Jurnal Curvanomic
Not a member yet
715 research outputs found
Sort by
PENGARUH ANGGARAN PEMERINTAH DIBIDANG INFRASTRUKTUR JALAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI DI INDONESIA
Penelitian ini berjudul “pengaruh anggaran pemerintah di bidang infrastruktur jalan terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi di Indonesia”. Jenis penelitian ini berupa penelitian deskriptif kuantitatif dengan periode penelitian selama 3 (tiga) tahun, dari tahun 2010 sampai tahun 2012 dengan menggunakan panel data berupa time series (tahun 2010-2012) dan data cross section (33 provinsi di Indonesia. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dengan menggunakan bantuan program E-views version 6. Metode yang digunakan adalah Ordinary Least Square (OLS). Hasil pengujian dengan taraf signifikansi α = 0,05 memperoleh hasil yang signifikan, yaitu anggaran pemerintah di bidang infrastruktur jalan berpengaruh nyata terhadap angka pertumbuhan ekonomi di provinsi di Indonesia dengan nilai t value 0,000 > 0,05. Pengaruh anggaran pemerintah di bidang infrastruktur jalan terhadap pertumbuhan ekonomi membentuk hubungan yang searah (positif) sesuai dengan hipotesis dan teori yang menyatakan bahwa peningkatan anggaran infrastruktur jalan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di provinsi di Indonesia. Kata Kunci : Pengeluaran Pemerintah, Infrastruktur Jalan, Pertumbuhan Ekonom
PENGARUH BELANJA MODAL TERHADAP PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN DI KOTA PONTIANAK
Skripsi ini berjudul Pengaruh Belanja Modal terhadap Pengangguran dan Kemiskinan di Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel belanja modal di kota Pontianak terhadap tingkat penganguran dan tingkat kemiskinan dalam jangka waktu 2005-2013 (9 tahun). Hasil penelitian ini menunjukan Belanja Modal memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran di Kota Pontianak. Artinya semakin besar belanja modal yang dikeluarkan pemerintah Kota Pontianak maka semakin besar juga pengarunya terhadap penurunan tingkat pengangguran yang ada di Kota Pontianak. Namun belanja modal memiliki pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap Penduduk miskin. Artinya Semakin besar belanja modal yang dikeluarkan pemerintah Kota Pontianak maka semakin besar juga pengarunya terhadap penurunan penduduk miskin. Belanja modal yang dikeluarkan oleh pemerintah Kota Pontianak memiliki pengaruh yang negatif tetapi tidak signifikan berpengaruh terhadap penduduk miskin, hal ini dikarenakan masih kurang optimalnya program pembangunan pemerintah yang menyangkut tiga indikator indeks pembangunan manusia seperti pembangunan di bidang pendidikan, pembagunan di bidang kesehatan, dan pembangunan di bidang ekonomi masyarakat Kata Kunci; Belanja Modal, Tingkat Tingkat Penganguran dan Kemiskinan
ANALISIS PENGANGGURAN TERDIDIK DI KOTA PONTIANAK
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui deskripsi karakteristik responden dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan pengangguran terdidik di Kota Pontianak. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumenter. Populasi dalam penelitian ini populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengangguran terdidik yang ada di Kota Pontianak pada tahun 2014. Teknik penarikan sampel dengan teknik non probability sampling sampel yang diambil berjumlah 50 orang pengangguran terdidik yang belum sama sekali bekerja yang sudah menganggur lebih dart satu tahun dan data dianalisis secara kualitatif Adapun yang menjadi karakteristik responden yakni kelompok paling besar adalah kelompok usia 20-24, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan universitas, telah menganggur lebih dart 2-3 tahun lamanya. Tanggapan responden mengenai faktor-faktor yang menyebabkan pengangguran terdidik di Kota Pontianak adalah: pada faktor ketidakcocokan antara karakteristik lulusan baru yang memasuki dunia kerja dengan kesempatan kerja yang tersedia sebagian besar responden mengatakan mencari pekerjaan sesuai dengan lokasi yang diinginkan, sesuai dengan jenjang pendidikan, tidak disesuaikan dengan orientasi status, sesuai dengan keahlian khusus yang dimiliki seperti keahlian bahasa inggris, komputer, tehnisi, bengkel dan lain-lain. Pada faktor semakin terdidik seseorang, semakin besar harapannya pada jenis pekerjaan yang aman, responden lebih suka memilih menganggur daripada mendapat pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka sebagian besar responden memilih pekerjaan yang peroleh pendapatan atau gaji sesuai dengan harapan, lebih suka bekerja pada perusahaan besar, memilih pekerjaan yang mudah dan memiliki tanggungjawab pekerjaan yang kecil, hanya berada dalam ruangan dan memilih pekerjaan yang memiliki jangka panjang dan stabil. Pada faktor terbatasnya daya serap tenaga kerja sektor formal sementara angkatan kerja terdidik cenderung memasuki sektor formal yang kurang beresiko sebagian besar responden lebih suka memilih bekerja sebagai PNS, sulit untuk bekerja atau diterima menjadi PNS, perusahaan besar atau BUMN. Pada faktor belum efisiensinya fungsi pasar tenaga kerja sebagian besar responden mengatakan mendapatkan informasi dart teman, sulitnya mendapatkan informasi mengenai pekerjaan yang diinginkan, sistem penerimaan karyawan yang tidak terbuka membuat sulit mendapatkan informasi tentang pekerjaan yang diinginkan. Saran-saran yang penulis berikan diharapkan para pencari kerja terdidik baik itu tingkat SMA, Diploma dan Perguruan Tinggi untuk terus membekali dirinya dengan berbagai macam keahlian agar dapat beradaptasi dengan berbagai bidang pekerjaan yang akan tersedia kelak. Sebaiknya tenaga kerja terdidik mencari pekerjaan tidak mesti sesuai dengan lokasi yang diinginkan dan siap ditempatkan dimana saja jika direkrut bekerja, sebaik para pencari kerja terdidik memilih pekerjaan sesuai dengan jenjang pendidikan akan tetapi bekali din dengan kemampuan tambahan untuk menopang pendidikan yang telah ada, sebaiknya dalam memilih pekerjaan tenaga kerja terdidik ini tidak menjadikan skala prioritas utama mencari pendapatan atau gaji yang besar sesuai harapannya akan tetapi yang penting gaji yang diperoleh pantas disesuaikan dengan kinerja yang dilakukan. jangan selalu memprioritaskan diri untuk menjadi PNS ataupun BUMN dan sebaiknya pencari kerja terdidik ini sering-sering mencari informasi mengenai pekerjaan yang diinginkan dart berbagai cumber baik itu dart teman, keluarga, karyawan pada perusahaan tersebut, web site, koran dan media lainnya
KONVERGENSI PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI PULAU JAWA DAN BALI TAHUN 2006-2013
Convergence is a condition that describes the narrowing of the gap ordisparity of a variable between regions within a certain period. This researchaimed to analyze if the income convergence (σ-convergence) in Java and Baliexisted or not and to analyze the factors that influence the convergence in Javaand Bali (β- convergence). This research used secondary data from GrossRegional Domestic Product (GRDP) per capita in 2006-2013, investment in 2006-2013 and number of workers employed in 2006-2013 in Java and Bali which wereobtained from the Central Statistics Agency (BPS).The analysis used in this research was the analysis of sigma convergenceby calculating the coefficient of variation, and beta convergence analysis whichwas divided into absolute convergence and conditional convergence. The resultsindicated that the analysis of sigma convergence experienced two dispersion ofsigma convergence in Java and Bali, the first in 2006-2012 seen from the resultsof coefficient of variation which decline each year. Meanwhile, in 2012-2013there was no convergence sigma indicated by the results of the coefficient ofvariation increased.Results of the absolute convergence analysis showed that absoluteconvergence occurs in Java and Bali. The Results of the conditional convergenceanalysis showed that there was conditional convergence by using the factors thatinfluenced income convergence In Java and Bali Year 2006-2013, i.e early GRDP per capita, Investment and Labor showed a significant influence.Keywords : Convergence, Gross Domestic Product, investment, laborabsorbed, σ-convergence, β-convergence, absolute convergenceand conditional convergence
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN LADA DI INDONESIA
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penawaran lada di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan mengunakan data sekunder. Cara pengambilan data dengan dokumentasi kepustakaan. Selanjutnya data tersebut diregres dan dianalisis. Hasil dari pembahasan menyimpulkan bahwa penawaran lada di Indonesia sebesar 68% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel bebas yang digunakan dalam model yaitu harga lada, harga pupuk NPK, produksi lada tahun sebelumnya, dan luas areal panen lada, sedangkan sisanya sebesar 32 % dapat dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Dari variabel bebas tersebut hanya harga lada dan luas areal panen lada yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat (produksi)
ANALISIS EFEKTIVITAS BELANJA LANGSUNG PADA APBD KOTA PONTIANAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas anggaran belanja langsung pada APBD Kota Pontianak dan untuk menganalisis dampak alokasi. Penelitian ini dilakukan di Kota Pontianak, menggunakan analisis data dari tahun 2007 – 2012. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa tingkat efektivitas belanja langsung pada tahun 2007 sampai 2012 predikat sangat baik. Dari 2 bidang pemerintahan yang diteliti, belanja langsung pada bidang pendidikan dan kesehatan dikatakan sangat rendah yaitu dibawah 10 %. Pada dampak belanja langsung terhadap pendidikan dan kesehatan menunjukkan keberhasilan. Hal ini terlihat dari pengembangan dalam memotivasi Sumber Daya Manusia (SDM), yang lebih baik karena adanya program pendidikan dan kesehatan yang dianggarkan dari pemerintah dapat terlaksana dengan efektif. Kata kunci : Efektivitas, Belanja Langsung dan APB
ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA, PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DAN PENGANGGURAN TERHADAP PENDUDUK MISKIN DI KALIMANTAN BARAT
Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Kualitas Sumber Daya Manusia, Produktivitas Tenaga Kerja Dan Pengangguran Terhadap Penduduk Miskin di Kalimantan Barat”.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisispengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Kualitas Sumber Daya Manusia, Produktivitas Tenaga Kerja Dan Pengangguran Terhadap Penduduk Miskin di Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda dengan mengunakan data panel (cross section dan time series) dengan pendekatanRandom effect model. Observasi data sebanyak 70 pada 14 Kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat selama periode 2008 sampai 2012. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi yang di ukur dengan pendekatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berpengaruh positif dan tidak signifikan, Kualitas Sumber daya Manusia yang di ukur dengan pendekatan Indeks Pembangunan manusia (IPM) berpengaruh positif dan signifikan, produktivitas tenaga kerja yang di ukur dengan pendekatan PDRB per kapita berpengaruh negatif dan signifikan, pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat. Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Kualitas Sumber Daya Manusia, Produktivitas Tenaga kerja, Pengangguran dan Penduduk Miskin
PENGARUH KREDIT (MIKRO, KECIL DAN MENENGAH) OLEH BANK UMUM TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO DI KALIMANTAN BARAT
Permasalahan pokok dalam pemberian kredit UMKM adalah pada manfaat kredit yang disalurkan, apakah telah memenuhi apa yang dibutuhkan pelaku usaha untuk meningkatkan produksi dari usaha yang dijalankan atau justru tidak mammpu memenuhi apa yang dibutuhkan pelaku usaha. Diharapkan dengan adanya kredit yang diberikan dapat meningkatkan produksi suatu perusahaan yang akan berdampak pada terserapnya tenaga kerja sehingga pendapatan masyarakat akan meningkat kemudian diringi pula dengan meningkatnya daya beli atas suatu barang kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Kredit Mikro, Kecil dan Menengah terhadap Produk Domestik Regional Bruto di Kalimantan Barat. Variabel independen dalam Penelitian ini adalah Kredit Mikro, Kecil Dan Menegah dan Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Produk Domestik Regional Bruto. Jenis data berupa time series dengan menggunakan model perhitungan regresi sederhana dengan alat bantu eviews . Observasi data sebanyak 150 pada provinsi Kalimantan Barat terhitung dari tahun 1998 sampai 2012. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik diskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kredit mikro, kredit kecil dan kredit menengah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto pada sektor Pertanian, sektor Pertambangan, sektor Industri Pengolahan, sektor bangunan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi sektor keuangan persewaan dan jasa perusahaan, sedangkan kredit mikro, kredit kecil dan kredit menengah berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap sektor Listrik, Gas dan Air Bersih dan Sektor Jasa – jasa. Kata Kunci : Kredit Mikro, Kredit Kecil, Kredit Menengah dan Produk Domestik Regional Brut
PENGARUH BELANJA INFRASTRUKTUR PEMERINTAH PUSAT TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERIODE 2008-2012
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja infrastruktur pemerintah pusat terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelatif. Data yang digunakan berasal dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. Jenis data yang digunakan adalah data panel periode 2008-2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja infrastruktur pemerintah pusat berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat, hal ini karena belanja infrastuktur pemerintah pusat digunakan untuk menambah fasilitas infrastruktur berupa jalan raya, jembatan, pelabuhan laut dan pelabuhan udara serta memperbaiki fasilitas infrastruktur yang telah rusak. Kata Kunci: Belanja Infrastruktur,Pertumbuhan Ekonomi
ANALISIS PEMBERIAN KREDIT UKM OLEH PT. BRI CABANG PONTIANAK TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pemberian kredit UKM oleh PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Pontianak terhadap pendapatan pedagang. Metodologi yang digunakan menggunakan metode deskriptif Hasil temuan mengenai pendapatan rata-rata UKM sebelum mendapatkan kredit PT. Bank BRI Cabang Pontianak adalah sebesar Rp. 14,791,045.00. Pendapatan rata-rata UKM setelah mendapatkan kredit PT. Bank BRI Cabang Pontianak adalah sebesar Rp. 27.482,698.00. Pada faktor modal terjadi kenaikan yang sebelumnya rata-rata modal para responden UKM perbulan untuk membeli bahan baku dan bahan penolong hanya sebesar 4,489,674.60 dan setelah memperoleh kredit dari PT. BRI Cabang Pontianak modal rata-rata menjadi 13,052,500.00. Pada faktor tenaga kerja rata-rata tenaga kerja UKM antara 1 – 5 orang, sedangkan setelah meminjam kredit ada responden yang menggunakan tenaga kerja 1-8 orang. Rata-rata total jumlah tenaga kerja responden penerima kredit UKM sebelumnya hanya sebanyak 2 orang saja sedangkan setelah memperoleh bantuan pinjaman kredit rata-rata jumlah tenaga kerja UKM penerima kredit bank PT. Bank BRI Cabang Pontianak sebanyak 3 orang atau naik sebesar 50,00%. Pada faktor jam kerja rata-rata tiap-tiap tenaga kerja UKM yang jumlah jam kerja karyawan pada awalnya tiap bulannya memiliki rentang sebanyak 210 jam – 240 jam setiap bulannya, sedangkan setelah memperoleh pinjaman dari bank PT. Bank BRI Cabang Pontianak jumlah jam kerja para responden UKM jumlah jam kerja karyawannya lebih dari 210-540 jam perbulan karena ada responden yang menjadikan usahanya dengan sistem kerja 2 shift menjadi 14, 16 dan 18 jam perharinya yang pada mulanya hanya 7-8 jam sehari. Jika dirata-ratakan secara total jumlah jam kerja sebelum menerima bantuan kredit hanya 7,70 jam saja setelah memperoleh bantuan kredit rata-rata secara total menjadi 10,34 jam perhari. Pendapatan UKM sebelum dan sesudah mendapatkan kredit PT. Bank BRI Cabang Pontianak berbeda, dimana besar perbedaan pendapatan rata-rata tersebut adalah Rp. 12,637,653.80. Rekomendasi yang penulis berikan yakni setiap UKM tidak perlu takut melakukan kredit untuk meningkatkan pendapatannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan UKM sebelum mendapatkan kredit dengan pendapatan UKM sesudah mendapatkan kredit dari PT. Bank BRI Cabang Pontianak oleh sebab itu tambahan modal yang diperoleh dari kredit harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menjalankan usaha, sehingga pendapatan menjadi semakin baik dan meningkat. Kata Kunci : Pemberian Kredit, Pedapatan Pedagang