai probabilitas dan nilai ADF, dimana nilai ADF nya (5.390107) lebih besar dari test critical value (4.023975) pada tingkat signifikansi 1% dan (3.441777) pada tingkat signifikansi 5%. Untuk hasil uji Lag Length Criteria diperoleh bahwa data provinsi di Indonesia terletak pada lag length 2 yang mempunyai nilai paling optimal. Hal ini berdasarkan pada pertimbangan bahwa lag yang direkomendasikan oleh SC yang ditunjukkan dengan tanda bintang (*) yang menunjukkan lag optimal. Dari hasil uji di atas dapat di ketahui bahwa hubungan antara penerimaan dan pengeluaran pemerintah di Indonesia tidak memiliki hubungan dua arah (timbal balik) hanya memiliki hubungan searah yaitu, penerimaan pemerintah mempengaruhi pengeluaran pemerintah. Artinya, perubahan nilai penerimaan yang akan diterima pemerintah akan mempengaruhi nilai pengeluaran yang akan dikeluarkan. Kata Kunci : Hubungan Kausalitas, Penerimaan, Pengeluaran.1. Latar BelakangSetiap perusahaan dituntut untuk mengoptimalkan sumber daya ekonominya guna untuk meningkatkan daya saing produknya di pasar dan juga selalu berusaha keras dalam berinovasi terhadap produk maupun jasanya agar mampu bertahan dari persaingan. Dari data yang di dapat terdapat 6 kecamatan di Kota Pontianak yang membuka usaha toko pakaian yaitu 315. Kecamatan Pontianak kota merupakan kecamatan yang paling banyak masyarakatnya membuka usaha toko pakaian di bandingkan dengan kecamatan yang lain yaitu berjumlah 165 orang yang membuka usaha toko pakaian di Pontianak Kota. Selanjutnya diikuti oleh kecamatan Pontianak Barat dengan jumlah 60 orang, Sedangkan kecamatan Pontianak Tenggara merupakan kecamatan yang hanya sedikit masyarakat membuka usaha toko pakaian yaitu hanya sebanyak 5 orang.2. PermasalahanKarena hasil penelitian terdahulu bervariarif dan adanya ketidakonsistenan tentang kausalitas yang menyatakan bahwa, terdapat hubungan dua arah antara penerimaan pemerintah dan pengeluaran pemerintah, selanjutnya terdapat juga hasil hubungan satu arah antara penerimaan pemerintah ke pengeluaran pemerintah dan sebaliknya yaitu pengeluaran pemerintah ke penerimaan pemerintah dan terdapat juga hubungan jangka panjang dan jangka pendek. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti ingin mengetahui di Indonesia mengalami hubungan kausalitas yang bagaimana, apakah satu arah,dua arah dan hubungan jangka panjang atau jangka pendek?3. Tujuan PenelitianUntuk menganalisis Hubungan Kointegrasi antara Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah di Indonesia.Untuk menganalisis Hubungan Kausalitas antara Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah di Indonesia.4. Metode PenelitianPenelitian ini menggunakan metode kointegrasi dan causality granger, dimana penelitian ini dimaksudkan menggunakan data berupa angka untuk menjelaskan pengaruh antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data primer yang di dapatkan dari kuesioner dan jurnal-jurnal ilmiah yang ada hubungan antara modal usaha, tenaga kerja dan lama usaha yang dapat mendukung penelitian ini. 5. Hasil dan PembahasanHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan jangka panjang antara penerimaan dan pengeluaran pemerintah dilihat dari nilai trace statistic lebih besar dari critical value pada α = 5 persen untuk hypothesized at most 1 yang berarti variabel penerimaan dan pengeluaran di Indonesia berintegrasi sebanyak dua kali. Untuk uji stasioneritas data, bahwa variabel penerimaan pemerintah di Indonesia dinyatakan stasioner probabilitas 0.0005 dan nilai ADF statistic sebesar 4.871401 dimana nilai tersebut lebih besar dari test critical value sebesar 4.018748 pada signifikansi 1% dan 3.439267 pada tingkat signifikansi 5%. Variabel pengeluaran juga dinyatakan stasioner, nilai probabilitas sebesar 0.0001 dan nilai ADF statistik sebesar 5.390107 dimana nilai tersebut lebih besar dari test critical value sebesar 4.023975 pada signifikansi 1% dan 3.441777 pada tingkat signifikansi 5%. Untuk uji lag length, data penerimaan dan pengeluaran Indonesia optimal pada lag length 2 yg direkomendasikan oleh SC dengan bukti tanda *. Terakhir untuk hasil uji kausalitas granger memberikan hasil variabel penerimaan dan pengeluaran pemerintah tidak memiliki hubungan dua arah dan hanya memiliki hubungan searah yaitu dari penerimaan ke pengeluaran pemerintah.6. Kesimpulan Hasil dari penelitian ini adalah variabel penerimaan dan pengeluaran pemeritah di Indonesia pada tahun 2012 – 2016 memiliki hubungan jangka panjang.Untuk uji kausalitas granger memberikan hasil variabel penerimaan dan pengeluaran pemerintah di Indonesia pada tahun 2012 – 2016 tidak memiliki hubungan timbal balik dan hanya memiliki hubungan searah yaitu variabel penerimaan mempengaruhi pengeluaran pemerintah.7. RekomendasiUntuk Pemerintah . Pemerintah perlu menjaga hubungan keseimbangan jangka panjang antara penerimaan dan pengeluaran pemerintah di indonesia sehingga penerimaan pemerintah dapat dijalankan dengan baik sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan untuk kegiatan perekonomian Indonesia kedepannya. Dan untuk bagian penerimaan, pemerintah harus selalu berusaha untuk meningkatkan penerimaan – penerimaan Negara agar anggaran yang akan digunakan untuk proses pembangunan perekonomian Indonesia ke depannya sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.Untuk penelitian selanjutnya Penelitain selanjutnya agar lebih mengembangkan penelitian ini dengan melihat factor lain yang dapat mempengaruhi penerimaan pemerintah, misalnya dengan, tingkat investasi maupun pertumbuhan ekonomiDAFTAR PUSTAKAAbdulrasheed, B. (2017). Causality between Government Expenditure and Government Revenue in Nigeria. Department of Economic Planning, Research & Statistics Federal Capital Territory Administration, Abuja, FCT Nigeria. Vol.4, No.9Bolat, S. (2004). hubungan kausal antara pendapatan pemerintah dan pengeluaran dari pemerintah Yordania selama periode 1990 – 2011. Journal Economic. Yordania Government.Ender, W (2004), Applied Econometrika Time Series Second Edition.Ginting, Ripka, Serildahnaita, dkk. 2010. Analisis Kausalitas Antara Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah di Indonesia. Jurnal Mepa Ekonomi.Iriqat, R (2016). GDP and Tax Revenues-Causality Relationship in Developing Countries: Evidence from Palestine. Department of Business Administration, Faculty of Administrative and Financial Sciences, The Arab American University, Palestine. Vol.8, No.4.Khatoon, S. (2009). Government Expenditure and Tax Revenue, Causality and Cointegration: The Experience of Pakistan (1972–2007). 48:4Kuncoro, M. (2011). Teori dan aplikasi untuk bisnis & ekonomi “Metode Kuantitatif”Loganathan, N. (2008). Causality Between Tax Revenue And Government Spending In Malaysia. The International Journal of Business and Finance Research. Universiti Malaysia Terengganu. Vol.2, No.2.Mankiw, N. (2006). Pengantar Ekonomi Makro. Edisi Keempat. Erlangga JakartaPapapetrou, E. (1999). Sebuah Pengajuan Terhadap Hubungan Kausalitas Antara Belanja Pemerataan Dan Pendapatan Pemerintah: Sebuah Analisis Kointegrasi. Vol,4. No,2Parmawati, E. (2004). Kausalitas Penerimaan, Belanja Dan PDRB Kabupaten/Kota di Indonesia. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.Qudair, K. (2005). The Relationship between Government Expenditure and Revenues in the Kingdom of Saudi Arabia: Testing for Cointegration and Causality. Department of Economics College of Administrative Sciences. Vol.19, No.01.Retnowati, S. (2014). Hubungan Kausalitas Antara Penerimaan Pajak dan Pengeluaran Pemerintah di Indonesia Tahun 1980 – 2012. Jurnal Ekonomi. Universitas SurakartaRingoringo, Yuki, Samuel, B dan Heryanto, Ganna, Arya. 2006. Kausalitas Pengeluaran Pemerintah dan Penerimaan Pajak Indonesia 1970 – 2002. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol. 21, No 2.Soebagiyo, Indrawati. (2006). Analisis Uji Kausalitas Penerimaan Pajak Dan Pengeluaran Pemerintah Di Kota Surakarta Tahun 1978 – 2003. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Universitas Surakarta. Vol.7,No.2Sriyana, J. (2009). A Causality Relationship Between Tax Revenue And Government Expenditure In Indonesia. Economic Journal of Emerging Markets. Faculty of Economics, Uvinersitas Islam Indonesia.Sukirno, S. (2010). Makroekonomika Teori Pengantar. Edisi Ketiga. Radja Grafindo Persada, Jakarta.Wahyu, W (2009). Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan Eviews edisi-II, Yogyakarta. UPP STIM YKPN.Zeaud, H. (2015). The Causal Relationship between Government Revenue and Expenditure in Jordan. Department of Economic, Economic Journal and Business. Deputy Dean of Faculty of Finance and Business Administration, Al al-Bayt University
Pengaruh Desentralisasi Fiskal, Pertumbuhan Ekonomi Dan Kesejahteraan Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji tentang pengaruh desentralisasi fiskal, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat tahun 2013 – 2017. Menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan model regresi Fixed Effect (Cross Section Weight). Data diolah dengan menggunakan Eviews8.Hasil penelitian menunjukkan bahwa desntralisasi fiskal memiliki hubungan yang negatif namun tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Pertumbuhan ekonomi mempunyai hubungan yang positif namun tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Kesejahteraan yang diukur dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Kata Kunci : Desentralisasi Fiskal, Pertumbuhan Ekonomi, Kesejahteraan dan Penyerapan Tenaga Kerja. DAFTAR PUSTAKA Arsyad, Lincolin. (2010). Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.Awandari, Luh Putu. P, dan Indrajaya, I Gst, Bgs. (2016). Pengaruh Infrastruktur , Investasi Dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Melalui Kesempatan Kerja. E-jurnal ekonomi pembangunan universitas udayana Vol 5 No 12, Desember 2016Badan Pusat Statistik. (2014). Kalimantan Barat Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik. Percetakan Bhakti.Badan Pusat Statistik. (2015). Kalimantan Barat Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik. Percetakan Bhakti.Badan Pusat Statistik. (2016). Kalimantan Barat Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik. Percetakan Bhakti.Badan Pusat Statistik. (2017). Kalimantan Barat Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik. Percetakan Bhakti.Badan Pusat Statistik. (2018). Kalimantan Barat Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik. Percetakan Bhakti.Bahl, Roy W. (2000). China: Evaluating the Impact of Intergovernmental Fiscal Reform dalam Fiscal Decentralization in Developing Countries. Edited by Richard M. Bird and Francois Vaillancourt, United Kingdom: Cambridge University Press.Bahl, Roy W. and Sally Wallace. (2001). Fiscal Decentralization: The Provincial-Local Dimension. Fiscal Policy training Program 2001. Fiscal Decentralization Course. July 23-Agust, 2001. Atlanta-Georgia. World Bank Institute and Georgia State University, Andrew Young School of Policy Studies.Chairul Nizar, dkk (2013). Pengaruh Investasi dan Tenaga Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi serta hubungannya terhadap tingkat Kemiskinan di Indonesia tahun 1980-2010. Skripsi Ilmu Ekonomi Univesitas Syiah Kuala. AcehDamanhuri, D.S dan M. Findi. (2014). Masalah dan Kebijakan : Pembangunan Ekonomi Indonesia. Bogor: Penerbit IPB Press.Ebel, R D. dan Serdar Y. (2002). On the Measurement and Impact of Fiscal Decentralization. World Bank Study 2809, Policy Research Working Paper.Furyanah, Anah dan Sulistiyani. (2019). Analisis Pengaruh Pertumbuhan Industri Dan Desentralisasi Fiskal Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat. Jurnal Sekuritas. Vol.2, No.3, Mei 2019.Iswanto, D. A. (2013). Pertumbuhan Ekonomi Dan Pengangguran: Validitas Hukum Okun Di Indonesia. Jurnal FEB Universitas Brawijaya.Jhingan, M.L. (2000). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.Kemu, Suparman Zen dan R. Nurhidayat. (2005), Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Penciptaan Kesempatan Kerja. Kajian Ekonomi dan Keuangan, Volume 9, Nomor 3.Khusaini, Muhamad. (2006). Ekonomi Publik: Desentralisasi Fiskal dan Pembangunan Daerah. Malang: BPFE Unbraw.Kuncoro, Mudrajad. (2004). Otonomi dan Pembangunan Daerah Reformasi, Perencanaan, Strategi, dan Peluang. Jakarta: Erlangga.Kurniasih, Erni. P dan Agustini, Yetty. (2017). Pengaruh Investasi PMDN, PMA, dan Penyerapan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Jumlah Penduduk Miskin Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan 2017, Vol. 6 , No. 2, 97-119.Laksono, Richat. T. (2016). Efektifitas Pengeluaran Pemerintah (Goverment Expendicture) Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Kabupaten Jember. Jurnal Bisnis dan Manajemen. Vol. 10, No. 2 Mei 2016 Hal. 189 – 202.Lapian, A.L.C.P. (2013). Analisis Faktor – Faktor Penentu Pertumbuhan Ekonomi dan Kesempatan Kerja Di Provinsi Sulawesi Utara. Disertasi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin Makasar.Nugraheni, D. (2012). Kinerja Keuangan Daerah, Infrastruktur, Kemiskinan : Analisis Kabupaten/Kota Di Indonesia 2006 – 2009. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor, Bogor.Prasetyo, P. E. (2009). Fundamental Makro Ekonomi. Yogyakarta: Beta Offset.Pressman, Steven. (2000). Lima Puluh Pemikir Ekonomi Dunia, Terjemahan Edisi Pertama, Jakarta PT Raja Grafindo Persada.Rahman, Taufiqur., Suparta, I Wayan., dan Taher, Arivina, Ratih. (2018). Pengaruh Desentralisasi Fiskal Dan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Di Pulau Sumatera. Jurnal Ekonomi Pembangunan (JEP). Vol. 7, No. 2. Juli 2018.Santi, Nurmainah. (2013). Analisis Pengaruh Belanja Modal Pemerintah Daerah, Tenaga Kerja Terserap Dan Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Kemiskinan. Jurnal Bisnis dan Ekonomi (JBE), Vol. 20, No. 2 September 2013, Hal. 131 – 141.Saragih, Panglima Juli. (2003). Desentralisasi Fiskal dan Keuangan Daerah Dalam Otonomi. Ghalia Indonesia, Jakarta.Sasana, Hadi. (2009). Analisis Dampak Pertumbuhan Ekonomi, Kesenjangan Antar Daerah dan Tenaga Kerja Terserap Terhadap Kesejahteraan di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah Dalam Era Desentralisasi Fiskal. Jurnal Bisnis dan Ekonomi (JBE). Vol. 16, No.1. Maret 2009, Hal. 50 – 69.Sasana, Hadi. (2009). Peran Desentralisasi Fiskal terhadap Kinerja Ekonomi, Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 10, No.1, Juni 2009, hal. 103 – 124.Soleh, Ahmad dan Ardilla, Ayu. (2018). Peran Desentralisasi Fiskal Terhadap IPM Dan Penyerapan Tenaga Kerja Di Kota Jambi. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik Volume 1 Nomor 2, Desember 2018.Subri, Mulyadi, (2002). Ekonomi Sumber Daya Manusia, Jakarta: PT Rajawali PersadaSuparmoko, M. (2002). “Ekonomi Publik untuk Keuangan dan Pembangunan Daerah” edisi 1. Yogyakarta: Andi Yogyakarta Yogyakarta: BPFESuparno. (2010). Desentralisasi Fiskal dan Pengaruhnya Terhadap Perekonomian di Indonesia. Tesis. Program Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.Susanto, A.B dan Rachmawati, L. (2013). Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Dan Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Lamongan. Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan.Todaro, Michael P and Smith, Stephen C. (2003). Economic Development, Eighth Edition, United Kingdom: Pearson Education LimitedUndang -undang nomor 22 tahun 1999 tentang “Pemerintahan Daerah”Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang “Ketenagakerjaan”Undang -undang nomor 23 tahun 2014 tentang “Pemerintahan Daerah”Undang -undang nomor 32 tahun 2004 tentang “Pemerintahan Daerah”Undang -undang nomor 33 tahun 2004 tentang “Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah” UNSFIRS, (2000). Indonesia: the National Human Development Report, 2000. Jakarta: United Nations Support Facility for Indonesia Recovery (UNSFIRS) and UNDP.Wijaya, Andi., Indrawati, Toti dan Pailis, Eka, Armas. (2014). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja di Provinsi Riau. Jom FEKON Vol. 1 No. 2 Oktober 2014Widarjono, A. (2009). Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya. Yogyakarta: Ekonosia Fakultas Ekonomi UII
PENGARUH NON PERFORMING FINANCING (NPF) DAN FINANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR)TERHADAP PEMBIAYAAN MUDHARABAH PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis ‘’Pengaruh Non Performing Financing (NPF) dan Financing to Deposit Ratio (FDR) Terhadap Pembiayaan Mudharabah Pada Bank Umum Syariah di Indonesia”. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan periode tahun 2011 - 2018. Data yang digunakan bersumber Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia melalui publikasi yang terkait. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan metode kuantitatif dengan menggunakan Eviews9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Financing to Deposit Ratio (FDR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan Mudharabah,. Financing to Deposit Ratio (FDR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan Mudharabah. Kata Kunci: Non Performing Financing (NPF), Financing to Deposit Ratio (FDR), Mudharabah 1. Latar BelakangDi Indonesia menganut dual banking sistem yaitu sistem konvensional dan syariah, lembaga keuangan syariah lebih menerapkan prinsip-prinsip syariah (hukum islam). Al-quran dan hadist ialah sumber hukum utama sedangkan sumber hukum Islam yang kedua adalah ijma (kesepakatan para ulama) dan qiyas (anologi). Di Indonesia pertumbuhan dan perkembangan perbankan syariah Indonesia sangat positif. Hal tersebut terbukti dengan adanya peningkatan jumlah bank syariah di Indonesia.Dengan adanya bank, masyarakat dapat terbantu untuk melakukan pembiayaan, baik pembiayaan produktif maupun pembiayaan konsumtif. Pembiayaan merupakan salah satu bentuk usaha yang dilakukan bank dan sebagai indikator dalam penilaian tingkat kesehatan bank karena yang di berikan pembiayaan pada bank merupakan aktiva produktif yg berpenghasilan terbesar bagi bank. Pembiayaan juga merupakan pendanaan yang diberikan dari suatu pihak kepada pihak yang lain, mau dilakukan sendiri maupun lembaga untuk mendukung investasi yang direncanakan. Pembiayaan juga bisa diartikan sebagai salah satu usaha yang dapat mumudahkan setiap keperluan masyarakat dalam bertransaksi dengan jarak dekat maupun jauh. Hal ini juga sangat membantu setiap masyarakat yang ingin melakukan usaha. Hal ini akan mempermudah transaksi yang dilakukan, dengan demikian setiap masyarakat akan lebih mudah dalam mengembangkan suatu usaha yang mereka kerjakan.2. Permasalahan 1. Apakah Non Performing Financing (NPF berpengaruh terhadap pembiayaan pada bank umum syariah di Indonesia?2. Apakah Financing to Deposit Ratio (FDR) berpengaruh terhadap pembiayaan pada bank umum syariah di Indonesia? 3. Tujuan Penelitian1. Untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh Non Performing Financing (NPF) terhadap pembiayaan pada bank umum syariah di Indonesia.2. Untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap pembiayaan pada bank umum syariah di Indonesia. 4. Metode PenelitianPenelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif berupa data Non Performing Financing (NPF), Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Mudharabah. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Data yang digunakan untuk penelitian ini bersumber dari otoritas jasa keuangan (OJK). Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis model regresi berganda dan pengolahan data penelitian menggunakan Eviews 9. 4. Hasil dan PembahasanHasil penelitian menunjukkan bahwa NPF terhadap Mudharabah memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesaar 3459,068 dan nilai probabilitas sebesar 0,0000. FDR terhadap Mudharabah memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesar 1046,464 dan nilai probabilitas sebesar 0,0000 5. Kesimpulan dan SaranKesimpulanBerdasarkan hasil penelitian mengenai Pengaruh Non Performing Financing (NPF) dan Financing to Deposit Ratio (FDR) Terhadap Pembiayaan Mudharabah Pada Bank Umum Syariah di Indonesia dapat disimpulkan :1. Non Performing Financing (NPF) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan Mudharabah, hal ini menjadi tanda bahwa naik turunnya Non Performing Financing (NPF) selama periode penelitian mempengaruhi pembiayaan Mudharabah Pada Bank Umum Syariah di Indonesia secara signifikan.2. Financing to Deposit Ratio (FDR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembiayaan Mudharabah, hal ini menjadi tanda bahwa naik turunnya Financing to Deposit Ratio (FDR) selama periode penelitian mempengaruhi pembiayaan Mudharabah Pada Bank Umum Syariah di Indonesia secara signifikan. Saran 1. Untuk mengatasi keadaan Non Performing Financing (NPF) dan Financing to Deposit Ratio (FDR) yang masih mengalami perubahan baik naik maupun turun sebaiknya pihak perbankan syariah perlu melakukan kebijakan yang memberikan nisbah yang kompetitif antara pihak bank dengan nasabah yang lebih menjanjikan agar nasabah terbesut lebih giat dalam melakukan peminjaman dana kepada pihak bank dalam menjalankan usaha yang ingin mereka lakukan. DAFTAR PUSTAKAAnnisa, S. dan Fernanda, D. (2017). Pengaruh DPK, CAR, NPF dan ROA Terhadap Pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah Pada Bank Syariah Mandiri Periode 2011-2015. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dharma Andalas: Jurnal P- ISSN 1693 – 3273 E- ISSN 2527 – 3469.Antonio, M. S. (2001). Bank Syariah Dari Teori ke Praktik. Jakarta: GemaInsani Press.Ihsan, M. (2011). Pengaruh Gross DomesticProduct, inflasi, dan Kebijakan JenisPembiayaan Terhadap Rasio Non PerformingFinancing Bank Umum Syariah di IndonesiaPeriode 2005 sampai 2010. EkonomiUniversitas Diponegoro.Ni’mah, K. (2015). Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Modal Sendiri, Return On Asset (ROA) Dan Financing To Deposit Ratio (FDR) Terhadap Pembiayaan Yang Disalurkan Pada Bank BRI Syariah Pada Tahun 2010-2014. Semarang: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.Rachman, Y. T. (2015). Pengaruh Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Financing (NPF), Return On Assets (ROA), dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Pembiayaan Mudharabah (Survey pada Bank Syariah yang Listing di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2009-2013). Matram: Jurnal No: D237-T05P116.Salman, K. R. (2011). AkuntansiPerbankan Syariah BerbasisPSAK Syariah. Padang: AkademiaPermata.Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.Sulistya, A. D. (2017). Pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Non PerformingFinancing (NPF) Dan Financing To Deposit Ratio (FDR)Terhadap Pembiayaan Murabahah Pada PerbankanSyariah Di Indonesia. Yogyakarta: Program Studi ManajemenFakultas EkonomiUniversitas Negeri Yogyakarta.Wardiantika, L. dan Kusumaningtias, R. (2014). Pengaruh DPK, CAR, NPF, dan SWBI Terhadap Pembiayaan Murabahah Pada Bank Umum Syariah Tahun 2008-2012. Surabaya: Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya
DAMPAK BONUS DEMOGRAFI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI (Studi Kasus : Kabupaten-Kota di Provinsi Jawa Tengah)
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji dampak dari bonus demografi terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten-kota Provinsi Jawa Tengah. Bonus Demografi dapat menjadi sebuah peluang, ancaman atau tidak berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah yang mengalami peritiwa bonus demografi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kependudukan yang berada di Badan Pusat Statistik kabupaten-kota Provinsi Jawa Tengah selama tahun 2010-2016. Variabel penelitian yang digunakan adalah Rasio Ketergantungan (Depedency Ratio), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (Labour Force Participation Rate), dan Tingkat Pengangguran (Unemployment Rate) dan Pertumbuhan Ekonomi (Economic Growth). Teknik analisis pada penelitian ini adalah regresi data panel dengan menggunakan Eviews 9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak bonus demografi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah, dengan rincian pengaruh setiap variabel berikut : (1) Rasio Ketergantungan (Depedency Ratio) berpengaruh positif dan signifikan, (2) Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (Labour Force Participation Rate) berpengaruh positif dan signifikan, (3) Tingkat Pengangguran (Unemployment Rate) berpengaruh negatif dan tidak signifikan. Kata Kunci : Rasio Ketergantungan, Tingkat Partsipasi Angkatan Kerja, Tingkat Pengangguran, Pertumbuhan Ekonomi RINGKASAN Latar BelakangBonus Demografi adalah sebuah peristiwa yang menguntungkan bagi setiap wilayah yang mengalami peristiwa ini. Keadaan bonus demografi akan mengubah piramida/perbandingan antara penduduk usia produktif dan penduduk usia non produktif. Dalam hal ini, penduduk usia produktif akan semakin meningkat dan penduduk usia non produktif semakin menurun. Provinsi Jawa Tengah adalah salah satu daerah yang sudah mengalami bonus demografi sejak tahun 2010. Dampak dari bonus demografi, salah satunya adalah beban ketergantungan semakin menurun. Angka ketergantungan semakin menurun maka akan berdampak juga terhadap kemampuan untuk produksi barang dan jasa untuk mendapatkan pendapatan. Sehingga perputaran ekonomi akan mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Dampak yang dirasakan juga adalah tingkat partisipasi angkatan kerja, yang berarti jumlah penduduk usia bekerja yang bekerja dan menganggur semakin meningkat. Hal ini menguntungkan, karena sumber daya manusia adalah salah satu faktor yang mendukung produktivitas. Produktivitas yang meningkat maka pertumbuhan ekonomi juga semakin meningkat. Dampak negatif bonus demografi adalah pengangguran. Pengangguran adalah penduduk usia kerja yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena akan menjadi beban bagi perekonomian daerah tersebut. Sehingga, pengangguran adalah dampak yang harus ditekan akibat dari peristiwa bonus demografi. PermasalahanAdapun permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :Apakah rasio ketergantungan, tingkat partisipasi angkatan kerja dan tingkat pengangguran, secara bersama-sama berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi antar kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah ?Apakah rasio ketergantungan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi antar kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah ?Apakah tingkat partisipasi angkatan kerja berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi antar kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah ?Apakah tingkat pengangguran berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi antar kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah ? Tujuan PenelitianUntuk menguji dan menganalisis pengaruh rasio ketergantungan, tingkat partisipasi angkatan kerja dan tingkat pengangguran secara bersama-sama terhadap pertumbuhan ekonomi antar kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah.Untuk menguji dan menganalisis pengaruh rasio ketergantungan terhadap pertumbuhan ekonomi antar kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah.Untuk menguji dan menganalisis pengaruh tingkat partisipasi angkatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi antar kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah.Untuk menguji dan menganalisis pengaruh tingkat pengagguran terbuka terhadap pertumbuhan ekonomi antar kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah. Metode PenelitianPenelitian ini menggunakan data dari 35 kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah dalam periode 2010-2016. Sumber data pada penelitian ini adalah data sekunder, yakni sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sumber data penelitian ini adalah Badan Pusat Statistik Kabupaten-Kota di Provinsi Jawa Tengah. Analisis hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji F (Simultan), uji Koefisien Determinasi (R2) dan uji T (Parsial). Hasil dan pembahasanHasil penelitian menunjukkan bahwa rasio ketergantungan, tingkat partisipasi angkatan kerja dan tingkat pengangguran secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Rasio Ketergantungan (Depedency Ratio), berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (Labour Force Participation Rate), berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Tingkat Pengangguran (Unemployment Rate), tidak berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kesimpulan dan saran Kesimpulan dari penelitian ini adalah dampak bonus demografi berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten-kota di Provinsi Jawa Tengah. Saran dari penelitian ini adalah, untuk menghindari penduduk usia non produktif bekerja maka diperlukan penegasan dalam pelaksanaan UU Perlindungan Anak. Meratakan jumlah penduduk setiap kabupaten-kota dengan cara meningkatkan prasarana dan infrastuktur yang merata terhadap seluruh daerah. Hal ini bertujuan untuk mendorong para investor menanam modalnya atau berinvestasi. Modal adalah salah satu faktor produksi, sehingga modal bertambah akan memberikan dampak positif, karena dapat mengembangkan atau membuka usaha yang baru. DAFTAR PUSTAKA Adioetomo, Sri Moertiningsih. (1995). “Bonus Demografi Menjelaskan Hubungan antara Pertumbuhan Penduduk dengan Pertumbuhan Ekonomi”. Pidato Pengukuhan sebagai Guru Besar Ekonomi Kependudukan. Depok: Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, Jakarta, 30 April 2005. Adioetomo, S.M. (2010). Dasar-Dasar Demografi. Jakarta: Salemba Empat. Agus Widarjono.2007. “Ekonometrika Teori dan Aplikasi Untuk Ekonomi dan Bisnis”. Edisi Kedua, Fakultas Ekonomi UIJ. Yogyakarta. Alun Jones Q.C., 1995. Jones On Extradition, First Edition, Sweet & Maxwell, Inggris. Arikunto, S. 2002. Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: PT Rineka Cipta. Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta. Arsyad, Lincolin. 2004. Ekonomi Pembangunan. Edisi Keempat. Yogyakarta: STIE YKPN. Arsyad, S. 2010. Konservasi Tanah dan Air. Serial Pustaka IPB Press. Bogor. Aswandi, Haerul dan Kuncoro, M., 2002. Evaluasi Penetapan Kawasan Andalan: Studi Empiris Di Kalimantan Selatan 1993-199, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Badan Pusat Statistik. Statistik Indonesia Tahun (2010). Jakarta. Badan Pusat Statistik. Statistik Jawa Tengah Tahun (2010). Jawa Tengah. _________________ Statistik Jawa Tengah Tahun (2011). Jawa Tengah. _________________ Statistik Jawa Tengah Tahun (2012). Jawa Tengah. _________________ Statistik Jawa Tengah Tahun (2013). Jawa Tengah. _________________ Statistik Jawa Tengah Tahun (2014). Jawa Tengah. _________________ Statistik Jawa Tengah Tahun (2015). Jawa Tengah. __________________ Statistik Jawa Tengah Tahun (2016). Jawa Tengah. __________________ Statistik Jawa Tengah Tahun (2017). Jawa Tengah. Bloom, David E., Canning, D., & Sevilla, J. The Demographic Dividend: A New Perspective on The Economic Consequences of Population Change. RAND Program of Policy Relevant Research Communication. Basuki, Agus Tri and Prawoto, Nano. 2016. Analisis Regresi Dalam Penelitian Ekonomi & Bisnis: Dilengkapi Aplikasi SPSS & EVIEWS. Depok: PT Rajagrafindo Persada. Chandrsekhar, C. P., Ghosh, J., & Roychowdhury, A. 2006. The Demographic Dividend and Young India’s Economic Future. Economic and Political. Weekly : 5055-5064. Cooper, Donald R., dan Pamela, S. Schindler. 2006. Metode Riset Bisnis, Volume 1. Jakarta: PT Media Global Edukasi. Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Edisi Ketujuh. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Istianto, Bambang. 2009. Manajemen Pemerintahan Dalam Persepektif Pelayanan Publik. Jakarta: Mitra Wacana Media. Jones, GR, 1995, Organizational Theory: Text and Case, New York: Addison-Wasley Publishing Company.Kuncoro, Mudrajad. 2003. Metode Riset untuk Bisnis & Ekonomi. Jakarta: Erlangga. Kuncoro, Mudrajad. 2011. Metode Kuantitatif: Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. Lembaga Demografi FE UI. Dasar-Dasar Demografi Jakarta: Lembaga Demografi FE UI. Manurung, Mandala dan Prahtama Rahardja 2004, Uang, Perbankan, dan Ekonomi Moneter. Jakarta: Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Mankiw,Gregory. 2006. Ekonomi Makro. Jakarta: Grafindo Persada. Mulyadi,S. 2003. Ekonomi Sumber Daya Manusia dalam Perpektif Pembangunan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Nachrowi. 2006. Ekonometrika, untuk Analisis Ekonomi dan Keuangan, Cetakan Pertama, Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI. Nasution, S. 2000. Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara. Nawari. 2010. Analisis Regresi dengan MS Excel 2007 dan SPSS 17. Jakarta: PT. Eex Media Komputindo. Rusli, S. 1998. Pengantar Ilmu Kependudukan. Jakarta: LP3ES. Sanusi, Anwar. 2011. Metodologi Penelitian Bisnis, Jakarta, Salemba Empat. Schultz, Theodore, W .1961. Investment in Human Capital. The American Economics Review, No. 51. Siagian. 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara. Sjafrizal, 2008. Ekonomi Regional, Teori dan Aplikasi. Baduose Media, Cetakan Pertama. Padang. Sofyan Yamin dan Heri Kurniawan. 2009. Teknik Analisis Statistik Terlengkap dengan Software SPSS. Jakarta: Salemba Infotek. Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukirno, Sadono. 2000. Makroekonomi Modern. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Todaro, Michael P. 2000. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Erlangga. Jakarta. Winarno, Wing Wahyu. 2011. Analisis Ekonometrika dan Statistika Dengan Eviews: Edisi 3. Yogyakarta: UPPSTIMYKPN Wongboonsin, K. & Patcharawalai, W. 2003. First and Second Demographic Dividend, Thailand: Chulalongkorn University
Pengaruh Upah Minimum, PDRB dan Jumlah Penduduk Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Kalimantan Barat
ABSTRAK Kalimantan Barat adalah salah satu provinsi yang memiliki penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak . Ada beberapa indikator yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja diantaranya Upah Minimum, PDRB dan Jumlah Penduduk . Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh Upah Minimum, PDRB dan Jumlah Pendudukterhadap Penyerapan Tenaga Kerja.Metode penelitian ini merupakan metode eksplanatori (Explanatory research) yaitu penelitian penjelasan yang menunjukkan sebab akibat antara variabel-variabel penelitian.Hasil penelitian ini menunjukkan secara parsial Upah Minimum memiliki hubungan yang positif dan berpengaruh tidak signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja, sedangkan PDRB memiliki hubungan yang negatif dan berpengaruh tidak signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja dan Jumlah Penduduk memiliki hubungan yang positif dan berpengaruh signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja. Variabel dalam model bersama sama memiliki pengaruh sekitar 99,66 % terhadap Penyerapan Tenaga Kerja, sedangkan 0,34% dipengaruhi oleh variabel lainnya.Kata Kunci:Upah Miminum, PDRB, Jumlah Penduduk, Penyerapan Tenaga Kerj
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Sektor Primer, Sekunder dan Tersier terhadap Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Barat
AbstrakEconomic growth is an important indicator that can explain how the role of each sector, namely the primary, secondary and tertiary sectors in overcoming poverty that occurs in the Province of West Kalimantan. The purpose of this study was to analyze the effect of economic growth in the primary, secondary and tertiary sectors on poverty in the province of West Kalimantan. The method used in this study is quantitative with a descriptive statistical approach. The results of the study show that partially the economic growth of the primary and secondary sectors has a negative and significant effect, but the growth of the tertiary sector has a positive and significant effect on the poverty of the Province of West Kalimantan. The variables in the model together have an influence of around 97.12 percent on poverty, while 2.88 percent is influenced by other variables. Keywords: Poverty, Primary Sector Economic Growth, Secondary Sector Economic Growth and Tertiary Sector Economic Growth ReferensiAmir, A. (2007). Pembangunan dan Kualitas Pertumbuhan Ekonomi Dalam Era Globalisasi. Bogor: Biografika.Arsyad, L. (2006). Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah, Edisi Pertama ,Yogyakarta: BPFEArsyad, L. (2015). Ekonomi Pembangunan. Edisi ke lima. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.Jayadi, S. D. (2016). Peran Pertumbuhan Ekonomi dalam Menurunkan Kemiskinan di Tingkat Provinsi di Indonesia Tahun 2004–2012. Modus, 28 (1): 87-99.Kuncoro, M. (2010). Dasar- Dasar Ekonomika Pembangunan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.Sharp, A. M. (1996). Charles A.R., & Paul, W.C. Economics of social issues, edisi ke 12, Richard D. I, Chicago bab VII.Sobia Rose, S., Abbas, S., Ali, F.M., & Azeem, M. M. (2013). Growth-Poverty Linkages: Does Sectoral Composition Matter for Pakistan?. World Applied Sciences Journal, 21 (6): 915-919.Sugiyono. (2015) Metde Penelitian Pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.Tambunan, T. (2011). Perekonomian Indonesia, Kajian Teoritis dan Analisis Empiris, Jakarta.: Ghalia Indonesia.Todaro, M. P. (.2000). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga Edisi VII, Jakarta: Erlangga,Todaro, P. S. dan Smith, C. S. (2011). Pembangunan Ekonomi Edisi Kesebelas. Jakarta:Erlangga.