Jurnal Curvanomic
Not a member yet
715 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR MASYARAKAT MENYIMPAN DANANYA DI CREDIT UNION STELLA MARIS SIANTAN-PONTIANAK
Secara simultan ditunjukkan bahwa variabel pendapatan, tingkat bunga, prosedur dan produk (X1, X2, X3, X4) sebagai variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap tingkat penyimpanan dana (Y) sebagai variabel terikat pada Credit Union Stella Maris Siantan-Pontianak. Secara parsial (individual) ditunjukkan bahwa variabel pendapatan (X1) dan variabel produk (X4) yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap tingkat penyimpanan dana masyarakat pada Credit Union Stella Maris Siantan-Pontianak, dengan nilai thitung 2,548 karena thitung > ttabel = 2,548 > 1,661 dan nilai signifikansinya adalah 0,012 ttabel = 2,062 > 1.661 dan nilai signifikansinya adalah 0,042 < 0,05. Secara umum artinya variabel yang mempengaruhi tingkat penyimpanan dana pada Credit Union Stella Maris Siantan-Pontianak adalah pendapatan dan produk. Nilai Korelasi multiple (R) antara variabel X1, X2, X3, dan X4 terhadap Y sebesar 0.583 artinya : pendapatan, tingkat bunga, prosedur dan produk secara simultan (bersama-sama) memiliki hubungan yang kuat dan positif terhadap tingkat responden untuk menyimpan danaya di Credit Union Stella Maris Siantan-Pontianak. Melalui hasil pengujian tersebut diperoleh keterangan koefisien determinasi (R2) bahwa kemampuan model tersebut menjelaskan setiap perubahan variabel terikat (Y) sebesar 0,340 artinya 34% perubahan variabel terikat (tingkat menyimpan dana) diterangkan oleh variabel bebas (X1, X2, X3, X4) yaitu berupa variable pendapatan, tingkat bunga, prosedur dan produk. Dengan demikian nilai variabel yang tidak dimasukkan dalam model adalah e = 1 - 0,340 = 0,660 atau 66%
ANALISIS KREDIT INVESTASI PADA BANK PEMERINTAH DI KALIMANTAN BARAT
This study entitled "Analysis of Credit Investment In State Bank in West Kalimantan". Problems like the author adopted in this study is "How to influence regional gross domestic product, interest rate, and inflation to the Bank Credit InvestasiPada Government in West Kalimantan". The purpose of the study was to determine the effect of interest rates, inflation and gross regional domestic product of the investment loan in State Bank in West Kalimantan. In this study, the authors used descriptive method used to examine the relationship between independent variables (level of GDP), (interest rate), (inflation) to the dependent variable (investment credit), which later on though to reach a conclusion. The model used in this study is the multiple regression models. Also used statistical analyzes such as t tests to examine the relationship between variables and the R-square test to see how much percentage produketiga these variables on investment loans. From the research that has been conducted by the authors, it can be concluded that the gross regional domestic product and significantly positively related to the investment, while the inflation rate is positively related but not significantly and negatively related to the interest rate but significantly. The interest rate is an indicator that determines the interest of investors to invest
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM RASKIN DI KECAMATAN PONTIANAK UTARA
Program Raskin adalah program bantuan beras bersubsidi bagi masyarakat berpendapatan rendah dan merupakan bagian tak terpisahkan dari program ketahanan pangan. Program ini sebagai upaya meningkatkan akses dalam memenuhi hak dasar masyarakat miskin terhadap kebutuhan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan dan efektivitas dari program Raskin, mengetahui apakah ada surplus konsumen yang diperoleh para rumah tangga penerima manfaat dari subsidi Raskin serta mengetahui kendala dan hambatan dalam pelaksanaan program Raskin dikelurahan Siantan Hulu. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Sumber data yaitu data primer dan data skunder, sedangkan tehnik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuisioner dan wawancara langsung serta data dari instansi yang terkait. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 100 orang yang terdiri dari 68 laki-laki dan 32 perempuan. Dari penelitian ini didapat hasil bahwa Evaluasi Program Raskin (beras untuk keluarga miskin) di kelurahan Siantan Hulu sudah berjalan dengan efektif. Dimana dengan tingkat keberhasilan rata-rata keseluruhan dari enam indikator program raskin sebesar 92,33% yang menunjukan lebih besar dari 80% sehingga dikatakan efektif. Indikator tepat sasaran sebesar 63%, tepat harga penjualan raskin Rp.1600,- per kilogram sebesar 100%, tepat jumlah dalam hitungan berat 15 kg per kepala keluarga sebesar 91%, tepat waktu dalam setiap pendistribusian sebesar 100% dan tepat administrasi penyaluran raskin sebesar 100% serta tepat kualitas beras raskin untuk dikonsumsi sebesar 100%. Dari penelitian juga diperoleh surplus bagi rumah tangga miskin sebesar Rp.61.650 per kepala keluarga yang membeli beras dengan harga yang lebih murah yaitu Rp.24.000 per 15 kg dengan harga Rp.1600 per kilogram dibandingkan harga pasar yaitu Rp.85.650 per 15 kg dengan harga Rp.5710 per kilogram. Kata Kunci : Efektivitas Raskin, Surplus Konsumen, Subsidi Harga
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP PENERIMAAN PAD KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2008-2011
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisispengaruh pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2008-2011. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan dengan model regresi linier berganda untuk melihat pengaruh variabel bebas (pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk) terhadap variabel terikat (Pendapatan Asli Daerah) kabupaten/kota Kalimantan Barat tahun 2008-2011 yang kemudian di olahmenggunakanSPSS. Dari hasil analisis diperoleh nilai konstanta (?) sebesar -3,489, yang artinya jika pertumbuhan ekonomi (X1) dan jumlah penduduk (X2) bernilai tetap atau konstan, maka nilai Pendapatan Asli Daerah akan menurun sebesar Rp 348.900. Berdasarkan hasil regresi, diperoleh nilai t hitung pada Pertumbuhan Ekonomi sebesar -0,098 dan pada tabel t diperoleh -0,319 yang berarti tidak berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah, sedangkan Jumlah Penduduk diperoleh nilai t hitung sebesar 1.180 dan pada tabel t diperoleh 6.891 yang berarti jumlah penduduk berpengaruh secara signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat
ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI JAGUNG ANTARA PETANI LOKAL DAN PETANI TRANSMIGRAN DI DESA PISAK KECAMATAN TUJUH BELAS KABUPATEN BENGKAYANG
Jagung merupakan salah satu komoditi yang memilki potensi besar terhadap perekonomian masyarakat Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah apakah ada perbedaan pendapatan usaha tani jagung antara petani lokal dan petani transmigran. Penelitian bertujuan untuk mengatahui perbedaan pendapatan petani lokal dan petani transmigran dalam usahatani jagung. Penelitian menggunakan metode survey dan dilaksanakan di Desa Pisak Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan koesioner, pengamatan secara lansung dan pencatatan dari intansi atau lembaga terkait. Teknik penetapan sampel dilakukan secara simple stratifikasi sampling, yaitu dalam pengambilan sampel bedasarkan pemilihan proposional dengan mengambil 10% sampel dari jumlah populasi. Jadi jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 56 orang petani, dengan sampel petani lokal sebanyak 23 orang dan sampel petani transmigran sebanyak 33 orang. Hasil penelitian dengan menggunakan rumus uji beda rata-rata menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan pendapatan antara petani lokal dan petani transmigran. Kata Kunci : Usaha Tani Jagung, Petani Lokal, dan Petani Transmigra