Jurnal Curvanomic
Not a member yet
    715 research outputs found

    TRANSFORMASI STRUKTUR EKONOMI DI PROVINSI DI PULAU JAWA

    No full text
    Transformasi Struktur Ekonomi merupakan perubahan Struktur ekonomi dari sektor tradisional ke sektor yang lebih modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya aliran Produk Domestik Regional Bruto antar sektor ekonomi agar terjadi transformasi struktur ekonomi dan untuk menganalisis besarnya aliran tenaga kerja antar sektor ekonomi agar terjadi transformasi struktur ekonomi di Pulau Jawa selama 10 (sepuluh) tahun dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2013 menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis terhadap perubahan struktur ekonomi di Provinsi di Pulau Jawa tahun 2004 sampai dengan 2013 menggunakan perhitungan Marginal Rate of Substitution (MRS), shift share, Location Quotient (LQ), dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi transformasi struktur ekonomi dari sektor primer ke sektor sekunder dan sektor tersier di Pulau Jawa selama periode penelitian. Kata Kunci      :Produk Domestik Regional Bruto, Penyerapan Tenaga Kerja, Marginal Rate of Substitution, shift share, Location Quotient (LQ), dan Tipologi Klassen

    INTERAKSI AKTIVITAS PERTOKOAN DAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI KOTA PONTIANAK

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Interaksi Aktifitas Pertokoan dan Pedagang Kaki lima (PKL) Di Kota Pontianak”. Tujuan meneliti ini adalah untuk megetahui bagaimana hubungan aktifitas atau kegiatan pertokoan terhadap pedagang kaki lima yang ada di Kota Pontianak  Jalan Gajah Mada dan Imam Bonjol. Metode penelitian ini menggunakan metode survey. Alat pengumpul data menggunakan data primer dan sekunder.Dari data yang didapat dari dinas perindusrtian dan perdagangan kota Pontianak  data pedagang kaki lima sebanyak 1.696 pedagang. Adapun sampel 80 responden .Dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif. Dari analisis yang dilakukan, jenis interaksi yang terjadi antara pertokoan dan Pedagang Kaki Lima yaitu interaksi sosial, ekonomi dan interaksi waktu. Sedangkan bentuk interaksi sebagai berikut: Kerjasama atau mutualisme yaitu terjadinya pertukaran barang dagangan; Pertentangan (Conflict), konflik terbuka antara pertokoan dan PKL memang tidak terjadi namun dengan adanya laporan atau pengaduan dari pertokoan kepada aparat desa dan teguran pertokoan terhadap aktivitas PKL yang mengganggu aktivitas pertokoan dapat dikatakan adanya potensi konflik; Persesuaian (Accomodation), pertokoan menerima keberadaan PKL karena sama-sama mencari nafkah; Parasialisme, jika dilihat secara sepintas memang hanya PKL yang diuntungkan dengan beraktivitas di trotoar dan bahu jalan karena pendapatannya meningkat, dan pertokoan sebagai pihak yang paling dirugikan

    ANALISIS TINGKAT KETIMPANGAN PEMBANGUNAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN / KOTA DI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2010 - 2013

    No full text
    AbstractThis study aims to prove whether the Kuznets hypothesis applies in West Kalimantan usedTheil index and GDP per capita, as well as used SPSS through correlation Pearson to find out howstrong the relationship between the variables of economic growth and GDP per capita on the level ofdevelopment gaps Regency / City in West Kalimantan in the period 2010 to 2013. From this analysisit was found that hypothesis Kuznets not apply in West Kalimantan, this is because the value of indexTheil is quite high and the fluctuation while the strength of the relationship between variables wasfound that the variable index of inequality and GDP per capita positive value of 0.934 and therelationship between the index variable inequality and variable economic growth is also positivevalue of 0.118 which means that any increase will be followed peningkaran variable other variables.Keywords: Inequality Regional Development, Theil Index, Kuznets Hypothesis, GDP percapita, Economic Growth, Pearson Correlation Analysi

    ANALISIS SUB SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PEREKONOMIAN DI KABUPATEN LANDAK

    No full text
    Skripsi ini berjudul “analisis sub sektor pertanian terhadap perekonomian di Kabupaten Landak”. permasalahan dalam penelitian ini “sub sektor apa dalam sektor pertanian yang dapat dikembangkan untuk mendorong perekonomian Kabupaten Landak”. sedangkan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sub sektor unggulan dan mengklasifikasikan sub sektor pertanian berdasarkan Tipologi Klassen di Kabupaten Landak. Sektor pertanian merupakan pendukung utama terhadap perekonomian Kabupaten Landak, hal ini ditunjukan dengan kontribusi sektor pertanian yang relatif lebih besar di bandingkan sektor-sektor lain. Sehingga keberadaan sektor pertanian sebagai penyedia bahan pangan sangat dibutuhkan sehingga keberadaannya harus tetap dipertahankan. Untuk itu perlu adanya pengkajian bagaimana mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Landak. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai Location Quentient (LQ) lima sub sektor pertanian serta klasifikasi lima sub sektor pertanian tersebut dengan pendekatan Tipologi Klassen. Sehingga dengan dua alat analisis tersebut dapat ditentukan sub sektor mana yang dapat dijadikan penopang sektor utama yaitu sektor pertanian. Metode dasar penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Daerah penelitian diambil secara sengaja, yaitu Kabupaten Landak. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Landak dan Provinsi Kalimantan Barat. Data yang digunakan berupa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Landak dan Provinsi Kalimantan Barat 2007-2011 atas dasar harga konstan 2000. Hasil penelitian menunjukan bahwa sub sektor pertanian di Kabupaten Landak yang memiliki nilai LQ diatas satu yaitu sub sektor tanaman bahan makanan (1,28) dan kehutanan (2,98), sedangkan yang memiliki nilai LQ dibawah satu yaitu sub sektor tanaman perkebunan (0,80), peternakan dan hasil-hasilnya (0,51) serta perikanan (0,06). Berdasarkan Klasifikasi Tipologi Klassen sub sektor yang memiliki pertumbuhan dan kontribusi yang tinggi yaitu sub sektor tanaman bahan makanan. Sub sektor yang cepat tumbuh yaitu sub sektor tanaman perkebunan, peternakan dan hasil-hasilnya serta perikanan. Sedangkan sub sektor yang relatif tertinggal yaitu sub sektor kehutanan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sub sektor tanaman bahan makanan adalah sub sektor andalan untuk sektor induk yaitu sektor pertanian di Kabupaten Landak

    DAMPAK PINJAMAN TERHADAP PENGEMBANGAN USAHA ANGGOTA CREDIT UNION KELING KUMANG SIANTAN

    No full text
    Title of this thesis is the study’’ Impact of Business Development Loans Against Members Credit Union Rivet Kumang Siantan’’. The problem in this study is’’ how the Impact of the Credit Union Loans Provided To Members Credit Union Rivet Kumang Siantan’’. Whereas the purpose of this study was to analyze the impact of loans granted by the Credit Union Rivet Kumang Siantan.   This study uses descriptive method, a method that a portrait of the situation and the condition for what is happening in the fieid with the primary data and secondary data. Purposive sampling with a total of 74 respondents Credit Union members worked small traders.   The results of the study most of the members Credit Union Rivet Kumang feel the real impact of the loans granted by the Credit Union Rivet Kumang Siantan, the visible impact of the increase in capital, increasing the number of types of goods, increased profitsn even though most of the workers do not grow and do not change their place of business.   Keywords : Loans and Business Development

    PENGARUH PENDAPATAN DAN ALOKASI BELANJA DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KALIMANTAN BARAT

    No full text
    Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pendapatan dan Alokasi Belanja Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Barat selama periode 1998-2012.   Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif yang diperoleh dari laporan tahunan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi linier berganda, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari BPS Provinsi Kalimantan Barat.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara individu Pendapatan Daerah berpengaruh positif terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Barat di karenakan penarikan pajak dan retribusi yang telah dilakukan secara optimal.Sedangkan Belanja Daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Barat di karenakan belanja daerah lebih banyak digunakan untuk belanja tidak langsung.   Kata Kunci :Pendapatan Daerah, Belanja Daerah, dan Pertumbuhan Ekonomi

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TABUNGAN MASYARAKAT PADA PERBANKAN UMUM DI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2000.1-2010.4

    No full text
    This study aims to investigate the influence of interest rate, GDP, the money supply and inflation on society in west borneo. The data used are secondary data in the annual report Indonesian bank since 2000-2010. The method used is descriptive method. Before the data is tested in the test data that is held determinant coefficient test, F test and t test. The result showed that there is a positive influencebetween interest rates on savings. There is a positive influence between GDP againts savings. While inflation and the money supply no effect on savings. The next results of the regression analysis with the five variables showed significant results with R= 0.914570 between interest rates, GDP, inflation, the money supply to savings. Partially the result of the t test, the variable interest rate and GDP significantly affect the savings effect, the variable of money supply does not significantly affect savings. As well as inflation does not significantly affect the savings. Adjusted R-square value of 0.861 indicates that savings can be explained by the variables of 0.861 percent, while the rest is explained by other factors. Keywords : Public savings and general banking

    KONTRIBUSI HASIL PRODUKSI KARET TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI DESA KELAYU KECAMATAN SUTI SEMARANG KABUPATEN BENGKAYANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil pendapatan petani karet perbulan di Desa Kelayu Kecamatan Suti Semarang  dan untuk menganalisis  yang mempengaruhi pendapatan petani di Desa Kelayu. Metode yang digunakan adalah bentuk deskriptif. Data berasal dari kuisioner dan dari instasi-instasi terkait. Sampel petani karet berjumlah 31 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan bersih rata-rata yang  diterima petani dari hasil menyadap karet yaitu Rp 1,343,032.26/bulan untuk setiap petani. Faktor-fakktor yang mempengaruhi pendapatan petani karet yaitu faktor cuaca karena apabila turun hujan petani tidak bisa menyadap, jumlah jam kerja rata-rata 6 jam, jenis pohon karet yang ditanam adalah karet lokal, harga mempengaruhi pendapatan petani, kualitas karet mempengaruhi tingkat harga, harga karet di daerah berpatokan dengan harga karet di pusat. Kata Kunci: Pendapatan petani karet, biaya tetap, biaya tidak tetap ddan biaya total

    Pengaruh Kredit Usaha Rakyat (Kur) TerhadapPerkembangan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (Umkm) Di Kabupaten Mempawah

    No full text
    The study entitled "The Effect of Credit (KUR) The Development of Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) in the District Mempawah." The purpose of this study was to determine and analyze the impact or influence of lending funds to the development of KUR entrepreneurs business customers Enterprises Kabpaten small Mempawah. The research method is quantitative descriptive analysis tool used is a simple regression analysis. Variable research is the realization of KUR loans as variables that affect (X) and two variables from the customer side of the turnover of sales and use of labor as a variable that is affected (Y1, Y2). The data used is primary data survey conducted in 2014 against 60 respondents BRI Mempawah KUR loan recipients. Also used as a secondary data also support the implementation of the report KUR BRI Mempawah Branch and Regional, Data from BPS. The results showed that the effect  of lending fund (KUR BRI Mempawah) a positive impact on increasing the number of sales turnover with an average increase of Rp2.587.500 or 25.50%, with funds received an average of Rp11,000,000, - Effect on the use of labor is also positive with the addition of an average of one person after the loan. Regression analysis showed that the influence of KUR on sales turnover is positive with a regression coefficient of 0,494 and constants of 8.335. This means that every one amount of KUR funds amounting 4,94 Rupiah effect on sales turnover. While the impacts of the use of labor is also positive with a regression coefficient of 0.981 and constanta of negatif (-12.773). This means that with the gave of fund (KUR/loans) provide an increase of 0.494 or 1 person workforce. The constant negative value means that if there is no (additional) funds KUR the labor used to be reduced. Keywords: People's Business Credit, Small Business, Turnover, Employment

    ANALISIS PEREKONOMIAN KABUPATEN KAYONG UTARA

    No full text
    Judul dari penelitian ini adalah “Analisis Kinerja Perekonomian Kabupaten Kayong Utara”. Salah satu indikator untuk mengukur keberhasilansuatu pembangunan daerah dengan mengukur pendapatan regional yangdihasilkan oleh daerah tersebut dengan indikator Produk Domestik RegionalBruto (PDRB).  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja perekonomian dilihatdari sisi pertumbuhan ekonomi dan mengetahui sektor ekonomi yang memilikilaju pertumbuhan tinggi dan daya saing tinggi dengan menganalisisperkembangan dan untuk membuktikan apakah sektor-sektor tersebut merupakansektor yang dapat diunggulkan sebagai pembentuk pertumbuhan ekonomi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif, yaitumenggambarkan keadaan berdasarkan data yang tersedia. Data berupa ProdukDomestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kayong Utara dan KalimantanBarat selama periode 5 tahun (2008 - 2012). Dengan menggunakan analisisLocation Quotient (LQ), analisis Shift Share (S-S) yang terdiri dari DifferentialShift (Sd) dan Proportional Shift (Sp), dan analisis Tipologi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang merupakan sektor unggulanadalah sektor pertanian, listrik, gas dan air minum dan sektor jasa-jasa. Kemudiansektor yang memiliki pertumbuhan cepat adalah sektor pertambangan danpenggalian, bangunan, perdagangan, hotel dan restoran, pengangkutan dankomunikasi dan sektor jas-jasa. Kemudian sektor yang memiliki daya saing tinggiadalah sektor pertanian, industry pengolahan, listrik,gas dan air minum,perdagangan,hotel dan restoran, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan danjasa-jasa. Dalam hasil analisis tipologi klassen ditemukan bahwa KabupatenKayong Utara masih tergolong pada Kuadran III dimana kategori ini masih dalamtermasuk daerah yang maju tapi tertekan Kesimpulannya bahwa sektor yang tidak memiliki daya saing tinggi danrelatif tertinggal perlu adanya dorongan dari kebijakan pembangunan daerahpemerintah Kabupaten Kayong Utara serta menentukan skala prioritaspembangunan dan melakukan revitalisasi semua sektor untuk meningkatkanproduktifitas dan profesionalisme dalam mengelola sektor-sektor potensial agarmempunyai keunggulan kompetitif dan komperatif untuk meningkatkanpendapatan daerah

    52

    full texts

    715

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Curvanomic
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇