Jurnal Curvanomic
Not a member yet
715 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENYALURAN KREDIT PERBANKAN DAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 1990-2014
ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Pengaruh Penyaluran Kredit Perbankan Dan Produk Domestik Regional Bruto Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 1990-2014”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Pengaruh Penyaluran Kredit Perbankan Dan Produk Domestik Regional Bruto Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Kalimantan Bara Barat periode 1990-2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan mengunakan data sekunder yaitu data time series, yang diperoleh dari kantor Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia Kalimantan Barat. Alat analisis yang dipakai untuk mengolah data yaitu menggunakan Eviews 8 Observasi data 25 tahun dalam bentuk tahunan di Provinsi Kalimantan Barat selama periode 1990 sampai 2014. Hasil regresi berganda dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Kredit Perbankan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Kalimantan Barat Semakin tinggi Jumlah penyaluran kredit perbankan akan mendorong Penyerapan Tenaga Kerja. Variabel Produk Domestik Regional Bruto berpengaruh Positif dan tidak signifikan, rendahnya Produk Domestik Regional Bruto tidak akan mendorong Penyerapan Tenaga Kerja. Kata Kunci:Kredit Perbankan, Produk Domestik Regional Bruto, Pertumbuhan Ekonomi. ABSTRACT This study entitled "The Effect of Banking and Lending Gross Domestic Product Of Manpower Absorption In West Kalimantan province Years 1990-2014". This study aims to determine how the influence Influence of Banking and Lending Gross Domestic Product Of Manpower Absorption In Bara West Kalimantan Province period 1990-2014. The method used in this research is descriptive quantitative method by using secondary data time series data, obtained from the office of the Central Statistics Agency and Bank Indonesia West Kalimantan. The analytical tool used to process the data that is used Eviews 8 Observation of 25 years of data in the form of annual in West Kalimantan Province during the period of 1990 to 2014. The results of multiple regression analysis of this study showed that the variables of Banking Credit and significant positive effect on the absorption of Labor in West Kalimantan The higher the amount of bank lending will encourage the uptake of Labor. Gross Regional Domestic Product variables and no significant positive effect, lower Gross Domestic Product will not drive the uptake of Labor. Keywords: Banking Loans, Gross Domestic Product, Economic Growth.
FAKTOR PENDORONG DAN PENARIK TENAGA KERJA INDONESIA BERKERJA KE LUAR NEGERI (STUDI KASUS TKI YANG MELINTASI POS PEMERIKSAAN LINTAS BATAS ARUK SAMBAS)
Abstract This research aims to find out about the characteristics and factors the effect the Indonesian Workers (TKI) to work overseas and enter through the Cross Border Inspection Post (PPLB) of Aruk, Sambas District. This study used primary data obtained through questionnaires and interviews with purposive sampling of 100 respondents. The analytical tool used in this research was multiple regression. The independent variables are age, education level, number of dependents, and respondents’wage, while the dependent variable used is the lenght of work. The characteristics of Indonesian workers who crossed PPLB of Aruk Sambas were dominated by the productive workers of 23-29 years of age (39 percent), with elementary education below (56 percent), with 0-2 dependent (49 percent), with wages < RM.1200 (76 percent). In addition, the results of multiple regresssion analysis show that the factors that significantly affect the workers’length working abroad who crossed PPLB of Aruk Sambas is age. Meanwhile, the level of education, number of dependents, respondents’wage had no significant effect. Keywords: leng of work, age, education level, number of dependent and wage
Efektivitas pemanfaatan dana desa di kecamatan Kuala Mandor B Kabupaten Kubu Raya
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan Dana Desa dilihat dari segi efektivitas pemanfaatan Dana Desa itu sendiri. Penelitian ini dilakukan karena Efektivitas pemanfaatan Dana Desa belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam hal ini peneneliti menggunakan dua variabel yaitu, efektivitas dan pemanfaatan Dana Desa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk perencanaan dan pelaksanaan kegiatan Pembangunan, pemberdayaan masyarakat di Kec. Kuala Mandor B yang memanfaatkan Dana Desa, kurang adanya optimalisasi pengelolaan namun dalam pertanggung jawaban dilihat secara hasil fisik dan efektivitas pemanfaatan pembangunan yang dirasakan masyarakat juga kurang. Kendala utamanya dalam pemanfaatan Dana Desa di Kec. Kuala Mandor B adalah infrasrtuktur yang kurang memadai, kualitas SDM yang sedikit dan rendah serta tingkat partisipasi masyarakat yang rendah, sehingga masih memerlukan pendampingan dari aparat Pemerintah Kecamatan secara berkelanjutan.Kata Kunci: Efektivitas Dana Des
Dimana Sumber Pemodalan Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Pontianak
ABSTRAK Pada dasarnya modal merupakan permasalahan utama bagi pedagang kaki lima dalam menjalankan usahanya karena modal merupakan faktor produksi yang sangat penting bagi setiap usaha. Oleh karena itu yang akan dianaisis dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui dimana sumber pemodalan pedaganng kaki lima (PKL) Di Kota Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dimana sumber pemodalan pedagang kaki lima Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan data primer melalui observasi, metode angket dan wawancara pada 93 responden pedagang kaki lima (PKL) di Kota Pontinak dengan pertanyaan yang sudah dipersiapkan dalam bentuk kuisioner. Pencapaian tujuan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumber pemodalan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Pontianak lebih dominan sumber modal berasal dari modal sendiri dibandingkan dengan melakukan pinjaman pada lembaga perbankan, koperasi, rentenir, maupun keluarga. Sumber pemodalan usaha yang berasal dari modal sendiri memiliki persentase sebesar 76,34% atau sebanyak 71 orang, sedangkan yang mendapat peminjaman pada bank sebesar 10,75% atau 10 orang, melakukan pinjaman pada koperasi sebanyak 5,38% atau 5 orang dan yang melakukan pinjam kepada keluarga sebesar 7,53% atau sebanyak 7 orang. Kata Kunci: Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Sumber modal
PENGARUH INFLASI, PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) DAN JUMLAH UANG BEREDAR (M2) TERHADAP DANA PIHAK KETIGA PADA BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH DI INDONESIA
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh inflasi, produk domestik bruto (PDB) dan jumlah uang beredar (M2) terhadap dana pihak ketiga pada bank pembiayaan rakyat syariah di Indonesia. Variabel bebas dalam penelitian terdiri dari inflasi (X1), produk domestik bruto (X2) dan jumlah uang beredar (X3). Sedangkan variabel terikat yakni dana pihak ketiga (Y). Sumber data penelitian ini didapatkan dari situs Bank Indonesia, OJK, BPS dan KEMENDAG, yaitu delapan tahun dimulai dari periode tahun 2008 sampai 2015. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan data dianalisis menggunakan model regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inflasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap dana pihak ketiga pada bank pembiayaan rakyat syariah di Indonesia, produk domestik bruto berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap dana pihak ketiga pada bank pembiayaan rakyat syariah di Indonesia, jumlah uang beredar (M2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap dana pihak ketiga pada bank pembiayaan rakyat syariah di Indonesia. Kata Kunci: Inflasi, Produk Domestik Bruto, Jumlah Uang Beredar (M2), Dana Pihak Ketiga
PENGEMBANGAN SUB SEKTOR POTENSIAL PADA SEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis sub sektor pertanian manakah yang berpotensi untuk di kembangkan sebagai penunjang perekonomian di Provinsi Kalimantan Barat. Bentuk penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif.. Alat Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah LQ, Typology Klassen, MRP, dan OverlayPenelitian ini menggunakan data sekunder berupa Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga konstan, laju pertumbuhan dan Kontribusi sub sektor pertanian. Alat analisis yang digunakan adalah Location Quotients (LQ), Klassen Tipologi, Model Rasio Pertumbuhan (MRP), dan Overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sub sektor Kehutanan dan Penebangan Kayu dan sub sektor Pertanian, Peternakan, Pemburuan dan Jasa Pertanian di Provinsi Kalimantan Barat merupakan sub sektor yang masuk dalam klasifikasi LQ diatas satu. Berdasarkan Klassen tipologi subsektor pertanian perternakan, pemburuan dan jasa pertanian adalah sub sektor cepat maju yang menunjukkan bahwa sub sektor tersebut sub sektor basis .jika dilihat dari analisis Model Rasio Pertumbuhan semua sub sektor pertanian bertanda negatif yang artinya kriteria pertumbuhan perekonomian di Kalimantan barat rendah sedangkan untuk Sub sektor perikanan merupakan sub sektor yang non basis dan tergolong subsektor yang tertinggal. Kata Kunci: PDRB, Sektor Potensial, dan pembangunan ekonomi daera
PENGARUH INVESTASI DAN AGLOMERASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN/KOTA KALIMANTAN BARAT 2009-2013
[email protected] study entitled "Effect of Agglomeration Of Investment And EconomicGrowth Regency / City of West Kalimantan 2009-2013". The purpose of this study wasto examine and analyze the Influence of Agglomeration Of Investment And EconomicGrowth Regency / City of West Kalimantan 2009-2013. This type of research isdescriptive quantitative research, with the aim to portray and explain the influence ofindependent variables (investment) and (agglomeration) on the dependent variable(economic growth) in West Kalimantan. This study used multiple linear regressionanalysis tool.To see the panel data regression there are some tests that need to be done inselecting the right model, the significance test fixed effect or Chow test F-test andHausman test. So do chow test results can be seen that the prob is less than 5%, it can beconcluded that the fixed effect model is more appropriate to use than on a modelcommon effect. So it is necessary to test Husman test. that the test results Husman testthe 0.0015 probability value less than 0.05% can be concluded Husman models moreprecise test used is the fixed effect of the random effect, or in other words Ho rejectedand Ha accepted.The result showed that investment and significant positive effect on economicgrowth, it is proved by testing the t-statistic coefficient value of 0.931838 and 0.0000probability value of less than or less than 0.05%. Agglomeration and no significantnegative effect on economic growth, it is proved by testing the t-statistic coefficientvalue of -0.001524 and probability value of 0.9791 greater or less than 0.05%.Keywords: Investment, Agglomeration, and Economic Growth
PENGARUH FAKTOR EKSTERNAL (INFLASI, DAN NILAI TUKAR RUPIAH) TERHADAP NON PERFORMING FINANCING (NPF) PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA
Perbankan Syariah sebagai salah satu lembaga penyalur dana melalui pembiayaan sering di hadapkan dengan kondisi pembiayaan bermasalah (non performing financing), permasalahan denga terus menerus melebihi ketentuan Bank Indonesia sebesar 5% akan berdampak buruk bagi profitabilitas Perbankan Syariah, dan akan berujung pada berhentinya operasional Perbankan Syariah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis beberapa variable diantaranya inflasi dan nilai tukar rupiah dalam mempengaruhi non performing financing sehingga diharapkan dapat menjadikan bahan pertimbangan bagi perbankan syariah dalam mengambil kebijakan seputar pembiayaan syariah. Dalam penelitian ini menggunakan metode ordinary least square berupa penelitian kausalitas, menggunakan data time series, dengan tekhnik analisis mengunakan tekhnik analisis regresi berganda.Dari hasil penelitian di peroleh bahwa inflasi memberikan pengaruh negatif terhadap non performing financing perbankan syariah, setiap peningkatan inflasi akan mengakibatkan turunnya non performing financing. Nilai tukar rupiah memberikan pengaruh positif terhadap non performing financing perbankan syariah, setiap nilai tukar rupiah tinggi akan meningkatkan non performing financing perbankan syariah. Secara simultan inflasi dan nilai tukar rupiah secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap non performing financing, ditunjukan dengan Inflasi, dan Nilai Tukar Rupiah mampu menjelaskan variasi non performing financing sebesar 76.44% pada penelitian ini.Kata kunci: Perbankan syariah, Non Performing Financing, Inflasi dan Nilai Tukar Rupiah
ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN PENDAPATAN USAHA TANI PISANG DI KECAMATAN MEMPAWAH TIMURKABUPATEN MEMPAWAH
ABSTRAK Judul penelitian ini adalah “Analisis Produktivitas dan Pendapatan Usahatani Pisang di Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Mempawah”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata produksi dan pendapatan usahatani pisang di Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Mempawah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan kuesioner dan wawancara yang ditujukan kepada responden dan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi usahatani pisang di Kecamatan Mempawah Timur relative rendah. Hal ini disebabkan oleh penggunaan ZPT (ZatPengaturTumbuh) yang tidak merata pada setiap petani pisang karena kurangnya pengetahuan petani akan barang tersebut sehingga membuat para petani menjadi takut untuk memakainya. ZPT (ZatPengaturTumbuh) adalah hormon perangsang pertumbuhan yang digunakan untuk mendorong percepatan perkembangan suatu komoditi, ini menunjukkan bahwa produktivitas usaha tani pisang di Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Mempawah rendah sedangkan pendapatan petani berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan hasil yang besar maksudnya hasil usaha tani pisang ini memberikan keuntungan yang tinggi. Pendapatan petani pisang ini dipengaruhi oleh tingkat produktivitas semakin tinggi produktivitas maka semakin tinggi pendapatan petani pisang, begitu pula sebaliknya. Kata kunci: Produktivitas, PendapatanBersih, Zat Pengatur Tumbuh. ABSTRACT The title of this research is “The Analysis of Productivity and Income of Banana Farm in MempawahTimur Regency of Mempawah”. This research is aimed to determine the average of production and farm income pineapple in MempawahTimur Regency of Mempawah. This research is used qualitative descriptive method by using questionnaires and interviews which is addressed to the respondent and informant. The result showed thath the average production of banana farm in the District on MempawahTimur was relatively low. This is caused by the use of PGR (Plant Growth Regulator) on the goods that farmers will make farmers are afraid to make use it. PGR (Plant Growth Regulator) indicates that farm productivity banana in MempawahTimur Regency of Mempawah was low while famer’s income is based on calculations showed the considerable result which means the result of cultivation of banana provides the high benefits. Keyword : Productivity, Net Income, Plant Growth Regulat
PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN SUB SEKTOR PETERNAKAN DALAM MENINGKATKAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) DI KOTA SINGKAWANG
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan sektor pertanian sub sektor peternakan dalam meningkatkan PDRB di Kota Singkawang. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif dan kualitatif yang menggunakan data berupa data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. Dan penelitian ini penulis menggunakan analisis LQ, Shiftshare, Tipologi Klassen dan SWOT untuk menjawab permasalahan skripsi ini.Dari hasil perhitungan Location Quotient Sub sektor perternakan dan hasil-hasilnya merupakan sub sektor basis di Kota Singkawang dan berperan sebagai sub sektor unggulan yang memenuhi kebutuhan daerah sendiri secara penuh. Kota Singkawang berspesialisasi pada sub sektor ini. Dari hasil analisis LQ, Shiftshare, Tipologi Klassen dan SWOT yang menjadi acuan strategi dalam pengembangan sektor pertanian sub sektor peternakan dalam meningkatkan PDRB di Kota Singkawang antara lain: Peningkatan produksi komoditas peternakan dan produk olahannya, penguatan agroindustri berbasis komoditas/produk peternakan, penguatan permodalan bagi peternak dan agroindustri peternakan, pengembangan usaha pemasaran untuk komoditi peternakan dan produk olahannya, perbaikan kualitas ternak melalui peningkatan kesehatan ternak, pengembangan inovasi pakan ternak.Kata Kunci : Strategi Pengembangan, Subsektor Peternakan, LQ, Shiftshare, Tipologi Klassen, SWO