Jurnal Curvanomic
Not a member yet
    715 research outputs found

    PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH DI SEKTOR PENDIDIKAN TERHADAP INDIKATOR PENDIDIKAN DI KALIMANTAN BARAT

    No full text
      Pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi suatu negara terutama negara berkembang seperti Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Dalam hal ini pemerintah bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan pendidikan bagi masyarakatnya  yang  mana mereka berhak mendapatkan  pendidikan  yang  layak. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini apakah pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan memiliki pengaruh terhadap indikator pendidikan (Angka Melek Huruf, Rata-rata Lama Sekolah dan Angka Partisipasi Sekolah SD, SMP dan SMA).   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel pengeluaran pemerintah bidang pendidikan terhadap indikator pendidikan di Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat tahun 2009-2012. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana di gunakan untuk melihat hubungan antara variabel pengeluaran pemerintah bidang pendidikan dengan indikator pendidikan di Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Data yang digunakan adalah data sekunder tahun 2009-2012 yang terdiri dari 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Departemen Keuangan.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah bidang pendidikan berpengaruh signifikan terhadap angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah diperoleh nilai t sebesar (6.02466>2.000) pada angka melek huruf dan  nilai t sebesar (3.87268 > 2.000) pada rata-rata lama sekolah. Pengeluaran pemerintah bidang pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap angka partisipasi murni SD, SMP, SMA. Pada angka partisipasi murni SD diperoleh nilai  t sebesar (0.96201 2.000). Kata kunci :PengeluaranPemerintahBidangPendidikan, IndikatorPendidikan

    KONTRIBUSI HASIL PRODUKSI KARET TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI DESA KELAYU KECAMATAN SUTI SEMARANG KABUPATEN BENGKAYANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil pendapatan petani karet perbulan di Desa Kelayu Kecamatan Suti Semarang  dan untuk menganalisis  yang mempengaruhi pendapatan petani di Desa Kelayu. Metode yang digunakan adalah bentuk deskriptif. Data berasal dari kuisioner dan dari instasi-instasi terkait. Sampel petani karet berjumlah 31 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan bersih rata-rata yang  diterima petani dari hasil menyadap karet yaitu Rp 1,343,032.26/bulan untuk setiap petani. Faktor-fakktor yang mempengaruhi pendapatan petani karet yaitu faktor cuaca karena apabila turun hujan petani tidak bisa menyadap, jumlah jam kerja rata-rata 6 jam, jenis pohon karet yang ditanam adalah karet lokal, harga mempengaruhi pendapatan petani, kualitas karet mempengaruhi tingkat harga, harga karet di daerah berpatokan dengan harga karet di pusat. Kata Kunci: Pendapatan petani karet, biaya tetap, biaya tidak tetap ddan biaya total

    PENGARUH SUKU BUNGA DAN INFLASI TERHADAP JUMLAH TABUNGAN DI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2004-2011

    No full text
    In this thesis the goal of the research is to investigate and analyze the effect of interestrate and inflation savings to total savings in West Kalimantan. Research method uses quantitative method to determine the effect of inflation oninterest rates and the amount of savings in West Kalimantan. the data for the analysis in adata-quarter of the period 2004 – 2011. The analysis technique used is multiple regression,while the statistical test using t tests to examine the effect of variable and F test to examinethe effect of variables simultaneously. Research results find that interest rates significantly affect the amount of savings,while inflation has a negative direction on savings in West Kalimantan. F test showed thatFhit> F which have a weak 1.293206 > 3.33 which means that interest rates and inflationtogether - at no significant effect on the amount of savings in West Kalimantan. on the resultsof the t test results obtained in interest rates and inflation have weak relationship to saving. Keywords: Total Saving, Interest Rate, and Inflation

    PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN ANTAR KECAMATAN (STUDI KASUS KABUPATEN SAMBAS, KALIMANTAN BARAT)

    No full text
    The title of this research  is “Economic Growth and disparity among district (case study in Sambas Regency, West Kalimantan). This research aims to know amount of income disparities in Sambas Regency. The research uses the secondary data, then it was analyzed by Williamson Index, Entropi Theil Index and Pearson Correlation. Based on the analysis of Williamson Index and Entropi Theil Index in Sambas Regency, the results is decreasing from 2006 period until 2012. The average of Williamson Index is 0,087, while Entropi Theil is 1,33. The highest index in regency is in Pemangkat city, that is 0,352 (based on Williamson Index) and 2,80 (based on Entropi Theil Index). Kuznets hypotesis showed the relation of economic growth and disparity is formed turned U in Sambas Regency. Keyword; Disparity, Willimson Index, Entropi Theil Index, Kuznets Hypotesis

    PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN DANA PERIMBANGAN ERHADAP BELANJA DAERAH DALAM UPAYA OTON0OMI DAERAH KABUPATEN SAMBAS

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dan Dana Perimbangan (DP) Terhadap Belanja Daerah (BD) Dalam Upaya Otonomi Daerah di Kabupaten Sambas selama periode 2001-2012. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif yang diperoleh dari laporan tahunan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).  Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi linier berganda, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari BPS Provinsi Kalimantan Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara individu Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh positif terhadap peningkatan Belanja Daerah (BD) di Kabupaten Sambas. Sedangkan Dana Bagi Hasil tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan Belanja Daerah di kabupaten Sambas. Uji serempak antara Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan Belanja Daerah di Kabupaten Sambas selama periode 2001-2012. Signifikannya hubungan antara variabel Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil terhadap peningkatan Belanja Daerah di Kabupaten Sambas dikarenakan belanja daerah itu sendiri merupakan semua pengeluaran Pemerintah Daerah pada suatu periode Anggaran yang pada dasarnya belanja daerah tersebut dibiayai oleh dana yang bersumber dari anggaran pendapatan daerah yang terdiri dari tiga komponen utama, yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan dan Lain-Lain Pendapatan Yang Sah. Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Bagi Hasil Belanja Daera

    PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM TERHADAP BELANJA MODAL DAN KETERKAITANNYA DENGAN TINGKAT KEMISKINAN KABUPATEN/KOTA DI PROPINSI KALIMANTAN BARAT

    No full text
     Penelitian ini berjudul Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum Terhadap Belanja Modal dan Keterkaitannya dengan Tingkat Kemiskinan di Kabupaten/Kota Propinsi Kalimantan Barat ”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan daerah dan pembelanjaan daerah serta dampaknya bagi masyarakat, yakni pendapatan asli daerah, dana alokasi umum terhadap belanja modal dan belanja modal terhadap tingkat kemiskinan di kabupaten kota di Kalimantan Barat Rumusan masalah penelitian ini adalah “ Seberapa besar Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum (DAU) terhadap Belanja Modal (BM) dan Belanja Modal (BM) terhadap Prosentase Tingkat Kemiskinan (TK) di Kabupaten Kota di Kalimantan Barat, selama periode tahun 2009-2013. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif kuantitatif menggunakan data sekunder  yautu data panel (cross section dan time series) yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu RI dan BPS Kalimantan Barat. Alat analisis yang digunakan SPSS versi 21. Variabel yang dipengaruhi variabel lain adalah : Belanja Modal (Y1) dipengaruhi oleh Pendapatan Asli Daerah (X1), Dana Alokasi Umum (X2) dan variabel Tingkat Kemiskinan (Y2) dipengaruhi oleh Belanja Modal (Y1). Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Alokasi Umum ( DAU) terhadap Belanja Modal (BM) baik diuji secara parsial ataupun simultan menujukkan pengaruh signifikan terhadap alokasi Belanja Modal (BM). Selanjutnya pengaruh alokasi belanja modal terhadap tingkat kemiskinan tidak berpengaruh signifikan. Berdasarkan hasil perhitungan PAD berpengaruh terhadap BM sebesar R2 = 36,6% dan siginifikan terbukti dengan  thitung (6,260) > ttabel (1,995) dan probabilitas statistik sig 0,000 ttabel (1,995) dan probabilitas statistik sig 0,000 Ftabel (3,134) dan probabilitas statistik sig 0,000 0,05.   Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Belanja Modal (BM), Tingkat Kemiskinan.

    Pengaruh Pembangunan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia

    No full text
    The title of this research is “The Effect of Quality of Human Resources Development (HRD) Against Economic Growth In Indonesia”. This research have aims to identify influence the quality of human resources, namely life expectancy, literacy rates, average length of the school and the per capita expenditure on economic growth in Indonesia during the period 2008-2012. This study used a descriptive quantitative method by using secondary data, panel data (cross section and time series), which is obtained from the office of the Central Bureau of Statistics of West Kalimantan. Analytical tools used to process the data is using Eviews 6. Observation of data as many as 165 of the 33 provinces in Indonesia during the period 2008 to 2012. The results of multiple regression of this study showed that the average length of a variable positive and significant effect of school towards economic growth in Indonesia. Variable life expectancy, per capita expenditure variable is not significant and positive effect on economic growth in Indonesia. While the literacy rate variable is negative and significant effect on economic growth in Indonesia. Keywords: Economic Growth, Life Expectancy, Literacy Rate, Average Length of School and Expenditure Per Capita

    KONDISI MASYARAKAT MISKIN DI KABUPATEN SEKADAU (Se-Kecamatan Sekadau)

    No full text
    The research entitled “Condition Of poor People In SekadauRegency (A Case Study In Sekadau Sub-Districts) aimed to find outcondition of characteristic social economy of poor people in Sekadauregency and to know local government’s effort to decrease proverty inSekadau regency.The research methodology was interview and questioners thedata, primary and secondary, was gathered from interviewingrespondents from staff of government office and local public figures bygiving them questioners and from available data in governmentinstitutions. The data was analyzed by purposive sampling.The research finding showed that the poor people in Sekadauregency were productive and have been working, by the salary wassmall and was enough to fulfill their daily needs. In addition, they hadvery low human resources such as low education, low skill, and low inhealth. The local government has tried to decrease the proverty byproviding some programs but they were not optimal and weretemporary especially in remote areas of Sekadau regency.Key words: suety, proverty, salar

    Analisis Pengaruh Tingkat Upah Dan Pendidikan Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Unggulan Di Kalimantan Barat

    No full text
    Produktivitas pada dasarnya merupakan efektivitas faktor input dalam menghasilkan output. Peningkatan jumlah tenaga kerja yang tidak disertai dengan peningkatan kinerja pekerja tersebut akan mempengaruhi proses produksi dan pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini berusaha menganalisis pengaruh tingkat upah dan pendidikan terhadap produktivitas tenaga kerja sektor unggulan di Kalimantan Barat periode 2003-2012. Untuk menjawab tujuan pertama yaitu menganalisis pengaruh tingkat upah terhadap produktivitas tenaga kerja sektor unggulan di Kalimantan  Barat, digunakan alat analisis Regresi Linear Sederhana. Sedangkan untuk menjawab tujuan kedua yaitu menganalis pengaruh tingkat pendidikan terhadap produktivitas tenaga kerja sektor unggulan di Kalimantan Barat, digunakan analisis deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari BPS Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Barat. Hasil penelitian mengungkapkan tingkat upah berpengaruh positif terhadap produktivitas tenaga kerja sektor unggulan di Kalimantan Barat. Tingkat upah memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja. Secara individu variabel pendidikan memiliki hubungan yang negatif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja sektor unggulan di Kalimantan Barat.Secara bersama-sama (simultan) Upah Minimum Provinsi, pendidikan yang dilihat berdasarkan Tingkat Pendidikan Rendah (TPR) dan Tingkat Pendidikan Tinggi (TPT) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produktivitas tenaga kerja sektor unggulan di Kalimantan Barat. Dari hasil analisis dapat disimpulkan semakin besar Upah Minimum Provinsi, Tingkat Pendidikan Rendah (TPR) dan Tingkat Pendidikan Tinggi (TPT) yang diberikan dan di miliki oleh tenaga kerja, maka akan semakin besar pula tingkat produktivitas tenaga kerja sektor unggulan di Kalimantan Barat yang akan diperoleh. Kata Kunci : Tingkat Upah, Pendidikan, Produktivitas Tenaga Kerja, Sektor Unggulan

    ANALISIS PERKEMBANGAN PAJAK HOTEL DAN RESTORAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) (STUDI KASUS: KABUPATEN SEKADAU MELALUI ANALISIS SWOT)

    No full text
    The subject matter of this paper is to discuss about the hotel and restaurant tax contribution to regional revenue and business development and resroran hotel in Sekadau over the last six years, namely from 2008 to 2013. The purpose of this paper is to analyze the contribution of hotel and restaurant tax to the Revenue District Sekadau and also to see how much development targets and realization of hotel and restaurant taxes as well as to determine the strengths, weaknesses, opportunities and threats of the business hotel and restaurant in Sekadau. The method used is descriptive method, while the data used in this study are primary and secondary data on the contribution, targets and realization of hotel and restaurant tax. The strategy used by the author in answer to the problem of hotel and restaurant businesses are using SWOT analysis. Results of the analysis of the development of hotel and restaurant businesses in Sekadau through SWOT analysis can be concluded that the difference between the strengths and weaknesses of 0.32 and the difference between the opportunities and threats are of 0.34 means that the results of the discussion about the hotel and restaurant business The first quadrant is positioned yatitu favorable position. Based on the analysis QSPM, alternative strategies increased promotion of 5.17. development of hotel and restaurant business amounted to 6.17 and improved services and facilities of 5.00. The alternative strategy needs to be done is to conduct the development or construction of the hotel and restaurant business Sekadau region.   Keywords: Hotel and Restaurant Tax, Local Revenue, Enterprises Hotel and Restaurant

    52

    full texts

    715

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Curvanomic
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇