Jurnal Curvanomic
Not a member yet
715 research outputs found
Sort by
ANALISIS WILLINGNESS TO PAY TARIF PARKIR DI KOTA PONTIANAK
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai willingness to pay dan mengestimasi faktor-faktor yang mempengaruhi willingness to pay tarif parkir di Kota Pontianak. Dengan variabel bebasnya yaitu usia (age), pendidikan (edu), dan pendapatan (inc) adapun yang menjadi variabel terikatnya willingness to pay. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan data primer kuesioner. Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 200 responden masyarakat kota Pontianak yang sudah menikah dan berpenghasilan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa variabel usia (age) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keinginan membayar (willingness to pay) tarif parkir di kota Pontianak, variabel pendidikan (edu) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keinginan membayar (willingness to pay) tarif parkir di kota Pontianak, variabel pendapatan (inc) berpengaruh positif dan signifikan terhadap keinginan membayar (willingness to pay) tarif parkir di kota Pontianak. Nilai R2 koefisien determinasi pada model ini sebesar 0.103244 artinya usia, pendidikan, dan pendapatan dalam mempengaruhi keinginan membayar (willingness to pay) tarif parkir di Kota Pontianak sebesar 10,32%, sisanya sebesar 89,68% dipengaruhi oleh variabel diluar penelitian ini.Kata kunci : Willingness To Pay, Usia, Pendidikan, Pendapatan DAFTAR PUSTAKAAgus Widarjono. (2007). “Ekonometrika Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Ekonisia FE UII.Agus Widarjono. (2013). “Ekonometrika: Pengantar dan Aplikasinya. Ekonosia, Jakarta.Aryani, Maya Andita dan Masyhudi Muqorrobin. (2013). “Determinan Willingness To Pay (WTP) Iuran BPJS Kesehatan. 14-1 Volume 14 nol April 2013.Ahmad Yani. (2008). Hubungan Keuangananatara Pemerintah Pusat Dan Daerah di Indonesia. Jakarta: PT Raja GrafindoPersada.Anindia, Ismira (2003). “Studi Tarif Dasar Parkir Sebagai Upaya Pengelolaan Parkir di Kawasan Pusat Kota Bandung. Skripsi. Bandung: Departemen Teknik Planologi ITB.Dinas Perhubungan dan Badan Keuangan Daerah Kota Pontianak. 2019. “Data Kontribusi Retribusi Parkir Terhadap PAD Kota Pontianak Tahun 2013-2017.Gujarati, Damodar, N. (2006). “Dasar-dasar Ekonometrika, edisi ketiga. Badan Penerbit Erlangga.Hasiani, F., Mulyani,E., Yuniarti, E. (2013). “Analisis Kesediaan Membayar WTP (Willingness To Pay) dalam Upaya Pengelolaan Objek Wisata Taman Alun Kapuas Pontianak, Kalimantan Barat. Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak.Jonathan, Sawono. (2006). “Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.Lestari. (2014). “AnalisisWillingness To Pay Masyarakat Terhadap Peningkatan Pelayanan PDAM di Jalan Danau Sentarum dan Sekitarnya. Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak.Mardiasmo. (2011). Perpajakan Edisi Revisi 2011. Yogyakarta: Andi.Restiatun. (2015). “Analisis Willingness to Pay Premi Asuransi Kesehatan Berdasarkan Prior Blief setelah Adanya Informasi Status Kesehatan Terkini: Studi Eksperimen Lab (Disertasi yang tidak di Publikasikan) Universitas Gajah Mada Yogyakarta Indonesia.Mankiw, N. (2006). Pengantar Ekonomi Makro. Edisi Keempat. Erlangga Jakarta Mardiasmo. (2011). Perpajakan Edisi Revisi 2011. Yogyakarta: Andi.Munawir.(2011). Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta : Liberty. PrastowoDwi.Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Retribusi Umum Kota Pontianak.Prasetyo, H. (2008). “Analisis Penerimaan Retribusi Parkir Terhadap Pendapatan Asli Daerah. Skripsi. Jurusan akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.Samsat Kota Pontianak Wilayah 1. 2019. “Data Jumlah Kendaraan Bermotor dan Mobil di Kota Pontianak Tahun 2015-2018.Siahaan, M. (2005). Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Sanusi. (2006). “Analisis Model Bangkitan Parkir untuk Tata Guna Lahan Bank Kawasan CBD (Central Business District) Sragen Kota. Jurnal. Surakarta: Jurusan Teknik Sipil UNS.Sugiyarso, Dwi. (2005). “Analisis Tarif Parkir Berdasar Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) di Pusat Perbelanjaan Solo Grand Mall. Skripsi. Surakarta: Jurusan Teknik Sipil UNS.Sabran, R(2003). “Penetapan Tarif Parkir Sebagai Instrumen Pengendali Pengguna Jasa Parkir di Kawasan Simpang Lima Semarang. Jurusan Perencaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang.Simonson I, Drolet, A. (2003). “Anchoring Effects in Consumers’ Willingness To Pay and Willingness To Accept. Research Paper Series. Stanford Graduate School of Business. No. 1787/Sukirno, S. 2006. Mikro Ekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.S, Azwar. 1997. “Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Zulfa Emalia dan Dewi Huntari.(2014). “Willingness To Pay Masyarakat Terhadap Penggunaan Jasa Pengelolahan Sampah. Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bandar Lampung
ANALISIS SUB SEKTOR PERTANIAN UNGGULAN PADA SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN KUBU RAYA
ABSTRAK Dalam meningkatkan kesejahteraan perlu diberikannya perhatian khusus pada sector pertanian tanaman perkebunan, salah satunya adalah ekspor hasil pertanian. Penelitian ini dilatar belakangi oleh petumbuhan ekonomi sektor tanaman perkebunan di Kabupaten Kubu Raya berpotensi untuk di ekspor. Penelitian ini mengambil ruang lingkup di Kabupaten Kubu Raya dengan rentang waktu yang digunakan adalah 2014-2018. Dengan fokus penelitian pada hasil sub sektor pertanian unggulan sektor pertanian. Untuk melihat sub sector unggulan pertanian yang berpotensi untuk di ekspor digunakan data tahun 2014-2018 dengan model analisis Location Quontient (LQ) dan Shift Share. Dari penelitian ini ditarik kesimpulan bahwa hasil analisis Shift Share menunjukkan bahwa sub sektor tanaman perkebunan adalah sub sektor pertanian unggulan yang kompetitif. Serta berdasarkan hasil analisis Location Quontient menunjukkan bahwa sub sektor perternakan merupakan sub sektor basis yang berpotensi untuk di ekspor. Kata kunci: potensi ekspor, sub sektor unggulan, sektor basis, Location Quotient dan Shift ShareDAFTAR PUSTAKA Abdullah, (2002). Daya Saing Daerah. BPFE. Yogyakarta.Adisasmita, (2005). Dasar-dasar Ekonomi wilayah. Jakarta: Graha Ilmu.Afrizal. (2018). analisis inflasi di indonesia(suatu pendekatan mdel dinamik). Jurnal Ekonom Bisnis dan Kewirausahaan.Vol.7 No. 2 85-102Arsyad, (1999). Pengantar Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah. Yogyakarta: BPEE.Badan Pusat Statistik. ( 2019 ) Kabupaten Kubu Raya Dalam AngkaBappenas, (2003). Teori Location Qoutient (LQ). Universitas Sebelas Maret. SurakartaBuhana, E dan Masyhuri. (2006). Analisis Komoditas Unggulan Sektor Pertanian di Kabupaten Brebes. Jurnal Agrosains. 19 (1): 81 – 95.Danta Paramartha, (2012). Analisis Komoditas Unggulan Perikanan Tangkap Di Kabupaten Rembang. Jurnal Harpodon Borneo Vol.5. No.2. Oktober. 2012 Issn : 2087-121xHandayana, (2003). Aplikasi Metode Location Quotient (LQ) Dalam Penentuan Komoditas Ungulan. Jurnal Informatika Pertanian. Vol. 12.Iqbal dan Sudaryanto, (2008). Pembangunan Pertanian Indonesia.Mohammad Abdul Mukhyi, (2007). Analisis Peranan Subsektor Pertanian Dansektorunggulanterhadappembangunan Ka Wasan Ekonomi Propinsi Jaw A Bara T Pendekatan Analisis Irio. Jurnal Simposium Nasional Rapi Vi 2007 Issn: 1412-9612Resosudarmo, Budy P., D. Hartono, T. Ahmad, N.I.L. Subiman, Olivia dan A. Noegroho. (2002). Analisa Penentuann Sektor Prioritas di Kelautan dan Perikanan di Indonesia. Jurnal Pesisir dan Lautan. 4 (3): 1728.Rezki, (2003). Penetapan komoditas Unggulan Provinsi. BP2TP Working Paper. Balai dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Bogor.Rudi Masniadi, (2012). Analisis Komoditas Unggulan Pertanian Untuk Pengembangan Ekonomi Daerah Tertinggal Di Kabupaten Sumbawa Barat. Jurnal Ekonomika-Bisnis Vol. 03 No.1 Bulan Januari Tahun 2012. Hal 51-64Rakhmad Hidayat, (2013). Analisis Komoditas Unggulan Sub Sektor Perkebunan Di Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat Jurnal Social Economic Of Agriculture, Volume 2, Nomor 1, April 2013, Hlm 54-66Ritayani Iyan, (2014). Analisis Komoditas Unggulan Sektor Pertanian Di Wilayah Sumatera Jurnal Sosial Ekonomi Pembangunan Tahun Iv No.11, Maret 2014 : 215 -235Sembiring, Elianor, (2009). Kajian Peluang Bisnis Bagi Sepuluh Komoditas Unggulan di Sumatera Utara. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Balitbang Provinsi Sumatera Utara. 6 (4): 228 – 234.Supena.S, (2000). Analisis Dampak Krisis Ekonomi Terhadap Kesempatan Kerja dan Identifikasi Komoditas Andalan Sektor Pertanian di Wilayah Sulawesi.Sumihardjo, (2008). Penyelenggaraan pemerintah daerah melalui pengembangan daya saing berbasis potensi daerah. Fokus Media. Bandung.Suparmoko, (2002). Ekonomika Pembangunan. Jogjakarta: BPFE.Syahab,A, (2013). Analisis Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan Di Kabupaten Sumbawa. Tesis. Program Pascasarjana Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang. http: //agrise.ub.ac.id/index. php/ agrise /article / view/ 96 /123.(diakses 23 Oktober 2015).Syafrizal, (1997). Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Regional Wilayah Indonesia Bagian Barat.Saragih, B. (1992). Agroindustri sebagai Suatu Sektor yang Memimpin dalam PJPT II. (Disampaikan Pada Seminar Parhepi Dinamika Pemikiran Tentang Pembangunan Pertanian). Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia. Jakarta.Suyatno, (2000) Ekonomi Pembangunan, Problematika dan Pendekatan. Penerbit Salemba Empat. Jakarta.Soepomo, P. (1993). Analisis Shift-share, Perkembangan dan Penerapan, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia.Tarigan, Robinson, 2005. Ekonomi Regional, Teori dan Aplikasi Edisi Revisi. Jakarta : PT Bumi Aksara.Winarti, Rini. (2007). Analisis Komoditas Unggulan Perikanan Laut terhadap Perekonomian Wilayah di Kabupaten Cilacap.Widodo, S, T. (1990). Indikator Ekonomi Dasar Perhitungan Perekonomian Indonesia. Jakarta: KanisiusHttp//blogs.unpad.ac.id/abysanilaras/2010/06/13/pentingnya-pembangunan pertanian-di-Indonesia di akses 13:15, 28-09-201
KINERJA PENERIMAAN PAJAK DAERAH DI KOTA PONTIANAK
ABSTRAK Pendapatan daerah merupakan alat untuk meningkatkan pembangunan ekonomi dan pembangunan negara. Maka dari itu diharapkan penerimaan Pajak yang menjadi sumber penerimaan terbesar dari suatu daerah hal ini menjadi suatu acuan bahwa daerah-daerah yang memiliki penerimaan dari pajak yang tinggi menandakan pemerintah daerah berhasil menarik pajak di daerah tersebut Penelitian ini dilatar belakangi oleh Kota Pontianak yang merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Barat yang mempunyai letak yang strategis. Kota Pontianak memiliki kontrisbusi perekonomian yang cukup baik terhadap perekonomian Provinsi Kalimantan Barat. Salah satu penerimaan yang cukup menonjol di Kota Pontianak berasal dari sektor pajak daerah.. Penelitian ini mengambil ruang lingkup di Kota Pontianak dengan rentang waktu yang digunakan adalah 2014-2018. Dengan fokus penelitian pada kinerja komponen pajak daerah yang merupakan sumber penerimaan yang dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan asli daerah di Kota Pontianak dengan model analisis Tipology Klasen. Dari penelitian ini ditarik kesimpulan dari hasil analisis Tipology Klasen dapat disimpulkan bahwa untuk sektor pajak yang masuk dalam kategori Potensial ada 3 (tiga) sektor pajak yakni pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Restoran, Pajak Penerangan jalan. Untuk sektor pajak yang masuk dalam kategori berkembang ada 1 (satu) sektor yakni pajak Sarang Burung Walet, dan untuk sektor pajak yang masuk dalam kategori terbelakang ada 5 (sektor) yakni Pajak Bumi dan Bangunan pedesaan dan Perkotaan, Pajak Hiburan, Pajak Hotel, Pajak Parkir, Pajak Reklame. Kata kunci: Kinerja Penerimaan Pajak Daerah, Pendapatan Asli Daerah,Sektor Pajak, Typology Klasen. DAFTAR PUSTAKA Adrianti, R. (n.d.). Kinerja Penerimaan Pajak Daerah di Kabupaten Kubu Raya. Tesis Magister Ilmu Ekonomi FEB UNTAN.Andi Afrizal, S. S. (n.d.). Analisis Kontribusi Pajak Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabipaten Rokan Hulu.Anumpitan, D. L. (2016). Analisis Efektivitas dan Kontribusi Pajak Penerangan Jalan Terhadap Pajak Daerah di Kabupaten Kepulauan Talaud. Jurnal Akuntansi Universitas Sam Ratulangi Manado.BPS Kota Pontianak Dalam Angka Tahun 2013-2017Isroah. (2013). Perpajakan. Yogyakarta: UNY Press.Lamia, A. (2015). Analisis Efektivitas dan Kontribusi Pemungutan Pajak Restoran,Pajak Reklame dan Pajak Penerangan Jalan Pada Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Minahasa Utara. Vol 15 No 5.Mardiasmo. (2002). Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta: Andi.--------------- (2006). Perpajakan. Yogyakarta: Andi Offset.Mardiasmo. (2013). Perpajakan Edisi Revisi. Yogyakarta: Andi Offset.Ramadhan, W. A. (2016). Potensi Pajak Penerangan Jalan dan Kontribusinya Terhadap Pajak Daerah Kota Malang Periode 2011-2013. Jurnal Perpajakan(JEJAK), Vol 8 No.1.Suratman, E & Wahyudi. (2009). Teknik Analisis Perencanaan Pembangunan. Pontianak: Untan PressUndang-Undang tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. (28 tahun 2009).Undang-Undang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Pemerintah Daerah. (33 tahun 2004).Waluyo. (2005). Perpajakan Indonesia edisi Kelima. Jakarta: Salemba Empat.------------(2013). Perpajakan Indonesia. Jakarata: Salemba Empat.Widodo, A. (2006). Revisi Taksonomi Bloom dan Pengembangan Butir Soal. Jurnal Pendidikan Biologi FPMIPA-UPI, 18-29.
Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Pendapatan Perkapita Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kalimantan Barat
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji tentang Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Pendapatan Per kapita Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kalimantan Barat. Menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. Teknik metode analisis yang digunakan adalah model regresi Random Effect dengan analisis regresi berganda.Hasil penelitian menunjukan bahwa indeks pembangunan manusia berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di kalimantan barat pada tahun 2013-2018 dengan koefisien 0,077569 dan nilai probabilitas 0,5438. Pendapatan perkapita memiliki hubungan yang negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat dengan koefisien 5,676273 dan nilai probabilitas 0,0113. Hasil analisis menunjukan bahwa nilai R2(R square)= 0,322107 menandakan bahwa variasi dari tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat dapat di jelaskan oleh indeks pembangunan manusia (X1), dan pendapatan perkapita (X2) sebesar 32,21% sedangkan sisanya sebesar 67,78% dapat dijelaskan sebagai faktor-faktor lain yang tidak masuk ke dalam model penelitian ini. Kata Kunci : Tingkat Kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia dan Pendapatan perkapita.PENDAHULUANPerekonomian sangat berperan penting didalam kehidupan. Banyak permasalahan ekonomi yang sedang dihadapi, salah satunya yang akan dibahas ialah masalah kemiskinan. Kemiskinan muncul ketika sekelompok orang belum mampu mencukupi tingkat kemakmuran ekonomi yang dianggap sebagai kebutuhan minimal dari standar hidup tertentu. Kemiskinan merupakan persoalan kompleks yang masih sulit terpecahkan hampir disetiap daerah di Indonesia. Masalah kemiskinan ini adalah masalah yang selalu dihadapi manusia, dapat dikatakan dimana ada manusia disitu ada kemiskinan. Pemerintah baik pusat maupun daerah telah berupaya dalam melaksanakan berbagai kebijakan dan program-program penanggulangan kemiskinan namun masih jauh dari induk permasalahan. Kebijakan dan program yang dilaksanakan belum menampakkan hasil yang optimal. Masih terjadi kesenjangan antara rencana dalam pencapaian tujuan karena kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan lebih berorientasi pada program sektoral. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dirumuskan permasalahan sebagai berikut :Apakah IPM berpengaruh terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat pada periode tahun 2013-2018?Apakah Pendapatan Perkapita berpengaruh terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat pada periode tahun 2013-2018 ?Tujuan PenelitianUntuk menguji dan menganalisis pengaruh indeks pembangunan terhadap tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat.Untuk menguji dan menganalisis pengaruh pendapatan perkapita terhadap tingkat kemsikinan di Kalimantan Barat.Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif adalah metode utama sedangkan data kualitatif sebagai penunjang penelitian ini juga termasuk dalam penelitian (explanatory research). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data seunder merupakan data yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat. Teknik metode analisis yang digunakan adalah model regresi Random Effect dengan analisis regresi berganda. Data diolah menggunakan Eviews 9.Hasil dan pembahasanPenelitian ini menunjukkan hasil bahwa indeks pembangunan manusia memiliki hubungan positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan, ini dilihat dari hasil uji t-statistik yaitu 0,5438 hal ini menyatakan bahwa meningkatnya indeks pembangunan manusia tidak selalu mengakibatkan berubahnya tingkat kemiskinan karena indeks pembangunan manusia yang tinggi tidak mempengaruhi menurunnya tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat.Selain itu pendapatan perkapita memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan, ini dapat dilihat dari hasil uji t-statistik yaitu 0,0113, dari hasil regresi tersebut menyatakan bahwa jika pendapatan perkapita naik 1 persen maka tingkat kemiskinan mengalami penurunan sebesar 0.0113. Sehingga mempunyai pengertian bahwa hal ini dikarenakan adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan juga turut menentukan keberhasilan dalam pembangunan ekonomi serta memutuskan rantai kemiskinan di Kalimantan Barat.Simpulan dan Rekomendasi SimpulanHasil dari penelitian variabel indeks pembangunan manusia berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kalimantan Barat. Hal ini menunjukkan bahwa meningkatnya indeks pembangunan manusia tidak selalu mengakibatkan berubahnya tingkat kemiskinan karena indeks pembangunan manusia yang tinggi tidak mempengaruhi menurunnya tingkat kemiskinan, pengaruh variabel pendapatan perkapita berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Hal in menunjukkan jika pendapatan perkapita naik maka akan mengurangi kemiskinan di Kalimantan Barat.2 RekomendasiDalam upaya mengurangi kemiskinan diharapkan agar pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sehingga angka indeks pembangunan manusia di Kalimantan Barat lebih meningkat. Selain itu pemerintah juga harus mendistribusikan pendapatan daerah secara adil dan merata sehingga seluruh lapisan masyarakat termasuk masyarakat miskin dapat menikmati hasil dari pembangunan ekonomi sehingga tingkat kemiskinan dapat menurun. Daftar PustakaAlhudori, M. (2017). Pengaruh IPM, PDRB, dan Jumlah Pengangguran Terhadap Penduduk Miskin di Provinsi Jambi. Jurnal of Economics and Business, Vol. 1. No. 1. https://media.neliti.com/Andykha, R. dan Handayani, H.R. (2018). Analisis Pengaruh PDRB, Tingkat Pengangguran, dan IPM Terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Media Ekonomi dan Manajemen, Vol 33. No. 2. https://media.neliti.com/Badan Pusat Statistik. (2016). Indeks Pembangunan Manusia 2016. Pontianak: BPS.----------------------------- (2017). Angka Partisipasi Sekolah (APS) SMA Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik. https://kalbar.bps.go.id/----------------------------- (2018). Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka 2018. Pontianak: BPS.----------------------------- (2019). Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka 2019. Pontianak: BPS.----------------------------- (2020). Dependency Ratio Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik. https://kalbar.bps.go.id/Basuki, A. T. (2016). Analisis Regresi Dalam Penelitian Ekonomi dan Bisnis Dilengkapi Aplikasi SPSS & Eviews. Jakarta: Rajawali Pers.Basuki. A. T. dan Prawoto, N. (2017). Analisis Regresi Dalam Penelitian Ekonomi dan Bisnis Dilengkapi Aplikasi & Eviews. Depok: PT. Rajagrafindo Persada.Dama, H. Y. dan Sumual, J. L. (2016). Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kota Manado (Tahun 2005-2014). Jurnal Berkala Ilmiah Efiiensi, Vol 16. No. 3. http://garuda.ristekbrin.go.id/Dewi, N. (2017). Pengaruh Kemiskinan dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Riau. Jurnal JOM Fekon, Vol. 4. No. 1. https://media.neliti.com/Fatima, L. (2016). Trends of Poverty in Algeria during 1962-2013. Donnish Journal of African Studies and Development. Vol 2. No. 1. http://donnishjournals.org/djasd/pdf/2016/january/Fatima.pdfGinting, S. C. K. dan Lubis, I. (2008). Pembangunan Manusia di Indonesia dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jurnal Perencanaan dan Wilayah. Vol. 4. No. 1. http://repository.usu.ac.id/ Giovanni, R. (2018). Analisis Pengaruh PDRB, Pengangguran, dan Pendidikan Terhadap Tingkat Kemiskinan di Pulau Jawa Tahun 2009-2016. Economics Development Analysis Journal. Vol. 7. No. 1. https://media.neliti.com/Gujarati, D. N. (2007). Dasar-dasar Ekonometrika Edisi Ketiga jilid 1, hlm. 4-7. Jakarta: Erlangga.Gujarati, D. N. (2004). Basic Econometrics. Fourth Edition. Singapore: McGraw-Hill Inc.Harlik. dan Amir, A. (2013). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemiskinan dan Pengangguran di Kota Jambi. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah, Vol 1. No. 2. https://online-journal.unja.ac.id/ Jhingan, M. L. (2016). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta: Rajawali.Karankye, A. A. (2014). Causes of Poverty in Africa: A Review of Literature. American International Journal of Social Science. Vol 3. No. 7. http://www.aijssnet.com/journals/Vol_3_No_7_December_2014/16.pdfKuncoro, M. (2000). Ekonomi Pembangunan, Teori Masalah dan Kebijakan. Penerbit UPP AMP YKPN.Kuncoro, M. (2001). Metode Kuantitaif: Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan Ekonomi. Edisi kesatu, UPP AMP YKPN, Yogyakarta.Kuncoro, M. (2003). Metode Kuantitatif, Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.Kuncoro, M. (2009). Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: Erlangga.Prasetyoningrum, A. R. (2018). Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran Terhadap Kemiskinan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Syariah. Vol. 6. No. 2. journal.iainkudus.ac.idPriadana, H. M. S. dan S. M. (2009). Metode Penelitian Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu.Safuridar. dan Putri, N, I. (2019). Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Pengangguran dan Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Kemiskinan di Aceh Bagian Timur. Jurnal Samudra Ekonomika. Vol. 3. No. 1. http://download.garuda.ristekdikti.go.id/ Sayifullah. dan Gandasari, T, R. (2016). Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Pengangguran Terhadap Kemiskinan di Provinsi Banten. Jurnal Ekonomi-Qu. Vol. 6. No. 2. https://www.researchgate.net/ Simatupang, P. dan Dermoredjo, S. K. (2003). Produksi Domestik Regional Bruto, Harga dan Kemiskinan di Indonesia. Prisma, hal-17-31.Siregar, H. dan Wahyuniarti, D. (2006). Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Penurunan Penduduk Miskin di Indonesia: Proses Pemerataan dan Pemiskinan. Direktur Kajian Ekonomi. Institusi Pertanian Bogor. http://pustaka.blog.mb.ipb.ac.id/files/2010/06/dampak-ptbmbhn-ek_hermanto.pdfSofilda, Eleonora et al. (2013). Human Development and Poverty in Papua Province (An Analysis of Simultaneous Approach on Panel Data Regression), OIDA International Journal of Sustainable Development 06:06 (2013): 51-62. Diakses 6 April 2018. https://papers.ssrn.com/Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R& D. Bandung: Cv. Bandung Alfabeta.Sukirno, S. (2000). Makro Ekonomi Modern. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Sukirno, S. (2012). Makroekonomi: Teori Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Suliswanto, M.S.W. (2010). Pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Terhadap Angka Kemiskinan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 8(2), 357-366. https://media.neliti.com/Suryawati, C. (2005). Memahami Kemiskinan Secara Multidimensional. Jurnal Pelayanan Kesehatan. Vol 8. No. 3. https://media.neliti.com/Susanti, S. (2013). Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto, Pengangguran, dan Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Kemiskinan di Jawa Barat Dengan Menggunakan Analisis Data Panel. Jurnal Matematika Integratif, Vol. 9. No. 1. https://www.researchgate.net/Syaifullah, A. dan Malik, N. (2017). Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Produk Domestik Bruto Terhadap Tingkat Kemiskinan di Asean-4. Jurnal Ilmu Ekonomi, Vol 1. Jilid. 1. https://media.neliti.com/Tambunan, T. T. H. (2003). Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendidikan dan Pengangguran Terhadap Kemiskinan Di Provinsi Banten Tahun 2009-2012. Skripsi. Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta. http://repository.uinjkt.ac.id/Tambunan, T. T. H. (2001). Perekonomian Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia.Tambunan, T. T. H. (2003). Perekonomian Indonesia Beberapa Masalah Penting. Jakarta: Ghalia Indonesia.Todaro, M. P. (1998). Pembangunan Ekonomi Dunia Ketiga Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga.Todaro, M. P. (2000). Pembangunan Ekonomi Dunia Ketiga Edisi Ketujuh. Jakarta: Erlangga.Todaro, M. P. dan Smith.S. C. (2006). Pembangunan Ekonomi Edisi Kesembilan. Jakarta: Erlangga.Todaro, M. P. dan Smith, S. C. (2011). Pembangunan Ekonomi Edisi Kesebelas Jilid 1. Jakarta: Erlangga.Ucha, C. (2010). Poverty in Nigeria: Some Dimensions and Contributing Factors. Global Majority E-Journal. Vol 1. No. 1. http://www.bangladeshstudies.org/ Wahyuningsih, Y. E. dan Zamzami. (2014). Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto dan Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kabupaten Nagan Raya. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Publik Indonesia, Vol. 1. No. 1. http://download.garuda.ristekdikti.go.id/Widarjono, A. (2009). Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya. Yogyakarta: Ekonisia Fakultas Ekonomi UII.Wirawan, I, M, T. dan Arka, S. (2015). Analisis Pengaruh Pendidikan, PDRB Perkapita dan Tingkat Pengangguran Terhadap Jumlah Penduduk Miskin Provinsi Bali. E-Jurnal EP Unud. Vol 4. No. 5.Yacoub, Y. (2012). Pengaruh Tingkat Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota Di Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal EKSOS. Vol. 8. No. 3.Zuhdiyati, N. dan Kaluge, D. (2017). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemiskinan di Indonesia Selama Lima Tahun Terakhir (Studi Kasus Pada 33 Provinsi). Jurnal Jibeka. Vol. 11. No. 2. https://media.neliti.com
PROFIL PETANI KARET DI DESA NYAYUM KECAMATAN KUALA BEHE KABUPATEN LANDAK
ABSTRAK Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Tanaman karet adalah salah satu tanaman komoditas ekspor yang ada di Indonesia. Tanaman ini cukup menjanjikan bagi pendapatan Negara karena tanaman ini menjadi incaran para investor luar negeri. Tanaman ini merupakan bahan dasar untuk barang-barang keperluan masyarakat serpeti ban mobil, sepatu, ember dan barang-barang lainnya. Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar untuk menjadi negara penghasil karet alam dunia. Masyarakat Desa Nyayum pada umumnya bekerja di sektor pertanian terutama sub sektor perkebunan karet yang merupakan pemilik sekaligus penyadap, tanaman karet merupakan tanaman yang sangat digemari di bidang sub sektor perkebunan lainnya hal ini disebabkan karena hasil tanaman karet adalah sumber penghasilan yang tetap sehingga masyarakat bisa menopang kebutuhan hidup keluarga.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil petani karet, pendapatan petani karet dan kendala yang dihadapi oleh petani karet di Desa Nyayum Kecamatan Kuala Behe Kabupaten Landak. Jumlah sampel yang diambil adalah 100 responden semuanya adalah petani karet di Desa Nyayum. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data menggunakan dokumentasi, wawamcara dan kuesioner.Penelitian ini menggunakan metode pendapatan alat analisis = π = TR – TC. Hasil dari penelitian adalah profil petani karet di Desa Nyayum Kecamatan Kuala Behe Kabupaten Landak umur yaitu yang paling rendah pada umur 25-30 sebanyak 18 responden, jenis kelamin petani karet menunjukan bahwa responden umumnya laki-laki. Tingkat pendidikan yang paling banyak adalah tidak sekolah. Tanggungan keluarga yang paling banyak adalah 1-2 orang tanggungan. Status lahan yang digarap seluruhnya oleh petani karet rata-rata milik sendiri. Pendapatan bersih petani karet per bulannya dengan pendapatan yang paling banyak responden kisaran pendapatannya dari Rp 830.000-1.328.000 pendapatan ini juga belum bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonominya sehingga petani karet belum bisa dikatakan makmur. Kendala yang dihadapi masing-masing petani karet cenderung sama yaitu keterbatasan biaya, harga karet yang sering menurun, cuaca, dan pemasaran. Kata kunci: Profil Petani , Pendapatan Petani Karet, Kendala. DAFTAR PUSTAKA Adiningsih, S. D. (2003). Teori Ekonomi Mikro. Yogyakarta : Edisi Kedua Penerbit BPFE. Adioetomo, S. M. (2010). Dasar-Dasar Demografi. Jakarta: Salemba Empat. A’ini, Y, & Wirdatul J. (2016). Pengaruh Penurunan Harga Karet Mentah Terhadap Daya Beli Masyarakat di Pasar Desa Pasir Jaya. Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos Vol. 5 No. 2 Juli 2016. Ali, J, & D. A. (2005). “Analisis Produksi dan Pendapatan Petani Karet di Kabupaten.” Jambi: Universitas Jambi. Andrian, N. (2005). “Kontribusi Hasil Produksi Karet Terhadap Pendapatan Petani di Desa Kelayu Kecamatan Suti Semarang Kabupaten Bengkayang.”Skripsi. Pontianak: Universitas Tanjungpura. Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Aris. (2013). Teori Ekonomi Produksi. Jakarta : Diandra Primamitra. Daniel. (2002). Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: Bumi Aksara. Dinas Perkebunan Kabupaten Landak Tahun (2019). Dinas Pertanian Kabupaten Landak Tahun (2019). Fahmi, S. R. ( 2018). Analisis Perubahan Mata Pencaharian Petani Karet Menjadi Petani Singkong Di Desa Sriwijaya. Jurnal Online Published: Feb, 16 th 2018. Fauziah, N. R. (2019). Profil Petani Karet Desa Bumiarjo Makmur Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI Provinsi Sumatera Selatan. Lampung : Universitas Lampung. Gay, L .R., Diehl, P.L. (2009). EducationalResearch CompetenciesFor Analysis and Applications. New York : MacMillan Publishing Company. Gilarso, T. (2003). Pengantar Ilmu Ekonomi Bagian Mikro Jilid 2. Yogyakarta : Kanisius. Haryanto, S. P. B. (2012). Budidaya Karet Unggul. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. Kerlinger, F. (2006). Asas-Asas Penelitian Behavioral. Edisi Tiga. Yogyakarta : UGM. Kuncoro, M. (2003). Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta : Penerbit Erlangga. Mankiw, N. G. (2003). Teori Makroekonomi Edisi Kelima. Jakarta: Penerbit Erlangga. Mankiw. (2012). Pengantar Ekonomi Makro. Jakarta : Salemba Empat. Margono. (2004). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta. Simanjuntak, P. (2010). Pengantar Ekonomi Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia, Jakarta : FE UI. Siswandi, E. Y, Novira K. (2018). Analisis Saluran Pemasaran Bahan Olahan Karet (BOKAR) Di Kecamatan Mandor Kabupaten Landak. Jurnal Social Economic of Agriculture, Volume 7, Nomor 1, April 2018, hlm 54-61. Soekartawi. (2002). Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Soekartawi. (2003). Analisis Usaha Tani, Jakarta : UI-Press. Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung : Penerbit Alfabeta. Sugiyono. (2012). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : ALFABETA. Sukirno, S. (2002). Teori Mikro Ekonomi. Jakarta : Cetakan Keempat Belas. Rajawali Press. Sukirno, S. (2005). Mikro Ekonomi, Teori Pengantar, Edisi III. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Sukirno. (2006). Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah, dan Dasar Kebijakan. Jakarta : Prenada Media Group. Sukirno, S. (2007). Makro Ekonomi Modern. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Sukirno. (2012). Auditing Petunjuk Praktek Pemeriksaan Akuntan Oleh Akuntan Publik. Jakarta : Salemba Empat. Sulfiani. (2014). Pengaruh Produksi Karet Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bulukumba Tahun 2008-2012. Skripsi : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Suparmoko. (2008). Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta : BPFE. Suroto. (2000). Strategi Pembangunan dan Perencanaan-Perencanaan Kesempatan Kerja. Yogyakarta : Universitas Gajah Mada. Suratman, E & Wahyudi. (2009). Teknik Analisis Perencanaan Pembangunan. Pontianak: Untan Press.Tampubolon. H. (2013). “Analisis Tingkat Pendapatan Petani Karet Rakyat Berdasarkan Skala Usaha Minimum.” Jurnal. Medan : Universitas Sumatera Utara. Tjakrawiralaksana. S. (2003). Usaha Tani. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Tjasaduhrdja, B. (2015). Ekonomertika Teori dan aplikasi. Yogyakarta : Mitra Puataka Nuraini Wijayanti, T. S. (2012). “Analisis Pendapatan Usahatani Karet (Hevea Brasiliensis) di Desa Bunga Putih Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Karta Kartanegara. “ Jurnal. Samarinda : Fakultas Pertanian Mulawarman. Yardi. N. (2010). “Analisis Pendapatan Petani Karet di Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya.”. Skripsi. Pontianak : Universitas Tanjungpura.
PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI TERHADAP PERKAWINAN USIA MUDA DI DESA KARTIASA KECAMATAN SAMBAS
ABSTRAKDesa Kartiasa merupakan salah satu desa yang memiliki jumlah penduduk terbanyak dari semua desa di Kecamatan Sambas. Desa Kartiasa memiliki banyak wanita yang menikah usia muda. Oleh karena itu diperlukan solusi untuk mengetahui faktor penyebab wanita yang menikah usia muda di Desa Kartiasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik sosial ekonomi wanita yang menikah usia muda di Desa kartiasa, menguji faktor pendidikan orangtua, pendapatan orangtua, jumlah saudara kandung terhadap perkawinan usia muda di Desa Kartiasa Kecamatan Sambas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, teknik analisis chi square. Data penelitian ini diperoleh dari data primer yaitu wawancara langsung dengan wanita yang menikah usia muda mengenai tingkat pendidikan orangtua, tingkat pendapatan orangtua, dan jumlah saudara kandung dalam keluarga inti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pendidikan orangtua dan jumlahsaudara kandung berpengaruh signifikan terhadap usia kawin pertama responden yang menikah usia muda di Desa Kartiasa. Sedangkan variabel pendapatan orangtua berpengaruh tidak signifikan terhadap usia kawin pertama responden yang menikah usia muda di Desa Kartiasa. Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah pendidikan orangtua, maka resiko memiliki anak menikah usia muda semakin tinggi dan semakin banyak jumlah saudara kandung, maka resiko menikah muda akan semakin tinggi.Kata kunci: Perkawinan Wanita Usia Muda, Pendidikan Orangtua, Pendapatan Orangtua, dan Jumlah Saudara Kandung. DAFTAR PUSTAKAAdioetomo. S. M., & Samosir. O. B. (2013). Dasar - Dasar Demografi. (Edisi ke-2) Jakarta: Salemba Empat.Badan Pusat Statistik. (2017). Kalimantan Barat Dalam Angka 2017. Pontianak: Badan Pusat Statistik.Badan Pusat Statistik. (2018). Kabupaten Sambas Dalam Angka 2018. Pontianak: Badan Pusat Statistik.Cahyani, D & Sunarko. (2013). Pengaruh Tingkat Pendidikan Orangtua dan Pendapatan Bersih Orangtua Terhadap Usia Kawin Pertama Anak Wanita di Kecamatan Tersono kabupaten Batang. Jurnal UNNES Vol. 3, no.4, tahun 2015 ISSN: 2252-6684.Desiyanti, W, I. (2014). Faktor-faktor Yang Berhubungan Terhadap Pernikahan Dini Pada Pasangan Usia Subur di Kecamatan Mapanget Kota Manado. Jurnal Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Manado, Vol. 5 no. 2.Djamilah & Kartikawati, D. (2014). Dampak Perkawinan Anak Indonesia. Jurnal Studi Pemuda, Vol. 3, No. 1, tahun 2014.Febriyanti, N. P. V., & Dewi, M. H. U. (2017). Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi dan Demografi Terhadap Keputusan Perempuan Menikah Muda di Indonesia. Jurnal Kependudukan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Vol. XIII No. 2, tahun 2017 Hal. 108-117.Junaidi & Hardiani. (2009). Dasar-dasar Teori Ekonomi Kependudukan. Jakarta: Hamada PrimaHastuti. P. (2016). Terpaksa Menikah Dini Karena Pergaulan Bebas. http://www.kompasiana.com. Diakses tanggal 15 mei 2019.Kartika, D, K, N & Wenagama, I, W. (2012). Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Usia Kawin Pertama Wanita di Kecamatan Bangli. Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, Vol. 5, no. 3, tahun 2016, hal. 363-384, ISSN: 2303-0178.Khaparistia, E & Edward. (2015). Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Pernikahan Usia Muda Studi Kasus di Kelurahan Sawit Seberang Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat. Jurnal Ilmu Kesehatan Sosial, Vol. 14, no. 1, tahun 2015 Kuncoro, M. (2011). Metode Kuantitatif. Yogyakarta: Penerbit Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Sambas. Data Jumlah Usia Kawin Wanita di Kecamatan Sambas Tahun 2013-2017.Landung, J., et al. (2009). Studi Kasus Kebiasaan Pernikahan Usia Dini Pada Masyarakat Kecamatan Sanggalangi Kabupaten Tana Toraja. Jurnal MKMI, Vol. 5 no. 4, tahun 2009, hal: 89-94.Qibtiyah, M. (2013). Faktor Yang Mempengaruhi Perkawinan Muda Perempuan. Jurnal Biometrika dan Kependudukan, Vol. 3, no. 1, tahun 2014, hal: 50-58.Republik Indonesia. 1974. Undang – Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Jakarta. Dari https://www.hukumonline.com/. Diakses tanggal 4 oktober 2019.Sativa. L. R. (2016). Kasus Pernikahan Dini, Kenapa Bisa Terjadi?. http://news.detik.com. Diakses tanggal 15 mei 2019Siregar, S. (2014). Statistika Deskriptif Untuk Penelitian. Jakarta: Penerbit PT RAJAGRAFINDO PERSADA.Stang., & Mambaya, E. (2009). Faktor Yang Berhubungan Dengan Pernikahan Dini Di Kelurahan Pangli Kecamatan Sesean Kabupaten Toraja Utara. Jurnal MKMI , Vol. 7 no. 1, tahun 2011, hal 105-110.Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Penerbit Alfabeta. Syahbandi. (2012). Implementasi Green Marketing Melalui Pendekatan Marketing Mix, Demografi Dan Pengetahuan Terhadap Pilihan Konsumen (Studi The Body Shop Pontianak). Jurnal Ekonomi Bisnis dan kewirausahaan, Vo 3, no. 1Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2011). Pembangunan Ekonomi. ( Edisi Ke-5. Jilid 1) Jakarta: Erlangga.Ummah. A. V. (2017). Faktor dan Dampak Pernikahan Dini, Apa Sajakah Itu?. https://www.kompasiana.com. Diakses tanggal 16 mei 2019.Utina, R., et al. (2014). Kajian Faktor Sosial Ekonomi Yang Berdampak Pada Usia Perkawinan Pertama di Provinsi Gorontalo. BKKBN Provinsi Gorontalo. Penerbit: UNG, tahun 2014
Motivasi Masyarakat Sambas Untuk Menjadi Pekerja Di Malaysia ( Studi Kasus Pekerja Plywood Asal Sambas Di Malaysia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi masyarakat sambas untuk menjadi pekerja di Malaysia. Persoalan pengangguran yang tidak kunjung usai dan lemahnya daya beli di dalam negeri membuat masyarakat tidak punya banyak pilihan untuk menyambung hidupnya. Ketidakseimbangan antara jumlah angkatan kerja dengan jumlah lapangan pekerjaan membuat masyarakat memutuskan untuk bekerja di Malaysia. Penelitian ini bersifat deskriptif yang menggunakan data primer yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti, langsung dari sumber pertama atau tempat objek penelitian tersebut dilakukan melalui kuesioner dengan daftar pertanyaan yang telah disiapkan. Ada sejumlah 58 orang yang dijadikan responden dengan menggunakan metode rumus slovin dengan data yang sudah tersedia dari Badan Nasional Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia. Motivasi masyarakat Sambas untuk menjadi pekerja di Malaysia beragam. Adapun motivasi masyarakat Sambas mau menjadi pekerja di Malaysia adalah Penghasilan di daerah Asal Tidak Cukup, Perbedaan Upah, dan Tidak Ada Pekerjaan Di Daerah Asal. Kata Kunci : Motivasi Ekonomi, Upah, Terbatasnya Pilihan PekerjaanReferensi Abdullah, Syahfirin. (2009). Faktor-Faktor Penentu Status Migran Penduduk Propinsi Lampung. Thesis Mahasiswa. Jakarta: Pasca Sarjana Universitas Indonesia.Agustina, ( 2017) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Migrasi Tenaga Kerja Wanita Ke Luar Negeri (Studi Kasus Di Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar). Skripsi Universitas Muhamadiyah Malang.Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia 2017.Bagas ( 2017) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Menjadi Tenaga Kerja Indonesia (Studi Kasus di Kabupaten Grobogan), 393.Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sambas tahun 2017.Handono 2004 dalam Pratiwi (2007). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi internasional tenaga kerja Indonesia ke luar negeri ,Skripsi Surakarta: Fakultas Ekonomi UNS.Hugo, J. Graeme. 1978. Population Mobility in West Java.Yogjakarta.Fawaid, Nur ( 2016 ) Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi minat mantan TKI di kecamatan arjasa kepulauan kangean kabupaten sumenep untuk bekerja kembali ke luar negeri. Artikel Ilmiah Universitas Jember.Ferdinand, A. (2006). Metode Penelitian Manajemen: Pedoman Penelitian untuk Skripsi, Tesis dan Disertasi Ilmu Manajemen. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.Guntoro ( 2016 ) Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penduduk Melakukan Migrasi Internal Di Indonesia. Skripsi .Universitas Negeri YogyakartaJulaiha ( 2014) Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi masyarakat kecamatan Galing bekerja di malaysia, Skripsi Universitas Tanjungpura.Jhingan. (1996). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jogjakarta: Rajawali Press.Kuncoro, M. (2011). Metode Kuantitatif. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.Lee, S. Everett. 1976. Teori Migrasi. Diterjemahkan oleh Daeng Hans. Jogjakarta.Malthis. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Salemba Empat. Jakarta.Mantra, Ida Bagus, 2003. Demografi Umum. Pustaka Pelajar. JakartaMantra, I. B., Kasto, Keban, Y.T. (2008). Mobilitas Tenaga Kerja Indonesia ke Malaysia: Studi Kasus Flores Timur, Lombok Tengah, Pulau Bawean. Yogyakarta. Pusat Penelitian Kependudukan, Universitas Gadjah Mada.Maryadi ( 2016 ). Analisis keputusan bermigrasi tenaga kerja asal kabupaten Ogan ilir ke Malaysia. I-Economic Vol. 2. (No.2)Nisa, Setiawan ( 2012 ). Analisis faktor – faktor yang mempengaruhi Keputusan tenaga kerja menjadi commuter dan tidak Menjadi commuter ke kota semarang ( kasus kebupaten kendal ). Vol1, (No1)Purnomo, Didit (2005). Migration Intention Of Circular Migran (Internal Migran) In Indonesia. Skripsi. Surakarta, Universitas Muhammadiyah.EmpirikaRahmawati, T.M. (2010). “Faktor yang Mempengaruhi Minat Tenaga Kerja Untuk Bekerja Di Luar Negeri (Kasus Kota Semarang)”. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro: Semarang.Raharto ( 2017). Pengambilan keputusan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Perempuan untuk bekerja di luar negeri: Kasus kabupaten cilacap. Jurnal kependudukan indonesia | vol. 12 (No 1).Ravenstein, E.G. (1885). “The laws of migration”. Journal of the Royal Statistical Society. Vol. 48, Reni, et al. (2016). Analisis keputusan bermigrasi tenaga kerja asal kabupaten ogan ilir ke malaysia. I-Economic, Vol 2, (No2).Rizal ( 2014). Migrasi tenaga kerja indonesia ke luar negeri Menggunakan cost benefit analysis (studi di kabupaten malang). JESP-Vol. 6, (No 2). Siregar, S. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif: Dilengkapi Perbandingan Perhitungan Manual dan SPSS (PERTAMA). Jakarta: Prenadamedia Group.Suharyono Gunadi dan Marthen. L. nDoen. 2003. Mobilitas Angkatan Kerja: Karakteristik Migran Antar Wilayah di Jawa Tengah. Jurnal Studi Pembangunan Vol.15 (No.1).Susilowati, Mudji Rahardjo dan Waridin (2000). Analisis Masalah Sosial, Politik dan Ekonomi Pada Migrasi Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri. Laporan Penelitian. Proyek DCRG-URGE. Tahun Anggaran 2000/2001. No. Kontrak: 015/Dcrg/Urge/2000. Dirjen DiktiSugiyono. (2014). Metode Penelitian Manajemen. Bandung: CV. Alfabeta.Sumarsono. (2003). Ekonomi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ketenagakerjaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.Syaifulloh, F. (2016). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tenaga Kerja Wanita Indonesia Untuk Bekerja Ke Luar Negeri. Skripsi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis UB, 1–17.Todaro, P. Michael. (1994). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, ed.4. Diterjemahkan oleh: Burhanudin Abdulloh. Jakarta.Todaro, Michael P.( 2000). Pembangunan Ekonomi Di Dunia Ketiga. Jakarta. Penerbit: Erlangga.Waridin. (2002.) Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Migrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Luar Negeri, Jurnal Ekonomi Pembangunan (JEP) Vol.3 (No.2 ).Wulan, lucky. (2011). Analisis Pengaruh Motivasi Kerja Dan Lingkungan Kerja terhadap kinerja karyawan. Studi Pada Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kota Semarang. Skripsi.Universitas Diponegoro Semarang.
Pengaruh Produk Domestik Bruto, BI Rate, Inflasi, Non Performing Finance, Financing to Deposit Ratio dan Return on Asset terhadap Pembiayaan Bank Umum Syariah di Indonesia
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PDB, BI Rate, Inflasi, NPF, FDR dan ROA terhadap Pembiayaan Bank Umum Syariah di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Triwulan dari Januari 2008 sampai Desember 2017. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang sumber datanya didapat dari Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Penelitian ini menggunakan alat analisis regresi linier berganda dengan metode Uji Asumsi Klasik menggunakan Eviews9.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB), Non Performing Finance (NPF) dan Financing to Deposit Ratio (FDR) berpengaruh signifikan terhadap Pembiayaan. Sedangkan BI Rate, Inflasi dan Return on Asset (ROA) berpengaruh tidak signifikan terhadap Pembiayaan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa dari 6 variabel tersebut, variabel internal bank lebih dominan dalam memengaruhi Pembiayaan Bank Umum Syariah di Indonesia.Kata Kunci : PDB, BI Rate, Inflasi, NPF dan Pembiayaan DAFTAR PUSTAKAAbdul Karim, Z et al. (2011). Bank Lending Channel of Monetary Policy: Dynamic Panel Data Study of Malaysia. Vol 12. No 3. Journal of Asia-Pasific Business, Malaysia. Adebola, Solarin Sakiru et al. (2011). The Impact of Macroeconomic Variables on Islamic Banks Financing in Malaysia. Vol 2. No 2. Research Journal of Finance Accounting, Malaysia. Antonio, Muhammad Syafi’i. (2001). Bank Syariah Dari Teori ke Praktik. Gema Insani Press. Jakarta. Badan Pusat Statistik. (2008-2017). Produk Domestik Bruto. Bank Indonesia. (2008-2017). BI Rate. SEKI-BI. Bank Indonesia. (2008-2017). Inflasi. Moneter. Dwijaya, Putra Agung & Wahyudi, Sugeng. (2018). Analisis Pengaruh Variabel Makro Ekonomi, Dengan Demografi dan Efek Krisis Keuangan Global Sebagai Variabel Kontrol Terhadap Pembiayaan Bank Syariah Di Indonesia (Studi pada Bank Syariah Devisa di Indonesia Periode 2007-2016). Vol 7. No 4. Diponegoro Journal of Management, Semarang. Hayet. (2016). Analisis Pengaruh Pertumbuhan Pembiayaan Modal Kerja, Investasi dan Konsumsi Pada Perbankan Umum Syariah Terhadap Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Barat Periode 2009-2013. Vol 5. No 1. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan (JEBIK). Hulmansyah. Huda, Nurul & Zulihar. (2017). Pengaruh Faktor Ekonomi dan Moneter terhadap Bank Konvensional dan Syariah Tahun 2002-2016. Nahar, Shamsun & Sarker, Niluthpaul. (2016). Are Macroeconomic Factors Substantially Influential For Islamic Bank Financing? Cross-Country Evidence. Vol 18. No 1. IOSR Journal of Business and Management (IOSR-JBM) .Nurbaya, Ferial. (2013). Analisis Pengaruh CAR, ROA, FDR, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap Pembiayaan Murabahah Periode Maret 2001-Desember 2009 (Studi Kasus pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk). Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang.Otoritas Jasa Keuangan. (2008-2017). Statistik Perbankan Syariah.Rifai, Ahmad Syukuri. Susanti, Helmi & Setyaningrum, Aisyah. (2017). Analisis Pengaruh Kurs Rupiah, Laju Inflasi, Jumlah Uang Beredar dan Pertumbuhan Ekspor terhadap Total Pembiayaan Perbankan Syariah dengan Dana Pihak Ketiga sebagai Variabel Moderating. Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah IAIN Salatiga. Rodoni, Ahmad. (2009). Investasi Syariah, Jakarta: UIN Jakarta. Ramelda, Susi. (2017). Pengaruh Suku Bunga Kredit dan Produk Domestik Bruto Terhadap Penyaluran Kredit Perbankan Bank Umum Pemerintah di Indonesia. Vol 4. No 1. JOM Fekon Universitas Riau. Saputra, Kurniawan & Nugroho. (2014). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Inflasi di Indonesia Tahun 2007-2012. Vol 3. No 1. Diponegoro Journal of Economics. Shamsun Nahar, & Niluthpaul Sarker. (2016). Are Macroeconomic Factors Substantially Influential For Islamic Bank Financing? Cross-Country Evidence. Vol 18. Issue 6. IOSR Journal of Business and Management.Sodiq, Amirus. (2014). Analisis Pengaruh Inflasi, Produk Domestik Bruto, dan Jumlah Uang Beredar Terhadap Return on Asset Bank Syariah. Vol 2. No 2. Jurnal Ekonomi STAIN, Kudus. Syahbudi, Muhammad & Saragih, Ahmad Ripai. (2018). Pengaruh Variabel Makro Ekonomi Terhadap Pembiayaan Pada Perbankan Syariah Di Indonesia. UIS Sumatera Utara, Medan. Syatiri, Ahmad & Hamdaini, Yulia. (2017). Risiko Kredit, Stabilitas, dan Kebijakan Pembiayaan Bank Syariah di Indonesia. Vol 15. No 3. Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya Umiyati & Tantri Ana, Leni. (2017). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pembiayaan Pada Bank Umum Syariah Devisa di Indonesia. Vol 5. No 1. Jurnal UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Wardiantika, Lifstin & Kusumaningtias, Rohmawati. (2014). Pengaruh DPK, CAR, NPF, Dan SWBI Terhadap Pembiayaan Murabahah Pada Bank Umum Syariah Tahun 2008-2012. Vol 2. No 4. Jurnal Ilmu Manajemen (JIM). Zaenuri, Wahab. (2014). Analisis Pengaruh FDR, NPF, Tingkat Bagi Hasil, Kualitas Jasa Dan Atribut Produk Islam Terhadap Tingkat Pembiayaan Mudharabah Pada Bank Umum Syari’ah Di Semarang. Vol 5. Edisi 2. UIN Walisongo Journals
HUBUNGAN KAUSALITAS INVESTASI PMDN, INVESTASI PMA DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kausalitas antara Investasi PMDN, Investasi PMA dan Pertumbuhan Ekonomi di Enam Koridor ekonomi di indonesia. Data yang digunakan adalah data time series selama 8 tahun, untuk memenuhi syarat pengujian, data diinterpolasi menjadi kuartal sehingga data menjadi 32 periode. Ada tiga variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: Investasi PMDN, Investasi PMA dan Pertumbuhan Ekonomi di Enam Koridor Ekonomi indonesia. Untuk menguji ada atau tidak hubungan kausalitas antara tiga variabel maka digunakan uji kausalitas Granger. Hasil pengujian granger menunjukan bahwa terdapat empat koridor yang memiliki hubungan satu arah antara investasi PMDN dengan pertumbuhan ekonomi dan satu koridor yang memiliki hubungan satu arah antara pertumbuhan ekonomi dan investasi PMDN serta satu koridor lainnya tidak memiliki hubungan baik satu arah maupun dua arah. Selain itu Hubungan satu arah juga terjadi pada tiga koridor antara investasi PMA dengan pertumbuhan ekonomi dan satu koridor lain memiliki hubungan satu arah antara pertumbuhan ekonomi dengan investasi PMA. Selain itu ada satu koridor yang tidak memiliki hubungan baik satu arah maupun dua arah antara investasi PMA dan pertumbuhan ekonomi, serta hanya satu koridor yang mempunyai hubungan kausalitas antara pertumbuhan ekonomi dan investasi PMA.Kata Kunci : Investasi PMDN, Investasi PMA, Pertumbuhan Ekonomi, Hubungan KausalitasDAFTAR PUSTAKAAgustini, Y & Kurniasih E. P. (2017). Pengaruh Investasi PMDN, PMA, dan Penyerapan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Jumlah Penduduk Miskin Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan. Vol. 6 , No. 2, 97-119.Arsyad, A. (2010). Media pembelajaran. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.Amalia, F. (2013). Hubungan kausalitas investasi degan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Signifikan Vol. 2 No 1 April 2013.Astari, C. (2014). Analisis Kausalitas Granger Antara PDRB, Investasi Dan Belanja Modal Di Provinsi Jawa Tengah. Economic Development Analysis Journal ISSN 2252-6765.Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM).(2017). “Data Investasi PMDN dan PMA 2002-2016 Indonesia”.Badan Pusat Statistik, (2017) “Indonesia Dalam Angka 2017”. Indonesia: BPS.BKPM Provinsi Maluku Utara. Di akses melalui WWW. bkpmprovmalut.net.Buana, N. (2005). Makro Ekonomi : Teori, Masalah dan Kebijakan. Raja Grafindo Persada : Jakarta.Boediono. (2006). Teori Pertumbuhan Ekonomi : Seri Synopsis Pengantar Ilmu Ekonomi No. 4. Yogyakarta: BPFE UGM.Boyke . P. S. (2016). BKPM genjot investasi pulau Sumatra. Di akses dari http://m.wartaekonomi.co.id.Enders, W. (2004). Applied Econometrics Time Series, Second Edition, John Wiley & Sony Inc.Gujarati, D. N. (2002). Dasar-Dasar Ekonometrika, Buku 2 Edisi 5 Terjemahan Mangunsong, R.C. Salemba Empat : Jakarta.Jamaliah. (2018). “Hubungan Kausalitas Pertumbuhan Ekonomi Dengan Investasi di Kota Pontianak Kajian Model Granger”. Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Kewirausahaan. Vol. 7, No. 1, 20-32.Jhingan, M. L. (2016). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan Edisi ke-17. Jakarta : PT. Raja Grafindo.Koridor ekonomi Bali-Nusa Tenggara. Di akses dari http://www.slideshare.net.Kuncoro, M. (2014). Metode Riset Untuk Bisnis Dan Ekonomi Edisi ke- 4. Jakarta : Erlangga. Kuncoro, M. (2004). Ekonomi Pembangunan, Teori, Masalah dan Kebijakan, Yogyakarta : Erlangga.Noor, F. H. (2015). Ekonomi Publik : Ekonomi Untuk Kesejahteraan Rakyat Edisi 2. Jakarta. Indeks.Prasetyo, E. (2011). Analisis Pengaruh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA), Tenaga Kerja, Dan Ekspor Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Jawa Tengah Periode Tahun 1985 – 2009 (skripsi dipublikasi). Semarang : UNNES.Mardiasmo. (2002). Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah. Yogyakarta : Andi Ofset.Renata, R. (2003). Analisi Kausalitas Investasi Dengan Pertumbuhan Ekonomi Sumatra Utara (Skripsi Dipublikasi). Medan : USUSabono, D. J. & Kusreni. S. (2013). Analisis Hubungan Kausalitas Antara Investasi Dan Pdrb Provinsi Maluku. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Tahun XXIII, No. 2 Agustus 2013.Sagita, R. (2013). Analisis Kausalitas Infrastruktur Dengan Investasi Asing Untuk Meningkatkan PDB Indonesia. EDAJ 2 (4)(2013) ISSN 2252-6765.Syaharani, F. R. (2011). Pengaruh Penanaman Modal Dalam Negeri, Penanaman Modal Asing dan Utang Luar Negeri Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia 1985-2009 (skripsi dipublikasi). Jakarta : UIN.Sarwedi, “Investasi Asing Langsung Di Indonesia dan Faktor Yang Memperngaruhinya”. Jurnal akuntasi dan keuangan Vol. 4, No.1, Mei 2002.Samuelson, P. A. dan William, N. D. (1996). Makro ekonomi. Edisi ke-17. Cetakan ketiga. Jakarta : Erlangga.Setyowati, E., DL, W., & Kuswati, R. (2008). Kausalitas Investasi Asing Terhadap Pertumbuhan Ekonomi : Error Correction Model. Jurnal Ekonomi Dan Studi Pembangunan, 9(1), 69–88.Sudantoko, D. Dan Muliawan, H. (2009). Ekonomi Pembangunan. PT. PP. Mardi Mulya. Jakarta .Sudantoko, D. Dan Muliawan, H. (2004). Ilmu Makro Ekonomi. Jakarta : Erlangga.Sugiyono, (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.Sukirno, S. (2007). Teori Ekonomi Pembangunan. Jakarta : Rajawali Press.Sukirno, S. (2009). Teori Makro Ekonomi Modern. Jakarta : PT. Raja Grafindo.Sulistiawati, R. (2012). “Pengaruh Investasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja Serta Kesejahteraan Masyarakat di Provinsi di Indonesia”. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan. Vol. 3, No. 1, 29-50.Sunariyah. (2000). Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Edisi Kelima. Yogyakarta : YKPN-Yogyakarta.Todaro, M. (2009). Pembangunan Ekonomi Edisi Kelima. Jakarta : Bumi Aksara.Umam, S. (2017). Hubungan Kausalitas Investasi Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Kalimantan Barat. Pontianak : Universitas Tanjungpura.Wahyuni, H. (2004). The Role Of Government In Economic Growt : Evidence From Asia And Pacific Countries. Journal Of Indonesian Economic And Bussines. 19(1) : 71-81Widarjono, A. (2009). Ekonometrika Pengantar Dan Aplikasinya. Edisi ketiga. Yogyakarta : EKONOSIA.Wibisono, Y. (2005). Sumber-sumber Petumbuhan Ekonomi Regional : Studi Empiris Antara Provinsi di Indonesia. Jurnal ekonomi dan pembangunan Indonesia. 5(2) : 224-235.WWW. Depkeu.go.idZulivan. A. (2017). Sulawesi Penyumbang Terbesar Pertumbuhanekonomi Indonesia. http://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/08/07/sulawesi-penyumbang-terbesar-pertumbuhan-ekonomi-indonesia
Kajian Ekonomi Alih Fungsi Lahan di Kecamatan Pontianak Barat
ABSTRACTThe phenomena of land convertion from agricultural land to non agricultural is currently happening, one of them is in West Pontianak, it can be seen from the data published by BPS Kota Pontianak that agricultural land in west in pontianak reduced 42ha from year 2012 to 2017.This study attempts to: know factors causing the change the function of the land and assess the impact of land convertion to household income of the land owner. Data analyzed in research is primary data obtained with the interview, the questionnaire, the literature study, documentation and observation.Then the data that have been acquired being processed and analyzed with the method of descriptive analysis .The result of this research is the factor that make the owner change the function of the land, were the internal household factors and external household factors. The impact of the land convertion to the owner’s household income is increasing the income of the households accordance with the expectation even though there are still household that have the stagnan income or decreasing income. Keyword : land convertion , household income , agriculture landReferensiAdisasmita, Rahardjo. 2008. Pengembangan Wilayah : Konsep Dan Teori. Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu.Afrida, 2003. Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta: Ghalia IndonesiaArsyad, Lincolin, 1999, Pengantar Perencanaan Dan Pembangunan Ekonomi Daerah, Yogyakarta: BPFE UGMBadan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2013. Kecamatan Pontianak Barat Dalam Angka 2012. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Minggu, 9 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2015. Kota Pontianak Dalam Angka 2014. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Jumat, 7 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2015. Kota Pontianak Dalam Angka 2014. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Jumat, 7 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2015. Statistik Penggunaan Lahan Kota Pontianak 2014. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Jumat, 7 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2016. Kecamatan Pontianak Barat Dalam Angka 2015. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Minggu, 9 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2016. Statistik Penggunaan Lahan Kota Pontianak 2017. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Jumat, 7 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2017. Kota Pontianak Dalam Angka 2016. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Jumat, 7 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2017. Kota Pontianak Dalam Angka 2017. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Jumat, 7 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2017. Kecamatan Pontianak Barat Dalam Angka 2016. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Minggu, 9 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2017. Kecamatan Pontianak Barat Dalam Angka 2017. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Minggu, 9 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2018. Kecamatan Pontianak Barat Dalam Angka 2018. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Minggu, 9 September 2018.Badan Pusat Statistik Kota Pontianak, 2018. Statistik Penggunaan Lahan Kota Pontianak 2017. https://pontianakkota.bps.go.id/, diakses Jumat, 7 September 2018.Black, J.A. 1981. Urban Transport Planning: Theory and Practice. London: Cromm HelmDinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Barat, 2017. UMP / UMK di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2016-2018. https://Disnakertrans.kalbarprow.go.id/, diakses Sabtu, 29 Desember 2018.Dwi Andika, Kadek. dkk. 2017. Faktor-Faktor Yang Mempegaruhi Konversi Lahan Pertanian dan Hubungannya Terhadap Kesejahteraan Petani Subak Saih Di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Jurnal Manajemen Agribisnis,Vol. 5, No.2, Oktober 2017.Fadjarajani, Siti, 2001, Pengaruh Alih Fungsi Lahan Pertanian Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Petani di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung : Implikasi Pada Perencanaan Pengembangan Wilayah, Thesis, Bandung: Pascasarjana ITBFajriany, Nur Isra. 2017. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kabupaten Pangkep. Skripsi. Universitas Negeri Alauddin : MakassarFatihudin, Didin, 2011, Pengaruh Investasi Swasta Dan Investasi Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi, Penyerapan Tenaga Kerja, Dan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten/ Kota Di Provinsi Jawa Timur, Disertasi, Surabaya, Program Pascasarjana Universitas Airlangga.Irawan, B 2005. Konversi Lahan Sawah : Potensi Dampak, Pola Pemanfaatannya dan Faktor Determinan. Forum Penelitian Agro Ekonomi Volume 23, No. 1, Juni 2005. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijaan Pertanian : Bogor.Jhingan, ML. 2008.Ekonomi Pembangunan Dan Perencanaan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.Koentjaraningrat. 1974. Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan. Jakarta: P.T Gramedia.Kurniasari, Merisa; Ariastita, Putu Gde. 2014. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Pertanian Sebagai Upaya Prediksi Perkembangan Lahan Pertanian di Kabupaten Lamongan.JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 3, No. 2. 2014Kustiawan, Iwan. 1997. Permasalahan Konversi Lahan Pertanian dan Implikasinya Terhadap Penataan Ruang Wilayah (Studi Kasus Wilayah Pantura Jawa Barat). Jurnal PWK Volume 8 No. 1Nuryaman, Hendar. 2017. Tren Alih Fungsi Lahan Pertanian Ke Non Pertanian. Prosiding Seminar Nasional Hail Penelitian Agribisnis I FP UNIGAL. Ciamis: 1 April 2017. Hal. 577-583Rustiadi, Ernan; Saefulhakim, Sunsun; Panuju, Dyah R, 2011, Perencanaan Dan Pengembangan Wilayah, Jakarta: Crestpent Pres dan Yayasan Pustaka Obor IndonesiaSasono, Adi; Husein, Ali Sofyan. 1995. Ekonomi Politik Pengusaan Tanah. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.Schumacher, EF. 1973.Small is Beautiful. London: Blond and Briggs, Ltd.Sihaloho, Martua. 2004. Konversi Lahan Pertanian dan Perubahan Struktur Agraria. Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor : BogorSugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : AlfabetaSugiyono. 2016. Kuantitatif Kualitatif dan Kombinasi (Mixed Method). Bandung : AlfabetaTodaro, Michael P, and Smith, Stephen C, 2006, Pembangunan Ekonomi, Jakarta: ErlanggaUrep, Silvester Ansel. 2014. Pengaruh Produktivitas Usahatani Tanaman Pangan Dan Alih Fungsi Lahan Budidaya Tanaman Pangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten/ Kota Di Provinsi Kalimantan Barat. Disertasi. Program Doktor Universitas Airlangga : Surabaya.Utomo, Muhajir dkk. 1992. Pembangunan dan Pengendalian Alih Fungsi Lahan. Lampung: Universitas LampungYudhistira, Muhamad Dika. 2013. Analisis Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian Terhadap Ketahanan Pangan di Kabupaten Bekasi Jawa Barat (Studi Kasus Desa Sriamur Kecamatan Tambun Utara). Skripsi. Program Sarjana Institut Pertanian Bogor : Bogo