Jurnal Curvanomic
Not a member yet
715 research outputs found
Sort by
PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH KENDARAAN BERMOTOR, PDRB PER KAPITA DAN KEBIJAKAN FISKAL TERHADAP KONSUMSI ENERGI MINYAK DI INDONESIA
Saat ini energi minyak dapat dikatakan sebagai salah satu kebutuhan primer setiap masyarakat Indonesia. Disisi lain yang menjadi permasalahan adalah jumlah penduduk dan kendaraan bermotor di Indonesia terus mengalami peningkatan. Selain itu PDRB perkapita juga menajdi faktor peningkatan konsumsi energi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh jumlah penduduk, jumlah kendaraan bermotor dan PDRB perkapita terhadap konsumsi energi minyak di Indonesia. Selain itu penelitian ini juga menganalisa kebijkan fiskal yang dilakukan pemerintah terhadap konsumsi energi. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan analisis Ordinary Least Squares (OLS). Sedangkan variabel kebijakan fiskal di analisis dengan metode deskriptif. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan bahwa jumlah kendaraan bermotor dan PDRB per kapita menunjukkan hasil yang positif tidak signifkan terhadap konsumsi energi minyak, tetapi jumlah penduduk berpengaruh positif signifikan terhadap konsumsi energi minyak. Selain itu kebijakan memberikan subsidi atau mengurangi subsidi minyak yang dilakukan pemerintah berpengaruh terhadap konsumsi energi minyak
SEKTOR UNGGULAN DAERAH PERBATASAN KALIMANTAN BARAT SEBELUM DAN SESUDAH MASA PANDEMI COVID-19
ABSTRACT Sanggau Regency is one of the farthest regencies in West Kalimantan Province which is directly adjacent to Malaysia. In 2020, the economic growth rate of Sanggau Regency will continue to grow, even the highest in West Kalimantan, which is 0.70 percent, while at the provincial and other regencies/cities it is experiencing contraction. For this reason, this study aims to determine the leading sectors that support economic growth in Sanggau Regency before and after the Covid-19 pandemic. This study uses a quantitative approach with descriptive analysis methods with secondary data sources in the form of Gross Regional Domestic Product (GRDP) data according to business fields in 2010-2020 originating from the Central Statistics Agency. The analysis technique used is Location Quetient (LQ) analysis, Klassen typology and Shift Share. The results show that the agriculture, forestry and fisheries se egctors have an important role in economic growth in Sanggau Regency during the Covid-19 pandemic. For this reason, it is hoped that the West Kalimantan Provincial Government in general and the Sanggau Regency Government in particular to prioritize the development of leading sectors as a source of economic growth without neglecting other sectors in development planning and implementation. Another policy that can be taken is to encourage the development of lagging sectors with special strategies so that they can spur better economic growth
INDEKS DESA MEMBANGUN (IDM) DESA KUALA TOLAK KECAMATAN MATAN HILIR UTARA KABUPATEN KETAPANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik warga desa penelitian yang menjadi penilai IDM, mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana kondisi pembangunan sosial ekonomi di desa tersebut yang diukur melalui Indeks Desa Membangun (IDM), mengetahui penilaian IDM antara kriteria pemerintah dengan persepsi masyarakat serta mengetahui alokasi penggunaan dana desa. Bentuk dari penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan mewawancarai 50 responden yang terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat dan masyarakat dengan menggunakan skala likert. Selain dari wawancara mendalam dan kuisioner, data juga didapatakan dari observasi dan data publikasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa sudah terjadi pembangunan sosial ekonomi di Desa Kuala Tolak dengan karakteristik masyarakat yang cukup beragam, terdapat beberapa perbedaan penilaian dan kategori IDM antara penilaian pemerintah dengan persepsi masyarakat yang disebabkan oleh berbedanya kriteria indikator penilaian yang digunakan oleh pemerintah dengan perspektif masyarakat, sehingga penilaian pemerintah tersebut dilengkapi oleh penilaian persepsi responden yang telah dilakukan. Alokasi dana desa di Desa Kuala Tolak menurut masyarakat sudah sesuai dengan hasil musyawarah dan sudah menampung aspirasi dari masyarakat di desa tersebut
INDEKS DESA MEMBANGUN DESA JERUJU BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA
Desa Jeruju Besar termasuk dalam kategori desa Mandiri menurut penilaian Pemerintah. Fakta dilapangan menunjukkan beberapa fasilitas publik yang diperlukan belum tersedia, sehingga perlu dilakukan peneliti tentang kesesuaian penilaian oleh pemerintah dan persepsi masyarakat terkait dengan status Desa Jeruju Besar. Penelitian bertujuan mendekripsikan pembangunan sosial ekonomi, karakteristik warga desa, penilaian perbedaan IDM berdasarkan kriteria pemerintah dengan persepsi masyarakat dan penilaian peneliti berdasarkan kriteria pemerintah, perbedaan kategori IDM berdasarkan presepsi masyarakat terhadap pembangunan sosial ekonomi di desa serta melihat bagaimana kondisi pengangguran dan pendidikan di desa Jeruju Besar. Metode yang digunakan yaitu Metode Deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan mengutip dokumen dari Kantor desa. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan penilaian dari responden, peneliti dan pemerintah, yang mana dalam peneilitian ini Desa Jeruju Besar memiliki nilai IDM 0,8472 termasuk kategori Desa Mandiri dari hasil penilian persepsi Responden. Dan penilaian Pemerintah nilai IDM 0,9179 desa Jeruju Besar masuk kategori desa Mandiri, sedangkan menurut penilaian peneliti berdasarkan kriteria pemerintah desa Jeruju Besar memiliki nilai IDM desa Jeruju Besar 0,7897 termasuk kategori Desa Maju. Kondisi Pendidikan dan Pengangguran di desa Jeruju Besar masih terdapat diusia produktif (18-56 tahun) yang masih buta aksara dan huruf/angka latin, tidak tamat sekolah pada jenjang Sekolah Dasar (SD) serta masih adanya pada usia produktif belum mendapatkan pekerjaan atau dapat dikatakan pengangguran baik laki-laki maupun perempuan
PENGARUH BELANJA MODAL, INVESTASI SWASTA DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP KESEJAHTERAAN DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Kesejahteraan masyarakat merupakan harapan bagi seluruh negara didunia, karena dengan adanya kesejahteraan masyarakat negara akan mudah dalam melaksanakan roda perekonomian yang diinginkan. Dalam hal ini, tugas mempertinggi tingkat kesejahteraan masyarakat bukan hanya kewajiban pemerintah, tetapi juga seluruh komponen masyarakat. Pada data DJPK dan BPS Provinsi Kalimantan Barat menyajikan data belanja modal yang setiap tahunnya Mengalami kenaikan dibeberapa wilayah di Provinsi Kalimantan Barat. Namunn pada data investasi swasta dan pertumbuhan ekonmi yang belum stabil atau berfluktuasi. Pada hal ini, Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji Pengaruh Belanja Modal, Investasi Swasta dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kesejahteraan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat tahun 2010-2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Jenis data yang digunakan bersumber dari DJPK dan Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. Teknik analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Linear Berganda dengan pendekatan Fixed Effect Model dan software yang digunakan adalah Eviews 9.0
PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR, TINGKAT SUKU BUNGA, KURS DAN PRODUK DOMESTIK BRUTO, TERHADAP INFLASI DI INDONESIA SKRIPSI
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis “Pengaruh Jumlah Uang Beredar Tingkat Suku Bunga Nilai Tukar dan PDB Terhadap Inflasi di Indonesia”. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan periode tahun 2001:Q1 – 2018:Q4. Data yang digunakan bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia melalui publikasi yang terkait. Alat Analisis yang digunakan adalah dengan pendekata Error Correction Model (ECM) menggunakan aplikasi Eviews10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka pendek variable Jumlah Uang Beredar dan PDB berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap variabel inflasi,sedangkan variabel Birate dan Kurs memiliki hubungan yang positif tetapi tidak signifikan terhadap variabel Inflasi. Dan dalam jangka panjang variable PDB dan Birate memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap variable inflasi, sedangkan variable Kurs dalam jangka panjang memiliki hubungan yang negatif terhadap inflasi dan tidak signifikan. Tetapi JUB memiliki hubungan yang negatif dan signifikan terhadap tingkat inflasi di indonesia. Kata Kunci : Jumlah Uang Beredar(JUB), Tingkat Suku Bunga, Nilai Tukar, PDB Inflasi, Error Correction Model (ECM)DAFTAR PUSTAKA Afrizal. (2018). analisis inflasi di indonesia(suatu pendekatan mdel dinamik). Jurnal Ekonom Bisnis dan Kewirausahaan.Vol.7 No. 2 85-102Boediono. (2001). “Ekonomi Moneter”, Penerbit BPFE UGM, Yogyakarta.Darmayanti, Novi. (2014). tentang Pengaruh GDP terhadap inflasi di Indonesia: tahun 2000-2012.. Jurnal Manajemen dan Akuntansi.Vol.3 No. 1Dumairy. 1996. Perekonomian Indonesia . Erlangga, Yogyakarta.Fajaryati, Y, R dan Setiawina, Y, N. (2018). analisis dampak kebijakan moneter terhadap jumlah uang beredar, cadangan devisa dan laju inflasi di Indonesia.E-Jurnal EP Unud Vol.7 No. 6Ginting, M, A. (2016). analisis faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi: studi kasus di Indonesia priode tahun 2004-2014. Jurnal Kajian. Vol.21 No. 1 37-58Karl dan Fair. (2001). Pembayaran bunga tahunan dari suatu pinjaman, dalam bentuk persentase dari pinjaman yang diperoleh, YKPN Yogjakarta.Khalwaty. (2000). Inflasi dan Solusinya. Jakarta. Gramedia Pustaka UtamaKrisnaldy. (2017). pengaruh jumlah uang beredar,produk domestik bruto,kurs dan tingkat suku bunga terhadapinflasi di Indonesia pendekatan error correction model. Penelitian ini menggunakan model koreksi kesalahan atau Error Correction Model (ECM)Jurnal Kreatif.Vol.5 No. 1Langie, Manuela. (2014). analisis pengaruh suku bunga BI, jumlah uang beredar, dan tingkat kurs terhadap tingkat inflasi di Indonesia menggunakan analisis error correction model Engle-Granger (ECM-EG).jurnal berkala ilmiah efisiensi Vol. 14.No. 2Lipsey, Ragan, dan Courant. (1997). Suku bunga , harga yang dibayarkan untuk satuan mata uang yang dipinjam pada periode waktu, Erlangga Jakarta.Nilawati. (2000). “Pengaruh Pengeluaran Pemerintah, Cadangan Devisa Dan Ang Pengganda Uang Terhadap Perkembangan Jumlah Uang Beredar Di Indonesia”. Jurnal Bisnis dan Akuntansi.Vol. 2.No. 2.Parkin, M. (1993).Economics.Second edition. Addison-Wesley Publishing Company. Massachussetts.Prasetiantono. (2000). Keluar Dari Krisis : Analisis Ekonomi Indonesia. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.Samuelson, Paul dan William Nordhaus. (1998). Microeconomics, Sixteenth Edition. McGraw Hill Education: America.Sir, Aprianti. (2012). Pengaruh Cadangan Wajib Minimum Dan Tingkat Suku Bunga Terhadap Inflasi di Indonesia. JEJAK.Vol 5, No 1, Maret. Hal 82-89 Semarang: FE UDS.Situs Bank Indonesia, www.bi.org, diakses tanggal 30 Bulan September tahun 2016, pukul 20.15 WIB.Subagyo, Sri Fatmawati, Rudy Badrudin, Astuti Purnamawati, Algifari, (1997). “Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”, Edisi ke-1, Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, April.Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.Sukirno, Sadono. (1991). Makroekonomi : Teori Pengantar (edisi pertama). Jakarta: Raja Grafindo.Sukirno, Sadono. (2004). ”Teori Pengantar Makro Ekonomi”, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.Sunariyah. (2004). Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Cetakan Keempat. Yogyakarta : UPP AMP YKPN.Situs Kementerian Perdagangan Republik Indonesia,www.kemendag.go.id.Weston J. Fred dan Eugene F. Brigham. (1993). Dasar-dasar Manajemen Keuangan, Jilid 2, Edisi Kesembilan, Terjemahan oleh Alfonsus Sirait, Jakarta: Erlangga
Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Jagung Di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya.
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji tentang pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap produksi jagung di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Menggunakan data primer yang bersumber dari petani jagung di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Teknik analisis yang digunakan adalah pendekatan Cobb Douglas dengan analisis regresi berganda.Hasil penelitian menunjukan bahwa tenaga kerja berpengaruh negative dan tidak signifikan terhadap produksi jagung di Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2019 dengan koefisien –0,163 dan nilai probabilitas 0,484. Modal memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap produksi jagung di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2019 dengan koefisien 1,073 dan nilai probabilitas 0.000. Hasil analisis menunjukan bahwa nilaiR2(R square)= 0.618 menandakan bahwa variasi dari perubahan produksi jagung di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya dapat di jelaskan oleh tenaga kerja (X1), dan modal (X2) sebesar 61,80% sedangkan sisanya sebesar 38,20% dapat dijelaskan sebagai faktor-faktor lain yang tidak masuk ke dalam model penelitian ini. Kata Kunci : Produksi Jagung, Tenaga Kerja dan Modal.DAFTAR PUSTAKA Adiningsih, S. (2003). Ekonomi Mikro Edisi Kedua. Yogyakarta. BPFE-Yogyakarta.Ahyari, A. (1985). Manajemen Produksi. Yogyakarta : BPFE-UGM.Badan Pusat Statistik. 2010 - 2015. Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Kubu Raya Tahun 2010-2018: Badan Pusat Statistik Kabupaten Kubu Raya.Badan Pusat Statistik. 2013 - 2017. Kalimantan Barat Dalam Angka. Kalimantan Barat: Badan Pusat Statistik.Baharsyah. (1995). Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta Lembaga FE-UI.Dewi, N., Utama, S., dan Yuliarmi, N. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Usaha Tani dan Keberhasilan Program Simantri di Kabupaten Klungkung. Universitas Udayana. Bali. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 6 (2), 701-728.Fadwiwati, Y, A., dan Tahir, G, A.(2013). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Dan Pendapatan Usahatani Jagung Di Provinsi Gorontalo. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 16 (2),92-101.Gilarso. (1994).Pengantar Ilmu Ekonomi Bagian Mikro Jilid 1. Kaminus : Yogyakarta.Gustiyana, H. (2004). Analisis Pendapatan Usahatani untuk Produk Pertanian. Salemba empat: Jakarta.Habib, A.(2013). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Jagung. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jurnal, 18 (1), 79-87.Hernanto. (1994). Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.Husein, U. (1999). Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Gilarso. (1994), Pengantar Ilmu Ekonomi Bagian Mikro Jilid 1. Kaminus : Yogyakarta.Kadariah. (1994). Teori Ekonomi Mikro. FE-UI : Jakarta.Kurniasih, Erni. P (2016). Produktivitas Tenaga Kerja Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak 2016, 528-534.Mosher, A, T. (1984). Menggerakan dan Membangun Pertanian. CV. Jasa Guna. Jakarta.Mubyarto. (1989). Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial.Mulyana, E., Purbiyanti, E., dan Juanurti, I. (2017). Tingkat Optimasi Tenaga KerjaPetani Nanas Di Desa Tanjung Atap Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir. Jurnal, 278-283.Rangkuti, K., Siregar, S., Thamrin, M., dan Andriano, R.(2014). Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan Petani Jagung. Jurnal, 19 (1), 52-57.Rangkuti, K., Thamrin, M., dan Andriano, R.(2014).Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan Petani Jagung. Jurnal, 20 (1), 360-365.Rosari. V. (2013). Analisis Fungsi Produksi Cobb Douglas Pada Pabrik Gula (Studi Kasus Pada PT.Madubaru Di Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta). Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. JurnalSamuelson, P., dan William D. (2002). Ilmu Makroekonomi. Edisi Ketujuh Belas. Jakarta: PT. Media Global Edukasi.Sarasutha, I, G, P.(2000). Kinerja Usaha Tani Dan Pemasaran Jagung Di SentraProduksi. Balai Penelitian Serelia. Sulawesi Selatan. Jurnal Litbang Pertanian, 21 (2), 39-47.Shinta, A. (2011). Ilmu Usahatani. Malang: Universitas Brawijaya.Setiawan, A, B., dan Prajanti, S, D, W.(2011). Analisis Efisiensi PenggunaanFaktor-Faktor Produksi Usaha Tani Jagung di Kabupaten GroboganTahun 2008. Universitas Negeri Semarang. Jurnal, 4 (1),69-75.Sidabutar, P., Yusmini., dan Yusri, J. (2012). Analisis Usahatani Jagung (Zea Mays) di Desa Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara. Universitas Riau. JurnalSiregar, S., Armansyah., dan Dewi, S. (2012). Pengaruh Program Desa Mandiri Pangan Terhadap Tingkat Pendapatan Petani Jagung. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jurnal, 17 (3).Sudaryati, E. (2004). Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Kopi Di Kabupaten Temanggung (Studi Kasus Di Kecamatan Cindiroto Kabupaten Temanggung ). Fakultas Ilmu Ekonomi Dan Studi Pembangunan. Universitas Diponogoro Semarang.JurnalSukirno, S. (2000). Teori Makro Ekonomi: Raja Grafindo, Jakarta.Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.Sukirno, S. (2013). Mikro Ekonomi Teori Pengantar . Jakarta: Grafindo PersadaTjiptono, F. (2008). Strategi Pemasaran. Edisi 3. Andi: Yogyakarta.Widarjono, A. (2013). Ekonometrika dan Aplikasinya . Jakarta: EkonosiaWijaya, I, M. (2017). Usaha Kopi Robusta Di Kecamatan Candiroto Kabupaten Temanggung. Universitas Negeri Yogyakarta. JurnalWitjaksono, J.(2017). Kajian Rantai Nilai dan Analisis Nilai Tambah Jagung (StudiKasus di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara),156-162.Woentina, K. (2015). Analisis Kelayakan Usahatani Nanas Di Desa Doda Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi. Universitas Tadulako. Palu. Jurnal, 3 (2), 240–246
Pengaruh Kemiskinan Dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri
ABSTARKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi terhadap Tenaga Kerja Indonesia ke Luar Negeri. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data dari Badan Pusat Statistik dan Badan Nasional Penempatan Tenaga Kerja Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemiskinan memiliki hubungan yang positif dan tidak signifikan terhadap jumlah pengiriman TKI ke luar negeri. Jika kemiskinan dalam negeri meningkat maka orang akan pergi keluar negeri untuk mencari pekerjaan. Dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi di dalam negeri mendorong minat para pekerja Indonesia melakukan migrasi untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan keluarga. Pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah pengiriman TKI ke luar negeri.Kata kunci: Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi, TKI DAFTAR PUSTAKA Adioetimo ,S.M. dan Samosir. (2010). “Dasar-Dasar Demografi edisi 2.”Depok: Salemba EmpatArsyad, L. (2004). “Ekonomi Pembangunan”. Edisi Keempat. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKP.Arsyad, L. (2006). “Pengantar Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah”.Edisi Pertama, Yogyakarta:BPEEArsyad, L. (2015). “Ekonomi Pembangunan” Edisi kelima. Yogyakarta: UPP STIM YKPNAsrianti.(2016). “Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pengangguran dan Belanja Pemerintah di Indonesia”.Asrianti: Pattalassang.Badan Pusat Statistik. (2007). “Analisis dan Perhitungan Tingkat kemiskinan Tahun 2007”.Jakarta: Badan Pusat Statisik.Badan Pusat Statistik. (2016). “Indikator Pasar Tenaga Kerja Indonesia”. Jakarta, November 2016.Badan Nasional Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.(2016). Data penempatan tenaga kerja Indonesia tahun 20011-2016.Jakarta Selatan:BNP2TKIDeliarnov, (2007) “Perkembangan Pemikiran Ekonomi”.Seri 2. Jakarta: PT.Raja grafindo PersadaGhozali, I. (2011). “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”.Semaran: Badan Penelitian Universitas Diponegoro.https://WWW.Averagesalarysuvey.comKuncoro,M.(2006). “Ekonomi pembangunan Teori masalah Kebijakan”.Yogyakarta:UPP STIM YKPNKuncoro, M. (2006). “Ekonomi Pembangunan”. Penerbit Salemba Empat Jakarta.Kuncoro, M. (2010). “Dasar-Dasar Ekonomika Pembangunan”. Yogyakarta: UPP STIM YKPNMulyadi, (2014). “Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam perspektif pembangunan” edisi revisi. Jakarta: Raja Grafindo PersadaNurrohman, R., & Arifin, Z. (2010). “Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Jawa Tengah”. Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiah Malang. 8(1): 248-260Purwasih, H. (2017). “Pengaruh Pertumbuhan Sektor Industri Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten Sidoarjo”. Jurnal Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya. 5(1);1-5Sasana, H.(2009). “Peran Desentralisasi Fiskal terhadap tenaga kinerja ekonomi di kabupaten/kota provinsi Jawa Tengah”. Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol.10,No,1, JuniSiregar, Hermanto, dkk (2008). “Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Penurunan Jumlah Penduduk Miskin”. http://pse.litbang.deptan.go.id/ind/pdffiles/PROS,2008_MAK3.pdf. Simanjuntak, P.J.(2015). “Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia”. Jakarta:LPEE-UISugiyono, (2014). “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D”. Bandung: Alfabeta.Suratman, E & Wahyudi. (2009). Teknik Analisis Perencanaan Pembangunan. Pontianak: Untan PressTambunan, T. (2001).“Perekonomian Indonesia: Teoridan Temuan Emperis”.Ghalia Indonesia Jakarta.Todaro dan Smith, S.C. (2006).“Pembangunan Ekonomi. Urbanisasi dan Migrasi desa kota dan kebijakan edisi 9 jilid 1”. Jakarta ErlanggaTodaro, Michael P. dan Smith S.C. (2003). “Economic Development,eighth Edition, Unitid Kingdom: Pearson Education LimitedWijono , W. (2005).“Pemberdayaan Lembaga Keuangan Mikro Sebagai Salah Satu Pilar Keuangan Nasional”.Edisi Khusus Departemen Keuangan.Ziyadaturrofiqoh, Zulfanetti, dan Safri (2018). “Pengaruh PDRB, Upah Minimun Provinsi dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Jambi”. Vol.7.No.1, Januari-April 2018 ISSN : 2303-1220 (Online)
Implementasi alokasi dana desa (add) dan bidang infrastruktur terhadap pembangunan ekonomi di desa antibar kecamatan mempawah timur kabupaten mempawah.
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari penerapan atau implementasi Alokasi Dana Desa pada bidang infrastruktur terhdap pembangunan ekonomi yang ada di desa Antibar Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Mempawah. Menggunakan data primer yang daimbil langsung dari kusioner yang disebar ke masyarakat, dan data sekunder yang diambil dari kantor desa.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebijakan yang dilakukan pemerintah desa dengan Alokasi Dana Desa pada bidang infrastruktur sangatlah berpengaruh terhadap ekonomi yang ada di masyarakat desa Antibar. Tujuan dari pemerintah pusat untuk meningkatkan ekonomi desa bisa terpenuhi, karena penerapan yang baik dan tepat sasaran oleh pemerintah desa, sehingga tujuan akhir dari di kucurkan nya dana untuk desa yaitu meningkatkan kesejahteraan ekonomi di desa bisa terpenuhi dan terasa langsung oleh masyarakat desa. Tujuan lain dari pemerintah pusat yaitu juga untuk mengurangi ketimpangan ekonomi antara desa ke kota juga bise sedikit membaik dang membuat masyarakat desa lebih mandiri dalam ekonomi.Kata Kunci : Pengaruh ADD Bidang Infrastruktur, Kebijakan Pemerintah Desa, Dampak Pembangunan DAFTAR PUSTAKA A. G. Subarsono. (2005). Analisis Kebijakan Publik Konsep, Teori dan Aplikasi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Asnudin, Andi. 2010. Pengendalian Sisa Material Konstruksi Pada Pembangunan Rumah Tinggal. Jurnal Mektek, Tahun XII. 3 September 2010. Bambang, Sunggono. (1994). Hukum dan Kebijaksanaan Publik. Jakarta: PT Karya Unipress. Betaria Magdalena1, Aji Ratna Kusuma2, Heriyono Susilo Utom. Implementasi Alokasi Dana Desa di Wilayah Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Administrative Reform. Vol.1 No.3, Tahun 2013. Eka, Rani, D. (2015). Analisa Implementasi Alokasi Dana Desa (add) Kasus Seluruh Desa Di Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung Tahun 2013. Seminar Nasional Universitas PGRI Yogyakarta 2015. Hadari Nawawi. (1998). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta:Gadjah Mada University Press. Hasman. Rahman (2015). Implementasi Kebijakan Alokasi Dana Desa Di Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi. e-Jurnal Katalogis, Volume 3 Nomor 11, Nopember 2015 hlm 107-117 Kuncoro, Murdrajat. (2006). Ekonomi Pembangunan. Penerbit Salemba Empat, Jakarta. Nafidah. Lina. N dan Suryaningtyas. Mawar. (2016). Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa Dalam Upaya Meningkatkan Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam. Bisnis. Vol. 3, No. 1, Juni 2015. Nazir, M. (1998). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.Nurcholis, H. (2009). Pedoman Pengembangan Perencanaan Pembangunan Partisipatif Pemerintah Daerah Perencanaan Pasrtisipatif Pemerintah Daerah. Jakarta: Grasindo. Prasetyo, Rindang. B. Dan Firdaus. M. (2009). Pengaruh Infrastruktur Pada Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan, 2(2):222-236Saputra, I Wayan. (2016). Efektivitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa Pada Desa Lembean Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli Tahun 2009-2014. Jurnal Jurusan Pendidikan Ekonomi (JJPE) Volume: 6 Nomor: 1 Tahun: 2016. Sari, Intan. M dan Abdullah, M. F. (2017).Sudirwo, Daeng, (1981). Pokok-pokok Pemerintahan Didaerah Dan Pemerintahan Desa. Bandung. Penerbit Angkasa Bandung. Sugiyono. (2005). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukanto, Azwardi. (2014). Efektifitas Alokasi Dana Desa (ADD) Dan Kemiskinan Di Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Ekonomi Pembangunan, Juni 2014. Volume 12, No.1 hal: 29 – 41. Sukirno, Sadono, (1996). Pengantar Teori Makro Ekonomi. PT Raja Grafindo. Jakarta. Sumodiningrat, Gunawan. Membangun Perekonomian Rakyat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar 1998. Suratman, E., & Wahyudi. (2009). Teknik Analisis Perencanaan Pembangunan. Pontianak: Badan Penerbit Universitas Tanjungpura. Undang-Undang No.23 Tahun 2014 Tentang “Pemerintah Daerah”. Undang-undang No.32 Tahun 2004 Tentang “Pemerintahan Daerah”. Wibawa, dkk. (1994). Kebijakan Publik. Intermedia, Jakarta. Wrihatnolo, R. R, dan Dwidjoto, R, N. (2007). Manajemen Pemberdayaan. Jakarta. Elek Media Komputindo
Dampak Keberadaan Perusahaan Kelapa Sawit PT. Citra Niaga Perkasa (CNP) Terhadap Masyarakat di Desa Sebangki Kecamatan Sebangki Kabupaten Landak
ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Dampak Keberadaan Perusahaan Kelapa Sawit PT.Citra Niaga Perkasa Terhadap Masyarakat di Desa Sebangki Kecamatan Sebangki Kabupaten Landak”. perusahaan kelapa sawit telah berdiri di Desa Sebangki. Namun selama ini belum diketahui seberapa besar dampak keberadaan perusahaan kelapa sawit terhadap masyarakat di Desa Sebangki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis dampak berdirinya perusahaan kelapa sawit PT.Citra Niaga Perkasa terhadap peningkatan perekonomian, pendidikan, dan infrastruktur atau jalan di Desa Sebangki. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa keberadaan PT.Citra Niaga Perkasa memberikan dampak positif terhadap masyarakat di Desa Sebangki.Kata kunci: Kelapa sawit, pendapatan, pendidikan, jalan.ReferensiBadan Pusat Statistik. 2017. Registrasi Kecamatan Sebangki. Pontianak: BPS.Badan Pusat Statistik. 2012. Kecamatan Sebangki Dalam Angka. Pontianak: BPS.Badan Pusat Statistik. 2018. Kecamatan Sebangki Dalam Angka. Pontianak: BPS.Jumhur. 2015. Model pengembangan Pedagang Kaki Lima (PKL) Kuliner di Kota Singkawang. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan, 04(01).Liang. 2016. Dampak Keberadaan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara. Kabupaten Kutai Kartanegara.Moh Nazir. 2011. Metode Penelitian. Cetakan 6. Bogor:Ghalia Indonesia.Partadiredja. (2000). Dampak Keberadaan Perusahaan Kelapa Sawit Terhadap Pendapatan Masyarakat di Desa Laeya. Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.Rusmawardi. 2007. Dampak Berdirinya Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus Pada desa Kabuau, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kota waringin Timur, Propinsi Kalimantan Tengah). Kabupaten Kota Waringin Timur.Soedharto. 2000. Kapita Selekta Hukum Pidana. Bandung: Citra Aditya BaktiSoemartono, Gatot P. 2011. Hukum Lingkungan Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: AlfabetaSyamsuddin. 2011. Dampak Berdirinya Perusahaan Kelapa Sawit (PT. Damai Jaya Lestari) Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Tondowolio. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Malang. Fakultas Pertanian